Monthly Archives: September 2005

Mono on Solaris/SPARC platform

I’ve been asked about this for many times now, so I thought I’ll post about it here for your convenience.

At 23:58 28/09/2005 -0500, Camilo Uribe wrote:
I need to run xsp in a solaris 8 machine and all the documentation I found is your email
http://lists.ximian.com/pipermail/mono-list/2004-September/023096.html

It’s continued in this thread:
http://lists.ximian.com/pipermail/mono-list/2004-September/023147.html

did you know if now is possible?

Short answer:
Yes

Long answer:
Last time I tried – Yes, with problems.
Now – No idea, I don’t have access to Sun machines at the moment, so I couldn’t check it out.

Anyway, it seems that Mono developers does their work on Linux x86 machines, so that’s the most stable/proven platform to run Mono on.
If you want to run Mono on Solaris/Sparc, and you found problems, you can collaborate with the developers to get it up and running. Example: You can give them access to a Sun machine to enable them to debug the problem on the spot.

btw; on our case, I had to stop my work (which are documented on those two threads above) abruptly – because we found out that our supplier gave us wrong information: their eLearning software is NOT a pure .NET application, but has dependence(ies) to ActiveX controls. Which is a showstopper – there’s no way we’d be able to get ActiveX control to run on Solaris/sparc platform.

Hope it clears up things a bit.

Thanks,
Harry

RT-TV

Banyak dari kita yang sangat prihatin dengan kualitas acara di berbagai TV saat ini. Menyerempet-nyerempet pornografi, acara gosip artis yang tidak ada gunanya, sinetron yang tokohnya cuma sibuk berkelahi / berselingkuh di keluarganya, drama “religius” yang vulgar / berdarah-darah dan tidak jelas kebenarannya, dst. Mengenaskan.

Syukurlah kini sudah ada alternatifnya – TV amatir.
Ada yang harga pemancarnya Rp 20 juta, ada juga yang cuma Rp 10 ribu!

Jadi, kita bisa patungan dengan tetangga-tetangga kita yang prihatin juga dengan situasi ini. Modali 1 set pemancar dan 1 VCD player, lalu siarkan VCD-VCD yang isinya “aman” bagi keluarga kita.

Kita sebut saja produk ini dengan sebutan RT-TV : Rukun Tetangga TV πŸ™‚

Berikut ini beberapa informasi peralatan pemancarnya.
Semoga bermanfaat.

Setahu saya pemancar TV 20 Watt harganya sekitar Rp. 20 juta-an
bisa dilihat contohnya di http://www.pemancar.com

komunitas “underground” yang cukup besar utk TV komunitas ini
adalah TV Edukasi yang di motori oleh teman-teman
di SMK STM dll .. mereka punya banyak pemancar TV ilegal
& terkoordinir :)) ..

Jadi strategi-nya adalah strategi gerilya
tidak bikin satu yang besar seperti RCTI / SCTI dll ..
tapi bikin banyak kecil-kecil
& membuat jaringan di antara mereka ..

Kalau boleh saran jangan lupakan
radio komunitas yang jumlahnya juga ribuan ..
yang memancar di band FM broadcast

Sekian dulu
Onno

Nah, yang di bawah ini jauh lebih murah lagi. Mudah-mudahan kualitasnya tidak semurah harganya πŸ™‚

From: A Nizami

Wa’alaikum salam wr wb,
Setahu saya, di pasar Jatinegara (dekat jembatan
penyeberangan samping gereja) ada pedagang kaki lima
yang menjual pemancar tv mini sehingga jika satu orang
memakai vcd/dvd player, gambarnya bisa ditangkap di
tv2 lainnya. Beberapa villa/hotel sudah menggunakan
alat ini karena lebih praktis tidak menggunakan kabel.
Jaraknya antara 30 meter hingga lebih.

Harganya mulai Rp 10 ribu per set.
Mudah2an ini nanti bisa jadi program MIFTA untuk
menyebar alat ini di berbagai pesantren yang ada.
Minimal pengurus pesantren bisa memfilter saluran tv
mana yang akan dibroadcast.

Wassalam

Spam: New trick – eBay

Spammer never cease to amaze me with their cunning ways to fool you into doing what they want.
Here’s the latest twist:

From: contact@ebay.com

This email was sent by an eBay member via eBay’s email forwarding system. Please respond to the question on eBay by clicking the yellow button.

Message From eBay Member
Marketplace Safety Tip
If this email is an offer to sell an item without winning it on the eBay Web site (including Second Chance Offers sent through this email system) please do not respond to the sender.
These “outside-of-eBay” transactions are unsafe and not covered by eBay purchase protection programs.

Never pay for your eBay item using instant cash transfer services such as Western Union or MoneyGram.
These payment methods are unsafe when paying someone you do not know.
Is this email inappropriate? Does it violate eBay policy? Help protect the community by reporting it.

Hello, I have seen your item posted on ebay and i’m wondering how much it will cost to ship to 10023, NY. Please respond ASAP, Sheila Williams
Please respond to the question on eBay by clicking the button below.

Thank you,
jpuch2004

Looks really legit eh ?
Except for two things – first, currently I don’t have anything selling at eBay, and second, it’s addressed to the email address which I used to register my domains. This email address got spammed a LOT.

Back to the email above – the button doesn’t exist in the email that I received, but reporting it is actually a link to a Korean website, which mimics eBay’s layout.
If you’re not careful, you can give out your eBay account to this phisher / criminals without you realizing it.

So again, be extra careful with your emails.

ps:
If eBay’s interested – here’s the mailserver used to send these fake emails: www.shatura.com
See the comments for the gory details (email headers, etc)

Top rank in Google

One day, I was looking for other juz amma, and searched for it in Google. To my surprise, my website showed up on the top.

So I did a few more searches, and here are the results:

Sudah dulu deh, capek juga.. tapi senang juga ternyata berbagai tulisan saya cukup “visible” di Internet.
Mudah-mudahan, jadinya bisa banyak bermanfaat bagi banyak orang.

Tentang BBM

Saya baru saja kembali dari perjalanan ke Sumatera Barat. Ini beberapa hal yang saya temukan disana:

1. Antrian BBM selalu panjang di SETIAP SPBU. Ini tidak terlihat di Jakarta.
2. Saya bertanya ke seorang distributor besar di Sumbar (nomor satu se Indonesia untuk produk rokok, dan banyak mendistribusikan barang2 lainnya di provinsi ini). Cukup mengejutkan, menurutnya kenaikan harga BBM tidak akan menaikkan biaya operasional mereka secara terlalu signifikan.
3. Namun di lain pihak – dia perhatikan bahwa walaupun harga BBM belum naik, namun berbagai harga produk sudah naik terlebih dahulu

Secara umum saya setuju dengan Priyadi, bahwa subsidi BBM memang tidak sehat dan rentan penyalah gunaan.
Satu contoh: Di Inggris, BBM yang di subsidi untuk pertanian ternyata cukup banyak yang kemudian disalahgunakan untuk keperluan industri. Ini padahal di negara yang sudah cukup bebas korupsi. Di Indonesia? Yang teranyar kemarin ini adalah penyelundupan BBM Rp 8 trilyun/tahun.

Beberapa ide solusi dari masalah yang mungkin timbul dari penaikan harga BBM:

  • Spekulan pasar (seperti pada poin ketiga diatas) perlu dihantam dengan sekeras-kerasnya, karena mereka yang paling banyak menyakiti rakyat kecil.
  • Perbaiki transportasi publik: Perbaiki perusahaan milik negara (PPD, PJKA, dll) dari segi pelayanan & efisiensi, tekan berbagai kartel transportasi publik yang berlindung di balik kedok yayasan (terutama agar tidak semena-mena menaikkan tarif dengan alasan BBM), hapuskan sistim setoran (karena menyengsarakan supir, memaksimumkan keuntungan majikan, menyebabkan buruknya layanan, dll)
  • Teruskan sikap tegas terhadap kreditor asing yang selama ini ternyata cuma mengacaukan perekonomian Indonesia. Kalau kita kira subsidi BBM sudah besar jumlahnya, sebetulnya dana yang dipakai untuk membayar bunga + hutang Indonesia lebih besar lagi. Jadi, kalau ini diselesaikan, maka akan ada penyelamatan dana yang jumlahnya signifikan, dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.
  • Kampanyekan / Informasikan berbagai sumber energi alternatif: CPO / minyak kelapa sawit, gasohol, dll
  • Hantam spekulan pasar: yang sebetulnya tidak banyak dirugikan oleh kenaikan BBM, namun sok menderita dan kemudian menaikkan harga produk-produknya. (eh, sudah saya tulis sebelumnya ya.. πŸ™‚ )

Saya pribadi sebetulnya akan menderita jika BBM naik, karena harga premium & pertamax tidak lagi di subsidi. Tapi kalau kita melihat kebawah, mustinya rakyat kecil justru tidak akan terpengaruh (kecuali jika spekulan pasar bertingkah).
Jadi, sekali lagi saya pribadi setuju dengan ide penghapusan subsidi BBM.

Obat Diabetes ?

Informasi ini bersumber dari seorang kawan bapak:

Cari sawo yang masih muda, yang masih seukuran jempol kaki. Belah dua, rebus, lalu minum airnya.
Pada kasusnya, penyakit diabetesnya sembuh dalam waktu sekitar 15 hari.

update :

Kakak bapak saya juga menderita diabetes. Yang beliau lakukan adalah memakan biji pohon mahoni, 3x sehari. Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama beliau sudah sehat kembali.

Kelebihan biji mahoni adalah harganya (murah, Rp 3000 sudah dapat 250 gr, cukup banyak) dan mudah didapatkan (di pasar bintaro ada).

Mengenai undur-undur / teripang yang banyak dibahas di komentar posting ini, saya tidak bisa berkomentar karena belum ada kenalan terpercaya yang sudah mencobanya.

Disclaimer:
Try this at your own risk. The author doesn’t give any guarantee whatsoever, and can’t be taken responsible for any unexpected results. I’m just narrating an information from a source that (to my knowledge) is trusted. You should conduct your own research first to confirm this. Consulting with an expert on this topic (herbal medication) is highly recommended.

SBY and friends

Saya senyum-senyum membaca postingan si gombal soal teleconference-nya SBY. Sama seperti si gombal, saya tidak mengerti logika para pengkritik teleconference ini.

Kalau dibilang mahal, jalan-jalannya DPR lebih mahal lagi dan hasilnya lebih tidak jelas.
Kalau dibilang sok mengatur, saya rasa masih jauh lebih mendingan daripada salah satu presiden kita yang hobi jalan-jalan ke luar negeri tapi cuek urusan dalam negeri.
Kenapa tidak pakai Y!M/VoIP/Skype – well, saya sudah pernah pakai Y!M untuk teleconference dari luar negeri ke Indonesia, dan saya menikmati tampilan slow motion di monitor saya dengan sepenuh hati πŸ™‚
Ini padahal sudah menggunakan koneksi broadband 512Kbps dan kualitas webcam maksimum yang didukung Yahoo.

Tapi kemudian muncul rencana interpelasi dari DPR karena ini. “What ?!”, kontan pikir saya.

Rencana Interpelasi DPR dulu pernah muncul biasanya karena hal-hal yang sangat serius; misalnya karena kasus Buloggate dan Bruneigate pada zaman Gus Dur.
Tapi interpelasi karena seorang Presiden ingin mengontrol kinerja kabinetnya ? Saya baru dengar lho.

Kemudian saya membuka-buka koran (saya paling malas membaca koran, karena sering bias, tidak akurat, dll). Saya kaget ketika melihat soal ini sudah di blow up habis-habisan.
Lho, dimana bahasan korupsi 8.8 trilyun nya Pertamina….? Justru pemakaian dana yang 0.006% nya, dan untuk kepentingan negara (!), yang dibahas habis-habisan. Menjadi topik halaman depan.

Where’s common sense in this day’s media ….??

Tapi saya kemudian baru sadar, looks like SBY has stepped on too many toes. Toes that belongs to the powerful and elites.

Sejauh ini, SBY telah berhasil melakukan suatu hal yang jarang bisa dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya:
Menghukum yang kuat, menyantuni yang lemah

Contoh:

1. Menghukum yang kuat:
Korupsi / kebocoran 8.8 trilyun per TAHUN di Pertamina, membabat perjudian, pertama kalinya pejabat level gubernur dihukum karena korupsi (Abdullah Puteh), nyaris semua anggota KPU terbuka skandal KKN-nya, KPTPK actually able to do its job. Lalu anggota DPR yang “ngobyek” di ekspos di depan umum (ini jarang terjadi). Berani mencari sumber energi alternatif (biodiesel, PLTN, dll). Juga di Bea cukai kini para pegawainya tidak berani melanggar prosedur (jadi tahunya karena kaget ketika prosedur impor dilaksanakan secara ketat). BPK mulai bergigi dan bisa menjalankan tugasnya. Dst.

2. Menyantuni yang lemah:
Program tunjangan desa miskin, tunjangan keluarga miskin, tunjangan pendidikan, pengobatan gratis, dll.
Totalnya mencapai puluhan trilyun rupiah.
Membawa perdamaian di Aceh – kesan yang saya tangkap di level grassroot, rakyat amat bahagia karena ini.
Dst.

SBY memang masih ada kekurangan-kekurangannya, saya justru akan curiga kalau dia sempurna (jangan-jangan malaikat yang menyamar); namun kita perlu lihat kekurangan dan kelebihannya dalam menilai dia. Jangan cuma salah satunya saja.

Kalau kita melakukan itu, maka saya kira Anda akan setuju bahwa kalau dari perspektif kepentingan rakyat, SBY layak untuk dipertahankan. Dan dari perspektif kelompok elit Indonesia, SBY adalah orang yang mengesalkan.

Saya dulu bukan pendukung SBY, tapi saya selalu mendukung pemimpin yang berpihak kepada rakyatnya.
I can only pray that our people will get the best outcome from all of these brouhaha.

FC3 : How to monitor Internet usage

To be exact – how to monitor web browsing usage.

Answer: use squid + sarg
You can see its sample reports here. Quite nice indeed.

I’m delighted to found that it’s very easy to setup in FC3. Just follow these steps:

  • Install Squid: yum install squid
  • Download sarg: wget http://www.mack.ro/linux/sarg/sarg-2.0.9-2.fc3.mack.i386.rpm
  • Install sarg: rpm -ihv sarg-2.0.9-2.fc3.mack.i386.rpm
  • Configure squid.
    At minimum, here’s what you’ll need to do:

    1. Edit /etc/squid/squid.conf
    2. Find http_access allow localhost
    3. Replace that line with these:

      acl our_networks src 192.168.10.0/24 localhost
      http_access allow our_networks
    4. Put this line: visible_hostname [your_server’s_hostname]
      (your server’s hostname can be found out by typing hostname)
    5. I’m quite sure that’s the minimum that you need to do before you can run squid, but I’m typing this from my memory, so please feel free to correct any mistake.
  • Set squid to be automatically run everytime the server starts: chkconfig squid on
  • Run squid now: service squid start
  • Now set the users’ browser to use squid. Point its proxy server setting to squid server’s IP address, and port 3128.
  • After a while, the data will start to accumulate in squid’s logs. To process them, type: sarg
    This takes a while, because the reports it produces are quite comprehensive.
  • To view the report from the server where sarg was run, type: links /var/www/sarg/ONE-SHOT/index.html
    (or substitute links with lynx if that’s what you got)

Enjoy.

Seminar: Strategi Karir IT – tanya jawab

Seperti yang telah saya janjikan sebelumnya, di posting ini saya akan menuliskan berbagai pertanyaan yang sempat saya catat pada seminar karir IT, berikut dengan jawabannya.
Namun sebelum itu, saya ingin menyatakan bahwa saya memiliki keprihatinan yang sama dengan pak Budi Rahardjo disini : kualitas sdm kita menyedihkan.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sempat saya catat, berikut dengan jawabannya:
(slide seminar bisa dilihat disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2005-09-01-989/)

Tanya:
Mana yang lebih penting, IPK/prestasi akademik atau koneksi ?

Jawab:
Kalau untuk mencari kerja/berkarir: koneksi cenderung lebih penting.
Contoh ekstrimnya, ada kenalan yang dulu lulus dengan IP nyaris 4. Tapi, memprogram dalam bahasa Basic saja kesulitan. Juga, tidak sempat membangun jaringan. Sehingga mengalami kesulitan setelah lulus kuliah.
Contoh kebalikannya, ada kenalan yang tidak lulus SMA, tapi jabatannya lebih tinggi daripada saya, karena memang ahli dan jaringannya bagus.

Tapi bukan berarti lantas Anda boleh mengabaikan kuliah Anda ! Ingat, Anda punya tanggung jawab kepada orang tua Anda, yang telah berusaha keras agar Anda bisa kuliah.
Jadi berusahalah untuk berprestasi sebaik-baiknya, sambil berusaha juga untuk membangun jaringan Anda.

Tanya:
Anda mengatakan banyak materi kuliah yang kurang relevan dengan dunia kerja, contohnya apa?

Jawab:
Dulu ada mata kuliah kewiraan. Lalu, berbagai mata kuliah yang sangat teoritis / tidak jelas bagaimana penerapannya, atau memang cuma sekedar teori yang sulit diterapkan.
Kemudian, terkadang juga ada mata kuliah yang sudah kadaluarsa – saya pernah mendapat mata kuliah Assembler, namun tidak jelas untuk platform apa (yang jelas, bukan PC)

Selain itu, yang mungkin juga mengejutkan adalah suasana yang sangat berbeda.
Ketika kuliah, kalau kita gagal mengerjakan suatu tugas, resikonya paling adalah tidak lulus dari mata kuliah tersebut.
Di dunia kerja, kegagalan menyelesaikan tugas bisa berdampak kerugian jutaan rupiah atau lebih dari itu. Dan berbagai tekanan-tekanan lainnya.

Mungkin bidang IT kelihatan sebagai suatu yang glamour. Kenyataan yang sebenarnya seringkali jauh dari demikian. Beban pekerjaan yang sangat banyak, deadline yang tidak masuk akal, lembur kerja di akhir pekan, dst; ini kadang merupakan kelaziman.
Tapi sebagaimana juga bidang-bidang lainnya; jika Anda tekun, tidak takut tantangan, dan punya jaringan yang bagus – maka IT bisa menjadi bidang karir yang bagus dan menarik.

Tanya:
Bagaimana cara untuk membangun jaringan? Tips?

Jawab:
Jika Anda kuliah di universitas seperti UI, ITB, dll; maka bersyukurlah karena biasanya jaringan alumni mereka bagus.

Cara lain adalah dengan aktif berorganisasi.
Jika tidak ada organisasi yang menarik – buat saja sendiri. Misal: Study Club Campus (SCC), yang terdiri dari banyak study club (SC). Setiap SC fokus ke topik tertentu (misal: Java, Python, Linux, dll), dan anggotanya adalah mahasiswa yang berminat ke topik tersebut. Tiap SC punya rencana kerja (misal: Maret – instalasi Linux, April – setup webserver, dst). SC sangat berguna untuk membantu mempercepat proses belajar suatu topik (karena belajar bersama jauh lebih cepat daripada sendirian).

Jadi pada intinya; harus aktif berinteraksi dengan pihak-pihak yang relevan. Maka mudah-mudahan ketika lulus kuliah nanti, jaringan Anda juga sudah bagus; sehingga mudah untuk berkarir di bidang IT.

Tanya:
Bagaimana cara untuk mendapatkan berbagai keahlian IT yang relevan ?

Jawab:
Tidak ada cara lain kecuali dengan banyak praktek.
Bisa sendirian, namun lebih baik jika ada kawan yang minatnya sama. Lihat ke bahasan mengenai Study Club di poin sebelum ini.

Tanya:
Untuk urusan kuliah saja kita sudah sibuk; menghadiri kuliah, mengerjakan tugas, dll. Lalu sekarang ternyata kita (mahasiswa baru) harus lagi berusaha membangun jaringan, dan menambah keahlian IT praktis.
Bagaimana caranya untuk dapat mengerjakan ini semua ?

Jawab:
Tiap orang berbeda-beda cara yang cocok untuk me-manage waktunya.
Ada yang cuma perlu menuliskan target-target dan deadlinenya, dan menaruhnya di tempat yang sering dilihat (dinding, di balik pintu, dst)
Ada juga yang bisa mengingat semuanya.
Ada lagi yang perlu menuliskannya secara rinci.
Ada lagi yang perlu menambah waktunya, dengan mengurangi jam tidurnya. (kawan saya ada yang cuma perlu tidur 1-2 jam saja dalam suatu hari)
Dst.

Tapi semuanya kembali ke satu hal – disiplin. Tanpa ini, maka semuanya akan kacau balau. Dan waktu tidak pernah terasa cukup.

Tanya:
Saya pikir, sebaiknya kita tidak melakukan spesialiasi. Namun, cukup menguasai dasar dari berbagai bidang IT (networking, programming, dst). Dan lalu baru didalami jika ada waktu / tuntutan untuk itu.
Dengan demikian, maka kita dapat meng-cover sebanyak-banyaknya bidang, membuat lebih banyak lowongan terbuka bagi kita, dan menjadikan kita sebagai pekerja yang fleksibel.
Bagaimana menurut bapak tentang strategi ini ?

Jawab:
Ini strategi yang selama ini saya sendiri lakukan πŸ™‚

Tapi tiap orang berbeda-beda. Ada yang cocok dengan cara ini.
Namun, ada pula yang lebih senang mendalami satu bidang saja.

Yang penting saya kira, adalah kita untuk menikmati itu semua. Kalau kita bisa menikmatinya, maka apapun yang kita pilih / harus kerjakan akan menjadi terasa ringan.
Kalau sesuatu itu tidak terasa sebagai beban bagi kita, maka akan lebih memudahkan kita untuk berprestasi di bidang tersebut.

PakAnsor

Saya mengenal beliau ketika membangun ruko di daerah Ceger. Orangnya sederhana, tidak banyak bicara, sangat santun. Karena penampilannya, orang bisa terkecoh.
Kami dulu juga bingung, apakah beliau bisa menangani proyek ruko senilai sekitar 1,5 milyar itu. Ternyata, sampai sekarang pun pak Ansor terus membuktikan bahwa kita bisa mempercayakan proyek-proyek pembuatan bangunan kepada beliau. Hasil kerjanya bagus, biayanya terjangkau, dan – yang paling penting – jujur & bisa dipercaya.

Pokoknya kalau dengan pak Ansor, kalau sudah sepakat desain & biayanya, maka kita tinggal tunggu saja.
Tidak perlu cemas bahannya akan diganti dengan yang berkualitas rendah, atau proyek akan molor, dst.

Walaupun orang desa yang sederhana, namun pak Ansor berbeda dari yang lainnya, karena beliau punya semangat untuk maju.
Awalnya dari seorang tukang batu; kini beliau telah menangani banyak proyek di berbagai tempat, mobilnya 7 buah, rumah yang bagus, dan telah menjadi tokoh masyarakat di kampungnya – setiap kali ada pemilu, semua partai berebut untuk “meminang “ beliau.

Tapi beliau tetap pak Ansor yang dulu juga. Beliau tetap santun & rendah hati. Tidak lupa menyisihkan hartanya untuk agamanya – mesjid Nurul Ansor berdiri setelah beliau menjual 4 dari 5 buah mobilnya (sekarang malah menjadi 7). Wah kalah deh kita.
Dan walau telah menjadi orang besar, beliau tidak melupakan Anda – keluarga kami diundang ketika beliau menikahkan putrinya belum lama ini, dan kami “dipaksa” beliau untuk duduk di sebelahnya (sampai dikira keluarga pengantin oleh tamu-tamu yang lainnya).

Dari seorang tukang batu sederhana, pak Ansor kini telah menjadi teladan bagi kita semua.

Beberapa tips migrasi ke Open source

Pengalaman saya melakukan migrasi ke open source, potensi cost yang paling besar itu biasanya di re-training staff.

Tips:

1. Program migrasi HARUS mendapat dukungan penuh dari manajemen

2. Migrasi dilakukan paling tidak dengan 2 tahap di setiap departemen.
Tahap pertama (pilot) memigrasikan beberapa staf saja. Tahap kedua baru memigrasikan sisanya.
Pada tahap pertama, tech.support full dari kita. Pada tahap kedua, kita sudah mendapat bantuan dari staf yang terlibat di tahap pertama.
Dan yang paling penting, para staf yang terlibat di fase pilot ini akan sangat membantu menghilangkan kecemasan kawan-kawannya.

3. Migrasi harus diatur dengan strategi yang tidak mengganggu proses kerja perusahaan sehari-hari

4. Walaupun sudah mendapat dukungan penuh dari manajemen, pendekatan interpersonal ke setiap departemen tetap membantu untuk memuluskan proses migrasi. Tips: cari siapa “tokoh” karyawan di setiap departemen, lalu dekati / dilobi sehingga simpati dengan proyek migrasi. Ini akan sangat membantu melancarkan program kerja yang sudah ada.

Sekarang beberapa migrasi sudah selesai, baru terasa enaknya:

1. infrastruktur IT lebih reliable

2. staf IT jadi ada banyak waktu luangnya, dan bisa diberdayakan untuk pengembangan sistem/dll – tidak melulu cuma overload melakukan maintenance (virus, install ulang Windows, dst) seperti sebelumnya

3. Fasilitas IT yang ada kini sangat banyak membantu staf dalam mengerjakan pekerjaan mereka sehari-hari – tidak lagi sering menghalang-halangi.

4. kalau pakai LTSP, ada banyak tambahan bonusnya.

5. penghematan biaya yang cukup signifikan jika dibanding migrasi ke solusi Microsoft, dalam berbagai kasus yang saya tangani – sekitar 75% short-term saving, lebih besar lagi jika solusi Microsoft-nya berbasis Terminal Server. Potensi long-term saving cukup signifikan jika menggunakan solusi LTSP.

Seperti biasa, YMMV – tapi saya rasa untuk kebanyakan kasus, hal-hal seperti di atas kini adalah kelaziman / bisa dibuat strateginya supaya demikian.

Apakah Anda punya tips-tips praktis dalam proses migrasi ke open source ? Silahkan sharing kepada kita semua disini.

Linux diagnostic software

One of the server under my supervision has started to experience problems since a few weeks ago. It has experienced several kernel Oops-es (equivalent to Windows’ BSOD I think), but sometimes it just crashed hard – no message whatsoever in the logfiles. This has me baffled for a while – I thought Fedora needed to be upgraded to the latest version at first. But then it was clear that even after updated with the latest updates, it’s still experiencing problems.

Somebody pointed out that memory should be the prime suspect at this case. So I ran memtest86, and true enough; it found hundreds of bad bits in the first 512MB.
Unfortunately, it is NOT possible to print out the error messages from memtest86, which will cause problem for me when I tried to return the memory module to the supplier. So I started to look around.
(note to self: recheck that these errors are not caused by wrong memory timing in BIOS)

Thankfully there’s memtester. I’ll give it a try probably tomorrow.

Along the way, I found several other relevant links:

[ An excellent guide on troubleshooting hardware problems on Linux ]
[ List of many diagnostic tools on Linux ]
[ Comprehensive list of tools and procedures for testing hardware on Linux ]

Hope you’ll find it useful.

Informasi konsumen

Setelah flu burung, kini ditemukan potensi masalah lagi dengan ayam.

Ibu saya berbincang-bincang dengan tukang ayam langganannya di pasar. Ternyata, menurut ybs, banyak tukang ayam yang menggunakan formalin, agar ayamnya awet sepanjang hari.

Ybs mengatakan bahwa dia berusaha untuk tidak memberikan obat (istilah mereka untuk formalin), namun untuk usus ayam, dia memang menyerah dan belum menemukan caranya agar bisa awet tanpa formalin.

Solusinya ?
1. Beli ayam hidup, dan minta disembelih di depan Anda
2. Hati-hati jika membeli ayam yang telah disembelih (mungkin ada yang bisa memberikan tips untuk membedakan daging ayam yang telah direndam formalin dengan yang belum ?)
3. Lebih hati-hati lagi dalam membeli produk-produk usus ayam.

Setelah tahu berformalin, sekarang ayam. Apalagi berikutnya ?
Mudah-mudahan Departemen Kesehatan (?) bisa segera melakukan razia untuk ini, demi keselamatan kita.

Debian: It Just Works

There’s an old server running old version of Mandrake that I’d like to upgrade with latest kernel (with latest drivers/USB support, etc). But it seems that upgrading the existing Mandrake installation will be a lot of pain, so I thought I’ll just reinstall it with Debian instead.

Backed up the whole server (35 GB, with help fromg4u), moved the company’s system to another server, install Debian Net Install CD, and finally moved back the company’s system to that server.

Took just one day, minimum problem; and resulted in a much more usable server with more recent version of software packages.
I’m quite impressed.

Here’s another kudos for the people who made Debian a reality.

GAIM: solusi komunikasi internal perusahaan

1. Sebuah perusahaan membutuhkan chatroom untuk komunikasi internalnya. Terutama akan sangat berguna untuk virtual meeting dengan kantor-kantor cabang.
Tetapi, fasilitas chatroom di berbagai pemberi layanan IM (Instant Messenger) di non-aktifkan. Chatroom public tidak bisa digunakan, karena bisa menyebabkan kebocoran rahasia perusahaan.

2. Selain itu, perusahaan ini menggunakan berbagai layanan IM untuk berkomunikasi baik internal maupun external (customer); ICQ, Yahoo Messenger, dll. Ada komplain bahwa ini menyebabkan terlalu banyak software yang terpasang di komputer user.

Solusi: Gaim.

1. Dibuat sebuah chatroom di irc.freenode.org, yang kemudian di set sehingga secret (tidak terlihat di channel list) dan kemudian di proteksi lagi dengan password. Kemudian dibuatkan sebuah account untuk setiap user, yang masing-masingnya diproteksi dengan password.

Namun pemakaian di user sangat mudah, cukup dengan dobel-klik di icon chat yang telah di setup.
Maka otomatis Gaim akan meng otentikasi user di jaringan Freenode, dan setelahnya meng otentikasi user di chatroom perusahaan.

Nilai plus; user bisa saling mentransfer file di chatroom tersebut (karena Gaim mendukung protokol transfer file dari IRC)

2. Gaim bisa berantar muka (interfacing) dengan berbagai layanan IM tersebut. Sehingga berbagai software client dari IM tersebut bisa dihapus, dan diganti dengan sebuah instalasi Gaim saja.

3. Nilai plus; karena Gaim tersedia baik di Linux maupun Windows, maka bisa dilakukan standarisasi IM client di perusahaan ini.
Tech.support hanya perlu berurusan dengan satu software IM – bukan banyak seperti sebelumnya.

[ Gaim : http://gaim.sourceforge.net ]

Air berkhasiat

Saya cuma bisa bengong melihat produk-produk air kemasan pada saat ini.
Contoh: air beroksigen ! lha, memangnya kita bernapas pakai perut? atau, jangan-jangan, sebetulnya di perut kita itu ada insang ya??

It’s getting worse though.
Sekarang, sudah ada air Hexagonal !! dengan janji khasiat yang seabrek-abrek.

Duh……