define( 'WPCACHEHOME', '/home/hsufehmi/harry.sufehmi.com/wp-content/plugins/wp-super-cache/' ); //Added by WP-Cache Manager harry.sufehmi.com » 2008 » July » 24

Archive for July 24th, 2008

Cara Mudah BBM Murah

Tahukah Anda bahwa ada cara mudah & GRATIS (tidak perlu membeli alat apapun) untuk membuat BBM menjadi murah ?

Bagi para pengguna kendaraan pribadi, mahalnya BBM cukup terasa signifikan. Bahkan bagi pengendara motor sekalipun – ada staf kami yang mengeluh karena biaya BBM motornya menghabiskan 10% dari gaji bulanannya.

Bersamaan dengan masalah ini, ada banyak oportunis yang berusaha mengail di air keruh. Mereka menjanjikan hasil selangit – asalkan Anda membayar mereka untuk membeli alat / produk dari mereka. Kabar buruknya; banyak produk tersebut yang penghematannya tidak seimbang dengan biaya yang sudah Anda keluarkan.
Jadi, bagaimana solusinya ?

Sebetulnya solusinya cukup mudah, dan dengan hasil yang sangat signifikan :

  • Penggunaan BBM menjadi lebih hemat
  • Jarak jangkau kendaraan menjadi lebih jauh dengan uang yang sama / lebih sedikit
  • Polusi udara menjadi berkurang

Berikut ini adalah 2 tips yang dapat membantu Anda menghemat BBM dengan hasil yang paling signifikan.

Hindari akselerasi & rem mendadak

Akselerasi & rem / berhenti secara mendadak sangat boros / membuang BBM secara percuma, dan juga bisa mempercepat usang berbagai komponen mobil Anda.

Pada akselerasi mendadak, yaitu menekan pedal gas dengan dalam, pembakaran BBM terjadi dengan tidak sempurna. Ada banyak sekali BBM yang jadi terbuang percuma karenanya, dengan hanya memberikan sedikit penambahan akselerasi.
Pembakaran BBM yang tidak sempurna juga cenderung menghasilkan polusi yang lebih banyak.

Kenali kemampuan mesin mobil Anda. Biasakan untuk menekan pedal gas secara ringan saja, sekedar batas akselerasi normal mesin mobilnya.

Dengan demikian, maka pembakaran BBM bisa menjadi lebih menyeluruh, dan bisa jauh lebih banyak BBM yang berubah secara sempurna menjadi energi untuk menggerakkan mobil.

Tentang rem / berhenti mendadak, kerugiannya 2 kali lipat, yaitu :

  1. Komponen-komponen rem & ban menjadi lebih cepat usang
  2. BBM yang sudah dikonversi menjadi energi kinetik / laju mobil langsung lenyap dalam seketika begitu saja

Biasakan berhenti secara perlahan. Idealnya, Anda cukup melepaskan pedal gas, dimana laju mobil otomatis akan berkurang sendiri secara alamiah karena berbagai hal (friksi di mesin, di jalan, gravitasi, dst). Tekan rem untuk berhenti total saja.

Tentu saja ini harus dilakukan secara baik, jangan sampai malah jadi membahayakan Anda maupun pengendara lainnya :)

Kita bisa menghindari berhenti mendadak dengan mempraktekkan gaya mengemudi defensive driving. Cara mengemudi ini, secara ringkas, tidak hanya memperhatikan kendaraan Anda sendiri – namun juga awas dengan lingkungan sekitar dan memungkinkan Anda mampu untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan bahaya.

Mungkin saja Anda sudah mengemudi secara aman – tapi bagaimana dengan pengendara lainnya ? Bagi Anda yang berada di Jakarta, tentu Anda sudah tahu bahwa mengemudi dengan aman bukan jaminan bebas dari kecelakaan. Saya sendiri dalam 3 minggu ini saja sudah **di** tabrak 2 kali. Sayangnya kejadian tersebut terjadi pada saat saya berhenti, sehingga tidak bisa dielakkan dengan teknik defensive driving. Tapi pada banyak kesempatan lainnya saya alhamdulillah berhasil selamat dari kecelakaan berkat teknik ini, dan juga sudah menghemat banyak uang karena jadi jarang berhenti mendadak.

Salah satu artikel berisi tips-tips praktis defensive driving bisa dibaca di blog ini. Kalau ada yang lebih jelas & lengkap, silahkan kabarkan kita semua ya.

Jaga agar RPM selalu dibawah angka 2

Ini ternyata adalah salah satu dosa terbesar saya sebelumnya – sering sekali saya memaksa mesin mobil bekerja sampai RPM 4 atau 5. Berarti sekitar 4000 atau 5000 rotasi per menit.

Sebetulnya ini tidak perlu, dan amat boros BBM.

Setelah saya coba, kita bisa tetap mendapatkan performa yang cukup nyaman dari mobil tanpa perlu melewati RPM 2.

Jadi, pastikan & biasakan untuk ganti persneling sebelum RPM mesin melewati angka 2.

Pada beberapa mobil dengan persneling otomatis – seperti Honda Jazz, ini adalah setting standar. Namun beberapa mobil otomatis lainnya kadang baru akan pindah gigi pada RPM yang lebih tinggi, sehingga cenderung lebih boros BBM. Jika demikian halnya, coba tanya ke dealer mobil ybs, dan minta agar disetting ulang.

Jika kita bisa melakukan ini, maka akan segera nampak bahwa konsumsi BBM kendaraan kita menjadi turun secara cukup drastis.

Pada mobil Honda Jazz, ini berarti kecepatan maksimal sekitar 80 – 90 km/jam. Ini sudah cukup cepat, dan tetap hemat BBM.

Itu saja ??

Ya, cukup itu saja :)
Walaupun ada banyak trik-trik lainnya, namun 2 tips tersebut adalah yang paling signifikan menghemat BBM.

Pada kasus saya, mileage / jarak tempuh mobil saya setelah pengisian BBM meningkat drastis, dari 300 km menjadi 400 km !

Jadinya bagi saya serasa seperti BBM tidak naik :) karena pengeluaran saya untuk BBM per kilometernya tetap sama saja. Sungguh menyenangkan.

Padahal, ini masih belum hemat betul. Kadang saya masih tergoda untuk menggeber mesin mobil melebihi RPM 2, he he

Kalau betul-betul dijaga, saya yakin satu kali isi bensin bisa cukup untuk menjelajah sampai sekitar 450 km. Ini target saya berikutnya.

Bagaimana dengan Anda? Seberapa besar penghematan yang bisa Anda capai dengan kedua tips ini ? Yuk coba kalahkan saya sejauh-jauhnya. Buatlah saya menjadi iri berat dengan prestasi Anda :)

Tips-tips lainnya

OK, sebetulnya masih ada banyak trik-trik lainnya. Namun, hasilnya tidak sebesar seperti 2 trik yang saya sampaikan sebelumnya.

Beberapa diantaranya :

  • Menjaga filter oli tetap bersih : terutama bagi mesin diesel. Filter oli yang kotor dapat menurunkan performa mesin, membuat boros BBM, dan menghasilkan lebih banyak polusi.
  • Mengisi ban dengan CO2 (karbon dioksida) : Ini yang dilakukan oleh mobil-mobil Formula 1.
    Bukan dengan Nitrogen :) (saya agak bingung kenapa banyak bengkel yang menyediakan ini – padahal udara yang kita hirup saja sudah 80% terdiri dari nitrogen !)
  • Car sharing : dengan berbagi tempat di kendaraan kita untuk orang lain, maka kita telah membantu mengurangi konsumsi BBM global. Syukur-syukur malah seperti yang dialami oleh kakak ipar saya – para penumpangnya turut urunan uang bensinnya, sehingga pengeluaran BBM nya jadi berkurang.
  • Naik sepeda : Zero BBM :) sejak sekitar tahun 2002 di Inggris saya sudah biasa bersepeda sampai ke kantor. Sangat menyenangkan, karena ada jalur sepeda di kanal-kanal Birmingham. Jadi kita bisa menghindari dari jalan raya, dan bisa bersepeda dengan tenang sambil menikmati pemandangan indah di sepanjang kanal tersebut. Rute yang saya jalani biasanya adalah Pipe bridge (dekat stadiun Aston Villa / rumah) sampai ke Farmer’s Bridge no: 9 (Central Birmingham).

    Badan sehat, dan biaya hemat. Sayang tidak bisa saya lakukan di Jakarta, karena saya alergi debu :(
    Tapi kalau Anda sanggup, maka ini jelas adalah pilihan yang cukup menarik.

  • Jaga tekanan angin di ban : Terlalu rendah, maka Anda membuang BBM secara percuma. Terlalu tinggi, maka kendaraan Anda jadi mudah slip. Dan pada kedua kasus tersebut sama-sama akan merusak ban lebih cepat.

Anda punya trik-trik lainnya ? Silahkan sharing juga dengan kita ya.

Terimakasih.

            








SEObox: Web Hosting Murah Unlimited Komik Indonesia Homeschooling Indonesia