Monthly Archives: May 2005

Misc

[ LinuxISOtorrent.com :
Wished this existed when I was still in UK (where I had blazingly fast broadband access to the Internet) *sigh*
Oh well, enjoy… hunting for ISOs of linux distros is now much easier than before. (wished somebody would put up SLYNUX though, looks interesting)

[ A Gamer’s Manifesto ] :
If you ever played computer / console games in the last few years, you’ll have lots of laughter reading this. Absolutely funny – and spot on too. Quite a refreshing read.

Lomba karya tulis IGOS

Walaupun tidak terlalu dipublikasikan, namun ternyata [ peserta lomba karya tulis IGOS cukup banyak ].

Saya lihat, banyak sekali karya tulis yang sangat menarik dan kemungkinan besar bisa sangat berguna bagi masyarakat. Mudah-mudahan, IGOS akan mempublikasikan semua karya tulis yang masuk dan membuatnya bisa diakses oleh siapa saja.

Pengumuman pemenangnya sendiri akan dilakukan pada tanggal 24 Juni 2005. Andakah pemenangnya ?

Debian Sarge

I just bought Debian woody’s CDs from gudanglinux.com, and then I noticed that Debian sarge has been supported by Debian’s security team since 3rd of May 2005. Doh 🙂 if I knew that, I’ll buy Sarge CDs instead.

But anyway, personally I feel confident enough to use Debian sarge to run servers, now that it’s supported by the security team and has been frozen / prepared to become the next stable version of Debian.

Some people complained about the long release cycle of Debian. Well, if you run servers, the last thing you want is to stop your server and upgrade it every few months. So I’m perfectly happy with that (of course for desktop I prefer others; like FC3, Ubuntu, etc).
But, now I wrote it, I remember that with OpenBSD, you can (quite) easily upgrade your server to the next stable version. Probably you can do that too with Debian – that would be great. I’ll look around for the instruction.

Google WebAccelerator @ Indonesia

Beberapa waktu yang lalu Google meluncurkan layanan [ Google WebAccelerator ]-nya. Saat ini layanan tersebut terbatas baru tersedia untuk pengguna Internet di Amerika dan Eropa; dan juga sedang tidak menerima user baru.

Saya berharap mudah-mudahan Google mau menyediakan layanan tersebut di [ Google Indonesia ].

Selama ini sebetulnya saya sudah cukup sering memanfaatkannya – search suatu keyword, lalu saya klik di link “Salinan” (cache); bukan link ke situs tersebut. Hasilnya, halaman situs biasanya muncul dengan sangat cepat, karena server Google Indonesia terkoneksi ke IIX. Apalagi pada saat jam sibuk, dimana kadang website ybs selalu timeout (karena kecilnya bandwidth Internet dari/ke Indonesia dari luar negeri); cache dari Google Indonesia selalu muncul dengan cepat.
Tapi ini jelas kurang nyaman; karena ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan setiap kali – pertama Anda harus membuka situs Google Indonesia, melakukan search, lalu baru memilih situs-situs yang relevan.

Mudah-mudahan ini bukan cuma mimpi di siang bolong.

Star Wars: Revelations

Ketika pada heboh dengan Star Wars 3 (Revenge of Sith?), saya justru lebih tertarik dengan [ Star Wars: Revelations ]. Tadi pagi selesai di download, dan ditonton sebentar sebelum pergi kerja.

Kesan pertama adalah rasa tercengang karena melihat kualitas special f/x nya yang tidak kalah dari film Hollywood kelas atas. Revolusi komputer kiranya telah memungkinkan studio non-Hollywood untuk melakukan ini, malah SW:Revelations ini didistribusikan secara cuma-cuma. Long live indie studios!

Kualitas film-nya sendiri agak kurang bagus walaupun saya sudah download versi high-quality nya; dibandingkan dengan kualitas DVD 🙂 kalau dibanding dengan film-film yang didistribusikan via Internet juga, sudah cukup bagus.
Untunglah kini mereka sudah menyediakan versi DVD-nya, dan lagi-lagi bisa di download secara cuma-cuma. Mengingat sempitnya bandwidth Internet Indonesia, ada yang berniat menjadi distributornya di Indonesia ?

Plot ceritanya adalah mengenai perburuan Jedi yang terakhir oleh Empire. Waktunya antara Episode III & Episode IV. Sementara itu seorang wanita tidak bisa mengacuhkan berbagai penglihatan/ilham yang dia dapatkan. Sedangkan para Jedi (yang telah dinyatakan sebagai pengkhianat) & Emperor saling beradu cepat untuk mendapatkan sebuah benda bertuah yang dikatakan memiliki kekuatan yang besar.

Jalan cerita selanjutnya ? Silahkan ditonton sendiri ya 🙂

[ Link download SW: Revelations ]

User Mode Linux

I need to run a few more Linux server securely, but haven’t got the extra machines to run it on. VMware tend to slow the virtual servers a bit too much, especially if you’re running a lot of it. So I started to look at [ User Mode Linux ] (UML).

To my surprise, if your existing server runs Debian stable (woody), and you have backports.org listed as one of its software repository, then installing UML is as easy as “apt-get install user-mode-linux”. Nice ! 🙂 thanks to (I think) Matt Zimmerman for this. /usr/share/doc/user-mode-linux/README.Debian also has some extra pointers.

This will keep me busy for days for sure. I’ll post any UML-related tutorials here as soon as I have it ready. Stay tuned.

Learn Linux Admin – the easy way

If you have been wishing to start learning to become a Linux sysadmin (system administrator), but has been put off by the requirements (need to boot to Linux: but VMware to expensive, setting up coLinux too hard for you, etc). there’s an easier way now.

[ LinuxZoo ] gives you a (virtual) server, running Linux, for FREE. You just need to register with them to get it. What’s more, it even gives you tutorials to help you learn, and quizzes to test your newfound knowledge.

Kudos to the LinuxZoo crew for this service.

Another victim of “War on Terror”

A few years ago, [ Isnet ] bought a brand new server to replace it’s old one that’s already dead. Quite decent for its time, the server was then moved to its location, where it’ll be connected to the Internet and started providing various services (mailing list, websites, etc). However, soon after it was moved, nothing was heard from it again. I was confused, but the show must go on. Our friends started the services again with whatever available; old computer on slow links, etc. Over the time a few servers are added, and now Isnet provides its services from 3 servers all over the world.

A bit about Isnet – it’s probably the first organisation providing the most complete service for muslim community on the Internet. Granted most of the services are in Indonesian language, but I’m still yet to find others as complete as Isnet at the first time it began. It was started by Indonesian students on several countries. Thus began the Islamic Network (Isnet).

Yesterday I received an email from one of our friend. Among the content of the email is a story of the new server. Apparently, shortly after it was connected to the Internet – on a network on USA – the admin received a notification, asking him to unplug the server. The reason ? It contains “sensitive information”. But if you know what the contents on Isnet are, and realise what’s going on at the time (Bush’s crusade) – you’ll realise that it’s because it is Isnet – “Islamic Network”.

The admin has no choice but to shut down the new server. After 2 years, the “new” server has finally arrived in Indonesia, no longer new. But at least we can plug it in without worrying of getting censored again.

Bush’s war causes way too much collateral damage, and way too little on its actual target (hi Osama). He sucks, big time.

Razia software : solusinya yang tepat & terjangkau

Razia dengan mengatasnamakan UU HAKI kini makin sering saja terjadi. Diawali oleh berbagai oknum aparat, yang biasanya menyita peralatan komputer dan meminta tebusan puluhan juta rupiah. Kini BSA juga kelihatannya sudah mulai mengambil ancang-ancang, bisa dilihat misalnya dengan iklannya yang berukuran besar di media massa ternama Indonesia.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya baru selesai memigrasikan sebuah warnet ke solusi open-source, yaitu memanfaatkan Fedora Core 3 (FC) dan LTSP (Linux Terminal Server Project). Yang tercapai adalah :

  • Hemat puluhan juta rupiah (karena tidak usah membeli lisensi software)
  • Workstation bisa menggunakan komputer bekas / murah (Pentium II / III)
  • Maintenance bisa difokuskan di server saja
  • Tidak cemas lagi soal virus / spyware
  • dll

Kebetulan saya sedang memiliki sedikit waktu, maka saya telah tuliskan panduan instalasinya di posting ini. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya.


Continue reading Razia software : solusinya yang tepat & terjangkau

OpenBSD 3.7

I just read from Slashdot that [ OpenBSD 3.7 was just released ]. I quickly checked the announcement, but unfortunately it seems that the auto-update feature is still being developed. This was my main reason of migrating from OpenBSD to Debian; updating existing packages took too much time and very disruptive to whatever I’m doing. With Debian, the server is able to automatically update itself whenever new updates are released, so I can use my time to do other more important things.

Don’t get me wrong : I still respect OpenBSD and its developers very much. This is because I’ve found out what I must do to bring Debian/Linux to OpenBSD’s security level — and it’s plain mind-boggling. The difference is quite huge.
Simply said, I’m only able to sleep easier at nights because I’ve put up a firewall, and I’ve locked down opened ports as tight as I could. But if a hacker ever manages to give himself shell access, I don’t think it will take much time to escalate it to root privileges. There are just too many software in my Debian server that’s not as hardened as the ones in OpenBSD’s software collection.

There was an easier way to bring Linux’s security level closer to OpenBSD’s, thanks to grsecurity project. But it was still hard to implement, break many things, and unfortunately the project has been shut down since. A lot of professional admins, especially in webhosting community, mourned the death of it.
With OpenBSD, you get the excellent security out of the box. It’s as convenient as it can be.

Security (and doing things [ the Right Way ] is still a trade-off with convenience though. Things tend to work differently, harder and/or more cumbersome on OpenBSD.
If you think administering Linux is already hard, I’ll frankly tell you to stay away from OpenBSD (for now) to avoid you from wasting your own time. But if you appreciate the peace of mind given by a secure system, then you’ll love OpenBSD and will be able to adapt yourself to its differences.

But don’t lose your alertness yet. Even with OpenBSD, you can still be hacked.
For example, if you host websites running unsecure scripts (PHP, Perl, etc), then you WILL be hacked. I know because my server was hacked too. Even though the attacker won’t be able to go out the chroot jail (Apache is running chroot-ed on OpenBSD), the attacker will still be able to destroy all of your websites!

In my case, I was saved by mod_security and suphp, even though I’m using Debian instead of OpenBSD. mod_security enable me to implement chroot easily in Apache on any OS (including Debian) and other great things including firewalling the HTTP requests. And suphp restrained the attacker even further by limiting his/her access only to the vulnerable script owner’s privilege – not Apache’s.

I still use Debian because in my case I’m happy with its security level and I need apt’s superior updating capability. But once OpenBSD provides excellent package management facility as well, then I’ll be very tempted to move to it.

note:
very useful comment on [ OpenBSD life-cycle ] – the team officially support current version and the previous version. But I’m glad to know that it’s quite easy to update your current OpenBSD installation to the current version.

note/2:
here’s my previous post on [ OpenBSD 3.6 ]

Jalan Tol

Kebetulan baca posting Ben [ soal jalan tol ], jadi ingat beberapa pengalaman apes pribadi.

  • Tikungan terlalu tajam tanpa peringatan : normalnya, di berbagai highway (yang malah gratis), makin tajam suatu tikungan, maka makin besar/jelas peringatannya. Ini tidak berlaku di Indonesia – contoh: saya nyaris celaka ketika pertama kali mencoba jalan tol Serpong – Pondok Indah, ada sebuah tikungan yang ternyata sangat tajam; sehingga saya nyaris menghantam pembatas jalan. Padahal saya tidak terlalu ngebut dan ketika itu cukup waspada.
  • Jalanan rusak : Jasa marga pernah menampilkan beberapa advertorial mengenai bahaya pecah ban di jalan tol – well, menghantam jalan rusak dalam kecepatan lebih dari 100 km saya kira cukup membantu untuk memecahkan ban mobil.
  • Blind summit : Blind summit adalah jalanan yang mendaki dengan cukup curam, sehingga kita tidak bisa melihat apa yang ada di balik puncak jalan tersebut. Seingat saya, saya belum pernah menemukan blind summit di motorway manapun – kecuali di Indonesia. Dan baru saja pagi tadi nyaris celaka – di jalan tol kota arah ke airport, persis setelah blind summit disitu ternyata macet total. Padahal mobil sedang melaju kencang karena jalan tol sedang kosong 🙁 jantung hampir copot.
  • Informasi jalan tol : Jasa marga sangat minim menyediakan layanan informasi keadaan jalan tol, memang pernah ada beberapa papan informasi elektronik tapi jarang. Kelihatannya mereka mengandalkan radio Sonora (92 FM), tapi saya kira kok Metro FM (107.8 FM) lebih bagus tuh, cepat dan tidak bertele-tele. Tapi tetap saja papan informasi itu penting, kalau di negara lain biasanya jika ada kecelakaan kita sudah tahu dari papan informasi jauh sebelumnya. Sehingga kita bisa mengubah rute kita sebelum terjebak macet.
  • Penanganan kecelakaan : 2 poin diatas saya membahas kemacetan total di ruas tol dalam kota – ternyata terjadi karena ada sebuah truk trailer besar yang terbalik. Tetapi, kejadiannya jam 12 malam, namun baru di-handle oleh Jasa marga jam 5 pagi (menurut Metro FM). Duh, ya jelas jam 7 pagi pun (baca: jam sibuk) masih belum selesai. Ini bisa dihindari kalau Jasa marga mau meniru jalan tol lainnya, yang menaruh kamera-kamera monitor, atau patroli yang lebih sering.
  • Jalanan bergelombang : WTF with this one ? Beberapa jalan tol sangat bergelombang, sampai bisa terasa beberapa kali cengkeraman ban pada jalan menjadi melemah. Ini jelas berbahaya, karena bisa menyebabkan kecelakaan karena berkurangnya kontrol pengemudi terhadap kendaraan.
  • Middle-lane hogger : Ada banyak pengemudi kendaraan yang malas pindah ke jalur kiri walaupun kecepatannya pelan, dan tetap di jalur tengah / kanan. Akibatnya, seringkali terjadi traffic jam berkilo-kilometer karena 2 kendaraan berjalan lambat dengan paralel – padahal di depannya jalanan kosong. Di negara lainnya yang seperti ini sudah mulai menjadi sasaran polisi, karena menurunkan efisiensi jalan yang ada, menaikkan polusi udara, membuang percuma bensin & waktu, dll.
  • Penghalang pandangan : Memperindah ruas tol sih sah-sah saja, tapi kalau sampai menghalangi pandangan, duh …
    Beberapa kali saya menemukan tikungan dimana visibility-nya hanya beberapa meter ke depan, karena terhalang oleh tanaman hias di pinggir ruas tol.
  • Etc : Rasanya sih masih ada lagi, silahkan ditambahkan 🙂

Support your local industry

…buy your local laptop bag: [ Move-X ]

I find it interesting because it looks just like a normal backpack (ignored by laptop thieves), seems to have loads of space, loads of place to put your things, and the price is quite reasonable.

If you wish to buy one, they can be contacted on movepack@yahoo.com or phone/SMS : 0815 938 3936.

Kutitipkan Temanku; Calon Orang Penting di Negeri Ini!

Yang terbaru dari penulis cilik berbakat, Abdurrahman Faiz. Selamat membaca.

——————–
Kutitipkan Temanku; Calon Orang Penting di Negeri Ini!

Rumah mungil yang hanya sepetak itu berada dekat sekali dengan pasar dan kolong jalan tol. Di sekitarnya tampak kekumuhan yang memedihkan mata.
Itulah Rumah Cahaya Penjaringan. Tempat ini dirintis oleh teman-teman Bunda di Forum Lingkar Pena dan Fojis. Yang mengurus Om Andi, penulis yang memakai nama pena Biru Laut itu lho. Om Andi dulu tinggal di dekat sini dan mantan
preman. Aku terkejut juga. Banyak teman preman Om Andi yang suka rela membantu Rumah Cahaya. Ada Om Rojak, Om Tarjo dan banyak Om lainnya. Mereka hebat!

Aku sampai pagi itu dan terkejut dengan sambutan meriah dari teman-teman kecil di Rumah Cahaya. Usia mereka antara 5-13 tahun. Aku tersenyum dan menyalami mereka. Wah mereka ramah!. Mereka menatapku seolah aku ini artis. Aku jadi tidak enak sekali. Aku mencoba untuk lebih akrab.

Tante Asma dan bunda membuat beberapa acara. Ruangan mungil itu seakan hampir runtuh karena ramainya sorak anak-anak. Apalagi saat mereka bermain tebak-tebakan dan ekspresi untuk mendapatkan banyak hadiah imut yang kami
bawa. Nah di tengah keramaian itu tiba-tiba aku melihat sesuatu, tepat di sebelah rumah cahaya.

“Tempat apa itu? Peralatan apa?” tanyaku pada teman di sebelahku.

“Itu tempat perjudian,” katanya. “Dan itu alat-alatnya,” tambah anak berbaju biru itu lagi. “Anak-anak suka main di situ. Padahal seharusnya itu tak terjadi.”

Aku sering mendengar di daerah dekat Rumah Cahaya ada tempat perjudian. Tapi aku tak menyangka kalau tepat di sebelah Rumah Cahaya!

Aku menyalami anak berbaju biru itu dan berkenalan. Namanya Hengki Rifai. Lalu tiba-tiba kami sudah mengobrol seperti teman lama.

“Di sini banyak penduduk yang kesusahan. Yang putus sekolah juga banyak,” kata Hengki. “Saya berdoa dan berjuang supaya bisa terus sekolah.”

Hengki berumur 12 tahun dan duduk di kelas 6 SD. Aku baru 9 tahun dan baru kelas III SD, tapi asyiknya obrolan kami nyambung.

“Boleh aku ke rumahmu?” tanyaku.

Hengki mengangguk. “Tapi rumahku aneh. Tidak apa?”

“Aku suka rumah aneh,” ujarku tersenyum.

Hengki tertawa, matanya yang bulat bersinar.

Kami pun berangkat bersama Om Rojak dan Om Tarjo, preman baik hati pendukung Rumah Cahaya.

Perjalanan ke rumah Hengki melewati lorong-lorong kumuh di bawah kolong tol. Aku prihatin karena lorong tersebut kotor, gelap dan bau. Anak-anak kecil buang air besar di got kecil yang cetek itu. Rumah-rumah di sana tidak layak huni. Kumuh sekali. Hampir semua rumah tidak beratap. Atapnya langsung jembatan tol itu. Aduh, aku jadi ingin menangis.

Akhirnya aku sampai juga di rumah Hengki. Aduh rumah Hengki membuatku sedih. Rumah itu kecil, kumuh sekali. Lebih mirip gudang. Di sebelahnya ada kandang-kandang ayam. Tapi kata Hengki tinggal kandangnya, sudah tak ada ayamnya lagi. Aku tidak bisa membayangkan ada orang menempati rumah seperti ini. Ya Allah aku istighfar dan menahan airmataku yang ingin cepat turun.

Ternyata Hengki anak yatim. Yang membuatku ingin menangis lagi, Ibu Hengki sebenarnya masih hidup. Tapi pergi meninggalkannya begitu saja. Hengki hidup bersama kakek dan neneknya. Neneknya punya warung mungil di depan rumah
mereka. Hengki sering membantu neneknya berjualan. Aku juga ngobrol dengan nenek Hengki yang ramah. Hatiku tersayat lagi melihat orang setua itu masih harus bekerja.

Aku kagum, meski mereka kesusahan tapi sangat mengutamakan tamu. Aku minum teh botol tapi mereka tak mau dibayar. Terang saja aku memaksa. Aku paksa Hengki sekalian menerima sedikit tabunganku yang kubawa hari itu. Hengki
kaget. Dia malu tapi bersyukur. Rupanya dia belum bayar uang sekolah beberapa bulan. Aku juga memberikan buku-buku karyaku pada Hengki. Hengki tertawa. Katanya dia sudah membaca semua puisiku di Rumah Cahaya, tapi belum
punya bukunya. Dia berterimakasih sekali. Ah, Hengki. Sebenarnya aku yang berterimakasih padamu. Kamu mengingatkanku lagi akan arti syukur dan peduli pada sesama.

Sayang, aku tak bisa lama mengobrol dengan Hengki. Sebab acara di Rumah Cahaya belum selesai. Aku harus kembali ke sana. Aku menyalami nenek, menyalami dan memeluk Hengki. Aku katakan padanya begini: “Kita terus
bersahabat ya! Apapun yang terjadi!” Hengki mengangguk dan menjabatku erat.

“Kamu tahu Hengki, aku yakin, meski keadaanmu sekarang begini, suatu saat kamu akan jadi orang hebat! Orang penting! Jadi kamu tidak boleh menyerah sekarang!” pesanku padanya.

Hengki tertawa, menampakkan giginya yang putih bersih. Aku senang melihat Hengki yang hitam manis. Dia cerdas dan baik hati. Aku tahu suatu saat, kalau dia tetap berjuang dan dekat dengan Tuhan, dia benar-benar akan menjadi orang penting di negara ini!

“Aku akan datang lagi!” seruku. Aku melambai pada Hengki dan nenek, sambil berusaha menahan haru.

Ditemani Om Rojak, Om Joni, Om Tarjo, preman-preman baik hati itu, aku kembali menuju Rumah Cahaya Penjaringan. Mereka menatapku heran. Aku juga menatap mereka kagum.

Preman pahlawan, aku tahu Allah akan menjaga sahabatku Hengki Rifai. Tapi tolong ya, aku titip juga calon orang penting ini pada kalian!

(Abdurahman Faiz)

Cara mudah berzakat

Dari kawan-kawan saya di PortalInfaq – semoga berguna :

===============================
Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.(QS Al Baqarah 267)

Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu
(HR. AL Bazar dan Baehaqi)

Ketik : zakat[spasi]portal[spasi]pilihan

kirim ke 92528

Contoh : “zakat portal aceh”, kirim ke 92528

Keterangan : portal maksudnya (Portal Infaq)

Contoh kirim untuk asnaf/penerima zakat yang lain :
“zakat portal miskin”

Pilihan Mustahik/Penerima zakat :

Fakir
Miskin
Muallaf (Orang yang baru masuk Islam)
Riqab (Memerdekakan budak)
Gharim (Orang yang berhutang)
Fiisabilillah (Perbuatan di jalan Allah ; pendidikan, mesjid, bantuan bencana alam dll)
Ibnussabil (Orang yang melakukan perjalanan di jalan Allah)

Untuk Panduan M-zakat :
ketik “help” kirim ke 92528, maka informasi panduan M-Zakat akan dikirim ke handphone Anda.

Pembayaran zakat sebesar Rp.12.500,- sementara baru berlaku untuk pelanggan prabayar :

SimPATI & Kartu As dari Telkomsel, plus biaya jasa layanan Rp. 2.500,-. (Total charge Rp. 15.000,-)
Mentari, Matrix & IM3 dari Indosat, biaya jasa layanan Rp. 1.500,-. (Total charge Rp. 14.000,-)

Layanan M-Zakat lainnya :

Hitung zakat
Informasi mengenai berapa zakat yang harus Anda keluarkan setiap tahunnya.
Caranya ketik “hitung[spasi]penghasilan” kirim ke 92528

Contoh : “hitung 2500000” kirim ke 92528
maka informasi jumlah zakat per tahun akan dikirim ke handphone Anda.

TOLONG SEBARIN KE MILIS2 atau REKAN2 YG LAIN YA

http://www.portalinfaq.org

PortalInfaq UK (inactive)

Kompas vs Priyadi ?

Mudah-mudahan tidak bertambah daftar orang yang di-somasi oleh Kompas. Tapi cukup surprise ketika tahu bahwa Kompas menayangkan artikel yang secara langsung [ mengkritisi blog /milis /new media secara umum ].
Sayangnya, lagi-lagi artikel tersebut melakukan generalisasi dan/atau asumsi yang tidak tepat.

Tapi “perang” antara Kompas/old media & Priyadi/new media tidak hanya terbatas pada artikel-artikel di Kompas saja. Priyadi mengungkapkan bahwa ada komentar-komentar anonim pro Kompas yang sebetulnya berasal dari kantor Kompas.
Jadi sangat ironis kalau kita mengingat bahwa Kompas menuntut BS karena menyampaikan informasi dari sumber anonim.

Kalau mau satu contoh ironi lainnya lagi, silahkan baca [ posting Ben ] yang satu ini.

Bagi saya, keberadaan new media bermanfaat karena menambah jumlah sumber informasi saya. Reaksi Kompas seperti ini mungkin adalah karena mereka mulai merasa bahwa hegemoni old media mulai terancam. Namun saya, dan Anda, yang akan diuntungkan karena: ada tambahan sumber informasi untuk crosscheck, terkadang lebih cepat dalam penyampaian informasi, dan (yang paling penting) semua orang bisa berbicara -dan- terdengar. Bukan cuma media besar dengan dukungan modal kuat saja. New media memungkinkan the little people untuk menjadi lebih terdengar. Sedangkan di old media ada keterbatasan jumlah berita yang bisa mereka angkat, [ kecenderungan short-term memory ] / cepat dalam melupakan berbagai isu penting, terkadang ada self-censorship, seringkali bias, dll.

New media dan old media sama-sama bisa tidak reliable, yang penting adalah kita kritis dalam menerima berita dari kedua sumber ini.

Apakah kita sedang menyaksikan awal dari menurunnya kekuasaan old media di Indonesia ? Time will tell.

Clipper

Penggunaan bahasa Clipper untuk development software di Indonesia masih cukup marak. Ini bukannya tanpa alasan,terus terang Clipper sangat memudahkan programmer untuk membuat program dengan sangat cepat. Dan user senang dengan Clipper karena programmer bisa membuat UI (User Interface) yang mudah digunakan oleh user.

Salah satu kekurangan Clipper adalah karena membutuhkan platform DOS. Memang ada Clipper for Windows, tapi terakhir saya coba, kurang reliable.

Tapi sekarang sudah ada alternatif dari Clipper. [ Harbour ] dan [ xHarbour ] adalah clone Clipper, dan tersedia di banyak platform. Terutama di Linux, sehingga menjadi alternatif yang sangat menarik.
Selamat mencoba.

Wiki comparison

I’ve been looking for the right Wiki for a company that consulted me. After looking around for a while, I think I’ll try [ PmWiki ] – users can upload files to its pages and it’s still relatively easy to setup.
Anyway, if you’re looking for similar information, here are some links to begin:

[ first comparison ]
[ second comparison ]
[ third comparison ] (most comprehensive)

note:
it looks like that [ DokuWiki ] is quite good too.