Monthly Archives: August 2007

lftp – a better FTP client

I’ve been backing up my data using rsync, but when your data directory size has reached 90 GB, it can be pretty slow at times.

So I looked around, and found lftp. Backing up with it is very simple :

lftp -u myusername,mypassword -d -e “mirror -vnR /the/source/directory /the/target/directory” the.ftpserver.com

Explanation of the switches

-u : I think it’s quite clear, put your username & password on the command line, so this can be automated

-d : turn on debugging. Once you’re happy that lftp is running smoothly every single time, you can omit this.

-e : define the command to be done by lftp.

mirror : mirror the source into the target. Very nifty.

-v : be verbose.

-R : reverse mirroring – lftp will issue PUT command (upload) into the FTP server. Otherwise, the mirror switch will cause lftp to issue GET command (download) from the FTP server.

-n : just upload newer files (saves time)

A few tips

1. lftp seems to hang ? Try putting set ftp:passive-mode off on /etc/lftp.conf

Some FTP servers expect active ftp connection, and hung on passive ones. At least the one in my Mac OS X shows this behaviour (tnftpd).

2. For even faster backup speed, try putting set ftp:sync-mode off in the /etc/lftp.conf file.

This will cause lftp to enable pipelining; however, be advised that not all FTP servers nor all routers can handle this.

Since setting up FTP server is pretty easy (hint: on ubuntu; aptitude install gproftpd, on windows; download & install filezilla), I can backup my data to more machines now. And the backup speed is also faster. I just need to have lftp on my laptop.

And, do you know that lftp can handle seven file transfer protocols : ftp, ftps, http, https, hftp, fish, sftp and file? This is the swiss army knife of file transfer. Very useful. Kudos to Alexander V. Lukyanov for this.

If those indon run, just shoot them

Demikian kata seorang polisi Malaysia kepada kawannya,sambil menunjuk ke istri bpk. Budiman, wisatawan Indonesia yang sedang berkunjung ke Malaysia.

Dikutip :

Saya minta untuk tetap berjalan kaki menuju Nikko Hotel, dan mereka boleh mengiringi tapi tak boleh menyentuh kami. Akhirnya kami bersepakat, namun polisi preman yang sempat hampir memukul saya sempat berkata:
if those indon run, just shoot them… katanya sambil menunjuk istri saya.
Saya cuma bisa istigfar saat itu, ini rupanya nasib orang Indonesia di negeri tetangga yang sering kita banggakan sebagai “sesama melayu”.

Namun pak Polis malah makin marah, memegangi
tangan saya, sambil bilang: Indon… dont lie to us. Saya kurung kalian…

..sambil memegangi tangan saya, tuan polis meludah kesamping, dan bilang: kalian semua sama saja…

Apa salah kita sehingga diperlakukan lebih rendah dari binatang seperti ini ?

Apakah karena kita selama ini membiarkan para pejabat kita “menjual” saudara-saudara kita kesana sebagai TKI (tanpa perlindungan yang memadai) ?

Mungkin kita memang layak diperlakukan seperti ini.

Stop eksploitasi TKI !
Dan, boikot wisata Malaysia !

Artikel selengkapnya :

Continue reading If those indon run, just shoot them

Hukum Mati : Penculik Anak

Lega sekali ketika membaca bahwa Raisyah Ali sudah berhasil diselamatkan, dan semua penculiknya sudah ditangkap. Namun agak kaget ketika membaca bahwa keluarga Raisyah Ali memaafkan penculiknya.

Situasi saat ini, Indonesia termasuk negara yang paling tinggi kasus trafficking (perdagangan / penculikan) anaknya.

Jadi, ada banyak Raisyah-Raisyah lainnya yang malah lebih menderita lagi. Seperti yang diculik dan dipaksa bekerja di berbagai gubuk penangkapan ikan di tengah laut. Tidak bisa lari menyelamatkan diri sama sekali, tinggal pasrah saja kepada nasib. Dan lainnya yang bahkan lebih buruk lagi dari itu.

Dan mereka tidak seberuntung Raisyah, yang bahkan sampai presiden sendiri turun tangan mengurusnya ….

Kasus Raisyah ini sebetulnya adalah kesempatan bagus untuk mulai memperbaiki situasi ini.

Jika pada kasus Raisyah Ali ini para pelakunya dihukum mati, dan dijelaskan bahwa para penculik anak lainnya juga akan diperlakukan sama; maka mudah-mudahan kasus trafficking anak di Indonesia bisa berkurang drastis.

Menculik anak adalah salah satu tindakan paling pengecut yang bisa dilakukan oleh seseorang. Pastikan bahwa para pelakunya dihukum dengan seberat-beratnya.

(mohon maaf saya posting juga di Planet Terasi, tapi saya rasa ini penting untuk disebarkan seluas-luasnya. Terimakasih)

Free Screencast

I was looking for free screencast software, and rather surprised to find quite some of them. Thought I’d list them here for someone else’s benefit :

Windows :

Linux :

Which one to choose ??

Hint : For most cases, Wink should be enough for your needs.

However,you may have different needs. For example, I ended up using RecordMyDesktop because I need FLV output, and Wink’s SWF output can’t be converted into FLV by ffmpeg tool.

Did I missed anything worth mentioning ? Let me know by leaving your comments. Thanks!

Asus Eee : new photos

Just got these photos from sources close to Asus. I can see the laptop appealing to even more people; while still giving the option of the elegant looks of the white & black colours.

asus eee

Some more news, Asus plan to start the mass production on October 2007. It’s delayed from the original plan (August 2007).

But personally I’m not surprised. For a product which is going to be this massively produced, I think it’s reasonable to be delayed even until the end of this year.

Of course I’d still prefer to have it by tomorrow 😀 but no problem Asus, take your time. Give us the sweet stuff at the right price !

Blogging to your success

Di milis muslimblog, ada seorang kawan yang mengeluh sulitnya menjadi penulis. Bagaimana penulis tidak diapresiasi,tidak mendapat kompensasi yang layak, sulit untuk dapat “menjual” tulisannya.

Saya mencoba memberi solusi sambil menyemangati. Saya berbagi cerita, bagaimana kini saya justru mendapatkan banyak tawaran menulis. Padahal dulu saya sempat lama gagal mempublikasikan berbagai tulisan saya.

Sedikit latar kisah, ketika masih SMA/kuliah saya sudah senang menulis. Tulisan saya pernah dimuat di Mikrodata (RIP), Info Komputer, majalah kampus, dll. Setelah beberapa waktu, saya bekerja di Birmingham City Council, saya mulai memiliki waktu senggang dan ingin mulai menulis lagi. Tapi, saya tidak berhasil menemukan jalur untuk memasukkan tulisan saya tersebut.
Jadi, lalu saya teruskan saja nge-blog seperti biasa. Memang saya dasarnya hobi menulis, jadi enjoy saja.

Oh ya, pada awalnya saya membuat pangsit.com (kini domainnya sudah diserobot oleh registrarnya sendiri, alamak), modelnya seperti slashdot.org. Lalu kemudian saya membuat blog engine saya sendiri di pangsit.com/misc/weblog.php3 kalau tidak salah (deuh extensionnya euy masih php3, he he).
Belakangan saya baru pindah ke wordpress, di situs yang sedang Anda lihat ini. Jadi saya sudah nge blog kira-kira selama 6 tahun.

Nah, sekitar 2 tahun terakhir ini ada suatu hal yang menarik. Saya cukup sering mendapatkan tawaran untuk menulis di berbagai media ! Lebih banyak daripada yang bisa saya penuhi pada saat ini. Belum lagi tawaran untuk bekerja diluar negeri – Singapura, Amerika, dll. Sudah ada juga yang menawarkan membuat buku, tapi waktu saya sama sekali belum ada untuk ini.
Penasaran lah jadinya. Lalu saya coba korek-korek, darimana mereka tahu saya ?

Ternyata, dari blog saya ini. (dan juga pangsit.com, dan harrysufehmi.com).
Bengong juga jadinya. Merasa agak bersalah karena pada saat ini banyak yang belum bisa saya penuhi requestnya. Yang bisa saya oper, saya coba oper ke ke kawan-kawan lainnya. Yang tidak bisa, ya sudah mau diapakan. Beberapa kali ada yang kemudian saya follow-up, jika waktu sedang memungkinkan.

Ternyata tidak hanya saya sendirian yang menemukan ini. ComputerWorld UK juga menulis bahwa “Blogging can boost your career“.

Jadi, tunggu apalagi? Mari kita nge-blog dengan semangat !

Kutipan dari milis muslimblog @ egroups.com :

On 7/25/07, Yon’s Revolta wrote:
> Terharu, bercampur senang, tapi ada sedikit rasa sedih. Ya, ketika seorang teman memberikan kabar dalam dalam sebuah forum “Jual Novel Untuk Menikah”. Terharu dan senang ketika mendengar kabar itu. Sebuah kebahagiaan tersendiri ketika dia akan bersegera menjemput bidadarinya. Rasa sedih muncul ketika membayangkan nasib penulis di negeri ini yang kadang banyak tidak beruntung. Tidak bisa hidup layak. Saya tak tahu tentang “nasib” seorang teman itu. Mungkin, itu satu-satunya jalan baginya untuk mendapatkan rupiah, bekal menikah kelak.

Jadi penulis itu memang sulit. Pekerjaannya menyenangkan (bagi yang hobi), tapi di Indonesia sulit untuk dijadikan mata pencaharian. Lha, di luar negeri saja yang sukses juga tidak banyak kok, masih JAUH lebih banyak yang gagal.

Karena itulah beberapa tahun yang lalu saya memutuskan untuk menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan dulu. Rencananya suatu saat nanti ini yang akan menjadi kegiatan utama saya, tapi bukan sekarang.

Sekarang adalah waktu untuk berbagi melalui media blog, sambil membangun jaringan & kredibilitas.

Well, at least demikian rencananya.
Tapi apa yang terjadi?

Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan hasilnya.

Saat ini saja, tawaran menulis sudah bermunculan sendiri. Kekuatan blog memang luar biasa… rata-rata tawaran tersebut datang karena mereka menemukan tulisan di blog saya ! Saya cuma bisa tercengang sendiri.
Godaan untuk menulis jadi sangat besar, tapi pada saat ini saya sedang fokus untuk mensukseskan gerakan open source di Indonesia dulu. Kalau dibawa nafsu, maunya sih menulis saja sepanjang hari 🙂

Jadi ?

1. Bangun jaringan. Situs penulis-lepas nya mas Jonru saya kira sudah menuju ke arah yang sangat tepat, dan juga lain-lainnya.

2. Nge-blog dengan penuh semangat ! 🙂

3. Profit !
Di dunia & akhirat (insyaAllah)

Semoga sukses.

Salam,
Harry

Desktop Linux

Barusan saya mengisi form kuesioner yang diadakan oleh Desktop Linux.com. Di akhir survey, kemudian saya dapat melihat hasil sementara.

Ada beberapa hal yang cukup menarik :

1. Distro berbasis Debian (“jalan yang lurus” ™ RMS 😀 ) dipilih oleh 55.6% responden

2. Gnome menang tipis dari KDE (40.6% vs 37%)

3. Ketika pengguna browser Netscape hanya 0.2% (ouch), ada 4.4% responden yang menggunakan browser teks ! (lynx, elinks, dll) 😀

4. Ternyata email client GUI di Linux tidak cuma Thunderbird & Evolution.

5. 22% responden menggunakan web-based email client (gmail, yahoo, dll)

6. 25.4% tidak perlu lagi menjalankan software Windows di Linux.

Cukup menarik. Tidak sabar untuk menanti hasil akhirnya.

Merdeka !!

Sekolah Terbuka : siapa tega menolak mereka ?

Artikel di bawah ini ditulis oleh mbak Ida Sitompul, aktivis sosial yang juga anggota ISNET di Bandung.

Saya kira sangat menarik untuk berkolaborasi dengan beliau, karena proyeknya ini sudah berjalan. Tidak usah repot-repot lagi dari awal.
Bagi yang tertarik, silahkan berkomentar / kontak saya, maka nanti saya akan berikan informasi kontak mbak Ida.
Terimakasih.


Tahun ini, tahun kedua, di TKB Firdaus, SMP terbuka di komunitas Arcamanik, mendaftar 35 anak untuk menjadi murid padahal kapasitasnya cuma 20. Karena tidak hadir dalam rapat, saya hanya memperoleh hasilnya bahwa kita terpaksa mensortir anak-anak itu untuk menerima 20 saja. Guru dibagi untuk mensurvei keadaan keluarga dan kehidupan anak-anak itu untuk menentukan siapa yang harus kita terima.
Hati terasa tak nyaman, kalau mereka melamar tentulah mereka butuh dan ini hanya puncak gunung es. Lebih banyak lagi sebenarnya yang tidak mampu, dan menolak mereka membuat sedih. Saya mulai berfikir resource mana lagi yang bisa dimanfaatkan.

Kemarin saya mengunjungi rumah empat dari anak-anak itu yang menjadi bagian saya untuk disurvey. Mereka tinggal di perkampungan kumuh di luar kompleks perumahan saya dan kompleks perumahan di sekitar. Saya mengeluarkan sepeda dan mulai menyusur jalan berbatu-batu di sisi sungai di pinggir perumahan. Setelah bersepeda hati-hati, melewati lobang-lobang besar dan gerunjulan batu besar kecil, saya sampai ke perkampungan yang dituju dan mulai bertanya-tanya di mana RW nomor anu dan anu. Saya menuntun sepeda menyusuri gang-gang kecil di sisi-sisi rumah yang juga kecil-kecil. Sebagian jalan setapak itu sudah disemen, sebagian lagi masih tanah yang saya yakin becek dan licin di musim hujan.

Saya bertemu dengan salah seorang murid saya yang kemudian mengantarkan saya ke rumah pak RT. Ini anak yang mempunyai konotasi negatif tentang istana. Dia menunjukkan rumah teman-temannya yang lain yang kami lewati. Salah seorang murid pas sedang keluar dari pintu rumahnya waktu saya lewat. Dengan tersipu-sipu dia memberi salam. Tanpa seragam sekolah tambah tampak kepapaan mereka. Saya melihat rumahnya. Aaahhh, tak salah lagi rumah saya adalah istana. Walaupun rumah saya sebenarnya tidak mewah, cuma rumah di daerah perumahan sedang, tapi dibanding rumah mereka, rasanya memang pantas disebut istana. Apakah dia sama sinisnya terhadap para gurunya yang tinggal di “istana” ini? Mudah-mudahan pengalaman setahun ini mengubah pandangannya. Bukan kaya atau miskin yang membuat orang baik atau jahat, tapi kebaikan datang dari dalam hati.

Anak pertama anak ketua RT, kuli bangunan yang kadang bekerja kadang tidak.
Anak kedua tinggal di rumah yang sangat kecil, sangat gelap dan sangat kumuh bersama kakek dan nenek yang membesarkannya sejak bayi, waktu ayahnya meninggalkan dia dan ibunya begitu saja. Kakeknya yang kena stroke 1,5 tahun yang lalu bekerja sebagai pemulung. Kondisi tersebut membuatnya sulit mencari nafkah. Dia baru saja mulai lagi bekerja. Itu yang menjelaskan kondisi mereka yang tampak sangat memprihatinkan. Bagaimana dia bisa hidup dalam rumah itu? Saya ingat ruang atas tempat anak-anak saya yang selalu penuh dengan cahaya.

Anak ketiga adalah yatim yang ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di perumahan kami.
Yang ke empat tinggal di sebuah kamar kontrakan berukuran 2×4 yang dihuni 4 orang: neneknya yang lumpuh, kakak perempuannya yang baru saja menikah dan suaminya. Jauh lebih kecil daripada ruang musik di rumah teman saya. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan di Aceh. Seluruh fungsi rumah kecuali kamar mandi dirangkap oleh ruang kecil itu. Di dalamnya ada satu tempat tidur yang tidak menyisakan sela ke dinding di kedua ujungnya, dibatasi sebuah rak pendek kecil dengan sebuah kasur tipis dilantai, tempat si nenek menerima saya. Entah bagaimana kakaknya menjalankan kehidupan berumah tangga yang normal dengan kahadiran neneknya yang lumpuh dan adiknya. Apa efeknya tinggal dengan kondisi demikian bagi anak itu? Saya ingin sekali bisa memindahkan anak itu dari sana.

Melihat keadaan itu rasanya marah juga pada keadaan, dan eh saya juga jadi agak marah pada teman-teman saya yang bercerita tentang pertandingan golf mereka dengan hadiah BMW untuk hole in one. Betapa timpangnya negara ini. Di satu pihak ada sebagian orang yang bisa mengeluarkan uang ratusan ribu untuk main-main saja, sementara itu berjuta orang lainnya tidak tahu apakah sore nanti bisa makan. Keluarga yang saya kunjungi umumnya cuma bisa agak memastikan makan pagi, tapi tidak untuk makan berikutnya.

Saya kembali ke rumah. Tidak bisa! Mereka harus diterima! Bagaimana mungkin kami menolak mereka? Guru apa lagi yang belum saya dapat untuk membuat satu kelas lagi? Hmm… teman yang satu itu pasti mau membantu. Yang satu lagi disana itu pasti juga mau. Dalam sekejap, lewat telepon saya mendapatkan dua orang teman yang bersedia menjadi guru. Saya yakin sebetulnya banyak orang ingin melakukan sesuatu, mereka hanya belum menemukan jalannya. Jadi, dengan ijinNya, besok pasti akan ada lagi yang menyediakan diri. Besok akan ada lagi yang membuat mimpi anak-anak itu untuk bisa sekolah akan terlaksana.

salam,
ida

Kisah lucu dibalik gempa

Pas gempa kemarin ini terus terang saya tidak tahu. Lagi klenger euy setelah shift seharian di Ritech 2007, he he. Kalaupun lantai bergoyang paling saya kira vertigo saya lagi kumat karena kecapean 😀

Ternyata banyak juga yang keliru mengira gempa kemarin tersebut itu. Beberapa yang saya dengar dari radio & beberapa milis :

1. ADA SETAN ! 😀 (lalu sibuk berdoa)
2. Duh vertigo kumat….. (lalu rebahan)
3. (tidak merasa apa-apa) *gdubrak*
4. Hah, gempa ya ? (akhirnya!)

Respons dari kejadian gempa tersebut juga tidak kalah lucunya :

1. Rebahan (karena mengira vertigo kumat)
2. “Aduh… jangan (mati) deh… Aku belum menikah nih….”
3. (menimpali nomor 2) “Iya… saya juga belum… belum dua kali….”
4. Berdoa ! (mengira setan)
5. “Duh mana beha gue !!!” (cewek yang biasa tidur tidak pakai beha, tapi malu kalau kabur keluar rumah tanpa memakainya dulu)

Pelajaran yang bisa ditarik dari ini ? Jangan tidur tanpa busana ya …. malu euy, kalau terjadi gempa dan secara refleks kita langsung ngibrit keluar rumah 😛

Seribux

Pada sebuah posting / artikel, kadang para pengunjungnya berebut untuk menjadi komentator yang pertama. Fenomena ini lazim ditemukan di berbagai website populer, seperti Slashdot, Priyadi.net, DamnInteresting.com, dan lain-lainnya.

Komentator pertama biasanya hanya menuliskan “pertamax!”, atau “first!”.

Karena itu saya surprise sambil tertawa sendiri di depan komputer saya ketika membaca komentar Priyadi berikut ini :
ke  seribux !

Selamat ! Sebagai komentator ke seribux, Anda mendapatkan hadiah….. hm, saya pikir dulu ya 😀

Kronologger.com

Ngekron yuk !

Kukuh, kawan saya sejak zaman BemoNet, pada awalnya membuat Kronologis.com. Begitu kawan-kawan di AsiaBlogging.com mengetahuinya, kita langsung tertarik. Namun pada saat itu kami sedang sibuk persiapan launching ABN, sehingga ide untuk kolaborasi dengan Kronologis kita tunda.

Setelah ABN launching, maka dimulai penjajakan untuk kolaborasi dengan Kronologis. Ternyata respons dari Kukuh juga positif, sehingga klop. Kemudian mulailah proses integrasi antara Kronologis dengan jaringan ABN.

Dan hasilnya adalah Kronologger.com ! 🙂

Tentu saja ini baru versi 1. Versi 2 nya sudah dalam siap, dan mudah-mudahan bisa launching dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi (hanya ada sedikit masalah birokrasi dengan third party), dengan fitur-fitur yang semakin menyenangkan.

Oops jadi bablas, hehe…. ok sekalian saja lah kalau begitu, saya bocorkan satu lagi cerita di balik layarnya : tahukah Anda, sudah ada orang yang selamat nyawanya berkat Kronologger.com ?

Hebat kan 😀

Ceritanya begini, suatu hari keluarga ybs agak cemas, karena sudah beberapa waktu tidak ada kabar dari ybs (kita sebut saja si Fulan ya). Tapi, tidak ada informasi sama sekali mengenai keberadaan si Fulan.
Bagaimana mau menemukannya, sedangkan Jakarta sedemikian besarnya?

Lalu ada anggota keluarga si Fulan yang mendapat ide untuk memeriksa entry Kron si Fulan ini.
Ternyata, entry Kron terakhir dikirim dari Blok M Plaza.

Kemudian mereka mengkontak security Blok M Plaza,dan minta dicarikan orang dengan ciri-ciri si Fulan, dan mobil dengan plat mobil & merk/warna tsb.

Alhamdulillah, security menemukan si Fulan sedang pingsan, di dekat mobilnya !
Entahlah bagaimana nasibnya kalau tidak segera ditemukan.

Kronologger memang top ! 😀
Ayo, tunggu apa lagi? Let’s kron now !

nb: siapa yang tahu, siapakah si Fulan di cerita di atas ? 😉

Lagi belajar coding? Ada layanan webhosting (nyaris) gratis untuk Anda

Anda sedang belajar PHP ? Bingung bagaimana cara menampilkannya di Internet ? Osama dong, dulu saya juga mengalami masalah yang sama. Sampai berhari-hari saya mencari provider hosting gratis, dapatnya juga cuma ngasih kapasitas seupil 😀

Adik saya malah apes, dia dapat domain name gratis — tapi kemudian disandera oleh mereka. Sampai sekarang domain name yang bagus tersebut masih tetap tidak bisa dia miliki lagi.

Sekarang sudah enak buat Anda sekalian.

Kawan saya, Riyogarta, menawarkan webhosting gratis (1) bagi Anda yang sedang belajar PHP (2)

Fiturnya ?

* Disk Space 2000 MB atau lebih
* Bandwith 18GB/bulan atau lebih
* PHP versi 4/5
* MySQL 5 dengan jumlah database unlimited
* PHPMyAdmin yang sudah terinstall
* Satu account Shell/FTP user
* Empat puluh account email (Webmail/POP3/IMAP) dengan domain yang Anda miliki
* Unlimited subdomain (khusus bagi mereka yang memiliki domain).
* Backup file ( 1 hari sebelumnya, 2 hari sebelumnya, 1 minggu sebelumnya, 2 minggu sebelumnya, 1 bulan sebelumnya, 2 bulan sebelumnya )
* Backup database ( hanya dipergunakan dalam keadaan darurat saja, Saya tidak mau direpotkan dengan permintaan restore dari Anda)
* Mmm, apalagi ya? 😕 Cukup sebegitu dulu 😀

Keren kan ?

Salut untuk bang Riyo atas inisiatifnya ini. Ini dia tindakan nyata yang dapat membantu banyak kawan-kawan kita.

OK, bagi yang tertarik, silahkan langsung klik disini saja. Enjoy !

(1) Awalnya gratis, namun kemudian setelah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk kemungkinan layanan gratis ini di abuse, maka beliau terpaksa memutuskan untuk menarik sedikit biaya. Hanya Rp 15.000 untuk webhosting 2 tahun!

(2) Ada beberapa persyaratan, jadi tidak semuanya bisamendapatkan fasilitas ini. Tapi ini semata-mata untuk menjamin bahwa yang mendapatkan ini betul-betul adalah mereka yang memerlukannya.