Mesin Diesel: antara mitos dan fakta

Salah satu pertimbangan saya dalam membeli Kia Carens II (yang ternyata sucks itu) adalah karena mobil tersebut menggunakan bensin – bukan solar; dimana saya kira bensin adalah lebih ramah lingkungan daripada solar.

Ternyata, kelihatannya bensin itu justru jauh lebih beracun daripada solar, menurut artikel di Intisari tahun 2000 ini
🙁

Sekarang saya sedang berencana untuk mengganti Kia Carens II dengan sebuah mobil diesel, mungkin Panther atau Innova (versi diesel).
Ideas most welcome.

Dulu saya juga pernah menggunakan mobil diesel, yaitu Toyota Previa. Tapi saya selalu berusaha menjaga agar emisinya jauh berada di bawah ambang batas aman. Mobil ini sangat menyenangkan dalam pemakaiannya. Sayang harganya disini jauh lebih mahal daripada di UK.

Mobil diesel jadi semakin menarik saja; lebih ramah lingkungan, irit, bandel, nyaman (terutama yang telah menggunakan teknologi EFI / common rail), dan tetap berperforma tinggi (terutama yang ada turbo-nya).
Saya kira, kalau APV atau Xenia mengeluarkan versi diesel, mobil MPV bensin bisa overstock gila-gilaan karena tidak laku nih 🙂

Anyway, selamat membaca:
[ Mesin Diesel: antara mitos dan fakta ]

3 thoughts on “Mesin Diesel: antara mitos dan fakta

  1. Mas harry, temen saya yang pakai innova sih bilangnya konsumsi bahan bakar innova boros sekali. Harga spareparts amat mahal, juga ongkos kerja montirnya. Saya sendiri merasa nyaman pakai Panther Hi-Sporty. Sudah gak terlalu ribut dibanding generasi awalnya.

  2. #2 – terimakasih untuk informasinya, kelihatannya saya juga akan membeli panther. trims. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.