Asma

Setelah beberapa hari berusaha menyembuhkan serangan asma dengan beristirahat, akhirnya hari ini saya menyerah. Karena sesak napasnya makin parah, dan kelihatannya sudah dibarengi infeksi, walhasil tadi sore kami pergi ke [ Jakarta Respiratory Centre ] (nomor telponnya adalah 7397494, 7244560, 7228126).

Dokternya kelihatannya cukup ahli / spesialis, penanganannya juga cukup baik. Sebelumnya saya pernah mengobati serangan asma saya di sebuah rumah sakit internasional di daerah kampung melayu, waduh lumayan overkill. Saya langsung disuntik 4 kali, dengan dosis yang kelihatannya cukup lumayan, sampai jantung saya berdebar-debar dan badan saya gemetar.
Di JRC ini saya diobati dengan penguapan dulu, lalu karena kelihatan masih agak sesak napas barulah saya disuntik satu kali saja.

Waktu penulisan resep juga cukup mengesankan, dokternya minta izin dulu karena obat yang akan dia resepkan agak mahal. “Oh, enggak apa dok”, kata saya, sambil jantungan. Soalnya, di rumah sakit internasional tadi itu dokternya tidak minta izin, tapi total biaya yang kami keluarkan nyaris 1 juta rupiah untuk satu kali datang itu (glek). Saya bilang ke istri saya, bayar pakai kartu kredit saja, karena kebetulan sedang tidak membawa banyak uang cash.
Ternyata, alhamdulillah total obatnya hanya sekitar 170 ribu, fiuh 😀 padahal sudah obat racikan (yang biasanya lebih mahal).

Tapi yang paling mengesankan adalah, ketika kami selesai berobat, dengan ramah dokter itu minta izin untuk memfoto saya dengan handphone Nokia Communicator 9500-nya. Buat apa ya… ternyata, supaya dia ingat kalau saya menelpon dia, saya itu pasiennya dia yang mana.
“Menelpon dia ?” – ya, kemudian dia memberikan 3 nomor telpon yang bisa saya kontak; dua nomor handphone, dan satu nomor telpon rumahnya. “Silahkan pak kalau ada yang ingin ditanyakan, telpon saja saya langsung”.

Coba tebak, kemana saya akan pergi kalau asma saya kambuh lagi ?
🙂

Sayang JRC ini kelihatannya kurang dikenal oleh masyarakat, kelihatannya karena lokasinya yang agak masuk ke dalam dari jalan Arteri (jl. Sultan Iskandar Muda, Keb.Lama), dan papan namanya yang dipinggir jalan agak tertutup / tidak jelas terlihat dari jalan.
Jadi mudah-mudahan posting ini bisa menjadi informasi yang bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

9 thoughts on “Asma

  1. salam hormat untuk bapak hary, sekedar informasi bahwa sekarang JRC hanya buka sampai jam 8 malam, sekarang pun sudah tidak ada dokter 24 jam, dahulu sekitar 7 bulan yg lalu masih ada dokter jaga 24 jam, saya sgt menyayangkan hal tersebut, mengingat pentingnya pertolongan untuk penderita asma, dalam hal ini saya juga penderita asma.semoga dgn media ini kita dapat saling berkomunikasi.hormat saya Yudho

  2. Terimakasih atas informasinya, pak Yudho. Ya, saya lupa mencantumkan informasi bahwa JRC kini sudah tidak ada layanan emergency 24 jam-nya lagi. Sedih juga, apalagi dulu saya sudah sempat merasakan manfaat dari layanan tersebut.
    Tapi ya kelihatannya memang mereka kesulitan menutupi biaya operasional mereka, jadinya ya begitulah.
    Salam kenal dari saya.

  3. Alternatif Perawatan Penyakit Asma dengan Transfer Factor, by Steven J Bock.

    Beberapa penderita asma memiliki gejala infeksi pernapasan, kebanyakan akibat dari infeksi virus.

    Studi penggunaan Transfer Factor pada pasien asma menunjukkan bahwa sekitar 50% pasien dapat menghentikan penggunaan steroidnya dan separuhnya lagi dapat menurunkan dosis penggunaan steroidnya.

    Secara umum, terjadi penghematan biaya rumah sakit. Penggunaan Transfer
    Factor memperbaiki imunitas selular. Tidak terjadi efek samping dan reaksi alergi.

    Blog : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com

    Info Perawatan Asma dengan Transfer Factor, hubungi :

    Ryan & Kenny – 0818.07183888 – 021.94675666

  4. pak harry boleh tau nama dokternya asma nya?
    saya mau k jrc, tp ga tau dokter yg mana, spt nya dokter pak harry bagus.. bs memberitahu saya

    trima kasih sblumnya

  5. @diani – Halo, saya sudah lama sekali tidak mampir di JRC, karena sekarang saya langganan di RS Dr. Sutoyo (Jl. Veteran, dekat Bintaro), yang memang lebih dekat ke rumah saya. Dan disini ada layanan emergency 24 jam, tidak seperti di JRC.
    Pelayanannya pun sangat baik.
    .
    Semoga membantu, trims.

  6. Easy-to-use PDF to XLS is the best option for you to convert PDF to XLS. With this PDF to

    XLS Converter, it is much easier to convert encrypted PDF File to XLS as well as convert PDF to Excel, XLSX, XLSM, etc.
    With Best PDF to EPUB Converter, you can enjoy you PDF files on your portable

    devices like: iPhone, iPod, iPad, Sony Reader, and so on.

  7. Welcome to PDF to ePub Converter

    The PDF to ePub converter is a perfect and professional software to help you convert PDF to ePub. Meanwhile the PDF to ePub Converter enables you to convert PDF to ePub and ePub to PDF. Many kinds of formats such as HTML, XML, TEXT, Gif, JPEG can be converted by this powerful PDF to ePub converter. And you can use this PDF to ePub Converter to parse PDF file(include all text, image) and rebuild it. Then you will get the perfect output ePub files.

    By the way, the another PDF to EPUB Converter,after conversion by it you can enjoy the eBooks with iPad, iPhone, iPod Touch, Sony Reader, iRex Digital Reader 1000, PocketBook Reader and so on. Meanwhile, the converter suppports converting in batches and with the intuitive and clear interface, it is very easy even for the beginner. So you can have a try of this excellent PDF to EPUB converter. It will benefit you a lot!

Leave a Reply

Your email address will not be published.