Monthly Archives: August 2008

MatahatiPromo.com : Selamat & salut

Kemarin ini saya dikontak oleh MatahatiPromo.com. Ternyata mereka ingin mengkoreksi kekeliruan mereka beberapa waktu yang lalu, ketika mereka melakukan spam di berbagai blog dan via email terkait dengan promosi acara Intel. Salah satu contohnya bisa dibaca disini. Sebagai akibatnya, mereka disebut di posting saya disini.

Nah setelah menyadari hal ini, pihak MatahatiPromo.com kemudian berusaha untuk memperbaiki kekeliruan ini. Mereka dibantu menghubungi saya melalui pak Budi Putra. Mereka bertanya, kira-kira apa yang bisa mereka lakukan untuk merevisi kekeliruan mereka.

Alhamdulillah, kita bersyukur bahwa ada itikad baik seperti ini. Saya kemudian sampaikan bahwa bagi saya pribadi, cukup dengan mereka berkomitmen untuk tidak mengirimkan spam lagi di masa depan – itu saja.

Harapan kita adalah teladan MatahatiPromo.com ini bisa ditiru juga oleh para online marketer lainnya di Indonesia. Nah, kita bisa membantu menjadikan ini kenyataan dengan cara memberitahu mereka yang telah melakukan kesalahan ini (melakukan spamming).

Spamming memang sangat menggoda, karena kadang hasilnya bisa cepat nampak, dengan biaya yang minimal. Namun yang sering tidak disadari adalah berbagai efek sampingnya. Saya sudah menulis sebuah artikel yang cukup mendetail mengenai masalah ini.
Dan selain itu, pada jangka panjangnya, reputasi Anda malah bisa hancur karenanya.

Tentunya kita tidak ingin terjadi, karena suatu proses marketing mencakup jangka pendek maupun jangka panjang. Sangat menyedihkan bagi perusahaan ybs jika usaha jangka pendek mereka kemudian ternyata malah akan membunuh mereka di jangka panjang.
Karena merintis usaha itu mudah, yang kesulitannya sampai berkali-kali lipat adalah me maintain dan kemudian mengembangkannya.

Ada sangat banyak cara-cara untuk melakukan marketing secara online dengan baik dan tetap efektif. Mudah-mudahan nanti saya berkesempatan untuk menuangkan semua detailnya dalam satu atau beberapa tulisan di blog ini.

Sekali lagi, salut kepada MatahatiPromo.com. Mari kita ikuti teladannya.

Cara berdakwah yang tidak simpatik

Zealot adalah istilah yang berarti seseorang yang terlalu fanatik terhadap kepercayaannya. Disebut zealot ketika kefanatikannya tersebut jadi sampai menutupi sifat-sifat kemanusiaannya, seperti empati, kasih sayang, dan akal sehat.

Kata “Zealot” sendiri pada awalnya adalah nama dari sebuah sekte Yahudi di abad pertama yang amat fanatik & radikal. Sekte ini, saking ekstrimnya, tidak segan membunuh sesama Yahudi sendiri yang berbeda pendapat dengan mereka; sesuatu yang amat ditabukan dalam tradisi mereka.
Bahkan gerakan Zionis di Israel pada saat ini, yang terkenal dengan kekejamannya kepada non-Yahudi dan banyak disamakan dengan gerakan Nazi, tidak membenarkan hal tersebut. Jadi bisa kita bayangkan sendiri bagaimana berlebihannya fanatisme mereka terhadap kepercayaannya.

Fanatisme yang amat keterlaluan ini juga dikecam dalam Islam. Nabi Muhammad saw memvonis orang-orang seperti Zealot ini, disebut dengan istilah Khawarij, sebagai penghuni neraka; walaupun mereka mengaku Islam & melakukan berbagai ritualnya. Mereka membaca Qur’an dan kelihatan beribadah lebih taat daripada muslim lainnya, namun menurut Nabi Muhammad saw, sebetulnya mereka keluar dari Islam bahkan lebih cepat daripada anak panah yang dilentingkan dari busurnya.

Zealots ada di berbagai tempat, waktu, dan agama / kepercayaan. Penganut Atheist pun banyak yang bersikap zealot (zeal / jealousy, iri, dengki), dan kadang justru sering tidak rasional. Dan tentu saja yang mengaku beragama pun juga tidak kalah banyaknya melakukan kesalahan ini.

Salah satu email spam yang banyak saya terima akhir-akhir ini adalah dari seorang zealot Nasrani. Sebetulnya, niatnya mungkin (menurut ybs) baik, yaitu menyebarkan kabar gembira dan informasi yang (menurutnya) bermanfaat untuk semua orang.
Namun, karena fanatismenya yang berlebih-lebihan, dia jadi terjerumus ke menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Misalnya : spamming, mencaci maki kepercayaan orang lain, dan berargumentasi secara emosional (bukan rasional).

Selama ini dia mencaci maki Islam, saya hanya balas dengan baik-baik, dan saya jelaskan berbagai kekeliruan dalam argumentasinya. Ketika dibalas dengan sangat emosional, saya pikir ya sudah, sepertinya saat ini cuma akan membuang-buang waktu berusaha berdialog dengan ybs.
Selanjutnya email dari ybs langsung saya hapus saja setiap tiba di mailbox saya. Oh ya, dia juga selalu berganti email setiap kali mengirimkan spamnya tersebut.

Sayangnya, ybs makin terjerumus dalam fanatismenya tersebut. Email terbaru dari ybs yang saya terima kali ini mencaci maki dan menjelek-jelekkan kepercayaan Buddha.
Saya saja yang bukan penganut Buddha meringis membaca emailnya tersebut. Amat sangat kasar & tidak menunjukkan sopan santun sama sekali.

Email ybs terlampir.

Mudah-mudahan kita jangan sampai terperosok menjadi zealot seperti ini juga. Rugi di dunia, tidak ada untungnya dan kita justru menyusahkan banyak orang. Dan rugi di akhirat, yaitu pada pengadilan yang terakhir.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

PAK GAO YANG MESAM-MESEM

Kalau kita dalam perjalanan Magelang – Jogja, kita pasti akan ketemu dengan sebuah desa yang menjadi industri kerajinan ukir dari batu gunung. Entah desa apa saya lupa namanya. Nah, ketika saya dalam perjalanan di daerah itulah saya ketemu dan sempat ngobrol lama dengan seseorang yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia, yaitu: Pak Gao.

“Pak Gao, selamat siang!” Sapa saya.
Pak Gao diam, hanya mesem aja. Maka saya ulang salam saya tadi: “Pak Gao, selamat siang!”
Untuk keduakalinya beliau hanya diam saja, nggak menyambut salam saya. Saya penasaran sekali dicuekin model begitu, maka saya bertanya: “Mengapa pak Gao mesam-mesem?”

Kali ini beliau mau menjawab pertanyaan saya; “Saya mesam-mesem? Banyak sekali alasannya! Yang pertama, saya mesem karena menemui orang se-toll all [tolol] kamu. Wong patung koq kamu ajak ngomong.”

“Hey, koq gitu pak Gao ini?! Belum apa-apa sudah toll all-toll all-in orang? Tersinggung donk perasaan saya?!” Kata saya agak gusar juga. Tapi saya pingin tahu juga apa alasan beliau mesam-mesem yang berikutnya; “Lalu, yang kedua?” tanya saya.

“Yang kedua, saya mesem ini ‘kan sudah takdir saya. Saya ini “Batu” asli kelahiran gunung Merapi, masih terhitung keponakannya mbah Marijan. Suatu kali saya ini diboyong kemari oleh pak Parno dan sekaligus beliau pula yang “menangani” saya. Saya dipecah menjadi 3 bagian, yang satu dijadikan saya, lalu yang kedua dijadikan “Layah” dan yang bungsu adalah “Ulek-ulek.” Jadi, saudara saya adalah “Layah” [Cowek] dan “Ulek-ulek.” Kedua adik saya tersebut merantau ke Surabaya, kerja di warung “rujak cingur” dan “gado-gado.”
Keterangan: Layah dan Ulek-ulek adalah pasangan alat untuk melembutkan sambal.

Beliau melanjutkan: “Nah, pak Parno inilah pencipta saya. Dia mentakdirkan saya seperti ini. Jadi, saya mau bilang apa kecuali menerima nasib saja. Sebenarnya sih saya capek sekali disuruh mesem begini terus. Mau berdiri ke “toilet” saja nggak bisa. Bersila begini terus, kaki saya ya capek deh! Orang dibiarkan telanjang nggak dikasih baju seperti ini gimana perasaannya? Panas kepanasan, dingin kedinginan.”

Waah saya jadi semakin tertarik mendengarkan uneg-unegnya pak Gao ini; “Lho, maksudnya pak Parno membawa pak Gao ke mari itu apa?”

“Dijual. Pak Parno itu ‘kan pedagang Dewa-dewa. Dia jual-beli segala macam Dewa. Bahkan dia bisa membikin Dewa apa saja menurut pesanan orang.”
“Hah?!” Kaget sekali saya. “Jadi, Dewa-dewa itu semuanya bikinannya pak Parno?! Hebat! Jadi, pak Gao ini bukan kelahiran India?”

“Nah, ini ngawurnya kamu. Dari tadi kamu panggil saya pak Gao-pak Gao; siapa pak Gao itu?”
Pak Gao balik bertanya. Kini ganti saya yang dibuat bingung nggak karuan.

“Maksud saya adalah pak Gaotama – Budha Gaotama. Apa bapak bukan pak Gao yang saya maksudkan itu?”

“Wah-wah gawat sekali kamu ini rupanya. Apa rupa saya ini mirip dengan pak Gao itu? Apa kalau orang mirip itu berarti sama? Yang mikir sedikitlah! Di dunia ini ‘kan banyak sekali orang yang mirip, antara orang yang satu dengan orang yang lainnya? Wong orang kembar aja nggak mau disamain? Kamu ini nggak main!”

“Lagi pula derajat makhluk itu ‘kan ada kelasnya? Ada kelas Tuhan, ada kelas Malaikat, ada kelas Manusia, ada kelas Hewan, ada kelas Tumbuhan dan ada kelas benda mati. Nah, pak Gao itu ‘kan kelas Manusia, sedangkan kelas saya ‘kan Batu – benda mati? Masak mau Jendral kamu perlaku kan sebagai Kopral. Apa nggak ditembak jidat kamu?! Hua…ha…ha…. nggak mikir kamu ini!”

“Tapi pak,………..” Saya mencoba memberikan alasan;”Kalau bapak dianggap sebagai pak Gao oleh orang-orang pemeluk agama Budha ‘kan bukan masalah yang besar? Masak gitu aja bapak marah?”

“Jelas marah toh; pertama sudah pasti pihak pak Gao yang marah karena derajatnya direndahkan sebagai Batu. Yang kedua, saya sudah pasti lebih marah lagi, sebab harga diri dan martabat saya dihilangkan begitu saja. Memangnya saya ini bukan sebuah pribadi? Misalnya aja kamu sebagai karyawan bawahan, lalu tugas kamu itu dilangkahi begitu saja oleh boss kamu, apa kamu nggak merasa tersinggung? Jadi, kamu itu dikeroyok oleh kedua-belah pihak.”

“Tapi, orang Kristen ‘kan juga begitu; ALLAH-nya “dianggap” Manusia biasa oleh orang Kristen.”
Kata saya.

“Waah, ya beda sekali dong kasusnya. Coba kamu pelajari lagi kitab Injilmu. Bukankah di sana dikatakan bahwa YESUS KRISTUS itu Ciptaan ALLAH yang pertama-tamanya? Jadi, YESUS itu memang “bukan” ALLAH. YESUS KRISTUS itu aslinya ya memang MANUSIA, tapi diangkat oleh ALLAH menjadi ANAKNYA. Sehingga DIA disebut sebagai ANAK ALLAH.
Kej. 3:22: “Berfirmanlah TUHAN ALLAH: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti
salah satu dari KITA.”

Nah, misalkan di sorga itu ada 3 Oknum Makhluk; ALLAH, YESUS dan ROH KUDUS, sedangkan ayat itu menyatakan bahwa manusia itu “telah menjadi seperti salah satu dari KITA”, maka seperti siapakah manusia itu? Seperti YESUS, bukan?! YESUS sendiri seringkali katakan bahwa diriNYA itu ANAK MANUSIA. Ketika terjadi pergumulan dengan Yakub, dikatakan bahwa Yakub telah melawan ALLAH dan MANUSIA. Rasul Paulus bahkan menyatakan sebagai “Yang sulung di antara banyak saudara.”

Selanjutnya, pada awal-awal penciptaan Adam, dikatakan bahwa manusia itu dibuat menurut gambar dan rupa ALLAH. Sedangkan rasul Paulus dalam Korintus membuat jenjangan: ALLAH itu kepalanya YESUS, YESUS kepalanya bapak-bapak, dan bapak-bapak kepalanya istri-istri. Bu- kankah ini tentang suatu mata rantai yang saling berkaitan? Karena itu kalau YESUS kita perlaku kan sebagai MANUSIA adalah kebenaran, bukannya merendahkan. Kecuali umat Katolik yang membuatkan patungNYA. Lagi pula mana ada umat Kristen yang memperlakukan YESUS sebagai manusia biasa? Nggak ada! Semua Kristen memuliakan YESUS sebagai TUHAN dan ANAK ALLAH. Berbeda dengan umatnya pak Gao ‘kan?

Pak Gao itu asli manusia tapi dijadikan Batu oleh umatnya. Ini namanya ngawur di dalam memperlakukan orang, lebih-lebih yang menyangkut nabinya.”

Pak Gendut yang nggak punya baju itu melanjutkan lagi: “Tolong kalau kamu ketemu dengan umat Budha, sampaikan pesan saya ini: bahwa sekarang ini sudah nggak zamannya lagi bikin Patung. Sudah sangat ketinggalan zaman sekali. Wong Boneka mainan aja sekarang ini sudah ada yang bisa ketawa, menangis dan berjalan, koq pak Gao masih nggak bisa apa-apa?! Amerika dan Jepang sekarang ini sudah bisa bikin Robot, masak pak Gao masih primitif begini? Suruhlah mereka bikinkan Robot Gaotama yang serba bisa. Biar nggak diremehkan oleh agama-agama yang lainnya.”

“Umat Budha itu kebangetan sekali koq! Saya digambarkan dengan perut gendut kayak begini, maka orang pasti mengira saya ini orang yang rakus sekali. Padahal saya ini nggak pernah dikasih makanan sama sekali. Makanan Apel, Anggur, Pisang, Durian, Kue Pia, Kue Mangkok yang kata mereka itu dipersembahkan kepada pak Gao, itu bohong besar! Mereka itu hanya memamerkan [iming-iming] saja ke muka saya, lalu setelah itu mereka makan sendiri. Anak-anak itu kurangajar sekali koq, sukanya mempermainkan orangtua.”

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
ANTARA INDUK DENGAN TELOR

Jika anda menghadapi pertanyaan seperti di atas; mana yang lebih dahulu ada; telor atau induk?
Berhati-hatilah, sebab pertanyaan ini bisa menjerumuskan anda untuk menerima teori evolusi, yang ujung-ujungnya mengarahkan anda menjadi seorang Atheism yang menolak konsep KEALLAHAN.
Anda jangan terjebak pada perkataan: “telor” yang merupakan pertanyaan yang dibentuk sebagai salah satu pilihan dari induk. Sebab telor itu benda mati. Merupakan mata rantai yang terputus. Tidak ada keterkaitannya sama sekali antara telor dengan induk.

“Bahwa telor ada di dalam induk, tetapi induk tidak pernah ada di dalam telor.”
Maksudnya: Induk bisa bertelor, tetapi telor “sama sekali” bukanlah “calon” induk.

> Semua masyarakat indonesia “bisa” menjadi presiden, tetapi mereka bukanlah “calon” presiden.
Sebab yang disebut sebagai calon presiden hanyalah orang-orang tertentu yang memenuhi syarat
dan yang mendaftarkan dirinya, serta diterima. Itulah “calon” presiden.

Telor juga begitu; bisa menjadi Induk Ayam, tapi tak pernah sebagai “calon” anak ayam, apalagi Induk
Ayam. Ada tahapan yang harus dilalui oleh telor itu untuk disebut sebagai “calon” anak ayam, yaitu dierami!

Manakala telor dierami induknya, atau menerima “kehangatan” tertentu, maka mulai terjadilah “reaksi.” Ini masih merupakan “reaksi alamiah”, belum menjadi makhluk hidup. Belum menjadi “calon” anak ayam. Kehidupan baru mulai terjadi manakala “otak” sudah terbentuk secara sempurna, maka pada saat itu akan disertai dengan terjadinya pergerakan pertamanya. Sama seperti bayi manusia ketika di dalam kandungan ibunya. Pergerakan bayi baru terjadi pada saat otak bayi itu terbentuk secara sempurna. Pada saat itulah kehidupan bayi itu dimulai.

Nah, pertanyaan induk dengan telor itu bermaksud menggiring anda untuk menerima teori/konsep berpikir bahwa segala sesuatu itu dimulai dari “kecil.”
Dari “telor” menjadi “induk”, dari “tidak ada” menjadi “ada”, atau dari “nol” menjadi “satu.” Ini semua adalah teori konyol yang membodohi dan membohongi kita.

Bagaimana telor bisa menetas jika tanpa adanya induk? Bagaimana mungkin “yang tidak ada” bisa menjadikan “ada?” Bagaimana mungkin “nol” bisa melewati “satu?”

Teori evolusi berusaha menarik surut kehidupan manusia sebagai bermula dari Monyet, Monyet dari Katak, dan seterusnya. Sehingga kalau itu diurutkan ke diri ALLAH, maka teorinya akan berbunyi: “ALLAH itu pada mulanya adalah makhluk yang kecil atau tidak ada[nihilo].” Lha ini ‘kan konyol sekali? Lalu, bagaimana allah yang bayi itu bisa hidup jika tidak ada induk allah yang menyusuinya? Selanjutnya, jika dirunut lagi, maka kita akan menuntut bahwa ibunda allah itu harus juga dimulai dari tidak ada, menjadi ada, menjadi kecil, lalu menjadi induk.

Karena itu, jelas sekali bahwa teori demikian itu sangat tidak rasional! Alkitab telah menutup segala macam bentuk perbantahan dengan menyatakan bahwa: “Pada mulanya adalah ALLAH”
-ALLAH tidak ijinkan kita untuk mencari keterangan lebih lanjut mengenai Jatidiri ALLAH. Kita diminta untuk membatasi imajinasi kita agar menerima ALLAH sebagai permulaan segala sesuatu
nya. Itulah “tembok” pembatas keimanan kita. Kita hanya diijinkan untuk mengetahui bagaimana permulaan atau asal-usul kita, yaitu sebagai yang diciptakan oleh ALLAH YANG MAHA SEMPURNA. Sementara ALLAH menyatakan diriNYA: “AKULAH AKU……..” Keluaran 3:14.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Cheating game WORDZ dengan GREP + random.org

Tadi saya melihat anak saya sedang pusing di depan komputer. Ketika saya lihat, ternyata dia sedang memainkan game Wordz.

Game ini cukup unik. Seperti Scrabble. Tapi semua hurufnya sudah ada di layar, dan diacak. Sehingga cenderung jadi memusingkan. Cukup lumayan juga sih untuk asah otak dan memaksa anak jadi sering membuka kamus, he he.

Setelah sampai di level 18, kasihan juga melihat dia pusing tujuh keliling begitu 🙂
Akhirnya saya tunjukkan triknya : Project Gutenberg + Grep.

Project Gutenberg adalah proyek digitalisasi buku-buku yang sudah habis hak ciptanya, dan sudah berada di public domain. Ada sangat banyak literatur klasik pada situs proyek ini, sangat menarik. Dulu saya suka membaca novel science fiction klasik yang disediakan oleh proyek ini. 20000 league under the sea, journey to the center of the earth, dst. Sungguh menyenangkan.

Nah, termasuk salah satunya adalah kamus Webster dalam format HTML 🙂
Ini yang akan membantu kita dalam game WORDZ tersebut.

OK, mari kita download dulu kamus tersebut. Yaitu bisa dilihat di http://www.gutenberg.org/etext/673.
Saya kemudian download dari mirrornya di Taiwan, sehingga sangat cepat selesai.

Setelah itu unzip file pgwht04.zip tersebut. Akan muncul file pgwht04.txt
Lalu rename menjadi (misalnya) webster-dictionary.txt

Kembali ke game WORDZ, pada permainan ini ditampilkan berbagai kata yang beberapa hurufnya sudah fixed, dan ada juga beberapa hurufnya bisa kita tukar-tukar. Contoh : F__C__O__Y , dimana jawaban yang tepat adalah “factory”

Pada contoh tersebut, kita bisa menemukan kata tersebut, pada kamus Webster yang tadi kita telah download, dengan sangat mudah. Gunakan GREP ! 🙂

Pada contoh ini, perintahnya adalah :

cat webster-dictionary.txt | grep -o ” f.c.o.y “

Tanda titik pada perintah grep berarti adalah suatu huruf yang tidak kita ketahui. Nah, maka kemudian grep akan menampilkan semua kata yang memiliki pola F__C__O__Y
Sehingga dalam waktu sekejap mata saja Anda akan langsung menemukan jawabannya, yaitu FACTORY 🙂

Ketika saya perlihatkan trik ini, mata anak saya langsung terbelalak. “wahhhh komputernya hebat !!”
Jadi nyengir deh saya, he he

Selanjutnya kami berdua melanjutkan permainan WORDZ tersebut bersama-sama. Dalam waktu yang tidak lama, kita sudah sampai ke level 25. He he. Seru sekali memainkan game ini bersama anak-anak ini. Mereka terus heboh ketika kata-kata yang sulit sekalipun bisa ditemukan oleh “komputernya papa” dalam waktu singkat 😀

Sampai kemudian istri saya mengingatkan – bahwa sudah saatnya dia mengerjakan PR nya. Ternyata PR nya musti dikerjakan bersama-sama dengan orang tua.
Jadi. orang tuanya membuat soal, dan sang anak membuat jawabannya.

Apa soal yang musti saya buat? Ternyata, soal-soal berupa akar tiga. Saya perlu memilih 3 buah angka 6 digit, yang nanti akan dicari akar 3 nya oleh anak saya.

More fun 🙂

Saya bilang ke anak saya, “Eh, angka-angkanya biar dipilih oleh langit saja yaa”. Matanya kembali terbelalak.
Sambil nyengir saya membuka RANDOM.ORG, dan dalam waktu singkat muncul 3 buah angka 6 digit untuk menjadi soal PR nya.

Dia kemudian mengerjakan PR nya dengan riang gembira.

Mission accomplished ! 😀

Sumbangan komputer bekas

Beberapa hari yang lalu saya berkenalan dengan seorang kawan aktivis Open Source. Beliau adalah orang yang luar biasa – sendirian, dia berhasil mengangkat profil Open Source di daerahnya sehingga menjadi lebih dikenal oleh masyarakat sekitarnya. Sehingga kemudian banyak orang bisa menikmati berbagai manfaatnya.

Dalam diskusi via instant messages tersebut, terucap bahwa beliau mendapat tawaran sumbangan komputer bekas dari Australia. Ini sangat menarik bagi beliau; dengan sumbangan tersebut, maka beliau akan bisa membagi-bagikan komputer gratis untuk sekolah. Nah, kemudian komputer-komputer tersebut (tentu saja) sudah dipasangi berbagai software Open Source. Sekolah-sekolah penerima kemudian bisa langsung memanfaatkannya. Mirip dengan ide Microsoft beberapa waktu yang lalu, untuk lebih memperbesar penetrasi softwarenya ke sektor pendidikan 🙂
Meniru ide bagus tidak apa kan ya? Mumpung belum dipatenkan 🙂

Pengenalan ke topik IT sejak dini dapat memperbesar kans keberhasilan ybs di masa depan. Salah satu contoh; beberapa kawan-kawan saya yang sukses di bidang IT telah memulai kiprah mereka di bidang ini JAUH sebelum saya. Jika hal ini bisa dimeratakan di berbagai sekolah Indonesia, maka kita bisa berharap bahwa 10 tahun lagi Indonesia akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di sektor ini.
Dan berbagai potensi lainnya.

Beliau kemudian menanyakan bagaimana kans dari peluang ini untuk bisa direalisasikan.

Saya berterus terang dengan beliau – kansnya cukup kecil. Ide filantropis yang serupa sebelumnya (setahu saya) belum pernah berhasil. Saya tahu karena saya sendiri sempat mau mencoba memasukkan 1 kontainer sumbangan dari universitas di Skotlandia untuk Indonesia. PPI Jepang juga gagal memasukkan sumbangan komputer dari negerinya para samurai tersebut.
Penolakan dari berbagai pihak terlalu kuat – yang cukup membuat saya terkejut, termasuk dari pihak-pihak yang saya kira akan lebih paham soal ini.

Nah, pada posting ini saya ingin mencoba menginventarisir berbagai pendapat yang kontra, dan membahas apakah kira-kira pendapat tersebut memang bisa dijustifikasi :

  1. Komputer bekas = Limbah :
    Seingat saya ini adalah pendapat mayoritas pada pro/kontra soal sumbangan komputer bekas yang terakhir. Menurut kubu ini, menerima sumbangan komputer bekas itu sama saja dengan memasukkan limbah ke negara kita. Argumennya kemudian dilengkapi dengan link ke artikel ke berbagai pusat limbah komputer di Cina atau India.

    Saya kira ini argumen yang cenderung emosional. Mungkin karena terpengaruh dari artikel yang membahas berbagai masalah kemanusiaan yang terjadi di berbagai pusat limbah komputer di Cina / India tersebut. Sangat bisa dipahami sebetulnya, karena situasinya memang amat mengenaskan. Para pekerja di lokasi-lokasi tersebut sebenarnya sama saja dengan bunuh diri perlahan-lahan, karena terekspos setiap hari ke berbagai zat berbahaya (karena cara daur-ulang yang tidak benar). Dan dampaknya mengenai semua orang di daerah tersebut, bukan hanya pekerjanya saja. Hal ini karena zat-zat berbahaya yang timbul kemudian juga meracuni tanah / air / udara di sekitar daerah tersebut.
    Saya sendiri juga amat prihatin melihat situasi tersebut. Mereka berhak mendapatkan kondisi kehidupan yang jauh lebih layak daripada itu.

    Namun, sebetulnya yang demikian sebenarnya bisa dihindari. Misalnya; salah satu fakta yang ada yaitu keberadaan berbagai LSM di berbagai negara maju yang sudah lama bergerak pada bidang ini (sumbangan komputer bekas), dan mereka sudah menyumbangkan ratusan ribu komputer berkualitas ke berbagai negara berkembang, secara aman. Kecuali Indonesia, tentunya.
    Belum lagi sumbangan yang langsung dilakukan antar institusi, seperti yang ingin dilakukan oleh institusi Australia dan kawan kita ini.

    Sumbangan komputer bekas JUSTRU membantu menghindari komputer menjadi limbah. Di berbagai negara, komputer Pentium-III mungkin sudah tidak layak pakai. Nah, daripada mereka kirim ke pusat limbah komputer di Cina / India untuk kemudian dipreteli, dan mencemari lingkungan dalam prosesnya; tentu saja lebih baik dikirim kepada mereka yang masih bisa memanfaatkannya, kan?
    Alih-alih menjadi limbah, malah masih bisa dimanfaatkan lagi.

    Dan, SEMUA perangkat elektronik (tidak hanya komputer, atau komputer bekas) pasti akan menjadi limbah. Jika limbah elektronik adalah alasannya, maka seharusnya kita melarang semua jenis perangkat elektronik. Baik baru maupun bekas.

    Solusi :

    • Buat standarisasi untuk komputer yang akan disumbangkan, seperti yang dilakukan oleh Computer-Aid.org.
    • Sebelum dikirim dari negara asal, perlu dilakukan seleksi / pengawasan agar benar-benar komputer yang memenuhi standar yang akan dikirim. Ini bisa dilakukan misalnya dengan melibatkan PPI di negara/kota ybs (ini yang rencananya akan kami lakukan pada kasus sumbangan komputer dari Skotlandia beberapa tahun yang lalu)
    • Pemerintah bisa mendukung dengan membuat pusat pengolahan limbah komputer, yang memproses limbah komputer menjadi unsur-unsur yang bermanfaat & tidak berbahaya bagi lingkungan. Sebenarnya ini adalah peluang bisnis yang cukup BESAR – di Eropa saja, pada saat ini ada direktif WEEE (Waste Electrical and Electronic Equipment) yang menyatakan bahwa limbah elektronik harus diproses secara khusus. Karena itu kini berbagai perusahaan di Eropa malah bersedia membayar untuk bisa memberikan komputer mereka kepada kita 🙂
      Sebuah pusat pengolahan limbah elektronik yang memenuhi standar WEEE akan bisa mendapatkan bisnis dari mereka, plus ekstra profit dari penjualan hasil recycling nya (emas, logam berharga lainnya, berbagai komponen yang masih bisa digunakan, dst)
    • Terkait dengan soal recycling center (pusat pengolahan limbah elektronik) di poin sebelumnya – seharusnya sekarang pun (tanpa adanya kontraversi sumbangan komputer bekas ini) kita sudah memilikinya di Indonesia.
      Bayangkan saja, sudah berapa lama alat-alat elektronik masuk ke Indonesia ? Nah, lalu sudah berapa lama & berapa banyak dari alat-alat tersebut yang sudah mencemari alam lingkungan Indonesia ?
      Proses daur-ulang yang tidak benar malah akan mencemari lingkungan secara dahsyat, seperti yang telah terjadi di beberapa lokasi di Cina & India tersebut.
  2. Masa penggunaan :
    Ada alasan bahwa umur komputer bekas akan lebih pendek daripada komputer baru. Dengan menerima sumbangan komputer bekas, maka kita mempercepat penambahan limbah komputer di tanah air ini.

    Saya kira ini sudah terjerumus dalam generalisasi, dimana kaidah berikut ini berlaku : “All generalizations are false (including this one 🙂 )”
    Saya sendiri juga sudah terlalu sering melihat komputer baru yang rusak secara spektakuler dalam waktu beberapa bulan saja.

    Solusi : Terima sumbangan hanya dari komputer berkualitas/branded.
    Lalu setup dalam kondisi yang tahan lama. Contoh: dalam skenario LTSP / thin-client, workstation yang berkualitas bisa bertahan sampai 7-8 tahun, karena hampir tidak ada moving parts nya.
    Dan juga pada skenario tersebut kita tidak pernah perlu untuk melakukan upgrade spec hardware di client (karena proses komputasi yang paling intensif dilakukan di sisi server – bukan client). Jadi kalau perlu dilakukan upgrade, maka akan dilakukannya di server.

  3. Gengsi :
    Biasanya ini adalah sebab penolakan dari berbagai wakil pemerintah. “Indonesia: negara bekas”, mungkin kira-kira ini headline di berbagai koran & media yang tidak ingin mereka lihat.

    Secara politis mungkin valid, dan saya kira sangat bisa dimengerti. Namun secara praktis, tentu saja tidak demikian halnya. Dan faktanya, sumbangan komputer tersebut bisa dapat merubah nasib banyak orang.

    Solusi:

    • Opini & dukungan dari publik yang pro dengan sumbangan komputer bekas bisa membantu merubah situasi ini.
    • Keberadaan Recycling Center di Indonesia malah akan mengangkat gengsi Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang pertama di dunia yang memiliki kemampuan untuk mengolah perangkat elektronik sesuai dengan standar Internasional.
      Dan, tentu saja, akan menjadi tambahan sumber devisa negara — para negara maju akan berlomba-lomba membayar kita untuk menerima komputer mereka 🙂 , agar kemudian bisa diproses oleh kita secara berkualitas, atau, jika masih layak pakai, dimanfaatkan lagi di berbagai institusi yang membutuhkannya.

Jadi sejauh ini, saya belum berhasil menemukan showstopper (penghalang absolut) untuk ide sumbangan komputer bekas ini. Sementara potensi manfaatnya bisa amat besar.

Namun karena ide ini (pada saat ini dilarang), sementara demand / kebutuhannya memang ada, maka pada saat ini dipenuhi oleh berbagai bisnis / pengusaha yang tidak terawasi. Akibatnya, sudah pernah ditampilkan pada sebuah acara investigasi di TV — penyelundupan komputer bekas, proses recycle komputer yang rawan bahaya, dan cenderung menipu konsumen.

Anyway, bagaimana pendapat Anda mengenai ide sumbangan komputer bekas ini? Silahkan berbagi komentar Anda tentang soal ini disini. Terimakasih.

Keamanan Kunci : Lock Bumping

Lock Bumping adalah salah satu cara untuk membuka nyaris segala jenis kunci yang ada — dan ini SANGAT mudah untuk dilakukan.

Trik ini ternyata sudah diketahui, paling tidak, sejak 80 tahun yang lalu. Namun rahasia ini baru diekspos kepada masyarakat umum di konferensi H.O.P.E (Hackers On Planet Earth) pada tahun 2006.

Tidak banyak kunci yang kebal terhadap trik Lock Bumping ini. Beberapa diantaranya adalah Medeco dan Schlage Everest. Dan harganya memang lebih mahal – mulai dari US$ 80 per kunci.

Bahkan Medeco pun bukan jaminan security 100% – masih ada cara untuk membobolnya. Mulai dari trik yang ditemukan di tahun 2007, sampai ke cara-cara sederhana yang terkesan konyol : seperti mem bypass nya,  dengan masuk melalui jendela / pintu lainnya / dll 🙂

Poin saya – security itu harus menyeluruh. Semua titik harus diamankan secara setara. Kalau ada satu titik saja yang lemah, maka semua pengamanan lainnya menjadi percuma. Prinsip utama : Your security is only as strong as its weakest link.

Menarik karena prinsip keamanan di komputer juga serupa. Kita harus mengamankan seluruh titik masuk sistem secara setara. Jika ada satu saja yang lebih lemah dari yang lainnya, maka titik itu yang akan menjadi fokus para hacker & cracker.

Anyway – saya belum tahu / menemukan kunci yang seaman Medeco di Indonesia. Silahkan jika Anda tahu informasinya. Pasti informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi yang memerlukannya. Terimakasih.

Mengapa Spammer Harus Dihukum Berat

Spammer tidak “hanya” menyebabkan ketidak nyamanan bagi mereka yang menerima sampah dari mereka. Spammer juga bisa menyebabkan kerugian finansial yang SANGAT besar bagi orang lain.

Contoh; saya pernah berdiskusi dengan seorang kawan di salah satu ISP terbesar di Indonesia. Dia mengeluh mengenai banyaknya resources yang musti mereka alokasikan untuk memerangi spam. Tidak cukup satu server anti-spam, musti ada beberapa, dan semuanya bekerja keras 24 jam memfilter spam. Dan personil-personil khusus untuk menangani berbagai masalah yang terkait dengan spam.

Ada seorang client saya yang mengeluh karena link Internet mereka, 256 Kbps dengan biaya sekitar Rp 10 juta / bulan, performanya sangat lambat. Saya tanya kepada mereka, apakah mereka menghosting sendiri mailserver perusahaan mereka? Ketika dia jawab ya, saya jelaskan itu dia penyebabnya. Spam & virus yang menyusup di email telah menghabiskan bandwidthnya.
Saya kemudian sarankan ybs untuk menghosting email mereka di luar (OpenIXP / datacenter lainnya)

Ed – salah satu customer saya yang lain mengeluh bahwa link Internet 1024 Kbps mereka ternyata ludes 80% nya oleh spam & virus. Wow.
Akibatnya, ybs jadi di komplain oleh direktur perusahaan nya. Kasihan sekali.

Spammer bahkan telah menyebabkan kerugian finansial terhadap mailing list berbayar tertua di Internet, This Is True, yang dibuat oleh Randy Cassingham.

Suatu hari Randy menemukan bahwa Yahoo memblokir semua email dari “This Is True”. Sekitar 22.000 pelanggannya di Yahoo jadi tidak menerima emailnya lagi sama sekali — email dari “This Is True” langsung lenyap begitu saja. Email tersebut bahkan tidak muncul di Spam Folder.
Bersama dengan itu, 15% uang berlangganan dari para customer tersebut juga otomatis menjadi lenyap, dan Randy dimaki-maki oleh para pelanggan yang sudah membayar namun tidak mendapatkan emailnya.

Untungnya banyak orang kemudian muncul membantu Randy mengatasi masalahnya. Sekitar 1 minggu kemudian, milis “This Is True” sudah kembali diterima oleh Yahoo. Ada sedikit insiden tambahan ketika Gmail.com kemudian turut membuang email dari “This Is True” (seperti yang saya guraukan di komentar saya disini, alamak). Namun untunglah tidak sampai serius seperti pada kasus Yahoo 🙂

Namun tidak semua orang akan seberuntung Randy. Korban seperti Randy dikenal dengan istilah collateral damage, pihak-pihak yang sebetulnya tidak bersalah, namun terjebak menjadi korban dalam peperangan untuk membasmi para spammer. Beberapa komentator di situs Randy bercerita bagaimana mereka juga mengalami nasib yang serupa, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Sebetulnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, namun ini memang sangat memakan waktu, tenaga, dan pikiran. Dan tidak semua orang memiliki kemampuan teknis untuk melakukannya :

  1. Setup SPF : Sender Policy Framework memungkinkan server penerima email Anda untuk mendapat kepastian bahwa email yang mereka terima memang asli / benar dari Anda, dan bukan spam. Namun tidak semua mailserver mengenali skema SPF ini, seperti pada kasus Yahoo :
  2. Setup DomainKeys : Yahoo menggunakan skema DomainKeys ini. Pada kasus Randy, dia sudah menggunakan SPF selama bertahun-tahun, tapi dia belum memasang (belum tahu mengenai) DomainKeys. Saya kemudian sarankan dia untuk memasangnya, karena masalah dia adalah dengan Yahoo. Jika Anda mengalami masalah juga dengan Yahoo, maka DomainKeys bisa menjadi solusinya.

(masih ada berbagai trik-trik lainnya, namun 2 yang saya sebut diatas tersebut adalah yang akan dapat paling banyak membantu Anda secara signifikan)

Jadi jika suatu hari Anda menemukan perusahaan Anda berada pada posisi yang serupa seperti Randy, silahkan bisa dicoba trik-trik tersebut diatas. Semoga membantu.

Oh ya, spammer sucks !
Mudah-mudahan bisa segera ada peraturan yang menentukan hukuman berat bagi para spammer di Indonesia. (Top Info – I’m looking at you !)

Ed – MatahatiPromo.com sudah mengkoreksi kekeliruannya. Salut, dan semoga teladannya ini bisa dikuti oleh para marketer online lainnya !

Games: Teknologi tanpa guna ?

Demikian istilah yang disebutkan oleh kawan saya di milis internal ISNET. Ybs mengaku malu-malu suka main game, walaupun (menurutnya) games itu adalah “teknologi tanpa guna”.

Menarik sekali, karena selama 18 tahun bersentuhan dengan berbagai games di komputer, kadang yang saya saksikan tidak selalu demikian.

Terlampir adalah kutipan dari balasan email saya kepada ybs. Selamat menikmati.

> adapula teknologi tanpa guna (games 😀 ).

Eh jangan salah, games juga bisa bermanfaat 🙂

Contoh; flight simulators – tadinya berupa perangkat keras khusus yang harganya sangat mahal. Sekarang? Sudah ada yang gratis, seperti http://flightgear.org, dan kualitasnya juga sangat bagus.

FPS (first-person shooter) games juga dimanfaatkan oleh tentara di berbagai negara untuk melatih pasukan mereka. America’s Army dibagikan gratis untuk proses rekruitmen. Dst.

Dulu ada games yang dibuat berkolaborasi dengan Harvard, untuk melatih / simulasi bisnis.

Saya sendiri jadi bisa berbahasa Inggris sejak SMP gara-gara banyak bermain games adventure 🙂 king’s quest, larry, dst. Karena pada game-game tersebut, kita musti memberikan berbagai instruksi kepada tokoh di game tersebut dengan kalimat-kalimat dalam b.Inggris (bukan cuma sekedar klik-klik-klik). Kamus Indonesia – Inggris jadinya selalu teronggok di sebelah komputer saya.

Dan, banyak terobosan di bidang IT dimulai oleh berbagai games, karena nyaris semua komponen komputer di eksploitasi oleh games. Jarang ada aplikasi komputer lainnya yang betul-betul memanfaatkan seluruh komponen komputer secara maksimal. Pada games, ada penerapan matematika tingkat tinggi (fast fourier transforms, penerapan dunia virtual 3D pada komputer dengan spec minim sekalipun, floating point computation secara optimal, dst), optimisasi jaringan secara efisien (old-school gamers mungkin masih ingat terobosan2 seperti Quakeworld dst), dst.
Karena itu, para pakar game engines, seperti John Carmack, banyak menjadi perhatian para praktisi IT.

Yang berikut ini mungkin akan menarik untuk kawan-kawan dari institiusi pendidikan / riset : superkomputer murah berkat teknologi (yang awalnya digunakan untuk) game.
Akselerator 3D, yang tadinya harganya bisa mencapai puluhan ribu dolar di workstation mahal seperti SGI, kemudian muncul consumer-version nya di PC dimulai dari 3Dfx Voodoo series, sehingga harganya drop menjadi beberapa ratus dolar. Kini akselerator 3D tersebut jadi bisa dimanfaatkan bahkan untuk membuat superkomputer sekalipun. Supercomputer FASTRA dengan 8 GPU cores di Univ Antwerp punya performa yang setara dengan 350 cores. Harganya juga hanya 4000 Euro, padahal sebelumnya mereka membeli superkomputer CalcUA seharga 3,5 juta Euro yang performanya kalah dari FASTRA ini.
Detail lebih lanjut bisa dibaca di http://fastra.ua.ac.be/en/index.html dan http://www.dvhardware.net/article27538.html

Univ Stanford juga sudah memanfaatkannya untuk riset mengenai protein. Detailnya bisa dibaca disini.

Games juga cenderung menjadi pionir pada topik HCI (Human-Computer Interface/Interaction).
Virtual 3D glasses (Eye3D, dll), eye trackers, dst. Yang terbaru sekarang adalah Nintendo Wii, kita bisa mengakses tokoh di game dengan menggerakkan anggota tubuh kita. Saya sampai ketawa terpingkal-pingkal melihat anak-anak saya main bowling dan tenis melawan kakeknya. Seru sekali. Yang menang kadang malah ayah saya, ha ha. Tapi lebih lucu lagi melihat respons anak-anak itu, mereka melihat ke kakeknya dengan bangga & kagum. Hebat lho kakek mereka jago main game. Ayah saya GR berat jadinya 🙂
Nintendo Wii Fit membuat kita jadi berolah raga sambil bermain game. Ada lagi controller Nintendo Wii yang seperti pedang, kita ayun-ayunkan untuk menebas monster-monster di game ybs. Dst.

Tambahan : (tidak ada di email aslinya)

Games, ketika didesain dan dimanfaatkan dengan tepat, bisa membawa banyak manfaat. Bahkan untuk tujuan pendidikan pun juga bisa.

Selamat bermain games dengan bijak 🙂

Salam,
Harry

SOLUSI: SMP / multi-core tidak terdeteksi di Ubuntu

Beberapa waktu yang lalu saya baru menyadari bahwa sebuah server saya, yang ditaruh di datacenter SoftLayer.com, ternyata cuma terdeteksi 1 core/CPU oleh operating systemnya; yaitu Ubuntu 8.04 (hardy). Padahal spec server tersebut adalah Quad-core Xeon.

Karena sebelumnya SoftLayer.com juga keliru mendeploy server tersebut – saya pesan 4 GB RAM dan 500 GB HD, namun hanya mereka pasang separuhnya; maka saya kira mereka juga keliru dalam pemasangan CPU-nya ini. No problem, lalu saya kirim lagi support request kepada customer service mereka.

Ternyata, menurut mereka, sudah betul terpasang CPU Xeon quad-core. Lho, tapi kenapa tidak terdeteksi oleh Ubuntu ya ?

Setelah saya cek dengan perintah uname -a yang muncul adalah output sbb :

Linux xxx.abangadek.com 2.6.24-19-386

Kemudian saya menanyakan masalah ini di channel #ubuntu di server irc.freenode.com
Luar biasa, ternyata dalam waktu beberapa menit saja saya sudah mendapatkan solusinya, yaitu :

apt-get install linux-image-generic
shutdown -r now

Karena ada proses instalasi kernel baru, maka sebelum melakukan perintah-perintah tersebut diatas, saya backup dulu data-data yang ada di server tersebut. Setelah itu, saya ketikkan perintah-perintah tersebut, dan menunggu dengan harap-harap cemas.

Bukan apa-apa, 3 jam lagi akan peak-time di Amerika, dan akan tiba ratusan ribu pengunjung yang mendatangi berbagai situs yang di hosting di server tersebut. Kalau sampai ada masalah dan terus berlanjut sampai peak time tersebut, maka jelas ini akan menimbulkan banyak kesulitan.

Alhamdulillah, worst-case scenario tersebut tidak terjadi 🙂
Proses pergantian kernel ini berjalan dengan sangat mulus. Dalam waktu 10 menit saja server tersebut sudah online & live kembali.

Kini perintah uname -a menampilkan output sbb :

Linux xxx.abangadek.com 2.6.24-19-generic #1 SMP

Yesss…. dan pada output di perintah top, jika saya menekan angka 1 (satu), maka statistik untuk 4 buah core muncul. Tidak lagi cuma 1 core 🙂

Syukurlah tidak ada yang serius. Ternyata teknisi SoftLayer hanya keliru memasang kernel – dia pasang kernel linux-image-386, yang tidak mendukung SMP (Symmetric Multi Processing). Padahal, seperti yang dicantumkan diatas, seharusnya yang dipasang adalah kernel linux-image-generic

Happy, and easy, ending.
Semoga bermanfaat.

Perayaan 17 Agustus yang sarat manfaat

Seperti biasa dari tahun ke tahun, tanggal 17 Agustus kembali menghampiri kita. Dan seperti biasa juga, terjadi berbagai perayaannya di seluruh penjuru Indonesia. Biasanya meriah. Kadang berlebihan. Tapi mudah-mudahan bisa selalu mengingatkan kita pada perjuangan dan/atau penderitaan kakek-nenek kita semua beberapa dekade yang lalu.

Namun yang dilakukan warga pulau Sebuku belum pernah saya dengar sama sekali sebelumnya.

Warga Pulau Sebuku akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan dan mengikuti pelatihan kewirausahaan. Dengan itu, diharapkan mereka jadi bisa meningkatkan taraf hidup mereka setelahnya – merdeka dari kemiskinan & kebodohan.

Banyak salut untuk Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, yang mendukung ide yang brilian ini.
Saya ucapkan selamat & semoga acaranya sukses besar. Merdeka !

Sumber : Tribun Kaltim

KOTABARU – Warga masyarakat yang tinggal di kawasan Pulau Sebuku wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalsel punya cara sendiri dalam merayakan HUT Kemerdekaan dengan kegiatan yang terkesan jauh dari hura-hura dan menghaburkan uang.

Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, Sabtu mengatakan untuk mengisi suasana HUT ke-63 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2008 dengan menggelar pelatihan kewirausahaan.

“Bagaimana kita tidak malu dan harus berhura-hura untuk memaknai kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan pendahulu, dengan kondisi masyarakat yang tetap miskin,” ucapnya.

Lebih bijaksana dan menjadi bermakna kalau peringatan kemerdekaan RI diwujudkan dengan tekad dan semangat warga masyakat untuk bisa “memerdekakan” diri sendiri dari himpitan kemiskinan dan kebodohan.

“Kita warga masyarakat Pulau Sebuku tidak ikut tradisi kemeriahan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI seperti banyak dilakukan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat memberi warga masyarakat dengan berbagai pengatahuan dan pengalaman untuk bisa mandiri dan mengatasi tuntutan hidup yang menjadi penyebab kemiskinan itu sendiri.

Menurut Joko, semuala warga Pulau Sebuku sulit menerima pola perayaan menyambut HUT Kemerdekaan itu karena mereka tergiur kemeriahan yang ditayangkan televisi.

Tapi setelah disampaikan tujuan dan maksud yang lebih mendasar, warga dapat menerima dan bahkan jauh lebih bisa memaknai hari kemerdekaan bangsanya yang diperjuangkan dengan pengorbanan nyawa dan harta oleh pendahulu.

Seperti biasa dalam peringatan 17-an warga masyarakat hanya menggelar berbagai lomba, tetapi tahun ini sedikit berbeda, karena warga juga mulai diberikan pilihan selain perlombaan mereka juga diberikan pelatihan membuat industri rumah tangga dan pertanian.

Dalam pelatihan, warga diberikan bekal tentang membuat krupuk ikan, amplang dan makanan ringan yang lainnya, yang menggunakan bahan baku ikan laut yang mudah diperoleh di wilayah itu.

Dijelaskan, saat ini jumlah keluarga miskin di Pulau Sebuku sebanyak 295 Kepala Keluarga dari sekitar 6.000 jiwa yang tersebar di delapan desa.

Agar mereka tidak terjerat dengan kondisi kemiskinan, Joko Mutiono mencoba meningkatkan pelatihan dan ketrampilan warganya melalui event-event tertentu di delapan desa di Pulau Sebuku.

Di antara kegiatan yang telah dilaksanakan saat ini, usaha perkebunan, dan pertanian seperti perluasan kebun karet dan sahang, singkong, dan sayuran.

Sedangkan untuk perikanan dan kelautan, memberikan pelatihan membuat krupuk ikan, udang, amplang serta beberapa produk makanan ringan yang terbuat dari ikan dan udang. (ant)

Motherboard untuk Server

Kadang terjadi kami perlu merakit server sendiri untuk client. Misalnya karena spec yang dibutuhkan tidak terpenuhi dengan server build-up yang ada. Masalahnya, jika keliru dalam merakit & memilih komponennya, maka hasilnya bisa menjadi server yang jelek & tidak bisa diandalkan.

Salah satu yang sulit adalah memilih motherboard yang tepat. Pengalaman saya, bahkan merk motherboard terkenal (dan MAHAL) sekalipun sering bermasalah ketika dipakai sebagai server yang hidup 24 jam. Atau ketika selalu dihantam load yang besar. Yang memang adalah normal dialami oleh komputer server.

Bukan itu saja, motherboard yang berkualitas juga sulit ditemukan di pasaran. Ini karena memang pasar terbesar adalah untuk motherboard yang harganya murah. Bukan yang kualitasnya bagus. Sehingga kita sulit menemukan ini.

Pengalaman saya pribadi, biasanya motherboard merk MSI cukup bisa diandalkan.
Kualitasnya cenderung bagus. Sudah ada yang berumur bertahun-tahun, bekerja 24×7, beban / load kerja besar, dan tetap berfungsi dengan baik.

Merk ini juga masih bisa ditemukan di pasaran. Tidak seperti beberapa motherboard lainnya, yang cuma bisa saya baca reviewnya di Internet – tapi tidak ketahuan dimana bisa didapatkan di Indonesia.

Tapi tetap perlu dipilih-pilih juga. Seri Platinum motherboard MSI sepertinya bisa dijadikan acuan, silahkan bisa Anda cek lagi sebelum membelinya.
Jangan lupa motherboard bagus pun akan percuma kalau komponen lainnya jelek — pastikan Anda menggunakan power supply yang bagus ! Lalu pasangkan ke UPS yang berkualitas; merk APC kini ada seri BackUPS yang harganya terjangkau namun tetap bagus; baik kualitas maupun customer servicenya (pengalaman pribadi, bisa jadi bahan posting tersendiri 🙂  ).

Motherboard MSI juga menjadi pilihan Supercomputer FASTRA di Universitas Antwerp, Belgia. FASTRA adalah supercomputer dengan 8 core GPU Nvidia 9800GX2, Quad-core AMD Phenom CPU, dan 8 GB memory. Performanya mengalahkan supercomputer CalcUA yang berharga 3,5 juta Euro 🙂

Anda tahu motherboard lainnya yang juga bisa berfungsi dengan baik pada server? Do please share.

Flashdisk + Write protect ?

Sudah beberapa waktu ini saya mencoba mencari Flashdisk (USB drive) yang ada switch write protect nya. Di luar dugaan, sampai saat ini saya masih gagal mendapatkannya.

Switch write-protect ini jadi memungkinkan kita untuk melindungi isi flashdisk tersebut. Mirip seperti tab write-protect di disket – jika diaktifkan, maka disket jadi tidak bisa ditulis. Hanya bisa dibaca.

Ini sangat berguna untuk flashdisk yang sering dibawa kemana-mana, karena jadi tidak bisa ditulari virus. Sebetulnya ini tidak terlalu pengaruh untuk saya karena komputer saya Linux dan Mac. Namun saya menghindari jangan sampai flashdisk saya dipasang di sebuah komputer Windows yang bervirus, lalu kemudian jadi menulari komputer Windows milik orang lain. Malu euy 🙂

.

Nah, menilik maraknya virus yang menular melalui flashdisk, saya pikir akan mudah untuk menemukan flashdisk / semua flashdisk pasti akan ada switch write-protect nya. Ternyata, tidak demikian. Ajaib 🙂

.

Adik saya punya flashdisk seperti ini. Jadinya enak, dia bisa pasang dimana-mana, namun tidak akan tertular virus. Tapi ketika saya tanya dimana saya bisa membelinya, dia mengaku bahwa flashdisk seperti itu memang sudah susah ditemui di pasaran pada saat ini.

Saya sudah mencari di beberapa tempat, tapi tidak mendapatkannya. Yang lebih lucu lagi, ketika saya bertanya kepada beberapa orang, jawabannya malah “Memangnya ada yang seperti itu ??” 🙂 

Anda tahu dimana saya bisa mendapatkan flashdisk seperti ini? Tolong kabari saya ya.
Terimakasih sebelumnya.

The Customer is (NOT) Always Right

Bagi yang memiliki anak, tentu sudah tahu bahwa anak-anak berkembang dan selalu berubah-ubah sifatnya. Pada saat ini, anak saya nomor 3, Umar, memiliki kebiasaan baru. Seringkali dia malas berpikir 🙂

Jika ditanya, kadang jelas terlihat bahwa dia tidak berusaha berpikir, dan malah langsung menjawab “nggak tahu“. Nah, kalau malasnya ini sudah kumat, pertanyaan-pertanyaan berikutnya akan sama saja, dijawab dengan “nggak tahu

Maka saya selalu dengan tegas menuntut dia untuk menjawabnya dengan benar. Sampai saya yakin bahwa dia memang sudah benar-benar berusaha.
Kadang sih cukup memakan waktu. Juga membebani emosi kita. Atau kadang kita sebetulnya sedang perlu melakukan hal yang lain.

Tapi, inilah tugas orang tua. Kewajiban kita mendidik anak-anak kita, agar mereka bisa tumbuh menjadi manusia yang normal.

Sayangnya, tidak semua orang tua melakukan hal ini 🙁

Salah satu contohnya bisa dibaca disini :

Me: “Can I help you?”

Customer: “I’m looking for non-fiction.”

Me: “What kind?”

Customer: “Just non-fiction.”

Me: “Okay…do you want history? Or science? Psychology?
Business?”

Customer: “No, just NON-FICTION!”

Me: “Ma’am, most of the store is non-fiction. You’ll have to be more specific.”

Customer: “Don’t you get it? I just want some non-fiction!”

Me: “All right. Do you see over there, where it says ‘Fiction?’”

Customer: “Yes.”

Me: “All the books but those. Good luck.”

Braindead 😀

Dan dia tidak sendirian. Ada BANYAK sekali zombie di situs NotAlwaysRight.com ini :

Me: “You found them.”

Customer: “Yeah. I couldn’t see them because the sign was in the way.”

(Note she’s referring to a large, 18 inch sign with three inch wide red letters that read WALNUTS. It was added because customers complained they couldn’t find them.)

Me: “You couldn’t see the walnuts because of the sign that said WALNUTS?”

Customer: *angry* “Yeah, that’s right!”

Me: “I…can’t help you.”

.

Sialnya, umur semakin tua bukan jaminan akan semakin bijak. Kadang malah jadi semakin aneh. Seperti kata Joker, “What doesn’t kill you makes you…. stranger” 😀

(I was ringing up a old lady when another old lady in my line recognized the first lady.)

Old Lady #1: “Oh hey! I didn’t see you there!”

Old Lady #2: “That’s okay… I didn’t recognize you with clothes on!”

Me: “What?!”

.

Zombie yang satu ini ingin berlibur ke sebuah pulau, namun tidak tahu cara menuju kesana :

(Let it be known that there are only two ways to get to Catalina Island: by boat or by helicopter.)

Me: “Hotel *****, how can I help you today?”

Customer: “I’d like to make a reservation. And when’s the earliest we can check in?”

Me: “Normally not until noon but we may be able to make an exception. When is your boat scheduled to arrive.”

Customer: “Oh, no, were not coming by boat.”

Me: “Okay, helicopter then?”

Customer: “Oh no, that’s silly.”

Me: “Well, may I ask how your planning to get here.”

Customer: “Down the 405, duh!”

Me: “I’m sorry, you can’t drive to Catalina Island.”

Customer: “You can’t?”

Me: “No, it’s an island. You know, surrounded by water.”

Customer:Catalina Island is an ISLAND?!

Me: *headdesk*

.

Freudian slip nya juga betul-betul membuat mulas :

(Talking to a female customer…)

Me: “Do you see the ‘Local Area Connection’ icon?”

Customer: “Yes, I see your ‘Local Erection’.”

.

Tapi mungkin ini adalah yang paling lucu !

(I was working the candy bar when a I was approached by a man seeing Bridge to Terabithia with two young kids. He points to the popcorn machine:)

Customer: “I’ll have two boxes of cockporn, please.”

(There was a two second pause as the customer’s eyes went wide with horror…and then I started to laugh. He got the popcorn and ran upstairs, with me standing behind the counter with tears running down my face.)

.

Tentu saja, ada berbagai blunder yang berkaitan dengan IT :

Customer: “I’d like to buy the Internet, please.”

Sales: “The whole thing?”

.

Cukup tercengang ketika menemukan satu cerita yang melibatkan Debian 😀

Me: “Thank you for calling tech support. May I help you?”

Customer: “How do you fix Debian?”

Me: “Depends on what the problem is. What are some of the issues you’re having?”

Customer: “I paid $700 for it! It should work PERFECTLY!”

Me: “Ma’am, Debian is free. If you paid $700 for it, all that means is that you’re an idiot.”

Customer: “Really?”

Me: “Yep. Anything else I can do for you?”

Customer: *click*

.

Customer berikut ini kemungkinan akan sukses merebut gelar “orang paling tolol di dunia” :

(I had just started a new IT job for a large school district and was not expecting the level of stupidity I would be dealing with on a regular basis. Within my first 3 weeks, I receive a phone call from a school.)

Clerk: “Hi, I am trying to use this new system on these computers and I attempting to make my account. My Principal got me started but now I am stuck.”

Me: “What seems to be the problem?”

Clerk: “Well, it is asking me for First Name and I have no idea what I am supposed to type.”

Me: “You’re at the registration screen? Um…well I think you are supposed to enter your name.”

Clerk: “Oh…okay…wait. No, it’s asking me for something else.”

Me: “What now?”

Clerk: “It says…last…name…what do I put here?”

Me: “Probably your last name.”

Clerk: “Oh, thanks…oh Jesus, now it’s asking for my phone number! What the hell am I suppose to put here! Why can’t I just do it the old fashioned way?”

Me: “You mean pen and paper?”

Clerk: “Yes! It was so much easier. These fancy computers are just so complicated. I never understand what I am suppose to do!”

(I bit my tongue and just let her ramble on about how ‘First Name’ was such an incredibly hard concept to grasp.)

.

Gaptek ? Anda tidak sendirian :

Coworker: “Tech support, how can I help you?”

Customer: “I need LSD for my son. You have that, right?”

Coworker: “Uh?”

Customer: “You know, that high speed internet thing…”

Coworker: *trying not to laugh* “You mean DSL?”

.

Tapi yang satu ini memang agak keterlaluan gapteknya… 😀

(We had a notice from one of the Nevada affiliates that Las Vegas residents would be suffering from a network outage due to a problem with their broadcasting equipment.)

Customer: “I think someone is standing next to your satellite with a ham radio. You need to run out and get them to stop.”

Me: “I’m sorry sir, but that’s not the problem–”

Customer: “I will have you know, son, I am a Gunnery Sergeant. I’ve worked with Hand Operated Radios for years and I’m telling you RIGHT NOW…there is someone standing next to your satellite with a d*** radio and it’s interfering with my signal. I demand you to get out there and tell them to stop.”

Me: “Far be it from me to ever argue with my clients, but I will have to at this time. I understand that you’re a Gunny Sergeant and that you’ve operated HAM radios for years, but I know my satellite equipment, and it’s not possible for someone to be standing next to my satellite with a radio.”

Customer: “Oh? Really, smart man? Why is that?”

Me: “Because our satellites are in outer space. Furthermore Las Vegas has an outage going on due to a technical issue with their broadcasting equipment.”

Customer: “Oh. Okay.”

.

Namun kadang ada juga customer yang telah berusaha terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengkontak technical support :

(We were trying to troubleshoot a printer than quit working…)

Coworker: “… go ahead and click on the printer and faxes icon.”

Customer: “It’s not opening.”

(My coworker tries it himself, and waits nearly 40 minutes for a window to pop up: it eventually shows 70,916 documents in the queue!)

.

Tetapi, lebih seringnya, ya, zombie lagi :

Me: “Okay, sir, can you tell me the brand of your computer?”

Caller: “Compaq…” (or so I thought I heard…)

Me: “Okay, sir, give me a sec–”

Caller: *apparently still reading* “…compact disc.”

Me: >.<

.

Dan untuk penutup, seorang ibu yang sangat tidak pantas untuk menjadi ibu :

(It was raining one day and didn’t look like it would be stopping any time soon.)

Guest: “Hi, could you tell me when it’s going to stop raining?”

Me: “Ma’am, I’m not sure.”

Guest: “Well, why not? I came here to enjoy the park, and my family can’t do that when its pouring rain! When will it stop so we know when to come back?”

Me: “Hold on a sec…”

(I pick up the phone.)

Me: “Hi, GOD? Ya, its me, how you doing? Ya, ya…I’m good as you can see. Well you see this woman standing next to me? She’s wondering when you’re gonna stop the rain so she can enjoy the park…Oh, okay. I’ll let her know! Have a magical day!”

NotAlwaysRight.com sekarang menjadi salah satu situs favorit saya 😀

Anti-virus paling bagus ?

Apa sih anti-virus yang paling bagus ?“, adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima. Dan agak sulit saya jawab, karena sehari-hari saya bekerja dengan Mac & Linux. Sehingga saya tidak terlalu merasakan masalah virus dalam kegiatan saya sehari-hari.

Jadi kalau mendapat pertanyaan seperti itu, maka biasanya saya membuka situs http://www.av-comparatives.org/seiten/comparatives.html, dan melihat hasil test nya yang terbaru.

Mudah untuk saya kerjakan, dan insyaAllah data yang ditampilkan disitu bisa dipertanggung jawabkan.

Untuk saat ini, sepertinya masih (lagi-lagi) NOD32 dari Eset yang bisa saya rekomendasikan – plus Avira.

OK, semoga bermanfaat.