eVoting versus Fitnah

:: Akhir-akhir ini makin banyak promosi eVoting di berbagai media massa, nampaknya ditujukan untuk Pilpres 2019 nanti. Secara ringkas : eVoting masih mustahil untuk menjadi solusi Pemilu di Indonesia pada saat ini.

Ini karena badai fitnah yang menerpa Indonesia sejak Pilpres 2014.

Bayangkan saja, Pilpres 2014 itu masih #manual. Sistim IT nya hanya untuk #menampilkan hasil, bukan pembuat keputusan.

Tapi, tetap saja difitnah habis-habisan. Dituduh kena hack lah, dituduh curang, dst. DAN publik banyak yang percaya.

Saking masif serangan fitnah itu, publik sampai percaya bahwa Pilpres yang MANUAL ini kena hack secara digital. Wow.

——-
Badai fitnah itu baru hilang setelah rakyat bangkit melalui KawalPemilu, dan membuktikan bahwa tidak ada kecurangan di Pilpres 2014.

=======
Bayangkan saja, Pilpres 2014 yang MANUAL ini bisa sampai berada dalam situasi kritis, difitnah kena hack secara Digital.

Bagaimana dengan eVoting, yang memang sistim digital ?

Sudah siap dihajar badai fitnah ?

Mau apa ketika sistim yang sudah dibuat dengan susah payah ini dengan mudah dianggap tidak sah, karena "ah itu kena hack tuh!"

Mau apa kalau sudah begitu ?

=======
Ini baru masalah dari soal sosial, fitnah. Kita belum masuk masalah teknisnya sendiri.

Indonesia itu BESAR.
Cuma orang bodoh yang meremehkan hal ini.

Sangat banyak TPS yang tidak ada akses Internet. Bagaimana mesin eVoting mau konek ? Dibawa ke KPU daerah dulu = lambat juga = apa bedanya dengan yang manual ?

Ketiadaan akses Internet ini biasanya diakali dengan link via Satelit = sangat mahal.

Padahal katanya eVoting itu supaya hemat. Eh akhirnya malah lebih mahal juga.

Dst, dst.

===========
Dan ini BELUM membahas masalah-masalah secara detail & mendalam, seperti sekilas disinggung disini : https://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_voting#Documented_problems

==========
Dan ini BELUM bicara soal #akuntabilitas – apakah hardware & software eVoting bisa dipertanggung jawabkan secara terbuka ?

Karena tanpa keterbukaan & akuntabilitas, maka eVoting nya adalah permainan belaka.

===========
Secara ringkas, jangan remehkan & anggap enteng soal eVoting.

Semoga menjelaskan eforia eVoting di media massa selama ini 🙂

=====
Keterangan gambar: mesin eVoting eSlate DRE, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk difabel / penyandang cacat. Seperti label Braille, tombol Jelly untuk mempermudah penderita masalah motorik, dst.


Post imported by Google+Blog for WordPress.

13 thoughts on “eVoting versus Fitnah

  1. sebenarnya apapun caranya, pemilihan presiden ataupun pejabat lainnya tetap ajah ada masalahnya, karena… yaaa inilah hidup..
    kalau gak ada masalah mah gak seru, haha..
    tp kalau ada masalah juga bikin pusing, hahaha…

  2. salah satu penyebab utama adalah masih tidak siapnya mental rakyat Indonesia dalam menghadapi persaingan.. terlebih lagi jika jago yang dia dukung sudah memberi banyak ‘manfaat’ kepadanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *