Air Tebu – aman bagi penderita diabetes. Mengapa gula berbahaya? Apa lagi racun di sekitar kita?

Salah satu kesenangan saya saat ini adalah keluyuran di blogosphere Indonesia, terutama ke berbagai blog yang ditulis oleh para pakar / spesialis di bidangnya masing-masing. Luar biasa banyak pencerahan yang sudah saya dapatkan dalam hitungan menit saja. Salah satu yang rutin saya kunjungi adalah blog Dr. Anthy. Beliau berada di Surabaya, namun berkat Internet & layanan blog, maka beliau bisa berbagi wawasannya dengan kita semua.

Salah satu postingnya yang paling menarik adalah informasi bahwa air tebu itu aman bagi penderita diabetes. Lho, bukannya gula putih itu berasal dari tebu juga, tapi kenapa yang satu aman sedangkan yang hasil diproses justru berbahaya?
Ini sangat menarik, karena di keluarga saya banyak yang mengidap diabetes.

Ternyata proses pengolahan dari tebu menjadi gula yang bertanggung jawab atas hal ini. Pada proses tersebut, zat bernama sakaran lenyap dari air tebu yang diproses menjadi gula. Karena itu gula kemudian menjadi tidak aman bagi para penderita diabetes.

Lho kalau begitu berarti penderita diabetes tidak perlu mengkonsumsi pemanis buatan dong? Mereka tetap bisa menikmati pemanis alami, asalkan tidak diproses dengan cara yang dekstruktif begitu.
Menarik sekali.

Saya kemudian menjadikan topik ini sebagai bahan pembicaraan di berbagai kesempatan. Ternyata kemudian saya mendapatkan berbagai informasi lainnya yang menarik :

[ 1 ] Gula yang sudah diproses dari tebu aslinya tidak berwarna putih, namun cenderung kusam / kecoklatan. Warna putih didapatkan dari proses pemutihan dengan menggunakan zat kimia 🙁

[ 2 ] Beras yang biasa kita beli sudah diproses secara kimia, sehingga warnanya bagus dan tidak diserbu oleh kutu.

[ 3 ] Produk peternakan (susu, telur, ayam, sapi, dll) ada yang telah tercemar hormon & antibiotik

[ 4 ] Sayuran & buah tercemar pestisida (dan cairan pencuci buah/sayur terbukti tidak efektif)

[ 5 ] Dan berbagai potensi masalah lainnya.

Waduh, jadi pusing saya 🙁

Kalau poin 1 mungkin masih agak mendingan, walaupun saya tidak bisa mendapatkan gula tebu asli, sekarang Helen selalu membeli gula coklat / bukan yang putih. Walaupun sakarannya sudah hilang, paling tidak keluarga kami tidak menelan zat pemutih.
Dan tentu idealnya kami bisa segera menemukan suplier gula tebu asli.

Untuk poin 2, bingung saya 🙁
Lha semua beras di pasaran sudah diproses seperti itu. Sejauh ini saya belum menemukan yang tidak diproses, karena memang beras yang tidak diproses akan diserang kutu.

Saya jadi bertanya ke ayah saya, gimana caranya orang zaman dulu menyimpan berasnya di lumbung?
Ternyata disimpan dalam bentuk padi, bukan beras. Maka selain jadi anti kutu, juga jadi bisa disimpan selama berbulan-bulan tanpa masalah.

Zaman sekarang mungkin repot kalau harus menumbuk padi saban menanak nasi, tapi mungkin ini peluang bisnis bagi enterpreneur yang bisa menemukan alat pemroses padi menjadi beras.
Kalau ini sudah ada, maka keluarga saya bisa beralih ke padi saja.

Untuk poin 3, saya juga bingung lagi 🙁
Bagaimana caranya membedakan ternak yang organik dengan yang sudah tercemar zat-zat kimia seperti hormon pertumbuhan & antibiotik ? Ini cukup berbahaya, misalnya zat antibiotik yang terus masuk ke tubuh dalam dosis rendah akan membantu kuman di tubuh kita untuk menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut.

Kalau di luar negeri sudah agak enak, karena ada skema labeling yang mempermudah kita untuk menemukan makanan yang organik. Baik sekali kalau di Indonesia juga bisa ada skema seperti ini.

Anyway, susah sekali untuk memberi makanan yang sehat bagi anak-anak kita saat ini. Kita suruh mereka banyak makan buah & sayur, tapi ternyata ada pestisidanya. Dan masalah lainnya yang sudah saya cantumkan diatas.
Ide? Solusi?

Juga kalau ada yang bisa membantu konfirmasi berbagai informasi di atas, kami akan berterimakasih sekali.

Jadi, bagaimana caranya supaya kita bisa makan sehat di Indonesia ? Please share any info that you have. Thanks.

43 thoughts on “Air Tebu – aman bagi penderita diabetes. Mengapa gula berbahaya? Apa lagi racun di sekitar kita?

  1. dikutip dari detik.com
    Tips Jadi Vegetarian Sehat [kutipan dari detik.com]
    Buat banyak orang, menjadi vegetarian lebih dari sekedar pilihan, namun itu adalah jalan untuk hidup. Orang yang menyerah memakan daging biasanya jadi vegetarian untuk alasan religi, kepantasan dan kesehatan bahkan tren.

    Anda ingin mulai jadi vegetarian, simak beberapa tips berikut. Jangan takut untuk mencoba, untuk kesehatan semua pasti ada jalannya.

    1. Makanlah beberapa jenis makanan yang berfariasi. Termasuk polong-polongan, buah-buahan, sayuran dan serat untuk diet Anda. Ini adalah cara terbaik untuk memastikan Anda memperoleh segala nutrisi yang diperlukan.

    2. Tambahkan produk kacang kedelai di menu Anda, kecuali Anda alergi terhadap kedelai. Kedelai adalah sumber yang bagus untuk protein. Ditambah lagi kedelai punya kelebihan lain bagi kesehatan dan bisa membantu Anda terlindung dari kanker.

    3. Makanlah makanan segar sebisa mungkin. Minimal ini membantu proses kelengkapan asupan nutrisi pada tubuh.

    4. Carilah makanan organik. Jika Anda berkomitmen untuk jadi seorang vegetarian atau vegan, sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan-makanan terbaik. Anda bisa memulai menanam bahan makanan Anda di halaman rumah. Makanan organik ini biasanya tumbuh tanpa pestisida atau zat kimia untuk kesuburanm jadi jangan khawatir dengan racun. Mungkin lalapan juga bisa jadi pelengkap menu Anda.

    5. Jika Anda mulai bingung dengan menu makanan. Sebaiknya belilah buku masak vegetarian. Selain rasanya lebih pas dengan selera Anda, Anda juga bisa yakin benar tak ada kandungan daging didalamnya dibanding Anda membeli masakan jadi di luar.

    6. Cobalah berkreasi dengan bahan-bahan makanan Anda. Anda juga bisa mencoba masakan etnik seperti masakan a la India, Cina, Thailand, Italia dan Meksiko. Masakan di negara-negara tersebut biasanya tak berdaging. Atau Anda juga bisa mengunjungi restoran vegetarian di kota Anda.

    7. Pertimbangkan apa alasan Anda menjadi seorang vegetarian. Jika Anda sudah yakin, maka bersungguh-sungguhlah. Bergabunglah dengan grup vegetarian di situs dan Anda bisa tahu banyak tentang kehidupan seorang vegetarian.

    Ada orang yang bisa dengan mudahnya menyesuaikan diri menjadi vegan. Namun ada juga yang tidak bisa begitu saja menjadi seorang vegetarian. Sebenarnya hal tersebut terjadi karena kurangnya asupan nutrisi yang ia dapat sebab ia tak tahu kandungan gizi dari makanan yang harus dikonsumsinya.

    Jangan salah langkah. Anda juga bisa mengunjungi ahli gizi untuk berkonsultasi mengenai masalah tersebut.(yla/yla)

  2. Gula yang sudah diproses dari tebu aslinya tidak berwarna putih, namun cenderung kusam / kecoklatan. Warna putih didapatkan dari proses pemutihan dengan menggunakan zat kimia

    Kalo ga salah malah gula yang berwarna putih itu selalu laku dipasaran :-s

  3. prinsipnya, orang kencing manis harus makan sedikit kalori, nah makanan yang manis banyak mengandung kalori kecuali pemanisnya berasal dari pemanis buatan contohnya sakarin yang mengandung sedikit sekali kalori. Jadi, saya pikir(belum lihat komposisinya) air tebu juga tinggi kalori karena gula pasir berasal dari tebu.

  4. untuk point no 2. selain alat yang praktis yang bisa memecah butir padi jadi beras (bayangan saya praktisnya harus sepraktis mesin pembuat kopi), sepertinya dibutuhkan padi khusus juga.

    padi yang disimpan lama, biasanya yang masih terikat ke gagangnya. jarang melihat padi disimpan lama dalam bentuk butiran (yang sudah lepas dari gagangnya). entah, mungkin saya yang kuper.

    tapi kalau memang benar yang saya tulis diatas, padi-padi yang ditanam sekarang (misal model IR). kemungkinan tidak bisa disimpan dengan cara ini. karena padi ini lebih mudah copot dari gagangnya. cara menuai padinya jg beda kan, pake sabit trus digebuk. karena memang butirannya mudah lepas.

    apakah cara menyimpan dalam bentuk butiran padi atau dalam bentuk ikatan (dirangkeuy mun ceuk orang sunda mah), mana yang lebih baik saya kurang tahu. bukan petani sih. tapi dulu kakek/nenek sih petani 😀

  5. Oya, kalau Habbatus Sauda itu gmn ya? Menurut hadits kan menjadi obat segala macam penyakit, kecuali maut. Sekarang saya juga mengkonsumsi kapsulnya sih walau tidak rutin. Itu dari segi kesehatan atau ilmiah apa sudah diteliti ya?

  6. soal warna putihnya gula, gue tahu hal ini dari baca intisari jaman SMP/SMA dulu. makin putih gula, makin banyak kandungan karbonnya, makin berkurang kadar manisnya. jadi memang dari dulu gue udah menghindari pakai gula yang warna putih, lebih karena rasio rasa manis per duit yang gue keluarkan jauh lebih besar ketimbang beli gula yang warnanya putih bersih.

  7. Dulu, orangtua punya tegalan disamping rumah yang ditanami sayuran seperti kacang panjang, tomat, bayam dsb nya. Kelapa, mangga, belimbing, jeruk juga ada di pekarangan…jadi tinggal beli beras, yang bagus adalah beras yang dari ladang (tetangga saat itu masih panen padi dan ditaruh di lumbung), ditumbuk pakai lesung.

    Jadi sebetulnya bahan bakunya juga harus sehat, tak disemprot pestisida….Kalau tebu dulu nggak beli, karena di dekat rumah adalah ladang tebu, maklum kota saya dikelilingi pabrik gula…..asal dimakan di ladang, tak dilarang oleh mandornya. Dan rasanya enak sekali makan tebu di kebon tebu.

  8. Tips membeli sayur/buah yg bebas pestisida: Pilih yg ada ulatnya, karena kalau ada ulat berarti gak kena pestisida. Selain itu, harga sayur/buah yg spt itu murah2.

  9. Teman saya punya tambak dan untuk menggemukkan ikan dia memberi ikan tersebut deksametason (obat kortikosteroid) agar ikannya gemuk. Untuk manusia jika Deksametason dikonsumsi terus menerus akan menyebabkan moon face atau muka terlihat gemuk. Selain itu dexamethason menyebabkan kekeroposan pada tulang. So, hati-hatilah memakan ikan dari tambak.

  10. di samarinda saat ini sedang di stop distribusi gula impor merk s*j dan in*i man*s, apakah ada korelasinya dengan artikel ini? sebab gula tersebut sangat putih,murah,laku dipasaran, apalagi s*j dengan sertifikasi MUI gede banget di karungnya, apakah MUI adalah organisasi preman terselubung yang menghalalkan segala barang untuk tujuan sendiri? apakah laboratorium MUI kalah canggih dengan laboratorium dari sahabatnya bang Fehmi? tolong penjelasan.

  11. apakah MUI adalah organisasi preman terselubung yang menghalalkan segala barang untuk tujuan sendiri?
    .
    Beginilah Islamophobic, logika jadi tidak berfungsi.
    .
    Lab halal MUI cuma fokus ke soal halal.
    .
    Kalau soal yang sudah lebih kompleks seperti ini, jelas sudah di luar scope nya (label halal).
    .
    Plus kalaupun lab MUI menemukan makanan yang berbahaya, ybs juga tidak punya wewenang untuk menghentikan peredaran makanan tsb.
    .
    Karena untuk soal labeling halal saja mereka sudah sibuk luar biasa, jadi mereka fokus kesitu.

  12. @Yuda – Kalo ga salah malah gula yang berwarna putih itu selalu laku dipasaran :-s
    .
    Betul, karena terlihat “bersih”.
    .
    Sialnya, ternyata kesan bersihnya itu hasil zat kimia…. 🙂

  13. @mr.bambang – Oya, kalau Habbatus Sauda itu gmn ya? Menurut hadits kan menjadi obat segala macam penyakit, kecuali maut. Sekarang saya juga mengkonsumsi kapsulnya sih walau tidak rutin. Itu dari segi kesehatan atau ilmiah apa sudah diteliti ya?
    .
    Habbatussauda nya sendiri saya yakin berkhasiat — tapi kalau sudah diproses jadi kapsul ? Saya kurang tahu juga.
    .
    Jangan-jangan ternyata seperti tebu — air tebunya aman & baik bahkan untuk penderita diabetes; tapi ketika sudah diproses (menjadi gula putih) malah berbahaya 🙂

  14. @ryosaeba – makin putih gula, makin banyak kandungan karbonnya, makin berkurang kadar manisnya.
    .
    Wah, informasi yang menarik 🙂 baru tahu saya. Trims.
    .
    Intisari zaman dulu memang banyak banget informasinya yang berguna ya.

  15. @mk – Selain itu dexamethason menyebabkan kekeroposan pada tulang.
    .
    Betul mas… waduh, tidak ada lagi ya makanan yang sehat 🙁
    .
    Trims sharing informasinya.

  16. @Ananda – Tips membeli sayur/buah yg bebas pestisida: Pilih yg ada ulatnya, karena kalau ada ulat berarti gak kena pestisida. Selain itu, harga sayur/buah yg spt itu murah2.
    .
    Tipsnya kreatif 🙂
    .
    Thanks!

  17. @sufehmi

    saya tidak anti islam, menurut saya islam bagus kalo diterapkan secara full (tidak setengah2 seperti indonesia), contoh:korupsi sama dengan hukum pancung, tidak hanya kurungan badan saja.
    dan kembali ke masalah MUI, mari kita beradu arguentasi tanpa membawa agama,contoh kasus ajinomoto yang di klaim MUI mengandung babi waktu tahun kapan saya lupa, akhirnya apa yang dilakukan ajinomoto,mereka mengirim ajinomoto ke saudi arabia dan tidak ada masalah sama sekali.dimana logikanya?

  18. bagaimana dengan msg/monosodium glutamate/veksin?
    aku rasa hampir sama kasusnya dengan gula putih yang sudah mengandung bahan kimia. tolong di forward ke dokternya bung fehmi. thanks.

  19. Untuk Poin no. 2

    Kalau di indonesia sudah tidak ada sawah dan ladang, berarti Pak Herry harus memiliki sawah sendiri. tambah bingung 🙂

  20. @jack – menurut saya islam bagus kalo diterapkan secara full (tidak setengah2 seperti indonesia), contoh:korupsi sama dengan hukum pancung, tidak hanya kurungan badan saja.
    .
    Tidak bisa, karena Indonesia bukan negara islam.
    .
    Logika Anda keliru.
    .
    dan kembali ke masalah MUI, mari kita beradu arguentasi tanpa membawa agama,contoh kasus ajinomoto yang di klaim MUI mengandung babi waktu tahun kapan saya lupa, akhirnya apa yang dilakukan ajinomoto,mereka mengirim ajinomoto ke saudi arabia dan tidak ada masalah sama sekali.dimana logikanya?
    .
    Tidak ada logikanya karena tidak nyambung.
    .
    MUI cuma menyatakan data yang mereka temukan pada saat tersebut.
    .
    Kalau kemudian ajinomoto mengirim ke Saudi Arabia, bisa saja kasusnya berbeda total. Contoh :
    .
    (1) yang dikirim sudah bebas babi
    .
    (2) Saudi tidak memeriksa dengan teliti
    .
    Logika Anda keliru sekali lagi.

  21. @nn – bagaimana dengan msg/monosodium glutamate/veksin?
    aku rasa hampir sama kasusnya dengan gula putih yang sudah mengandung bahan kimia. tolong di forward ke dokternya bung fehmi. thanks.

    .
    Saya kurang tahu persisnya, tapi yang jelas keluarga saya tidak menggunakan MSG.
    .
    Kebetulan juga beberapa anggota keluarga saya alergi / sensitif terhadap MSG.
    .
    Yang jelas, sudah mulai bermunculan juga restoran yang bebas MSG. Saya kira ini tren yang sangat menarik.

  22. @cahsukun – bisa saja kita membeli berupa padi. Tapi, tambah repot, karena harus dijadikan beras dulu sebelum bisa ditanak 🙂

  23. kalo melihat 5 point info penting di atas, sepertinya orang-orang kampung bakal jauh lebih sehat dari orang kota karena mereka lebih memilih gula pasir kusam, berasnya masih fresh krn baru keluar dari selipan, memiliki peternakan kecil-kecilan dengan makanan utama dedak yang dicampur sisa nasi ataupun rebusan kangkung, sayuran tinggal ngambil disekitar rumah yang bebas urea apalagi pestisida. setidaknya itulah yang saya lihat pada keluarga saya di kampung:D

  24. sekilas kita melihat bayangan yang mengerikan dari setiap makanan yang akan masuk kedalam mulut kita. tidak ada makanan yang baik secara sempurna untuk dikonsumsi kecuali kita mau pindah kegunung dan beternak serta bercocok tanam sendiri. yang tentunya hidup jadi luar biasa rumit karena hari-hari akan kita habiskan untuk banyak hal seperti membuat kecap sendiri, gula, garam, tepung, dan sebagainya. untuk menghasilkan satu masakan saja kok rasanya repot luar biasa.hehe…
    dampak dari zat-zat kimia yang tercampur dalam makanan yang kita konsumsi memang tidak menyenangkan. kanker lah, osteoporosis lah, dan banyak lagi. Tapi mungkin kita bisa refleksi sejenak, memangnya kita mau hidup berapa lama didunia ini?bukankah lebih baik kita jalani hidup ini dengan meningkatkan kualitasnya, bukan kuantitasnya. so, makanan memang tetap harus dijaga agar tidak berlebihan tetapi jangan sampai hal ini membuat resah dan pusing memikirkan makanan sehat apa yang harus disantap hari ini. lebih baik makan secukupnya dan pikirkan apa yang bisa kita kerjakan dan kita berikan untuk hari ini.
    sekedar hiburan, penggunaan zat-zat pengawet dan kimia lainnya juga memiliki dampak yang positif. paling tidak angka kelaparan dunia menurun drastis ketimbang puluhan tahun yang lalu. dan bagi yang hobi makan, juga diberi kesempatan dalam hidupnya untuk mengkonsumsi makanan-makanan (asing) yang mungkin tak pernah ia sentuh tanpa penggunaan zat kimia. sebut saja kaviar, nori, kornet, dan makanan lain yang luar biasa banyaknya dan luar biasa menariknya…

  25. Jadi ingat masa kecil, minyak goreng bisa bikin sendiri dari kelapa…terus sayuran dari kebon, tempe tahu kebetulan tetangga ada yang bikin. Rumah dikelilingi kebun tebu, boleh makan sepuasnya tapi tak boleh mencuri di kebon. Beras beli dari tetangga yang menumbuk sendiri berasnya pake lesung…dan rasanya dulu ga kenal pestisida ya. Buah pisang selalu ada, belum kelapa muda (ada kelapa hijau, kelapa kuning dsb nya), mangga, belimbing, jeruk dsb nya.
    Duhh rasanya rindu kampung tempo dulu…sekarang kampungku udah jadi kota, jadi tak menarik lagi. Sekeliling rumah udah bangunan semua, ada sekolahan, restoran dll…..dan kebon tebunya hilang…karena jadi bangunan rumah. Tak heran jika akhirnya Pabrik Gula kesulitan mendapatkan lahan….karena selama ini lahannya menyewa dari petani (termasuk tanah nenek yang sering di sewa PG).

    Bisa baca di http://edratna.wordpress.com/2007/07/11/pabrik-gula-riwayatmu-kini/

  26. Hi Harry,
    This is an important post for all Indonesians, end consumers, who live in Tanah Air, who are more and more health-conscious. A great forum here 🙂 Without a reliable firm labeling system to indicate the origin, contents, organic vs non organic, etc. it’s tougher for anybody to know and to decide which things are best for us. Even over-seas, U.S. & Europe, with many different labels avail…consumers aren’t always aware of what they are, how to read those labels, to make the best choices etc. etc. It’s another learning experience…and it’s wonderful when people share this information…pros vs cons, where to find what, compare prices…a type of forum/blogs like consumers’ association or for the protection of consumers etc.

    Or check this one rare Los Angeles family who takes many issues discussed above on their own hands: (permaculture)
    http://urbanhomestead.org/journal/

    🙂 A great movement for sure and it’s liberating for everyone who is interested/involved, no?

    Cheers.

  27. utk no.2: masak sih, beras jadi putih karena di-treatment bahan kimia sekaligus spy tahan kutu? HOAX nih. Kalo beras dari Indonesia saya yakin 100pct tidak, krn saya tahu sendiri (sodara saya punya penggilingan beras). Penyimpanan dalam bentuk gabah maupun padi (masih dengan tangkai) juga tidak 100% menjamin bebas kutu, wong saya kerjaannya nyimpen gabah 😉 Beras untuk konsumsi “haram” ditreatment bahan kimia (bisa2 bulog diprotes YLKI), paling2 digas (biasanya CO, itu juga ngga berbahaya krn gasnya langsung menguap begitu ruangan fumigasi dibuka).

    Jadi, beras aman kok (makan yg produksi dalam negeri yach, jgn yg impor , he he).

    Nah, kalo soal sayur pestisida, itu sudah rahasia umum. Mau aman? Beli sayur yg bolong2 dimakan ulat, krn berarti nyemprotnya ngga sering2. Jgn lupa cuci merata sebelum diolah. Bisa mengurangi racun secara efektif.

  28. tentang beras, ada beberapa alternatif yang pernah saya coba:
    1. makan beras merah
    2. kita pesan ke penggilingan agar berasnya hanya digiling sekali – istilahnya PK-1 – jadi masih ada kulit ari/bekatul/dedak. ==> cepat berjamur/tengik. jadi untuk mempertahankan kualitas beras bisa saja berasnya disimpan di lemari es => bisa untuk seminggu.

    kulit ari/bekatul/dedak ini bagus untuk kesehatan. tapi masalahnya kembali ke selera, kedua solusi di atas kurang ‘enak’ bagi kita yang terbiasa makan nasi putih. mau makan pakai kuah seperti sop, sayur bayam, soto pakai beras merah/pk-1 .. ampun deh. cocoknya sih untuk makan model nasi timbel. jadi nasi hangat+sambal+lalap+lauk kering

    kemudian mengomentari “kesehatan anak”, di buku ultra metabolism, mark hyman, dibahas habis tentang kesalah kaprahan konsep kalori.

    oiya, musuhnya diabetes itu adalah makanan dengan kadar glikemik tinggi. umumnya makanan alami tidak memiliki kadar glikemik tinggi. jadi makan apel tidak sama dengan jus apel. jika kita makan buah apel yang keras (tidak terlalu matang dan empuk), kadar gula kita akan tetap stabil. Tetapi jika buah yang sama kita jus – ambil sarinya tanpa ditambahkan gula – ternyata kadar gula kita akan melonjak alias tidak stabil.

  29. Br tau saya kl air tebu aman untuk penderita diabetes. Saudara saya ada yg kena diabetes. Susah kalo udah kena, ga boleh mkn sembarangan. Yg blum kena hrs hati2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *