Bee magazine : membagi data pribadi customernya ?

Istri saya sudah beberapa bulan ini berlangganan Bee magazine, sebuah majalah anak-anak edukatif. Saya pikir ini termasuk salah satu majalah edukatif yang terbaik yang pernah saya lihat, dan saya mendukung keputusan istri saya untuk berlangganan ini.

Namun, beberapa hari yang lalu ada sebuah kejadian yang aneh. Istri saya tiba-tiba ditelpon oleh seorang sales Indosat, yang menawarkan berbagai paket Matrix. Anehnya karena sales tersebut tahu persis berbagai informasi seputar kami, termasuk alamat lengkap dari rumah baru kami. Tentu istri saya jadi kebingungan bagaimana sales Indosat tersebut bisa mengetahuinya.

Ternyata kemudian ketahuan bahwa promosi tersebut adalah kerjasama antara Bee magazine dengan Indosat. Saya cukup kecewa mendengarnya, karena ini telah melanggar privasi kami. Kami memberikan berbagai data pribadi kami hanya sekedar agar Bee magazine bisa mengantarkan majalahnya kepada kami (kurir mereka mengantarkannya langsung ke rumah kami) — bukan untuk dibagi lagi ke pihak-pihak lainnya.

Kesalahan kami memang tidak memeriksa apakah ada klausa mengenai privasi di kontrak berlangganan majalah tersebut, karena kami terlanjur terbiasa dengan situasi Inggris. Dimana privasi customer, secara default, adalah rahasia.
Kalaupun kami mendapatkan berbagai promosi dari vendor lainnya dari service provider (contoh: PLN, PAM, dll) kami; itu dilakukan tanpa vendor tersebut mengetahui data pribadi kami, karena promosi-promosinya diselipkan ke amplop tagihan. Jadi, privasi kami tetap terjaga.

Kami sebentar lagi akan komplain ke customer service Bee magazine mengenai hal ini. Mudah-mudahan mereka bersedia untuk bekerja sama.

Sementara itu, apakah ada lagi vendor lainnya yang melakukan hal ini juga ? Membagi-bagi data pribadi Anda kepada pihak-pihak lainnya ?

Bagi pengalaman Anda disini, agar kita semua dapat terhindar dari masalah tersebut.
Terimakasih.

20 thoughts on “Bee magazine : membagi data pribadi customernya ?

  1. gue sering banget ditelpon oleh ANZ, nawarin platinum card-nya. udah gak terhitung berapa kali mereka menawarkan, dan sudah ganti sampai 4 telemarketer yang selalu menawarkan.
    .
    tapi kadang ini bisa buat ngisengin orang lain, kasih tahu aja nama sama notel orang yang pengen kita kerjain ke telemarketer ini. 😀

  2. Saya juga sampai saat ini mengalami hal yg sama persis dengan ryosaeba. Bisa sehari 3x jek! Fiuh… Setiap kali nelpon, pasti saya tanya, dapat nomor hp saya dari siapa? Dan biasalah, pasti dijawab “Maaf pak, ini rahasia kami…”.

    Sampai beberapa hari kemarin, saya jebak duluan dengan menanyakan nama si salesnya, alasannya “saya harus yakin bahwa Anda memang dari PT Anu..” Akhirnya dia sebut namanya dan ID karyawannya. Hurray…

    Ya SOP saya pun berjalan, saya tanya dapat info dari mana, dia gak jawab, saya desak terus, ampe terakhir saya ancam akan saya adukan ke Polisi karena mengganggu privasi saya. Rupanya dia ketakutan, dan disebutlah nama salah satu teman saya… haiiyahh..

    Berikutnya, saya tegur baik-baik teman saya itu, heheheh…

    Iya yah, kayaknya privasi belum dianggap berharga, hiks…

  3. Saya pelanggan matrix, setahun lalu dikasih kartu kredit ama BNI gratis pre-approval , tinggal kirim KTP langsung aktif (BNI kerjasama dengan INDOSAT)

    Setelah memiliki kartu kredit tsb, banyak tawaran seperti dari sales asuransi cigna international. saya diberondong ‘seribu’ pertanyaan via hp selama 15 menit. (mau aja ya…)

    Sekarang udah stop keduanya. nyesel dirongrong bunga.

  4. Saya juga sama seperti mas ryosaeba, waktu itu sering di telpon dari ANZ, nawarin platinum card.

    Telemarketer:
    “Pak, kami dari ANZ mau nawarin platinum card, syaratnya gampang cuma fotokopi kartu kredit Gold yang sudah ada.”

    Saya:
    “Boro-boro punya Gold, yang biasa aja ngga punya kok”

    Telemarketer:
    “Oh begitu ya Pak, terima kasih atas waktunya”

    hehehehehehe :p

  5. mungkin bukan beemagznya (perusahaan), tapi CS nya (personal) yang ngejual
    gampang kok itu, kalau lagi ada seminar gitu
    coba aja isengin penjaga buku tamunya, mbak nanti abis seminar bisa minta foto kopian buku tamunya gak ?

    Paling seru kayak si ryosaeba, telemarketernya dilemparin ke teman2… tapi kalau sekarang takut kualat ah

  6. Kalau begitu “Selamat datang di Indonesia …”

    Soal seperti itu bukan soal yang aneh kok di Indonesia. Contohnya adik, sudah banyak kali orang telepon ke dia nawarin kartu kredit, terakhir standar charter. Saya dengarnya langsung udah tiga kali, dan adik selalu bertanya “dapat no ini dari siapa ?” apa yang mereka tanya ga dijawab sama adik. Adik terus bertanya “dapat no. ini dari siapa?”. Masalahnya adik ga pernah berhubungan dengan kartu kredit. Akhirnya orang tersebut bilang dari bank.

    Saya pribadi, kalau ngisi formulir apapun baik didunia nyata atau dunia maya pasti dalam pikiran “nanti data saya aman ga ya ?”

    Saya juga ditawarin Astro, tapi ga mau tanya macem2, udah kesel duluan, kok mereka tahu ya.. no telepon saya.

    Mungkin salah satu sudah terjawab kali ya… kenapa orang Indonesia itu suka memalsukan identitas 😀

  7. istri saya berlangganan bee magazine juga. alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada penawaran dari pihak lain (apa emang cooper yak?) 😛

  8. Dear all,

    Menurut gw itu wajar selagi..lo gak dirugiin mereka…
    contoh : – lo ditawarin produk..lo kan gak keluar pulsa malah mereka yang keluar pulsa. (thats a bussines bosssss.)
    trus, kecuali kalo lo disuruh transfer uang buat beli produk mereka itu baru merugikan…
    gw rasa itu wajar dan lumrah…coba kalo lo di posisi mereka..apa lo akan berlaku sama..(think about it). jadi kesimpulannya selagi dia or what ever…gak ngerugiin lo..biarin aja. mungkin suatu saat lo pasti butuh…ingat bos dunia itu selalu berputar kadang di atas dan kadang di bawah…
    “SALES IS A GOOD PERSON NOT A CRIMINAL”

    Cheeeeeeers,

  9. saya pernah ditelepon oleh orang yang mengaku dari salah satu hotel bintang empat di bilangan senayan. mereka memberikan penawaran untuk menjadi member VVIP hotel tersebut. setelah lebih dari setengah jam berpromosi mengenai berbagai fasilitas dan kemudahan yg akan saya nikmati, ujungnya dia meminta uang registrasi yg harus dibayarkan melalui kartu kredit.

    pertama, saya masih mencoba mencari tahu, bagaimana saya harus membayar uang registrasi tersebut melalui kartu kredit sedangkan mereka tidak menyertakan website resmi yg bisa diakses secara online, dan mereka juga tidak meminta saya datang ke hotel tersebut untuk menggesek kartu kredit.

    kedua, kecurigaan mulai timbul, setelah “orang” tersebut meminta 12 digit kartu kredit milik saya berikut data pribadi. dikatakan, mereka butuh data yg valid karena keanggotaan di hotel tersebut betul2 super VIP dan terjaga privasinya.

    alarm bahaya mulai berbunyi … ting tong … mereka hendak mencuri identitas saya dan menguras kartu kredit milik saya.

    lantas, saya mulai ajak orang tersebut bicara kesana kemari. akhirnya, dia terlihat kesal dan mulai emosi. pasalnya, udah lebih dari 1 jam saya meladeni obrolan dia.

    oo iya … dia telpon dari no 021 3502418. bisa saja no itu adalah no telepon umum. dan yg berbicara saat itu adalah wanita …
    sebelumnya, saya sudah tiga kali menerima telpon serupa namun yang berbicara adalah laki-laki.

  10. In the normal way I was thinking the the blog can be used just to contact the friends. I this moment, I am not very sure that the friends are the only one that follow the writer.

  11. In the normal way I was thinking the the blog can be used just to contact the friends. I this moment, I am not very sure that the friends are the only one that follow the writer.

Leave a Reply

Your email address will not be published.