Rokok : cara mati pelan-pelan yang menyakitkan

Nemu berita ini tidak sengaja, jadi ingat soal rokok.

Tahukah Anda :

  • Rokok dapat menyebabkan penyakit-penyakit berikut:
    • Impotensi
    • Jantung
    • Kanker lidah
    • Kanker tenggorokan
    • Gigi menjadi jelek
    • Kanker paru-paru
    • Keguguran kandungan
    • Bayi lahir prematur
    • Bayi lahir cacat
    • Mata menjadi rusak/cacat
    • Kulit cepat keriput
    • Suara serak
    • Bisu, karena pita suara terkena kanker
    • Tenggorokan banyak berdahak
    • Kanker pencernaan
    • Kanker ginjal
    • Kanker rahim
    • Leukimia
    • Tulang menjadi rapuh
    • Menstruasi menjadi makin menyakitkan
    • dan lain-lainnya
  • zat beracun yang ada di rokok misalnya :
    • Zat-zat penyebab kanker
    • Racun untuk napi hukuman mati
    • Bahan bakar roket
    • Bahan aki mobil
    • Racun semut
    • Pembersih lantai
    • dll
  • Rokok lebih membuat ketagihan daripada narkotika !(kecuali heroin)
  • Jadi, cara termudah untuk selamat dari rokok adalah dengan cara tidak pernah mencobanya sama sekali.
  • Jika Anda berhasil lepas dari ketergantungan dari rokok – selamat ! saya yakin tidak akan mampu melakukan hal seperti itu.
  • Setiap tahun, masyarakat miskin Indonesia membakar Rp 90 trilyun / Rp 90.000.000.000.000,- untuk membeli rokok.
  • Jumlah tersebut lebih besar daripada jumlah pinjaman Indonesia ke IMF / Bank Dunia /dll
  • Jumlah tersebut sebagian besar lari ke luar negeri, karena para pemilik pabrik rokok banyak yang bukan warga negara Indonesia
  • Melihat daftar penyakit yang bisa disebabkan oleh rokok, sekarang bisa dipahami mengapa perokok banyak yang meninggal pelan-pelan, setelah menderita berbagai macam penyakit dalam jangka waktu yang lama. Saya menyaksikan sendiri anggota keluarga saya yang menderita seperti itu, dan sangat menyedihkan melihat penderitaan yang dijalani oleh keluarganya selama bertahun-tahun.

    Masih ingin merokok ? Mudah-mudahan tidak lagi.

    101 thoughts on “Rokok : cara mati pelan-pelan yang menyakitkan

    1. Saya enggak mampu memutuskan hal seperti itu – fikih kan bisa conditional soalnya. Mungkin makruh bagi yang sedang berusaha melepaskan diri dari ketergantungan rokok, mungkin haram bagi yang sudah tahu bahaya tapi dengan sombong tidak peduli, dst. Tapi kalau belum kecanduan dan sudah tahu bahayanya, tapi kemudian tetap mencoba juga, rasanya yang beginian sih haram BANGET ‘kali ya ? 🙂

      Tapi saya bisa bersimpati kepada para korban rokok yang sedang kesulitan melepaskan diri dari kecanduan tersebut. Saya juga punya masalah yang sama, yaitu kecanduan makan, sampai kadang suka berlebih-lebihan.

      Kalau perokok terkena larangan Allah swt “janganlah kamu membinasakan diri kamu sendiri”, kalau saya malah terkena itu (karena makan berlebihan bisa merusak badan/kesehatan) dan satu lagi yaitu larangan berlebih-lebihan.

      Cuma kecanduan makan saja sudah susah lepasnya. Apalagi kalau kecanduan rokok, yang cuma kalah dari heroin dari soal ketagihannya.

      Yak, mari kita sama-sama berusaha melepaskan diri dari kecanduan kita yaa…


    2. Yak, mari kita sama-sama berusaha melepaskan diri dari kecanduan kita yaa

      mariii, soalnya aku juga lagi kecanduan nge-net, padahal duit lagi cekak 🙁

    3. k-lo ditanya mendingan perokok atau peminum alkohol.mnrt saya masih lebih terhormat peminum karena dia hanya merusak tubuhnya, tapi engga merusak tubuh orang lain. Nah… agama mana yang membolehkan umatnya merusak diri sendiri dan merugikan orang laen?btw:k-lo dimana sih bisa beli posters bahaya/anti rokok yang bahasa indonesia, mo’ taro’ di pabrik, nih!thanx utk yg bisa kasih info,soalnya cari di internet,saya sedih… m’sia lebih giat bikin campaign anti rokok, s’mentara situs indonesia juarang sekaliiiiii!

    4. #6 – saya sudah reply juga via email; mengenai alkohol, saya kebetulan sempat menyaksikan sendiri berbagai dampak negatif alkohol sewaktu di Inggris. Mengerikan mbak; misalnya suami alkoholik, maka anak & istri jadi terlantar. Atau malah kena aniaya mental & fisik setiap hari. Orang kalau sudah mabuk itu hilang akalnya, kalau sudah hilang akalnya maka dia bisa melakukan apa saja.
      Jadi saya kira sama saja buruknya ya.

    5. makasih banget ada forum seperti ini, gw udah brenti rokok sejak 1993, awalnya gw ancur-ancuran, gw pengen supaya temen-temen gw yang lainnya ikutin jejak gw. terutama yang masih jadi perokok pasif, kasian mereka belum bisa menghindar dari asap rokok.

    6. eh gini yah, para peroko’. hari gini masi ngeroko’ ga nge tren lagee. malu dong sama negara maju, pada pengen maju ga siy, ko kebiasaan jaman jebot (nene moyang kadalsaurus) masi tetep dianut. Ihh males bet de looo….

    7. Manfaat merokok:1)Awet muda (maaf2 nee org yg ngeroko bkl awet muda cos ga bkl tua krn mt muda) 2) Terhindar dari maling (Maling dateng yg pnya rumah lg batuk cos yg punya rumah batuk mulu kagak ada abisnya.kaga jadi maling deh!!!) 3)membersihkan dompet (orang duitnya abis buat beli roko, bayangin aja setiap minggu beli rokok 3 bungkus x 6000 sebulan udah berapa?mending kenyang) 4)pemakai narkotik yang aman dari kejaran polisi (isi obat batuk kan ada zat codeinnya (narkotik))

    8. sebenarnya gampang aja kok kalo mo berhenti rokok. saya ada cara yang sangat sederhana nih, cuma tiga langkah mudah :
      1. jangan beli rokok
      2. jangan minta rokok
      3. jangan menyulut rokok
      dengan tiga langkah itu saya jamin ente2 yang perokok berat pasti langsung mandeg. setuju?

    9. Bener bgt tuch, aq setuju ma nech artikel. but tlng donk klo nuliz artikel yg lbh menarik dikit, biar bacanya juga enak.ok, aq salut bwt usahanya menggalakkan kampanye antirokok, sukses ya!!!may god bless U

    10. Yoa…kami para plajar merasa resah dengan keberadaan rokok di lingkungan pendidikan. Masa, pendidik ang nyuru anak didiknya buat gak ngerokok, eh.. malah nyontoin ngerokok?? Gak aneh tu??? Juga buat para ortu yang pada ngerokok, kalo emang sayang sama anak+istri,STOP ngerokok OK!Mudah-mudahan banyak yang nyadar ’bout bahaya rokok bagi generasi muda khususnya. Rokok, pilihannya cuma 2: dead or Quit!

    11. Makasih yah buat artikelnya……… Aku jadi bisa ngerjain tugas proposal penelitian dari guruku… Hehe…

    12. wah… ternyata rokok ngeri banget ya? tadinya aku buka2 web tuh niatnya cuma buat ngerjain tugas aja tapi sekarang gara2 dah tau aku ga’ mau deket2 ah…

    13. seandainya dulu rokok ga pernah ada..ribuan nyawa manusia ga akan melayang sia2

    14. Boleh merokok dengan syarat : kaya raya,bebas secara finansial,paru-parunya sudah diasuransikan,punya uang lebih untuk rehabilitasi paru-paru, sanggup menanggung dosa besar akibat merusak ciptaan Allah,siap disiksa di alam kubur dan neraka !!!!
      Wahai para kiai, ustadz beri contoh baik donk buat santri-santrinya…katanya sunnah sudah menjadi wajib, mubah ditinggalakan…kalo’rokok

    15. wid cmn mw ngasih saran ja ma perokok,bacalah artikel ini dan sadarlah kalian para perokok sejati heheheheeh………mg dengan ngebaca artikel ini kln bisa sadar tentang begitu bahayanya merokok.mang ga kasihan ma diri kalian merusak kesehatan kalian sendiri,emang sichh semua itu ga dirasakan sebelum merasakan akibatnya,apabila udah tau akibat yang ditimbulkan kalian baru menyesal.hay gaysss penyesalan yang sudah terjadi ga da gunanya.maknya sebelum melakukan kita mestii beffikir dulu apa akibat dari yng kita lakukan.lagian tu bukan hanya merugikan diri kalin sendiri akan tetapi merugikan lingkungan disekitar kalian makanya kalian mesti sadar dunk.bayangkan apabila di indonesia ga da perokok alangkah indahnya orang2 akan tidak cepet terserang penyakit yang di timbulkan oleh rokok itu.moga bermanfaat dechh buat kalian okkkk!!!!kalian pastii bisa menghilangkan kebiasaan kalian niii percaya dechh.kalau kalian dah ada kemauan trus dilanjutkan dengan usahaa pastii wid jamin kalian bisa mengalahkan yang nmnya ROKOK.

    16. Mari kita tingkatkan budaya merokok, sebab dengan kita membeli rokok maka kita turut membantu dalam pembayaran pajak, juga kita dapat berolah-raga ria, karena banyak bukti yang menyatakan bahwa sponsor2 dalam acara olah raga 90% berasal dr pabrik2 rokok, lagi pula resiko2 para perokok kok kalo mau mati sendiri, hehehehehehehehehe…….1000x

    17. qw setuju bgt tuh ma pendapat Bruno Zhampiet, klo prlu kita merokok sebanyak2nya supaya utang2 negara kita dpt di lunasi,
      semoga pengorbanan para perokok kita yg telah “gugur” bisa di terima di sisi-Nya,amin……..

    18. Perokok Jadi Ketua Yayasan Jantung

      Pertengahan 90-an, kami selaku pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Selatan, mengangkat Sekwilda Sulsel Drs Hakamuddin Jamal (belakangan menjabat Gubernur Banten) menjadi ketua. Padahal, kami semua tahu bahwa beliau perokok berat. Alhasil, dia berhenti total menjadi perokok. Kami tidak tahu setelah beliau pindah ke Jakarta dan kemudian menjabat Gubernur Banten.

      asnawin
      makassar, 26 mei 2006

    19. thank`s a lot yupzz….sekarng aku tau bahaya yang disebabkan oleh rokok ternyata sangat sangat mngerikan coz ternyata merokok juga sama aja dengan bunuh diri,makacih juga karena semua perihal tentang rokok disini dapat aku jadikan bahan untuk tugas makalah aku

    20. well, rokok lagi rokok lagi…trus terang gw sebenarnya kasian juga ngeliat orang yg udah kadung kecanduan ama benda yang satu ini. tapi kalo dipikir2 dongkol juga. bagaimana tidak, sapa sih yang mau kesehatannya diganggu ama orang lain..?? napa gw bilang gitu, untuk para perokok, coba anda pikir baik2, ketika anda merokok di samping orang lain yang bukan perokok, apa anda sadar kalo anda sudah pelan2 membunuhnya?mungkin anda tidak pernah berpikiran begitu, karena mungkin orang lain yang berada disamping anda yang notabene bukan perokok tidak menegur anda karena dia menganggap anda adalah temannya, atau dia merasa segan menegur anda. apa anda tidak pernah merasakan hal itu. kalo dia saja bisa menghargai anda, kenapa anda tidak bisa menghargainya dengan tidak merusak kesehatannya??? terus terang itu saya rasakan juga sebagai seorang perokok pasif. jadi tolong untuk para perokok diminta kesadarannya untuk tidak merokok, atau paling tidak minta izin dulu kepada orang yang berada dekat kita apabila mau merokok, apa dia keberatan atau tidak. saya rasa itu lebih bermartabat. terlebih di hari anti tembakau sedunia (31 mei) ini…thanks

    21. nambah dikit nih akibat dari ngerokok
      BB alias bau badan,BM alias bau mulut.. ga enak bangetkan kalau jadi perokok massa mesti dijauhin orang. mending nyulut deodorant bikin wangi.. heeeee ga ding

    22. sebenarnya orang uda tau merokok itu rugi,tapi masih aja orang mau, padahal kalo orang perempuan menghirupnya bisa mengakibatkan menopause! apaan tu? menopauseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee. jawab hayo.

    23. huahh… rokok..? gak pernah ada bagusnya.. yang ngerokok tu org plg “siiiillllyyyyyyyyy” hwehwe

    24. rokok………..?!@%$* itulah hal yg bkin g sebel sma co….tw ga c rokok itu kan sama ja kya bunuh diri…g pernah pnya co yg susah bgt dsruh berhenti untuk ngerokok tp yg da……….ya gto dech………pokokna g sebel ma rokok………………………………………………………………………………..

    25. para perokok yg lg bc2, terserah deh mo merokok pa gak, tp tolong donk klo mo mati ga usa ngajak2 orang,,tlg merokok di tempat pribadi.

    26. Aku mantan perokok pingin sekali gabung organisasi / LSM yang secara agresif kampanye anti rokok. Ada info?

    27. Skripsiku tentang makna hidup pada penderita kanker paru-paru.
      Ada info gak tentang penderita kanker paru2?

    28. bodo amat deh…………… gw ini yg rasa_in……………………………… emang gw pikirin……………………………………

    29. merokok memang berbahaya dan bikin polusi yah, tapi justru bahaya polusi kota yang di sebabkan asap kendaraan yang tiap hari kita nikmati itu lebih bahaya dari pada asap rokok, antisipasi polusi kendaraan ini simple, di mulai dari diri kita sendiri ajah, kita2 yang gak merokok justru penyumbang polusi terbesar lebih dari perokok yang sumbernya dari kendaraan yang kita gunakan. sudah saat nya kita bertanggung jawab

      http://www.b2w-indonesia.or.id

    30. Bisa gak kalo judul skripsi begini”proses menemukan makna hidup pada mantan perokok berat”?
      Mohon bantuan..

    31. INILAH CARA PALING MUDAH UNTUK ANDA……… BERHENTI MEROKOK….!!!!!!!
      CUKUP DENGARKAN CD INI…..!!!!!

      SEBUAH CD AUDIO YANG BERISI MUSIK YANG AKAN

      MEMPROGRAM GELOMBANG OTAK ANDA UNTUK

      STOP MEROKOK….!!!!!!!
      SANGAT MUDAH DAN PASTI BERHASIL…!!!!
      *Pengalaman Bapak Surya : Sebelumnya saya tidak percaya dengan cd ini,tetapi iseng-iseng saya beli dan saya coba sesuai petunjuk.Saya bersyukur sekarang nafas dan dada saya lebih lega.Hanya dalam satu minggu lho…
      *Pengalaman Ibu Lina :saya mencintai suami saya.Saya tidak ingin dia “dibunuh”oleh rokok,sehingga cd ini saya beli dan saya hadiahkan kepadanya.Sekarang suami saya jauh lebih sehat.Kalau masalah uang beli rokok saya tidak masalah,tetapi kesehatannya jauh lebih berharga.

      Anda punya pengalaman menarik tentang cd ini silahkan kirim email ke : asnaspatria@hotmail.com

      CD Audio ini 100% Aman, tidak mengandung hal mistik, dan tidak ada efek samping. Sudah dilengkapi instruksi cara penggunaan.

      HARGA CD SEBELUMNYA Rp.350.000;

      PEMESANAN CD UNTUK 20 ORANG PERTAMA CUKUP DENGAN…

      Rp.159.900;(Termasuk ongkos kirim)
      Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga rokok yang sudah dan akan anda beli,dan kesehatan anda yang tidak ternilai harganya.

      PEMESANAN : SMS DI 0815-747-90723 (HIDAYAT)

      JADIKAN JUGA CD INI SEBAGAI HADIAH UNTUK ORANG YANG ANDA CINTAI……

    32. rokok jelas haram. itu menurutku. dalilnya juga ada. yang jelas rokok menimbulkan kemarahan tersendiri bagiku. aku menderita alergi asap rokok. dan itu menyiksa hidupku, dimana setiap hari kutemui hampir setiap pria merokok. tapi ku tahu tidak semua. contohnya papaku. aku bisa membau dan terganggu bau rokok dalam jarak 10meter sekalipun.
      para perokok berat! kalian menumpuk dosa! aku akan menuntut kalian di akhirat nanti!!!

    33. rokok. sebenarnya apa sih?
      nuat orang yang kecanduan rokok coba ingat aja kalo rokok itu siapa yang buat?
      tujuannya di buat?bagaimana cara dibuat?
      kapan dibuat?apa akibat?bagaimana rasanya?
      bolehkah berhenti merokok?
      cintakah sama rokok?mau bunuh diri sendiri?
      mau bunuh orang yang disayang?
      kalo mau merokok silahkan, itu asik sekali tapi bahayanya parah sekali. makanya berhenti sekarang atau menyesal kemudin that’s the point.

    34. Iiiih,,, gk bgt dee rokok!!
      NyeBeLin,,baU,,aSepNy gaNggU!!!
      sO,,kNp cii oRg2 deMen aMa yg nMnya rokok???

    35. Bisa kasih tau emailnya andhina ga? Gw jg lagi skripsi tentang kanker paru-paru niy…please help me..

    36. iiiih….. SeR3m jG Bo! BiaRpUn Co K3r3n kaya ApaPuN, tapi Ng3RoKo???? badannya ga sehat n Loyo gtu Loh! Didlm tubuhnya buanyak rAcuNNNN!#@?

    37. ada g sehh hasil penelitian tentang fakta2 perokok remaja di Indonesia?klo da kasih tau dunkz

    38. Yup, semangat buat yang sedang berjuang untuk “STOP MEROKOK” , berenti merokok buat yang udah kecanduan pastinya nggak segampang waktu nyobanya, tapi terus komitmen dan sayang dengan badan, sayang dengan orang2 tercinta semoga bisa bikin semangat ngejalaninnya, karena ngga mau mati konyol dongs…cuma gara2 image “gentle” perusahaan rokok!!! no mAN!!!

    39. 3 alasan untuk “HARUS BerHENTI MEROKOK”
      1. ngerokok= ngak sayang anugerah sehat yang udah TUHAN BERIKAN.
      2. Ngabisin uang jajan
      3. Merokok emang hak= sekaligus melanggar hak orang lain, karena perokok pasif (yg ngirup asapnya, jauh lebih beresiko)!!!

    40. dulu .. saya pernah ngerokok seingat saya pada waktu saya masih SD kelas 6.. dan saya berhenti ngerokok karena bapak saya terkena penyakit paru2… dan alhamdulillah selamat sampai sekarang masih hidup… tapi berbeda dengan nasib kakak saya.. bermula dari ngerokok dan merambat ke penyakit lainnya sampai meninggal…

    41. sudah 2 minggu saya dapat berhenti merokok berkat bukunya romi rafael. kayaknya para perokok berat perlu baca buku itu. isinya tentang cara berhenti ngerokok melelui hipnoterapi and dapet CD buat self hipnosis.

    42. wah..rokok ya!!!!suatu hal yg sering benget dibahas panjang lebar ama khalayak umum…tapi ga pernah bisa nemuin ujung pangkalnya!!!
      banyak perokok aktif yg sulit bgt ninggalin kebiasaan ngrokoknya..karena dy g peduli ama org2 di sekitarnya!!!dy cm nurutn keinginannya,,
      jadi intinya para perokok aktif itu adalah manusi2 yg egois dan berhati kejam!!!dan ALLAH membenci orang2 yang mendhalimi dirinya dan mendhalimi org lain!!!!

    43. OKe.. kyanya smua org ud tau klo rokok sm aja bnuh dri!!!
      INGET WOIII!!!!! BADAN NI BKN PUNYA KITA, KLO MSH DIRUSAK SM AJA LO GTW DIRI!!!

    44. artikel ni good bgt cz dari sni aq bs tau apa akbt dr ngokok alias membakar uang tanpa tujuan,mending bwt ngasih maem anak istri drpd dibkar…………thanks bgts skrng aq pny alsn bwt cegah pacar q ngokok.??????????????????

    45. NGEROKO apa MAU di ROCKO……… huahahahahahah……
      slurup….slurup…. ngeroko suck di rocko uenaaaakkkkk… tenan.

    46. BUKA MATALAH PARA PEROKOK

      Maaf jika meninggung,, tp emank bermaxud untk menyinggung kq!!! hehehe….

      bagi yg mw mati silakan… tapi,, jgn pk rokok….doNk!!! Org yg ngrokok i2 ane y,, mw nikmatin hidup tp jg pengn cpt mati… Truz gx mw stress tp mw mati mw kanker… Mw loe org para prokok i2 ap c??? Dsr bego… Biasa na low IQ krn rokok i2 menurunkn kemampuan otak jd IQ jongkok… Jadi maklumlah klo para perokok pd bego…
      Walau ad yg puna krjaan bagus ato jd guru,, sama aj ttp bego!!!
      Gw kaci tw y,, tar loe org gx bkl masuk surga tw!!!
      Bkn na gw sotoy ato ap d, tp mank knyataan na gt kn.
      Ne tinggal loe org pilih sendiri d, mw prcaya dgn ada na Tuhan n tkt dosa tersera loe d…
      Tp mnding loe pkr2 dulu d… wahai para prokok… hehehe…
      Jgn loe pkr loe mati maci lama y!!?? Wkt i2 brjln cpt,, buruan loe berenti ngrokok n tobat… keluarlah dr dunia kebegoaan… bukalah mata loe, sadarlah, dan berubahlah jd pinter gt!!
      Kiamat i2 ud dkt… Bisa aj bsk loe mati ato abiz baca tulizan gw loe mati…
      Loe org mnding buka mata d!!! Loe mikir aj klo loe mati gmn??
      Loe bkl lebi sengsara drpd skrg…krn loe ud bikin dosa dgn ngrokok… Maka na mumpung Tuhan maci kaci loe org wkt,, bertobatlah dan berdoalah kerajaan Allah sudah dekat,, kalian gx akn tw kpn nyawa kalian akan dicabut…
      Ngrokok i2 bkn na bikin loe terlihat keren ato gaul…
      tapi loe org bkl kelihatan low class, miskin, gembel, gx puna pendidikan, n pzt masuk neraka…
      tampank2 prokok i2 d luar negri i2 low class tw
      beda ama crita2 d film yg kliatan keren pdhl asli na butut
      Ngrasa gx c klo loe ngrokok i2 loe ud hancurin hidup loe,, loe gx bkl dpt kebahagiaan adany jg kehampaan dan maut…
      Dgn ad na penyakit2 trsbt,, mesti na loe org sadar doNk…
      Mngkn loe kluarga broken home atau kehidupan amburadul…
      Tp bkn brarti loe mst jd broken jg kn!!!
      Klo mw gaya ato keren,, jd kaya dulu doNk…
      Bs beli LV, Chanel, Dior, Hugo Boss, Elle, dll… i2 baru nama na kerenn gaya…
      Klo mw kaya hindari rokok!!!
      Tnpa rokok gw jamin loe bs hidup lebi bae n lebi kaya
      Krn rokok menyebabkan qta miskin tp para koruptor kaya krn pajk rokok…
      Ad cara laen buat hidup dgn lebi bae TANPA ROKOK!!!!
      Rokok puna 1001 kerugian…
      Rokok bs bikin hidup loe tamba ancur…
      Klo loe ud ngerasa hidup loe ancur,, jgn dihancurin lg doNk!!!
      Musuh2 loe, org yg benci ma loe,, malah bkl tertawa d atas pndritaan loe tnpa loe sadari…
      Kyk tmn gw puna tmn puna cowo diputusin gara2 ktawan ngrokok ( ud brenti tp nyemoke lg )
      Banyak cewe2 tajir n cakep bgtz yg hjidup n karir na baguz gx suka ato bnci ma cowo prokok soal na dianggep low class gt loh…
      Jd klo mw mw dptin cewe ato cowo perfect kyk gt,, mndng loe STOP ROKOK…!!! Okay?!
      Moga2 loe sadar dgn ini….

    47. SMOKING IS SUCKS, @^#^%$, etc!!!

      SMOKERS ARE FUCKERS, SUCKERS, LOSERS, STUPID, MORON, IDIOT, N… @#$%^&, ETC.

      There are too much bad words to describe smokers and smoking…

      Maybe you can’t read it (for smokers) because you are too stupid to learn English because of smoking….

      Smoking makes the smokers become stupid…

      I HATE SMOKING!!!!

    48. woi mbak erine
      wah, benci rokok ya benci rokok, tapi mengutuk perokok dan memaki-makinya, kok malah menunjukkan jiwa kita yang munkin penuh amara, dan makian
      dan hal itu adalah hal yang tidak dewasa, malah kaya teroris psikologis

      kan lumayan juga kalo banyak yang ngarokok
      makin banyak yang sakit, makin banyak yang mati
      itung-itung buat ngurangin KTP

      buat yang ngrokok, silahkan yang ngrokok tapiiiii
      tahu diri dikit dong

      malah bikin stress..

      yah gitu tanggapan saya

    49. klo lago ngeroko dari pada asapnya di buang mendingan asap rokonya ditelen aza… kan sayang dah di isep dikeluarin lagi !!!

    50. rokok dapat menyebabkan kematian bagi penggunanya dan tidak ada keuntungannya.

    51. Di dalam rokok ada kurang lebih 4000 elemen-elemen dan sedikitnya ada 200 yang berbahaya bagi kesehatan. Kok ya masih tetap nekad merokok seh…
      Bener kata Duri tuh. Asepnya telen aja, sayang kan dah dibeli dibuang-buang.

    52. Saya adalah seorang perokok pemula, dan setelah membaca artikel ini kok kayanya rokok tuh kesannya jelek banget ya?. Padahal kalo kita lihat pada prinsip Yin Yang segala sesuatu di dunia ini ada yang baik dan ada yang jelek dan ga ada yang mutlak baik dan sebaliknya.

      Rokok secara medis dikatakan sangat merugikan bagi kesehatan sehingga kesannya bahwa rokok tu harus dimusuhi. Saya ngerasa itu ga bener aja. Menurut saya merokok adalah bagian dari budaya manusia. Bagaimana mengolah tembakau agar bisa dinikmati. Bagaimana kemudian rokok menjadi lambang prestise pada masa Sultan Agung. Bagaimana kemudian industri rokok terus berkembang dan memberikan devisa yang besar bagi negara. Saya rasa itu semua bagian dari kebudayaan manusia, bagaimana manusia menuangkan konsep ide ke dalam suatu produk yang tangible, dari situ terus berkembang ke berbagai masalah sosial lainnya. Itu pasti terus terjadi.

      Mengenai bahaya medis, saya rasa segala sesuatu yang dikonsumsi (dibuat/diolah manusia) pada dasarnya tidak ada yang 100% sehat. Kalo ada yang bilang ngerokok bikin pendek umur karena melihat dengan mata kepala sendiri, menurut saya itu adalah pendapat yang sangat subjektif. Toh saya pernah ngobrol dengan seorang abdi dalem yang berusia 90an tahun dan ditengah obrolan dia menyulut rokok Dji Sam Soe.

      Rokok itu nikmat kalo kita bisa menikmatinya, tidak perlu mikirin nikotin itu racun, bisa bikin mati lah, dan yang lain-lain lah. Sante aja, merokoklah sebelum dirokok, kalo emang mau berhenti ya berhenti aja. Viva smoker.

    53. @ Yudhanto

      Selamat mulai menabung racun mas ! Rasanya, prinsip Yin dan Yang itu berlaku pada hal-hal yang baik aja deh.

      Bukan artikel diatas yang membuat kesan rokok harus dimusuhi tapi memang rokok itu sendiri adalah musuh. Kan ditiap bungkus rokok itu dah ada peringatan “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kesehatan janin” lha kok masih dijadikan teman setia sih ?

      Buka hati mas, mumpung masih pemula, sebelum semuanya jadi penyesalan yang ga ada artinya. Jangan sombong untuk menerima sebuah nasihat.

    54. @teteh
      Tengkyu teteh atas masukkannya. Saya melihat dari comment teteh, rupanya masih terdapat sebuah pandangan dari satu sisi. Apalagi kalo dilihat ada nada-nada sindiran dalam comment teteh. It’s okay lah. Ok, untuk masalah rokok adalah musuh. Mengapa dia dianggap musuh? karena ada peringatan pemerintahkah? kalo demikian berbahayanya kenapa pemerintah masih mengijinkan rokok terus beredar?

      Saya menganggap rokok itu teman karena memang rokok tidak pilih-pilih teman. Siapa saja yang mau bisa merokok. Kapan saja dan dimana saja ia dapat disulut (namun agar tidak mengganggu non perokok ada baiknya disulut agak jauh dari mereka). Tidak ada syarat khusus untuk bisa menikmati rokok. Semua kalangan usia, dan sosial bisa merokok.

      Mengenai konsep Yin Yang, bisa dilihat dari gambarnya (taijitu/taiji) disitu terdapat 2 warna, yaitu hitam dan putih. Di dalam hitam terdapat putih kecil dan sebaliknya. Tidak ada yang hitam mutlak atau pun putih mutlak. Lebih lengkapnya silahkan baca di wikipedia atau situs lain.

      Hati saya sudah terbuka, juga dengan mata saya, kuping saya dan hidung saya juga tak ketinggalan terbukanya. Bagaimana dengan teteh sendiri? ataukah ada definisi berbeda antara kita dalam mengartikan membuka hati?

      Yang namanya menyesal memang tak ada artinya. Yang ada adalah perubahan. Merokok bukanlah sebuah hal yang perlu disesalkan kok. Menurut saya merokok sama saja dengan aktivitas manusia dalam hal memenuhi kebutuhan sekunder yang lain. Seperti ngemil, nonton film, baca komik, ngegame, ngenet dan lain-lain. Piye? ada tanggapan?

    55. Menurut saya merokok sama saja dengan aktivitas manusia dalam hal memenuhi kebutuhan sekunder yang lain. Seperti ngemil, nonton film, baca komik, ngegame, ngenet dan lain-lain. Piye? ada tanggapan?
      .
      Beda dong mas.
      .
      Dengan merokok, Anda akan SERING menyusahkan orang lain.
      .
      Saya (dan banyak orang lainnya) adalah penderita asma. Kalau ada yang merokok di dekat kami, maka kami jadi sesak nafas.
      .
      Yang membuat kesal, kalau dikasih tahu baik-baik, kadang justru para perokok ini yang marah. Padahal, seharusnya kami yang memarahi mereka.
      Coba saja bayangkan kalau ada orang mencekik sampeyan sampai jadi susah bernapas, pasti sampeyan gebuki itu orang tho ?
      .
      Ini baru satu contoh.
      Belum lagi berbagai dampak negatif yang dialami perokok pasif, yang bisa banyak sekali.
      .
      Mudah-mudahan sampeyan bisa mengasihani kami ini.
      .
      Ok, untuk masalah rokok adalah musuh. Mengapa dia dianggap musuh? karena ada peringatan pemerintahkah? kalo demikian berbahayanya kenapa pemerintah masih mengijinkan rokok terus beredar?
      .
      Coba tonton film The Insider mas, disitu ketahuan berbagai praktek kartel rokok ini : http://www.amazon.co.uk/Insider-Al-Pacino/dp/B00004WCM4
      .
      Kelakuan mereka tidak kalah dengan mafia.
      .
      Ok mas, mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita.

    56. @Sufehmi
      Terima kasih atas tanggapannya. Dari tanggapan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari saya.
      .
      Tanggapan mas Sufehmi adalah sebagai berikut:
      Beda dong mas. Dengan merokok, Anda akan SERING menyusahkan orang lain.
      .
      Pertannyaan saya:
      Bagaimana mungkin dengan saya merokok, saya menyusahkan orang lain?
      Saya beli rokok pakai uang sendiri, saya beli korek pakai uang sendiri, saya beli asbak pakai uang sendiri, saya merokok sendirian (kadang bersama teman), kalo saya ingin merokok dan disitu ada orang yang non perokok, saya pasti minta ijin dulu, kalo ga diijinin ya saya ga merokok.
      Apakah itu menyusahkan orang lain?
      .
      Tanggapan mas Sufehmi yang lain:
      Saya (dan banyak orang lainnya) adalah penderita asma. Kalau ada yang merokok di dekat kami, maka kami jadi sesak nafas.
      Yang membuat kesal, kalau dikasih tahu baik-baik, kadang justru para perokok ini yang marah. Padahal, seharusnya kami yang memarahi mereka.
      Coba saja bayangkan kalau ada orang mencekik sampeyan sampai jadi susah bernapas, pasti sampeyan gebuki itu orang tho ?
      .
      Tanggapan saya:
      Menurut saya ada rokok atau tidak ada rokok asma tetap ada dan bisa saja kambuh dimana pun, kapan pun, dan oleh apa pun. Lalu saran saya apabila mas Sufehmi menemukan orang yang dibilangin baik-baik tapi justru marah-marah lebih baik hindari saja orang seperti itu. Dia (mereka) pasti dari kalangan yang kurang berpendidikan, cenderung emosianal.
      .
      Tanggapan mas Sufehmi atas pertanyaan saya:
      Ok, untuk masalah rokok adalah musuh. Mengapa dia dianggap musuh? karena ada peringatan pemerintahkah? kalo demikian berbahayanya kenapa pemerintah masih mengijinkan rokok terus beredar?
      Jawaban mas Sufehmi justru memberikan saya sebuah referensi film (The Insider), dan mas Sufehmi berargumen (yang dapat saya katakan berdasarkan film tersebut) bahwa “Kelakuan mereka tidak kalah dengan mafia.”
      .
      Pertanyaan saya:
      Apa maksud dari pernyataan mas Sufehmi diatas? Apakah mas Sufehmi punya buktinya? ataukah hanya argumen didasarkan dari film The Insider saja? Dan saya rasa pernyataan mas Sufehmi belum menjawab pertannyaan saya.
      .
      Saya rasa demikian dari saya, sebelumnya dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih dan maaf kalo ada kata yang kurang berkenan. (terima kasih juga untuk referensi filmnya, saya akan tonton kalau ada waktu dan kesempatan).

    57. Bagaimana mungkin dengan saya merokok, saya menyusahkan orang lain?
      .
      Kenapa masih bertanya lagi? Kan saya sudah jelaskan satu contohnya setelah itu, yaitu penderita asma.
      .
      Kalaupun bukan penderita asma, perokok tetap menyusahkan. Saban pulang, badan kita bau rokok semua.
      .
      Anda mungkin tidak menyadarinya (karena Anda yang merokok tho), tapi bagi non-perokok, bau rokok itu dapat sangat menyakitkan hidung.
      Sama seperti peminum alkohol, yang banyak tidak sadar bahwa bau alkoholnya sangat memuakkan bagi yang lainnya.
      .
      Bahkan ketika tidak ada perokoknya lagi, namun kalau ruangan tersebut sudah pernah terhembus asap rokok, maka seringkali baunya sudah dapat menempel di baju kita.
      Kadang ada yang tidak kuat dengan bau asap rokok, dan ini sudah cukup untuk membuat ybs pusing / sakit kepala.
      .
      Menurut saya ada rokok atau tidak ada rokok asma tetap ada dan bisa saja kambuh dimana pun, kapan pun, dan oleh apa pun.
      .
      Defensif boleh saja, tapi jangan ngawur seperti ini 🙂
      .
      Asma itu pencetusnya tertentu, bukan “apa pun”, seperti klaim Anda di atas.
      Misal, asap (termasuk asap rokok), suhu, alergen.
      .
      Dan faktanya adalah penderita asma menderita di dekat perokok.
      .
      Dan tidak cuma penderita asma, namun orang biasa pun (non-perokok) juga dapat tersiksa oleh asap rokok anda.
      .
      Dan ini kita belum bicara dampak rokok kepada keluarga kita ya — saya suka miris kalau melihat seorang bapak menghembus2kan asap rokoknya dan mengenai bayinya. Padahal berapa banyak racun yang terkandung di dalam asap tersebut (detailnya silahkan baca posting saya di halaman ini)
      .
      Jawaban mas Sufehmi justru memberikan saya sebuah referensi film (The Insider)
      .
      Saya memberikan referensi berupa film karena penjelasan tertulis (seperti komentar saya ini) amat sulit untuk menyentuh hati.
      Saya bisa saja bercuap-cuap sampai berpuluh-puluh halaman, dan Anda bisa tetap saja cuek. Kata orang, “cape deh”.
      .
      Tapi, penjelasan secara audio visual, yang dibawakan secara elegan (seperti film The Insider) seringkali akan lebih mampu untuk menyampaikan pesan yang dimaksud kepada para pemirsanya.
      Dan juga bisa lebih dinikmati, ketimbang membaca tulisan saya ini.
      .
      sebelumnya dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih dan maaf kalo ada kata yang kurang berkenan
      .
      Terimakasih, dan semoga ada manfaat yang bisa Anda dapatkan.
      .
      Oh ya, film The Insider itu agak sulit didapatkan. Mungkin Anda harus ke rental VCD, seperti UltrVCD atau VideoEzy.

    58. @yudhanto

      Weleh-weleh….kok ngeyel amat sih mas. Katanya seorang perokok pemula, lha kok sekarang malah jadi seperti pencandu yang dah ga bisa nerima keburukan-keburukan tentang rokok. Keknya ada yang salah deh dengan mas Yudha ini. Mungkin ini gejala kecil dari efek nikotin yang tertinggal di otak. Nikotin dalam asap rokok hanya butuh waktu sekitar 10 detik saja untuk sampai ke otak.

      o> Pertannyaan saya:
      Bagaimana mungkin dengan saya merokok, saya menyusahkan orang lain?
      Saya beli rokok pakai uang sendiri, saya beli korek pakai uang sendiri, saya beli asbak pakai uang sendiri, saya merokok sendirian (kadang bersama teman),

      Betul memang begitu karena kalo minta uang ma teteh pasti ga dikasih . Tapi, mungkin mas Yudha harus tau (atau mungkin tau tapi pura-pura ga tau) bahwa jika seseorang merokok, orang itu hanya menghisap sekitar 15% dari asap rokoknya sedangkan 85% lainnya akan dilepaskan dan akhirnya dihisap oleh para perokok pasif. Apa itu ga menyusahkan orang lain ?

      o>kalo demikian berbahayanya kenapa pemerintah masih mengijinkan rokok terus beredar?

      Teteh yakin, cepat atau lambat, pemerintah akan (HARUS) mengambil kebijakan konkrit & komprehensif untuk keberadaan rokok. Walaupun cukai rokok adalah sumbangan terbesar bagi pemerintah tapi ternyata biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah empat kali lebih besar.

      o>(namun agar tidak mengganggu non perokok ada baiknya disulut agak jauh dari mereka).
      kalo saya ingin merokok dan disitu ada orang yang non perokok, saya pasti minta ijin dulu, kalo ga diijinin ya saya ga merokok.

      Mas Yudha perokok (pemula ? Ah…jadi ragu) yang benar-benar sopan, teteh yakin kalo mas mau benar-benar membuka hati, sedikit banyak pasti pemikiran & pendapatnya berubah.

      Kalo mas Yudha mo berenti merokok, teteh siap mbantu kok. Siap menerima & menyalurkan uang yang dikeluarkan untuk beli rokok itu buat hal-hal yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan ummat.

    59. @sufehmi
      Mas Sufehmi sepertinya jawaban anda agak menyimpang dari pertanyaan saya. Kan pertanyaan saya adalah “Bagaimana mungkin dengan saya merokok, saya menyusahkan orang lain?” lalu anda menjawab karena “karena ada penderita asma dan yang lainnya”. Seperti yang sudah saya jelaskan saya kan merokok sendirian atau sama teman-teman perokok lainnya, ga sama penderita asma atau non-perokok. Jadi saya merasa itu tidak menyusahkan orang lain, piye mas?
      .
      Tapi dilihat-lihat dari komentar anda sepertinya ada sentimen yang berlebih antara anda dan perokok, hal itu tampak dari serangkaian komentar serta postingan anda diatas. Menurut saya itu terlalu hiperbolis. Saya ga tahu ada apa antara anda perokok di lingkungan anda, apakah mereka sering membuat anda pusing dengan asap rokok, atau kah baju anda yang tadinya wangi parfum tiba-tiba berubah jadi aroma tembakau bakar, atau ada hal yang lainnya yang membuat anda kesal. Karena hal-hal tersebut anda kemudian menggeneralisasi semua perokok adalah buruk dan eksistensi mereka harus punah. Menurut saya hal yang berangkat dari kebencian justru menutup sebagian atau bahkan seluruh bagian dari pandangan kita. Yang kemudian ada hanyalah mana yang benar dan mana yang salah, padahal kita semua tahu tak ada yang absolut.
      .
      Mas Sufehmi dari beberapa komentarnya pada saya, saya melihat masih ada ciri penggeneralisasian (bener gak ya bahasanya…, maksud saya menyama ratakan mas) antara perokok di lingkungan anda dan saya. Padahal jelas saya terangkan kami berbeda. Saya merasa ga pernah merokok di tempat umum (saya sering merokok di kamar sendirian atau bersama teman saya yang perokok), dan ga menyusahkan orang lain (terutama orang asma), tapi mas tetap “tidak terima” dan tidak percaya hal tersebut dan berusaha “meyakinkan” saya dengan memberi contoh perokok di lingkungan mas melakukan hal yang demikian. Sampai disini apa tanggapan saya ada yang salah?
      .
      “Saya memberikan referensi berupa film karena penjelasan tertulis (seperti komentar saya ini) amat sulit untuk menyentuh hati.
      Saya bisa saja bercuap-cuap sampai berpuluh-puluh halaman, dan Anda bisa tetap saja cuek. Kata orang, “cape deh”.”
      .
      Dari pernyataan anda diatas tampak sekali anda orang yang skeptis dan pesimis. Mengapa saya berkata demikian? Seperti yang sudah saya utarakan, anda dari awal sudah ada rasa ga suka dengan perokok sehingga merasa percuma menasehati mereka dan berpendapat “ah paling mereka cuman ngomong cape deh”. Saya pada postingan terhadap teteh sudah pernah mengatakan saya ini orang yang terbuka dan santai kok, jadi santai saja mas jangan pesimis. Mas tau sendiri kalo menanggapi komentar, saya tidak pernah menggunakan bahasa seperti “cape deh, EGP, bodo amat, persetan, secara gitu loh, dll” (yang tergabung dalam bahasa gaul anak jakarta, menurut saya anak gaul jakarta itu bodoh, saya ga suka jakarta, saya ga suka sinetron, kok jadi curhat…). Jadi kalo mas ada pendapat utarakan saja. Lagipula kalo ada sesorang bertanya soal pendapat anda kemudian anda menjawabnya dengan dasar referensi film rasanya kok ada yang kurang saja…
      .
      O iya kalo soal film saya juga ada referensi film mas, coba tonton “Thank You For Smoking”. Jangan pesimis liat judulnya mas, film ini bukan promosi rokok kok, tapi tentang orang yang mempromosikan rokok. Jalan ceritanya menarik.
      .
      Mengenai asma saya minta maaf kalo agak ngawur, saya memang ga tau banyak soal asma. Saya cuma tau ada atau tidak ada rokok asma tetap ada, dan asma juga bisa kambuh selain karena asap rokok, hanya itu saja. Maaf kalo ada yang salah.
      .
      Sekian dulu dari saya, terima kasih dan maaf kalo ada yang salah.

    60. @teteh
      Nah lho, kenapa si Teteh ngomong kalo saya ngeyel. Saya cuman manusia biasa yang ingin berpendapat serta bertanya. Saya rasa wajar saja kalau dalam menghadapi sebuah fenomena kita punya pendapat kita masing-masing, yang penting jangan melihat satu hal dari satu sisi, dan tidak mau menerima sisi yang lain. Itu kalo menurut saya namanya egois.
      .
      Ada yang agak aneh dengan pernyataan teteh yang berikut ini “Tapi, mungkin mas Yudha harus tau (atau mungkin tau tapi pura-pura ga tau) bahwa jika seseorang merokok, orang itu hanya menghisap sekitar 15% dari asap rokoknya sedangkan 85% lainnya akan dilepaskan dan akhirnya dihisap oleh para perokok pasif. Apa itu ga menyusahkan orang lain ?”
      .
      Tanggapan saya, saya agak ga ngerti, tolong dijelaskan dong teh. Bagaimana bisa saya cuman ngisap 15% dan yang 85% diisap orang lain, kan yang merokok saya? dan yang namanya asap kan ga milih-milih (teteh tau asap kan?).
      .
      Saya punya perumpamaan seperti ini. Ada sebuah ruangan di dalam ruangan itu terdapat 2 orang yang usianya sebaya dan berkelamin sama. Kondisi dan kapasitas paru-parunya sama. Ruangan itu kemudian diasapi, dua-duanya sama-sama menghisap asap tersebut. Manakah yang menghisap 15% dan manakah yang menghisap 85%?
      .
      Lagipula kalo pernyataan teteh benar, bagaimana dengan orang merokok sendirian, dia kan cuman menghisap 15% lalu asap yang 85% siapa yang menghisap? hehehe…
      Dari sini terus terang terang saya kurang bisa memahami logika teteh, maaf kalo ada yang salah.
      .
      “Walaupun cukai rokok adalah sumbangan terbesar bagi pemerintah tapi ternyata biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah empat kali lebih besar.”
      .
      Pertanyaan saya, apa bukti bahwa pemerintah mengeluarkan biaya kesehatan empat kali lebih besar dari cukai rokok? Setahu saya pemerintah mengeluarkan biaya kesehatan hanya untuk masyarakat tidak mampu, atau karena ada bencana alam (seperti gempa Jogja), dan wabah penyakit (sepert DBD). Tidak ada hubungannya dengan rokok dan perokok. Ada tanggapan teh?
      .
      “Kalo mas Yudha mo berenti merokok, teteh siap mbantu kok. Siap menerima & menyalurkan uang yang dikeluarkan untuk beli rokok itu buat hal-hal yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan ummat.”
      .
      Terima kasih, atas kesediaan teteh untuk membantu. Namun saya ingin bertanya pada teteh soal kesejahteraan ummat. Siapa saja yang menurut teteh tergolong dalam kategori “ummat”?
      Apa itu “kesejahteraan ummat”?
      .
      Sekian dulu dari saya, kalo ada yang salah mohon maaf. Terima kasih atas perhatiannya.

    61. @Yudhanto – Mas Sufehmi sepertinya jawaban anda agak menyimpang dari pertanyaan saya
      .
      Sekarang sudah tahu kan kenapa ada kutipan “cape deh” di komentar saya yang sebelumnya ? 🙂
      .
      Seperti yang sudah saya jelaskan saya kan merokok sendirian atau sama teman-teman perokok lainnya, ga sama penderita asma atau non-perokok. Jadi saya merasa itu tidak menyusahkan orang lain, piye mas?
      .
      Dan seperti yang sudah saya jelaskan juga, efek rokok tidak hanya pada saat ada para perokok. Efeknya bisa terus terasa sampai setelah Anda semua meninggalkan tempat tsb.
      .
      Dan, seperti yang juga sudah saya jelaskan, efek negatif rokok bukan itu saja.
      .
      Jadi kenapa masih ditanyakan lagi ?
      .
      Ada sebabnya kenapa ada kutipan “cape deh” di komentar saya yang sebelumnya.
      .
      Dari pernyataan anda diatas tampak sekali anda orang yang skeptis dan pesimis.
      .
      Cuma dalam hal berdebat dengan perokok 🙂 sebabnya bisa anda baca di paragraf di atas ini.
      .
      Tapi saya paham kenapa begini. Rokok itu memang candu yang sangat dahsyat. Hanya kalah dari heroin.
      Jadi wajar saja jika para pecandunya ketika berdiskusi pun menjadi sangat bias & defensif, dan berusaha untuk selalu menjustifikasi hal tsb.
      .
      Karena itu saya sangat salut pada mereka yang berhasil bebas dari rokok. Saya yakin, kalau saya yang apes mengalami kecanduan rokok ini, sampai matipun saya tidak akan bisa lepas darinya.
      .
      Saya merasa ga pernah merokok di tempat umum (saya sering merokok di kamar sendirian atau bersama teman saya yang perokok), dan ga menyusahkan orang lain (terutama orang asma), tapi mas tetap “tidak terima” dan tidak percaya hal tersebut dan berusaha “meyakinkan” saya dengan memberi contoh perokok di lingkungan mas melakukan hal yang demikian. Sampai disini apa tanggapan saya ada yang salah?
      .
      Salah sih tidak, cuma statement tersebut belum memperhitungkan kemungkinan di masa depannya. Dan dari pengalaman saya, ketika seseorang sudah kecanduan berat dengan rokok, biasanya ybs akan jadi lebih menyusahkan orang lain (seperti yang saya deskripsikan sebelumnya) — bahkan ketika sebelumnya dia sudah mengatakan tidak akan.
      .
      Ini sudah sering terjadi & saya alami.
      Kawan-kawan & saudara-saudara saya yang meyakinkan saya “cuma untuk pergaulan kok, meeting kalau gak merokok sendirian, gak enak kan” dst. Pada akhirnya, mereka sudah tidak segan lagi bahkan menghembuskan asap rokok mereka ke anak-anak mereka. Dan ketika ditegur, jawabannya tetap ada saja.
      .
      Jadi, kalau kemudian Anda di masa depan juga melakukannya, saya tidak akan menyalahkan Anda karena tidak menepati perkataannya. Saya hanya akan menyalahkan saya sendiri yang gagal meyakinkan Anda untuk tidak meneruskan merokok.

    62. @Sufehmi
      Mas Sufehmi, saya rasa “cape deh” anda bukan berasal dari pertanyaan atau peryataan saya. Anda cape sendiri mencari jawaban yang kerap kali menyimpang dari pertanyaan saya. Coba dilihat lagi dalam postingan diatas. Kebanyakan postingan saya berisi pertanyaan dari pernyataan atau jawaban mas yang menurut saya agak janggal dan mungkin menyimpang.
      .
      Misalnya mas Sufehmi mengeluarkan statement “Dengan merokok, Anda akan SERING menyusahkan orang lain.”. Membaca statement tersebut, saya kan bingung. Kok bisa saya merugikan orang lain, padahal saya kan merokok sendirian, dll (dapat dibaca sendiri diatas). Makanya saya bertanya pada mas Sufehmi. Anehnya jawaban mas Sufehmi tidak mengacu pada saya melainkan pada perokok di lingkungan mas, dan pada diri mas sendiri. Padahal saya kan bukan orang yang sama dengan perokok di lingkungan mas. Mas sendirilah yang menyamakan saya dengan perokok di lingkungan mas, dan sejujurnya saya merasa itu tidak benar. Saya jelas person yang berbeda dengan perokok di lingkungan mas, biar pun kami sama-sama merokok. Nah, dari situ tampak bahwa mas kok dengan seenaknya menjustifikasi saya sama dengan perokok di lingkungan mas. Maka dari sini kan bisa dilihat siapa yang sesungguhnya bias, dan defensif. Piye mas? ada tanggapan?
      .
      Lalu untuk pernyataan mas, yang berikut ini:
      “Dan seperti yang sudah saya jelaskan juga, efek rokok tidak hanya pada saat ada para perokok. Efeknya bisa terus terasa sampai setelah Anda semua meninggalkan tempat tsb.”
      Menurut saya itu agak berlebihan. Mas sendiri tau kan kalo sirkulasi udara baik tentu saja aroma rokok bisa hilang dengan cepat. Kan udara selalu bergerak. Apalagi di open space seperti lapangan, atau pelataran parkir, aroma rokok tidak akan bertahan lama. Kalo dari pengalaman saya, mudah kok menghilangkan aroma rokok di kamar. Caranya usai merokok buka pintu lebar-lebar, buka jendela lebar-lebar, nyalain kipas angin, semprot pewangi ruangan niscaya aroma rokok cepat hilang (paling 10-20 menitan). Piye mas?
      .
      Nah, satu lagi, supaya mas ga “cape deh” coba mas tanggapi pertanyaan saya dengan melihat kondisi saya sebagai yang bertanya. Kalo yang dilihat cuman perokok dilingkungan mas, trus diterapkan ke saya, yaaa jadinya menyimpang dong. Ntar mas jadi “cape deh”, coba dilihat lagi postingan saya diatas kan biasanya memberikan gambaran seperti apa saya atau pemikiran saya. Itu aja yang di tanggapi, jangan melihat perokok di lingkungan mas dulu, tapi lihat lah saya. Sebab disini anda “berbicara” dengan saya. Sebab dari berbagai postingan anda diatas saya masih merasa “tidak dilihat” sebagai “lawan bicara”. Yang saya rasakan justru “lawan bicara” anda adalah perokok di lingkungan anda. Bener ga mas?
      .
      Jangan pesimis dan ragu, yakin lah pada diri anda atas apa yang anda lakukan. Bertanya lah ketika tidak mengerti atau merasa ada sesuatu yang janggal.
      .
      Mungkin akan lebih baik kalo kita berpendapat dengan tidak berangkat dari rasa benci, sebal, kesel, dan yang mirip dengan itu. Ada tanggapan mas?

    63. @sufehmi
      Jangan pernah merasa gagal mas, justru orang-orang macem mas Yudha ini tantangan buat kita (aktivis anti asap rokok ?). Kita hanya bertugas untuk mengingatkan, semua kembali kepada masing-masing. Kalo mo diikutin ya alhamdulillah, kita dapat pahala (bener ?) ya kalo ga diikutin ya mungkin emang belum waktunya aja. Hidayah itu hak prerogatif Allah. Tetap semangat ya mas !

      @yudhanto
      Ga usah minta maaf mas, teteh dah maafin semuanya kok dan mudah-mudahan mas juga mo maafin teteh karena ada rasa bosen dengan ke”ngeyelan” mas.

      Oya, semua yang teteh sampaikan bukan berdasar pada logika teteh tapi dari artikel-artikel yang teteh baca.

      Ya wis…kalo tetep mo ngerokok ya monggo, teteh cuma mo ngingetin aja, kalo pas ngerokok mbok ya dibaca itu peringatan bahaya merokok, jangan pura-pura ga diliat. Satu lagi (jangan bosen ya) teteh minta mas buka hati, buka wawasan dengan banyak membaca (jangan cuma blognya mas sufehmi aja).

      Pernyataan dan pertanyaan mas ga fokus pd masalah. Teteh ngerti banget, emang susah nerima pendapat orang lain yang berseberangan dengan kita walau kita tau itu bener.

      Doa teteh, semoga Allah meringankan usaha mas untuk berhenti merokok sebelum segalanya terlambat. Amin.

    64. @teteh – terimakasih, ya mudah-mudahan ada sedikit yang bisa kita kontribusikan disini.
      .
      @yudhanto – Coba dilihat lagi dalam postingan diatas. Kebanyakan postingan saya berisi pertanyaan dari pernyataan atau jawaban mas yang menurut saya agak janggal
      .
      Itu menurut Anda. Dan saya sudah jelaskan kenapa sebetulnya tidak demikian.
      .
      Tapi tidak apa, saya paham kalau Anda sangat bias kepada rokok.
      .
      Kalo dari pengalaman saya, mudah kok menghilangkan aroma rokok di kamar. Caranya usai merokok buka pintu lebar-lebar, buka jendela lebar-lebar, nyalain kipas angin, semprot pewangi ruangan niscaya aroma rokok cepat hilang (paling 10-20 menitan). Piye mas?
      .
      That’s 20 minutes of wasted time. Dan di daerah saya, 20 menit kesempatan untuk nyamuk masuk ke kamar saya. Di saat musim demam berdarah seperti ini. Dan saya alergi dengan pewangi ruangan, membuat saya bersin-bersin & hidung perih.
      .
      Dan setelah direpotkan seperti itu, bau rokoknya juga masih tersisa.
      Menurut Anda sudah hilang ? Well, maaf saja, hidung Anda sudah terkondisi dengan asap rokok, jadi bau yang masih agak keras pun mungkin sudah tidak terdeteksi lagi oleh Anda.
      .
      Mungkin akan lebih baik kalo kita berpendapat dengan tidak berangkat dari rasa benci, sebal, kesel, dan yang mirip dengan itu. Ada tanggapan mas?
      .
      Itu pendapat / prasangka buruk Anda 🙂 apa Anda tahu perasaan saya yang sebenarnya ? 🙂
      Tapi kalau ngeyel terus seperti ini, ya mungkin lama-lama saya akan jadi kesal juga, ha ha.
      .
      Tapi tidak apa, Anda memang sudah terbukti bias sekali disini. Mungkin juga masih emosi.
      Nanti sekitar 1 bulan, coba mampir kesini lagi mas, dan coba baca-baca lagi diskusi ini. Mungkin nanti sampeyan akan terkejut sendiri membaca-baca tulisan Anda sendiri.
      .
      Take care.

    65. @teteh
      Nah, saya udah duga teteh pasti baca dari tulisan-tulisan yang “anti rokok”. Saya juga sering baca, tapi kadang tulisan kayak gitu kurang jelas dasarnya kadang ada yang sampai terdengar berlebihan banget. Ya contohnya seperti biaya kesehatan 4 kali biaya cukai, asap yang dihisap non perokok 85%, rokok itu mengandung sekitar 2000 racun, dll. Berdasarkan fakta medis sih biasanya.
      .
      Tapi yang saya heran kenapa dari sekian sudut pandang kenapa selalu itu yang selalu diambil. Menurut saya argumentasi tersebut kurang “adil”. Jarang sekali saya melihat ada sudut pandang lain yang dimasukkan seperti sudut pandang sejarah, sudut pandang ekonomi, sudut pandang budaya, dan saya yakin semua sudut pandang tersebut ga bisa terlepas satu sama lain. Beberapa orang dengan semena-mena memilah-milah sudut pandang tersebut kemudian menyimpulkan sebuah hal dengan sudut pandang yang telah terpilah tersebut tanpa memandang sudut pandang lainnya. Dan hal itulah yang justru menjadi kontras. Nanti saya coba jelaskan lagi.
      .
      Waktu saya merokok saya juga membaca peringatan pemerintah teh, ga usah ngerokok juga udah sering baca itu peringatan (di tv). Menurut saya para perokok itu tau kok, dan mereka sadar bahwa dengan merokok ada resiko-resiko seperti yang tertulis di bungkus rokok. Dan kenapa mereka merokok? karena rokok itu nikmat…
      .
      Hal tersebut tentunya kontra dengan berbagai tulisan yang keluar berdasarkan dari berbagai fakta medis.
      .
      Nah, kan seperti apa yang saya bilang inilah akibatnya apabila sebuah argumen hanya didasarkan atas satu sudut pandang yang terpilah-pilah (harusnya satu kesatuan). Rokok itu beracun menurut segi medis. Jadi dia dimusuhi. Mie instan mengandung bahan pengawet dan msg yang berbahaya buat tubuh harusnya juga dikasih peringatan pemerintah , minyak goreng mengandung kolesterol yang berbahaya untuk tubuh harusnya juga dikasih peringatan pemerintah, kendaraan bermotor juga dapat menghasilkan CO2, bahaya buat tubuh harusnya diberi peringatan pemerintah juga. Wah bakalan susah banget hidup ini kalo semua dipandang dari segi medis.
      .
      Tapi entah sadar atau ngga dari dalam diri kita sendiri kadang tidak hanya memandang segala sesuatu dari segi medis. Kadang kita santai saja makan indomie, atau makan gorengan, atau berkendara. Apakah itu berarti kita acuh tak acuh dengan kesehatan? ya, tidak bisa segampang itu sih mengambil kesimpulannya.
      .
      Maka dari itu jika dipandang dari segi medis agak aneh kan kalo sebuah produk sudah duiberi peringatan tapi kok malah dijinkan beredar. Hehe…
      .
      Kalo ingin dijelaskan ya kembali lagi berbagai pandangan yang ada tersebut disatukan, nanti pasti dapat terjawab dengan lebih baik (apabila dibandingkan hanya dari medis)

    66. @sufehmi dan teteh, sekedar komentar penutup dari saya
      Sebelumnya saya berterima kasih pada mas sufehmi dan teteh yang telah menanggapi komentar saya sebagai seorang perokok (menganggap saya berada di pihak perokok).
      .
      Sejujurnya sebelum saya masuk dalam forum ini, saya sudah lama berhenti merokok (bahkan saya merokok tidak lama kok, hanya 3 bulan). Dalam forum ini saya hanya mengaku-ngaku sebagai seorang perokok pemula untuk memancing pendapat mas sufehmi dan teteh (atau kalau ada rekan yang lain yang tidak bisa saya sebutkan) tentang perokok dan rokok.
      .
      Maaf saya harus berbohong. Ini saya lakukan agar setidaknya dapat melihat bagaimana mas sufehmi menanggapi, berpikir, serta melihat seorang perokok, dan rokok. Untuk bisa melihat pemikiran mas tersebut menurut saya perlu ada “lawan main” yang berperan untuk “memancing-mancing” pendapat. Saya pun mengambil peran tersebut.
      .
      Ada beberapa hal yang saya berikan catatan dari cara berkomentar-komentar mas.
      .
      1. sebelum dapat menyimpulkan tentang rokok, coba dilihat dulu ke banyak hal (saya sudah jelaskan sedikit di komen ke teteh diatas). Misalnya saja:
      -sejarah manusia mengenal tembakau sampai ia diolah menjadi rokok.
      -proses yang dilalui dari tembakau kemudian bisa menjadi rokok yang pada akhirnya ada dijual di toko.
      -pihak-pihak yang terlibat dalam proses diatas siapa saja.
      -merokok dari segi sosial.
      -efek dari merokok.
      -merokok dari segi psikologis.
      dan mungkin masih ada banyak lagi, apabila sudut-sudut pandang tersebut sudah dipahami tentu tidak akan terjadi justifikasi yang semena-mena terhadap perokok.
      .
      2. Saya terus terang masih tidak bisa memahami tanggapan atau penalaran mas sufehmi yang kerap melenceng dari pertannyaan saya. Untuk hal ini maaf kalau agak bernada ngeyel dan membosankan mas. Mungkin kita bisa mundur ke dalam perdebatan kita mengenai pertanyaan saya yang ini: (kita pelan-pelan saja ya mas, sori lho)
      .
      kalo demikian berbahayanya kenapa pemerintah masih mengijinkan rokok terus beredar?
      .
      Sebelum mas sufehi menjawab dalam otak saya yang terlintas sebuah penalaran seperti ini (maaf mas ada yang saya kapital , tidak ada tendensi apa pun hanya agar jelas): kalau pertanyaan KENAPA atau MENGAPA, maka jawabannya adalah KARENA. Contoh:
      .
      tanya = KENAPA Budi memakai baju merah?
      jawab = Budi memakai baju merah KARENA………
      .
      Yang aneh dalam jawaban mas sufehmi, justru mas sufehmi memilih menggunakan film untuk menjawab, saya rasa hal itu yang tidak perlu. Untuk menjawab pertanyaan saya sebenarnya hanya dibutuhkan sebuah kalimat, yaitu: pemerintah mengijinkan rokok beredar KARENA ada cukai. (ini hanya contoh).
      .
      Gampang to tidak perlu nyari referensi film segala, apalagi sampai kemudian mengeluarkan argumen bahwa cara kerja mereka seperti mafia. Wah kalo tidak ada bukti atau dasar yang kuat (cuma film misalnya) malah berkesan asal-asalan saja serta berlebihan. Dan justru berbelit-belit.
      .
      Lalu untuk pertanyaan saya terhadap pernyataan mas sufehmi yang berikut ini:
      .
      Dengan merokok, Anda akan SERING menyusahkan orang lain.
      .
      Membaca pernyataan tersebut maka penalaran saya adalah sebagai berikut:
      Dengan merokok, SAYA (YUDHANTO) akan SERING menyusahkan orang lain (NON PEROKOK dan PENDERITA ASMA).
      .
      Namun FAKTANYA adalah saya merokok SENDIRIAN atau dengan perokok lain tidak dengan bersama penderita asma. Saya MEROKOK dengan BIAYA SENDIRI dan di KAMAR SENDIRI. Dan saya juga tidak merokok di kendaraan umum.
      .
      Kesimpulan yang saya dapat adalah “dengan begitu SAYA TIDAK TERBUKTI MENYUSAHKAN ORANG LAIN”.
      .
      Namun AGAR SAYA TERBUKTI MENYUSAHKAN ORANG LAIN mas sufehmi MENGGUNAKAN PEROKOK DI LINGKUNGAN MAS SUFEHMI yang merepotkan orang lain SEBAGAI “SAYA”.
      Apa penalaran saya ada yang tidak tepat mas?
      .
      Nah sebagai penutup sekali lagi saya haturkan permohonan maaf karena sudah menipu mas dan teteh. Saya dalam forum ini hanya ingin menyikapi cara memandang serta pola pikir yang menurut saya sama egoisnya dengan perokok yang tak mau tau lingkungan sekitarnya. Dan bukan karena ingin membela perokok. Saya tak ada hubungan dengan mereka karena saya sudah berhenti merokok.
      .
      Saya juga ingin agar ke depannya dalam berargumen, mas sufehmi sebaiknya pelan-pelan dan tidak terburu-buru. Akan lebih baik jika menggunakan penalaran sederhana seperti yang saya utarakan diatas. Dan usahakan “berbicaralah” dengan lawan bicara anda. Pastikan dengan baik siapa yang bertanya, apa yang ditanyakan, dan jawab seperlunya saja dulu (dengan sederhana).
      .
      Mungkin itu saja dulu, sekian dan terima kasih.

    67. @Yudhanto – kalo demikian berbahayanya kenapa pemerintah masih mengijinkan rokok terus beredar?
      .
      Jawabannya, sekali lagi, sudah ada di film The Insider mas. Dan, sekali lagi, disitu disampaikan dengan jauh lebih elegan. Tidak seperti komentar saya ini, yang tidak pernah bisa memuaskan sampeyan.
      .
      Secara ringkas – ada terlalu banyak kepentingan yang terkait dalam soal rokok. Pemerintah bukanlah entitas yang terjamin 100% baik.
      Bahkan FDA di Amerika, yang termasuk ketat dibanding institusi setara di negara2 lainnya, masih bisa meloloskan berbagai produk yang meragukan.
      .
      (cuma film misalnya)
      .
      Filmnya adalah kisah NYATA. Dan tokoh yang diperankan tersebut masih hidup serta terus berkampanye untuk pelarangan rokok.
      .
      Tokoh tersebut kehilangan SEGALANYA – pekerjaan, harta, dan bahkan istri pergi membawa anaknya; karena dia berani mengatakan kebenaran.
      .
      Dia berani memberitahu kepada publik, bahwa pabrik rokok dengan sengaja membuat produk yang meracuni masyarakat dan menutup-nutupi fakta tersebut.
      Pabrik rokok membalas dengan mengancam & menteror keluarganya, memfitnah, dan berbagai cara lainnya.
      .
      Lha kok saya malah jadi repot begini, sudah, tonton saja. Sinopsisnya juga ada banyak di Internet. Baru nanti paham.
      .
      Namun AGAR SAYA TERBUKTI MENYUSAHKAN ORANG LAIN mas sufehmi MENGGUNAKAN PEROKOK DI LINGKUNGAN MAS SUFEHMI yang merepotkan orang lain SEBAGAI “SAYA”.
      Apa penalaran saya ada yang tidak tepat mas?

      .
      You missed the point again. Poin saya, sebagai perokok, maka SANGAT WAJAR jika Anda bias untuk mendukung rokok. Karena itu saya memberikan contoh-contoh tersebut, agar Anda bisa berpikir kembali – apakah memang sikap Anda sudah benar demikian ? Yakin 100% bahwa Anda memang tidak merugikan orang lain ?
      .
      Anda terlalu banyak menggunakan perasaan dalam diskusi ini. Dan terus terang saya tidak terlalu yakin apakah betul Anda sudah bebas dari rokok. Tapi terserah kata Anda, saya cuma berusaha berdiskusi (yang sudah mulau mengarah ke debat kusir) berdasarkan informasi yang ada saja.
      .
      Pastikan dengan baik siapa yang bertanya, apa yang ditanyakan, dan jawab seperlunya saja dulu (dengan sederhana).
      .
      Terimakasih untuk sarannya. Justru itu yang sedang berusaha saya lakukan sepanjang diskusi ini 😀
      .
      Saya bisa saja berdiskusi gaya intelek seperti pak Yusril di blognya. Tapi, tebakan saya, untuk audiens ini (Anda), mungkin tidak akan kena, karena sudah kelihatan bias / “ngotot” nya.
      .
      Nah, karena itu saya sarankan menonton film saja.
      Simpel — Enak — Bisa dinikmati sambil santai — dan tetap memberi banyak manfaat / bukan sembarangan film.
      .
      Kurang sederhana apa lagi ya ?
      Tapi ya sudah, tidak apa kalau menurut Anda masih kurang sederhana, terburu-buru, dst.
      .
      Kalau Anda mau menghargai waktu yang sudah kami sisihkan untuk Anda selama ini (padahal kami sudah kena tipu pula), please, at least tolong tonton film tersebut. Saya yakin ada manfaat yang bisa Anda dapatkan (at the very least – enjoying 157 minutes of Al Pacino & Russell Crowe’s solid performance).
      Thanks.

    68. From The Insider :
      .
      Lawyer: The unlimited checkbook. That’s how Big Tobacco wins every time on everything, they spend you to death. Six hundred million a year in outside legal – Chadbourne-Park, uh, Ken Starr’s firm, Kirkland & Ellis? Listen: GM and Ford, they get nailed after eleven or twelve pickups blow up, right? These clowns have never, I mean EVER…
      .
      John Harris: Not even once.
      .
      Lawyer: – not even with hundreds of thousands dying each year from an illness related to their product, have EVER lost a personal injury lawsuit!
      .
      On this case, they’ll issue gag orders, sue for breach, anticipatory breach, enjoin him, you, us, his pet dog, the dog’s veterinarian, tie ’em up in litigation for 10 or 15 years, I’m telling you, they bat a thousand every time! He knows that, that’s why he’s not gonna talk to you.

      .
      Anda merokok tapi tidak menyusahkan orang lain ? Silahkan dipikir kembali — dengan membeli rokok saja, Anda sudah membantu mendanai pabrik rokok untuk melakukan hal-hal seperti terkutip diatas.

    69. @ Yudhanto
      Whakakak……. berarti feeling teteh bener. Dari kengeyelan mas Yudha, teteh tau kalo mas sedang “bermain” ga mungkinlah seorang perokok pemula sengeyel itu. Tapi by the way, teteh yakin diskusi (debat kusir kata mas Sufehmi) ini bisa berguna buat orang lain. Eh ya…. jadi kepikiran, jangan-jangan……ini bukan MAS YUDHANTO tapi…hmm… MBA YUK DHANTI Whakakakak………
      .
      @ Sufehmi
      Ternyata mas Yudha bukan ingin diskusi tentang rokok mas tapi ingin menjelaskan how to discuss kaleeee…. singkong dikasih ragi….tape deh (ga nyambung ya ?)
      .
      Jangan sedih dengan pernyataan mas Yudha bahwa beliau sudah menipu kita, at least komentar-komentar kita (mudah-mudahan) bisa diambil hikmahnya oleh orang lain. Dan…. kebayang ga sih tiap hari mas Yudha buka blog ini ? Mas harusnya senang dunk !
      .
      Hmmm……

    70. @sufehmi
      hmmm… sebenarnya ini debat yang menarik, mungkin karena diketik panjang-panjang atau karena terburu-buru atau ada faktor lain sehingga berkesan debat kusir. OK lah coba kita GANTI FORMAT, yaitu pelan-pelan dan pendek-pendek saja.
      .
      Mas sufehmi bertanya: “Apakah memang sikap Anda sudah benar demikian ? Yakin 100% bahwa Anda memang tidak merugikan orang lain ?”
      .
      Saya menjawab: “Ya, iya lah. Waktu saya merokok ga ada orang lain kok dan dikamar saya sendirian kok. Piye mas ada tanggapan?
      .
      Jika ada pertanyaan seperti ini “KENAPA sebuah benda jika dilempar ke atas akan jatuh ke bawah?”
      Kalo jawaban saya: KARENA ada gaya gravitasi.
      kalo jawaban mas sufehmi gimana? apa mau ngasih referensi film tentang Isaac Newton?
      .
      Sudah mas, pertanyaannya dua poin saja dulu. Monggo mas dijawab.

    71. @teteh
      Teh, daripada cuman ngakak terus coba tolong dijawab pertanyaan saya buat teteh. Cuma dua kok:
      1. Terkait dengan pernyataan teteh diatas (“Walaupun cukai rokok adalah sumbangan terbesar bagi pemerintah tapi ternyata biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah empat kali lebih besar”). Maka pertanyaannya adalah “Kapan pemerintah Indonesia menganggarkan biaya kesehatan untuk perokok sebesar 4 kali lipat dari cukai rokok?”
      .
      2. Apa yang teteh ketahui tentang asap (bisa bentuknya, bisa warnanya, bisa juga sifatnya)?
      .
      Sudah dua saja dulu. Saya rasa teteh mudah memahaminya karena kedua pertanyaan saya berkaitan dengn pernyataan yang teteh ucapkan sendiri. Monggo dijawab teh

    72. mas, okelah rokok positif menimbulkan banyak penyakit dan mematikan. Tapi banyak dokter-dokter sendiri yang merokok. Malah ada perokk berat. Mahasiswa kedokteran sendiri banyak yang masih ngerokok. Saya heran, padahal mereka udah ngeliat gambar-gambar paru yang hancur karena rokok. (dulu saya juga ngerokok tapi udah berhenti)
      untuk berhenti merokok amatlah sulit…mungkin mereka (pencandu rokok) sebaiknya melihat gambar-gambar paru-paru yang udah hancur akibat rokok. Orang lebih mudah mencerna sesuatu secara visual dari pada membaca tanpa disertai gambar

    73. Saya bisa kasih solusi nih:
      1. Karena pajak dari rokok emang gede banget dan banyak orang bergantung hidup pada perusahaan rokok, ditambah kelakuan para perokok yang memang sudah menjadikan rokok sebagai tuhan kedua mereka, gak usah deh rokok dilarang-larang.
      2. Bikin regulasi untuk melindungi orang yang tidak merokok, sebenernya regulasi ini sudah ada, di Jakarta misalnya, tinggal dijalankan dengan benar aja sama aparat. Perokok itu gak sayang sama diri mereka sendiri, jadi buat apa dipedulikan kesehatannya, kalau bisa justru kadar nikotin dalam rokok ditinggiin aja biar perokok lebih cepat mati, jadi “sampah-sampah” itu bisa cepat lenyap, lumayan juga bisa mengurangi kepadatan penduduk. Tempat-tempat macam tempat pendidikan, tempat ibadah, kantor2, rumah sakit dsb harus bebas asap rokok, jangan sampai para non-perokok menjadi korban. trus para perokok agar dianggap bertanggung jawab atas perilaku mereka, sebaiknya bawa plastik besar (terserah gimana desain enaknya) buat nutup kepala mereka klo lagi merokok di depan umum (klo sendirian seperti kata mas Yudha, bebas-bebas aja), biar asapnya tuh ditelen sendiri sama si perokok.

      Buat share pengalaman aja.. Gw orang yang sangat benci ama rokok dan perokok. Bokap gw perokok berat, berkali-kali gw ingetin dia untuk berhenti merokok. Kalau diingatkan tentang bahaya rokok, dia berkilah tidak pernah mengeluh sakit apa-apa selama bertahun-tahun merokok. Lagipula yang ngatur umur itu Tuhan, jangan nyalahin rokok, katanya. Gw mendebatnya juga, ya sih, emang yang ngatur umur itu Tuhan, tapi kalau ada yang nusuk orang pake pisau sampe mati, apa orang itu gak disalahin? Bagaimana kalau dibunuh pelan-pelan, ditusuk-tusuk jarum tiap hari misalnya, sakitnya kan gak kerasa, tapi lama lama kulit yang ditusuk-tusuk mungkin akan busuk, dan orang itu bisa mati. Rokok juga gitu kan?? Racunnya merusakkan sel-sel paru-paru sedikit demi sedikit sampai membusuk. Setelah itu gw malah ditempeleng, dia bilang gw anak kurang ajar sok-sok nasehatin orang tua. Katanya, yang beli rokok dia, pake uang hasil usaha dia, terserah mau diapa-apain juga. Sebel, padahal kalau gw ada keperluan, cukup penting semacam ingin ikut kursus bahasa inggris, dia bilang ga ada duit, sedangkan tiap bulan gw itung-itung anggaran buat rokok rata-rata habis 400rb. Kayaknya bener informasi bahwa ayah-ayah di Indonesia (terutama ayah-ayah miskin) lebih memprioritaskan belanja rokok daripada belanja untuk beli susu anaknya.

      Tragisnya 6 tahun lalu, waktu gw lagi ikutan SPMB, gw ditelpon dari rumah katanya bokap gw mati kena serangan jantung. pikiran gw langsung buyar. Untungnya gw lulus SPMB di PTN yang bagus. Tapi karena bokap gw dah gak ada, jadinya selama kuliah gw mesti kerja keras buat biaya hidup, nyokap gw cuma ibu rumah tangga yang gak punya keahlian apa-apa. Sampai sekarang gw masih marah sama bokap gw meskipun dia udah mati, kenapa dia lebih memilih rokok daripada liat anaknya lulus SPMB, diterima di PTN terkenal, diwisuda, bekerja, menikah, punya anak, dan sukses? klo gw ziarah pas lebaran, bukan bunga yang gw taburin, tapi tembakau. Bokap gw gak dapet doa sama sekali dari gw, dan gw jad anak durhaka deh…

      Semoga bisa menjadi pelajaran, thx

    74. menurut gw c…..
      merokok itu perlu selain menenangkan pkiran juga membuat kita slow…
      soal umur kan yabng diatas yang ngatur…
      sekali tarik rokok….hhhhmmmm…
      nikmat

    75. ya terserah aja

      kalo punya uang buat beli rokok ya beli aja

      tapi jangan sampai jadi orang yang ROMANTIS(rokok,makan gratis)

    76. Saya yang pelajar aja bingung, kenapa anak2 SMP di Jakarta masih ada aja yang ngrokok padahal ada materi PLKJ kelas 7 bab 3&9 yang membahas tentang bahaya merokok..

    77. Halo Bung Harry,

      Perkenalkan, saya Ferry Armand, 31 thn berdomisili di Jakarta.
      Mohon bantuan informasi atau referensi dari anda,
      saya sangat ingin sekali berhenti merokok. Sudah lebih dari 10 thn ini saya merokok.

      Berbagai macam cara sudah saya tempuh namun hingga saat ini masih belum juga berhasil. Sampai saya mendapatkan informasi dari rekan sesama KASKUSER tentang buku “Hipnoterapi: Quit Smoking! dari Rommy Rafael” ini.

      Tapi ternyata saya terlambat, buku tersebut sudah tidak lagi beredar di pasaran & sampai saat ini saya masih belum mendapatkan “alat bantu” tersebut utk membebaskan saya dari racun sesat ketergantungan nicotin ini.

      Bung Harry, mohon saran, informasi atau apapun sekiranya anda dapat membantu memberi informasi dimana saya dapat mendapatkan buku + Audio CD “Hipnoterapi: Quit Smoking!” ini.
      Istri saya sedang hamil 5 bulan & 4 bulan lagi anak saya udah lahir, pada saat itu saya benar2 ingin sudah bebas dari nicotin.

      Bila saya harus membeli, saya bersedia membeli.
      Mohon bantuan anda. Bila ada informasi, silahkan hubuni saya via e-mail?YM di : rhytm_machine@yahoo.com atau sms saya ke +6281806855003. Terimakasih.

      Regards,

      -J.P-

    78. Bung Ferry, sebelumnya saya ucapkan salut yang sebesar-besarnya kepada

      Anda untuk niat yang sangat mulia tersebut. Amat bahagia saya setiap

      kali membaca ada orang tua yang peduli dengan anaknya, sampai dia mau

      mengorbankan hal yang paling disukainya sekali pun !
      .
      Anda adalah inspirasi bagi para orang tua perokok lainnya. Semoga

      mereka pun kelak bisa mengikuti teladan Anda, amin !
      .
      Mengenai bukui “Hipnoterapi : Quit Smoking”, saya juga kurang tahu

      dimana bisa mendapatkannya. Jadi tadi saya coba cari-cari dulu.
      .
      Alhamdulillah, saya menemukan beberapa website yang menyediakannya :
      .
      kutukutubuku.com
      .
      belidong.com
      .
      cibuku

      .com
      .
      inibuku.com
      .
      bukabuku.com
      .
      bukukita.com
      .
      Dan ini ada sedikit lagi bantuan untuk Anda : membantu menekan keinginan merokok
      .
      OK Bung Ferry, semoga sukses !

    79. @yudhanto – eh ternyata pertanyaannya belum terjawab sama saya ya :
      .
      Saya menjawab: “Ya, iya lah. Waktu saya merokok ga ada orang lain kok dan dikamar saya sendirian kok. Piye mas ada tanggapan?
      .
      Jawaban saya : makanya jawaban orang lain tolong dibaca dulu. Jangan cuma asal reply saja 🙂

    80. aduuduuuh…cape deee..hari ginih masih banyak yg ngeroko!!!!pada ga sadar kesehatan yaaaa?psen dr gw…bersahabatlah dengan roko…bagi yg ingin kualitas hidupnya rendah!!!!!!gw ingin ikut organisasi anti rokok…ada yg tau alamantnya?thanks

    81. Ulama Harus Ikut Pikirkan Dampak Fatwa Haram Rokok

      Meski masih dalam tahap wacana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikabarkan akan mengeluarkan fatwa haram merokok bagi umat Islam. Isu ini dapat menjadi kontroversi baru karena bisa membuat punahnya sebuah ekosistem dan komunitas yang sudah mapan.

      Persoalannya, tentu adalah bagaimana mengatasi krisis yang terjadi pasca fatwa haram oleh MUI. Siapakah yang bertanggungjawab atas dampak negatif dari dikeluarkannya fatwa ini ? Apakah MUI juga sudah memikirkan dampak-dampaknya ?

      Memang, seharusnya MUI ikut memikirkan dan turut bertanggungjawab atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh fatwa ini. Sayangnya, pengalaman saat pelarangan Ahmadiyah yang memicu kekerasan antar kelompok beragama (yang menimbulkan kerusakan aneka fasilitas), peran MUI pasca pelarangan itu, secara sosial maupun ekonomis terkesan sangat kecil.

      Padahal, jika fatwa rokok haram diluncurkan pun pasti dampak sosial ekonomisnya juga akan luar biasa besar. Rokok merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara, dan juga penyumbang berbagai kegiatan (sponsorship) bahkan dalam event resmi pemerintahan dan keagamaan.

      Bukan itu saja, berapa juta orang yag akan mendapat kesengsaraan akibat masalah ini. Pengusaha dan karyawan pabrik rokok, meskipun banyak barangkali masih bisa dihitung. Tetapi, berapa jumlah tetangga kita yang menjadi tukang rokok di sepanjang jalan, tentu jumlahnya akan menjadi sangat banyak.

      Dalam konteks ini, kita mengharapkan agar para ulama juga turut membantu memikirkan nasib dan masa depan jutaan komunitas manusia yang menggantungkan hidupnya kepada industri rokok. Terima kasih.

      Hans Suta Widhya

    82. @Hans – fatwa bukan berarti langsung seketika langsung semuanya tutup.
      .
      Di Islam itu berbeda dengan agama lainnya – misal; pada Katolik, otoritas ada di Gereja. Jika Gereja sudah berkata tidak boleh, maka semuanya harus menurut. Karena dalam Katolik ada otoritas sentral, yaitu Gereja.
      .
      Di Islam, otoritas sentralnya adalah Khalifah. Namun, pada saat ini, institusi tersebut tidak ada, setelah dihancurkan oleh Kemal Attaturk di awal 1990-an.
      .
      Jadi, fatwa ulama itu tidak mengikat. Karena itu juga seperti Anda sebutkan, MUI tidak punya power yang besar. Fatwanya lebih memiliki kekuatan setara dengan himbauan, dan tentu saja tidak bisa dikontrol sepenuhnya oleh MUI mengenai pelaksanaannya
      .
      Anyway, argumen Anda tidak logis, karena sebelum ada pabrik rokok pun kita bisa hidup makmur.
      .
      Malah setelah ada rokok ini yang kacau – bukan sekali dua kali kita membaca berita bagaimana seorang ayah menelantarkan kualitas konsumsi untuk anak-istrinya — karena dana untuk itu malah dibakarnya / dipakai untuk merokok.
      .
      Dan masih SANGAT banyak keburukan lainnya lagi dari rokok. Salah satu paman saya meninggal setelah sekarat yang cukup lama dan sangat menyakitkan, karena paru-parunya sudah dihancurkan oleh rokok.

    83. bagi para perokok dihimbau supaya nyadar aja, selain buang2 uang mendingan belajar bahasa inggris,ntar bisa belajar internet marketing atau yang lain. yang penting positif aja

    84. sy pecandu rokok udah 10 tahun umur saya skrang udah 24,
      buat ninggalin rokok kayaknya lebih baik ninggalin istri…..

    85. Whoaaah….dah lama g on…pa kbr mas ??? Qt bikin komunitas anti asap rokok yoook…

    86. @ Arman
      Bisa nulis gt coz anda blm punya istri kan ??? Klo anda dah punya istri, coba kasih liat yang anda tulis itu…atw mungkin istri andapun pecandu rokok…

    87. wah klo saya paling anti yang nma nya rokok, krn ga ada manfaat nya bangeet dalam kehidupan kita..

      pa lagi setelah membaca artikel di atas semakin tau bahwa rokok ntu ga ada hal baik nya kecuali mensejahterakan para petani dn pebisnis tembakau,,..

    88. saya adalah mantan perokok.
      bagi kawan2 yang ingin berhenti merokok, silahkan baca artikel saya di blog saya

    89. Hiya very cool web site!! Guy .. Beautiful .. Amazing .. I’ll bookmark your web site and take the feeds additionally…I am glad to find a lot of useful info here within the publish, we want develop more strategies on this regard, thanks for sharing. . . . . .

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *