Monthly Archives: January 2006

Nasib Blackberry

Pada tahun 2004, saya mengingatkan bahwa Blackberry adalah teknologi yang bermasalah, karena sedang diadili terkait dengan tuduhan pelanggaran paten.

Kini, ternyata memang Blackberry terancam dihentikan operasinya oleh pengadilan.
Para penggunanya terancam kehilangan layanan yang telah menjadi bagian dari kegiatan mereka sehari-hari.

Tapi, coba tebak apa yang kemudian terjadi ?

Pemerintah Amerika kemudian menyatakan bahwa Blackberry adalah vital bagi keamanan nasional.

The U.S. government has even joined the dispute, arguing that BlackBerry’s are vital to national security.

Ha ha ha 🙂 bilang saja sudah “kecanduan” Blackberry, ini malah pakai alasan keamanan nasional segala.
Gila juga, segala macam dikaitkan ke masalah “homeland security”, sampai blackberry pun juga. Negara yang aneh – di lain berita, Amerika telah mempersiapkan diri untuk memerangi Internet.

Speechless deh saya….

Bill Gates : the Philanthropist ?

A few days ago I stumbled upon a Digg news on Bill Gates : Bill gives big. It was about Bill Gates (again) donating serious amount of money.
On the page’s commentaries, a lot of people praises Bill for what he’s done. The usual stuff – when you see a shiny package, you think that it contains something very nice too.

But, the comment by shazeubaa caught my eye.
Shazeubaa gave a few pointers, which can be used to see what’s under the “skin”.

Here’s what I’ve found so far :

1. Sure, Bill gives big. But, do you realize that most of those are related to drugs / vaccinations? Here’s one of it. And, do you realize that he has invested quite a lot in medical companies ?
Can we draw a line connecting these ?

2. An investigative journalism into Bill’s donations and agendas. Basically, the donations will bring him even more money from drugs, by blocking cheap drugs, therefore potentially killing more than he saved.

3. Just as with Microsoft, Bill staunch support of strict intellectual-property protections for drugs in poor countries. They argued that this is necessary, so they can recoup the R&D costs. However, turned out that Big Pharma’s marketing cost are 2.5 over their R&D cost.

Also, when you read something like this paragraph below, you can’t help but to start question the real intentions of Gates’ Foundation:

A report issued last year by the Commission on Macroeconomics and Health, chaired by economist Jeffrey Sachs, made a strong defense of intellectual-property protection as critical to continued investment in drug research and development. The Gates foundation was a major sponsor of the commission.

4. With vaccinations becoming mandatory in many countries, he could get very good returns on his “donations” (read: investment) to vaccine researches. But, vaccines are not without problems:

This list is by no means comprehensive. I already use up too much time, and need to stop at the moment. I’ll try to continue later, but do feel free to inform me if you know similar investigative research into Bill’s donations.

Note that I don’t judge that indeed Bill have hidden agenda in his donations. It requires much more exhaustive investigation, which I simply don’t have time/resource for.
I’m just simply against looking on the shiny skin / package, and decided that it’s good – straight away. With no effort whatsoever to look further / underneath all of it. This is why we can be fooled by many parties (gov’t, corporations, celebs, etc) so easily, for their own benefit.

We need to stop taking things so literally, and start to be smarter in regard to a lot of things. As Kakashi said; we need to start to “look underneath the underneath“.

Hopefully many will be inspired by this article to start doing this.

Rumah Sains Ilma

UPDATE: Rumah Sains Ilma kini sudah pindah ke :

Rumah Sains Ilma Pusat
Jl TPU Parakan, Pamulang 2, Tanggerang
021-32042545

Hari Minggu kemarin (30 Januari 2006) saya mengantar anak-anak ikut lomba melukis di BTC (Bintaro Trade Centre). Nggak ada target menang, yang penting mereka senang. Terutama anak saya yang kedua, kelihatannya dia agak lebih cenderung ke bidang kreatif. Alhamdulillah, itu yang terjadi; mereka gembira bertemu dengan kawan-kawannya, menggambar sampai puas (dan pegal), dihibur juga oleh para badut dan beberapa acara atraksi untuk anak-anak.

Selagi menunggu mereka menggambar, saya berkeliling kompleks BTC dengan anak saya yang paling kecil. Walaupun namanya BTC (mirip ITC), namun desain kompleksnya lebih mirip dengan Citos (Cilandak Town Square).
Di salah satu barisan tokonya, saya menemukan sebuah ruko dengan merk “Rumah Sains Ilma” (RSI).

Saya baca beberapa brosur yang ditempel di depannya. Ternyata, RSI adalah semacam klub yang aktivitasnya di seputar sains aplikatif, dan khusus untuk anak-anak umur 5 – 12 tahun. Wow. Menarik sekali.

Biayanya per grade (1 grade = 3 bulan) adalah Rp 350.000, berarti per bulannya sekitar Rp 120.000. Rasanya ini cukup murah dibandingkan kursus-kursus lainnya, dan ini di bidang sains pula.

Jika Anda tertarik, informasi lebih lanjut bisa didapatkan dengan menelpon 021 – 7453307.

Machine Hayabusa

I don’t know why, but this morning I suddenly remembered an anime I watched when I was a kid, titled “Machine Hayabusa“.

It was quite unique in many ways. Example; is there any other F1-themed anime that was as popular as that ? But it’s just not that, the reason it was very interesting was because of the imaginations put into the series. Like how the tracks were different, and each poses different challenges. Due to that, Ken’s car can be fitted with different engines, so to adapt to the current track. Two of the engines can even make the car to fly.
And, the racing/driving techniques were, let’s say, a bit …. unusual 🙂 2-wheels technique on a F1 race ? Not in my lifetime, he he.

Also, the race was not the usual F1, it was more like a deathrace 🙂 especially since team Black Shadow joined it. It might be a bit scary to watch for little children.

So I already said that Ken’s car can fly, but his car’s not the only one with extra capabilities. Other cars can also do different things, some even have weapons I think.
But Ken’s the most intriguing one, especially the V3 engine, simply awesome. It was the first time I saw a car with a jet engine 🙂 whenever the V3 was turned on, others can only watch his dust. Total overkill. This anime may got its idea from Spirit of America, the first known car with an attached jet engine. (taken from a F-86 Sabre)

What really stood up though was the kind of ordeal Ken’s team has to go through. And how they pulled each of those.
Each episode was simply an awesome display of persistence and mental/physical struggle. This is why I’d really love to be able to watch it once more time.

Links:
[ Hayabusa 3D – amazing pictures ]
[ Machine Hayabusa V3 – from HotWheels (!!) ]
[ Summary from Animenfo.com ]
[ Summary from AnimeNewsNetwork.com ]
[ Machine Hayabusa – DVD ]

CIA henchmen behind Indonesian bombings

My father happened to watch a local TV station, Metro TV. It was interviewing somebody with his face blurred.

Apparently, this guy confessed that he has been paid by CIA to do terrors in Indonesia.
He has since mend his ways, and agreed to speak up to Metro TV.

What really saddened me is how people will do terrible things for so little – that guy did what CIA told him for US$ 500, $700. US$ 1500 is tops.
CIA is definitely having it really easy here in Indonesia.

If anyone else watched the interview as well, please do comment and share your impression of it.

I still feel uneasy over this.

Dilema : Open atau Tidak ?

Saya selama beberapa bulan mendevelop sebuah software POS (Point Of Sales) untuk salah satu client saya. Kini, software tersebut sudah hampir selesai, tinggal menambah beberapa modul laporan dan beberapa penyesuaian fitur. Softwarenya sendiri sudah digunakan selama berbulan-bulan di sebuah minimarket tanpa masalah yang berarti.

Nah, tadinya saya punya ide untuk merilis software tersebut sebagai open-source.
Ide ini muncul karena melihat berbagai software POS yang ada :

1. Banyak fitur penting yang tidak ada:
Karena developernya biasanya tidak begitu paham workflow di bisnis retail, sehingga kadang fasilitas vital seperti computer-assistead Purchase Order saja tidak ada. Lalu ketika kita minta menambah fitur ini, developernya men charge mahal. Padahal, sebetulnya ini keuntungan bagi mereka, karena software mereka jadi lebih lengkap fiturnya.

2. Vendor lock-in :
software POS tersebut tidak memberikan source-code. Beberapa malah menuntut adanya dongle (seperti KeyPro, Sentinel, dll) – ini menambah masalah; contoh: KeyPro tidak kompatibel dengan Windows 200x/XP, dan vendornya sudah tidak memberikan tech.support lagi untuk produk ini.
Sehingga, jika ada fitur yang kurang (lihat poin #1 diatas), maka kita menjadi sandera vendor, dimana dia bisa menentukan harga yang diinginkannya.

3. Juga, selama ini saya sudah berkali-kali mendapat pertanyaan mengenai software POS dari para pengusaha UKM (Usaha Kecil Menengah). Mereka membutuhkan software POS, tetapi yang harganya terjangkau.

Karena itu, saya berencana untuk merilis software POS saya ini dengan lisensi GPL.

Namun, di suatu kesempatan saya sempat berbicara panjang lebar dengan seorang developer software POS. Disitu saya baru tahu kondisi kehidupannya, ternyata cukup mengenaskan.

Saya jadi tidak tega untuk merilis software POS saya ini dengan lisensi GPL, karena saya takut justru akan jadi mematikan orang-orang seperti beliau ini (developer POS freelance).
Memang niat saya adalah (antara lain) untuk membantu mereka yang membutuhkan namun tidak mampu, tapi saya yakin imbasnya juga akan terasa kepada para developer ini. Apalagi jika software POS saya tersebut jadi terkenal, bisa tamat riwayat mereka; karena software saya kebetulan lebih lengkap dari segi fitur, dan lebih bagus dari segi kualitas. Gratis lagi.

Jadi inilah (salah satu dari berbagai) dilema saya saat ini : Open atau Tidak ?
Saat ini, saya berkeputusan untuk tidak. Tapi jika Anda punya solusi yang bijak untuk kasus ini, do please feel free to let me know.

Kembali mengenai para developer tadi – ada satu kekurangan mereka, yaitu dari segi marketing & pricing.

Pada saat ini, cara marketing mereka adalah dengan cold calling – mereka datang langsung ke calon customer, dan menawarkan produk mereka. Ini sangat memakan waktu, yang sebetulnya bisa mereka pakai untuk menyempurnakan produk mereka.
Juga dari segi pricing, karena volume sales-nya rendah (dalam sebulan belum tentu laku), maka mereka terpaksa mematok harga tinggi, untuk menutup biaya hidup mereka. Ini justru jadi mengusir customer yang tertarik, karena harganya di luar jangkauan mereka.

Solusinya adalah dengan menurunkan harga ke batas yang terjangkau oleh banyak customer. Lalu agar pemasukan tidak menurun, karena penurunan harga tersebut, maka volume sales yang harus kita harus digenjot. Caranya adalah dengan memperluas jangkauan marketing mereka (dengan cara-cara marketing yang kreatif, namun tetap etis).
Untuk developer POS yang saya kontak tersebut, saya sudah menawarkan bantuan saya untuk hal ini.

Pada saat ini di milis teknologia@googlegroups.com juga sedang dibahas berbagai ide untuk meng-“ekspor” developer lokal Indonesia ke pasar luar negeri. Mudah-mudahan usaha ini bisa menjadi kenyataan, dan membawa manfaat bagi banyak orang.

Bahaya Syiah

To: forum-jumat@yahoogroups.com
From: Harry Sufehmi
Subject: Bahaya Syiah – was Re: [forum-jumat] Bidadari itu Perempuan yang Shaleh (Memperingati Hari IBU)

At 07:53 AM 12/28/2005 +0000, Dede wrote:
>Sekedar bahan renungan bagaimana menghormati Ibu dan Istri kita.
>
>Wass,
>dede

Terimakasih kang Dede atas kirimannya.

Mohon maaf, saya terpaksa mengkritisi beberapa poin di artikel tersebut ya.

InsyaAllah kebanyakan kita sudah tahu bahwa kang Jalal adalah salah satu syaikhnya rekan2 kita umat Syiah. Nah, salah satu usaha mereka, agar diterima oleh mainstream Islam di Indonesia, adalah dengan mengusahakan kepercayaan mereka dianggap sebagai MAZHAB ke lima di dalam Islam.
Biasanya mereka menyebutnya sebagai mazhab Ja’fari, dinisbatkan kepada Imam Ja’far, yang bernama lengkap Imam Ja`far bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Al Husain bin Ali bin Abu Thalib.

Hal ini karena para ulama besar Islam sejak dahulu sudah dengan sangat tegas mengatakan bahwa Syiah adalah agama non-Islam,.
Nah, tujuannya ada dua – selain agar diakui oleh Islam mainstream (Sunni), yang lebih berat lagi, yaitu untuk menghancurkan sendi-sendi Islam.

Karena, nantinya mereka akan bilang begini, “Guru Imam 4 mazhab itu ternyata Imam Syiah lho”.
(Imam Ja’far memang dianggap sebagai guru dari para Imam 4 mazhab)

Seorang Syiah dalam diskusinya mengatakan ini kepada saya. Tiba-tiba hidup ini terasa luar biasa berat bagi saya.
Apakah berarti selama ini saya telah mengikuti agama yang palsu?
Apakah sebetulnya Syiah itu adalah Islam yang sebenarnya, yang kemudian dimanipulasi oleh Imam 4 Mazhab (sehingga menjadi Islam yang sekarang ini) ?!

Cerita yang panjang disingkatkan – akhirnya saya menemukan berbagai bukti bahwa ternyata semuanya itu hanya (maaf kalau kasar, tapi ya inilah kenyataannya) tipuan dari para syaikh Syiah yang terdahulu. Tapi para syaikh Syiah yang sekarang juga tetap salah karena turut menyebarkan fitnah ini.

Salah satu diskusi kritis terhadap artikel ini misalnya ada disini.

Hadits “kebanyakan penghuni neraka itu adalah wanita” adalah hadits shahih dari Bukhari.

Secara logika saja, coba kita lihat ayat yang dikutip kang Jalal:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya” (QS 56:36-37)
Bagaimana caranya sampai tiba-tiba kesimpulannya para bidadari itu adalah para wanita shalihah ? Tidak ada penjelasan alur logikanya, sampai tiba di kesimpulan tsb, dan tidak ada petunjuk di ayat tersebut bahwa memang demikian halnya. Cuma “kata” Imam Ja’far, dimana itupun perlu diragukan apakah beliau memang pernah bicara seperti itu; contoh: walaupun umat Syiah mengaku Ja’far sebagai salah satu dari 12 Imam mereka, tapi beliau sendiri tidak pernah menyatakan demikian.

Jadi sebelum kita percaya bahwa hadits shahih tersebut tidak benar, yang pertama perlu kita periksa sebetulnya adalah: apakah benar Imam Ja’far, actually, memang pernah mengatakan seperti itu?
Jangan-jangan itu cuma khayalan para syaikh Syiah zaman dahulu, seperti dibahas misalnya disini.

Nah, karena demikian banyaknya fitnah-fitnah seperti ini yang ada di agama Syiah, maka sudah banyak buku-buku yang meluruskan kembali hal-hal tersebut. Salah satunya yang dalam bahasa Indonesia adalah “Fitnah Kubro”, terbitan yayasan Al-Haramain (dulu pimpinan Hidayat Nur Wahid). Bukunya cukup tebal, tapi itupun belum membahas semua fitnah yang ada. Ya, karena memang terlalu banyak. Tapi sudah bagus untuk menjadi bahan untuk mem-balance (dis)informasi dari pihak Syiah.
Buku lainnya yang bisa saya rekomendasikan adalah “Mirage in Iran”, saya pernah lihat ada di toko buku di Small Heath, Birmingham.

Mohon maaf kalau saya tidak bisa mengkomentari hadits-hadits lainnya yang dikritisi di artikel di bawah ini, karena keterbatasan waktu saya. Tapi pada intinya, kalau ada kesalahan penafsiran, ya betulkan penafsirannya. Bukan justru teksnya yang sudah jelas shahih (hadits dari Bukhari) yang malah dianulir 🙂
Mungkin ada kawan-kawan lain yang lebih kompeten yang bisa membantu mencerahkan kita.

Jadi, Just Say NO to “Mazhab” Ja’fari, karena ujungnya adalah penganuliran Islam yang pada saat ini kita anut — dengan berdasarkan fitnah-fitnah / pemelintiran penafsiran/fakta.

Salam,
Harry

Bidadari itu : “Perempuan Shaleh”

oleh : Jalaludin Rakhmat

“Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan ?” tanya seorang murid kepada Imam Ja’far. Fakih besar abad kedua hijrah itu tersenyum. “Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur’an – Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya ; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS 56:36-37) -. Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin.” Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan.

Hadis yang ‘mendiskreditkan’ perempuan ternyata sudah masyhur sejak abad kedua hijrah. Tetapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang menolaknya. Dari Imam Ja’far inilah berkembang mazhab Ja’fari, yang menetapkan bahwa akikah harus sama baik buat laki-laki maupun perempuan. Pada mazhab-mazhab yang lain, untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba, untuk anak perempuan seekor saja. Mengingat sejarahnya, mazhab Ja’fari lebih tua, karena itu lebih dekat dengan masa Nabi daripada mazhab lainnya. Boleh jadi, hadis-hadis yang memojokkan perempuan itu baru muncul kemudian : sebagai produk budaya yang sangat maskulin ?

Karena banyak ayat turun membela perempuan, pada zaman Nabi para sahabat memperlakukan istri mereka dengan sangat sopan. Mereka takut, kata Abdullah, wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi meninggal, mereka mulai bebas berbicara dengan istri mereka (Bukhari). Umar, ayah Abdullah, menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas berbicara kepada suaminya pada zaman Nabi. Ketika Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan perkataan yang keras istrinya berkata : Kenapa kamu terkejut karena aku membantahmu ? Istri-istri Nabi pun sering membantah Nabi dan sebagian malah membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan itu mengejutkan Umar : Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera menemui Hafsah, salah seorang istri Nabi : Betulkah sebagian di antara kalian membuat Nabi marah sampai malam hari ? Betul, jawab Hafsah (Bukhari).
Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar, karena istriku memasak, mencuci, mengurus anak-anak, padahal semua itu bukan kewajiban dia. Anehnya, sekarang, di dunia Islam, pekerjaan itu dianggap kewajiban istri. Ketika umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat gandalah pekerjaan mereka. Berlipat juga beban dan derita mereka. Untuk menghibur mereka para mubalig ( juga mubalighat ) bercerita tentang pahala buat wanita saleh yang mengabdi (atau menderita) untuk suaminya : Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (hadis 1). Bila seorang perempuan menyakiti suaminya, Allah tidak akan menerima salatnya dan semua kebaikan amalnya sampai dia membuat suaminya senang (hadis 2). Siapa yang sabar menanggung penderitaan karena perbuatan suaminya yang jelek, ia diberi pahala seperti pahala Asiyah binti Mazahim (hadis 3).
Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun menambahkan cerita-cerita dramatis. Konon, Fathimah mendengar Rasul menyebut seorang perempuan yang pertama kali masuk surga. Ia ingin tahu apa yang membuatnya semulia itu. Ternyata, ia sangat menaati suaminya begitu rupa, sehingga ia sediakan cambuk setiap kali ia berkhidmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk dicambuk kapan saja suaminya mengira service-nya kurang baik.
Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tetapi hadis-hadis itu memang termaktub dalam kitab-kitab hadis. Hadis 1 : diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. Tetapi Bukhari (yang lebih tinggi kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkan hadis sebagai berikut : Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya, ia berkata: “Nabi melayani keperluan istrinya menyapu rumah, menjahit baju, memperbaiki sandal, dan memerah susu.” Anehnya, hadis ini jarang disebut oleh para mubalig. Karena bertentangan dengan ‘kepentingan laki-laki’ ?

Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata,”Begitu pula laki-laki menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada istrinya.” Dan sebelum hadis 3, Nabi berkata, “Barang siapa yang bersabar (menanggung penderitaan) karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan memberikan untuk setiap kesabaran yang dilakukannya pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ayyub.” Tetapi, begitulah, kelengkapan hadis ini jarang keluar dari khotbah mubalig (yang umumnya laki-laki ).

Maka sepeninggal Nabi, perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki, sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat kepada perempuan. Fikih yang semuanya dirumuskan laki-laki menempatkan perempuan pada posisi kedua. Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan ajaran Islam yang ‘memanjakan’ laki-laki. Ketika sebagian perempuan muslimat menghujat fikih yang mapan, banyak laki-laki saleh itu berang. Mereka dituduh agen feminisme Barat, budak kaum kuffar. Mereka dianggap merusak sunnah Nabi. Nabi saw berkata, “Samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan.” Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semua anaknya perempuan, Nabi berkata, “Jika ada yang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka (Muslim).

Pendeknya, dahulukan perempuan, kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan laki-laki, teriak kita sekarang.

Disalin dari buku:
Catatan Kang Jalal, Visi Media, Politik Dan Pendidikan
Editor : Miftah F. Rakhmat
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG
Cetakan Kedua April

Solusi kreatif SUBSELECT / SUBQUERY

Di berbagai server MySQL, terkadang saya memerlukan fitur subselect (subquery), namun tidak bisa karena versi MySQL-nya terlalu jompo 🙂 yaitu sebelum versi 4.1

Untuk situasi tertentu, terkadang hal ini bisa diatasi dengan menambahkan kriteria di statement WHERE. Namun, untuk banyak kasus, ini tidak bisa.

Ternyata, hal ini bisa diatasi dengan memanfaatkan temporary tables.
Ini adalah salah satu contoh solusi yang membuat kita menepuk dahi kita dan bergumam, “why didn’t I think of that?”, he he

Selamat menikmati.

Clipper: reborn

Sebagai salah seorang eks programmer Clipper 🙂 saya gembira sekali ketika tahu bahwa berbagai proyek compiler yang kompatibel dengan Clipper kini sudah mulai layak untuk digunakan secara profesional. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. xHarbour.org : fork dari Harbour project, xHarbour terkesan lebih cepat berkembang. Dan memang cukup mengesankan, contoh: dengan xHarbour, maka kode Clipper Anda jadi bisa di compile dan dijalankan di DOS, Windows, Linux, dll !

2. CLIP : proyek ini menekankan pada kompatibilitas dengan CA-Clipper. Hanya berjalan di Linux, namun track-record dan daftar fiturnya cukup mengesankan.

3. Diskusi mengenai clip vs harbour vs xharbour

Mengapa Clipper ? Well, Clipper adalah salah satu programming language yang result-oriented; mendorong kita untuk menghasilkan solusi, dan bukannya sibuk dengan tetek bengek syntax / konvensi pemrograman. PHP juga mirip seperti begini.
Terutama dengan tambahan add-on libraries, maka Clipper dapat membuat kita menjadi sangat produktif dalam waktu yang sangat singkat.

Dulu saya terpaksa meninggalkan Clipper karena berbagai keterbatasannya; terutama adalah soal integritas data. Format file DBF sangat riskan, karena cukup mudah rusak.
Tetapi, kini berbagai proyek di atas telah mampu menyimpan data di backend yang berbeda; MySQL, PostgreSQL, atau bahkan Oracle. Maka, kini Clipper layak untuk dilirik kembali.

Selamat menikmati.

UK becoming a repressive country ?

Since 9/11, a lot of “democratic” countries are changing into repressive regime, without most of its citizen even realizing it. UK seems to be one of it. Here’s an excellent article on the topic :


From the Our World Our Say Team :
On New Year’s Day we were fortunate to be offered a double paged advert in The Independent which we used to highlight the erosion of basic freedoms in this country.

Maya Anne Evans of Justice Not Vengeance, who was arrested for reading out the names of the British soldiers killed in Iraq, was featured in the advert. She writes below to help us with our New Year Appeal, which must secure 50,000 to pay for adverts like the one in the Independent and other campaigns over the next three months.

======================
Dear Friend of Our World Our Say

My name is Maya Anne Evans. On 25th October last year I was arrested and charged. Simply for standing outside Downing Street and reading out the names of the British soldiers who have died in Iraq. It doesn’t seem possible that something like this could happen in our country but it happened to me. I thought we had freedom of speech.

If you believe that it’s time we stood up and challenged this Government then please help Our World Our Say do that in 2006 by making a donation at http://www.securegiving.co.uk/donate_to/owos_donate.html

I was arrested under the Designated Area Order clause of the Serious Organised Crime and Police Act. On 1st January that act came into force in full – giving the police the power to arrest people for any act of petty law breaking – conceivably even dropping a piece of litter.

And under the act for all but a truly minor crime, the Police can take a sample of your DNA, photograph and fingerprint you and take impressions of your footwear. They can keep this even if you are not charged.

If you, like me, are alarmed at the serious erosion of our basic freedoms then please take a moment now to send a donation at http://www.securegiving.co.uk/donate_to/owos_donate.html to help Our World Our Say in 2006. They have big plans if they can raise enough funds including:

A series of high profile adverts and posters outlining how the Government is destroying precious liberties.
Public opinion polls and research to highlight ways of ending the war and killings in Iraq. According to The Lancet over 100,000 people have died.
A relaunch of their web site, which will enable them to run larger and more interactive campaigns – so that supporters and concerned members of the public can take action.

They need to secure at least 50,000 for work that is already in the pipeline. It’s vital that Our World Our Say has the funds to act as it’s not just the new laws that threaten us, it’s also the extremely sophisticated technology that the Government is investing in that enables them to watch and track our every move. You can see details at the foot of this email.

The authoritarian tendencies of this Government and their willingness to give the police almost unlimited powers are deeply disturbing. They seem to have a disdain for individual rights that goes against the fundamental principles of our society.

The Government gives various justifications for their measures: to prevent terrorism; to stop anti-social behaviour; to prevent crime. But the end result is the same. They’re destroying the liberties that are the basis of our democracy. To me that’s not the way to beat terrorism. The underlying message is that no one can be trusted and that wanting to voice your own opinion will not be tolerated.

If you are alarmed about what is happening to our liberties then please take a few minutes now to make a donation.

The Government needs to know that the British people will not let freedom of expression and association be crushed in this way. We must not forget that not dissimilar methods were used by the apartheid regime in South Africa, and the totalitarian government in East Germany before the Berlin Wall came down.

The Designated Area Order clause of the Serious Organised Crime and Police Act, that I was arrested under, makes it illegal to hold any sort of protest around Parliament without police permission and with stringent conditions attached, like no megaphones.

Why are Police resources being wasted on repressing protest when the Police are so stretched anyway? Believe it or not two police sergeants, twelve constables, and two police minibuses were deployed to stop my protest. I was then taken to Charing Cross police station, locked up for five hours, and later given a criminal record.

My story is but one example. Here’s a few more.

# You will remember Walter Wolfgang, who was thrown out of the Labour Party conference for heckling. What wasn’t clearly publicised was that he was held under the Terrorism Act when he tried to re-enter the hall.

# Five protestors travelling to an EU summit on Tyneside wanted to make a point to Home Secretary Charles Clarke about ID Cards. They were carrying a giant ID card and red boiler suits as part of their planned protest. But they were arrested and detained even before they arrived at the summit and held under suspicion of causing criminal damage. What is this country coming to when protest can be stifled on so many fronts?

# In Brighton recently a police helicopter and at least 100 police were deployed for a demonstration of not more than 150 people. They were hemmed in and leafleters were videoed by the police, just like they would be in some countries with repressive regimes.

There are many, many other examples that don’t make the news, but around this country protest is being stifled and individual rights are being eroded and the power of the state to monitor and apprehend individuals has grown beyond reason. Please help Our World Our Say challenge this by making a donation at http://www.securegiving.co.uk/donate_to/owos_donate.html

If, like me, you feel you can’t sit back and let our basic freedoms be curtailed then take action. You could support me in my next protest. If you send an email to mayaaction@ourworldoursay.org your details will be forwarded on to me.

You can also help Our World Our Say build their presence by making a donation online.

By getting people to work together we can stop – and turn back – the erosion of our liberties. The internet offers a new way for millions of people to work together.

Whilst the cost of the ID Cards Scheme could be up to 30 billion those of us protesting do so on tiny resources. You could send 20 or whatever you can afford to pay for adverts, posters, opinion polls and a major upgrade of the Our World Our Say web site.

Thank you and Happy New Year

Maya Anne Evans

INDONESIA KERANJANG SAMPAH NIKOTIN

note: saya belum berhasil memverifikasi apakah benar tulisan di bawah ini adalah karya Taufiq Ismail. Jadi, untuk sementara ini anggap saja tulisan ini adalah karya anonim.
Selamat menikmati.


INDONESIA KERANJANG SAMPAH NIKOTIN
(Taufiq Ismail)

Indonesia adalah sorga luarbiasa ramah bagi perokok
Kalau klasifikasi sorga ditentukan oleh jumlah langit yang melapisinya
Maka negeri kita bagai maskapai rokok, sorga langit ketujuh klasisikasinya

Indonesia adalah keranjang besar yang menampung semua sampah nikotin
Keranjang sampah nikotin ini luar biasa besarnya
Dari pinggir barat ke pinggir timur,
Jarak yang mesti ditempuh melintasi 3 zona waktu
Yaitu 8 jam naik pesawat jet,
10 hari kalau naik kapal laut,
Satu tahun kalau naik kuda sumba,
Atau 5 tahun kalau saban hari naik kuda kepang Ponorogo

Keranjang sampah ini luar biasa besarnya
Bukan saja sampah nikotin, tapi juga dibuangkan ke dalamnya
Berjenis cairan, serbuk, berbagai aroma dan warna
Alkohol, heroin, kokain, sabu-sabu, ekstasi, dan marijuana
Berbagai racun dan residu, erotisme dan vcd biru
Sebut saja semua variasi klasifikasi limbah dunia
Mulut Indonesia menganga menerimanya

Semua itu, karena gerbang di halaman rumah kita terbuka luas,
Kita tergoda oleh materialisme dan disuap kapitalisme
Fikiran sehat kita kaku dan tangan kanan kiri terbelenggu
Dengan ramah dan sopan kiriman sampah itu diterima

Di depan pintu bandara, karena urgennya modal mancanegara,
Karena tak tahan nikmatnya komisi dan upeti,
Dengan membungkuk-bungkuk kita berkata begini,

“Silakan masuk semua, silakan
Monggo, monggo mlebet, dipun sakecakaken
Sog asup sadayana, asup, asup
Ha lai ka talok, bahe banalah angku, bahe banalah.”

Keranjang sampah ini luar biasa kapasitasnya
Pedagang-pedagang nikotin yang di negeri asalnya
Babak belur digebuki pengadilan bermilyar dolar dendanya
Ketahuan penipunya dan telah membunuhi jutaan pengisapnya
Diusir terbirit-birit akhirnya berlarian ke dunia ketiga
Dan dengan rasa rendah diri luar biasa
Kita sambut mereka bersama-sama

“Monggo, monggo den, linggih rumiyin
Ngersakaken menopo den bagus
Mpun, ngendiko mawon
Aih aih si aden, kasep pisan
Tos lami, sumping, di dieu, Indonesia?
Alaa, rancak bana oto angku ko
Sabana rancak
Baa caronyo kami, supayo.”

Demikianlah dengan rasa hormat yang lumayan berlebihan
Para pedagang nikotin dari negeri jauh di tepi langit sana
Penyebar penyakit rokok dan pencabut nyawa anak bangsanya
Terlibat pengadilan dan tertimbun bukti
Di negeri sendiri telah diusiri dan dimaki-maki
Ke dunia ketiga mereka melarikan diri
Pabrik-pabrik mereka ditutup di negeri sendiri
Lalu didirikan di Dunia Ketiga, termasuk negeri kita ini
Di depan hidung kita penyakit dipindah ke sini
Dan untuk mereka kita hamparkan merahnya permadani
Lalu bangsa kita ditipu dengan gemerlapannya advertensi
Inilah nasib bangsa yang miskin dan pemerintah yang lemah
Semua bertumpu pada pemasukan uang sebagai orientasi

(2000, 2002)

* Dibacakan di acara Haflatul Ied Keluarga Besar Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Jakarta

Al-Quran tertua di dunia ditemukan di Tashkent

Al-Quran tertua di dunia ternyata selama ini berada di Tashkent, Uzbekistan. Masya Allah.

Di mushaf ini ada percikan darah, dan diperkirakan adalah milik khalifah Utsman bin Affan ra, yang sedang dibaca beliau ketika beliau dibunuh oleh orang fasik. (setelah itu umat Islam terpecah menjadi golongan Sunni & Syiah, dan tidak pernah bersatu lagi sampai sekarang)

Beberapa kutipan:


“In an obscure corner of the Uzbek capital, Tashkent, lies one of Islam’s most sacred relics – the world’s oldest Koran.”

“The Mufti of Uzbekistan, the country’s highest religious leader, has his offices there, in the courtyard of an old madrassa.
Just across the road stands a non-descript mosque and the equally unremarkable Mui-Mubarak, or “Sacred Hair”, madrassa, which houses a rarely seen hair of the Muslim Prophet Muhammad, as well as one of Central Asia’s most important collections of historical works.
“There are approximately 20,000 books and 3000 manuscripts in this library,” said Ikram Akhmedov, a young assistant in the mufti’s office.”

“To prevent disputes about which verses should be considered divinely inspired, Othman had this definitive version compiled. It was completed in the year 651, only 19 years after Muhammad’s death.”

“It is said that Caliph Othman made five copies of the original Koran. A partial Koran now in the Topkapi Palace in Istanbul is said to be another of these original copies.”

“The story of how the Othman Koran came to Tashkent is a remarkable one.
After Othman’s death it is believed it was taken by Caliph Ali to Kufa, in modern Iraq. Seven hundred years later, when the Central Asian conqueror, Tamerlane, laid waste to the region, he found the Koran and took it home to grace his splendid capital, Samarkand.
It stayed there for more than four centuries, until the Russians conquered Samarkand in the 1868. The Russian governor then sent the Othman Koran to St Petersburg where it was kept in the Imperial Library.
But after the Bolshevik revolution, Lenin was anxious to win over the Muslims of Russia and Central Asia. Initially he sent the Koran to Ufa in modern Baskortostan.
But finally, after repeated appeals from the Muslims of Tashkent, it was returned once more to Central Asia in 1924. It has remained in Tashkent ever since.”

Bijaksana dalam berdakwah

To: media-dakwah@egroups.com
Subject: Re: [media-dakwah] Bijaksana dalam berdakwah

On 13/13/2005 at 2:51 PM BK wrote:
>Bagaimana orang lain bisa mencerna, apa lagi senang kepada apa yang kita
>sampaikan, kalau menyampaikanya dengan Arogan.

Yah, baru ketemu juga yang model begini beberapa minggu yang lalu 🙂 ustadz tsb berkata, haram hukumnya wanita bekerja !!

Lalu ibu saya bertanya, pak ustadz ada punya pegawai wanita gak ?

Ustadz ybs, yang kebetulan juga pengusaha yang cukup besar, menjadi gelagapan.

Ustadz ini juga pada pertemuan pertama langsung berteriak rokok haram! ini haram! itu haram!
Saya sih mendengarkan saja, tapi beberapa orang lainnya yang baru sekali itu ikut pengajian langsung jadi antipati, dan bukannya simpati, dengan dakwahnya.

Yang beliau sampaikan memang benar adanya, tetapi cara menyampaikannya itu lho. Terlalu vulgar / kurang memperhatikan situasi.
Kita perlu lebih banyak lagi ustadz yang mampu bertindak bijaksana dalam menyikapi situasi umatnya; tanpa melanggar rambu-rambu agama.

Salam,
Harry

Menyikapi masalah ghaib

To: media-dakwah@egroups.com
Subject: Re: [media-dakwah] Menyikapi masalah ghaib

On 13/13/2005 at 8:44 PM RS wrote:
> Saya termasuk yang selalu berusaha untuk merasionalkan segala sesuatu
>hal yang bersikap ghaib. Istri saya tidak pernah mengalami kejadian ghaib,
>bahkan tidak pernah tertarik untuk membicarakan atau menonton acara tv
>yang berbau ghaib.
> Masalahnya sekarang saya mempunyai anak perempuan yang mengalami
>(menurut penuturannya) hal ghaib. Ketika sedang ke wc sekolah dia melihat
>sesosok makhluk dan sempat membebani dia dengan naik di pundak. Dia
>menceritakan kejadian tersebut pada istri saya dengan menangis dan menurut
>istri tidak mungkin dia mengatakan sesuatu yang bohong.
> Hal tersebut membuat saya bingung bagaimana untuk bersikap. Prinsip saya
>menginginkan budaya tahayul tidak boleh ditumbuhkembangkan dalam keluarga
>saya. Tapi saya khawatir jika si anak akan berfikir bahwa kami sebagai
>orangtuanya tidak peduli dengan yang dialaminya.
> Minta saran dari para pakar agama bagaimana cara yang tepat menyikapi
>hal begini agar sesuai dengan prinsip yang ingin saya tanamkan di dalam
>keluarga, yang tidak ingin keluarga menumbuhkembangkan suatu hal tahayul.
>Kita memang harus mempercayai bahwa ghaib itu ada, tapi kita tidak boleh
>menjadi takut karena Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling
>mulia.

Anak-anak saya, terutama yang paling tua, juga dulu sering mengalami masalah seperti ini.

Ini bukan takhayul 🙂 dan kejadian seperti ini tidaklah tidak rasional (alias rasional).

Kembali ke anak saya, kejadian tersebut saya manfaatkan; yaitu untuk membuat dia jadi rajin beribadah.
Saya katakan, bahwa cuma Allah yang bisa menolong kita. Jadi, kamu rajin2 sholat. Baca doa sebelum melakukan sesuatu. Untuk anak bapak, mungkin bisa diajarkan doa sebelum & sesudah masuk WC. Perbanyak tilawah quran.
Dan kita juga membantu dengan do’a.
InsyaAllah, Allah akan membantu kita.

Kalau ternyata masih berjalan terus, beritahu bahwa semua itu terjadi sudah dengan izin Allah, dan adalah ujian untuk kita. Jadi, anak Anda sebenarnya adalah anak yang spesial, karena masih kecil saja sudah demikian diperhatikan oleh Allah.
Seperti kita tahu, ujian/cobaan adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi muslim yang lebih tinggi kualitasnya. Sepotong besi harus dibakar dan dipukuli dulu, sebelum akhirnya menjadi pedang yang sempurna.
Jadi tidak perlu takut menghadapi makhluk-makhluk tersebut.

Juga saya mendapatkan informasi bahwa jika makhluk tsb bisa sampai terlihat oleh kita, maka sebetulnya mereka melemah, dan jadi bisa kita sakiti (pukul, tusuk, dst).
Kelihatannya ini sebabnya Umar ra bisa sampai berkelahi dengan syaithan, dan Ibrahim as bisa melempari syaithan dengan batu (yang kemudian menjadi ritual haji).
Ini saya sampaikan kepada anak saya, dan dia jadi bersemangat sekali mendengar ini. Seingat saya, setelah itu, anak saya tidak lagi mengalami masalah gangguan.
(mohon konfirmasi dari yang lebih paham)

Kalau semua ikhtiar telah dicoba, dan/atau anak Anda merasa sangat tertekan karena kejadian ini, maka Anda bisa meminta tolong kepada orang shalih yang paham soal ghaib untuk membantu Anda.
Tapi saya pribadi cenderung menghindari ini, karena orang seperti ini (orang shalih yang paham soal ghaib) kelihatannya sangat sedikit jumlahnya; saya pribadi malah belum pernah menemukannya.
Lebih seringnya bertemu dengan penipu, yang justru berkongkalikong dengan para jin tsb.

Semoga dapat membantu Anda.

Salam,
Harry

Hacker Indonesia

Setelah beberapa bulan di Indonesia, saya semakin yakin bahwa kualitas SDM IT Indonesia ada yang tidak kalah dengan IT luar negeri. Hacker kita banyak yang punya potensi yang luar biasa.

Di Birmingham dulu saya dianggap “pakar” komputer oleh para kolega saya. Salah satu keluhan mereka pada saat ini adalah “if Harry’s still here, this will be done”, karena kini sayatidak lagi bekerja di Birmingham City Council.
Tapi, saya yakin bahwa sebetulnya banyak rekan-rekan saya di Indonesia yang jauh lebih ahli lagi daripada saya.

Dan saya gembira bahwa saya tidak keliru. Selama ini, sudah berkali-kali saya, yang katanya “pakar” ini, dibuat tercengang melihat keahlian beberapa kawan-kawan disini.

Dulu saya sempat mengira bahwa untuk menjadi pakar komputer, hanya dibutuhkan kemauan belajar & bekerja keras. Namun, seperti seni, kelihatannya juga diperlukan bakat (!), untuk dapat berhasil di bidang IT.
Apakah memang benar demikian? Tapi, rasanya tidak ada penjelasan lainnya lagi, bagaimana bisa ada orang yang mampu menguasai sekian banyak topik IT, dan menjadi pakar di setiap topik tersebut. The difference is simply too vast – I’m jack of all trades, but there are those who are actually master of all trades.

Sejak saya menyadari ini sekitar setahun atau dua tahun yang lalu, saya mulai menyesuaikan arah karir saya. Kalaupun saya akan kalah dari segi kemampuan teknis dan kecepatan belajar (yang mana sangat vital untuk bidang ini); paling tidak saya harus tetap mampu untuk beradaptasi dengan fakta ini.
Kini saya lebih memfokuskan diri ke topik project management dan kemampuan analisis; bagaimana mendesain solusi IT yang tepat untuk suatu masalah. Lalu juga bagaimana memposisikan diri menjadi contact person ke user; bagaimana mengkomunikasikan berbagai isyu IT ke user dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan bagaimana mengkomunikasikan berbagai isyu dari user ke para staf IT.

Basically, Making IT Works.

Salah satu kekurangan dari beberapa rekan hacker kita tersebut adalah, walaupun mereka luar biasa ahli dari segi teknis, namun mereka kadang gagal melihat suatu hal dari perspektif user / end user. Karena ini, maka kadang solusi yang mereka buat sangat sempurna dari segi teknis, namun tidak bisa digunakan / tidak diminati oleh para user.
Atau, kadang solusi yang dihasilkan sangat rumit dan kompleks, sehingga tidak feasible untuk di-deploy & di-maintain dalam skala besar. Dst.

Customer / user hanya ingin agar infrastruktur IT mereka berjalan. Just Works. Mereka sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui bagaimana kita telah me tuning server mereka habis-habisan, sehingga bisa melayani jutaan request per menit tanpa tersedak sama sekali. Mereka tidak ingin tahu bagaimana software yang kita develop telah di optimalisasi sehingga hanya memerlukan sangat sedikit memory untuk berjalan.
Mereka hanya ingin bisa mengerjakan pekerjaan mereka tanpa masalah.

Jika ada yang menjadi jembatan antara kedua kubu ini, customer & hacker, then we can get the best of both worlds. Customer produktif berkat sistem kita, dan dengan senang hati membayar mahal untuk itu. Hacker yang gembira karena kerjanya dihargai, dan hasil kerjanya semakin meningkat.
I think it’s a worthy goal.

Bagi mereka yang ingin berkarir di bidang IT – Anda tetap bisa berprestasi dengan modal kerja keras dan semangat belajar yang tinggi.
Namun, akan selalu ada orang-orang yang dapat melampaui Anda, tanpa perlu berusaha sekeras Anda. Ini adalah fakta.
Jadi, jangan patah semangat. Cobalah untuk beradaptasi dengan situasi tersebut.
Dengan demikian, maka Anda akan tetap bisa, atau malah jadi sukses, berkarir di bidang IT ini.

Bagi para hacker Indonesia – terus semangat dan berkarya. Semoga akan semakin banyak pihak yang dapat menghargai potensi Anda.

FC3: sensors

I needed to enable sensors on a server with FC3 (Fedora Core 3) installed. I wasn’t able to find a quick howto, and spent some time figuring out.

From memory, here’s how I did it:

  • yum install lm_sensors
  • sensors-detect
  • service lm_sensors start

Now you should be able to run sensors (by typing sensors). This will show you various information about your server – CPU voltage, temperatures, etc.

Hope it helps.

Awas, security hole paling parah di Windows

Jika Anda ada membaca berita komputer dalam waktu beberapa hari ini, mungkin Anda sudah membaca berita mengenai masalah dengan format WMF di Windows. Secara singkat, pada suatu file WMF, bisa disisipkan software di dalamnya – ini bisa berupa virus, trojan, dll.
Salah satu berita mengenai hal ini bisa dibaca disini.

Security hole ini mungkin adalah yang paling parah – karena semua versi Windows (yang dirilis sejak tahun 1990) terpengaruh masalah ini.

Salah satu implikasinya adalah, bagi para pengguna Windows 98 / Millennium Edition sebaiknya segera upgrade ke versi yang lebih baru – karena Microsoft tidak akan merilis update untuk versi tersebut. Mungkin NT4 juga posisinya sama, tapi masih perlu saya konfirmasi lagi.

Dan, sampai saat ini Microsoft juga belum merilis update untuk security hole ini. Sehingga ratusan juta komputer di dunia pada saat ini terbuka lebar untuk disusupi oleh virus, hacker, dan para penjahat.

Beberapa tips:
1. Jangan buka gambar yag di attach di email
2. Jangan membuka situs yang tidak jelas bonafiditasnya.
3. Update anti virus Anda lebih sering lagi pada bulan ini.

Sekali lagi hati-hati, dan semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda.

[ FAQ dari SANS ]
[ Bahasan dari The Unofficial Microsoft Weblog ]