Archive for the 'Teknoblogia' Category

ISP : Fix Your Bloody DNS

Sedikit penjelasan; ISP = Internet Service Provider, penyedia layanan akses Internet kita.
DNS = Domain Name System, yaitu layanan dari ISP yang memungkinkan kita untuk mengakses berbagai website – seperti google.com, yahoo.com, dll.

Sekilas cara kerja DNS : ketika kita mengetikkan (misalnya) google.com di browser, maka browser akan menghubungi DNS milis ISP. DNS server kemudian akan memberikan alamat (IP address) yang sebenarnya dari google.com. Yah, seperti alamat rumah nya lah. :)

Nah, bermodalkan dengan alamat (IP address) tersebut, maka kemudian browser akan menghubunginya. Jika alamatnya benar, maka akan tersambunglah koneksi dengan server Google. Dan dengan cepat kita segera bisa menikmati berbagai layanan dari situs Google.com di browser kita.

OK, sejak beberapa waktu yang lalu, beberapa kali saya membantu beberapa kawan-kawan untuk memindahkan situs-situs mereka ke server saya. Kebetulan saya memiliki beberapa server di luar negeri untuk private customers. Jadi dengan senang hati saya bantu sebisa saya.

Ada yang servernya overload karena situsnya terlalu populer, sehingga saya pindahkan ke high-capacity server saya. Kini sudah berjalan dengan sangat cepat (testing terakhir : situsnya bisa diakses dalam waktu setengah detik).

Ada lagi yang pindah karena server lamanya bermasalah. Sepanjang hari down, dan lalu sesekali bisa muncul. Tentunya ini sangat menyebalkan bagi pengunjung situs tersebut. Kini sudah selesai  dipindahkan ke server saya, dan situsnya sudah up & running lagi.

Namun, semuanya mengalami masalah yang sama; yaitu ketika baru pindah, customer mereka pada protes bahwa “situsnya kok BELUM pindah ??”

Hah ?

Tentu saja kita jadi bingung.
Lha sudah jelas situsnya sudah di server saya, dan sudah bisa kita akses dari browser kita. Kenapa dibilangnya belum pindah ya ?

Ketika ini pertama kali terjadi lumayan membuat pusing juga. Berbagai setting di server kita cek. Tapi semuanya sudah benar. Tapi, kenapa customer tetap tidak konek ke server yang baru ?

Ternyata, ini semua karena DNS nya beberapa ISP …………..!

Jika Anda sempat membaca sekilas penjelasan mengenai DNS di awal posting ini, tentu akan menyadari bahwa setiap harinya ada banyak pelanggan ISP, dan masing-masing mereka setiap harinya browsing ke banyak situs = ada banyak sekali akses ke DNS server milik ISP ybs.
Nah, untuk mengurangi beban, maka kebanyakan DNS server melakukan caching – yaitu menyimpan data-data alamat dari berbagai situs di memory. Dengan demikian, maka DNS server nya bisa memiliki performa yang optimal.

Setiap DNS server memiliki setting cache yang berbeda. Ada yang menyimpan alamat situs selama 1 hari, sebelum melakukan refresh. Ada yang refresh rate nya adalah 1 jam. Ada yang refresh rate nya beberapa jam.

Sialnya bagi kami, beberapa ISP besar ternyata men set refresh rate DNS server mereka selama 1 minggu …….. !

Hasilnya bisa ditebak – customer yang menggunakan ISP besar tersebut tetap diarahkan ke server situs yang lama.
Karena DNS server ISP nya masih menyimpan alamat situs yang lama, yang jelas sudah basi. 1 minggu gitu lho.

Alhasil, selama 1 minggu, kawan saya tersebut terpaksa menebalkan kupingnya, dimarahi oleh para customernya. Padahal, dia tidak salah apa-apa.  :) 
Hehehe… nasib

Yang terakhir kemarin ini adalah sebuah situs yang cukup dikenal masyarakat yang juga pindah ke salah satu server saya. Setelah pindah dan semuanya kita test berjalan ok, lalu dilaporkan oleh tim IT nya ke manajemen mereka.
Oleh manajemennya dicoba dibuka. Lha, ternyata masih membuka situs di server yang lama.

Kontan saja tim IT nya kena semprot :D

Sambil menahan tawa (kasihan), saya mencoba menjelaskan duduk perkaranya. Alhamdulillah bisa dipahami oleh ybs. Walaupun jelas dia kebingungan tentang bagaimana caranya dia akan menjelaskan ke manajemen.

Tentu akan sulit sekali menjelaskan bahwa kesalahan ada di ISP mereka – perusahaan dengan revenue milyaran rupiah setiap bulannya !
Bisa-bisa malah kena semprot lagi oleh manajemen, karena dikira mengada-ada :)

Karena itu saya membuat posting ini, untuk membantu menjelaskan situasi tersebut.
Kesalahan bukan di pihak Anda, namun pada ISP Anda. Kontak ISP Anda, dan tuntut mereka untuk membetulkan DNS servernya. Jelaskan bahwa Anda menuntut untuk soal ini di eskalasi sampai ke level engineer & manajemen dari ISP ybs.

Bukan apa-apa, melakukan caching DNS selama 1 minggu mungkin relevan di zaman dulu, ketika server masih lambat. Bandwidth masih luar biasa mahal. Dst.

Tapi, sekarang ? Rp 4 jt saja sudah dapat server dual-core dengan RAM berukuran ribuan megabytes. Sudah jauh sangat mampu untuk melayani request DNS dengan baik. Bandwidth yang diperlukan untuk melakukan refresh juga sudah jauh lebih murah harganya.

Kalaupun mau caching, maksimum 1 hari saja.  Jangan sampai lebih.
Karena ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. 

Ya, siapa sangka. Internet kini sudah menjadi hajat hidup banyak orang :)

So ISP, if you still cache for more than 1 day – Fix Your DNS !  People are suffering because of it.

NB: jika DNS server ISP Anda bermasalah, sambil menunggu mereka membereskannya, Anda bisa menggunakan DNS server milik AWARI. Yaitu 203.34.118.10 dan 203.34.118.12

Terimakasih banyak kita ucapkan kepada kawan-kawan di AWARI, yang telah menyediakan layanan ini tanpa biaya untuk kita semua !

Wordpress, dan blogging, di Indonesia

Satu acara yang saya terpaksa lewatkan dengan penuh sayang adalah Wordcamp Indonesia. Tapi namanya deadline harus dikalahkan terlebih dahulu. Jadi saya gembira sekali ketika ada laporannya di blog Kun.co.ro.

Beberapa informasi yang menarik :

  1. B.Indonesia menduduki rangking ke #3 di Wordpress.com, hanya kalah dari b.Inggris & Spanyol
  2. B.Indonesia adalah yang tumbuh tercepat nomor #2 di Wordpress.com
  3. Pengguna Wordpress.org dan Wordpress.com cukup berimbang : ini kejutan yang cukup menarik. Ternyata cukup besar pengguna Wordpress yang bisa memasangnya sendiri (download dari wordpress.org, lalu setup)
  4. Update: Ma.tt Mullenwegg mengatakan bahwa kini lebih besar kemungkinan kita mendapatkan uang KARENA blog – bukan DARI blog. Akur sekali, ini juga pengalaman saya selama ini.

Banyak kesimpulan menarik dan potensi peluang yang bisa ditarik dari beberapa data ini.
Satu contoh, jika traffic Wordpress.com dari Indonesia menyamai traffic Detik.com (dan mengalahkan Kompas.com), maka dengan data dari poin 3 – berarti traffic Wordpress.com DAN Wordpress.org bisa 2x lipat dari traffic Detik.com. Wow.

Update: Detil & informasi lebih lanjut bisa dibaca di kanal Wordcamp di Twitter (trims mas Koen dkk).

Inilah kekuatan platform blog yang dimungkinkan dengan software open source. Beberapa dari kita mungkin masih ingat bagaimana blog dulu tidak terlalu meledak ketika toolsnya masih proprietary dan/atau mahal dan/atau tidak terbuka. Kini ketika platform blog telah dibebaskan dengan berbagai software blog open source yang nyaman digunakan, maka kita semua yang meraup manfaatnya.

Terus nge-Blog ! :)

Harry Sufehmi & Opensource

Blog saya adalah sebuah blog yang dikenal dengan istilah “blog gado-gado”. Segala macam bisa Anda temukan disana :D
Mulai dari pemikiran, curhat, review, artikel teknis, pengalaman hidup, dan lain-lainnya. Pokoknya gado-gado betul. Betulan segala macam bisa Anda temukan disana.

Termasuk, ternyata, ada banyak artikel seputar Open Source disana. Namun, mungkin selama ini tenggelam di tengah keriuhan berbagai artikel lainnya. Saya sendiri kadang agak kesulitan untuk menemukan artikel Open Source tertentu di blog tersebut, he he ;)

Karena itu barusan saya sudah membuatkan blog khusus untuk topik ini, dengan nama yang sama sekali tidak kreatif :DOpensource @ Sufehmi.com
Disini Anda akan bisa menikmati semua artikel-artikel saya seputar Opensource dengan nyaman.

Enjoy !

Virus di Linux

Salah satu pertanyaan lainnya yang paling banyak ditanyakan di berbagai seminar mengenai Open Source / Linux adalah tentang virus – apakah ada virus di Linux ?

Secara teknis, ya, ada virus di Linux. Itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.
Namun itu belum menjelaskan – karena SEMUA sistim komputer pasti bisa dibuatkan virusnya. Yang lebih penting untuk diketahui adalah kemudahan penularannya. Karena jika ada banyak virus, namun tidak menyebar, maka sama saja seperti dengan tidak ada virus kan?

Karena itu mari kita ubah pertanyaannya :
Apakah mudah bagi virus untuk menyebar di Linux ?

Jawabannya : Tidak :)
Bagi seekor virus, sangat sulit untuk menyebar di platform Linux.
Apalagi sampai pada level epidemik, dimana bisa ada jutaan komputer yang terinfeksi setiap harinya. Ini akan sangat sulit terjadi di Linux, dan memang belum pernah ada yang berhasil melakukannya.

Terlampir adalah sebuah email diskusi soal ini dengan kawan saya :

menurut saya linux tidak kebal terhadap virus, hanya bedanya dengan
windows:
– windows sudah lebih banyak yang pakai (pembuat virus tentu saja ingin
“ketenaran” semakin banyak yg terinfeksi akan membuatnya lebih bangga)
– varian linux terlalu banyak –> capek bikin virus yang bervariasi per
distro

beberapa reference:

http://www.desktoplinux.com/articles/AT3307459975.html

http://www.theregister.co.uk/2003/10/06/linux_vs_windows_viruses

Artikel2 ini sudah dibuat sejak tahun 2003. Dan saat ini (desktop) Linux jelas sudah JAUH lebih populer daripada 5 tahun yang lalu – sehingga mustinya sudah jauh lebih menarik untuk menjadi target .

Pertanyaannya: dimana virus Linux ? :)

Ada beberapa penyebab kenapa virus sulit berkembang di Linux :

(1) Secure default install : closed services :
Berbagai distro Linux sekarang sudah jauh lebih bijak daripada 5 tahun yang lalu. Misalnya, default install Ubuntu bahkan tidak menjalankan SSH server. Default install berbagai distro Linux sekarang tidak ada menghasilkan open listening port.

(2) Secure default install : non-admin default access :
Berbagai distro Linux sekarang mempraktekkan hal ini dengan baik, dan berimbang dari segi kemudahan vs keamanan : dengan implementasi sudo, maka sehari2 user bisa bekerja dengan produktif dengan aman karena bukan sebagai root user.

(3) Application-level firewall :
Merupakan software terpisah di Windows — di beberapa distro ini adalah layanan yang sudah disertakan secara default. Misal: AppArmor di Suse/Imunix/Ubuntu/dll.

App-firewall kini makin penting, karena makin banyak security hole di aplikasi yang di eksploit — bukan lagi di level operating system.

Dan masih ada beberapa hal lainnya.
Bagi pemerhati topik computer security, sangat menggembirakan melihat bahwa ada tindakan-tindakan proaktif dari berbagai vendor Linux. Dan karena disandarkan pada pondasi security yang solid, Unix/Linux, maka hasilnya juga cukup menggembirakan.
Yaitu tercapainya keseimbangan antara security dengan kemudahan pemakaian.

Menilik semua faktor tersebut, saya kira akan sulit bagi sebuah virus untuk dapat berkembang sampai ke level epidemik — sebagaimana yang terjadi dengan berbagai virus di platform Windows.

Salam, HS

Satu lagi pendapat yang menarik adalah dari John Stewart, Chief Security Officer Cisco. Pada pidatonya di konferensi AusCERT 2008, John menyatakan bahwa karena anti-virus yang ada tidak efektif (komputer tetap bisa terinfeksi), maka sebetulnya sia-sia / tidak ada gunanya.

Dikutip :

By Liam Tung, ZDNet Australia
Posted on ZDNet News: May 21, 2008 5:41:27 AM

Companies are wasting money on security processes–such as applying patches and using antivirus software–which just don’t work, according to Cisco’s chief security officer John Stewart.

Speaking at the AusCERT 2008 conference in the Gold Coast yesterday, Stewart said the malware industry is moving faster than the security industry, making it impossible for users to remain secure.

“If patching and antivirus is where I spend my money, and I’m still getting infected and I still have to clean up computers and I still need to reload them and still have to recover the user’s data and I still have to reinstall it, the entire cost equation of that is a waste.

“It’s completely wasted money,” Stewart told delegates. He said infections have become so common that most companies have learned to live with them.

Jadi kuncinya adalah pencegahan. Jika suatu sistem sulit untuk ditembus, maka virus akan sulit untuk bisa menyebar. Dan pada pembuat virus pun jadi kehilangan minat.

Dengan menggunakan Linux, kita sudah secara efektif memblokir berbagai macam virus / trojan / spyware. Kita jadi bisa bekerja dengan tenang tanpa perlu memusingkan soal virus lagi. Sangat menyenangkan bukan ?

DompetJebol.com

Ketika sedang memeriksa Kronologger.com, saya baru menyadari keberadaan sebuah link – DompetJebol.com ? Apa itu ?

Dari frontpage nya, DompetJebol.com adalah :

Layanan microblogging gratis yang berguna untuk mencatat data pengeluaran anda sehari – hari. Posting setiap pengeluaran anda dan lihat apa komentar orang lain.

Is this what I’ve been looking for years …..??

Sejak masih menggunakan Franklin REX PC, kemudian Psion 5mx, dilanjutkan dengan Nokia Communicator 9210, lalu Nokia Communicator 9500 dan kini Nokia E70 dan laptop saya; selalu berusaha untuk mencatat pengeluaran saya di PDA / smartphone / laptop saya.

Semua usaha ini selalu gagal, karena semua software yang saya temukan berbelit-belit dan/atau tidak praktis untuk digunakan dan/atau memiliki berbagai keanehan.
Akhirnya selalu mengandalkan ingatan saja. Namun, kadang jadinya ada yang terlupa untuk dicatat.

Bagaimana dengan DompetJebol.com ?

Posting / mencatat pengeluaran : melalui http://dompetjebol.com/m/posting.php, muncul halaman yang ringkas dan hemat bandwidth. Nyaman diakses dari handphone.

Kita memasukkan data-data yaitu (1) jumlah pengeluaran (2) kategori pengeluaran (3) keterangan, dan klik tombol “Posting”.
Yeesssssss! Super mudah & cepat :D

Rekap / laporan pengeluaran : cukup klik di link Journal-Ku

Maka kemudian akan muncul total pengeluaran selama ini, hari ini, dan bulan ini. Berikut dengan detail selengkapnya.
Dan tetap dalam format yang ringkas, sehingga cepat diakses dari handphone / pda.

That’s it ! Simple & to the point.

Saat ini DompetJebol.com sudah di bookmark di handphone saya :)

Mudah-mudahan nantinya bisa juga di update via sms, misal : “kron post DJ 250000 beli cemilan” ;)

Terimakasih sekali lagi kepada Kukuh untuk aplikasi web nya yang bisa membantu saya. Mungkin ada beberapa masukan kecil saja untuk DompetJebol.com :

(1) Tags : pada saat ini pengeluaran dipilah berdasarkan kategori yang sudah fixed. Mungkin bisa juga alternatifnya adalah berdasarkan tags, yang bisa di definisikan sendiri oleh masing2 pengguna

(2) JurnalKu : pada saat ini belum ada pilihan tampilan per Kategori (atau tags, jika nanti ada fasilitas tags). Yang sudah ada adalah total semua, total bulan ini, dan total hari ini.

Semoga situs ini bisa terus semakin sukses !

Open Source Software : Terbuka, jadinya tidak aman ?

Hampir pada setiap seminar open source saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Mulai dari yang lugas & tanpa basa-basi (halo Medan!), sampai yang menanyakan “udang di balik batu” dari gratisnya software Open Source :)
Salah satu yang paling berkesan adalah pertanyaan dari seorang peserta yang kebingungan : “kalau source code programnya dikasih, gimana datanya bisa aman?”

Para peserta kemudian mulai bergumam satu dengan lainnya. Mungkin mereka menganalogikan software seperti rumah, dan data seperti isi rumahnya ya. Kalau pintu rumahnya terbuka – bagaimana isi rumahnya mau aman ?

Dan pertanyaan ini bukan cuma muncul satu-dua kali. Salut sekali bisa ada banyak yang mampu berpikir kritis seperti ini. Mereka langsung bisa menyadari hal yang paradoks / bertolak belakang ini.
Kita perlu lebih banyak lagi orang-orang yang bisa berpikir – dan bukan cuma menelan mentah-mentah semua perkataan orang lain.

Saya ucapkan terimakasih untuk pertanyaan tersebut, dan kemudian mulai menjelaskan.

Dimulai dari fakta. Bahwa, beberapa software paling aman di dunia justru adalah yang open source.
Seperti OpenBSD, sistim operasi yang sangat terkenal dengan securitynya. OpenSSH, yang memungkinkan kita mengontrol server-server kita dari jarak jauh dengan sangat aman. Juga jangan lupa OpenSSL, yang memungkinkan jutaan transaksi elektronik setiap hari berjalan tanpa was-was.

Nampak beberapa wajah terkesiap di tengah hadirin. Aneh lho, softwarenya terbuka, tapi kok bisa tetap aman ya?

Saya tersenyum, dan kemudian melanjutkan dengan penjelasan dari fakta tersebut. Agak sulit, karena audiens saya awam / non-teknis, jadi saya musti mencoba jelaskan dengan sesederhana mungkin.
Nah, karena kebetulan audiens kali ini adalah kalangan akademis, jadi saya pakai analogi jurnal ilmiah.

Saya jelaskan, bahwa jurnal ilmiah yang bagus itu adalah yang ada peer review nya kan? Banyak kepala mengangguk, tapi masih bingung apa maksud saya dengan menyebutkan ini.
Jadi saya lanjutkan – bahwa software pun demikian. Jika banyak yang melakukan peer review terhadap software ybs; maka kualitasnya pun juga akan jadi bagus.
Dan, ini bisa terjadi pada software open source, karena source codenya tersedia.

Serempak ada terdengar nada “Oooh” dari hadirin :)

Berbagai software open source, terutama yang berurusan dengan soal enkripsi data / cryptography, di review dengan sangat ekstensif oleh para pakarnya. Algoritma cryptography yang bagus memang di desain agar walaupun algoritma dan softwarenya terpublikasi secara luas, namun datanya sendiri tetap aman.

Keterbukaan di open source juga menyebabkan satu fenomena menarik lainnya — jika ada ditemukan security hole, maka biasanya bisa ditutup dengan sangat cepat.
Ini karena semua orang bisa turut berkontribusi untuk membuatkan solusinya.

Berbeda sekali dengan software proprietary, dimana kita musti menunggu vendor ybs dulu untuk membuatkan solusinya. Sementara infrastruktur IT kita sedang diserang melalui security hole tersebut. Beberapa kali kejadian security holes di software proprietary belum juga di patch walaupun sudah diketahui keberadaannya selama bertahun-tahun.
Paling fatal kalau vendornya sudah tidak ada lagi (misalnya: bangkrut). Ya, tamatlah sudah, tidak ada lagi yang bisa menambal lubangnya :)

Belum lagi masalah trojan/spyware — pernah kejadian ada “bom” yang disisipkan di software proprietary oleh CIA. “Bom” software tersebut kemudian menyebabkan ledakan pada jaringan pipa gas di Siberia. Kekuatan ledakannya sangat dahsyat (3 kiloton) sampai terlihat dari luar angkasa dan terdeteksi oleh jaringan satelit badan intelijen Amerika sendiri. Mereka sendiri sempat terkecoh & bingung, mengira ada ledakan nuklir di Rusia — tapi kok tidak ada terdeteksi radiasi radioaktif? Ternyata sebetulnya bukan ledakan nuklir, tapi adalah hasil sabotase mereka sendiri :)

Pada software open source, karena source code nya tersedia, maka kita bisa melakukan audit untuk meyakinkan bahwa software yang diserahkan tidak ada sisipan “bom” di dalamnya.

Jadi kalau kita serius dengan soal keamanan, lebih selamat menggunakan berbagai solusi open source yang ada. Semoga bermanfaat.

Chickenstrip

This has been my favorite comic strip for quite awhile now :)

The name itself already got me – Chickenstrip. Pure hilarity. Also it’s among my favorite food :)
Then the comic itself, it can be both clever & funny at the same time – without trying too hard at it.

Some of the strips are locally/Indonesian-themed, but this is a minority. Most should be enjoyable by anyone who have been in touch with IT in some way.

Now if you’ll excuse me, I gotta do my chicken dance now :D

Spread the word ! Let’s make more people know about this brilliant comicstrip.

Lifestream @ sufehmi.com

Di zaman digital ini sangat mudah bagi kita untuk meninggalkan jejak di berbagai tempat. Blog, komentar blog, facebook, plurk, microblogs, mailing list, online forums, dan lain-lainnya. Ini amat menyenangkan, menemukan dunia yang sedemikian interaktif, instant – namun tidak hanya sesaat.

Karena jejak-jejak digital / lifestream ini terus tersimpan selama bertahun-tahun. Misalnya, saya masih bisa menemukan posting-posting pertama saya dalam b.Inggris, dan tentu saja b.Inggrisnya masih pada belepotan. Atau sisa-sisa ketersambungan saya dengan dunia BBS Indonesia, di milis seperti bemo-batavia dan lain-lainnya. Juga ada banyak di situs arsip seperti archive.org dan mail-archive.org

Nah, tapi sayangnya, memang jejak ini terpencar dimana-mana. Walaupun Google sangat banyak membantu untuk menemukannya, namun tetap tidak berhasil saya temukan semuanya. Di antara ratusan juta website di seluruh dunia, ada jejak-jejak saya yang terselip disana-sini.

Karena itu kemudian saya membuat situs Lifestream saya sendiri, yaitu lifestream.sufehmi.com

Situs ini mengumpulkan jejak-jejak digital saya di :

  1. Facebook : melalui jasa FriendFeed.com
  2. Kronologger.com : situs microblogging pertama di Indonesia. Biasanya saya kron via SMS.
  3. Plurk.com : melalui jasa baik FriendFeed.com lagi
  4. Komentar di berbagai blog : dilacak dengan bantuan dari CoComment.com

Situs Lifestreamnya sendiri menggunakan Wordpress Legacy, plus plugin Feedwordpress.

Plugin Feedwordpress akan “menyedot” feed RSS dari 4 sumber diatas. Dan lalu di posting di situs Lifestream saya yang berbasis Wordpress Legacy ini.

Hasilnya cukup menarik. Kini jejak-jejak saya jadi makin mudah ditemukan, karena terkumpul di satu tempat :)

Dulu saya sempat segan jika ingin berinteraksi di suatu tempat, karena tidak ingin kehilangan jejaknya. Kini, saya akan bisa selalu melacaknya kembali melalui Lifestream saya.

Sudahkah Anda mengumpulkan jejak-jejak digital Anda ?

Let’s lifestream !

NB: selagi menulis artikel ini, tidak sengaja menemukan posting jadul saya dulu di milis linux-aktivis.
OMG….. **umpetin muka di bawah bantal** :D

Saya menemukan juga paper saya mengenai eCommerce Indonesia, yang saya buat di tahun 2000

Menelusuri jejak digital / lifestream kita, memang menarik dan menyenangkan :)
Kini juga bisa dilakukan dengan cepat, tanpa membuang-buang waktu kita.

CDN vs Dedicated servers : cutting through the hypes

Several days ago I was having problems with my web infrastructure. It seems that it got overloaded. Traffic-wise, it should not; because (1) I got a caching reverse-proxy (squid) installed, and (2) 3 terabytes of traffic is still very well within its current capacity.

Of course, other factors may change this equation, for example, when you have database-intensive pages. In this case, even several requests per minute may already be enough to overload your servers.

Anyway, I notified the parties affected by this and started the troubleshooting process. Following the usual process of benchmarking, profiling, and optimization (BPO); soon I got all fingers pointing to squid. So tried several others, varnish, nginx, ncache; all failed – but this is for another post. This post is about hype and how even IT experts fell for it.

When doing the BPO process, I got in chat with several friends which are quite well-known as IT experts. Help is always welcome, so I followed through the discussions. The suggestions were rather strange though, but all was still well. Until one suggested me to move my infrastructure to a CDN (Content Delivery Network).

I almost snorted coffee through my nose :D
(I really should have it by IV drips to prevent this from happening again in the future, but anyway…)

A bit about CDN – it’s basically a network of servers all over the world, which hosts the same set of data. Then when a visitor requested the file, it will be served from the server closest to its location. So the visitor will be able to fetch the data with maximum speed.

That’s basically how a CDN works. There are variations, but this is the basic of it.

The problem with using CDN :

(1) CDN is for static contents : Facebook users probably have seen their browser’s status page showing lines such as “Loading static.ak.fbcdn.net”. That’s Facebook’s own CDN. Notice the first word at the beginning of the domain name? Yup, static.

There’s a reason why CDNs are for static contents. Static contents are easier to synchronize and deliver through the whole network. You can, indeed, synch and deliver dynamic contents through a CDN — but the level of complexity jumped by several magnitude at the instant. And so is the cost. Which brings us to the second reason,

(2) Cost : standard CDN will cost you at least 5x of your normal bandwidth costs.
SoftLayer.com brought a breakthrough in this case, where their CDN costs “only” twice the normal bandwidth.

However, it’s still 200% more expensive, and my web infrastructure hosts dynamic contents, which may change by the minute — so it’s absolutely out of the question.

If that friend is willing to foot the cost, then I’m willing to play with the CDN. It makes things more fun with none of the pain :)

Anyway, I’m still amazed at how even IT experts fell for hypes. I know CDN sounds cool & hip & sophisticated and so on, still, personally I prefer hard proof. Especially by proving any claim by myself.

But each to its own I guess. Just try not to misled others by spreading the hype too, okay?
Repeat after me – CDN is NOT a silver bullet. And as we all knew already, applying the wrong solution to a problem will just cause even more problems.

Regarding my problem, I solved it by moving squid’s cache to a different disk. Looks like the previous disk was defective. Including some further tweaks, the performance now almost doubled compared to before the trouble begun. Some of the websites fully loads in as little as 2 seconds. Not bad.

Performance-wise, it’s now alright. But my work still continue to further expand the capacity of my web infrastructure. For now, the customers are happy.

That’s what matters.

Linus Airways !




Linus Airways !

Originally uploaded by hsufehmi

Here’s something you don’t see everyday – apparently, there’s an airline named Linus. And it’s an Indonesian company. How cool is that ?

Linus Torvalds might chuckle if he finds out about this :)

Sorry for the quality of the shot – I was late to realize it, and had only very little time to took the shot. If you can’t see clearly – the Linus Airways banners are the middle and bottom ones.

Linus Airways FTW !

Kronologger.com

Akhirnya saya bisa posting ke http://sufehmi.kronologger.com dari handphone, via SMS. Ternyata, selama ini saya salah, belum mengirimkan sms “reg kron” ke 3689. Alamak…. maklum, newbie sms :)

Nahhh… sekarang sudah bisa, jadi saya bisa rutin posting di kron. Karena itu, maka saya pasang widget Kronologger saya di blog ini.
Sekarang sudah muncul di sebelah kanan di sidebar di blog ini.

Selain itu, widget Tunas Cendekia juga sudah saya munculkan kembali. Sebelumnya widget ini lenyap karena blog ini di upgrade Wordpress nya — ini uniknya hosting di Dreamhost.com, upgrade blog jadi mudah, tapi template blog kita kadang jadi polos kembali, he he.

Oke, kembali ke Kron !

Good website monitor?

I’m looking for a good website monitoring service. This service will quickly, and accurately, notify me when any of the monitored website is not responding / down.
Please freely give your recommendation if you happen to know one.

My requirements:

1. We can choose the monitoring station’s locations
2. Robust monitoring system : I do NOT want false alarm.
3. Easy to setup, then it’ll work with no further intervention
4. SMS notification
5. Good cost/benefit ratio : I can set up this kind of service myself – but why hassling myself if there’s someone else already providing it for less cost/hassle?

Before I used pingdom.com’s service, because I read rave reviews of it all over the Net. But, to my confusion, it consistently send me false alarms.

OK it’s understandable when the monitored server is on Indonesia, with less-than-ideal international links. However, to get 10 false alarm everyday on servers hosted on SoftLayer.com ?? Needless to say, I got tired of it pretty quickly.

Thank you.

Hati-hati Wordpress : gunakan Wordpress Legacy

Akhir-akhir ini ada berbagai situs Indonesia yang terkenal kena hack oleh para hacker, sepertinya dari luar negeri. Situsnya sendiri tetap muncul dan nampak seperti biasa. Namun, jika Anda menggunakan browser Firefox, maka akan muncul peringatan : “This is an Attack Site !”
Wah, ada apa ini ?

Ternyata setelah diteliti, situs-situs tersebut disisipi berbagai link, yang bisa menyebabkan komputer Anda kemasukan virus / trojan. Link-link tersebut disisipkan secara cukup rapi. Untungnya Firefox, dan Google, membantu memperingatkan. Sehingga akhirnya tindakan mereka tersebut jadi ketahuan.

Jadi ini adalah salah satu trend yang terus semakin meningkat — hacking website dengan tujuan untuk keuntungan finansial.
Software yang terpasang di komputer para pengunjung situs tersebut kemudian akan menghasilkan komisi / penghasilan bagi para hacker ybs.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa situs-situs yang terkena hack tersebut ternyata menggunakan Wordpress versi yang agak lama.
Tapi bagaimana ya, memang Wordpress itu sangat cepat di update. Baru saja kita upgrade, tiba-tiba sudah muncul kembali versi barunya. Bagaimana ya?

Ternyata ada solusinya yang cukup menarik. Automattic, perusahaan pembuat Wordpress, menyediakan juga versi stable (disebut “legacy”) dari software mereka. Ini meniru konsep Debian, dimana ada versi stable dan testing dari software tersebut. Nah, versi Wordpress terbaru adalah testing. Selalu berubah, selalu bertambah fiturnya. Tampilannya sangat menarik.
Memang menyenangkan. Namun, jika reputasi website kita jadi hancur karena kemudian kena hack, tentunya sayang sekali.

Wordpress Legacy dirawat oleh tim security Automattic selama 5 tahun, yaitu sampai tahun 2010. Selama 5 tahun itu, Wordpress Legacy tidak akan di update – kecuali untuk update security. Tentunya ini bagi sebagian orang sangat menarik sekali. Selama 5 tahun, kita bisa lebih fokus ke isi website kita, dan bukannya melakukan upgrade Wordpress selama berkali-kali.

Jadi, pertimbangkanlah untuk menggunakan Wordpress Legacy untuk situs Anda. Mudah-mudahan dengan demikian maka website Anda akan dapat terus berjalan dengan baik tanpa interupsi dari para rekan-rekan hacker :)

Gartner : 85 persen Perusahaan pakai Open Source

Just stating the obvious that we / FOSS activists have known for a while, anyway this will still very useful to inform people – Open Source sekarang sudah dipakai dimana-mana.

Pengalaman saya, Gartner itu cenderung menyatakan sesuatu yang sudah merupakan kelaziman (stating the obvious). Jarang mereka menyatakan tren-tren baru.
Jadi, sebetulnya ini (penggunaan Open Source sudah merata di mana-mana) sudah terjadi cukup lama.

Hari gini belum pakai Open Source ?
Rugi besar lho ;)

Berita selengkapnya : Gartner : 85 persen perusahaan pakai Open Source

BlankOn 4 telah dirilis !

Terlampir adalah press release dari rekan-rekan tim BlankOn.

Setiap kali di acara seminar saya menyebutkan BlankOn adalah salah satu karya anak bangsa ini, selalu membuat audiens tercengang. Mereka takjub ternyata Indonesia kini sudah mampu membuat sesuatu yang sedemikian canggihnya.

Terimakasih kepada kawan-kawan di BlankOn. Terus berkarya kawan, untuk bangsa & negara ini.

Jakarta, 15 November 2008.

Setelah dikembangkan dalam 6 bulan terakhir saat ini Tim BlankOn dengan ini
mengumumkan peluncuran versi rilis dari BlankOn 4.0 (Meuligoe), “Fajar baru
perangkat lunak legal dan kreatif, untuk dan oleh anak negeri
“.

BlankOn kali ini menggunakan kode nama Meuligoe (cara baca: meu-ligo) yang berasal dari bahasa Aceh, dalam rilis Meuligoe ini BlankOn menggunakan tema kebudayaan Aceh sebagai tampilan utamanya. Dalam rilis Meuligoe, BlankOn melakukan perubahan fundamental yang meliputi dibuatnya website pusat pengembangan BlankOn yang sebelumnya berada di Launchpad.net, penyegaran logo, warna dasar, pembuatan forum pengguna, dibangunnya gudang berkas iso harian, dikeluarkannya versi alternate dan Live CD secara bersama-sama.

Ahmad Haris seorang pengembang yang berlokasi di Aceh mengatakan, “Infrastruktur teknologi informasi yang dibangun di Aceh sangat mendukung sekali untuk mengembangkan open source. Belum lagi dengan adanya dukungan dari Kantor Dinas Dishubkomintel yang memberikan laboratorium komputernya untuk bisa dipakai komunitas linux disini. Tidak hanya itu saja, server-server di Kantor BPDE pun dikelola oleh pemerintah dengan dukungan komunitas.”.
Kemudian Ahmad Haris yang mengusulkan Aceh sebagai tema BlankOn 4.0 Meuligoe melanjutkan: “Dari situ saya memiliki wacana untuk mengusulkan kalau rilis BlankOn 4 menggunakan corak khas Aceh agar masyarakat disini bisa belajar dan familiar dengan BlankOn yang dari sananya dibuat untuk kebutuhan rakyat Indonesia dibidang komputer pada umumnya.”

Bersamaan dengan rilis ini juga BlankOn melakukan lomba ketangkasan dan keterampilan yang dinamakan dengan Tantangan BlankOn yang berhadiah total senilai 20 Juta, Tantangan ini di sponsori oleh Yayasan Air Putih dan YPLI yang di maksudkan untuk mengkaderisasi dan meningkatkan kualitas SDM pemuda dikarenakan target peserta tantangan BlankOn adalah Mahasiwa dan pelajar sehingga diharapkan pengembang BlankOn dapat melakukan regenerasi dan kaderisasi.

“BlankOn adalah karya kreatif anak negeri yang patut mendapat banyak dukungan dan dikembangkan, diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kesadaran tinggi untuk meningkatkan kualitas dunia TI di Indonesia” ujar Galuh salah satu anggota pengembang Blankon. “Saya malah membayangkan kalau suatu saat BlankOn bisa sangat dibutuhkan oleh orang Indonesia karena kemudahan dan keunikannya, mungkin suatu saat dunia kesehatan bakal memakai komputerisasi dengan sistem berbasis BlankOn untuk melakukan tindakan medis.” lanjut Galuh yang juga calon dokter dan satu-satu nya pengembang wanita di BlankOn Linux.

BlankOn 4.0 Meuligoe menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama yang digunakan pada antarmukanya dan diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi istilah-istilah bidang komputer pada Bahasa Indonesia yang selama ini dianggap aneh dan membingungkan.

== Catatan Rilis ==

Catatan Rilis BlankOn 4.0 Meuligoe ada di halaman:
http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/4/CatatanRilis

== Unduh BlankOn ==

BlankOn 4.0 (Meuligoe) dapat diunduh dari halaman Unduh pada situs www.BlankOnLinux.or.id, baik dari situs utama maupun dari situs cermin lainnya yang terdaftar pada halaman http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/4/Cermin

Atas nama Tim Pengembang BlankOn 4.0 Meuligoe: Muhammad Bayu a.k.a RameTux

=====================================================

== Kontak Pers ==

Silakan berkirim surat elektronik ke alamat pers@blankonlinux.or.id.

== Tentang YPLI ==

YPLI adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan perangkat lunak dan sumber daya manusia di bidang Linux, dan Perangkat Lunak Bebas/Terbuka (FOSS) di Indonesia.

== Tentang Ubuntu Indonesia ==

Komunitas Ubuntu Indonesia merupakan komunitas para pengguna Ubuntu yang dibentuk untuk membantu mempromosikan Ubuntu di Indonesia. Saat ini Komunitas Ubuntu Indonesia telah secara resmi diakui sebagai Ubuntu Local Community (LoCo) Team oleh Ubuntu.

Linux adalah merek dagang terdaftar milik Linus Torvalds. Ubuntu and Canonical adalah merek dagang terdaftar milik Canonical Ltd. Merek dagang dan hak cipta lain yang dirujuk catatan ini adalah kepunyaan masing-masing pemiliknya.

NB: Selengkapnya di http://blankonlinux.or.id/siaran-pers.html

==Tantangan BlankOn 2009==

Tantangan BlankOn adalah tantangan proyek BlankOn untuk mahasiswa dan pelajar Indonesia. Mahasiswa dan pelajar Indonesia yang berminat dapat menjadi peserta tantangan dan menyelesaikan tantangan dalam waktu 3 bulan. Akan ada imbalan berupa uang tunai bagi peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memerkenalkan Blankon ke kalangan pelajar dan mahasiswa sekaligus melibatkan mereka dalam pengembangannya. Nilai hadiah tidak menyerminkan tingkat kesulitan namun tingkat pentingnya tantangan tersebut namun hingga saat ini belum dapat dikerjakan sendiri oleh tim pengembang yang ada karena keterbatasan waktu dan tenaga.

Kecuali disyaratkan dalam masing-masing halaman tantangan, hasil pekerjaan asli (bukan patch atau karya turunan upstream) dilisensikan secara sukarela ke lisensi Perangkat Lunak Terbuka yang terdaftar di OSI atau Creative Commons (pilih antara CC-BY-SA atau CC-BY-ND).

Secara umum, tantangan dianggap berhasil dikerjakan apabila peserta dinilai mampu memenuhi 100% kriteria wajib dan 80% kriteria tambahan. Namun secara khusus tiap-tiap tantangan mungkin berbeda dalam kriteria penilaiannya, silakan kunjungi masing-masing halaman tantangan untuk lebih jelasnya. Penilaian dilakukan oleh para mentor.

Total imbalan yang disediakan adalah Rp 20.000.000 yang disponsori oleh Yayasan Air Putih. Tim BlankOn masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menambahkan total nilai imbalan. Dari nilai yang diberikan akan didistribusikan secara proporsional ke daftar tantangan yang tersedia di bawah ini. Tidak tertutup kemungkinan untuk mensponsori tantangan lain yang belum ada di daftar tantangan di
bawah.

Info lengkap:
http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/TantanganBlankOn/2009

Sukses, satu lagi telah terjerumus !

Beberapa waktu yang lalu, saya sedang menjadi pembicara di sebuah acara seminar tentang promosi/pengenalan/advokasi F/OSS (Free / Open Source Software). Di acara tersebut masih ada kekurangan satu pembicara lagi, yaitu untuk mendemokan desktop Linux. Tadinya saya pikir akan saya lewatkan saja. Namun, kemudian saya teringat kepada seorang kawan, yang sejak pindah ke Linux 6 bulan yang lalu selalu aktif mempromosikannya kepada semua orang.

Pada saat ini, tidak banyak orang yang mampu mempromosikan F/OSS secara efektif kepada masyarakat umum.
Aktifis F/OSS ada banyak, namun yang memiliki kemampuan presentasi, promosi & marketing masih cukup langka. Ini wajar, karena memang kebanyakan lebih fokus kepada soal teknis, dan banyak yang sangat pakar di soal ini. Saya pribadi tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.
Di lain pihak, kita membutuhkan lebih banyak lagi advokat F/OSS dengan kemampuan presentasi yang baik, untuk dapat lebih sukses dalam memperkenalkan F/OSS kepada masyarakat umum.

Nah, kebetulan kawan saya ini kemampuan presentasinya cukup impresif, kebetulan sehari sebelumnya saya baru presentasi bersama ybs. Jadi saya kepikiran, hmmmm… mari kita jerumuskan beliau menjadi presenter F/OSS juga, ha ha ha :D

Pada saat itu pukul 09:00 kalau tidak salah, saya telpon dan minta beliau siap presentasi pada pukul 10:45. Sudah siap ditolak sih, lha mendadak begitu. Tapi usaha dulu ah.
Eh, ternyata disetujui :D   jadi saya jelaskan bahwa saya minta beliau mempresentasikan desktop Linux + Compiz Fusion kepada audiens. Confirmed, lalu saya kirimkan alamat lokasi seminar via SMS kepada beliau.

Sekitar pukul 10:45 presentasinya dimulai. Compiz Fusion langsung muncul dan didemonstrasikan. Cukup banyak mata yang terbelalak :D
Seperti yang saya tebak, presentasinya berjalan dengan sangat baik :

1. Suara yang jelas didengar : berbeda dengan saya, yang suaranya cenderung bass & mendem. Suara beliau ini cukup lantang dan mudah didengar oleh audiens walaupun tanpa menggunakan microphone

2. Interaktif : peserta dipersilahkan untuk menginterupsi jika ada pertanyaan. Komunikasi 2 arah selalu jauh lebih menarik daripada komunikasi 1 arah.

3. Fokus ke topik yang menarik bagi pemirsa : Ini adalah hal yang paling penting.
Beberapa kali saya menyaksikan presentasi F/OSS tentang sejarah Linux dari awal, perbedaan Gnome dengan KDE, dan diskusi soal teknis lainnya — pada audiens awam !
Tidak heran jika kemudian audiens mulai jatuh tertidur satu persatu.

Riyogarta berhasil mempresentasikan hal-hal yang menarik bagi pemirsanya. Cukup banyak celetukan dan komentar yang muncul, dan jelas nampak ketertarikan audiens kepada topik yang dipresentasikannya.

4. Humor : manusia adalah manusia, bukan mesin. Sekali-sekali selipkan humor disana sini, untuk menghidupkan suasana. Saya akui, ini adalah salah satu poin kelemahan saya pribadi, he he

Saya tersenyum pada akhir presentasi, melihat bagaimana animo peserta menjadi tinggi. Ini akan memudahkan pekerjaan saya, sebagai presenter di sesi berikutnya  :D   ha ha

Seusai presentasi, saya mengucapkan terimakasih kepada Riyogarta, dan bertanya bagaimana kesannya memberikan presentasi mengenai F/OSS yang untuk pertama kalinya ini ? Dijawab, “Ry, itu Compiz Fusion gue sebetulnya lagi error ! Efek Zoom nya kagak nongol !“.

Bwahaha… kami tertawa terbahak-bahak bersama-sama. Yang jelas, tidak kelihatan sama sekali kekuatirannya pada saat presentasi tersebut. Satu lagi hal yang penting untuk dikuasai oleh seorang presentar — jangan sampai presentasi terganggu karena suatu masalah. Alihkan perhatian pemirsa ke soal lainnya yang masih relevan.

Jadi saya langsung tembak sekali lagi, “Gimana, jadi nanti kalau ada lagi boleh dong kita minta tolong lagi jadi presenter?”, yang dijawab, “wah mau banget deh. Demen banget gue nih, he he”.

Alhamdulillah :) satu orang lagi telah berhasil saya jerumuskan menjadi presenter dan promoter F/OSS :)

Thanks pak Riyo untuk bantuannya pada hari tersebut.
Sesi saya berjalan dengan sangat sukses berkat bantuan Anda di sesi sebelumnya – diskusi dan pertanyaan berseliweran dengan sangat intens, sampai MC terpaksa menghentikan acara karena sudah melampaui batas waktu :D

OK, siapa lagi yang mau saya jerumuskan juga? Silahkan langsung komentar saja yaa.
He he he…. ;)

Seminar : Open Source untuk Industri Media

Hari ini AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) mengadakan acara seminar dengan judul “Open Source untuk Industri Media”.

Seminar ini berlokasi di JCC, board room 6, pada pukul 13:00 s/d 15:30, tanggal 12 November 2008.

Jika Anda aktif di bidang media, baik konvensional maupun online, silahkan bisa hadir di acara ini untuk menemukan bagaimana Open Source bisa membantu media Anda.

Pembicaranya adalah Betti Alisjahbana dan Mario Alisjahbana. Mario Alisjahbana adalah Presiden Direktur PT Dian Rakyat dan PinPoint Publications. Betti Alisjahbana adalah Presiden Direktur IBM Indonesia selama 8 tahun, sebelum keluar untuk mendirikan Quantum Business International.

Semoga bermanfaat.

Selamat ulang tahun ke 25, GNU & Free Software (software bebas) !

OK ini memang telat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :)

Pada tanggal 2 September, 25 tahun yang lalu, Richard Stallman memulai gerakan Free Software (software bebas – bukan software gratisan). Dulu hanya mempengaruhi komunitas developer, ternyata, sejalan dengan semakin meratanya penggunaan komputer di segala aspek kehidupan, kini Free Software telah semakin dikenal oleh masyarakat umum.

Termasuk oleh Stephen Fry, aktor Inggris yang terkenal dengan perannya di film-film sukses seperti “A fish called Wanda” dan “V for Vendetta”. Perannya di “V for Vendetta” cukup terkenal – disitu dia tewas dihukum mati oleh rezim diktator karena nekat menyimpan sebuah karya literatur terlarang di zaman tersebut, yaitu Al-Quran :D
Cukup unik (and, at the same time; weird, amused, amazed) mendengar bagaimana karakternya di film tersebut, Gordon Dietrich, yang homoseksual, memuja Quran (this is the second time I’ve encountered such thing) karena “bahasanya yang indah”. Dan dia lebih memilih tewas daripada mengorbankan kebebasannya (untuk menghargai semua hal yang dilarang oleh rezim tersebut).

Hadiah dari Stephen Fry adalah sebuah video khusus yang merayakan hari ulang tahun Free Software yang ke 25. Pada video tersebut, Stephen menjelaskan tentang Free Software & GNU dalam bahasa yang sangat mudah dipahami. Cukup mencengangkan melihat orang tua yang lucu ini (Stephen Fry terkenal sebagai komedian di Inggris) ternyata memahami berbagai konsep dan filosofi dibalik gerakan Free Software. This guy is truly awesome.

Dan dia ternyata merasa tergerak untuk turut mempromosikan soal Free Software ini kepada masyarakat luas.
Saya jadinya tergerak juga untuk menyebarkan video yang unik ini kepada masyarakat kita :D

Silahkan video Ulang Tahun 25 GNU bisa Anda download dari sini (7 MB)

Jika Anda menggunakan video player yang mendukung subtitle, seperti V L C, silahkan download subtitle Bahasa Indonesia disini. (8 kb)

Versi lainnya :

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Medium Quality ] (21 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU High Quality ] (33 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Best Quality ] (125 MB)

File video ini adalah dalam format Ogg, yaitu format video yang, tentu saja, bebas tersedia untuk siapa saja. Tanpa batasan apapun.
Panduan untuk setup driver/codec untuk format video Ogg ini bisa dibaca disini.

Selamat menikmati, dan, selamat ulang tahun 25 untuk GNU & Free Software !

Welcome : Pesta Blogger 2008 !

Kabar gembira, pada hari ini Pesta Blogger 2008 telah resmi diumumkan. Akhirnya, acara yang sudah lama saya tunggu-tunggu ini sebentar lagi bisa kita nikmati bersama :D

Detail selengkapnya :

Nama Acara : Pesta Blogger 2008
Tema Acara : “Blogging for Society”

Tanggal : 22 November 2008
Lokasi : Gedung BPPT II, Lantai 3, Jl. MH Thamrin no. 8, Jakarta (seberang Hotel Sari Pan Pacific)

Pendaftaran : Saya belum tahu bagaimana caranya. Coba kita ganggu pak Ong :)

Sampai jumpa di acara ini !

Jonathan Schwartz : Open-Source Business Strategy

Now here’s something you don’t see every day – an article about business strategy utilizing open-source, written in clear and no non-sense language. Very easy to understand.

In summary; he recognizes the value of the community behind the open-source movement. He realized that with open-source, it may not be a quick sell. But within several years later, people will be coming at you in droves.

Understandably, this is not something that’s easy to be grasped by average company executives. But Schwartz realized this years ago, and able to explain it in ways that makes it easy to understand.
If you’re in IT business, do NOT miss this article.

Quoted :

All of which is to say – no amount of fear can stop the rise of free media, or free software (they are the same, after all).

The community is vastly more innovative and powerful than a single company.

And you will never turn back the clock on elementary school students and developing economies and aid agencies and fledgling universities – or the Fortune 500 – that have found value in the wisdom of the open source community.

Open standards and open source software are literally changing the face of the planet – creating opportunity wherever the network can reach.

I’m also starting to like this guy.
When his business was threatened by the competitions from open-source camp, he didn’t litigate. He didn’t choose the (seemingly, easy & safe choice). He choose to innovate.

And he’s reaping the benefit now. Even at the times of this financial crisis.

Well done Schwartz. Here’s hoping to the continued success of Sun in the future.

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Homeschooling Indonesia lead retrieval trade show registration