Monthly Archives: April 2008

Operasi gratis

Saya mendapat informasi ini dari milis internal ISNET :

Sehubungan dengan HUT ke-40 Pusat Rehabilitasi Departemen Pertahanan, maka akan diadakan operasi / bedah gratis untuk umum, pada:

Hari / tgl : Sabtu & Minggu, 5 & 6 Juli 2008
Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusrehab Dephan, Jl. RC. Veteran No. 178 Bintaro, Jakarta Selatan
Untuk penyakit-penyakit : – Katarak. – Bibir sumbing. – Tumor kecil. – Hernia.

Pendaftaran calon pasien dapat dilakukan di bagian pendaftaran RS Dr. Suyoto. Pendaftaran sebaiknya dilakukan secepatnya, dikarenakan akan ada pemeriksaan kesehatan untuk menentukan apakah layak untuk ikut program ini atau tidak.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021 – 7342012

nb : maaf saya relay juga via Planet Terasi, karena potensi manfaatnya. Tolong sampaikan kepada yang membutuhkannya.

I’m back

Setelah sekeluarga nyaris semuanya kompak sakit sejak minggu lalu (sampai pembantu saya juga ikutan KO — dan pembantu-pembantu lainnya yang menjenguk dia, halah 😀 ), sekarang badan saya sudah mulai agak kuat untuk diajak beraktivitas.

Oh ya, penyakitnya agak lucu, “cuma” batuk, tapi bisa membuat semuanya demam tinggi. Mungkin ada infeksi tenggorokan juga.

Apa saja yang terlewat oleh saya ?
[ 1 ] World Book Day 2008 🙁
[ 2 ] Kopdar Blogger @ Front Row 🙁

Alhamdulillah pacar saya tidak kena, dan jadi sibuk menjadi perawat dadakan untuk 5 orang yang KO berat dan cuma bisa tiduran seharian. Thanks sayang, sekarang kita semua sudah bisa mulai aktif kembali. 🙂

OK… back to work **lirik tumpukan pekerjaan** … whoa ! 😀 *uhuk*

Firefox shortcuts

Salah satu hal yang menyenangkan dalam menggunakan Firefox adalah kelebihannya dari segi accessibility — Anda bisa dengan mudah menggunakannya baik dengan mouse maupun keyboard.
Ada banyak shortcut keyboard maupun mouse di Firefox, sehingga Anda bisa browsing dengan nyaman dengan menggunakan browser ini.

Beberapa yang biasa saya gunakan adalah sbb :

  • Ctrl-T : buka tab baru
  • Ctrl-W : tutup tab
  • Ctrl-PgUp/PgDn : pindah ke tab sebelum/sesudah
  • Alt-D : memindahkan cursor ke address bar, lalu langsung ketik URL yang ingin Anda buka
  • Ctrl-T lalu Tab : membuka tab baru, dan memindahkan cursor ke search bar. Ketikkan keyword yang ingin Anda cari, tekan Enter, dan langsung dapatkan hasilnya
  • Ctrl-[left click] : membuka link di tab baru, di background (tab yang sedang aktif tidak berubah)
  • Ctrl-Shift-[left click] : membuka link di tab baru, dan tampilkan tab baru tersebut
  • Ctrl-F : membuka search bar, ketik keyword yang ingin Anda cari dan tekan Enter. Untuk menemukan yang berikutnya, tekan Alt-N
  • Ctrl-F5 : hard reload — memaksa Firefox untuk reload ulang halaman ybs dari server, bypass cache. Kalau Anda berkali-kali menekan tombol reload tapi yang muncul masih halaman yang lama, coba tombol ini, pasti akan berhasil memaksa server membuat ulang halaman tsb.
  • Alt-[kiri /kanan] : Back / Forward
  • Ctrl-[mouse wheel] : mengubah ukuran huruf / font dari website ybs
  • F7 : membuat kursor muncul di halaman ybs, dan memungkinkan kita untuk memilih teks dengan menekan tombol Shift-[panah]. Tekan F7 lagi untuk menghilangkan kursor.
  • Tab : pindah dari field yang ada ke field yang lain

Semoga membantu Anda untuk semakin produktif dalam menggunakan browser yang canggih ini.

Games @ Linux

Secara pribadi, games kini bukan masalah lagi di Linux. Ada sangat banyak pilihan game berbasis Flash di Internet. Banyak yang kualitasnya bahkan lebih bagus daripada game yang berbayar !
Walaupun mungkin gambarnya tidak terlalu bagus, tapi dari segi gameplay, sangat banyak game Flash yang jauh lebih superior.

Edit : Berikut ini adalah beberapa situs game Flash yang bisa Anda coba :
(1) Kongregate.com
(2) Games.co.id

Anyway, tentu saja masih ada yang mencari software game di Linux. Sekarang ternyata zaman sudah sangat berubah. Dulu Linux biasa saya gunakan hanya untuk bekerja atau untuk menjalankan komputer server, ternyata kini sudah sangat banyak games berkualitas bagus yang bisa dijalankan di Linux.

Chris telah mencantumkan dan mereview 25 games paling bagus yang berjalan di Linux. Wah, bagus-bagus euy 🙂
Dan daftar tersebut semakin lengkap dengan informasi-informasi tambahan di komentar para pengunjung.

Masih ada game Windows yang ingin Anda mainkan di Linux ? Tidak masalah, pasang saja PlayOnLinux.
Gitu aja kok repot 🙂

OK, kembali ke… laptop Village Defense !

Dijodohkan? Siapa takut!

Beberapa waktu yang lalu saya beruntung bisa menghadiri acara pernikahan 2 kawan saya. Mempelai pria nya ganteng, sukses dalam bisnis. Mempelai wanita nya cantik & pintar. Kedua-duanya shalih baik agama maupun akhlaknya, dan juga masih muda (20-an tahun). Dan, mereka pada awalnya dijodohkan.

“Dijodohkan” bukannya kawin paksa lho 🙂 , tapi dibantu bertemu pertama kalinya oleh kedua orang tua mereka.
Ini sangat menarik, di tengah stigma buruk perjodohan, kedua insan, yang secara logika tidak akan kesulitan menemukan peminat dari lawan jenisnya, justru memilih jalur ini.

Ada beberapa kelebihan proses perjodohan dari pacaran biasa :

[ 1 ] Tujuannya jelas : bukan cuma sekedar “random encounter”, namun adalah perkenalan dengan lawan jenis yang sesuai dengan kriterianya.

[ 2 ] Pilihan yang lebih banyak : para orang tua kita (atau mak comblang lainnya) biasanya sudah memiliki jaringan yang jauh lebih luas daripada kita. Nah, karena itu mereka juga punya pilihan yang jauh lebih banyak.
Dimana kita mungkin sehari-hari hanya bolak-balik dari rumah ke kantor, sehingga lingkaran jaringan kita pun sangat terbatas.

[ 3 ] Obyektif : jika orang tua kita bijak, ditambah dengan pengalaman hidup mereka yang jauh lebih kaya daripada kita, maka kans kita untuk mendapatkan calon pasangan yang baik dari mereka menjadi meningkat secara drastis.

Pada para pasangan yang pacaran, penilaian kepada calonnya tentu cenderung bias / baik saja. “Pacar gue”, gitu lho, masak ada cacatnya sih 🙂
Buntutnya tentu bisa berbahaya, sedangkan sesal kemudian tidak berguna.

[ 4 ] Aman : dengan memanfaatkan jaringan & pengalaman mereka, maka biasanya orang tua lebih mampu untuk membantu menemukan calon pasangan yang reliabel bagi kita. Mereka bisa lebih mudah melakukan crosscheck dengan banyak pihak.
Bandingkan jika kita pacaran dengan seseorang yang tidak kita ketahui sebelumnya, ditambah dengan kesibukan kita sehari-hari, mungkin kita akan sulit untuk menilai & memeriksa latar belakang dari calon pasangan tersebut.

Alhamdulillah dengan perjodohan dari kedua orang tua, maka kedua insan yang ideal ini bisa bertemu dan saling kenal, dan kemudian berlanjut ke panggung pelaminan. Doa saya untuk kedua mempelai agar mereka berdua dapat hidup berbahagia sepanjang hayat mereka, amin.

So, dijodohkan? Siapa takut !

Bacaan terkait :
[ Buruan nikahi gue]

Obama: the honest, Hillary: the thief

Obama proved (among others) that you can be ethical **and** be successful. A member of Dailykos (Borell) tried to donate to Obama, but got his donation politely refused because he’s a member of a (even just non-profit) lobbying organization.

The Obama Campaign will refuse money from donator who’s linked in anyway to a lobbying organization. This fact should be highlighted MUCH more often, because the lobbyist are among the reasons that America (and the world) is in such a state of wreck today.

Among the powerful (and destructive) lobbyist are AIPAC (siphoning US taxpayers money to Israel, causing worldwide unrest), lobbyist for various energy companies (who in turn causes destructions all over the world), and many others.

The Hillary Clinton campaign, in reverse, will accept any donation, and will even steal them. Borell’s wife tried to cancel her automatic debit donation, but it’s still taken from her after these months.
Along with Hillary’s other dishonesties (sniper fire anyone?), I won’t be voting her if I’m an American.

Need more people like Obama in the governments. Here’s one rooting for you, Obama !

Empowered by Open Source : problem? no problem!

I was reading my post on OpenOffice 2.4 installation problem, when it occured to me that people may mistake the post as a complain. That’s not the case actually, in reality I was very happy to be able to find the solution. This context may be lost in that post though, since it’s a technical explanation on solving a problem.

Personally, I think if I stumbled on that problem with a proprietary software, I may not be able to enjoy the solution so soon. Since OpenOffice is licensed as free software (open source), I was free & empowered to :

[ 1 ] Ability to find the explanation from the source itself.
This is simply not possible with proprietary software. Even if you have support contract, you may have to go through layers of it support structure (first line, second line, and so on) before you’ll be able to talk with someone who understand the problem.

With access to the source, I was able to solve the problem myself.

[ 2 ] Enjoy clean code, easy to look through
Mucking through the source code may seem scary at first. And the code is in Java, which I’m not proficient at.

But to my joy, the source code was very clean, clear, and quite easy to read.
It took me very little time to spot the relevant code to my problem, which enable me to devise the solution.

[ 3 ] Ability to share (the solution)
Since the software itself is free, we are also free to publish the solution to the problem.

This is not always the case with proprietary software.
Example; say you’re using a disassembler to reverse-engineer a proprietary software, so you can look at its source code. This in itself is already a violation of law.
And if you managed to find the solution, don’t publish it. It’s just like telling everyone “hey, I just broke the law here!”

With free / open source software, we can share our experiences freely. No fear of litigation, like what already happened to several bloggers with proprietary software vendors.

A bit about me – I started my career as expert in various proprietary software. I used to own many accreditations – Cisco’s CCNA, Novell’s CNA. I was even a certified Microsoft Professional on Active Directory 🙂 that was quite easy to be honest, I was able to pass one of the exam even when I had bad flu (read: blurring vision, running nose, bad case of headache).

As with any other job, I encountered many problems, which require me to solve. However, I have limited access to these tools. I can only do & hack so much.
In the end, I was blamed for problems which are impossible to resolve (eg: because the vendor refuses to fix it, etc), the company loses money, the customers got the share of the problem as well.
This is not acceptable.

So when I returned to Indonesia, I decided it’s time for a change.
I became an open source practitioner.

Now I have freedom on my hands, I’m free to hack as I wishes.
And my customers are enjoying it too as the result. Just a few days ago we installed a VPN appliance based on open source technologies on a big telco company. The appliance was customized to single sign-on to a directory server we previously setup, and provide VPN tunnel to its users secured with very strong 2048-bit encryption.
And the way it’s setup, it’s resilient, have high availability, require zero maintenance – just runs.

That’s the power of open source. That’s the power of freedom.

Free / open source software empowers us. It’s as simple as that.
Enjoy !

The Future : Open Source HARDWARE

We owe a lot of the latest advancements of IT to the open source movement. There’s no question now that without open source software, we would be so much backwards, and various computer-based enhancements would not be as widely spread & used in our daily lives as today.
Because open source software are free from various limitations (legal, secrecy, etc), it can be used in more places and more situation than the proprietary ones.

So what’s next ? Actually, or ideally, this should be the predecessor to the open source software movement, but I guess, as always, better late than never — open source hardware. Let’s welcome it together.
There are not too many of it at the moment (especially when compared to its software-based ones), but as the concept spreads, expect more to show up.

Personally, I was first attracted to Open Hardware because of the OpenBIOS project. BIOS is the small chip which boots up your computer. But back in the DOS era, you’ll also need it to access various hardware in your computer.
With proprietary BIOS, it was quite unpleasant. Some BIOS are unstable. Some are low performance, dragging the whole computer with it. And when you need it (for your software to perform), it’s a royal pain.

OpenBIOS enable bios to be robust, stable, (screaming) fast (can you say “my cluster boots in 3 seconds” in three seconds ?).
It single-handedly confirmed the need for & benefit of open source hardware.

More and more people are working on various open hardware projects. But the one most interesting today is the RepRap 3D printer.

A 3D printer by itself is already a very interesting stuff. Since these printers prints in 3D, not 2D, the results can be, well, anything.
Then there’s this feature where RepRap (REPlicating RApid Prototyper) can replicate / create itself. No kidding.
AND the hardware is open source. Way too cool.

I want one ! (too predictable 🙂 )

And we can expect more on this topic. OScar, OScav, OSGV, and several others are all projects aiming to create open source car. Yes, car. Those 4 wheeled vehicles 🙂
For the disabled, there’s OpenProsthetics.org.
Fancy yourself a robot? Here’s an open source one, Leaf.
And if you’re looking for world domination, OpenStim and their open source brain stimulator might fit the bill.

Looks like it will be big pretty soon. And when it does, we will benefit from it as well.
Kudos to them all.

Further reading : [ Open source hardware @ Wikipedia ]

SOLVED: problem installing OpenOffice 2.4

If you already have OpenOffice 2.x.x installed, you may have problems installing version 2.4. You may got one of the following message when you executed OOo 2.4’s setup :

An older product is installed
— or —
Same product is installed

Searching on Google revealed almost nothing – but I did find the source code for OOo 2.4’s installer. So I checked it out.

Apparently, here’s OOo 2.4’s installer default behaviour when it encountered existing installation :
(quoted directly from the source code)

// Checking version of installed package:
// If installed package is older: Force update mode, no selection of packages
// If installed package is equal: Force maintenance mode, only selection of packages
// If installed package is newer: Abort installation with message

That’s definitely not sane decisions. There’s no choice to uninstall previous version, for example.

So I’ll have to uninstall the existing installation manually. Question is, how ?

I looked around the source code again, shortly I found this.

So the installation details are in RPM’s database. We can uninstall existing installation via RPM.

To find out existing installation, type rpm -q -a

There are quite a lot of packages installed by existing OpenOffice. Copy the output from the command above, paste into your favorite text editor, and make it into these :

rpm -e –nodeps openoffice.org-core02-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core03-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core04-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core05u-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core07-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core09-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-writer-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-impress-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-math-2.3.1-9238
……….
(and so on)

Then paste those lines on terminal / shell. Wait while rpm uninstall everything.
(of course, do take care to just uninstall openoffice packages)

Once finished, try installing OpenOffice 2.4 again. This time it’d work just fine.

btw; I did these all on Ubuntu dapper & gutsy, but it should work on any distro.

Hope it helps someone else out there.

Dialog Blogger dengan Roy Suryo : laporan acara

Saya tiba agak terlambat di acara ini karena harus menghadiri pernikahan sepupu saya (penghulu: sah? hadirin: sah! saya: **langsung menuju tkp** 🙂 ). Alhamdulillah Riyogarta dengan baik hati membookingkan 1 kursi untuk saya, sehingga saya masih bisa masuk, karena PENONTON MEMBLUDAK ! Luar biasa animo masyarakat untuk acara ini, penonton membanjir sampai ke Bina Nusantara.

“Lho, maksudnya ?”
Ternyata banyak yang hadir di gedung Bina Nusantara, dan menonton acara melalui saluran teleconference 🙂
Di Universitas Budi Luhur sendiri penonton sampai rela berdiri untuk menonton acara ini, dan mengikutinya dengan antusias.

Acara saya lihat berjalan dengan agak lambat pada awalnya. Kedua pembicara berbicara dengan tempo biasa saling berganti-gantian, dengan diselingi oleh moderator (Abimanyu). Riyogarta berusaha mengarahkan acara ke topik yang dititipkan oleh komunitas blogger, sedangkan Roy Suryo cenderung mengelak, atau beberapa kali menyalahkan wartawan (salah kutip, dst).
Karena diskusi berjalan dengan biasa, moderator juga bisa menyelingi dan beberapa kali merangkum / mengarahkan, atau juga membahas hal lainnya yang relevan dengan yang sedang dibahas.

Ketika acara sudah hampir mendekati akhir sedangkan masih belum ada kesimpulan yang konklusif, Riyogarta kemudian mengambil inisiatif untuk lebih asertif.
Pernyataan-pernyataannya menjadi lebih to-the-point tanpa basa basi. Roy Suryo terus berusaha mengelak, namun kemudian mendapat kejutan ketika Riyogarta menyerahkan bingkisan yaitu sebuah blog dengan alamat roy.suryo.info 🙂

Pada saat ini diskusi berjalan dengan tempo yang sangat cepat, moderator hanya minta izin kepada peserta untuk memperpanjang acara (yang diiyakan), dan setelah itu nyaris tidak ada menginterupsi lagi.

Sesi interaktif (karena bukan hanya pertanyaan, namun juga pernyataan) dari hadirin cukup menarik. Ada yang mengusulkan Roy untuk membuat blog (ini disampaikan sebelum penyerahan blog roy.suryo.info) karena menurut ybs kok sepertinya wartawan sering sekali salah mengutip. Jadi masyarakat pun bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Ada juga pembuat petisi Roy Suryo (Ardian Perdana Putra) menyampaikan pernyataannya.

Yang tidak kalah menarik adalah berikutnya, yaitu mas Rane (alias JaF).
Kalau tidak salah, beliau menyatakan keberatannya karena Roy menyalahkan wartawan, dan minta solusinya. Usulan dari beliau sendiri adalah Roy mulai menulis (bukan cuma SMS 🙂 ), misalnya berupa blog.
Setelah itu beliau juga menanyakan kepada Riyogarta bahwa, untuk adilnya, bukankah memang ada juga blogger yang negatif ? Dijawab kemudian oleh Riyogarta bahwa keberatan blogger adalah karena generalisasi yang dilakukan oleh Roy, dimana dibuat seakan-akan semua blogger = hacker = negatif.

Diskusi cukup berjalan panas pada saat ini, Roy beberapa kali terlihat juga agak emosi. Namun moderator saya kira cukup berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Saya sampai ketawa mendengar joke2nya (“kalau ini adalah acara duel, daripada jadi moderator mendingan saya jadi bandar – dapat duit !” 😀 )
Suasana yang mulai panas selalu berhasil dicairkan kembali.

Di akhir acara saya mencari-cari mas Rane, tapi beliau sepertinya sudah pulang. Saya justru ketemu dengan mas Wibi 🙂 Kita sama-sama surprise, bengong, lalu ketawa bersama. Akhirnya, ketemu juga 🙂

Bertemu langsung dengan seseorang yang sudah kita kenal baik (di dunia maya) selalu adalah kejadian yang sangat, amat menyenangkan. Termasuk dengan Abimanyu – saya sudah kenal sejak zaman BBS (14 tahun??), tapi bertemu baru 2 kali: pertama kali sebagai saingan di sebuah tender proyek perusahaan MNC 😀 (dan baru belakangan saya sadar bahwa ada pak Abi disitu, haha). Dan kedua kalinya di acara ini. Kita berdua langsung difoto oleh nyonya Riyogarta (fotonya tolong email yaa, trims 🙂 ).

OK, saya coba ringkas keseluruhan acara ini :

Riyogarta :
Tolong klarifikasi tuduhan-tuduhan Anda di media massa, seperti blogger = hacker, blogger negatif, dst

Roy Suryo :
1. Oh itu wartawan salah kutip (juga menyebut nama seperti Bobby/Indocommit)
2. Mari kita ngeblog yang positif

Riyogarta :
1. Aneh sekali lho kalau salah kutip bisa massal / kompak di semua media.
2. Ini ada bingkisan, yaitu blog di http://roy.suryo.info

Roy Suryo :
Oh, saya juga sudah punya kok roysuryo.info (hasil whois: valens?), tapi saya lebih memilih layer/jalur komunikasi saya sendiri (misal: SMS, HP, dst)

Riyogarta :
Lha pak, situ mengajak kita untuk blogging secara positif. Mbok ya tolong berikan contohnya, jadi kita bisa ikuti teladannya, begitu.
Sampeyan kan memberikan kita label blogger negatif, jadi tolonglah kasih contohnya blogger positif itu bagaimana.

Peserta :
Dengan adanya blog, maka Roy Suryo juga jadi bisa mengoreksi kalau ada keliru kutip dari wartawan.

Roy Suryo :
(bersikukuh bahwa hidup ini adalah pilihan, sepertinya dia tetap tidak akan ngeblog)

Peserta : (JaF/Rane) Mas Kuncoro sempat turun ke daerah untuk memperkenalkan blog, namun justru ditolak masyarakat karena “menurut Roy Suryo, blogger itu negatif/hacker”
Bagaimana ini ?

Roy Suryo : Membahas pengalaman dia sendiri memperkenalkan IT ke pelosok-pelosok daerah.

Roy Suryo : Wartawan tidak usah kutip saya lagi tidak apa.
Mulai sekarang kutip para bloggers saja.

Secara amat ringkas, kira-kiranya demikian. Bagi yang ingin tahu rekaman selengkapnya, bisa menikmatinya di situs Bina Nusantara.

Bersama dengan ini saya sebagai salah satu blogger Indonesia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Riyogarta : yang telah berkenan menyampaikan aspirasi kita, mencurahkan segenap waktu & pikirannya untuk acara ini.
2. Universitas Budi Luhur : yang sangat suportif dan mendukung acara ini. Walaupun jadwal dari Roy Suryo berubah berkali-kali, mereka tetap memprioritaskan acara ini.
3. Universitas Bina Nusantara : yang telah menyediakan fasilitas live stream & arsip video acara. Well done !
4. Abimanyu : yang telah berkenan untuk menjadi moderator di acara ini, dan memandu acara dengan sangat baik.
5. Peserta : terimakasih untuk dukungan Anda semua. Bersatu kita teguh 🙂
6. Dan tentu saja, Roy Suryo, yang telah berkenan hadir di acara ini. Jangan kapok ya pak 🙂

Maju terus blogger Indonesia !

Rujukan :
[ Rekaman video acara “Dialog Blogger dengan Roy Suryo” ]
[ Laporan mata mas Wibi ]

Dari Okezone.com :
Siarkan Live Streaming Roy vs Blogger, Situs Binus Kebanjiran Pengakses

Situasi Panas, Roy diberi domain blog
Roy tolak domain blog dari blogger
Blogger hargai penolakan domain oleh Roy Suryo
Waktu Sempit, Blogger tak puas jawaban Roy Suryo
.
Kompas :
Roy Suryo: Mereka Pengecut !!
Serunya Roy vs Riyogarta

Pertemuan @ Depkominfo

Kemarin malam saya tidak jadi bisa menghadiri pertemuan antara Menkominfo dan jajaran tim Depkominfo dengan komunitas blogger dan hacker. Riyogarta sibuk menggosipkan dengan Eko bahwa mungkin saya takut kena ciduk sepulang dari acara tersebut. Heh, tidak baik ya ngegosipin orang sakit 😉

Secara khusus saya minta maaf kepada mas Didit / Kompas, yang seharusnya berangkat ke pertemuan tersebut bersama-sama dengan saya. Juga kepada yang telah mengundang kita semua – mas Romi, pak Son, Menkominfo, dan para pengundang lainnya. Dan juga kepada beberapa rekan yang sebetulnya ingin sekali saya temui disana (mohon maaf ya mas Koen, perut saya boleh besar ukurannya, tapi bukan berarti kuat/tahan banting, he he).
Mudah-mudahan ketidak hadiran saya kemarin tidak menyebabkan kesulitan bagi yang lainnya.

Anyway, topik pembicaraannya sepertinya cukup luas dan general. Wajar saja, karena yang hadir juga cukup banyak. Kalau mau fokus, memang tidak bisa sebanyak itu. Namun di lain pihak, ini juga bagus karena jadi ada banyak variasi masukan.
Seperti pendapat kawan-kawan blogger lainnya, mudah-mudahan akan ada terus lanjutannya, sehingga semua masukan yang sudah ada bisa di follow up / ada lanjutannya juga.

Salah satu topik yang paling menonjol adalah soal sensor. Dari Depkominfo memang hanya diminta sensor film Fitna. Sayangnya, implementasinya di level ISP / carrier banyak menghasilkan collateral damage / korban yang tidak bersalah. Tentu saja kita juga tidak bisa menyalahkan ISP/carrier, karena mereka mungkin ada keterbatasan resources, sehingga implementasinya ada yang meleset.
Nah di pertemuan kemarin Menkominfo sudah mengundang kalau ada masukan yang bisa menghasilkan solusi yang lebih baik.

Secara pribadi, saya berpendapat bahwa filtering wajib / mandatory oleh negara itu akan bisa banyak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Saya pribadi percaya pada kebebasan informasi dan berpendapat.
Lagipula karena sifat Internet itu sendiri yang resilient dan terbuka, maka tidak akan ada bisa skema filtering yang 100% sukses. Betul kan ?

Namun di lain pihak, saya setuju bahwa hate speech (seperti film Fitna) tidak lagi berada di dalam kategori freedom of speech / kebebasan berpendapat.
Bahkan di ToS (Terms of Service, pasal 6E) Youtube.com sendiri ini sudah jelas tidak diizinkan, walaupun anehnya tetap saja tidak diapa-apakan (Youtube.com tidak konsisten dengan ToS-nya sendiri?)

Ditambah lagi jika pemerintah mendapatkan indikasi bahwa (misalnya) film Fitna ini dapat menyebabkan kerusuhan di masyarakat (karena misalnya ada anggota masyarakat yang kurang dewasa dalam menyikapinya), maka filtering Fitna bisa menjadi sesuatu yang perlu dilakukan.

Secara teknis, cara yang paling elegan / jalan tengahnya mungkin adalah dengan Depkominfo menyediakan sebuah daftar blacklist-URL, yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang memerlukannya.
Blacklist tersebut bisa diakses oleh ISP/carrier/institusi/komputer saya di rumah dengan bebas.

Kelebihannya :

[ 1 ] Mengurangi korban yang tidak bersalah / collateral damage : Karena blacklist dilakukan secara fine-grained (per URL/halaman) / bukan sistim “bumi hangus” (seluruh domain), maka akan dapat mengurangi masalah yang mungkin akan timbul.

[ 2 ] Sentralisasi : sehingga ISP/carrier/institusi tidak repot. Cukup satu kali setting, maka akan selalu terus up to date.

Pemerintah bertanya, blogger menjawab. Ask, and ye shall receive. 🙂

Anyway, semoga silaturahmi antar ABG-K (Akademisi – Bisnis – Government – Komunitas) seperti ini bisa terus berlanjut dan berjalan dengan baik. Dan bisa ditiru juga oleh pihak-pihak lainnya.
Trims.

Fallacy : “XXX sudah dewasa, maka dia sudah tahu mana yang terbaik untuknya”

Fallacy adalah kekeliruan dalam sebuah pendapat/argumen, yang menyebabkan seluruh argumen/pendapat tersebut keliru.

Salah satu contoh yang sering sekali kita baca di berbagai media atau kita dengar dari orang lain adalah yang tercantum di judul posting ini 🙂
Silahkan ganti XXX dengan si Fulan, Harry, atau bahkan **glek** masyarakat.

Statement (misalnya) “Masyarakat kita sudah dewasa, maka mereka sudah tahu mana yang terbaik bagi mereka” adalah keliru karena asumsi yang digunakan sudah keliru.

Asumsi yang digunakan adalah jika dewasa = sudah tahu mana yang benar.
Padahal, bukan sekali dua kali kita menemukan orang yang dewasa secara fisik, namun secara mental setara dengan anak kita.

Sialnya, statement ini sering sekali digunakan dalam berbagai argumen oleh berbagai orang. Saya juga bingung kenapa. Karena statement model begini (generalisasi) bisa dipastikan tidak akan pernah bisa 100% benar.

Satu contoh lagi, kalau memang statement ini benar, maka mustinya tontonan sinetron picisan yang kini banyak di berbagai saluran TV kita tidak akan laku sama sekali 🙂
Tapi, kita sudah tahu sendiri bagaimana kenyataannya.

Satu contoh lagi, jika statement tersebut benar, maka tentunya kita tidak akan menemukan orang yang menyakiti dirinya sendiri (narkoba, bunuh diri, dst).
Tapi, kita tahu sendiri bagaimana kenyataannya.

Satu contoh lagi, … mm, atau mungkin saya cukupkan dulu sampai disini saja deh 🙂
Tapi silahkan saja jika ada yang ingin melanjutkan di komentar posting ini, tidak dilarang lho.

OK, posting ini kemungkinan akan menjadi rujukan bagi banyak posting saya selanjutnya di masa depan…

Kalengbolic – solusi Internet kecepatan tinggi & murah meriah

Alhamdulillah, saya masih terus bersyukur bahwa saya sempat merasakan tinggal di lingkungan yang warganya sangat kompak, yaitu di cluster Permata 2, Bintaro. Kini terobosan terbaru dari mereka adalah Permata2Net — jaringan RT-RW net di cluster kami ini.

Kalengbolic @ my house
Kalengbolic
di rumah saya

Dimulai dari ide beberapa warga, dan lalu digawangi oleh Pak Panji (host, induk semang dari Access Point kami) dan Pak Rufman (staf ahli, pakar Kalengbolic).
Bersama-sama dengan warga lainnya, mereka bahu membahu saling membantu membangun jaringan Permata2Net di cluster kami ini.

Untuk koneksi, digunakan Telkom Speedy unlimited. Bandwidth 384 Kbps, namun pada kenyataannya untuk situs lokal saya pernah menikmati speed s/d 680 Kbps 😀
Ini semua hanya dengan biaya Rp 100 ribu / bulan.

Mau ?

Caranya mudah :

[ 1 ] Ada yang bersedia menjadi “host”, untuk ditumpangi access point.
Dalam hal ini adalah Pak Panji. Access Point diletakkan di atap rumahnya 😉 dan hidup terus 24 jam.

Pak Rufman
in action

[ 2 ] Ada yang bisa setup jaringan & antena.
Dalam hal ini adalah Pak Rufman, beliau turun langsung memberi petunjuk (bukan ala pak Harto ya 🙂 ) kepada kita, dan turut serta juga membuat banyak kalengbolic / cantenna untuk warga.

Sehingga dimana seharusnya warga membeli antena grid (yang harganya > Rp 1 juta / buah), namun berkat kalengbolic / cantenna desain beliau, maka biayanya terjun bebas menjadi bahkan < Rp 40 ribu / buah Ini baru namanya hacker 😉

Access Point
di bekas tutup CD

[ 3 ] Peralatan yang diperlukan :

(a) Access Point : bisa merk apa saja saya kira. Idealnya standalone / tidak perlu dipasangkan ke komputer untuk bisa berfungsi.
Yang penting adalah setup security nya – disarankan menggunakan WPA.

(b) USB wifi : di setiap kalengbolic ini ada USB wifi didalamnya. Lalu disambungkan ke komputer/laptop warga dengan kabel extension USB. Di rumah saya menggunakan kabel extension USB sepanjang 10 meter (5m x 2)

Bapak Kos Access
Point kita, Pak Panji

Saya pribadi bisa merekomendasikan Edimax 7318UG — ini sudah terbukti berjalan dengan baik di Linux, Windows, dan Mac. Ada kawan yang menggunakan Linksys, namun sampai sekarang belum berhasil menemukan drivernya untuk Mac OSX.

(c) Antena : cukup menggunakan kaleng 🙂 Sejauh ini tidak ada yang perlu sampai membeli antena komersial, yang harganya bisa lebih dari Rp 1 juta. Salut untuk semuanya.

(d) Anti-petir : kemungkinan akan diperlukan untuk lokasi yang rawan petir.


Sebuah kalengbolic mengintip
genit dari balik rumah

(e) Kekompakan warga : tanpa ini, maka siap-siap saja terjadi pembengkakan biaya proyek. Dengan saling bekerja sama, maka Permata2Net bisa terwujud dengan biaya mencengangkan (saking murahnya 😉 )

Kemarin ini koneksi saya sempat bermasalah, ternyata karena driver yang built-in di Ubuntu (gutsy) sudah agak tua versinya. Setelah dipasang driver versi terbarunya, tidak perlu restart, langsung wusss… saya kembali bisa menikmati akses Internet dengan kecepatan tinggi di rumah.

Sekali lagi terimakasih banyak kepada kawan-kawan semuanya yang telah menjadikan Permata2Net kenyataan. Anda sekalian adalah inspirasi bagi kita semua.
Semoga terus makin kompak selalu !

Jangan lewatkan : [ Koleksi foto-foto proyek ]

Semoga bermanfaat.

Hacker atau Cracker ??

Ada saja pakar IT yang terus keliru (bahkan sekedar) membedakan antara hacker dengan cracker. Wawancara terakhir dengan ybs malah dengan terang-terangan menghasut aparat untuk menciduk para aktivis hacker yang akan muncul di acara pertemuan dengan Menkominfo malam ini.

Padahal Menkominfo sendiri sudah mengembangkan tangan untuk menyambut para hacker tersebut. Beliau paham bahwa dialog dan kerjasama adalah kunci sama untuk kemajuan.

Mas Romi sudah dengan gamblang menjelaskan mengenai apa itu hacker.
Mudah-mudahan pakar kita ini mendapat kesempatan untuk membaca dan memahaminya juga.

Dan terus terang, tanpa hacker, maka kita tidak akan bisa menikmati dunia komputer yang sedemikian canggihnya pada saat ini.
Ini sudah diakui sejak tahun 1984. Pakar kita sepertinya meloncat dari tahun 1983 ke masa kini, sehingga artikel tersebut terlewat dari perhatiannya 🙂

Maju terus Hacker Indonesia !

PCMAV v1.1 + ClamAV

Terlampir adalah paket PCMAV 1.1 (plus patch terbaru) dengan ClamAV versi terbaru (7 April 2008). Paket ini bisa mendeteksi lebih dari 245.000 virus lokal maupun luar negeri.

[ Download PCMAV v1.1 + ClamAV disini ]

Dengan download paket ini, maka berarti Anda telah setuju dengan lisensi PCMAV :

PCMAV tidak dinyatakan sebagai program yang bersifat public-domain
(milik publik) maupun freeware (tanpa biaya), tetapi Anda bebas
menggunakan dan menyebarluaskan program ini secara UTUH dan LENGKAP
(termasuk file README.TXT ini) tanpa dikenakan biaya apapun
sepanjang PCMAV tidak disertakan bersama dengan materi yang
melanggar hukum dan ketentuan program seperti yang akan dijelaskan
pada bagian ini ditaati.

PCMAV dan seluruh program antivirus buatan Majalah PC Media
diizinkan untuk pemakaian tunggal oleh pemilik Majalah PC Media
pada edisi yang menyertakannya, baik itu pemilik perorangan maupun
badan hukum pada satu lokasi. Selain itu, program ini juga diizinkan
untuk pemakaian di komputer pribadi/rumah, lembaga nirlaba atau
lembaga pendidikan yang dibiayai oleh negara/lembaga nirlaba.

DILARANG KERAS MENGGUNAKAN DAN ATAU MEMANFAATKAN PCMAV VERSI INI DI
SEBUAH LOKASI LINGKUNGAN BISNIS ATAU YANG BERORIENTASI PROFIT TANPA
MEMILIKI SECARA SAH EDISI MAJALAH PC MEDIA YANG MEMUAT RILIS PCMAV
YANG DIMAKSUD.