Monthly Archives: September 2015

Republika Masuk Blacklist Saya

:: Sudah sejak berbulan-bulan yang lalu, Republika masuk blacklist saya. Berita berikut ini kembali mengingatkan saya, kenapa ini sampai terjadi : "Ditinggal Gobel, Kemendag Longgarkan Aturan Penjualan Bir" http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/09/13/num8ep328-ditinggal-gobel-kemendag-longgarkan-aturan-penjualan-bir

Dari judulnya saja, orang banyak akan langsung menarik kesimpulan – padahal, isinya ternyata berbeda total 🙂 yaitu :

(1) Ternyata aturan tsb sudah ada sejak April 2015 : Gobel diganti Agustus 2015 🙂 jadi, bukan karena Menteri setelah Gobel.

http://www.bulelengkab.go.id/bag_file_bank/04-PDN-PER-4-2015.pdf

(2) Ternyata Minimarket tetap dilarang jual miras 🙂 

Disebutkan di artikel itu sendiri, dikutip :

"Namun, Srie menegaskan, dengan adanya relaksasi tersebut bukan berarti minuman beralkohol golongan A bisa dijual kembali di minimarket"

(3) Inti aturan (yang disebut di artikel) tsb adalah mendelegasikan kepada Pemda, untuk mengatur detail teknis (juknis) dalam implementasi larangan miras ini. Misalnya; untuk daerah pariwisata, masih boleh miras dijual; dengan tetap memperhatikan poin 2 diatas.

Karena judul yang ngawur & tulisan yang penuh pelintiran, banyak pembaca tidak akan menyadari ini – dan langsung emosi saja, "gara-gara Jokowi !" 😉

Mari, kita mulai menjadi pembaca / konsumen berita, yang cerdas. 
Jangan mudah dihasut terus oleh media massa provokator seperti ini.

Post imported by Google+Blog for WordPress.

*Diskon Palsu"

:: Suatu hari saya sedang mencari smartphone Redmi 2 di Lazada, wow diskonnya 65% lho ! 🙂 eh tunggu sebentar…kok harga aslinya Redmi 2 sama dengan Redmi Note 4G ?? 😀 sama-sama Rp 5 juta rupiah, ha ha.

Bedanya kemudian Redmi 2 diskon 65%, dan Redmi Note 4G diskon 55% 🙂 🙂
Screenshot terlampir.

Ini adalah sebuah trik psikologis untuk mengecoh kita, pembeli 🙂 agar kita tergugah untuk membeli, karena "diskonnya gede!" 😀

Padahal ternyata harganya dinaikkan sampai tidak normal dulu 😀 baru kemudian di diskon 😉
Apa mungkin Redmi 2 memang pernah dijual Rp 5 juta di Lazada ? 🙂 🙂 kita cari di seluruh dunia pun rasanya tidak akan bisa menemukan toko yang menjual Redmi 2 seharga ini 🙂

Tipu-tipuan seperti ini sudah lama dilarang di negara-negara lainnya.

Di Inggris, konsumen dilindungi dari hal-hal seperti ini misalnya oleh CPR (Consumer Protection from Unfair Trading Regulations) tahun 2008 : https://www.gov.uk/government/publications/pricing-practices-a-guide-for-traders

Terkait soal diskon ini, peraturannya adalah sbb :

# Harga asli harus benar (pernah dijual dengan harga asli tsb)

# Produk tsb sudah pernah dijual dengan harga asli tsb minimal selama 28 hari, dan

# Memang benar ada stoknya : tidak boleh memajang harga saja namun sebetulnya tidak ada barangnya 🙂

Maka kemudian barulah produk tsb boleh di diskon, dengan mencantumkan harga asli tsb 🙂

Kalau aturan seperti ini diterapkan juga di Indonesia, entahlah berapa banyak penjual online & offline yang bakal kena 😀 mungkin banyak sekali ya?

Semoga di masa depan, para penjual di negara ini makin jujur dalam menjalankan bisnisnya, amin.


Post imported by Google+Blog for WordPress.