Selamat Natal

Sebentar lagi hari raya Natal akan tiba bagi umat Kristiani.
Dan sebentar lagi juga umat Islam akan ribut lagi mengenai halal-haramnya mengucapkan selamat natal (walaupun sudah jelas buya Hamka sampai ditendang dari MUI oleh Soeharto karena menolak menghalalkannya).

Sehingga, kiriman email barusan dari mifta-perjuangan@yahoogroups.com ini menjadi sangat menarik:

Assalamualaikum wr wb.

Tempat saya bekerja adalah sebuah perusahaan asing (di Singapura) yang berkantor pusat di Jerman.

Saya pikir tentunya mengucapkan selamat natal sudah biasa dilakukan.
Tapi ternyata bagian marketing kami berpikiran lebih maju, mereka punya cara tersendiri dalam memanfaatkan momen ini.

Perhatikan cuplikan e-mail berikut:

=====
Hi,

Just to let you know that Xmas card stock has arrived. These cards
are non-religious & simply state “Seasons Greeting and Best Wishes
for the New Year” in english & 6 european languages.

Kelihatannya, kita bisa menarik pelajaran dari orang-orang non-muslim ini 🙂

38 thoughts on “Selamat Natal

  1. sebenernya sih ga perlu repot ngucapin selamat,
    dan gua yakin orang2 kristen/katolik akan sangat mengerti akan hal tersebut.

  2. dapit: iya, malah gua yakin sih orang2 kristennya malah pada bingung ngeliatin kita berantem soal ini, hehe.. much ado about nothing 🙂

    dani : akhirnya jadi juga… hehe, diary gaya malesbanget.com ! pungky abis.

  3. Assalamualaikum,
    sebenarnya mas termasuk yang setuju atau tidak mengucapkan selamat natal ?

    mengucapkan selamat natal terkesan merupakan masalah yang remeh, tapi rentan banget, karena ini adalah masalah aqidah. pada fenomena natal, banyak hal yang ganjil dan aneh. salah satu contoh : napa pohon natal itu pohon cemara? sedangkan di yerusalem gak ada pohon cemara?
    yesus diangkat menjadi tuhan sekitar tahun 300-an Masehi (kisahnya panjang). intinya ini adalah masalah aqidah, karena dengan mengucapkan selamat natal berarti kita telah mengkhianati aqidah dan keimanan islam kita sendiri.nasrani mengimani bahwa yesus adalah tuhan dengan segala aqidah mereka yang timpang(salah satunya adalah trinitas dll), sedangkan islam mengimani bahwa yesus atau Isa ‘alaihissalam adalah Nabi dan Rasul-Nya, bertolak belakang bukan? mengatakan selamat natal sama juga dengan mengucapkan selamat atas kelahiran “TUHAN” yesus!, bener gak sih nabi isa lahir tanggal 25 masehi? :)…

    saya ada video ‘kesaksian mantan biarawati-irene handono’, kalo mas tertarik saya bisa kirimkan, atau mungkin mas udah nonton?, disana sudah cukup jelas keterangan seputar natal, napa tgl 25, napa pohon cemara,pengangkatan yesus sebagai tuhan dengan motif politis dll… tolong kirim alamat mas via japri ya jika berminat 🙂
    Wassalamu’alaikum

    -Ibnu Munzir

  4. Saya kira sudah jelas dari kalimat walaupun sudah jelas buya Hamka sampai ditendang dari MUI oleh Soeharto karena menolak menghalalkannya, eh ternyata masih rancu ya 🙂

    Saya ini baru bisa manut saja dengan buya HAMKA 🙂 jadi selama 4 tahun saya bekerja di Inggris, saya tidak pernah mengucapkan “selamat natal” ataupun mengirim kartu natal. Tapi alhamdulillah, kawan-kawan saya sangat memahami, dan mereka tidak tersinggung karena ini.

    Yang penting adalah kita untuk menjaga hubungan yang baik dengan siapa saja, termasuk non-muslim; itu saja saya kira.

  5. Salaams, Lucu soal natalan diributin terus setiap tahun, tapi yang tidak tahu memang selalu tanya, terpaksa kita bongkar pasang file situs dan memang diulang melulu. Selfrepeted. Di Ina ribut antara Kristen Islam (kadang mereka suka maksa agar kita ikutan..ah payah nih dengan lasan toleransi pluralisme), di Eropa/Inggris ribut soal tradisi, mereka mengklaim ini tradisi nenek moyang yang pagan, urusan malam terpanjang, urusan matahari yang ngumpet, lalu mereka pesta foya foya, business nguras kantong para shoppers, tapi ya tetap mereka ngucapin ‘Mary Christmas’, saya menilai Natalan itu sendiri seperti agama buat mereka yang Godless (datang yuu ke Inggris kalau 87% banyak gereja kosong malah dijualin)yang anti natalan juga banyak mereka ngucap ‘Season Greeting’. disini. Lets them get on with that tradition yang penting kewajiban kita untuk mengingatkan teman sahat kerabat yang mungkin di mislead, terutama anak anak kita. Dikritik itu enggak enak lho, tetap mereka kita hormati dengan kapasitas yang ada, teteh.

  6. yup! 🙂 sekarang belum terlalu diributin. liat ntar, kalo udah tgl 24, 25, 26, 27 -an. hampir tiap tahun heboh, dan aku selalu panas kalo ada komentar yang rada2 gimanaaaa gitchu.. hiehie maklumlah… 🙂

  7. emang bener buya hamka ditendang dr MUI gara2 mengharamkan mengucapkan “selamat natal’. tp teman2, kita lihat dulu siapa yg nendang Buya Hamka. Soekarno ialah tokoh yg ‘dipertanyakan’ keIslamannya! dalam perilakunya di kancah perpolitikan indonesia dia selalu menentang Islam dgn alasan2 yg jelas2 membenci Islam. knapa? karena Soekarno DITUNGGANGI PKI!!! ini adalah rahasia umum! soekarno memang mengaku Islam, tp prilakunya TDK MENCERMINKAN SEORNG MUSLIM!!

  8. ASS..WR.WB.
    kalo menurut pendapatku…kita sebagai umat muslim TIDAK perlu mengucapkan selamat natal. kapan lagi kita bertindak tegas dengan kebatilan….ok, kita harus menhormati agama lain…tapi bukan berarti kita harus ikut -ikutan melakukan yang salah, jelas2 kesalahannya sangat fatal…dengan bukti dan realita yang ada.kita cukup diam, itu sudah cukup menghormati mereka yg beragama nasrani.

  9. Ass. Wr. Wb.
    Saya seorang muamalaf dan menurut pendapat saya, mengucapkan selamat natal tidak menjadi masalah buat saya, karena tidak akan mengubah iman dan aqidah saya kepada islam. Dalam keluarga saya, yang semuanya katolik, adalah suatu yang selalu dirayakan, oleh sebab itu setiap natal tiba, saya selalu mengucapkan kepada mereka.
    Menurut Quraish Shihab dalam bukunya “Membumikan Al Qur’an” juga diterangkan mengenai hal ini. Tetapi akhirnya kembali kepada diri masing2 mengenai hal ini.

    Wassalam,
    Cosmas

  10. Ucapan “Selamat Natal” hanyalah sekedar kata penghubung komunikasi dan bukan berkaitan erat dengan iman. Setiap orang yang mengucapkan “Selamat Natal” pada hari Natal sama artinya dengan mengucapkan “selamat sukses” kepada orang yang telah meraih prestasi, “Selamat Idul Adha” kepada orang yang sedang merayakan “Idul Adha”, dll. So, Ungkapkan ucapan “Selamat” (termasuk Selamat Natal bagi yang merayakannya) pada saat momennya, janganlah mengucapkan selamat Natal pada saat Tahun Baru (inilah yang kurang tepat) atau janganlah ucapkan selamat pagi pada saat siang hari (inilah yang salah). Oleh karena itu, Saya bersama keluarga mengucapkan “SELAMAT NATAL 25-12-05 BAGI SEMUA ORANG YANG MERAYAKANNYA. “SEMBAH SUJUDKU BAGI DIA YANG BERSEMAYAM DI DALAMMU”.

  11. #11 – mungkin memang kita perlu memperhatikan konteksnya; pada masa buya Hamka, memang Islam sangat ditekan dan diremehkan. Para pejabat juga memberi contoh ekstrim, seperti ikut merayakan (baca: beribadah) natal bersama (tidak hanya sekedar mengucapkan natal). Maka karena didorong rasa tanggung jawabnya untuk mengamankan akidah umat, beliau mengeluarkan fatwa tersebut.

    Untuk kasus Anda, mudah-mudahan memang tidak apa-apa menurut Allah swt.

    Tapi saya pribadi, karena mencari amannya saja, saya tidak mengucapkan selamat natal kepada rekan-rekan Nasrani ketika saya bekerja di Inggris dulu.
    Eh, ternyata oleh mereka tidak masalah kok 🙂 ternyata mereka sudah sangat paham dengan yang disebutkan oleh Al-Quran : “lakum dinukum waliyadin”.

    Di Indonesia saja yang pada jadi ribut, he he.

  12. Hamka adalah seorang yg gigih terhadap agidah Islam dengan
    menyatakan Fatwa haramnya merayakan natal bersama umat Muslim. Setelah dia di tentang oleh mantan Haji Soeharto, nyawanya di jabut oleh Allahnya Non Muslim.

    Ini kenyataan dan kebesaran Allahnya Non Muslim.
    Dan sekarang banyak terjadi malepetaka disekeliling
    umat muslim, kematian dimana-mana, gemba bumi di Jawa,
    tsunami Aceh, tanah longsor, busung lapar, sekarang sudah ada
    kembali penderiataan dalam Desember kematian telah menimpa
    7 orang di Sumatra, lalu kita bertaya: Ya Allah, inikah murkamu
    pada kami ? periksa diri-diri masing-masing.

  13. @nunusaku

    komentar gak mutu. kalo udah difatwa haram, ya jangan dilakukan. Bpk Quraish Shihab boleh saja membolehkan, tapi MUI mengharamkan. dan karna kita org indonesia, ya nurut ajalah sama MUI!! biar aman. buya hamka itu tokoh yang patut diacungi 100 jempol. jaman pak karno difitnah & dipenjara 2 thn, malah keluar2 sudah menyelesaikan tafsirnya. jaman oak harto disensi-in, tapi tetep istikomah dalam kebenaran islam. ulama model beginilah yang mesti kita ikuti fatwanya!!!

  14. yach gitu aja koq repot,kalau mau ucapin natal silahkan ga juga kaga apa2.masalahnya kalau ngebom ama korupsi itu haram jelassssss….masalah irene handoyo saya berani buktiin bahwa dia bukan biarawati.100 % saya berani kalau mau tahu saya kenal dengan keluarganya,dan saya ada hubungan famili dengan dia.dia dulunya katolik memang betul,soal pindah agama gak masalah itu hak azasi,tapi kalo dia ngaku biarawati saya tolak,karena dia gak pernah lulus dari sekolah biarawati,jangan memecah belah umat gara gara masalah ini.ok pak ibnu.wasalam

  15. Mengucapkan selamat Natal jelas hukumnya haram, kalau kita mengucapkan itu artinya kita mengakui yesus itu Tuhan, padahal dia hanya salah satu dari nabi-nabi Allah (manusia biasa), yg mempopulerkan yesus sebagai Tuhan adalah St. Paul alias paulus. Nabi Musa sewaktu hendak berbicara dengan Allah dan ingin melihat wajahnya Nabi Musa sampai pingsan tdk sadarkan diri, kalau yesus adalah tuhan, alangkah mudahnya umat terdahulu melihat tuhannya, padahal Nabi Musa saja yg seorang Nabi tidak diberikan kekuatan untuk melihat Allah

  16. Siapa sih MUI itu? Ada yg kenal nggak? Emang dia pemegang otoritas tertinggi Agama Islam di Indonesia ya, sehingga semua perkataannya harus diikuti? Ingat, Indonesia bukan negara Islam, jadi pernyataan MUI pernah mengikat ummat Islam. Apalagi MUI hanyalah sebuah ormas, seperti halnya ormas-ormas yg lain.
    Soal ucapan selamat natal, bagi ummat Islam itu hanyalah bagian dari tata krama hidup bermasyarakat, di mana Islam bukanlah satu-satunya agama yg dipeluk oleh seluruh penduduk Indonesia. Sehingga, ucapan selamat natal sebetulnya memiliki makna yg sama dengan ucapan selamat ulang tahun, selamat tahun baru, dsb… Tak berpikir “ngeres”lah….

  17. Soal ucapan selamat natal, bagi ummat Islam itu hanyalah bagian dari tata krama hidup bermasyarakat,
    .
    Ya, dan di luar negeri pun tata krama nya juga sudah mulai berubah dari “merry christmas” menjadi”happy holiday” / season greeting /dll.
    .
    Ini yang cuma memperhatikan tata krama saja, mereka sudah mulai tidak mengucapkan selamat natal.
    .
    Apalagi kita, umat Islam / beragama, yang mustinya sudah paham esensi dari lakum dinukum waliyadin.

  18. kenapa sih ngeributin tata cara?aqidah lah…walau kamu ngga ucapin selamat natal tapi kamu suka membenci orang lain,egois,suka ke dukun,ngebom,ngebunuh,korupsi,pikiran kotor,tukang selingkuh,apa kamu akan masuk sorga?kalian ngeributin apaan,kalo ujung2nya kalian ke neraka semua….bubar aja nih obrolan…malah nambahin dosa doang…

  19. makanya…kalian juga banyak belajar agama…jangan cuma menelan bulat2 apa yang dikatakan pemuka2 agama…mereka cuma manusia…banyak belajar lalu tanya hati nuranimu sendiri…hati nuranimu tak akan bohong tentang mana yang baik,mana yang tidak,mana yang benar mana yang salah…atau berdoalah dengan sungguh2 sama Allah…minta ditunjukkan kebenaran yang sebenar-benarnya…dijamin,anda pasti akan mengerti…ga usah menjelek2an orang lain karena itu dosa…membenci orang lain,itu juga dosa…menganggap diri sendiri lebih benar dari orang lain itu juga memberi celah bagi dosa…tanyakan kepada dirimu sendiri…apakah mengucapkan selamat untuk sesorang mendatangkan kebaikan ataukah keburukan bagi dirinya?kalau mendatangkan kebaikan, anda berbuat pahala…tetapi bila mendatangkan keburukan…anda menambah dosa…simple kan?

  20. wah salut nih untuk muhammad, bijak oi!
    heran napa memahami ttg sesuatu harus berdasarkan 1 orang. yang namanya pengetahuan banyak pemahamannya,belajar banyak sono seperti aku juga harus belajar banyak. terutama untuk tidak mudah men-judge sesuatu itu baik/ benar dari cara pandang 1 orang saja.

  21. Ah, itu aja ko repot…emang orang xten juga harapin ucapan kamu apa? Mau nugap ke, mau enggak ke bodoh amat. Ga ada pengaruhnya coi…hanya orang-orang picik dan totol yang berpikiran sempit seperti itu…Agama bagi mereka hanya di atas kertas, bukan penghayatan….makanya belajar filsafat dong, khususnya ilmu hermeneutika (ilmu tafsir teks) biar bisa lebih memahami alquran kalian lebih tepat lagi….

  22. @rian – hermeneutika itu adalah ilmu tafsir yang spesifik untuk Injil, karena memang situasinya yang khusus.
    .
    Kalau diaplikasikan ke Quran, ya gak kena.
    .
    Herannya beberapa orang, yang mengaku intelek, tetap saja memaksakan hal tersebut kepada orang lain. Heran.
    .
    emang orang xten juga harapin ucapan kamu apa?
    .
    Betul, makanya heran juga kenapa ada yang jadi blingsatan karena fatwa tersebut.

  23. Yth Ibnu Munir
    Boleh saya dikirimi video kesaksian biarawati irene handoyo untuk menambah ketakwaan saya.

  24. MUI buat laranagan buat orang islam bagi yang non islam ngk usah ngikutin.
    ngak usah ribut deh
    GITU AJA KOK REPOT

  25. Besok hari natal, aku punya banyak temen-temen katholik dan nasrani, sebenarnya kalo ikutin nurani aku pikir no prblem buat ngucapin MET NATAL! pesan bagi semuanya janganlah terlalu fanatik dengan agama masing2, karena toleransi beragama pasti sudah diatur dalam agama kalian masing2, jadilah umat yang baik dengan tidak menyakiti umat yang lain. Bukan saatnya berdebat tentang hal yang akan memecah persatuan kita, saatnya kita membangun bangsa dengan kebersamaan. Hidup Indonesia!

  26. saya seorang marketing, dan juga orang yang ingin mengamalkan ajaran agama saya secara benar, kalo yg laen bilang gitu aja kok repot, masalah ginian yang bikin repot saya saban taon, diluar masalah agama, saya memerlukan empati yang hangat dengan seluruh relasi saya untuk menjaga hubungan baik, memang tidak ada masalah bagi saya untuk tidak mengucapkan kalimat selamat tersebut, tapi saya merasa tidak nyaman secara profesi, saya pengennya masa bodo aja dan tidak mengucapkan, akan tetapi pikiran saya selalu terganggu dengan kontroversi ini, btw siapa sih yang mengeluarkan fatwa haram ini, besok besok apa saya cari klien yang muslim aja ato gimana ya… kalo masalah akidah kita bisa terganggu gara2 ucapan selamat ini, kenapa org islam bisa nyaman dan tidak terganggu dengan tetangganya yang punya akidah yang salah dari sudut pandang agamanya, dan membiarkan masalah ini berlarut larut, harusnya di dakwahi kalo ga mau masuk isalm ditumpas aja, tapi kalo ga mau melakukan hal tersebut dengan alasan terlalu ekstrim ,kalo menurut saya maka hiduplah berdampingan dengan segala konsekuensinya, termasuk mengucapkan selamat natal, kalo ga mau mengucapkan mendingan diem dan jangan ngelarang larang orang dengan alasan haram, karena efeknya kita jadi ribut dengan orang islam sendiri, dari pada gitu kan loe mendingan ribut sama orang yang beda akidah itu, dan jangan takut dibilang teroris itu kan udah konsekuensi dari keyakinan loe, balik lagi ke masalah gw, hari ini gw memutuskan untuk ngirim ucapan aja karena itu kan konsekuensi gw bergaul dengan mereka, karana gw belum bisa untuk milih milih hubungan gw hanya dengan orang seiman aja, pro dan kontra would be very appreciated thanks…

  27. Saya Nunusaku,mohon maaf yang sebesar2nya kepada seluruh umat Islam Diseluruh Dunia.
    Sebenarnya saya gembar gembor,menjelekkan Agama Islam Cuma pendapat sisi buruk & laknatnya saya.sungguh saya bersumpah,sebenarnya saya sangat mengagumi Islam,juga sangat meyakini kebenaran Agama Islam.
    Saya percaya seyakin2nya,Nabi Muhammad SAW,Adalah Manusia terbaik didunia,dan Agama Islam Adalah agama Yang saya yakini sampai saat ini.walau saya pake embel2 agama lain saat ini.
    Abaikan semua Perkataan buruk saya mengenai Agama Islam,karena saya yakin Islam Adalah Agama terbaik.
    Saya manusia yang bejad,laknat,semoga Allah SWT memberikan ampunannya pada Hamba.serta memberikan kekekalan Ayat2 Suci Al-Quran,serta Agama Islam Yang baik & kebenaran yang Hakiki.
    Hati Nurani Umat muslim,yang sebenarnya sangat meyakini Kebenaran ISLAM.
    Ini saya buat dengan sungguh2,bila suatu saat saya menyombongkan diri lagi & menghina Agama Islam jangan dipercaya & terkutuklah saya,karena kami yang menghina Agama Islam hanyalah Orang2 kafir yang iri atas kebesaran & kekuatan Agama ISLAM yang sangat kekal.
    Bila saya membuat tulisan/komentar lagi yang MENYANGKAL,tulisan komentar saya ini ABAIKAN itu hanya Provokasi Semata.
    Ingat saya hanya membuat suasana seru aja,biar banyak yang komentar.
    Tetapi Sejatinya Saya Sangat meyakini & mengagumi Agama ISLAM.
    ABAIKAN KOMENTAR SAYA YANG LAIN…
    ini yang sebenar2nya,dari hati nurani saya..
    Salam.

  28. saya seorang marketing, dan juga orang yang ingin mengamalkan ajaran agama saya secara benar, kalo yg laen bilang gitu aja kok repot, masalah ginian yang bikin repot saya saban taon, diluar masalah agama, saya memerlukan empati yang hangat dengan seluruh relasi saya untuk menjaga hubungan baik, memang tidak ada masalah bagi saya untuk tidak mengucapkan kalimat selamat tersebut, tapi saya merasa tidak nyaman secara profesi, saya pengennya masa bodo aja dan tidak mengucapkan, akan tetapi pikiran saya selalu terganggu dengan kontroversi ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.