Banyak produk Sunblock Tidak Efektif dan/atau Berbahaya

EWG (Environmental Working Group) di Washington baru-baru ini menemukan bahwa ternyata 4 dari 5 produk sunblock yang mereka uji tidak memberikan perlindungan yang cukup terhadap radiasi sinar matahari. Sehingga 80% dari produk itu tidak efektif melindungi kita dari efek sampingan radiasi yang berbahaya, seperti kanker kulit ๐Ÿ™

Informasi lebih detail mengenai bahaya radiasi sinar matahari bisa dibaca disini.

Beberapa produk sunblock malah mengandung zat berbahaya yang mudah masuk ke dalam tubuh melalui kulit; seperti oxybenzone, yang bisa merusak DNA dan makin memperbesar kemungkinan terjadinya kanker kulit (!)

Saya mencoba mencari merk Nivea, salah satu merk sunblock yang paling populer di Indonesia, di database EWG. Ternyata, semua produk Nivea yang mereka tes masuk kategori 7 – high hazard ๐Ÿ™
2 di antaranya malah mengandung Oxybenzone.

Hal ini sangat relevan karena saya senang berenang dengan anak-anak. Terutama karena saya dan anak saya menderita asma – yang bisa terbantu dengan berolah raga seperti berenang.

Apakah sunblock yang Anda gunakan juga berbahaya ? Silahkan bisa Anda cari informasinya di database sunblock EWG.

Semoga bermanfaat.

Bonus:

Produk air freshener, deterjen, laundry, dan berbagai produk dengan pewangi ternyata mengandung berbagai zat beracun. 5 dari 6 produk dengan pewangi, yang di test oleh Profesor Anne Steinemann dari University of Washington, mengandung zat beracun penyebab kanker yang sangat berbahaya, yang oleh EPA (Environmental Protection Agency) dinyatakan sebagai tidak boleh terekspos kepada manusia sama sekali.

Dicurigai berbagai zat-zat tersebut telah menyebabkan berbagai kesusahan dan masalah kesehatan bagi manusia modern – kanker, asma, sex development, alergi, dll. ๐Ÿ™

Detail lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel ini – Arnold Schwarzenegger sepertinya telah menemukan musuh yang tidak akan bisa dia basmi sepanjang hayatnya.

EU (European Union) sudah mulai berusaha mengatasi hal ini, dengan mewajibkan para produsen produk dengan pewangi untuk mencantumkan 26 bahan berbahaya jika digunakan di produk ybs. Belum ada hukum seperti ini di Amerika. Idealnya, seluruh bahan berbahaya harus dicantumkan tanpa kecuali, sehingga kita bisa menghindarinya. Mungkin Indonesia mau jadi pelopornya?

Quote :

“In the meantime, I’d recommend that instead of air fresheners people use ventilation, and with laundry products, choose fragrance-free versions.” — Prof. Anne Steinemann

Solusi sementara ? Hindari produk dengan pewangi ? Agak susah ya, tapi ya kita coba saja.

31 thoughts on “Banyak produk Sunblock Tidak Efektif dan/atau Berbahaya

  1. Kalo sunblock berhubung jarang pake sih gak apa2 ๐Ÿ˜€

    tapi deterjen, pewangi juga ada yang beracun? ๐Ÿ˜ฏ

    pemerintah kita gimana nih? biasanya langsung latah beraksi…..pengen tahu apa Rinso, Attack dll bakal kena PR disaster kayak obat nyamuk HIT dulu ๐Ÿ™‚

  2. Harry, produk Nivea yang masuk di situ justru tidak ada yang ‘Nivea Sun’ yang khusus sunblock loh, yang di test justru produk ‘face care’ – ya wajar lah kalau produk ‘face care’ tidak memberikan perlindungan ‘sunblock’

    Saya sendiri heran kenapa produk Nivea yang spesifik untuk sunblock yaitu ‘Nivea Sun’ tidak masuk ke daftar. Politis? Who knows.

    Ayo mas, koreksi dikit – nanti jadi salah paham loh. Just want to clear things here.

  3. @gagah – agak kecil kemungkinannya, karena alternatifnya adalah produk2 laundry jadi tidak wangi. Dan kebanyakan orang mungkin tidak suka itu ๐Ÿ™‚
    .
    Walaupun ada kemungkinan lainnya lagi – yaitu menggunakan pewangi yang aman.
    .
    Tapi pengalaman2 sebelumnya, kalau sudah histeria di media massa, alternatif yang sensibel jadi malah tenggelam. Hasilnya cuma heboh saja tanpa solusi, he he ๐Ÿ™

  4. @avianto – eh, thanks masukannya ๐Ÿ™‚
    .
    Saya juga sama sekali tidak tahu kenapa.
    .
    Tapi kalau kita perhatikan, misalnya kita abaikan soal fitur sunblock & fokus ke fitur face carenya saja. Masih tetap saja juga Nivea berbahaya, karena ada zat-zat yang beracunnya (oxybenzone, dll)
    .
    Jadi saya pribadi sih akan cari selamat, dan sementara mengasumsikan bahwa semua produk Nokia tidak aman (karena semua yang di test di situs EWG itu tidak ada satu pun yang diberi rating aman).
    .
    Kira2 begitu pemikiran saya, trims.

  5. Oxybenzone itu biasanya dipakai di pemutih. Hampir semua pemutih memakai itu dan payahnya pemutih paling laku di republik tercinta ini.

    Soal EWG, ada yang aneh sih, kenapa justru produk-produk yang direview adalah yang tidak aman tapi produk yang spesifik untuk sunblock (seperti Nivea Sun) tidak direview sama sekali – agak mencurigakan kan? Ya seperti tadi itu, politis kah atau taktik black campaign. Who knows.

  6. @avianto – Ya seperti tadi itu, politis kah atau taktik black campaign. Who knows.
    .
    Kalau melihat kesimpulan yang jadi saya tarik, kayaknya bisa jadi juga demikian ya ?

  7. halo bang ๐Ÿ™‚
    .
    wah gitu ya, kayanya antara manusia dengan produk berbahan kimia gak bisa dipisahkan deh, baik bahan kimianya berbahaya atau aman. meski gak pake nivea tapi pake pewangi pakaian hehe. kayanya produk toiletries lebih sering diberitakan mengandung bahan kimia berbahaya, kaya sampo clear juga dinyatakan berbahaya bagi manusia.
    .
    bahkan kaya yonna sendiri yang dulunya gak punya alergi apa2, sekarang kena alergi dingin. padahal yonna bukan penggemar es, air es, es krim tapi kok malah kena alergi dingin yah?! sampe dokternya nyuruh minum vitamin khusus antioksidan biar gak gampang pilek dkk. mungkin karena sehari2nya bersentuhan dengan bahan kimia dan mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia (meski jarang makan fast food, instant food) dan juga suka lupa baca doa “Bismillahilladzi layadhurru ma’adzmihi syaiun fil ardhi wa laa fi samaai wa huwa sami’ul ‘aliim” (*maaf kalo salah ejaan) yang terdapat di doa al-ma’tsurat makanya kena alergi kali ya ๐Ÿ™‚
    .
    kalo udah begini, kayanya kita harus lebih rajin lagi berdoa. polusi, perubahan cuaca, bahan kimia berbahaya, AC dll gak bisa selalu dihindari. pantes ortu2 suka ngomong “anak2 sekarang lebih gampang sakit, gak kaya kita dulu” ๐Ÿ™‚

  8. Thanks berat untuk info-nya niy. Baru aja kemaren beli Banana Boat Sport SPF 50. Ternyata masuk yang high hazard. Bakal jadi barang mubazir deh… harganya lumayan pulak hiks hiks

  9. Wah berarti harus hati-hati. Berharap bisa jadi putih malah bisa belang-belang, atau malah yang lebih bahaya.

  10. wah untung de liat artikle ini dlu sebelum beli sunblock klo ga
    wajahku bkannya malah tambah sehat malah jadi sakit.
    thanx ya….

  11. Wah, makasih infonya… tapi untung banget saya juga baca comments yang ditulis…

    Kalau saya sih memang suka pake Sun Block SPF 30, baik untuk wajah maupun badan, atas rekomendasi dokter (dan memang saya pakai sehari-hari). Walaupun awalnya saya memakai sunblock dari dokter, saya sekarang memakai sun block dari Nivea (saya belum menemukan sun block ber-SPF 30 lain selain Nivea dan Parasol; saya sendiri tidak mau memakai sun block yang ber-SPF di bawah 30 atau sun block lain yang SPF lebih dari 30). Makanya, pas membaca tulisan Anda, saya kaget sekali.

    Untungnya Nivea SUN sebenarnya tidak termasuk ke dalam daftar tersebut…

    Harusnya tulisan ini diedit nih…

  12. udah ozone semakin menifis, produk sunblock kurang bagus n berbahaya juga, untung saya berkulit tidak putih jadi ga takut hitam.. hehehe..

  13. wah.. wah.. susahnya hidup sehat.. make ini itu dengan niatan menjaga kesehatan malah dapat penyakit..

    tapi dah lama dibilangkan.. jadilah pembeli yang bijak.. diteliti dulu sebelum mbeli..

    salam sehat!!

  14. Kita harus berhati-hati dengan segala jenis produk yang kita gunakan. Mungkin sebaiknya kita mulai kembali ke produk alamiah. Namun demikian, kita juga harus memahami jenis tumbuhan yang diolah menjadi produk alamiah tersebut.

  15. Produk air freshener, deterjen, laundry, dan berbagai produk dengan pewangi ternyata mengandung berbagai zat beracun.

  16. Thanks, I have just been looking for info about this subject for a while and yours is the greatest I have discovered till now. But, what about the bottom line? Are you certain in regards to the supply?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *