Bintaro Plaza 21 : berdua nomat malam

Hari Senin kemarin ini (29 Januari 2007), saya mengajak pacar saya untuk nomat (nonton hemat) di bioskop Bintaro Plaza 21. Ini karena saya baru tahu ternyata ada jadwal tayang pukul 21:55. Wah kebetulan, jadi saya dijemput istri dari kantor, lalu bisa langsung nomat. Kebetulan saya tertarik untuk menonton film Pathfinder.

Pukul 17:00 kami mampir sebentar ke bioskop, dan membeli tiketnya. Saya lihat di layar komputer kasir, baru kami berdua yang membeli tiket untuk film Pathfinder pukul 21:55, enak juga bisa bebas memilih tempat duduk. Kami pilih yang di tengah. Lalu saya diantar kembali ke kantor.

Pukul 21:30 Helen sudah muncul di kantor saya. Setelah mengunci semua pintu, kami berangkat ke Bintaro Plaza 21.
Setibanya disana, karena kelaparan, saya membeli donat di Dunkin Donut yang ketika itu sudah mau tutup. Ketika sudah selesai memilih dan akan membayar, saya baru sadar Helen agak cemberut.

“Rok mereka kok mini banget”, komplainnya. “Wah, enggak perhatiin tuh”, jawab saya, maklum orang lagi kelaparan. Saya dipelototi jadinya 😀 tapi akhirnya dia sadar bahwa saya memang benar-benar terlalu sibuk memilih donat dan tidak sempat memperhatikan yang mengambilkannya, he he. Yah mudah-mudahan saja ini bukan policy dari Dunkin Donut (contoh: karyawati WAJIB menggunakan rok yang panjangnya MAKSIMUM 10 cm, yay)

Saya sengaja membeli makanan di luar bioskop karena setahu saya pada jam tersebut counter makanan di bioskop sudah tutup, dan ternyata memang demikian. Penjaga bioskop jadi tidak mempermasalahkan makanan yang kami bawa dan langsung mempersilahkan kami masuk. Dan ketika itulah kami baru menyadari sesuatu yang aneh.

Hanya ada kami berdua di bioskop tersebut 😀

Karena tanpa sekrinsyut adalah basbang, maka terlampir adalah foto situasi di bioskop Bintaro Plaza 21 ketika itu, pukul 22:00 tgl 29 Januari 2007 :

nomat-29012007-1

nomat-29012007-2

(klik di foto untuk memperbesar)

Kita tertawa-tawa sambil tercengang… tumben euy. Serasa bioskop probadi.

Setelah menonton iklan film Rocky, maka film Pathfinder dimulai.
Filmnya sih tidak terlalu spesial, tapi ada satu pelajaran yang menarik dari situ — ketika jelas sudah ketahuan ada ancaman yang berbahaya, dan ada waktu 15 tahun untuk beradaptasi dan bersiap untuk menghadapinya lagi; kenapa tidak dilakukan?
Untung saja ada Ghost, sehingga suku Indian (yang masih mengandalkan teknologi zaman batu) tidak habis dibantai oleh bangsa Viking.

Tapi film ini memang brutal dan cukup eksplisit, jadi yang tidak tahan melihat darah sebaiknya jangan menontonnya.

Selesai menonton Pathfinder, tanpa kami ketahui, masih ada kejutan lebih besar yang menanti.

Pathfinder selesai sekitar pukul 23:30. Ketika kami berjalan keluar dari teater, tertegun sejenak melihat lobi bioskop.

TIDAK ADA PENONTON LAINNYA DISITU 😀

Cuma ada beberapa staf bioskop, yang jelas terlihat sudah mengantuk dan bosan menunggu.

Begitu terlihat kami keluar, muka mereka langsung terlihat menjadi cerah, dan mereka buru-buru menutup bioskop.
Kami juga buru-buru keluar dari bioskop, sambil cekikikan berdua seperti ABG.

selesai-nomat-29012007-1
Suasana di luar bioskop

selesai-nomat-29012007-2
Helen sedang menuruni eskalator, memperhatikan situasi di lantai dasar Bintaro Plaza

Benar-benar tinggal kami berdua saja pengunjung di Bintaro Plaza. Enggak enak juga jadinya, melihat semua orang cuma menunggu kita berdua – satpam, tukang parkir, staf bioskop, dll. Di tempat parkir pun hanya mobil kami yang masih tersisa, he he.
Setengah berlari kami berjalan menuju ke mobil, dan langsung buru-buru hengkang dari situ.

What a day. Nonton malam sih memang enak sekali, karena jadi rileks setelah pusing seharian.
Tapi kalau seperti itu lagi, wah… enggak deh 🙂

18 thoughts on “Bintaro Plaza 21 : berdua nomat malam

  1. Hehehe, kemarin Senin itu kami juga sebetulnya berniat nonton, di BP21 hanya gak jadi. Untung tuh, biasanya kalau penontonnya sedikit (apalagi hanya berdua), film-nya suka dipotong-potong.

  2. seumur hidup tinggal dibintaro deket sekali ama bp21 situ, tapi kagak pernah lihat saat sepi lengang gitu… (cuman camera yang mlottotin kali..?)

  3. Saya sih nggak kaget, mas Harry itu kalo pas server kantor rusak [yg bermerek ‘semoga awet – tahun 1997’], pasti langsung kontak office boy: “mau nemenin nginep kantor nggak ?” :: jawab OB nya langsung :: “mau banget mas, sekalian belajar internetan, dan baca email” hehehee …

    Kini jaman udah berubah ya mas Harry, nggak kerasa pernikahan mas Harry di masjid PI itu sudah menghadiahkan 4 orang putra/i, dan UK adalah tempat yang memisahkan mas Harry dg Office Boy yg seneng nemenin [eh, nemenin apa merepotkan, habis nanya melulu ….]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *