Archive for the 'Sosial' Category

Murah itu Mahal

Ketika SD dulu, kami sekeluarga pernah pulang kampung beramai-ramai. Istilahnya, “Pulang Basamo” – pulang bersama. Konvoi banyak mobil, dari Jakarta, Merak, menyeberang Selat Sunda, terus menjelajah selatan Sumatera, sampai akhirnya tiba di desa kecil yang bernama Silungkang.

Sebetulnya ada pilihan naik kapal laut, ataupun kapal terbang. Tapi naik kapal laut betul-betul membuat pusing, mabuk saya. Sedangkan naik kapal terbang ketika itu masih cukup mahal biayanya.
Lagipula jika bisa seru menjelajah naik mobil, kenapa naik pesawat?

Ya, ketika itu jalur Lintas Sumatera belum ada. Banyak jalanan di rute kami yang masih berupa tanah dipadatkan. Kadangkala jembatannya adalah beberapa potong pohon yang dibentangkan diatas sungai, atasnya dibuat rata dengan beberapa buah papan. Ya, perjalanan pulang kampung ketika itu benar-benar adalah sebuah penjelajahan 🙂

Nah, ketika perjalanan sejauh itu, di rute yang tidak terlalu ramah, keamanannya pun tidak terlalu meyakinkan, sambil membawa keluarga dan anak kecil; maka konvoi adalah suatu keharusan.
Sungguh menyenangkan – pulang kampung bersama kawan-kawan dan saudara sepermainan, bersama-sama menjelajah ratusan kilometer bumi yang asing bagi kami.

Anyway, akhirnya kami tiba di desa bernama Silungkang itu. Bagi anak kota seperti saya, kampung adalah suatu tempat yang amat menarik. Semuanya serba luas ! Bisa lari ke segala arah tanpa menabrak tembok 🙂
Dan sungainya – bisa seharian main disitu dan tidak bosan. Nanti ketika sudah agak besar, kadang juga menemani para paman memancing, atau, menjala ! Benar-benar seru.

Ketika malam turun, kami masuk ke rumah gadang milik keluarga besar masing-masing. Rumah kayu berukuran besar ini bisa menampung beberapa keluarga di dalamnya.
Disini, waktu seperti berhenti. Kami bisa melihat berbagai foto dan benda dari zaman Jepang dan Belanda, masih tersimpan baik. Orang zaman dahulu memang begitu, mereka memperhatikan benda-benda miliknya dan dirawat dengan baik. Bahkan ketika benda tersebut sudah tidak digunakan lagi sekalipun.

Seperti sebuah mainan pesawat terbang yang saya temukan di lemari pajangan. Tadinya saya kira hanya pajangan. Bagus, pesawat Spitfire, yang digunakan Inggris di Perang Dunia II. Tapi saya segera menyadari bahwa itu bukan pajangan, melainkan mainan.

Namanya anak kecil ya otomatis langsung tertarik melihat mainan 🙂
Apalagi ternyata mainan ini dulu adalah milik salah satu paman saya ketika masih kecil, kemudian diturunkan lagi ke saudara-saudaranya yang lebih kecil – terus sampai akhirnya habis anak kecil di rumah itu, karena sudah besar, dan membawa anak-anak mereka juga pergi merantau ke berbagai penjuru Indonesia. Dan sejak itu pesawat mainan tersebut disimpan di dalam lemari tersebut.

Saya tercengang ketika menyadari bahwa pesawat mainan tersebut masih bisa dimainkan dan berfungsi dengan baik !
Di sayapnya ada beberapa lubang, yang kita bisa masukkan rudal ke dalamnya. Lalu kita tekan sebuah tombol di belakangnya – wusssshhh, rudal plastik tersebut meluncur kencang dan jauh.

Berapa umur mainan ini ? 30 tahun ?! 😀
Dan masih bisa dimainkan dengan baik.

Sampai sekarang saya masih takjub jika ingat hal itu. Bukan apa-apa, mainan zaman sekarang kontras total dengan mainan kuno tersebut.
Harganya memang mungkin jauh lebih murah – tapi, baru beberapa kali dimainkan sudah rusak. Minta ampun. Bukan membuat senang, malah merusak kesenangan, karena rusak ketika sedang asyik dimainkan.

Efek sampingnya, anak-anak jadi cenderung tidak peduli dengan barang miliknya. Toh barang cepat rusak juga, buat apa peduli ? Dan kalau sudah rusak ya tinggal beli gantinya. Murah kok.

Padahal sikap konsumtif ini jelas tidak baik, karena berarti (antara lain) kita juga mengajarkan mereka untuk turut mepercepat kerusakan bumi.
Makin banyak barang yang rusak, berarti makin banyak sampah. Padahal plastik dan berbagai bahan pada mainan / barang murahan itu bisa utuh selama ratusan tahun, tidak mudah terurai. Kalaupun terurai, seringkali menjadi zat-zat beracun.

Akhirnya sekarang kami cenderung menghindari membelikan mereka mainan. Kecuali jika jelas bagus, ada manfaatnya, dan bisa tahan lama. Mahal, tidak apa. Kalau perlu biar anak-anak itu yang membelinya sendiri, dengan menabung dulu. Jadi biar mereka tahu nikmatnya mendapatkan sesuatu dengan usaha mereka sendiri.

Foto di atas adalah sebuah Air Conditioner (AC) merk Sanyo, yang mungkin sudah berusia sekitar 15 tahun. Dan AC ini masih dingin 🙂
Cukup mencengangkan, terutama ketika dibandingkan dengan berbagai AC yang baru akhir-akhir ini. Ada yang baru satu tahun sudah rusak – tidak lama setelah masa garansinya habis.

Apa bedanya AC yang baru ini dengan AC Sanyo tersebut?
Bagi orang awam seperti saya, tidak jelas, kecuali satu hal – harganya JAUH lebih murah. Made in China pula. Klop dengan imagenya yang murah meriah. Karena itu kami kemudian membelinya dalam jumlah banyak untuk beberapa kantor kami.

Apa yang kemudian terjadi ? Tidak saja banyak yang rusak, namun juga pemakaian listriknya sangat boros.

Ya, niat ingin menghemat – alhasil malah merugi. Murah itu ternyata Mahal !

Yang di samping ini adalah sebuah kursi belajar. Merk Chitose. Umurnya mungkin sudah 20 tahun.

Nah, bisakah Anda temukan cacat pada kursi tersebut ?
Boro-boro menemukan cacat, mungkin komentar Anda malah “hah 20 tahun, yang bener??” 😀

Ya, harga kursi ini dulu juga tidak terlalu murah. Tapi, inilah cara kita membeli barang zaman dahulu – cash, kalau perlu menabung dulu. Dan sebagai investasi / aset jangka panjang, digunakan & dirawat dengan baik.
Hasilnya, barang yang mahal tersebut awet selama puluhan tahun. Dan harga awal yang dikira mahal itu, ternyata sebetulnya murah.

Coba kita bandingkan misalnya dengan kursi zaman sekarang yang harganya Rp 150.000. Dengan daya tahan mungkin 2 tahun, sebelum mulai rusak disana sini.
Berarti per tahun seperti kita mengeluarkan biaya sebesar Rp 75.000 untuk kursi tersebut.

Kursi Chitose yang mahal ini mungkin sekarang harganya sekitar Rp 500.000. Dengan masa penggunakan (sampai saat ini) selama 20 tahun, maka seperti kita mengeluarkan biaya per tahunnya hanya Rp 25.000 saja untuk kursi ini.

Ternyata, walaupun harganya lebih mahal, sebetulnya kursi Chitose tersebut lebih murah (paling tidak) 3x lipat daripada yang kursi murahan tersebut. 🙂

Zaman ini memang penuh tipuan. Yang kita kira murah, ternyata sebetulnya mahal. Yang kita kira mahal, ternyata sebetulnya murah.
Jika tidak berhati-hati, maka kita bisa tertipu dan uang kita jutaan rupiah bisa terbuang percuma begitu saja.

Jadi jangan lupa – Murah itu Mahal !

Tulisan terkait : Murah versus Kualitas

Nabi & Rasul

Saya adalah laki-laki paling ganteng, di rumah saya. Well, oke, nomor 2 paling ganteng – hanya kalah dari Umar. Anyway, hidup di tengah kumpulan wanita itu memang menyenangkan sekali. Ada banyak hal-hal menarik yang terjadi dari waktu ke waktu. Tidak pernah membosankan 🙂

Beberapa hari yang lalu terjadi tanya-jawab antara saya dengan Anisah, anak saya yang sulung, sebagai berikut :

Anisah (A) : Pa, kok Nabi itu tidak ada yang perempuan ya ?

Saya (S) : Hm, iya yah ?

A : Iya, semuanya cowok kan ?

S : Betul, mungkin karena pekerjaannya berat ?

A : ?

S : Lihat aja tuh Nabi Muhammad, beliau pernah malah disambit pakai batu-batu sampai berdarah-darah

A : Ya ampunnnn

S : Iya, pernah ditimpa dengan tahi unta juga. Disiram dengan air kencing. Dan berusaha dibunuh berkali-kali.

Nabi-nabi yang lain juga kayak begitu. Nabi Zakariya digergaji hidup-hidup sampai wafat.

A : Hah !!! Beneren pa? Hiiiyy

S : Ya, Nabi Yahya disembelih. Nabi Isa mau disalib – tahu gak disalib itu apa?

A : Digantung di kayu ?

S : Ya, tangannya dipaku ke tiang kayu.

A : *bergidik*

S : Nah, kalau Nabi itu perempuan, kayaknya kesian deh kalau musti kejadian kayak begitu

A : Iya ya…. aduh. Ngeri banget.

S : Ngebayanginnya aja Papa gak tega. Kalau cowok sih, biarin aja 🙂

A : Hahahaha…

S : Ya, itulah nasib para Nabi. Kerjaannya berat, untuk kebaikan orang lain – eehh malah dibalasnya kayak begitu sama orang yang mau mereka tolong. Cape deh.

A : Bwahahaha…

S : Yah jadi gitu kakak, mungkin karena itu gak ada Nabi yang perempuan

A : Iya lah, untung juga ya.

Jakarta 13 Mei 2009, ditulis di sela-sela rehat setelah bekerja + meeting seharian.

Cilincing Brotherhood

Barusan saya mendapat kabar kejutan yang sangat menyenangkan; saya mendapat kiriman buku dari Bang Aip. Yaitu edisi khusus dari “Cilincing Brotherhood”. Yes ! 😀

Review menyusul ! Biarkan saya menikmati dulu hasil penantian selama bertahun-tahun ini (duhhh… segitunya) 😀

Masih penasaran? Nih ada sneak preview nya. 😉
Enjoy !

Obama : support & assist – don’t bring him down

Let’s be clear about one thing – Obama is not perfect. Anyone thinking the reverse is deluded. He’s just a man, not an angel (although it’d be really cool if he IS indeed a black angel) 🙂

So he made mistakes, and he will continue to do so from time to time.

That said – I’m absolutely appalled at lack of patience that’s displayed by some people. Do you SERIOUSLY think that 8 YEARS of destructions done by Bush can be reversed by Obama in 1 MONTH ??

Come on people. We’re talking about some of the MOST thorough global destruction ever witnessed in this century. Bush does not only destroy America, he also wreaked havoc in various other countries too. Including Indonesia – various evil US corporations really did have a field day during his administration.

I already expected that Bush’s great momentum of disaster would be really hard to stop and turn  around. I’ve suspected that Obama would have to compromise in several cases – and it has started to happen. There is NO way he’d be able to do everything – he’ll have to prioritize. Anyone with the slightest experience of management roles will understand this. To compromise really sucks, but sometimes the other options are even worse. Like quitting what you’re doing. Ask yourself – do you really feel like seeing him leaving after just a while ?

What really matters is his intentions – does Obama do that because he’s evil? Or is it because he’s cornered to? Or unable to do the reverse? And so on.

Remember, we’re talking about politics here. This is among the MOST complicated subject anyone could ever encounter. And here Obama is tackling US of A’s politics – probably the most complex of them all.

Unfortunately, we can’t read into people’s mind yet. Fortunately, we CAN make intelligent assessments. Instead of just accusing people blindly, we should really do this.

Check Obama’s track records. List his negative and positive points, this will enable you to see things more objectively. Try to focus on the bigger picture.

This is why I like Truth-O-Meter by Politifact.com. It really help you to look at things objectively, not subjectively. Note that it still misses some, even big ones – such as the fact that Obama have put a good man in charge for the recovery of USA, etc.
However, it’s definitely better than nothing.

Even easier is to compare Obama with Bush.

It then become as clear as day and night !

People, help Obama to make USA better for you. Don’t drag him down over small details. When he made mistakes – let him know that you’re not happy. When he try to do something right, let him know too that you support him.

It can be very lonely up there. If all you’re doing is nag him and get angry, any human is bound to get tired of it and think, “why the hell am I doing this ?“. That’s the first step to seduction by the sweet melody from the dark side.

A small compliment from time to time never hurts. A polite, but firm, reminder is always much better than a rude one.

.
.
.
So unless you want another Bush to rise and kick your collective a$$es even harder than before – get up, and work together to rebuild America.

We will all benefit from that as well. Because we all live in this same small blue rock called “Earth”, on this vast void of universe.

With love from Indonesia.

Monty Python Goes Marketing 2.0

Beberapa waktu yang lalu, datacenter yang menghosting salah satu server saya mengirimkan sebuah surat yang mengejutkan – DMCA notice dari Lionsgate Films. 

Surat tersebut menuduh bahwa server saya telah terlibat dalam pembajakan salah satu film mereka, yaitu Transporter 3. Sebuah tuduhan yang sangat serius. Ditambah lagi bahwa server saya tersebut berada di Amerika, sehingga bisa diproses berdasarkan hukum mereka (yang ngawur berat itu).

Masalahnya :

(1) Saya tidak pernah membajak film tersebut 😀

(2) Server tersebut masih kosong, jadi tidak mungkin hal tersebut dilakukan oleh customer saya

Sekedar meyakinkan, saya lakukan search terhadap seluruh isi hard disk server tsb, dan hasilnya memang bersih. Lalu sambil nyengir, saya kirimkan hasilnya ke datacenter saya, yang menerimanya sambil nyengir juga 🙂 sepertinya ini bukan kejadian yang pertama kali, he he.

Ajaib – memang IP address yang tercantum di surat tersebut adalah milik server saya. Tapi padahal kan tidak ada pelanggaran yang saya lakukan. Ha ha ha…  😀  sekedar mendeteksi IP address saja tidak becus. 

Jadi bergidik membayangkan kalau saya adalah warga Amerika – dan kena tuduhan yang keliru seperti ini. Hidup saya bisa hancur berantakan (untunglah nenek Sarah mendapat bantuan dari EFF), walaupun saya tidak melakukan kesalahan apapun.

Anyway, ini adalah salah satu alasan saya sangat mendukung gerakan Creative Commons. Nyaris seluruh foto saya di flickr.com berlisensi bebas. Juga seluruh artikel di blog ini.

Konten yang bebas bisa sangat bermanfaat bagi sangat banyak orang. Saya sudah merasakannya sendiri. Dan karena itu juga berusaha memberikan kontribusi dalam hal ini. 

Tidak itu saja – konten yang bebas juga menguntungkan pemiliknya secara finansial. Ini sudah terbukti berkali-kali selama puluhan tahun.

Contoh: dulu para pemilik kontek protes bahwa VHS / betamax adalah sarana pembajakan. Kemudian mereka menyadari bahwa ini adalah pangsa pasar baru.

Maka  kemudian selama puluhan tahun, mereka meraup keuntungan yang sangat besar dari sini.

Ketika stasiun radio mulai bermunculan, para pemilik konten protes. “Ini adalah pembajakan konten kami, untuk keuntungan para pemilik stasiun radio!“, begitu kira-kira protes mereka.
Belakangan mereka menyadari bahwa ini adalah promosi gratis.  Lagu yang sering diputar di radio cenderung mengalami peningkatan penjualan. Maka kemudian malah terjadi kongkalikong antara pemilik konten dengan pemilik/jaringan stasiun radio – untuk mendongkrak penjualan lagu tertentu.

Walaupun tetap saja mereka berusaha mendapatkan “uang preman” dari stasiun radio…. *sigh*, human’s greed know no bound, indeed.

Di tengah berbagai kekonyolan ini, sebuah kelompok yang terkenal dengan kekonyolannya malah melakukan sesuatu yang brilian. 

Luar biasa – kru Monty Python menyediakan berbagai klip videonya di Youtube.com, dan mengakibatkan peningkatan penjualan DVD Monty Python sampai 23000% !

Di zaman elektronik ini, ada banyak kesempatan. Dan yang akan menang adalah mereka yang kreatif. Kru Monty Python mungkin konyol, tapi mereka bukan orang bodoh & rakus. Maka mereka bisa meraup keuntungannya.

Posting ini saya cantumkan juga di kategori OpenSource, karena ini adalah juga bagian dari keterbukaan. Open software, Open content, malah juga Open hardware — keterbukaan adalah hal yang penting bagi peradaban manusia. 

Selama beribu-ribu tahun, manusia selalu saling membagi penemuan mereka. Sehingga peradaban manusia bisa berkembang tanpa perlu mengulang-ulang melakukan hal yang sama. Dan semua penemuan jadi bisa bermanfaat bagi semua pihak – bukan cuma untuk segelintir orang saja. 

Selamat dan salut sekali lagi kepada kru Monty Python. Semoga teladan yang baik ini bisa ditiru oleh kita semua !

Terlampir adalah surat DMCA dari Lionsgate Films 🙂 

 

Read the rest of this entry »

Jews for Palestine – Pelajaran mengenai “generalisasi”

Luar biasa, sangat mengharukan. Saya menemukan surat pembaca dari berbagai tokoh Yahudi di Inggris, yang menyatakan kecaman mereka terhadap Israel.

Di tengah semua kemarahan, emosi, ketidak adilan, dan kekejaman di sepotong kecil tanah bernama Gaza; alhamdulillah masih ada sekelompok orang-orang yang masih bisa berpikir dengan rasional dan kritis. Dan mengutamakan hati kecil mereka daripada egonya.

Terlampir adalah surat mereka ke koran Guardian di Inggris :

We the undersigned are all of Jewish origin.

When we see the dead and bloodied bodies of young children, the cutting off of water, electricity and food, we are reminded of the siege of the Warsaw Ghetto. When Dov Weisglass, an adviser to the Israeli prime minister, Ehud Olmert, talked of putting Gazans “on a diet” and the deputy defence minister, Matan Vilnai, talked about the Palestinians experiencing “a bigger shoah” (holocaust), this reminds us of Governor General Hans Frank in Nazi-occupied Poland, who spoke of “death by hunger”.

The real reason for the attack on Gaza is that Israel is only willing to deal with Palestinian quislings. The main crime of Hamas is not terrorism but its refusal to accept becoming a pawn in the hands of the Israeli occupation regime in Palestine.

The decision last month by the EU council to upgrade relations with Israel, without any specific conditions on human rights, has encouraged further Israeli aggression. The time for appeasing Israel is long past. As a first step, Britain must withdraw the British ambassador to Israel and, as with apartheid South Africa, embark on a programme of boycott, divestment and sanctions.

Ben Birnberg, Prof Haim Bresheeth, Deborah Fink, Bella Freud, Tony Greenstein, Abe Hayeem, Prof Adah Kay, Yehudit Keshet, Dr Les Levidow, Prof Yosefa Loshitzky, Prof Moshe Machover, Miriam Margolyes, Prof Jonathan Rosenhead, Seymour Alexander, Ben Birnberg, Martin Birnstingl, Prof. Haim Bresheeth, Ruth Clark, Judith Cravitz, Mike Cushman, Angela Dale, Merav Devere, Greg Dropkin, Angela Eden, Sarah Ferner, Alf Filer, Mark Findlay, Sylvia Finzi, Bella Freud, Tessa van Gelderen, Claire Glasman, Ruth Hall, Adrian Hart, Alain Hertzmann, Abe Hayeem, Rosamene Hayeem, Anna Hellmann, Selma James, Riva Joffe, Yael Kahn, Michael Kalmanovitz, Ros Kane, Prof. Adah Kay, Yehudit Keshet, Mark Krantz, Bernice Laschinger, Pam Laurance, Dr Les Levidow, Prof. Yosefa Loshitzky, Prof. Moshe Machover, Beryl Maizels, Miriam Margolyes, Helen Marks, Martine Miel, Diana Neslen, O Neumann, Susan Pashkoff, Hon. Juliet Peston, Renate Prince, Roland Rance, Sheila Robin, Ossi Ron, Manfred Ropschitz, John Rose, Prof. Jonathan Rosenhead, Leon Rosselson, Michael Sackin, Ian Saville, Amanda Sebestyen, Sam Semoff, Prof. Ludi Simpson, Viv Stein, Inbar Tamari, Ruth Tenne, Norman Traub, Eve Turner, Tirza Waisel, Karl Walinets, Renee Walinets, Stanley Walinets, Philip Ward, Naomi Wimborne-Idrissi, Ruth Williams, Jay Woolrich, Ben Young, Myk Zeitlin, Androulla Zucker, John Zucker

Para Yahudi ini justru menyarankan boikot, penarikan investasi, dan hukuman-hukuman bagi Israel. Mudah-mudahan kita bisa menjalankan saran-saran mereka tersebut.

Juga, semoga kita bisa selalu ingat untuk tidak menggeneralisir bahwa “semua Yahudi itu jahat”. Di antara mereka, masih ada segelintir kecil yang hatinya turut menangis untuk rakyat Palestina. Tidak itu saja, mereka juga secara aktif menentang penjajahan & kezaliman Israel terhadap Palestina.

Beberapa bahkan membayar sikap mereka tersebut dengan nyawanya.

Quran tidak mengajarkan kita untuk membenci Yahudi. Namun, untuk waspada terhadap tipu daya dan makar dari sebagian mereka.
Memvonis seluruh Yahudi jahat karena kejahatan sebagian dari mereka adalah generalisasi. Ini termasuk pada ketidak adilan – dan jelas ini tidak dibenarkan oleh Islam. Islam adalah agama yang sangat menitik beratkan fokus pada keadilan. Jangan sampai kita terjerumus kepada menzalimi sebagian pihak, hanya karena kebencian & emosi kita.

Satu contoh lagi adalah Neturei Karta. Slogan mereka adalah “Orthodox Jews United Against Zionism” (*).
Ketika beberapa diantara kita mungkin hanya duduk di belakang meja dan bersimpati tanpa banyak melakukan sesuatu, para anggota Neturei Karta aktif dan gencar turun langsung ke lapangan menentang Zionisme. Luar biasa.

Yahudi juga manusia. Mereka mampu untuk melakukan kebaikan. Namun, sebagian mereka juga mampu melakukan kejahatan, seperti manusia lainnya juga. Kita musti bisa bertindak secara adil terhadap semua ini.

Satu contoh Yahudi yang pantas untuk ditindak adalah Howard Schultz. Chairman, president, dan CEO dari Starbucks, Schultz dengan aktif mendukung negara Israel, dan mengkampanyekan keberadaannya. Tentunya dia bukan tidak tahu mengenai berbagai kejahatan Israel. Namun tetap saja Schultz mendukung Zionisme.

Yah, alhamdulillah menemukan informasi ini. Menuruti himbauan dari rekan-rekan Yahudi di Inggris di atas, sekarang saya jadi sangat malas untuk ngopi di Starbucks.
Yuk kita ramaikan saja Bakoel Koffie, atau warung-warung lainnya.

Hari ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga mengenai kemanusiaan, empati, nurani, keadilan dan logika. Semoga bisa bermanfaat juga untuk Anda.

(*) Zionisme sebetulnya adalah salah satu bentuk ekstrimisme / zealotry dalam beragama. Dalam teks agama Yahudi sendiri sebetulnya tidak ada mengharuskan mereka untuk kembali lagi ke tanah Palestina. Zionists memilih penafsiran yang ekstrim, plus implementasi yang tidak kalah ekstrimnya lagi. Hasilnya, seperti yang sudah dan sedang kita saksikan, adalah derita berkepanjangan dari rakyat Palestina.

Neturei Karta, walaupun beraliran Orthodox, namun bisa memahami teks / ajaran agama mereka dengan baik / tidak ekstrim. Karena itu mereka bisa menyadari kekeliruan Zionists, dan tidak turut terjerumus kesitu.

Mudah-mudahan kita bisa meniru teladan mereka ini – terhindar dari berlebih-lebihan / ekstrimisme dalam beragama.

Terimakasih, pak Polisi !

Tadi malam sekitar pukul 00:15, saya sedang mengemudikan mobil di daerah Tangerang. Baru kembali dari airport, silaturahmi dengan kawan lama dari Inggris. Jalanan cukup sepi, jadi saya bisa mengemudi dengan tenang. Anak-anak sudah lelap semua di bangku belakang – yang diratakan, sehingga bagasinya menjadi luas; dan tadinya adalah tempat bermain mereka.

Tiba-tiba, ada lampu merah yang diayun-ayunkan di depan saya. Karena kaget, mobil saya hentikan agak mendadak, walaupun sebetulnya jaraknya masih jauh. Ternyata ada beberapa polisi yang sedang berada di tengah jalan. Oh, sepertinya ini razia.

Saya buka kaca dan menyapa polisi yang menghentikan kami, “Ada apa pak?”. Dijawab oleh beliau, “Bisa saya cek surat-suratnya pak? Juga tolong hidupkan lampu dalamnya”.
Karena mobil berhenti mendadak, posisinya agak ke tengah jalan. Saya tanya, apakah perlu dipinggirkan dulu? Mungkin karena sudah tengah malam dan jalanan sepi, petugas polisi tsb menjawab tidak apa / tidak perlu.

Saya berikan STNK & SIM saya, dan lalu lampu dalam saya hidupkan. Beberapa anak-anak bergeser dari posisinya. Helen terbangun dan juga kaget melihat saya dihentikan polisi. Saya cengar-cengir 🙂

Surat-surat beres, dan isi mobil tidak ada yang mencurigakan, maka kami dipersilakan untuk berjalan kembali. Saya pamit sambil mengucapkan terimakasih.
Sepertinya petugas tersebut agak terkejut. Raut mukanya agak letih. Saya cuma bisa membayangkan bagaimana kalau saya disuruh bertugas di tengah malam, di tengah jalan, seperti itu juga.

Saya ucapkan alhamdulillah masih ada petugas / institusi yang peduli. Saya jelaskan ke Helen, bahwa dengan sering razia seperti itu, mudah-mudahan orang-orang jadi tergerak untuk mengemudi dengan baik. Paling tidak, melengkapi surat-suratnya.

Selain itu, jika dilakukan cukup sering, juga bisa membantu mengurangi kejahatan.
Kebetulan di malam sebelumnya, ada sebuah mobil kami yang pada pagi hari ditemukan sudah terbuka pintu depannya. Untungnya, mobil tersebut dilengkapi dengan sebuah killswitch – sebuah tombol tersembunyi yang harus diaktifkan terlebih dahulu, agar mobil tersebut bisa di starter. Maling amatir itu jadinya gagal menggondol mobil tersebut 🙂

Anyway, kalaupun mobil tersebut berhasil digondol, tapi kemudian maling tersebut bertemu tim razia, maka tentu usahanya tersebut akan jadi gagal.

Di daerah Tangerang sepertinya cukup sering diadakan razia seperti ini. Demikian juga sekitar daerah Senen, saya sudah beberapa kali bertemu razia seperti itu sekitar pukul 3 pagi.
Setiap kali saya dihentikan adalah sedang dalam keadaan letih, namun saya selalu ucapkan terimakasih. Karena saya tahu bahwa saya sendiri tidak mampu ditugaskan di tengah jalan di tengah malam seperti itu, sambil menghadapi para pengendara yang cemberut karena kenyamanannya berkendara terganggu.

Terimakasih para Bapak Polisi. Semoga bisa terus semakin baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Lifestream @ sufehmi.com

Di zaman digital ini sangat mudah bagi kita untuk meninggalkan jejak di berbagai tempat. Blog, komentar blog, facebook, plurk, microblogs, mailing list, online forums, dan lain-lainnya. Ini amat menyenangkan, menemukan dunia yang sedemikian interaktif, instant – namun tidak hanya sesaat.

Karena jejak-jejak digital / lifestream ini terus tersimpan selama bertahun-tahun. Misalnya, saya masih bisa menemukan posting-posting pertama saya dalam b.Inggris, dan tentu saja b.Inggrisnya masih pada belepotan. Atau sisa-sisa ketersambungan saya dengan dunia BBS Indonesia, di milis seperti bemo-batavia dan lain-lainnya. Juga ada banyak di situs arsip seperti archive.org dan mail-archive.org

Nah, tapi sayangnya, memang jejak ini terpencar dimana-mana. Walaupun Google sangat banyak membantu untuk menemukannya, namun tetap tidak berhasil saya temukan semuanya. Di antara ratusan juta website di seluruh dunia, ada jejak-jejak saya yang terselip disana-sini.

Karena itu kemudian saya membuat situs Lifestream saya sendiri, yaitu lifestream.sufehmi.com

Situs ini mengumpulkan jejak-jejak digital saya di :

  1. Facebook : melalui jasa FriendFeed.com
  2. Kronologger.com : situs microblogging pertama di Indonesia. Biasanya saya kron via SMS.
  3. Plurk.com : melalui jasa baik FriendFeed.com lagi
  4. Komentar di berbagai blog : dilacak dengan bantuan dari CoComment.com

Situs Lifestreamnya sendiri menggunakan WordPress Legacy, plus plugin Feedwordpress.

Plugin Feedwordpress akan “menyedot” feed RSS dari 4 sumber diatas. Dan lalu di posting di situs Lifestream saya yang berbasis WordPress Legacy ini.

Hasilnya cukup menarik. Kini jejak-jejak saya jadi makin mudah ditemukan, karena terkumpul di satu tempat 🙂

Dulu saya sempat segan jika ingin berinteraksi di suatu tempat, karena tidak ingin kehilangan jejaknya. Kini, saya akan bisa selalu melacaknya kembali melalui Lifestream saya.

Sudahkah Anda mengumpulkan jejak-jejak digital Anda ?

Let’s lifestream !

NB: selagi menulis artikel ini, tidak sengaja menemukan posting jadul saya dulu di milis linux-aktivis.
OMG….. **umpetin muka di bawah bantal** 😀

Saya menemukan juga paper saya mengenai eCommerce Indonesia, yang saya buat di tahun 2000

Menelusuri jejak digital / lifestream kita, memang menarik dan menyenangkan 🙂
Kini juga bisa dilakukan dengan cepat, tanpa membuang-buang waktu kita.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

Saya jarang memperhatikan puisi karena sering tidak paham maksudnya. Terakhir saya mengutip puisi adalah Tuhan 9 Senti nya Taufiq Ismail.

Malam ini saya menemukan puisi ini, diposting di milis internal ISNET. Tersentuh sekali rasanya. Ada pelajaran-pelajaran hidup yang baik di dalamnya.

Terimakasih kepada mbak Eva Nukman yang telah sharing puisi ini. Mudah-mudahan saya bisa mengikuti teladannya juga.

Enjoy.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

sutera dariku untukmu, darimu untukku
selusin banyaknya, dari kita untuk kita
karena kau tak hanya memberi
dan aku tak cuma menerima

lapisan pertama menjadi alas, lapisan kedua menjadi pondasi
sebutlah mereka saling menghargai dan saling mengerti
dan kau boleh mempertukarkannya menjadi yang kesatu atau yang kedua

sutera ketiga adalah kepercayaan dan kesetiaan
yang berjalin berkelindan, kait mengait
membuhul dan mengikat

lapisan sutera keempat adalah dada yang lapang
untuk bersabar
untuk memaafkan

sutera kelima adalah dukungan
agar kau menjadi dirimu
dan aku menjadi diriku

lapisan keenam adalah materi
yang darinya kita kan selamanya kekurangan jika selalu melihat ke atas dan
mengeluh
dan sebaliknya senantiasa berlimpahan jika memandang ke bawah serta
bersyukur

perhatian dan kepedulian menjadi sutera ketujuh
karena kau dan aku tidak lagi hidup sendiri

sutera kedelapan adalah kebersamaan di dalam perbedaan
kau tidak harus menjadi aku
dan aku tidak mesti beralih serupamu

yang kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas
adalah tiga makhluk mungil nan beranjak remaja
yang merekat, mempererat, mempertebal hubungan di antara kita

sutera kedua belas, haruskah kusebutkan?
ia menyelubungi, membungkus kesebelas sutera sebelumnya
yang tanpanya mereka bagai tak punya makna
dan bahkan mungkin tak kan pernah ada

sutera kedua belas adalah cinta
yang apinya terus menyala menghangatkan
karena kau bukan saja suamiku, dan ayah dari anak-anakku
tetapi kau juga sahabatku
serta pacarku

itulah selusin sutera darimu untukku, dariku untukmu
dari kita untuk kita
karena aku tak hanya memberi
dan kau tak cuma menerima

sutera, karena dua puluh lima adalah perak dan lima puluh adalah emas
selusin, karena itulah bilangan tahun yang berlalu
sejak ayahku menggenggam tanganmu berucap ijab dan kau jawab dengan kabul

selusin sutera untuk cinta kita
yang dengan Bismillah kita memulakannya
selusin sutera untuk bahtera cinta kita
yang berharap cinta-Nya
[va]

untuk dia
Düsseldorf, 28.08.06
mengenang tanggal yang sama dua belas tahun lalu.

Selamat ulang tahun ke 25, GNU & Free Software (software bebas) !

OK ini memang telat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 🙂

Pada tanggal 2 September, 25 tahun yang lalu, Richard Stallman memulai gerakan Free Software (software bebas – bukan software gratisan). Dulu hanya mempengaruhi komunitas developer, ternyata, sejalan dengan semakin meratanya penggunaan komputer di segala aspek kehidupan, kini Free Software telah semakin dikenal oleh masyarakat umum.

Termasuk oleh Stephen Fry, aktor Inggris yang terkenal dengan perannya di film-film sukses seperti “A fish called Wanda” dan “V for Vendetta”. Perannya di “V for Vendetta” cukup terkenal – disitu dia tewas dihukum mati oleh rezim diktator karena nekat menyimpan sebuah karya literatur terlarang di zaman tersebut, yaitu Al-Quran 😀
Cukup unik (and, at the same time; weird, amused, amazed) mendengar bagaimana karakternya di film tersebut, Gordon Dietrich, yang homoseksual, memuja Quran (this is the second time I’ve encountered such thing) karena “bahasanya yang indah”. Dan dia lebih memilih tewas daripada mengorbankan kebebasannya (untuk menghargai semua hal yang dilarang oleh rezim tersebut).

Hadiah dari Stephen Fry adalah sebuah video khusus yang merayakan hari ulang tahun Free Software yang ke 25. Pada video tersebut, Stephen menjelaskan tentang Free Software & GNU dalam bahasa yang sangat mudah dipahami. Cukup mencengangkan melihat orang tua yang lucu ini (Stephen Fry terkenal sebagai komedian di Inggris) ternyata memahami berbagai konsep dan filosofi dibalik gerakan Free Software. This guy is truly awesome.

Dan dia ternyata merasa tergerak untuk turut mempromosikan soal Free Software ini kepada masyarakat luas.
Saya jadinya tergerak juga untuk menyebarkan video yang unik ini kepada masyarakat kita 😀

Silahkan video Ulang Tahun 25 GNU bisa Anda download dari sini (7 MB)

Jika Anda menggunakan video player yang mendukung subtitle, seperti V L C, silahkan download subtitle Bahasa Indonesia disini. (8 kb)

Versi lainnya :

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Medium Quality ] (21 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU High Quality ] (33 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Best Quality ] (125 MB)

File video ini adalah dalam format Ogg, yaitu format video yang, tentu saja, bebas tersedia untuk siapa saja. Tanpa batasan apapun.
Panduan untuk setup driver/codec untuk format video Ogg ini bisa dibaca disini.

Selamat menikmati, dan, selamat ulang tahun 25 untuk GNU & Free Software !

Welcome : Pesta Blogger 2008 !

Kabar gembira, pada hari ini Pesta Blogger 2008 telah resmi diumumkan. Akhirnya, acara yang sudah lama saya tunggu-tunggu ini sebentar lagi bisa kita nikmati bersama 😀

Detail selengkapnya :

Nama Acara : Pesta Blogger 2008
Tema Acara : “Blogging for Society”

Tanggal : 22 November 2008
Lokasi : Gedung BPPT II, Lantai 3, Jl. MH Thamrin no. 8, Jakarta (seberang Hotel Sari Pan Pacific)

Pendaftaran : Saya belum tahu bagaimana caranya. Coba kita ganggu pak Ong 🙂

Sampai jumpa di acara ini !

Pemilu 2009 : Sudahkan Anda Terdaftar ?

Kemarin ini saya mendapat email dari milis Telematika. Isinya adalah link ke polling Pemilu 2009, apakah kita berencana untuk mencoblos atau tidak pada pemilu kali ini.

Saya baru sadar, eh saya sudah terdaftar atau belum ya ? Hehe… saya ingin mencoblos. Tapi kalau belum terdaftar, pastinya jadi tidak bisa nyoblos dong, iya kan?

Nah kemudian saya jadi ingat dengan sebuah SMS yang saya terima beberapa waktu yang lalu. Ceritanya, beberapa kawan kita berhasil mendapatkan link ke database KPU, dan lalu menyediakan layanan untuk memeriksa status pendaftaran Anda pada Pemilu 2009 ini, via SMS, dengan cuma-cuma (hanya biaya SMS normal). Wow.

Caranya mudah sekali. Cukup buat SMS seperti berikut ini :

CEK [spasi] Nomor KTP [spasi] Nama lengkap sesuai KTP

Lalu kirimkan ke 0812 1045 6784. Gampang ya ?

Saya ingin mencantumkan nama kawan-kawan yang sudah menyediakan layanan ini untuk kita semua, tapi saya tidak yakin apakan mereka ingin namanya tercantum disini (friends, just let me know, thanks!)

OK, mari kita cek status pendaftaran kita untuk Pemilu 2009, dan lalu sampaikan aspirasi Anda di halaman ini.

Semoga Pemilu 2009 bisa memberikan lebih banyak lagi kebaikan bagi kita semua.

Cara berdakwah yang tidak simpatik

Zealot adalah istilah yang berarti seseorang yang terlalu fanatik terhadap kepercayaannya. Disebut zealot ketika kefanatikannya tersebut jadi sampai menutupi sifat-sifat kemanusiaannya, seperti empati, kasih sayang, dan akal sehat.

Kata “Zealot” sendiri pada awalnya adalah nama dari sebuah sekte Yahudi di abad pertama yang amat fanatik & radikal. Sekte ini, saking ekstrimnya, tidak segan membunuh sesama Yahudi sendiri yang berbeda pendapat dengan mereka; sesuatu yang amat ditabukan dalam tradisi mereka.
Bahkan gerakan Zionis di Israel pada saat ini, yang terkenal dengan kekejamannya kepada non-Yahudi dan banyak disamakan dengan gerakan Nazi, tidak membenarkan hal tersebut. Jadi bisa kita bayangkan sendiri bagaimana berlebihannya fanatisme mereka terhadap kepercayaannya.

Fanatisme yang amat keterlaluan ini juga dikecam dalam Islam. Nabi Muhammad saw memvonis orang-orang seperti Zealot ini, disebut dengan istilah Khawarij, sebagai penghuni neraka; walaupun mereka mengaku Islam & melakukan berbagai ritualnya. Mereka membaca Qur’an dan kelihatan beribadah lebih taat daripada muslim lainnya, namun menurut Nabi Muhammad saw, sebetulnya mereka keluar dari Islam bahkan lebih cepat daripada anak panah yang dilentingkan dari busurnya.

Zealots ada di berbagai tempat, waktu, dan agama / kepercayaan. Penganut Atheist pun banyak yang bersikap zealot (zeal / jealousy, iri, dengki), dan kadang justru sering tidak rasional. Dan tentu saja yang mengaku beragama pun juga tidak kalah banyaknya melakukan kesalahan ini.

Salah satu email spam yang banyak saya terima akhir-akhir ini adalah dari seorang zealot Nasrani. Sebetulnya, niatnya mungkin (menurut ybs) baik, yaitu menyebarkan kabar gembira dan informasi yang (menurutnya) bermanfaat untuk semua orang.
Namun, karena fanatismenya yang berlebih-lebihan, dia jadi terjerumus ke menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Misalnya : spamming, mencaci maki kepercayaan orang lain, dan berargumentasi secara emosional (bukan rasional).

Selama ini dia mencaci maki Islam, saya hanya balas dengan baik-baik, dan saya jelaskan berbagai kekeliruan dalam argumentasinya. Ketika dibalas dengan sangat emosional, saya pikir ya sudah, sepertinya saat ini cuma akan membuang-buang waktu berusaha berdialog dengan ybs.
Selanjutnya email dari ybs langsung saya hapus saja setiap tiba di mailbox saya. Oh ya, dia juga selalu berganti email setiap kali mengirimkan spamnya tersebut.

Sayangnya, ybs makin terjerumus dalam fanatismenya tersebut. Email terbaru dari ybs yang saya terima kali ini mencaci maki dan menjelek-jelekkan kepercayaan Buddha.
Saya saja yang bukan penganut Buddha meringis membaca emailnya tersebut. Amat sangat kasar & tidak menunjukkan sopan santun sama sekali.

Email ybs terlampir.

Mudah-mudahan kita jangan sampai terperosok menjadi zealot seperti ini juga. Rugi di dunia, tidak ada untungnya dan kita justru menyusahkan banyak orang. Dan rugi di akhirat, yaitu pada pengadilan yang terakhir.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

PAK GAO YANG MESAM-MESEM

Kalau kita dalam perjalanan Magelang – Jogja, kita pasti akan ketemu dengan sebuah desa yang menjadi industri kerajinan ukir dari batu gunung. Entah desa apa saya lupa namanya. Nah, ketika saya dalam perjalanan di daerah itulah saya ketemu dan sempat ngobrol lama dengan seseorang yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia, yaitu: Pak Gao.

“Pak Gao, selamat siang!” Sapa saya.
Pak Gao diam, hanya mesem aja. Maka saya ulang salam saya tadi: “Pak Gao, selamat siang!”
Untuk keduakalinya beliau hanya diam saja, nggak menyambut salam saya. Saya penasaran sekali dicuekin model begitu, maka saya bertanya: “Mengapa pak Gao mesam-mesem?”

Kali ini beliau mau menjawab pertanyaan saya; “Saya mesam-mesem? Banyak sekali alasannya! Yang pertama, saya mesem karena menemui orang se-toll all [tolol] kamu. Wong patung koq kamu ajak ngomong.”

“Hey, koq gitu pak Gao ini?! Belum apa-apa sudah toll all-toll all-in orang? Tersinggung donk perasaan saya?!” Kata saya agak gusar juga. Tapi saya pingin tahu juga apa alasan beliau mesam-mesem yang berikutnya; “Lalu, yang kedua?” tanya saya.

“Yang kedua, saya mesem ini ‘kan sudah takdir saya. Saya ini “Batu” asli kelahiran gunung Merapi, masih terhitung keponakannya mbah Marijan. Suatu kali saya ini diboyong kemari oleh pak Parno dan sekaligus beliau pula yang “menangani” saya. Saya dipecah menjadi 3 bagian, yang satu dijadikan saya, lalu yang kedua dijadikan “Layah” dan yang bungsu adalah “Ulek-ulek.” Jadi, saudara saya adalah “Layah” [Cowek] dan “Ulek-ulek.” Kedua adik saya tersebut merantau ke Surabaya, kerja di warung “rujak cingur” dan “gado-gado.”
Keterangan: Layah dan Ulek-ulek adalah pasangan alat untuk melembutkan sambal.

Beliau melanjutkan: “Nah, pak Parno inilah pencipta saya. Dia mentakdirkan saya seperti ini. Jadi, saya mau bilang apa kecuali menerima nasib saja. Sebenarnya sih saya capek sekali disuruh mesem begini terus. Mau berdiri ke “toilet” saja nggak bisa. Bersila begini terus, kaki saya ya capek deh! Orang dibiarkan telanjang nggak dikasih baju seperti ini gimana perasaannya? Panas kepanasan, dingin kedinginan.”

Waah saya jadi semakin tertarik mendengarkan uneg-unegnya pak Gao ini; “Lho, maksudnya pak Parno membawa pak Gao ke mari itu apa?”

“Dijual. Pak Parno itu ‘kan pedagang Dewa-dewa. Dia jual-beli segala macam Dewa. Bahkan dia bisa membikin Dewa apa saja menurut pesanan orang.”
“Hah?!” Kaget sekali saya. “Jadi, Dewa-dewa itu semuanya bikinannya pak Parno?! Hebat! Jadi, pak Gao ini bukan kelahiran India?”

“Nah, ini ngawurnya kamu. Dari tadi kamu panggil saya pak Gao-pak Gao; siapa pak Gao itu?”
Pak Gao balik bertanya. Kini ganti saya yang dibuat bingung nggak karuan.

“Maksud saya adalah pak Gaotama – Budha Gaotama. Apa bapak bukan pak Gao yang saya maksudkan itu?”

“Wah-wah gawat sekali kamu ini rupanya. Apa rupa saya ini mirip dengan pak Gao itu? Apa kalau orang mirip itu berarti sama? Yang mikir sedikitlah! Di dunia ini ‘kan banyak sekali orang yang mirip, antara orang yang satu dengan orang yang lainnya? Wong orang kembar aja nggak mau disamain? Kamu ini nggak main!”

“Lagi pula derajat makhluk itu ‘kan ada kelasnya? Ada kelas Tuhan, ada kelas Malaikat, ada kelas Manusia, ada kelas Hewan, ada kelas Tumbuhan dan ada kelas benda mati. Nah, pak Gao itu ‘kan kelas Manusia, sedangkan kelas saya ‘kan Batu – benda mati? Masak mau Jendral kamu perlaku kan sebagai Kopral. Apa nggak ditembak jidat kamu?! Hua…ha…ha…. nggak mikir kamu ini!”

“Tapi pak,………..” Saya mencoba memberikan alasan;”Kalau bapak dianggap sebagai pak Gao oleh orang-orang pemeluk agama Budha ‘kan bukan masalah yang besar? Masak gitu aja bapak marah?”

“Jelas marah toh; pertama sudah pasti pihak pak Gao yang marah karena derajatnya direndahkan sebagai Batu. Yang kedua, saya sudah pasti lebih marah lagi, sebab harga diri dan martabat saya dihilangkan begitu saja. Memangnya saya ini bukan sebuah pribadi? Misalnya aja kamu sebagai karyawan bawahan, lalu tugas kamu itu dilangkahi begitu saja oleh boss kamu, apa kamu nggak merasa tersinggung? Jadi, kamu itu dikeroyok oleh kedua-belah pihak.”

“Tapi, orang Kristen ‘kan juga begitu; ALLAH-nya “dianggap” Manusia biasa oleh orang Kristen.”
Kata saya.

“Waah, ya beda sekali dong kasusnya. Coba kamu pelajari lagi kitab Injilmu. Bukankah di sana dikatakan bahwa YESUS KRISTUS itu Ciptaan ALLAH yang pertama-tamanya? Jadi, YESUS itu memang “bukan” ALLAH. YESUS KRISTUS itu aslinya ya memang MANUSIA, tapi diangkat oleh ALLAH menjadi ANAKNYA. Sehingga DIA disebut sebagai ANAK ALLAH.
Kej. 3:22: “Berfirmanlah TUHAN ALLAH: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti
salah satu dari KITA.”

Nah, misalkan di sorga itu ada 3 Oknum Makhluk; ALLAH, YESUS dan ROH KUDUS, sedangkan ayat itu menyatakan bahwa manusia itu “telah menjadi seperti salah satu dari KITA”, maka seperti siapakah manusia itu? Seperti YESUS, bukan?! YESUS sendiri seringkali katakan bahwa diriNYA itu ANAK MANUSIA. Ketika terjadi pergumulan dengan Yakub, dikatakan bahwa Yakub telah melawan ALLAH dan MANUSIA. Rasul Paulus bahkan menyatakan sebagai “Yang sulung di antara banyak saudara.”

Selanjutnya, pada awal-awal penciptaan Adam, dikatakan bahwa manusia itu dibuat menurut gambar dan rupa ALLAH. Sedangkan rasul Paulus dalam Korintus membuat jenjangan: ALLAH itu kepalanya YESUS, YESUS kepalanya bapak-bapak, dan bapak-bapak kepalanya istri-istri. Bu- kankah ini tentang suatu mata rantai yang saling berkaitan? Karena itu kalau YESUS kita perlaku kan sebagai MANUSIA adalah kebenaran, bukannya merendahkan. Kecuali umat Katolik yang membuatkan patungNYA. Lagi pula mana ada umat Kristen yang memperlakukan YESUS sebagai manusia biasa? Nggak ada! Semua Kristen memuliakan YESUS sebagai TUHAN dan ANAK ALLAH. Berbeda dengan umatnya pak Gao ‘kan?

Pak Gao itu asli manusia tapi dijadikan Batu oleh umatnya. Ini namanya ngawur di dalam memperlakukan orang, lebih-lebih yang menyangkut nabinya.”

Pak Gendut yang nggak punya baju itu melanjutkan lagi: “Tolong kalau kamu ketemu dengan umat Budha, sampaikan pesan saya ini: bahwa sekarang ini sudah nggak zamannya lagi bikin Patung. Sudah sangat ketinggalan zaman sekali. Wong Boneka mainan aja sekarang ini sudah ada yang bisa ketawa, menangis dan berjalan, koq pak Gao masih nggak bisa apa-apa?! Amerika dan Jepang sekarang ini sudah bisa bikin Robot, masak pak Gao masih primitif begini? Suruhlah mereka bikinkan Robot Gaotama yang serba bisa. Biar nggak diremehkan oleh agama-agama yang lainnya.”

“Umat Budha itu kebangetan sekali koq! Saya digambarkan dengan perut gendut kayak begini, maka orang pasti mengira saya ini orang yang rakus sekali. Padahal saya ini nggak pernah dikasih makanan sama sekali. Makanan Apel, Anggur, Pisang, Durian, Kue Pia, Kue Mangkok yang kata mereka itu dipersembahkan kepada pak Gao, itu bohong besar! Mereka itu hanya memamerkan [iming-iming] saja ke muka saya, lalu setelah itu mereka makan sendiri. Anak-anak itu kurangajar sekali koq, sukanya mempermainkan orangtua.”

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
ANTARA INDUK DENGAN TELOR

Jika anda menghadapi pertanyaan seperti di atas; mana yang lebih dahulu ada; telor atau induk?
Berhati-hatilah, sebab pertanyaan ini bisa menjerumuskan anda untuk menerima teori evolusi, yang ujung-ujungnya mengarahkan anda menjadi seorang Atheism yang menolak konsep KEALLAHAN.
Anda jangan terjebak pada perkataan: “telor” yang merupakan pertanyaan yang dibentuk sebagai salah satu pilihan dari induk. Sebab telor itu benda mati. Merupakan mata rantai yang terputus. Tidak ada keterkaitannya sama sekali antara telor dengan induk.

“Bahwa telor ada di dalam induk, tetapi induk tidak pernah ada di dalam telor.”
Maksudnya: Induk bisa bertelor, tetapi telor “sama sekali” bukanlah “calon” induk.

> Semua masyarakat indonesia “bisa” menjadi presiden, tetapi mereka bukanlah “calon” presiden.
Sebab yang disebut sebagai calon presiden hanyalah orang-orang tertentu yang memenuhi syarat
dan yang mendaftarkan dirinya, serta diterima. Itulah “calon” presiden.

Telor juga begitu; bisa menjadi Induk Ayam, tapi tak pernah sebagai “calon” anak ayam, apalagi Induk
Ayam. Ada tahapan yang harus dilalui oleh telor itu untuk disebut sebagai “calon” anak ayam, yaitu dierami!

Manakala telor dierami induknya, atau menerima “kehangatan” tertentu, maka mulai terjadilah “reaksi.” Ini masih merupakan “reaksi alamiah”, belum menjadi makhluk hidup. Belum menjadi “calon” anak ayam. Kehidupan baru mulai terjadi manakala “otak” sudah terbentuk secara sempurna, maka pada saat itu akan disertai dengan terjadinya pergerakan pertamanya. Sama seperti bayi manusia ketika di dalam kandungan ibunya. Pergerakan bayi baru terjadi pada saat otak bayi itu terbentuk secara sempurna. Pada saat itulah kehidupan bayi itu dimulai.

Nah, pertanyaan induk dengan telor itu bermaksud menggiring anda untuk menerima teori/konsep berpikir bahwa segala sesuatu itu dimulai dari “kecil.”
Dari “telor” menjadi “induk”, dari “tidak ada” menjadi “ada”, atau dari “nol” menjadi “satu.” Ini semua adalah teori konyol yang membodohi dan membohongi kita.

Bagaimana telor bisa menetas jika tanpa adanya induk? Bagaimana mungkin “yang tidak ada” bisa menjadikan “ada?” Bagaimana mungkin “nol” bisa melewati “satu?”

Teori evolusi berusaha menarik surut kehidupan manusia sebagai bermula dari Monyet, Monyet dari Katak, dan seterusnya. Sehingga kalau itu diurutkan ke diri ALLAH, maka teorinya akan berbunyi: “ALLAH itu pada mulanya adalah makhluk yang kecil atau tidak ada[nihilo].” Lha ini ‘kan konyol sekali? Lalu, bagaimana allah yang bayi itu bisa hidup jika tidak ada induk allah yang menyusuinya? Selanjutnya, jika dirunut lagi, maka kita akan menuntut bahwa ibunda allah itu harus juga dimulai dari tidak ada, menjadi ada, menjadi kecil, lalu menjadi induk.

Karena itu, jelas sekali bahwa teori demikian itu sangat tidak rasional! Alkitab telah menutup segala macam bentuk perbantahan dengan menyatakan bahwa: “Pada mulanya adalah ALLAH”
-ALLAH tidak ijinkan kita untuk mencari keterangan lebih lanjut mengenai Jatidiri ALLAH. Kita diminta untuk membatasi imajinasi kita agar menerima ALLAH sebagai permulaan segala sesuatu
nya. Itulah “tembok” pembatas keimanan kita. Kita hanya diijinkan untuk mengetahui bagaimana permulaan atau asal-usul kita, yaitu sebagai yang diciptakan oleh ALLAH YANG MAHA SEMPURNA. Sementara ALLAH menyatakan diriNYA: “AKULAH AKU……..” Keluaran 3:14.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

“Dari tadi nonton TVRI …..”

kok rasanya dari tadi nggak minat ganti cenel, kenapa ya…

AH YA, NO SHITNETRON! WOOHOO!

dan sekarang lagi acara bahasa indonesia, host-nya susan bachtiar, duh
cantik sekali….

Terdengar dari milis sebelah.

😀

Tidak ada sinetron di TVRI ya? Wah, syukurlah kalau demikian …

Perayaan 17 Agustus yang sarat manfaat

Seperti biasa dari tahun ke tahun, tanggal 17 Agustus kembali menghampiri kita. Dan seperti biasa juga, terjadi berbagai perayaannya di seluruh penjuru Indonesia. Biasanya meriah. Kadang berlebihan. Tapi mudah-mudahan bisa selalu mengingatkan kita pada perjuangan dan/atau penderitaan kakek-nenek kita semua beberapa dekade yang lalu.

Namun yang dilakukan warga pulau Sebuku belum pernah saya dengar sama sekali sebelumnya.

Warga Pulau Sebuku akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan dan mengikuti pelatihan kewirausahaan. Dengan itu, diharapkan mereka jadi bisa meningkatkan taraf hidup mereka setelahnya – merdeka dari kemiskinan & kebodohan.

Banyak salut untuk Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, yang mendukung ide yang brilian ini.
Saya ucapkan selamat & semoga acaranya sukses besar. Merdeka !

Sumber : Tribun Kaltim

KOTABARU – Warga masyarakat yang tinggal di kawasan Pulau Sebuku wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalsel punya cara sendiri dalam merayakan HUT Kemerdekaan dengan kegiatan yang terkesan jauh dari hura-hura dan menghaburkan uang.

Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, Sabtu mengatakan untuk mengisi suasana HUT ke-63 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2008 dengan menggelar pelatihan kewirausahaan.

“Bagaimana kita tidak malu dan harus berhura-hura untuk memaknai kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan pendahulu, dengan kondisi masyarakat yang tetap miskin,” ucapnya.

Lebih bijaksana dan menjadi bermakna kalau peringatan kemerdekaan RI diwujudkan dengan tekad dan semangat warga masyakat untuk bisa “memerdekakan” diri sendiri dari himpitan kemiskinan dan kebodohan.

“Kita warga masyarakat Pulau Sebuku tidak ikut tradisi kemeriahan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI seperti banyak dilakukan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat memberi warga masyarakat dengan berbagai pengatahuan dan pengalaman untuk bisa mandiri dan mengatasi tuntutan hidup yang menjadi penyebab kemiskinan itu sendiri.

Menurut Joko, semuala warga Pulau Sebuku sulit menerima pola perayaan menyambut HUT Kemerdekaan itu karena mereka tergiur kemeriahan yang ditayangkan televisi.

Tapi setelah disampaikan tujuan dan maksud yang lebih mendasar, warga dapat menerima dan bahkan jauh lebih bisa memaknai hari kemerdekaan bangsanya yang diperjuangkan dengan pengorbanan nyawa dan harta oleh pendahulu.

Seperti biasa dalam peringatan 17-an warga masyarakat hanya menggelar berbagai lomba, tetapi tahun ini sedikit berbeda, karena warga juga mulai diberikan pilihan selain perlombaan mereka juga diberikan pelatihan membuat industri rumah tangga dan pertanian.

Dalam pelatihan, warga diberikan bekal tentang membuat krupuk ikan, amplang dan makanan ringan yang lainnya, yang menggunakan bahan baku ikan laut yang mudah diperoleh di wilayah itu.

Dijelaskan, saat ini jumlah keluarga miskin di Pulau Sebuku sebanyak 295 Kepala Keluarga dari sekitar 6.000 jiwa yang tersebar di delapan desa.

Agar mereka tidak terjerat dengan kondisi kemiskinan, Joko Mutiono mencoba meningkatkan pelatihan dan ketrampilan warganya melalui event-event tertentu di delapan desa di Pulau Sebuku.

Di antara kegiatan yang telah dilaksanakan saat ini, usaha perkebunan, dan pertanian seperti perluasan kebun karet dan sahang, singkong, dan sayuran.

Sedangkan untuk perikanan dan kelautan, memberikan pelatihan membuat krupuk ikan, udang, amplang serta beberapa produk makanan ringan yang terbuat dari ikan dan udang. (ant)

The Customer is (NOT) Always Right

Bagi yang memiliki anak, tentu sudah tahu bahwa anak-anak berkembang dan selalu berubah-ubah sifatnya. Pada saat ini, anak saya nomor 3, Umar, memiliki kebiasaan baru. Seringkali dia malas berpikir 🙂

Jika ditanya, kadang jelas terlihat bahwa dia tidak berusaha berpikir, dan malah langsung menjawab “nggak tahu“. Nah, kalau malasnya ini sudah kumat, pertanyaan-pertanyaan berikutnya akan sama saja, dijawab dengan “nggak tahu

Maka saya selalu dengan tegas menuntut dia untuk menjawabnya dengan benar. Sampai saya yakin bahwa dia memang sudah benar-benar berusaha.
Kadang sih cukup memakan waktu. Juga membebani emosi kita. Atau kadang kita sebetulnya sedang perlu melakukan hal yang lain.

Tapi, inilah tugas orang tua. Kewajiban kita mendidik anak-anak kita, agar mereka bisa tumbuh menjadi manusia yang normal.

Sayangnya, tidak semua orang tua melakukan hal ini 🙁

Salah satu contohnya bisa dibaca disini :

Me: “Can I help you?”

Customer: “I’m looking for non-fiction.”

Me: “What kind?”

Customer: “Just non-fiction.”

Me: “Okay…do you want history? Or science? Psychology?
Business?”

Customer: “No, just NON-FICTION!”

Me: “Ma’am, most of the store is non-fiction. You’ll have to be more specific.”

Customer: “Don’t you get it? I just want some non-fiction!”

Me: “All right. Do you see over there, where it says ‘Fiction?’”

Customer: “Yes.”

Me: “All the books but those. Good luck.”

Braindead 😀

Dan dia tidak sendirian. Ada BANYAK sekali zombie di situs NotAlwaysRight.com ini :

Me: “You found them.”

Customer: “Yeah. I couldn’t see them because the sign was in the way.”

(Note she’s referring to a large, 18 inch sign with three inch wide red letters that read WALNUTS. It was added because customers complained they couldn’t find them.)

Me: “You couldn’t see the walnuts because of the sign that said WALNUTS?”

Customer: *angry* “Yeah, that’s right!”

Me: “I…can’t help you.”

.

Sialnya, umur semakin tua bukan jaminan akan semakin bijak. Kadang malah jadi semakin aneh. Seperti kata Joker, “What doesn’t kill you makes you…. stranger” 😀

(I was ringing up a old lady when another old lady in my line recognized the first lady.)

Old Lady #1: “Oh hey! I didn’t see you there!”

Old Lady #2: “That’s okay… I didn’t recognize you with clothes on!”

Me: “What?!”

.

Zombie yang satu ini ingin berlibur ke sebuah pulau, namun tidak tahu cara menuju kesana :

(Let it be known that there are only two ways to get to Catalina Island: by boat or by helicopter.)

Me: “Hotel *****, how can I help you today?”

Customer: “I’d like to make a reservation. And when’s the earliest we can check in?”

Me: “Normally not until noon but we may be able to make an exception. When is your boat scheduled to arrive.”

Customer: “Oh, no, were not coming by boat.”

Me: “Okay, helicopter then?”

Customer: “Oh no, that’s silly.”

Me: “Well, may I ask how your planning to get here.”

Customer: “Down the 405, duh!”

Me: “I’m sorry, you can’t drive to Catalina Island.”

Customer: “You can’t?”

Me: “No, it’s an island. You know, surrounded by water.”

Customer:Catalina Island is an ISLAND?!

Me: *headdesk*

.

Freudian slip nya juga betul-betul membuat mulas :

(Talking to a female customer…)

Me: “Do you see the ‘Local Area Connection’ icon?”

Customer: “Yes, I see your ‘Local Erection’.”

.

Tapi mungkin ini adalah yang paling lucu !

(I was working the candy bar when a I was approached by a man seeing Bridge to Terabithia with two young kids. He points to the popcorn machine:)

Customer: “I’ll have two boxes of cockporn, please.”

(There was a two second pause as the customer’s eyes went wide with horror…and then I started to laugh. He got the popcorn and ran upstairs, with me standing behind the counter with tears running down my face.)

.

Tentu saja, ada berbagai blunder yang berkaitan dengan IT :

Customer: “I’d like to buy the Internet, please.”

Sales: “The whole thing?”

.

Cukup tercengang ketika menemukan satu cerita yang melibatkan Debian 😀

Me: “Thank you for calling tech support. May I help you?”

Customer: “How do you fix Debian?”

Me: “Depends on what the problem is. What are some of the issues you’re having?”

Customer: “I paid $700 for it! It should work PERFECTLY!”

Me: “Ma’am, Debian is free. If you paid $700 for it, all that means is that you’re an idiot.”

Customer: “Really?”

Me: “Yep. Anything else I can do for you?”

Customer: *click*

.

Customer berikut ini kemungkinan akan sukses merebut gelar “orang paling tolol di dunia” :

(I had just started a new IT job for a large school district and was not expecting the level of stupidity I would be dealing with on a regular basis. Within my first 3 weeks, I receive a phone call from a school.)

Clerk: “Hi, I am trying to use this new system on these computers and I attempting to make my account. My Principal got me started but now I am stuck.”

Me: “What seems to be the problem?”

Clerk: “Well, it is asking me for First Name and I have no idea what I am supposed to type.”

Me: “You’re at the registration screen? Um…well I think you are supposed to enter your name.”

Clerk: “Oh…okay…wait. No, it’s asking me for something else.”

Me: “What now?”

Clerk: “It says…last…name…what do I put here?”

Me: “Probably your last name.”

Clerk: “Oh, thanks…oh Jesus, now it’s asking for my phone number! What the hell am I suppose to put here! Why can’t I just do it the old fashioned way?”

Me: “You mean pen and paper?”

Clerk: “Yes! It was so much easier. These fancy computers are just so complicated. I never understand what I am suppose to do!”

(I bit my tongue and just let her ramble on about how ‘First Name’ was such an incredibly hard concept to grasp.)

.

Gaptek ? Anda tidak sendirian :

Coworker: “Tech support, how can I help you?”

Customer: “I need LSD for my son. You have that, right?”

Coworker: “Uh?”

Customer: “You know, that high speed internet thing…”

Coworker: *trying not to laugh* “You mean DSL?”

.

Tapi yang satu ini memang agak keterlaluan gapteknya… 😀

(We had a notice from one of the Nevada affiliates that Las Vegas residents would be suffering from a network outage due to a problem with their broadcasting equipment.)

Customer: “I think someone is standing next to your satellite with a ham radio. You need to run out and get them to stop.”

Me: “I’m sorry sir, but that’s not the problem–”

Customer: “I will have you know, son, I am a Gunnery Sergeant. I’ve worked with Hand Operated Radios for years and I’m telling you RIGHT NOW…there is someone standing next to your satellite with a d*** radio and it’s interfering with my signal. I demand you to get out there and tell them to stop.”

Me: “Far be it from me to ever argue with my clients, but I will have to at this time. I understand that you’re a Gunny Sergeant and that you’ve operated HAM radios for years, but I know my satellite equipment, and it’s not possible for someone to be standing next to my satellite with a radio.”

Customer: “Oh? Really, smart man? Why is that?”

Me: “Because our satellites are in outer space. Furthermore Las Vegas has an outage going on due to a technical issue with their broadcasting equipment.”

Customer: “Oh. Okay.”

.

Namun kadang ada juga customer yang telah berusaha terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengkontak technical support :

(We were trying to troubleshoot a printer than quit working…)

Coworker: “… go ahead and click on the printer and faxes icon.”

Customer: “It’s not opening.”

(My coworker tries it himself, and waits nearly 40 minutes for a window to pop up: it eventually shows 70,916 documents in the queue!)

.

Tetapi, lebih seringnya, ya, zombie lagi :

Me: “Okay, sir, can you tell me the brand of your computer?”

Caller: “Compaq…” (or so I thought I heard…)

Me: “Okay, sir, give me a sec–”

Caller: *apparently still reading* “…compact disc.”

Me: >.<

.

Dan untuk penutup, seorang ibu yang sangat tidak pantas untuk menjadi ibu :

(It was raining one day and didn’t look like it would be stopping any time soon.)

Guest: “Hi, could you tell me when it’s going to stop raining?”

Me: “Ma’am, I’m not sure.”

Guest: “Well, why not? I came here to enjoy the park, and my family can’t do that when its pouring rain! When will it stop so we know when to come back?”

Me: “Hold on a sec…”

(I pick up the phone.)

Me: “Hi, GOD? Ya, its me, how you doing? Ya, ya…I’m good as you can see. Well you see this woman standing next to me? She’s wondering when you’re gonna stop the rain so she can enjoy the park…Oh, okay. I’ll let her know! Have a magical day!”

NotAlwaysRight.com sekarang menjadi salah satu situs favorit saya 😀

Calvin & Jobs

For lovers of Calvin & Hobbes comic strip, and Mac aficionados; here’s something to made your day — Calvin meets Steve Jobs.

I LOLed.

Hope it made your day too 🙂

Tidak Punya Handphone ? ?

1998: Solidarity (“Yeah, me neither–I hate those things!”)

1999: Envy (“Lucky you; I had to get one for work.”)

2000: Indifference (“Okay, what’s your home phone number then?”)

2001: Encouragement (“You should get one–you can play Tetris on them now!”)

2002: Confusion (“I thought you were, like, a tech guy.”)

2003: Sympathy (“They’re getting pretty cheap. You’ll be able to afford one soon.”)

2004: Irritation (“So how am I supposed to get a hold of you?”)

2005: Derision (“If we go out tonight I’ll send you a fax.”)

2006: Skepticism (“Are you serious?”)

2007: Awe (“Wow, you’re like the last one.”)

2008: Incomprehension (“You don’t … how …?”)

😀

Sumber : Defective Yeti

Banyak produk Sunblock Tidak Efektif dan/atau Berbahaya

EWG (Environmental Working Group) di Washington baru-baru ini menemukan bahwa ternyata 4 dari 5 produk sunblock yang mereka uji tidak memberikan perlindungan yang cukup terhadap radiasi sinar matahari. Sehingga 80% dari produk itu tidak efektif melindungi kita dari efek sampingan radiasi yang berbahaya, seperti kanker kulit 🙁

Informasi lebih detail mengenai bahaya radiasi sinar matahari bisa dibaca disini.

Beberapa produk sunblock malah mengandung zat berbahaya yang mudah masuk ke dalam tubuh melalui kulit; seperti oxybenzone, yang bisa merusak DNA dan makin memperbesar kemungkinan terjadinya kanker kulit (!)

Saya mencoba mencari merk Nivea, salah satu merk sunblock yang paling populer di Indonesia, di database EWG. Ternyata, semua produk Nivea yang mereka tes masuk kategori 7 – high hazard 🙁
2 di antaranya malah mengandung Oxybenzone.

Hal ini sangat relevan karena saya senang berenang dengan anak-anak. Terutama karena saya dan anak saya menderita asma – yang bisa terbantu dengan berolah raga seperti berenang.

Apakah sunblock yang Anda gunakan juga berbahaya ? Silahkan bisa Anda cari informasinya di database sunblock EWG.

Semoga bermanfaat.

Bonus:

Produk air freshener, deterjen, laundry, dan berbagai produk dengan pewangi ternyata mengandung berbagai zat beracun. 5 dari 6 produk dengan pewangi, yang di test oleh Profesor Anne Steinemann dari University of Washington, mengandung zat beracun penyebab kanker yang sangat berbahaya, yang oleh EPA (Environmental Protection Agency) dinyatakan sebagai tidak boleh terekspos kepada manusia sama sekali.

Dicurigai berbagai zat-zat tersebut telah menyebabkan berbagai kesusahan dan masalah kesehatan bagi manusia modern – kanker, asma, sex development, alergi, dll. 🙁

Detail lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel ini – Arnold Schwarzenegger sepertinya telah menemukan musuh yang tidak akan bisa dia basmi sepanjang hayatnya.

EU (European Union) sudah mulai berusaha mengatasi hal ini, dengan mewajibkan para produsen produk dengan pewangi untuk mencantumkan 26 bahan berbahaya jika digunakan di produk ybs. Belum ada hukum seperti ini di Amerika. Idealnya, seluruh bahan berbahaya harus dicantumkan tanpa kecuali, sehingga kita bisa menghindarinya. Mungkin Indonesia mau jadi pelopornya?

Quote :

“In the meantime, I’d recommend that instead of air fresheners people use ventilation, and with laundry products, choose fragrance-free versions.” — Prof. Anne Steinemann

Solusi sementara ? Hindari produk dengan pewangi ? Agak susah ya, tapi ya kita coba saja.

Cara Mudah BBM Murah

Tahukah Anda bahwa ada cara mudah & GRATIS (tidak perlu membeli alat apapun) untuk membuat BBM menjadi murah ?

Bagi para pengguna kendaraan pribadi, mahalnya BBM cukup terasa signifikan. Bahkan bagi pengendara motor sekalipun – ada staf kami yang mengeluh karena biaya BBM motornya menghabiskan 10% dari gaji bulanannya.

Bersamaan dengan masalah ini, ada banyak oportunis yang berusaha mengail di air keruh. Mereka menjanjikan hasil selangit – asalkan Anda membayar mereka untuk membeli alat / produk dari mereka. Kabar buruknya; banyak produk tersebut yang penghematannya tidak seimbang dengan biaya yang sudah Anda keluarkan.
Jadi, bagaimana solusinya ?

Sebetulnya solusinya cukup mudah, dan dengan hasil yang sangat signifikan :

  • Penggunaan BBM menjadi lebih hemat
  • Jarak jangkau kendaraan menjadi lebih jauh dengan uang yang sama / lebih sedikit
  • Polusi udara menjadi berkurang

Berikut ini adalah 2 tips yang dapat membantu Anda menghemat BBM dengan hasil yang paling signifikan.

Hindari akselerasi & rem mendadak

Akselerasi & rem / berhenti secara mendadak sangat boros / membuang BBM secara percuma, dan juga bisa mempercepat usang berbagai komponen mobil Anda.

Pada akselerasi mendadak, yaitu menekan pedal gas dengan dalam, pembakaran BBM terjadi dengan tidak sempurna. Ada banyak sekali BBM yang jadi terbuang percuma karenanya, dengan hanya memberikan sedikit penambahan akselerasi.
Pembakaran BBM yang tidak sempurna juga cenderung menghasilkan polusi yang lebih banyak.

Kenali kemampuan mesin mobil Anda. Biasakan untuk menekan pedal gas secara ringan saja, sekedar batas akselerasi normal mesin mobilnya.

Dengan demikian, maka pembakaran BBM bisa menjadi lebih menyeluruh, dan bisa jauh lebih banyak BBM yang berubah secara sempurna menjadi energi untuk menggerakkan mobil.

Tentang rem / berhenti mendadak, kerugiannya 2 kali lipat, yaitu :

  1. Komponen-komponen rem & ban menjadi lebih cepat usang
  2. BBM yang sudah dikonversi menjadi energi kinetik / laju mobil langsung lenyap dalam seketika begitu saja

Biasakan berhenti secara perlahan. Idealnya, Anda cukup melepaskan pedal gas, dimana laju mobil otomatis akan berkurang sendiri secara alamiah karena berbagai hal (friksi di mesin, di jalan, gravitasi, dst). Tekan rem untuk berhenti total saja.

Tentu saja ini harus dilakukan secara baik, jangan sampai malah jadi membahayakan Anda maupun pengendara lainnya 🙂

Kita bisa menghindari berhenti mendadak dengan mempraktekkan gaya mengemudi defensive driving. Cara mengemudi ini, secara ringkas, tidak hanya memperhatikan kendaraan Anda sendiri – namun juga awas dengan lingkungan sekitar dan memungkinkan Anda mampu untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan bahaya.

Mungkin saja Anda sudah mengemudi secara aman – tapi bagaimana dengan pengendara lainnya ? Bagi Anda yang berada di Jakarta, tentu Anda sudah tahu bahwa mengemudi dengan aman bukan jaminan bebas dari kecelakaan. Saya sendiri dalam 3 minggu ini saja sudah **di** tabrak 2 kali. Sayangnya kejadian tersebut terjadi pada saat saya berhenti, sehingga tidak bisa dielakkan dengan teknik defensive driving. Tapi pada banyak kesempatan lainnya saya alhamdulillah berhasil selamat dari kecelakaan berkat teknik ini, dan juga sudah menghemat banyak uang karena jadi jarang berhenti mendadak.

Salah satu artikel berisi tips-tips praktis defensive driving bisa dibaca di blog ini. Kalau ada yang lebih jelas & lengkap, silahkan kabarkan kita semua ya.

Jaga agar RPM selalu dibawah angka 2

Ini ternyata adalah salah satu dosa terbesar saya sebelumnya – sering sekali saya memaksa mesin mobil bekerja sampai RPM 4 atau 5. Berarti sekitar 4000 atau 5000 rotasi per menit.

Sebetulnya ini tidak perlu, dan amat boros BBM.

Setelah saya coba, kita bisa tetap mendapatkan performa yang cukup nyaman dari mobil tanpa perlu melewati RPM 2.

Jadi, pastikan & biasakan untuk ganti persneling sebelum RPM mesin melewati angka 2.

Pada beberapa mobil dengan persneling otomatis – seperti Honda Jazz, ini adalah setting standar. Namun beberapa mobil otomatis lainnya kadang baru akan pindah gigi pada RPM yang lebih tinggi, sehingga cenderung lebih boros BBM. Jika demikian halnya, coba tanya ke dealer mobil ybs, dan minta agar disetting ulang.

Jika kita bisa melakukan ini, maka akan segera nampak bahwa konsumsi BBM kendaraan kita menjadi turun secara cukup drastis.

Pada mobil Honda Jazz, ini berarti kecepatan maksimal sekitar 80 – 90 km/jam. Ini sudah cukup cepat, dan tetap hemat BBM.

Itu saja ??

Ya, cukup itu saja 🙂
Walaupun ada banyak trik-trik lainnya, namun 2 tips tersebut adalah yang paling signifikan menghemat BBM.

Pada kasus saya, mileage / jarak tempuh mobil saya setelah pengisian BBM meningkat drastis, dari 300 km menjadi 400 km !

Jadinya bagi saya serasa seperti BBM tidak naik 🙂 karena pengeluaran saya untuk BBM per kilometernya tetap sama saja. Sungguh menyenangkan.

Padahal, ini masih belum hemat betul. Kadang saya masih tergoda untuk menggeber mesin mobil melebihi RPM 2, he he

Kalau betul-betul dijaga, saya yakin satu kali isi bensin bisa cukup untuk menjelajah sampai sekitar 450 km. Ini target saya berikutnya.

Bagaimana dengan Anda? Seberapa besar penghematan yang bisa Anda capai dengan kedua tips ini ? Yuk coba kalahkan saya sejauh-jauhnya. Buatlah saya menjadi iri berat dengan prestasi Anda 🙂

Tips-tips lainnya

OK, sebetulnya masih ada banyak trik-trik lainnya. Namun, hasilnya tidak sebesar seperti 2 trik yang saya sampaikan sebelumnya.

Beberapa diantaranya :

  • Menjaga filter oli tetap bersih : terutama bagi mesin diesel. Filter oli yang kotor dapat menurunkan performa mesin, membuat boros BBM, dan menghasilkan lebih banyak polusi.
  • Mengisi ban dengan CO2 (karbon dioksida) : Ini yang dilakukan oleh mobil-mobil Formula 1.
    Bukan dengan Nitrogen 🙂 (saya agak bingung kenapa banyak bengkel yang menyediakan ini – padahal udara yang kita hirup saja sudah 80% terdiri dari nitrogen !)
  • Car sharing : dengan berbagi tempat di kendaraan kita untuk orang lain, maka kita telah membantu mengurangi konsumsi BBM global. Syukur-syukur malah seperti yang dialami oleh kakak ipar saya – para penumpangnya turut urunan uang bensinnya, sehingga pengeluaran BBM nya jadi berkurang.
  • Naik sepeda : Zero BBM 🙂 sejak sekitar tahun 2002 di Inggris saya sudah biasa bersepeda sampai ke kantor. Sangat menyenangkan, karena ada jalur sepeda di kanal-kanal Birmingham. Jadi kita bisa menghindari dari jalan raya, dan bisa bersepeda dengan tenang sambil menikmati pemandangan indah di sepanjang kanal tersebut. Rute yang saya jalani biasanya adalah Pipe bridge (dekat stadiun Aston Villa / rumah) sampai ke Farmer’s Bridge no: 9 (Central Birmingham).

    Badan sehat, dan biaya hemat. Sayang tidak bisa saya lakukan di Jakarta, karena saya alergi debu 🙁
    Tapi kalau Anda sanggup, maka ini jelas adalah pilihan yang cukup menarik.

  • Jaga tekanan angin di ban : Terlalu rendah, maka Anda membuang BBM secara percuma. Terlalu tinggi, maka kendaraan Anda jadi mudah slip. Dan pada kedua kasus tersebut sama-sama akan merusak ban lebih cepat.

Anda punya trik-trik lainnya ? Silahkan sharing juga dengan kita ya.

Terimakasih.

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia