Archive for the 'Teknoblogia' Category

Anti-virus paling bagus ?

Apa sih anti-virus yang paling bagus ?“, adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima. Dan agak sulit saya jawab, karena sehari-hari saya bekerja dengan Mac & Linux. Sehingga saya tidak terlalu merasakan masalah virus dalam kegiatan saya sehari-hari.

Jadi kalau mendapat pertanyaan seperti itu, maka biasanya saya membuka situs http://www.av-comparatives.org/seiten/comparatives.html, dan melihat hasil test nya yang terbaru.

Mudah untuk saya kerjakan, dan insyaAllah data yang ditampilkan disitu bisa dipertanggung jawabkan.

Untuk saat ini, sepertinya masih (lagi-lagi) NOD32 dari Eset yang bisa saya rekomendasikan - plus Avira.

OK, semoga bermanfaat.

Tidak Punya Handphone ? ?

1998: Solidarity (”Yeah, me neither–I hate those things!”)

1999: Envy (”Lucky you; I had to get one for work.”)

2000: Indifference (”Okay, what’s your home phone number then?”)

2001: Encouragement (”You should get one–you can play Tetris on them now!”)

2002: Confusion (”I thought you were, like, a tech guy.”)

2003: Sympathy (”They’re getting pretty cheap. You’ll be able to afford one soon.”)

2004: Irritation (”So how am I supposed to get a hold of you?”)

2005: Derision (”If we go out tonight I’ll send you a fax.”)

2006: Skepticism (”Are you serious?”)

2007: Awe (”Wow, you’re like the last one.”)

2008: Incomprehension (”You don’t … how …?”)

:D

Sumber : Defective Yeti

Banyak produk Sunblock Tidak Efektif dan/atau Berbahaya

EWG (Environmental Working Group) di Washington baru-baru ini menemukan bahwa ternyata 4 dari 5 produk sunblock yang mereka uji tidak memberikan perlindungan yang cukup terhadap radiasi sinar matahari. Sehingga 80% dari produk itu tidak efektif melindungi kita dari efek sampingan radiasi yang berbahaya, seperti kanker kulit :(

Informasi lebih detail mengenai bahaya radiasi sinar matahari bisa dibaca disini.

Beberapa produk sunblock malah mengandung zat berbahaya yang mudah masuk ke dalam tubuh melalui kulit; seperti oxybenzone, yang bisa merusak DNA dan makin memperbesar kemungkinan terjadinya kanker kulit (!)

Saya mencoba mencari merk Nivea, salah satu merk sunblock yang paling populer di Indonesia, di database EWG. Ternyata, semua produk Nivea yang mereka tes masuk kategori 7 - high hazard :(
2 di antaranya malah mengandung Oxybenzone.

Hal ini sangat relevan karena saya senang berenang dengan anak-anak. Terutama karena saya dan anak saya menderita asma - yang bisa terbantu dengan berolah raga seperti berenang.

Apakah sunblock yang Anda gunakan juga berbahaya ? Silahkan bisa Anda cari informasinya di database sunblock EWG.

Semoga bermanfaat.

Bonus:

Produk air freshener, deterjen, laundry, dan berbagai produk dengan pewangi ternyata mengandung berbagai zat beracun. 5 dari 6 produk dengan pewangi, yang di test oleh Profesor Anne Steinemann dari University of Washington, mengandung zat beracun penyebab kanker yang sangat berbahaya, yang oleh EPA (Environmental Protection Agency) dinyatakan sebagai tidak boleh terekspos kepada manusia sama sekali.

Dicurigai berbagai zat-zat tersebut telah menyebabkan berbagai kesusahan dan masalah kesehatan bagi manusia modern - kanker, asma, sex development, alergi, dll. :(

Detail lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel ini - Arnold Schwarzenegger sepertinya telah menemukan musuh yang tidak akan bisa dia basmi sepanjang hayatnya.

EU (European Union) sudah mulai berusaha mengatasi hal ini, dengan mewajibkan para produsen produk dengan pewangi untuk mencantumkan 26 bahan berbahaya jika digunakan di produk ybs. Belum ada hukum seperti ini di Amerika. Idealnya, seluruh bahan berbahaya harus dicantumkan tanpa kecuali, sehingga kita bisa menghindarinya. Mungkin Indonesia mau jadi pelopornya?

Quote :

“In the meantime, I’d recommend that instead of air fresheners people use ventilation, and with laundry products, choose fragrance-free versions.” — Prof. Anne Steinemann

Solusi sementara ? Hindari produk dengan pewangi ? Agak susah ya, tapi ya kita coba saja.

Codefetch.com dkk - search engine untuk source code

Pernah mencoba melakukan pencarian spesifik untuk bahasa pemrograman tertentu di Google? Tentunya Anda sudah tahu apa arti dari kata “frustasi” — seringkali Anda membutuhkan informasi tersebut segera, namun hasil Google banyak yang meleset.

Codefetch bisa membantu Anda disini. Dimana Google bersifat umum, Codefetch melakukan pencarian pada contoh-contoh program yang ada di berbagai buku pemrograman. Karena itu, hasil pencarian di Codefetch cenderung lebih tepat & berupa source code yang berkualitas.

Beberapa contoh aksi Codefetch bisa dibaca di artikel ini.

Tidak itu saja, Anda juga bisa menemukan tampilan ala Google Zeitgeist di halaman ini.
Sip lah, ternyata PHP masih tetap nomor satu :D (buru-buru pakai baju tahan api)

Perlu yang lebih powerful lagi ? Anda bisa mencoba Koders.com

Silahkan baca panduan pemulanya, cukup mengesankan bukan ?

Jadi programmer saat ini makin mudah saja. Kalau dulu kadang musti mencari-cari contoh source code di BBS luar negeri, dengan membayar biaya telpon SLI :P

Dan jika itu masih belum cukup, Anda masih bisa mencoba Krugle, dan CSourceSearch

Happy coding !

Cara Mudah BBM Murah

Tahukah Anda bahwa ada cara mudah & GRATIS (tidak perlu membeli alat apapun) untuk membuat BBM menjadi murah ?

Bagi para pengguna kendaraan pribadi, mahalnya BBM cukup terasa signifikan. Bahkan bagi pengendara motor sekalipun - ada staf kami yang mengeluh karena biaya BBM motornya menghabiskan 10% dari gaji bulanannya.

Bersamaan dengan masalah ini, ada banyak oportunis yang berusaha mengail di air keruh. Mereka menjanjikan hasil selangit - asalkan Anda membayar mereka untuk membeli alat / produk dari mereka. Kabar buruknya; banyak produk tersebut yang penghematannya tidak seimbang dengan biaya yang sudah Anda keluarkan.
Jadi, bagaimana solusinya ?

Sebetulnya solusinya cukup mudah, dan dengan hasil yang sangat signifikan :

  • Penggunaan BBM menjadi lebih hemat
  • Jarak jangkau kendaraan menjadi lebih jauh dengan uang yang sama / lebih sedikit
  • Polusi udara menjadi berkurang

Berikut ini adalah 2 tips yang dapat membantu Anda menghemat BBM dengan hasil yang paling signifikan.

Hindari akselerasi & rem mendadak

Akselerasi & rem / berhenti secara mendadak sangat boros / membuang BBM secara percuma, dan juga bisa mempercepat usang berbagai komponen mobil Anda.

Pada akselerasi mendadak, yaitu menekan pedal gas dengan dalam, pembakaran BBM terjadi dengan tidak sempurna. Ada banyak sekali BBM yang jadi terbuang percuma karenanya, dengan hanya memberikan sedikit penambahan akselerasi.
Pembakaran BBM yang tidak sempurna juga cenderung menghasilkan polusi yang lebih banyak.

Kenali kemampuan mesin mobil Anda. Biasakan untuk menekan pedal gas secara ringan saja, sekedar batas akselerasi normal mesin mobilnya.

Dengan demikian, maka pembakaran BBM bisa menjadi lebih menyeluruh, dan bisa jauh lebih banyak BBM yang berubah secara sempurna menjadi energi untuk menggerakkan mobil.

Tentang rem / berhenti mendadak, kerugiannya 2 kali lipat, yaitu :

  1. Komponen-komponen rem & ban menjadi lebih cepat usang
  2. BBM yang sudah dikonversi menjadi energi kinetik / laju mobil langsung lenyap dalam seketika begitu saja

Biasakan berhenti secara perlahan. Idealnya, Anda cukup melepaskan pedal gas, dimana laju mobil otomatis akan berkurang sendiri secara alamiah karena berbagai hal (friksi di mesin, di jalan, gravitasi, dst). Tekan rem untuk berhenti total saja.

Tentu saja ini harus dilakukan secara baik, jangan sampai malah jadi membahayakan Anda maupun pengendara lainnya :)

Kita bisa menghindari berhenti mendadak dengan mempraktekkan gaya mengemudi defensive driving. Cara mengemudi ini, secara ringkas, tidak hanya memperhatikan kendaraan Anda sendiri - namun juga awas dengan lingkungan sekitar dan memungkinkan Anda mampu untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan bahaya.

Mungkin saja Anda sudah mengemudi secara aman - tapi bagaimana dengan pengendara lainnya ? Bagi Anda yang berada di Jakarta, tentu Anda sudah tahu bahwa mengemudi dengan aman bukan jaminan bebas dari kecelakaan. Saya sendiri dalam 3 minggu ini saja sudah **di** tabrak 2 kali. Sayangnya kejadian tersebut terjadi pada saat saya berhenti, sehingga tidak bisa dielakkan dengan teknik defensive driving. Tapi pada banyak kesempatan lainnya saya alhamdulillah berhasil selamat dari kecelakaan berkat teknik ini, dan juga sudah menghemat banyak uang karena jadi jarang berhenti mendadak.

Salah satu artikel berisi tips-tips praktis defensive driving bisa dibaca di blog ini. Kalau ada yang lebih jelas & lengkap, silahkan kabarkan kita semua ya.

Jaga agar RPM selalu dibawah angka 2

Ini ternyata adalah salah satu dosa terbesar saya sebelumnya - sering sekali saya memaksa mesin mobil bekerja sampai RPM 4 atau 5. Berarti sekitar 4000 atau 5000 rotasi per menit.

Sebetulnya ini tidak perlu, dan amat boros BBM.

Setelah saya coba, kita bisa tetap mendapatkan performa yang cukup nyaman dari mobil tanpa perlu melewati RPM 2.

Jadi, pastikan & biasakan untuk ganti persneling sebelum RPM mesin melewati angka 2.

Pada beberapa mobil dengan persneling otomatis - seperti Honda Jazz, ini adalah setting standar. Namun beberapa mobil otomatis lainnya kadang baru akan pindah gigi pada RPM yang lebih tinggi, sehingga cenderung lebih boros BBM. Jika demikian halnya, coba tanya ke dealer mobil ybs, dan minta agar disetting ulang.

Jika kita bisa melakukan ini, maka akan segera nampak bahwa konsumsi BBM kendaraan kita menjadi turun secara cukup drastis.

Pada mobil Honda Jazz, ini berarti kecepatan maksimal sekitar 80 - 90 km/jam. Ini sudah cukup cepat, dan tetap hemat BBM.

Itu saja ??

Ya, cukup itu saja :)
Walaupun ada banyak trik-trik lainnya, namun 2 tips tersebut adalah yang paling signifikan menghemat BBM.

Pada kasus saya, mileage / jarak tempuh mobil saya setelah pengisian BBM meningkat drastis, dari 300 km menjadi 400 km !

Jadinya bagi saya serasa seperti BBM tidak naik :) karena pengeluaran saya untuk BBM per kilometernya tetap sama saja. Sungguh menyenangkan.

Padahal, ini masih belum hemat betul. Kadang saya masih tergoda untuk menggeber mesin mobil melebihi RPM 2, he he

Kalau betul-betul dijaga, saya yakin satu kali isi bensin bisa cukup untuk menjelajah sampai sekitar 450 km. Ini target saya berikutnya.

Bagaimana dengan Anda? Seberapa besar penghematan yang bisa Anda capai dengan kedua tips ini ? Yuk coba kalahkan saya sejauh-jauhnya. Buatlah saya menjadi iri berat dengan prestasi Anda :)

Tips-tips lainnya

OK, sebetulnya masih ada banyak trik-trik lainnya. Namun, hasilnya tidak sebesar seperti 2 trik yang saya sampaikan sebelumnya.

Beberapa diantaranya :

  • Menjaga filter oli tetap bersih : terutama bagi mesin diesel. Filter oli yang kotor dapat menurunkan performa mesin, membuat boros BBM, dan menghasilkan lebih banyak polusi.
  • Mengisi ban dengan CO2 (karbon dioksida) : Ini yang dilakukan oleh mobil-mobil Formula 1.
    Bukan dengan Nitrogen :) (saya agak bingung kenapa banyak bengkel yang menyediakan ini - padahal udara yang kita hirup saja sudah 80% terdiri dari nitrogen !)
  • Car sharing : dengan berbagi tempat di kendaraan kita untuk orang lain, maka kita telah membantu mengurangi konsumsi BBM global. Syukur-syukur malah seperti yang dialami oleh kakak ipar saya - para penumpangnya turut urunan uang bensinnya, sehingga pengeluaran BBM nya jadi berkurang.
  • Naik sepeda : Zero BBM :) sejak sekitar tahun 2002 di Inggris saya sudah biasa bersepeda sampai ke kantor. Sangat menyenangkan, karena ada jalur sepeda di kanal-kanal Birmingham. Jadi kita bisa menghindari dari jalan raya, dan bisa bersepeda dengan tenang sambil menikmati pemandangan indah di sepanjang kanal tersebut. Rute yang saya jalani biasanya adalah Pipe bridge (dekat stadiun Aston Villa / rumah) sampai ke Farmer’s Bridge no: 9 (Central Birmingham).

    Badan sehat, dan biaya hemat. Sayang tidak bisa saya lakukan di Jakarta, karena saya alergi debu :(
    Tapi kalau Anda sanggup, maka ini jelas adalah pilihan yang cukup menarik.

  • Jaga tekanan angin di ban : Terlalu rendah, maka Anda membuang BBM secara percuma. Terlalu tinggi, maka kendaraan Anda jadi mudah slip. Dan pada kedua kasus tersebut sama-sama akan merusak ban lebih cepat.

Anda punya trik-trik lainnya ? Silahkan sharing juga dengan kita ya.

Terimakasih.

Dapatkan Refund US$ 200 dari Windows Vista !

Laptop / komputer Anda ada lisensi Windows Vista (non-OEM), namun Anda tidak menggunakannya ? Misal; Anda malah memasang Linux di komputer tersebut. Nah, Anda bisa mendapatkan refund - karena Anda telah membayar harga lisensi Windows Vista, namun tidak menggunakannya.

Uncle_Benji adalah seorang blogger yang berhasil mendapatkan refund sebesar US$ 200 (!!) dari HP, karena dia tidak jadi menggunakan Windows Vista di laptopnya yang seharga US$ 599. Ini berarti bahwa dia jadi hanya membayar US$ 399 (Rp 3.7 juta !) untuk laptop HP dv6815nr tersebut - dengan spec sebagai berikut :

  • AMD Turion (TM) 64 X2 (2.0GHz) dual-core processor
  • 160GB hard drive
  • 3 GB of memory (!!)
  • 15.4-inch widescreen display (1280 x 800)
  • NVIDIA GeForce 7150M graphics card
  • Dual Layer DVD Burner
  • 5-in-1 card reader
  • Ports: 3 USB ports, 1 FireWire port and S-Video Connection
  • Lainnya : Wifi, LAN, modem, infrared remote control, Altec Lansing speakers.

Wow ! :)

Ingin tahu bagaimana caranya? Silahkan bisa langsung dibaca di blognya Uncle_Benji.

Selamat mencoba.

Lifehack: Tags di Handphone

Selama ini kita sudah terbiasa dengan “tag”. Di blog kita bisa memberikan tag pada posting kita. Ini lebih nyaman & fleksibel dari kategori. Di flickr.com kita juga bisa memberikan tag, yang bahkan bisa membuat kita mudah menemukan foto kita. Contoh: http://flickr.com/photos/tags/aosi akan menampilkan semua foto yang diberikan tag “AOSI”. Dan demikian pula di berbagai situs lainnya. Tags memberikan keteraturan dengan mudah, tanpa perlu repot.

Ternyata, kita juga bisa memanfaatkan teknik tagging ini untuk mempermudah kita dalam mengatur daftar kontak di handphone kita :)

Sekilas cerita - daftar kontak di handphone saya kini sudah mencapai angka ratusan, dan sepertinya mulai mendekati angka seribu. Yang jelas sudah tidak bisa disimpan di SIM card lagi, he he. Bersama dengan itu mulai terjadi kebingungan. Misal, suatu hari saya mendapat telpon dari Stephen. Masalahnya - saya tidak ingat ini Stephen yang mana ?? Apakah yang dulu pernah bekerjasama dengan saya, atau yang pernah membuat masalah, atau..

Memang pada informasi kontak di handphone bisa kita cantumkan informasi tambahan pada setiap record. Seperti nama perusahaan, alamat, email, website, dst. Namun, ini tidak muncul pada layar kontak - kita harus membuka setiap record satu per satu. Dan kadang kita hanya perlu informasi ringkas; tidak perlu sedemikian detailnya.

Jadi muncullah ide tagging ini. Kini nama-nama kontak di handphone saya berbentuk seperti ini :

stephen /kolega_bcc
nurdin /kolega_takaful
eko /isnet
smith /jurnalis
haniwa /asuransi /pru-syariah

Maksudnya apa? Mungkin Anda masih bingung melihatnya.

Begini, biasanya untuk mencari sebuah nama, kita mengetikkan beberapa huruf awal nama dari ybs. Misal, jika saya ketikkan “s”, maka di layar tinggal nama stephen dan smith.

Nah, untuk mencari tag tertentu, cukup ketik “/” :)
Maka semua record yang sudah diberi tag akan muncul.

Setelah itu kita cukup ketikkan tag yang kita inginkan. Misal, jika kita ketikkan “/ko”, maka yang muncul di layar menjadi :

stephen /kolega_bcc
nurdin /kolega_takaful

Enak kan? Dengan mudah kita bisa cepat mensortir daftar kontak kita :)

Tags juga otomatis menjelaskan siapakah seseorang yang menelpon kita, karena turut muncul di layar handphone.

Semisal jika smith menelpon, sekilas langsung nampak bahwa smith yang /jurnalis yang mengkontak kita. Bukan smith yang partner bisnis Anda. Maka Anda bisa langsung memberikan sapaan yang juga sesuai.

Advanced tagging

Tags cenderung sederhana namun tetap powerful. Ini yang membuatnya menarik.

Namun tentu saja juga bisa dibuat lebih rumit. Saya pribadi berusaha tetap membuatnya sederhana, agar tidak membingungkan saya sendiri. Tetapi orang lain mungkin memerlukannya.

Saya sendiri membatasi tags di handphone saya sekedar bisa ada banyak. Contoh; pada info kontak haniwa diatas, jelas ada 2 tags yang saya cantumkan disitu, yaitu /asuransi & /pru-syariah.

Jadi jika saya mencari tag /pru maupun /asuransi, maka nama haniwa akan muncul pada kedua-duanya.

Dan tentu saja tidak terbatas pada 2 tags, Anda bisa memberikan tags sebanyak yang diperlukan, hanya dibatasi fitur pada handphone Anda saya kira.

Nah, jika Anda ada ide lainnya mengenai penggunaan tags di handphone; atau mungkin di hal-hal lainnya - silahkan dibagi dengan kita lho :)

Semoga bermanfaat.

AOSI - Asosiasi Open Source Indonesia

Alhamdulillah, setelah bekerja selama sekitar 1 bulan (sesuai dengan target yang diberikan), akhirnya AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) resmi terbentuk pada tanggal 30 Juni 2008 kemarin ini. Pada acara di gedung Depkominfo tersebut hadir 15 anggota pendiri berikut tim formatur, dan juga jajaran pejabat Depkominfo serta Depristek. Acara berlangsung ringkas, penuh semangat dan komitmen.

Ini bukan hasil akhir, namun adalah awal dari perjuangan kawan-kawan di AOSI. Mohon doa restunya agar mereka bisa mengemban amanah ini dengan baik, dan bisa mencapai berbagai tujuan AOSI tanpa masalah yang berarti.

Liputan mengenai acara pendiriannya saya kira sudah banyak dibahas oleh berbagai media massa, beberapa saya lampirkan di akhir posting ini. Jadi disini saya akan lebih banyak berbagai mengenai berbagai cerita di balik layar dan di seputar pendirian AOSI saja.

Awalnya adalah usulan saya mengenai pembentukan Aliansi Open Source Indonesia (AOSI), yang saya sampaikan kepada ibu Lolly Amalia / Depkominfo pada tanggal 26 Mei 2008. Di luar dugaan, ternyata ide tersebut langsung disambut dan ditindak lanjuti dengan sangat cepat, dan langsung diberi bentuk yang lebih riil - yaitu sebagai Asosiasi (Open Source Indonesia).
Pada tanggal 28 Mei 2008 kemudian langsung diadakan forum diskusi di acara IGOS Summit 2, dimana AOSI disepakati. Dan terus dilanjutkan dengan acara penutupan IGOS Summit 2, yang sekaligus juga mengumumkan mengenai AOSI untuk pertama kalinya, serta menunjuk 5 orang sebagai tim formaturnya; ibu Betti Alisjahbana, Bpk. Rusmanto, Bpk. Sumitro Roestam, Bpk. Teddy Sukardi, dan saya sendiri.

Sedikit kilas balik - sebetulnya ide Asosiasi ini sudah lama. Kawan-kawan aktifis Open Source lainnya seperti Effendy Kho (Ase) dan juga yang lainnya sudah menyuarakan ide ini sejak 5 tahun yang lalu. Pak Sumitro Roestam malah sudah mengusulkan nama AOSI di tahun 2003. Kalau tidak salah, beliau malah sudah sempat langsung mencadangkan domain name aosi.org :)

Jadi sebetulnya ide saya ini tidak orisinil. Cuma saja mungkin situasi ketika itu belum memungkinkan, sehingga belum bisa diwujudkan pada saat tersebut.

Kembali ke beberapa minggu yang lalu - meeting pertama tim formatur AOSI diadakan di kantor PANDI, gedung Arthaloka lt. 13.
Sedikit melenceng lagi - disitu kita juga sempat membahas sekilas mengenai PANDI. Sangat menarik karena saya tahu beberapa sejarah pengelolaan .ID - sejak pertama kali didapatkan berkat usaha dari pak Samik, kemudian dikelola oleh para aktivis Internet, sampai kemudian terjadi konflik yang cukup mengenaskan. Pak Budi Rahardjo dan rekan-rekannya mengalami berbagai kerugian (waktu, pikiran, tenaga, dst) pada masa konflik tsb. Pada intinya PANDI adalah bantuan solusi dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik pengelolaan TLD .ID tersebut. Kalau saya tidak salah dengar, bentuk PANDI adalah yayasan, sehingga non-profit (CMIIW)
Mudah-mudahan dengan demikian maka PANDI bisa banyak berperan aktif dalam memajukan dunia Internet di Indonesia.

Acara pertemuan pertama AOSI tersebut berjalan cukup lancar, dan semua tim formatur alhamdulillah bisa hadir. Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya tidak pernah bisa lengkap lagi seperti ini, karena memang tim formatur ini isinya orang sibuk semua (kecuali saya yang sok sibuk :) ); ibu Betti setelah lepas dari IBM pada tanggal 1 April 2008 kemudian membentuk PT Quantum Business International, yang membawahi beberapa bisnis. Pak Rusmanto menjabat posisi di berbagai lembaga seperti Nurul Fikri, Infolinux, YPLI - dan juga sering berkeliling Indonesia untuk mempromosikan Open Source. Pak Sumitro Roestam juga aktif mempromosikan Open Source serta menjabat sebagai Ketua MASTEL. Pak Teddy memiliki beberapa perusahaan dan juga adalah ketua FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia), dimana nanti AOSI akan menginduk kesini pula.

Sebagai pimpinan rapat secara otomatis kami menyerahkan kepada ibu Betti. Dan tidak salah, terlihat jelas pengalaman beliau memimpin di IBM selama bertahun-tahun pada meeting tersebut. Rapat yang biasanya di Indonesia lazim menyasar keluar dari topik dan memakan waktu lama dan tanpa hasil yang jelas, kali ini bisa berlangsung dengan efisien serta tetap menarik.

Dengan cepat; tujuan, target, visi & misi AOSI selesai didefinisikan. Demikian pula agenda untuk pertemuan berikutnya. Kami semua kembali dengan semangat yang tinggi, karena kini sudah semakin jelas kelihatan berbagai manfaat yang bisa dicapai oleh AOSI.

Pertemuan-pertemuan selanjutnya terus berlangsung seperti itu. Sangat menyenangkan. Lokasi pertemuan juga kemudian ada dilakukan di kantor ibu Betti. Namun, waktu terus mendekat ke batas waktu 1 bulan yang telah diumumkan.

Tanpa terasa, tiba-tiba kami sudah sibuk secara cukup intens mengenai penyelenggaraan acara peresmian AOSI ini. Sampai menit-menit terakhir saya masih menerima revisi daftar anggota pendiri. Demikian juga pak Sumitro masih terus mendapat masukan-masukan untuk revisi AD/ART nya. Menilik intens nya persiapan acara tersebut, sangat melegakan ternyata kemudian acara dapat berlangsung dengan sangat baik tanpa masalah. Bahkan Pak M. Nuh / Menkominfo yang baru diberitahu juga kemudian langsung menyanggupi untuk hadir. Tentu ini sangat memberikan semangat kepada semua an

ggota pendiri dan hadirin, apalagi ketika dengan jelas Menkominfo menyatakan bahwa komitmen dukungan Depkominfo kepada AOSI adalah dukungan moral dan riil. Depkominfo akan berpartner & bekerjasama secara aktif dengan AOSI.

Di balik itu tetap saja ada beberapa kekurangan pada acara ini. Misalnya, beberapa institusi Open Source di Indonesia sempat nyaris tidak diundang sebagai anggota pendiri, seperti Linuxindo. Beberapa malah akhirnya tidak sempat kami undang :( seperti  Bajau, Indolinux, Ardelindo, Meruvian, dan banyak lagi yang lainnya. Mengkoordinasikan 15 anggota pendiri itu saja kami sudah cukup pontang-panting.
Mudah-mudahan keterbatasan kami tersebut dapat dimaklumi dan tidak mengecewakan. Anyway, status anggota pendiri sebetulnya sama saja dengan anggota biasa, cuma saja anggota pendiri itu hadir pada acara peresmian AOSI ini - itu saja. Tidak lebih.

Tentunya masih ada banyak sekali pertanyaan seputar AOSI ini.
Misalnya, saya mendapat pertanyaan mengapa komunitas JUG (Java User Group) tidak diundang pada acara peresmian AOSI. Saya jawab karena keterbatasan waktu kami, sehingga ada banyak pihak yang seharusnya diundang namun tidak sempat kami undang; dan saya pribadi minta maaf untuk hal tersebut. Jawaban tersebut sepertinya cukup memuaskan kawan kita tersebut, dan beliau mengucapkan selamat atas telah diresmikannya AOSI.

Namun saya sendiri baru sadar belakangan - Asosiasi ini adalah format untuk institusi komersial. Jadi, selama ini sudah ada banyak komunitas non-profit Open Source di Indonesia. YPLI, KPLI, JUG, Yayasan Ubuntu Indonesia, dan seterusnya. Tetapi, komunitas Open Source yang komersial belum ada. Pada gilirannya, ini adalah suatu kekosongan yang perlu diisi, karena telah terbukti menyebabkan berbagai ketimpangan dan masalah pada berbagai implementasi open source di Indonesia.

Nah, dengan adanya AOSI, bersama-sama dengan para aktivis Open Source, Akademisi, dan Pemerintah; maka diharapkan ekosistem Open Source Indonesia sudah menjadi lengkap. Dan karena itu gerakan Open Source di Indonesia bisa jadi semakin efektif lagi.

Mudah-mudahan kami (tim formatur) dan (nantinya) pengurus Asosiasi dapat melayani semua pertanyaan & harapan-harapan dari semua pihak dengan baik.

Terlampir di akhir artikel ini adalah definisi AOSI, kriteria sukses, serta rencana program kerja.

Artikel terkait :

Bersatunya para pendukung open source
AOSI resmi terbentuk
Komunitas Open Source Indonesia ‘Merapat’
Asosiasi open source dibentuk
Asosiasi Open Source Indonesia resmi berdiri

AOSI - perhimpunan organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik dan pendukung open source yang bekerja sama membangun sinergi untuk mencapai sukses bersama

Ukuran Keberhasilan AOSI

1.Citra open source di mata masyarakat yang positif

2.AOSI menjadi sumber terpercaya dalam menentukan strategi TIK nasional

3.Indonesia melakukan adopsi open standard secara konkret (ODF dll)

4.Meningkatnya pangsa pasar dan jumlah pengguna Open Source (perusahaan, perorangan, pemerintah)

5.Tersedianya produk dan jasa open source untuk berbagai kebutuhan utama

6.Tersedianya piranti pendukung peripherals untuk produk open source (drivers, utilities)

7.Pemerintah memberikan prioritas pengadaan pada open source

8.Unggulnya kompetensi nasional TIK dengan memanfaatkan open source khususnya di bidang jasa dan pengembangan software

9.Adanya program dan regulasi di departemen terkait di pemerintahan  untuk mendukung open source

10.Pendidikan IT di sekolah dilakukan berbasis open source

11.Menurunnya kesenjangan digital di Indonesia sebagai hasil pemanfaatan open source

12.TIK lebih murah dan terjangkau sebagai hasil dari persaingan yang lebih sehat

13.Indonesia bisa mengeksport software aplikasi berbasis

14.Ketersediaan infrastruktur dukungan untuk pengguna open source

15.Bisnis TIK berbasis open source tumbuh secara sehat dan maksimal

16.Terjadi sinergi yang kuat antar  lembaga-lembaga anggota AOSI

17.Layanan publik dari pemerintah maupun swasta tersedia/mendukung open source (antara lain internet banking, pajak, pemesanan tiket, perijinan)

PROGRAM KERJA

Program 30 hari

1. Mendata Para Pebisnis Open Source

2. Terbentuk Kepengurusan Sementara

3. Mengembangkan Keanggotaan

4. Portal AOSI.or.id

Program 100 hari

1. Kepengurusan tetap terbentuk

2. Sosialisasi Open Source by application & industry

3. Training : Technical & Business Skill

4. Focus Group Discussion dengan Pemerintah : Kominfo, Ristek, Diknas, Keuangan Pajak, Depdagri, Deperin Telematika untuk membahas program & regulasi untuk mendukung berkembangnya open source

5. Roadshow, Exhibition & Publikasi Perkembangan Open Source

6. Ensure more drivers availability

7. Membangun Data Base Organisasi pengguna open source

Program 1 Tahun

1. Demo Center di kantor AOSI untuk berbagai aplikasi FOSS

2. AOSI sebagai marketing hub dari open source

3. AOSI go International

Tambahan - DAFTAR PENGURUS AOSI

Ketua Umum - Betti S Alisjahbana
Wakil Ketua 1 - Rusmanto
Wakil Ketua 2 - Sutiono Gunadi
Sekretaris Jenderal - Sumitro Roestam
Bendahara - Soegiharto Santoso

Bidang Di Bawah Wakil Ketua 1

Bidang Regulasi dan Hukum – Aulia Adnan
Bidang Pendidikan dan SDM – Nurlina
Bidang Pengembangan Teknologi – Harry Sufehmi
Bidang Dukungan Teknis dan Layanan Publik – Adi Siswanto

Bidang Di Bawah Wakil Ketua 2

Bidang Kerja-sama Luar Negeri – Gunawan Rianto
Bidang Riset Pasar dan Promosi – Widjaja
Bidang Pengembangan Model Bisnis – Akmaloni

Nokia & Blogger : pertemuan pertama & N78

OK yang satu ini terlewat dari posting saya - my bad. Karena kabar gembira ini saya kira perlu diketahui oleh kita semua, maka saya tetap saya posting saja ya. Tidak ada kata terlambat untuk kabar gembira :)

Pada tanggal 13 Juni 2008 kemarin ini saya diundang oleh Nokia untuk menghadiri acara “Nokia Blogger Gathering”. Saya pikir wah bagus juga ada niat baik dari entitas korporat seperti Nokia untuk bertemu dengan para blogger. Jadi undangan tersebut saya sambut dengan baik, dan disepakati lokasi pertemuan adalah di Neo Vanity, New Menara Standard Chartered, pukul 17:00.

Cukup surprise ketika tiba di lokasi karena ternyata undangannya tidak banyak, hanya ada sekitar 10 orang. Saya kira akan ramai seperti PestaBlogger.com atau event serupa. Tapi tidak masalah, niat baik tetap harus kita hargai. Jadi saya kemudian mendaftar di resepsionis, dan memasuki lokasi acara.

Segera beberapa wajah yang familiar terlihat oleh saya. Ada pak Budi Putra, yang telah membantu mengadakan acara ini. Ada juga mas Kun.co.ro, surprise ternyata beliau lebih dulu sampai daripada saya, he he. Dan, tentu saja, pada kesempatan seperti ini juga saya bisa bertemu dengan para blogger yang sebelumnya cuma saya ketahui dari blog mereka :)

Saya bertemu dengan mas Pepih Nugraha pertama kali disini. Beliau saat ini diserahi tanggung jawab untuk mengembangkan media online kompas.com. Mbak Puti juga sudah tiba, blogger yang salah satu fokusnya adalah topik fashion. Mas Budi Sutomo, dengan blog kuliner & boga nya. Ilman Akbar, blogger dari UI, sekaligus konsultan Web & IT. Mbak Yessi dengan blog sainsnya di ABN. Dan mas Amir Karimuddin, blogger dengan spesialisasi gadget / new technology. Belakangan mas Rendy Maulana dan mas Jonru juga muncul di lokasi acara.

Seperti biasa, di suasana baru saya cenderung overload (dasar introvert) dan tidak banyak bicara. Saya lebih banyak tersenyum dan mendengar yang lainnya; mengamati situasi. Sekilas langsung jelas bahwa ini adalah event yang diselenggarakan secara profesional - Nokia merekrut jasa Prisma consulting untuk menyelenggarakan acara ini. Wow. Belakangan saya baru tahu mengapa undangan untuk acara ini tidak banyak - ternyata, inilah pertama kali di dunia Nokia mengadakan gathering dengan Bloggers :D

Jadi secara internal, Nokia internasional sudah paham bahwa mereka perlu bekerja sama dengan komunitas blogger. Nah, yang kemudian melaksanakan strategi ini untuk pertama kalinya ternyata adalah Nokia Indonesia, pada acara “Nokia Blogger Gathering” ini.

Acung 2 jempol untuk tim Nokia Indonesia & Prisma consulting atas terselenggaranya acara ini. Dan kita bisa yakin bahwa akan ada acara-acara lanjutannya, dan dengan skala yang lebih besar lagi.  

Agenda acaranya cukup simpel, yaitu pertemuan dengan para bloggers. Dilanjutkan kemudian dengan pembahasan handset Nokia Nseries terbaru, salah satunya adalah N78.

Handphone ini langsung menarik perhatian karena berbagai hal. Pertama, walaupun ramping, namun fiturnya cukup powerful. Jelas langsung terlihat bahwa interfacenya cepat & memanfaatkan akselerasi 3D. 

Kedua, saya pribadi senang dengan kameranya. Salah satu contoh gambar yang ditampilkan adalah seorang biker yang sedang melayang di udara - dan gambar tersebut tajam ! Tidak blur sama sekali. Dimana berbagai kamera di handphone lainnya jelas tidak akan bisa menangkap gambar dengan kecepatan seperti itu.

Ketiga; dan yang paling signifikan, adalah fitur geotagging dengan memanfaatkan built-in GPS di handphone ini. Ditunjukkan bagaimana foto yang diambil dengan kamera ini otomatis (setelah fitur ini di enable sebelumnya) ada geotag nya. Kemudian diperlihatkan foto tersebut yang telah di upload di flickr.com - jadi ada link “Map”, yang ketika di click langsung menampilkan peta lokasi dimana foto tersebut diambil.

Saya dan mas Koen langsung nyengir. Sepertinya keyword yang sama muncul di permukaan otak kita - Location-Based Services !
Nokia memang baru mendemokan kelebihan fitur GPS di handphone tersebut untuk melakukan geotagging pada foto. Namun tidak ada yang menghalangi developer yang kreatif untuk memanfaatkan fitur tersebut untuk menyediakan layanan-layanan berdasarkan lokasi dari pengguna ybs.

Ini berarti bisnis yang potensial cukup besar bagi mereka yang kreatif, dan layanan-layanan yang bisa sangat bermanfaat bagi kita, para pengguna.

Setelah acara demo selesai, kemudian ada acara diskusi dengan hadirin. Tim Nokia benar-benar terjun all out di acara ini — ada Product Manager dan Marketing Manager Nokia Indonesia di acara ini. Mereka langsung berinteraksi dengan para blogger, yang dengan senang hati menyambutnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Diskusi juga dilanjutkan disini dengan hangat & akrab, antara sesama blogger yang baru pertama kali itu bertemu dan juga dengan tim Nokia & Prisma consulting.  

Setelah dinner selesai, ternyata masih ada kejutan lainnya lagi - penarikan doorprize yaitu (tadaa) sebuah handphone N78 ! Para blogger yang hadir langsung tertawa gembira sambil tentunya berharap dia yang akan mendapatkannya ;)   kans nya lumayan gitu lho, 1:10, he he

Yang paling beruntung malam itu ternyata adalah mas Pepih Nugraha ! Beliau bisa pulang sambil nyengir menenteng sebuah tas biru Nokia yang berisi handphone N78 baru. Selamat untuk kawan kita ini, semoga handphone barunya bisa banyak bermanfaat.

Dan masih ada kejutan lagi saudara-saudara … setiap blogger yang hadir kemudian mendapat bingkisan besar dari Nokia. Isinya adalah backpack Nokia dan world travel charger, sebuah gadget yang merupakan konverter colokan listrik berbagai bentuk + USB charger. Very thoughtful. 
Waduh, luar biasa :)  saya musti akui dari berbagai acara publik yang pernah saya hadiri, acara inilah yang paling spektakuler, paling berkesan, dan sangat personal dalam eksekusinya. 

Acara (akhirnya) ditutup dengan foto bersama di depan lokasi. Semua tertawa gembira, dan tentu berharap dapat hadir dalam acara yang berikutnya.

Sekali lagi salut kepada Nokia yang telah dengan luar biasa merangkul komunitas Blogger Indonesia. Mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan, dan juga ditiru oleh pihak-pihak lainnya.

Maju terus Blogger Indonesia ! :)

 

Artikel terkait :

Nokia “Go Blogging”
Blog, Telkom, Nokia
Karya Nokia untuk Bloggers 

Credits:
N78 photo from Nokia.com, already approved for media usage.
Blogger & Nokia team’s photo from Yessi’s website 

BBM & Listrik naik : Berkat USAID ?

USAID adalah badan pemerintah Amerika yang menyalurkan berbagai “bantuan” kepada negara-negara lainnya. Masalahnya, seringkali berbagai “bantuan” tersebut dicurigai adalah kedok untuk mencapai keinginan pemerintah Amerika. Modus operandinya cukup beragam, dan bagi yang mau mencoba mengamati, akan segera menjadi jelas berbagai triknya.

Saya barusan mendapatkan email terlampir dari Satrio Arismunandar, yang kebanyakan kita mungkin lebih mengenalnya sebagai produser acara “Jika Aku Menjadi” di Trans TV. Ternyata email tersebut ditulis oleh Agus Nizami, yang saya yakin sebagian besar dari kita sudah pernah membaca berbagai artikel beliau di berbagai forum/milis/website.

Di artikel tersebut Nizami mengangkat sebuah dokumen USAID tertanggal 2002 yang ditemukannya, dengan judul “Energy Sector Governance Strengthened“. Dokumen ini menunjukkan persekongkolan mereka untuk (pada akhirnya) menaikkan harga BBM & Listrik.

Dikutip dari dokumen USAID : … By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies, and promoting private sector involvement …

Artinya: mengurangi peran pemerintah sebagai pengatur / regulator, menurunkan subsidi, dan meningkatkan partisipasi perusahaan swasta (dalam soal BBM & Listrik)

Hasilnya sudah kita “nikmati” bersama :(
BBM sudah naik secara drastis. Listrik juga sudah naik untuk sebagian masyarakat, dan kenaikan secara keseluruhan bukan hal yang mustahil.

Masalah BBM saja sudah merupakan hal yang luar biasa sangat berat. Satrio Arismunandar menulis satu posting dimana terjadi berbagai kasus bunuh diri karena kenaikan BBM tersebut :

“Sekarang saja hidup saya susah, karena miskin. Apalagi nanti, kalau harga minyak dan bensin jadi naik, tambah susah lagi. Saya sudah tak tahan hidup, malu sama keluarga, pingin mati saja,” kata Jamaksari, seperti dituturkan para tetangganya.

Dalam surat wasiat yang ditemukan di saku korban, Jamaksari berpesan (pada istrinya), “Neng, titip anak. Kakak sudah tidak tahan lagi. Inilah yang bisa saya titipkan. Jamak minta tobat. Ibu, semuanya, jangan menyalahkan siapa-siapa. Ini murni bunuh diri, nebus dosa. Salam untuk bapak, uwak, sekalian.”

Bayangkan jika subsidi PLN untuk rakyat kecil juga sampai “berhasil” dicabut - berapa lagi nyawa yang akan melayang ?

Dari dokumen USAID ini, jelas kenaikan BBM & Listrik adalah untuk berbagai kepentingan bisnis & pemerintah asing (Amerika). Terlalu banyak & kompleks untuk diuraikan disini, selain saya juga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan investigasi lebih lanjut secara komprehensif.
Mudah-mudahan ada yang bisa melanjutkan investigasi ini dengan lebih lengkap lagi.

Dengan semangat kebangkitan nasional, dan hari kemerdekaan Republik Indonesia di 17 Agustus nanti — katakan TIDAK pada para penjajah ! Merdeka !

Banyak terimakasih kita ucapkan kepada pak Agus Nizami yang sudah mengangkat soal ini.

Terlampir email selengkapnya :

—– Original Message —-
From: A Nizami <nizaminz@xxxxxxxxxx.com>

Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.

Sekitar 90% migas Indonesia “dikelola” oleh perusahaan Multi National Company (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons, Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari “kerjasama tersebut” MNC dari AS mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak bisnis yang wajar. Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk pengilangan dan distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp 231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih dari 12 kali lipat.
Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun.

Sementara di dokumen CIA tentang Indonesia disebut bahwa sektor listrik di Indonesia masih “regulated”. Tarifnya masih “diatur” oleh pemerintah Indonesia, sehingga harganya terjangkau oleh mayoritas rakyat Indonesia yang masih menengah ke bawah.
Hal ini jelas tidak menguntungkan bagi para “investor” AS yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu harus dideregulasi. “Subsidi” harus dicabut sehingga harganya mengikuti harga pasar, atau yang sekarang disebut “Harga Keekonomian”.

Untuk itu pemerintah AS lewat USAID mengucurkan jutaan dollar yang dikucurkan kepada kaki tangan mereka agar kebijakan mereka bisa berjalan di Indonesia, yaitu deregulasi, pengurangan subsidi (penaikan harga), dan reformasi bidang energi. Untuk itu USAID jadi “Donatur Utama” agar usaha tersebut berhasil. Untuk tahun 2001 dan 2002 saja mereka menganggarkan masing-masing US$ 4 juta (Rp 37,2 milyar) agar berhasil.
Berikut cuplikan dari dokumen USAID yang berjudul “Energy Sector Governance Strengthened”:

<i>By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies,and promoting private sector involvement, a reformed energy sector can contribute billions of dollars in tax revenue. USAID has been the primary bilateral donorworking on energy sector reform, which helps leverage larger multilateral loans.</i>

USAID “membantu” pemerintah Indonesia agar Parlemen, Ormas/LSM, Media, dan Universitas “dilibatkan” sehingga “Penghapusan Subsidi” dan “Penentuan Harga” tidak menimbulkan “jeritan” masyarakat terlalu besar. Bahkan Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, menyarankan subsidi dicabut secara bertahap setiap bulan sehingga tidak terlalu kelihatan (meski efeknya tetap terasa oleh warga). Bappenas menyarankan harga minyak dinaikkan sebesar 2% setiap bulan selama setahun (24%) sehingga sama dengan harga pasar. Meski mungkin para demonstran tidak mengetahui, tapi ini tetap akan memukul kantong para supir angkutan umum dan nelayan.

<i>the Government of Indonesia, with USAID assistance, ensured that national and local parliaments, civil society organizations, media, and universitieswere involved in the decision. As a result, there was minimal public outcry. USAID also supported this process by providing policy analysis for energy pricing and subsidy removal.</i>

USAID “bekerjasama” langsung dengan pejabat Indonesia yang berwenang merevisi draft UU tentang Listrik dan merancang struktur peraturan:

<i>USAID advisors work directly with Government of Indonesia officials responsible for implementing power sector reform, revising draft electricity legislation and redesigning regulatory structures.</i>

Hebat bukan? Betapa baiknya pemerintah AS “membantu” merevisi dan merancang UU energi dan listrik kita…. USAID “membantu” membuat RUU Minyak dan Gas yang dikirim ke DPR bulan Oktober 2000. Seorang ekonom menyatakan bahwa RUU tersebut dibuat oleh pemerintah AS. Komisi DPR tinggal memberi stempel dan tanda tangan saja:

<i>USAID helped draft new oil and gas policy legislation submitted to Parliament in October 2000.</i>

Di tahun 2001 USAID mengucurkan US$ 850.000 (Rp 7,8 Milyar) ke LSM-LSM dan Universitas-Universitas untuk kampanye masalah energi seperti “Penghapusan Subsidi Energi”:

<i>In FY 2001, USAID plans to provide $850,000 DA to support NGOs and universities in developing programs for raising awareness and supporting involvement of local government and the public of energy sector issues,including removal of energy subsidies</i>

Dengan kucuran dana sebesar itu tak heran jika ada oknum Lembaga Peneliti satu Universitas Negeri terkenal menyatakan jika harga BBM dinaikkan jumlah rakyat miskin akan turun….

USAID bekerjasama dengan ADB dan Bank Dunia dalam “mereformasi” bidang Energi Indonesia. Dengan hutang US$ 20 juta (hanya sekitar Rp 186 milyar), penasehat USAID berperan sebagai manajemen proyek dan perencanaan. ADB dan USAID bekerjasama membuat rancangan UU Migas Indonesia tahun 2000. Melengkapi usaha USAID, Bank Dunia melakukan “Studi Komprehensif” bidang Migas dan kebijakan tarif serta “bantuan” finansial dan restrukturisasi PLN.

<i>Other Donor Programs: USAID works closely with the Asian Development Bank (ADB) and the World Bank on energy-sector reform. USAID assistance is leveraging a $20 million ADB power sector-restructuring loan, with USAID advisors playing project management and planning roles. The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000. Complementing USAID efforts, the World Bank has conducted comprehensive studies of the oil and gas sector, pricing policy, and provided assistance to the State electric company on financial and corporate restructuring</i>

Yang harus kita sadari adalah bahwa setiap pinjaman dari IMF, Bank Dunia, ADB (yang merupakan alat AS dalam menguasai ekonomi dunia) mempunyai syarat bahwa negara peminjam harus melaksanakan Agenda Neoliberalisme seperti “Privatisasi”, Deregulasi, Pencabutan Subsidi/Kenaikan tarif (mis: pencabutan “Subsidi” BBM agar harga mengikuti harga pasar/harga keekonomian) , perdagangan bebas, dan sebagainya (Tabb, William K. “Globalization. ” Microsoft® Encarta® 2006).

Dengan menaruh putra/putri Indonesia yang jadi mantan Direktur dari Bank Dunia dan IMF di kementrian bidang Ekonomi, Institusi Globalisasi tersebut dengan bebas dapat menjalankan program Neoliberalisme di Indonesia. Penjualan BBM di Indonesia sekitar Rp 418 trilyun per tahun sementara listrik PLN sekitar Rp 200 trilyun per tahun. Total sekitar Rp 618 trilyun (belum termasuk batubara). Itu baru di harga bensin Rp 6.000/liter.
Jika mengikuti harga “Pasar” atau “Keekonomian” yang sekitar Rp 10.000/liter nilainya naik jadi Rp 1.018 Trilyun! Indonesia dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia jelas merupakan “pasar” yang menarik bagi AS. Setelah menguasai sekitar 90% di sektor hulu Migas, adakah dengan program Privatisasi dan Kenaikan Tarif, AS ingin menguasai sektor Hilir dan juga bidang Listrik? Adakah ini merupakan “Penjajahan Ekonomi” oleh AS terhadap Indonesia?

Belanda yang merupakan sekutu dekat AS bertindak tegas menangkap agen-agen CIA yang berusaha memata-matai Belanda, merekrut kaki tangan AS sehingga kebijakan Belanda tidak dapat dipengaruhi AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Lembaga-lembaga AS (baik pemerintah mau pun swasta) dapat dengan bebas memberi dana kepada Individu, Lembaga Pemerintah (Polri, TNI, dsb), dan LSM-LSM Indonesia tanpa proses audit/kontrol dari masyarakat/negara. Adakah Mereka dan LSM-LSM ini akhirnya akan jadi agen asing yang bekerja untuk kepentingan asing ketimbang kepentingan rakyat Indonesia? Dengan proyek NAMRU-2, pejabat militer AS bebas keluar masuk Indonesia tanpa izin khusus.

Mudah-mudahan putra-putri Indonesia mampu melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Bukan untuk kepentingan asing.

Berikut dokumen selengkapnya dari USAID:
http://www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-013.html

Baca artikel selengkapnya di: http://infoindonesia.wordpress.com

Levi’s Indonesia = Spammer

Heran, akhir-akhir ini makin banyak perusahaan Indonesia yang melakukan spamming :(
Tadi ini saya baru mendapatkan dari Levi’s Indonesia.

Kenapa sampai harus spamming ya ? Apa budget marketingnya sedemikian kecilnya ?
Kasihan sekali.

Setelah bersabar dan cuma menyaksikan jumlah perusahaan Indonesia yang melakukan spamming semakin menggila, akhirnya saya rasa sudah saatnya para spammer ini diekspos kelakuannya di depan umum.

Mulai hari ini saya membuat kategori baru di blog ini, yaitu kategori Spammer.
Semua spammer yang cukup nekat untuk mem spam saya akan diekspos, berikut dengan SEMUA info kontak pribadinya, di kategori tersebut.

Baik, mari kita mulai dengan spam dari Levi’s ini :

from : Ramdhani, Fadly - framdhani@levi.com
to : undisclosed-recipients
date : Fri, Jun 20, 2008 at 10:59 AM
subject : Levi’sR Indonesia Website (http://www.levixxx.co.id)

Please visit our website to get more info about Levi’s® brand! See our latest collections, store locator and what’s new with the brand.

Regards,

Fadly Ramdhani
Marketing Dept.
PT. Levi Strauss Indonesia

http://www.levixxx.co.id

Spam dari Levi’s Indonesia ini juga menyertakan sebuah file gambar berukuran raksasa yang di embed di email tersebut. Tentu ini sangat mengesalkan, misalnya bagi mereka yang akses internetnya dibatasi kuota / di charge per besar pemakaian (per kb / MB)

Email spam ini juga dikirim ke alamat email saya yang biasanya hanya berisi spam dari luar negeri.
Spam dari Levi’s ini jadi sangat mencolok karena sendirian berasal dari Indonesia.

OK, selamat kepada Levi’s Indonesia yang telah menjadi spam pertama yang di ekspos di kategori “Spammer” ini :)

QKLK : Hyperactive & Ritalin, Back to life, Silly Lee, Plastic Recycling

Fish oil “calms children better than Ritalin’

Very interesting, and potentially very useful, news !

Hyperactivity on children is a serious issue. It was almost non existent / insignificant in many societies. Nowadays it’s almost the norm, and people notices.

Quoted :

The number of hyperactive children on medication is soaring, with a staggering 330,000 prescriptions written out each year, or 6,350 a week.

A very funny story on a guy retaliating on this phenomena can be read on, where else?, bash.org

But again, hyperactivity itself is a very serious problem. It can destroy families.
That’s why people are looking with hope to new medications that’s supposed to solve this problem. Such as Ritalin.

Unfortunately, Ritalin is not without problems.

Quoted :

Nine British children have died after taking the drugs. Two died of heart problems, while others suffered illnesses including strokes and swelling of the brain. Dr Timimi, a consultant child and adolescent psychiatrist at Lincolnshire NHS Trust, said: ‘Drugs like Ritalin have considerable dangers associated with them, including insomnia, changes in personality and cardiotoxicity - they are bad for the heart and can cause heart attacks, strokes and sudden death.

Thankfully; there’s a new research that find out that the solutions is quite simple, and healthy too - Fish Oil :

Just six capsules a day of the naturally-occurring oil can vastly improve children’s behaviour without any of the side-effects of Ritalin and related drugs.

Note that Omega3 is also good to all - not just for kids with ADHD or hyperactivity problem :

Other studies have shown that omega 3 is also effective in children without ADHD or learning difficulties, boosting their grasp of the three Rs and improving their GCSE grades.

WARNING: not all Omega3 products are equal ! Many products only claim of having Omega3, but it may have been destroyed in its production process. The best source for Omega3 is still fish oil.

Anyway, hope someone finds this useful.


Back to Life : questions on the boundary between life & death

I found this news : Woman Wakes Up After Family Says Goodbye

Quoted :

They said Thomas suffered two heart attacks and had no brain waves for more than 17 hours. At about 1:30 a.m. Saturday, her heart stopped and she had no pulse. A respiratory machine kept her breathing and rigor mortis had set in, doctors said.

“Her skin had already started to harden and her fingers curled. Death had set in,” said son Jim Thomas.

Well, not yet :

However, Thomas was kept on a ventilator a little while longer as an organ donor issue was discussed.

Ten minutes later the woman woke up and started talking.

The question of “what is THE boundary between life & death” is further questioned on this news article : Man comes back to life as doctors prepare to remove his organs

Quoted :

The case of a man whose heart stopped beating for 1½ hours only to revive just as doctors were preparing to remove his organs for transplants is fuelling ethical debates in France about when a person is dead.

“During the meeting, other reanimators … spoke of situations in which a person whom everyone was sure had died in fact survived after reanimation efforts that went on much longer than usual,” the minutes of the committee meeting say.

Very interesting stuff. This question may not have a definite answer, but still, very interesting.


Our Silly Lee

Ever heard a phrase “tyranny by the majority” ? It’s really ugly, and the only thing worse is “tyranny by the minority”

And I saw it in UK. Several muslims are bullying and complaining that they’re having it bad, while actually they’re the nasties — they trashes others, not afraid of using violence, and throw ugly insults (”white trash”, etc).
And they are the minority.

Spike Lee was trying to pull something similar. Quoted :

“Many black veterans who fought in Iwo Jima were hurt that there was no representation of them in both of those films,” Lee said in the 2007 interview in Rome.

“Very few Hollywood films deal with black soldiers,” Lee said. “For the most part, if you look at the history of Hollywood cinema they haven’t dealt with anybody other than white Americans. If you think Hollywood and World War Two, you think John Wayne — the great white male that saved the world.”

The man, Clint Eastwood, then put a death blow to the claim.

Quoted :

In an interview with Germany’s Focus magazine, Eastwood said it was nonsense to suggest he had “erased the role of black GIs from history”. He said there were no Afro-Americans in those films because there were no Afro-American soldiers involved.

“Does he know anything about American history?” Eastwood told Focus when asked about Lee’s criticism. “The U.S. military was segregated til the Korean War, and the blacks in World War Two were totally segregated. The only black battalion on Iwo Jima was a small munitions supply unit that came to the beach.

The story was about the men who raised the flag and we can’t make them black if they were not there. So tell him: Why don’t you go back and study your history and stop mouthing off!”

To that I say : “Ouch”

A note of advice : guys, if you are a minority, know your place. Do not actually step on others’ toes on purpose.
It’s bad when done by the bullies, it’s simply stupid when done by the weak.

If you’re the minority - behave. There’s a Minangkabau tribe saying “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” - where ever you are, uphold/respect the local laws / customs.
This way, hopefully when you have become the strong / majority, then you’ll be able to do things justly & wisely.


Teen finds way to decompose plastic bags in just 3 months

Truly great news.
Finally somebody found a way to decompose plastics, which is a serious environmental problem, using nature, resulting in harmless substances (water + tiny amount of CO2), and in only 3 months. And he’s only a 16 years old teenager !

Props to Daniel Burd for his diligence and persistence :

we produce 500 billion of (plastic) a year worldwide, and they take up to 1,000 years to decompose. They take up space in landfills, litter our streets and parks, pollute the ocean and kill the animals that eat them.

(Burd) knew plastic does eventually degrade, and figured microorganisms must be behind it. His goal was to isolate the microorganisms that can break down plastic.

(long scientific process to finally find the bacteria)

Tests to identify the strains found strain two was Sphingomonas bacteria and the helper was Pseudomonas.

Industrial application should be easy, said Burd. “All you need is a fermenter . . . your growth medium, your microbes and your plastic bags.”

“This is a huge, huge step forward . . . We’re using nature to solve a man-made problem.”

Truly wonderful news. Armed with common sense & patience, a teenager have helped showed us the way towards a better world to live in.

Thank you Daniel Burd !

IGOS Summit 2 : Penghargaan untuk Yayasan Ubuntu Indonesia




PHOT0006

Originally uploaded by hsufehmi

Zahris dengan bangga memamerkan sertifikat penghargaan untuk Yayasan Ubuntu Indonesia, atas berbagai kiprah dan sumbangsihnya di bidang open source Indonesia.

Selamat untuk semua kawan-kawan yang telah memungkinkan ini ! You’re the best ! :D

BONUS : [ Foto-foto dari acara IGOS Summit 2 ]

War Stories : LinkedIn.com

Cerita dari garis depan selalu menarik untuk dibaca. Tidak terkecuali cerita-cerita dari garis depan para praktisi IT; dan cenderung lebih menarik karena tidak ada korban jiwa :)
Paling korban server, hehe… anyway.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan kisah detail mengenai “jeroan” LinkedIn.com
Saya langsung tertarik - LinkedIn.com adalah satu-satunya social networking website yang saya ikuti. Ya, saya tidak punya account Friendster / Facebook / Orkut / dst. So sue me :)
Sekilas situs LinkedIn.com terlihat sederhana. Namun saya yakin detail internalnya pasti sangat kompleks. Dan saya tidak keliru.

Oren Hurvitz menemukan 2 presentasi dari tim teknis LinkedIn.com di situs SlideShare.net, yaitu sbb :

Oren kemudian membuat ringkasan dari presentasi-presentasi tersebut di blognya.
Dikutip dari http://hurvitz.org/blog/2008/06/linkedin-architecture :

Site Statistics

  • 22 million members
  • 4+ million unique visitors/month
  • 40 million page views/day
  • 2 million searches/day
  • 250K invitations sent/day
  • 1 million answers posted
  • 2 million email messages/day

Software

  • Solaris (running on Sun x86 platform and Sparc)
  • Tomcat and Jetty as application servers
  • Oracle and MySQL as DBs
  • No ORM (such as Hibernate); they use straight JDBC
  • ActiveMQ for JMS. (It’s partitioned by type of messages. Backed by MySQL.)
  • Lucene as a foundation for search
  • Spring as glue

Salah satu komponen di infrastruktur mereka yang paling mencengangkan adalah “The Cloud” :

The Cloud

  • The Cloud is a server that caches the entire LinkedIn network graph in memory.
  • Network size: 22M nodes, 120M edges.
  • Requires 12 GB RAM.
  • There are 40 instances in production
  • Rebuilding an instance of The Cloud from disk takes 8 hours.
  • The Cloud is updated in real-time using the Databus.
  • Persisted to disk on shutdown.
  • The cache is implemented in C++, accessed via JNI. They chose C++ instead of Java for two reasons:
    • To use as little RAM as possible.
    • Garbage Collection pauses were killing them. [LinkedIn said they were using advanced GC's, but GC's have improved since 2003; is this still a problem today?]
  • Having to keep everything in RAM is a limitation, but as LinkedIn have pointed out, partitioning graphs is hard.
  • [Sun offers servers with up to 2 TB of RAM (Sun SPARC Enterprise M9000 Server), so LinkedIn could support up to 1.1 billion users before they run out of memory. (This calculation is based only on the number of nodes, not edges).

Luar biasa ! :D

Presentasi teknis LinkedIn.com kemudian ditutup dengan beberapa scaling tips :

  • Can’t use just one database. Use many databases, partitioned horizontally and vertically.
  • Because of partitioning, forget about referential integrity or cross-domain JOINs.
  • Forget about 100% data integrity.
  • At large scale, cost is a problem: hardware, databases, licenses, storage, power.
  • Once you’re large, spammers and data-scrapers come a-knocking.
  • Cache!
  • Use asynchronous flows.
  • Reporting and analytics are challenging; consider them up-front when designing the system.
  • Expect the system to fail.
  • Don’t underestimate your growth trajectory.

Detail selengkapnya bisa ditemukan di blog Oren Hurvitz, dan di file asli presentasinya.

Selamat menikmati !

Kepada Bpk. Presiden yth : satu solusi energi untuk Indonesia

Akhirnya sudah mulai agak reda ramai-ramai seputar blue energy. Dari awal saya sudah curiga bahwa ini hanya hoax. Karena memang bahkan di negara maju sekalipun belum ada yang (bahkan sekedar mendekati) berhasil dalam melakukan ini.

Tapi saya bisa memahami situasi SBY. Pada level saya saat ini, saya setiap harinya berurusan dengan non-sense (baca: bullsh*t) dalam skala yang cukup membuat overload.
Saya hanya bisa membayangkan seperti apa derasnya informasi non-sense yang membanjiri seseorang di level presiden. Pasti amat sulit untuk memfilter dan memilah-milah berbagai masukan tersebut, mana yang valid dan mana yang tidak valid.

BBM pada saat ini adalah masalah besar. Tidak hanya BBM sebetulnya, tapi masalah suplai energi secara keseluruhan.

Bisa saja SBY meniru Soekarno dan menganeksasi / menasionalisasi berbagai perusahaan energi asing (yang beberapa meraup 100% hasil bumi, tidak membaginya sama sekali dengan rakyat Indonesia) — dan kemudian memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat.
Namun ini jelas beresiko akan menyebabkan karirnya berakhir seperti Soekarno pula - dikudeta oleh bawahannya sendiri yang dibantu oleh negara lainnya (baca: “polisi” dunia)

Jadi perlu ada opsi lainnya.

Pada saat ini ada beberapa sumber energi alternatif yang tersedia. Dari berbagai pilihan yang ada, Algae Biofuel nampaknya sangat menarik untuk di follow up, karena potensinya yang bisa langsung menolong rakyat jelata.

Secara sederhana, buktinya bisa dilihat pada chart yang ditampilkan pada posting ini. Sangat menarik bukan ?

Algae Biofuel ini tidak merusak ekosistem ataupun merampas makanan pokok orang, karena hanya memerlukan matahari + CO2 + air untuk berproduksi. Sangat ideal sekali.
Dimana memang negara kita, karena lokasinya di khatulistiwa, sangat berlimpah dengan semua hal tersebut.

Masalah terbesar Algae Biofuel adalah biaya produksinya yang sangat mahal. Awalnya Algae Biofuel diproduksi dengan menggunakan kolam yang berukuran raksasa. Ini sangat tidak ekonomis.

Tapi kemudian ditemukan cara untuk mengembangbiakkan tumbuhan bersel satu ini secara vertikal !

Mendadak dalam waktu singkat, Algae Biofuel menjadi feasibel untuk diproduksi secara massal & komersial.

Ditambah lagi kemungkinan implementasi Algae Biofuel dalam closed loop, menjadikannya sebagai alternatif yang paling menarik.
Implementasi dalam closed loop memungkinkan limbah pabrik dimanfaatkan untuk menjadi bahan pengembang biakan tumbuhan bersel satu ini.

Nah, mudah-mudahan kita juga bisa segera menikmati Algae Biofuel ini di Indonesia.

OK, back to work — masih ada backlog pekerjaan yang musti saya selesaikan karena sakit beberapa minggu kemarin ini :)

(*) image courtesy of Seattle PI

WordPress + suExec = can not upload ?

If you find that you can not upload pictures anymore to WordPress, and the only things that have changed is your webhoster — then your webhoster may have suExec setup on their server.

suExec is a module for Apache webserver that makes it more secure.
Basically, it will execute scripts with its owner’s permission - not Apache’s.

In this case however it can cause problems when uploading, I have posted the details on WordPress forum :

With suExec you’ll still have problems uploading, usually you’ll get the follwoing error message :

The uploaded file could not be moved to /home/myusername/myblog.com/wp-content/uploads/2008/06.

Reason being because WP created that 2008/06 dir as apache’s user (www-data / httpd / etc), but suExec require that dir to be owned by myusername - otherwise the upload will fail.

Changing the directory’s ownership to myusername fix the problem - but on the next month (when WP created the new directory for that month) you’ll encounter this problem again.

A workaround is to setup a cronjob that will fix the permission / ownership of the uploads directory (on WPMU : blogs.dir) automatically on the beginning of every month.

Ideally, this shouldn’t happen, but I haven’t got an idea at all.

Hope it helps someone out there.

Sierra AirCard 880 @ Hardy (Ubuntu Linux 8.04)

Just to share that I’ve got this HSDPA / 3.5G, and it works straight away with Ubuntu 8.04 (hardy). No problem whatsoever. Feel free to buy this too.

From what I’ve heard, it seems that the entire Sierra AirCard 8xx is the same (881, 875, etc)

This is nice, now I can browse up to 7.2 Mbps from my laptop wirelessly.
I’m subscribed with IndosatM2’s service. Since I mostly use SSH, I have a feeling that most of the time I won’t go over my 700 MB monthly bandwidth quota, heh. At this speed, using SSH over the Internet feels about as fast as accessing servers in my office’s LAN. Good stuff.

Seminar: All about Ubuntu - FKI @ JCC

Iseng-iseng pagi ini saya melihat-lihat kumpulan draft yang ada di blog saya, lha ternyata saya belum posting soal hasil seminar ini tho ! :D Alamak…. kirain sudah, hihihi.
Padahal sudah banyak event selanjutnya, hehe… termasuk seminar Ubuntu lagi di JHCC dengan jumlah peserta yang jauh lebih banyak lagi daripada yang ini.

sufehmi @ FKI

Anyway, ya inilah kebiasaan saya yang terpaksa dilakukan karena keterbatasan waktu yang ada — ketika ada waktu luang, saya langsung posting banyak sekaligus. Nah, kemudian posting tersebut akan terus muncul satu per satu secara otomatis, walaupun sebetulnya pada saat tersebut saya sedang tidak menyentuh blog saya. Sangat membantu sekali.
Cuma ya jadinya begini, kadang-kadang ada posting yang belum selesai, tapi lupa saya follow up :D

OK, kembali ke seminar Ubuntu; yang saya masih ingat adalah keterkejutan saya karena ramainya peserta. FULLY BOOKED, sejak ***beberapa hari*** sebelum acara :D
Absolutely awesome !
Alhamdulillah respons dari masyarakat sangat antusias. Kami jadi bertekad untuk berusaha melayani dengan sebaik-baiknya agar tidak mengecewakan.

Acara dibuka oleh Andi Darmawan, ketua komunitas Ubuntu Indonesia. Pada sesi tersebut diperkenalkan mengenai Ubuntu, serta demonstrasinya secara live. Mungkin kita sudah biasa menggunakan Ubuntu sehari-hari, namun bagi banyak orang ini masih merupakan sesuatu yang baru dan sangat menarik. Tidak lupa juga didemokan berbagai efek 3D built-in dari Ubuntu — yang juga bisa dinikmati bahkan tanpa perlu ada 3D accelerator card di komputer Anda !
Sangat memikat tentunya.

edi setiawan @ FKI

Kemudian dilanjutkan dengan selingan ringan yaitu film Elephants Dreams, film pertama di dunia dengan lisensi open source (creative common), dan juga dibuat 100% dengan software open source.
Hasilnya tidak kalah dengan film-film dari raksasa Hollywood. Hadirin nampak menikmatinya, dan saya sendiri (karena dulu sempat berkutat di bidang 3D rendering / animasi secara amatir) sangat terpukau dengan apa yang saya saksikan.
Dulu bidang ini hanya bisa dilakoni oleh mereka yang memiliki akses ke software 3D dengan harga yang luar biasa mahal. Kini, siapa saja bisa menikmatinya.
Bravo open source !

Setelah itu acara dilanjutkan oleh Edi Setiawan dari KSL-UBL (Kelompok Study Linux - Universitas Budi Luhur), yaitu berupa tutorial Blender. Terus terang pada saat ini saya tidak terlalu bisa memperhatikan, karena sedang sibuk memeriksa ulang bahan presentasi saya.
Padahal saya juga ingin tahu secara lebih detail mengenai Blender sebetulnya. Nasib…. :)

Terakhir giliran saya, dimana kemudian saya membawa materi seputar Ubuntu dan pemanfaatannya secara riil (perusahaan, institusi, dst), dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Surprise - animo peserta sangat luar biasa. Sesi tanya jawab akhirnya terpaksa saya cut, karena kita melebihi batas waktu yang diberikan :D
Sangat banyak pertanyaan yang disampaikan. Memang informasi seputar Linux/Ubuntu masih sangat diperlukan oleh masyarakat kita. Dan dari setiap pertanyaan, juga menjadi diskusi yang sangat menarik. Ini adalah salah satu tantangan kita, para aktivis open source, yaitu untuk bisa mendengar pertanyaan mereka, dan kemudian menyampaikan jawaban/solusi yang mereka butuhkan.

Tidak mudah, makanya namanya adalah “tantangan” :)

Setelah melewati batas waktunya, akhirnya seminar ini berakhir. Tidak lupa kami menyampaikan banyak terimakasih kepada tim majalah CHIP Indonesia yang telah berkenan mengundang kami untuk mengisi acara tersebut.
Semoga selanjutnya makin banyak kerjasama yang bisa kita lakukan, Amin.

Dan tentu saja terimakasih kepada semua peserta & tim ubuntu indonesia yang telah hadir. Semoga acara-acara kita selanjutnya terus semakin sukses.
Maju terus open source Indonesia !

Back Links DOT com : how I teased Google - and its reply

About 3 months ago I found out about Back Links dot com (let’s call it BLDC from now on). Seems like another TextLinkAds site, which can get you banned by Google. However, after closer inspection, seems like BLDC is more “invisible” than those other backlinks marketplace.

Basically its script is PHP script. So it’ll be harder to detect, unlike the Javascript ones. Well, theoritically.
Anyway, although it’d be harder to detect, it’s also harder to install for newbies. To my surprise, the support team of BLDC is very responsive. They are even willing to install the script for you on your website. This kind of service is not easy to find. And they treat everyone the same; even when I tried to obtain support for lower-pageranked websites.

So I thought, let’s see if Google can detect this on my blog :)
It’d be cool if Google actually able to detect it as well. Therefore I installed it in this blog’s footer. You may have noticed it (or not, it was at the bottom of the page anyway)

To my surprise; more than 2 months passed, Google didn’t do anything, and the links are selling like hotcakes. Amazing.
It’s literally easy money - you do nothing, yet you kept on getting emails almost everyday telling that another link has been sold.
I thought it’s safe now to conclude that BLDC is, well, safe.

I was proven wrong very quickly. In a routine check days later, I found out that this blog got its pagerank dropped to zero.
None. Null :)

To make sure it’s not a fluke (sometimes this happens when Google is updating its datacenters around the world), I waited for several days, and kept checking.
It only confirmed it. The zero rank status stays.

Panic attack ! :D
Just kidding… I don’t really care about this blog’s pagerank anyway, that’s why I did this experiment in the first place. My curiosity got the better of me, he he

Now is the ultimate test - I deleted the BLDC code from my site. If it’s the culprit, Google would soon lifted the ban.
And, to my surprise, it happened. Just in about 3 days, this blog got its previous pagerank back.

So, I think it’s safe to conclude that Google is able to detect even BLDC, and punishes those who are selling (and most likely buying) on it as well.

I don’t know how Google accomplish it though.
I have Google analytics installed, but it should not be able to detect BLDC’s php script. Another possibility is that a Google employee created an account at BLDC, and monitor the sellers there. At first I thought this is not feasible, but with BLDC’s < 100K rank in Alexa, it may very well is worth someone’s time at Google to do so.
Any other ideas ?

So as always, don’t sell backlinks. Google has always prohibited this, and WILL make you pay :)
I’ve confirmed it personally in this little experiment.

Enjoy.

Intel selling US$ 200 laptop in Indonesia + Free Windows

This is huge news - in several mass media there are announcements that Intel has just signed the MoU with Indonesian government to sell Rp 1 trillion (approx US$ 100 million) worth of their Netbook @ US$ 200 each.

Craig Barrett @ Indonesian school

That means about 500 thousands of those.

Intel has delivered several hundreds, samples I guess (correction: donation), to several schools in Jakarta.

All of them will be running Windows XP, which was donated by Microsoft.

In the photo is Craig Barrett along with Intel Indonesia’s top brass, in a school where they have donated the Netbook (aka Classmate PC). (photo credit: Sindo.com)

Moral of the story ?
It IS possible to build truly low-cost laptops ***glares at Asus*** :)

More details (in Indonesian) : detikinet.com, Sindo.com