Monthly Archives: January 2016

eVoting versus Fitnah

:: Akhir-akhir ini makin banyak promosi eVoting di berbagai media massa, nampaknya ditujukan untuk Pilpres 2019 nanti. Secara ringkas : eVoting masih mustahil untuk menjadi solusi Pemilu di Indonesia pada saat ini.

Ini karena badai fitnah yang menerpa Indonesia sejak Pilpres 2014.

Bayangkan saja, Pilpres 2014 itu masih #manual. Sistim IT nya hanya untuk #menampilkan hasil, bukan pembuat keputusan.

Tapi, tetap saja difitnah habis-habisan. Dituduh kena hack lah, dituduh curang, dst. DAN publik banyak yang percaya.

Saking masif serangan fitnah itu, publik sampai percaya bahwa Pilpres yang MANUAL ini kena hack secara digital. Wow.

——-
Badai fitnah itu baru hilang setelah rakyat bangkit melalui KawalPemilu, dan membuktikan bahwa tidak ada kecurangan di Pilpres 2014.

=======
Bayangkan saja, Pilpres 2014 yang MANUAL ini bisa sampai berada dalam situasi kritis, difitnah kena hack secara Digital.

Bagaimana dengan eVoting, yang memang sistim digital ?

Sudah siap dihajar badai fitnah ?

Mau apa ketika sistim yang sudah dibuat dengan susah payah ini dengan mudah dianggap tidak sah, karena "ah itu kena hack tuh!"

Mau apa kalau sudah begitu ?

=======
Ini baru masalah dari soal sosial, fitnah. Kita belum masuk masalah teknisnya sendiri.

Indonesia itu BESAR.
Cuma orang bodoh yang meremehkan hal ini.

Sangat banyak TPS yang tidak ada akses Internet. Bagaimana mesin eVoting mau konek ? Dibawa ke KPU daerah dulu = lambat juga = apa bedanya dengan yang manual ?

Ketiadaan akses Internet ini biasanya diakali dengan link via Satelit = sangat mahal.

Padahal katanya eVoting itu supaya hemat. Eh akhirnya malah lebih mahal juga.

Dst, dst.

===========
Dan ini BELUM membahas masalah-masalah secara detail & mendalam, seperti sekilas disinggung disini : https://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_voting#Documented_problems

==========
Dan ini BELUM bicara soal #akuntabilitas – apakah hardware & software eVoting bisa dipertanggung jawabkan secara terbuka ?

Karena tanpa keterbukaan & akuntabilitas, maka eVoting nya adalah permainan belaka.

===========
Secara ringkas, jangan remehkan & anggap enteng soal eVoting.

Semoga menjelaskan eforia eVoting di media massa selama ini 🙂

=====
Keterangan gambar: mesin eVoting eSlate DRE, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk difabel / penyandang cacat. Seperti label Braille, tombol Jelly untuk mempermudah penderita masalah motorik, dst.


Post imported by Google+Blog for WordPress.

Stop Terror

:: Salah satu tujuan teroris adalah menjadi terkenal, sehingga kemudian mereka jadi mudah merekrut, dan makin bersemangat beraksi. Mari kita stop mereka – jangan sebarkan berita tentang hasil teror mereka ini (y)

Biarkan saja aparat dengan fokus menangani masalah ini. Kita jangan ikut membantu membuat mereka menjadi terkenal.

Dengan minimnya respons & ketakutan serta amarah kita, maka para teroris ini jadi kehilangan semangat. Aksi mereka ternyata hampir tidak ada dampaknya di masyarakat (y)

Mari, kita stop teror. Kita tidak mau membantu teroris menebar teror mereka ke masyarakat. (Y)


Post imported by Google+Blog for WordPress.

Hoax: Tanaman Hias Penyebab Leukemia

:: Hari ini mendapat posting terlampir dari Whatsapp, menyatakan bahwa sebuah tanaman hias (Pohon Dolar) adalah penyebab Leukemia. Nada tulisan yang #soktahu tersebut langsung membuat saya waspada, karena, penyebab Leukemia sampai saat ini masih belum diketahui : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Leukemia

Lalu saya menelusuri sumber fotonya. Ternyata dicomot dari sini 🙂 http://m.itrademarket.com/rumah_hidroponik/5542661/pohon-dollar.htm dan saya jadi tahu bahwa namanya adalah "Pohon Dolar".

Nama latinnya adalah "Zamioculcas zamiifolia", dan tanaman ini tidak berbahaya : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Zamioculcas

Entah kenapa begitu banyak orang gila yang suka membuat hoax seperti ini.
Mari, jangan ikut-ikutan gila menyebarkannya – kita bukan orang gila 🙂 dan kita kenal baik dengan Mbah Google 🙂 "cek dulu sebelum forward berita " (y)

======
Copas dr tetangga:

Copas bahaya tanaan hias
BAHAYA PENYAKIT LEUKIMIA !!!!

Anak perempuan mertua saya (umur 31 thn) baru meninggal semalam disebabkan oleh leukimia. Almarhum semasa hidupnya meneliti utk gelar Master in botanical di kampus USM mengkaji sejenis tumbuhan ini. Rekan satu tim research beliau sdh meninggal setahun yg lalu mengidap penyakit leukimia juga. Almarhum dpt bertahan hingga semalam. Memang hsl penelitiannya telah disahkan oleh pihak kampus USM dan pihak Kementrian Kesehatan bhw leukimia itu dpt ditimbulkan dari tumbuhan tsb. Jadi cerita D Hizzad Bole penyebab kanker darah (leukimia) ternyata terbukti.
Di Cina sdh cukup lama diketahui tentang bahaya tanaman ini, tapi hanya diberitakan suratkabar Cina saja. Sedangkan ditempat kita tanaman ini dirawat & dijadikan tanaman hias di rumah..

PERHATIAN & WASPADA.
Jika ada tanaman ini dirumah, silahkan secepatnya musnah dengan membakarnya sebelum tanaman berbunga. Karena dari bunganya menyebabkan kanker darah (leukimia)



Post imported by Google+Blog for WordPress.

Seminar – MyGOSSCON 2009

:: In 2009, we successfully developed an Election Result system based 100% on Open Source software. SERIS (SMS Election Results Information System) was built in just 2 weeks by a 7 man team. It was able to process about 20 million votes & displayed the result in just 1 hour.

I was then invited to speak about it at MyGOSSCON (Malaysian Government Open Source Software Conference) on 6th November 2009 : http://mygosscon.oscc.org.my/2009/agenda/

The complete details was published here : http://mygosscon.oscc.org.my/2009/wp-content/uploads/2009/11/Harry-Sufehmi.pdf

More details about SERIS is available here : http://harry.sufehmi.com/archives/2009-07-09-2155/

It was a great event. I also got the chance to meet with other F/OSS activists & implementators. Loads of information & perspectives sharing. My thanks to the event organizers.

I continued my work on F/OSS, including the creation of AhadPOS in 2010, and many others. Here's hoping to more.

https://www.flickr.com/photos/hsufehmi/sets/72157622801245430/

MyGOSSCON 2009
MyGOSSCON 2009 @ Putrajaya, Malaysia

mygosscon.oscc.org.my/2009/

Post imported by Google+Blog for WordPress.

Awas Chiropractic

:: Allya Siska Nadya tewas pada tanggal 6 Agustus 2015, beberapa jam setelah menjalani terapi chiropractic di sebuah klinik di PIM (Pondok Indah Mall). Seperti berbagai "pengobatan alternatif" lainnya, Chiropractic memiliki resiko yang cukup besar : http://rationalwiki.org/wiki/Chiropractic

Apalagi di Indonesia, yang masyarakatnya masih sangat percaya dengan "pengobatan alternatif", klinik Chiropractic merebak dengan cukup cepat. Setelah jatuh korban, baru pada heboh : http://metro.tempo.co/read/news/2016/01/07/064733851/malpraktek-dokter-asing-di-pim-ini-kejanggalan-di-klinik

Chiropractic adalah praktek medis yang berdasarkan pada #kepercayaan Daniel D. Palmer di tahun 1895, bahwa sumber semua penyakit adalah masalah pada tulang belakang : https://en.wikipedia.org/wiki/Chiropractic_controversy_and_criticism

Tentu saja ini keliru sekali, kita kini sudah tahu bahwa ada banyak penyebab penyakit. Seperti bakteri, virus, dst.

Karena itu Chiropractic jadi cenderung memiliki berbagai kepercayaan aneh lainnya, yang bertentangan total dengan ilmu medis modern. Seperti anti-vaksinasi, anti fluoridisasi air, dst.

Selalu waspada dengan pengobatan alternatif, seperti Chiropractic ini.

Dikutip :

The core concept of traditional chiropractic, vertebral subluxation, is not based on sound science.

Collectively, systematic reviews have not demonstrated that spinal manipulation, the main treatment method employed by chiropractors, was effective for any medical condition, with the possible exception of treatment for back pain

spinal manipulation, particularly of the upper spine, can also result in complications that can lead to permanent disability or death; these can occur in adults and children

As well as occasionally killing or disabling its patients (something about which it is in complete denial),[3] the chiropractic profession is notorious for recommending, often with dire warnings, indefinite courses of treatment — where a physiotherapist will try to restore function and discharge a fit patient, a chiropractor will tend to try to keep the patient coming back indefinitely. Much chiropractic continuing education is focused on "practice building" — i.e., sales technique.

So, chiropractic works about as well as mainstream physiotherapy for some conditions, claims to treat conditions it can't, has a tendency to try to bleed you dry, and might kill you. The phrase "not recommended" sums this up nicely.


Chiropractic – RationalWiki
Chiropractic is the theory and practice of correction of “vertebral subluxation processes” to treat and cure a supposedly vast array of diseases with no scientifically verified connection to vertebral anatomy. Basically, this means cracking the spine in several places because the spine, …

Post imported by Google+Blog for WordPress.

Korban Iklan

:: Kita sering tertawa melihat orang yang menjadi korban iklan. Minum minuman tertentu, baju merek anu, bahkan menyanyikan jingle / lagu di iklan tsb. Tapi, seringkali kita, profesional IT, juga terjebak menjadi korban iklan.

Salah satunya adalah NoSQL.

Bukan sekali dua kali saya ditekan untuk pindah dari RDBMS / database konvensional, ke NoSQL.
Tentu saja tanpa alasan yang rasional, karena memang korban iklan.

Biasanya hanya dengan ledekan-ledekan, seperti :

"MySQL kan gratisan" (lha memangnya NoSQL tidak?) 🙂

"MySQL itu jadul, lambat banget !" (nope, bisa mencapai speed 750.000 query per detik = 3 kali lebih cepat dari NoSQL)

"Mana bisa MySQL menangani data dalam jumlah besar?" (surprise, bisa banget), dst, dst.

Kartun terlampir menampilkan salah satu kejadian yang pernah saya alami sendiri 😉 yes, it was really silly – and enrage you at the same time.

Selain NoSQL, saya juga pernah ditertawakan karena tidak menggunakan Oracle. Sekarang saya yang tertawa, karena sistem Oracle yang mereka pakai mengalami banyak masalah.

Use the best tool for the job, folks.
Jangan mau jadi korban iklan melulu. Oke ?


Post imported by Google+Blog for WordPress.