Windows vs Linux security
The real facts:
http://www.theregister.co.uk/2004/10/22/linux_v_windows_security/
Again, this is a rather old news, but it’s still an excellent article about this important topic.
The real facts:
http://www.theregister.co.uk/2004/10/22/linux_v_windows_security/
Again, this is a rather old news, but it’s still an excellent article about this important topic.
Old news already, but still worth noting here:
Microsoft vs Governments
And some people are wondering why Microsoft isn’t exactly popular / selling like hot cakes in some countries.
mod_security is an Apache module which is designed to do things that a conventional firewall couldn’t - block application-level attacks.
While a firewall block attacks at packet level, most of them have port 80 opened to allow access to the webserver behind it. And with conventional firewall getting very good nowadays at doing its job, criminals have started to find that it can be very easy to breach your network using this route instead.
This is where mod_security come to your assistance.
It’s able to do quite a lot. For example, it’s able to filter user requests (based on your own rules), both POST and GET - protecting you from potential SQL injection, XSS, root traversal, and other attacks.
Those are already quite powerful, but there are more. It’s also makes it easy to make Apache runs chroot-ed, invoke virus scanner on uploaded files, limiting admin access based on IP address, detecting instrusions, stopping information leak - even disabling the famous FormMail from sending spam. Your creativity is pretty much the limit with it.
I can’t praise this thing enough. If you haven’t install it, I recommend you do, asap.
Further readings:
# Excellent introduction to mod_security
# chroot-ing Apache with mod_security
# ApacheSecurity.net - the website for Ivan’s (yet to be released) book, but already contains a few security tools which may be of interest to you
# HOWTO: installing mod_security on Debian stable
Hadist Ali r.a katanya:
Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat
(HR Muslim)
Mudah-mudahan kita tidak terjerumus menjadi orang-orang yang dikecam di hadits di atas tersebut.
Beberapa orang mungkin akan dengan cepat menuding kelompok Salafy dengan dasar hadits ini, tetapi saya lihat ada berbagai kelompok-kelompok lainnya yang juga menunjukkan ciri-ciri yang lebih parah lagi, beberapa di antaranya justru adalah para penentang Salafy tersebut :
Catatan:
Saya jelas tidak bisa memfatwakan tindakan yang disebut di hadits tsb, karena saya bukan ahli agama. Tapi saya hanya bisa mengingatkan kita semua, terutama saya sendiri, untuk tidak melakukan hal-hal yang tersebutkan diatas itu.
Sumber:
www.hidayatullah.com
Hidayatullah.com, Senin, 06 Desember 2004
Ulil Abshar: “1,4 milyar, Tapi Itu Kecil”
Gemerincing dollar di balik program Liberalisasi Islam di Indonesia sering hanya menjadi gosip. Tapi, tokoh JIL, Ulil Abshar Abdala mengaku jujur pada Hidayatullah tentang isu itu
Ulil Abshar Abdalla (Koordinator Jaringan Islam Liberal)
Benarkah JIL didanai oleh The Asia Foundation? Benar, berapa jumlahnya?
Setiap tahun kami mendapat sekitar Rp 1,4 milyar. Selain itu, JIL juga mendapatkan dana dari
sumber-sumber domestik, Eropa, dan Amerika. Tapi yang paling besar dari TAF. Tapi dana itu jauh lebih kecil daripada dana yang diperoleh ormas-ormas Islam lainnya.
Ormas mana?
Selain kami ada juga ormas Islam yang menerima dana dari TAF program Islam and Civil Society. Mereka itu adalah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Solo, dan Departemen Agama. Dana yang diterima JIL jauh lebih kecil daripada mereka.
Ormas-ormas tersebut dipandang menggulirkan isu yang sejalan dengan JIL?
Tidak juga, justru bermacam-macam. Ada isu toleransi, kesetaraan gender, demokrasi, dan pluralisme.
TAF menjalin kerjasama dengan Yahudi dan CIA. Berarti JIL sesungguhnya menjalankan agenda mereka?
Ini cara berpikir orang yang dibingkai dalam kerangka berpikir teori konspirasi. Seolah ada agenda besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Perlu Anda tahu bahwa orang-orang kaya, baik Yahudi maupun non-Yahudi, punya tradisi yang sama, yaitu menyumbangkan sebagian kekayaannya kepada kegiatan sosial. Mereka akan dibebaskan dari pajak dan memperoleh reputasi lebih tinggi karena telah berbuat baik untuk masyarakat. Hal ini sangat menakjubkan dibanding dunia Islam.
Apa yang dilakukan TAF dan Yahudinya itu tidak akan bermasalah?
Saya tidak keberatan mendapatkan dana dari Yahudi atau CIA. Memangnya kenapa? Sepanjang mereka tidak mempengaruhi kebijakan internal organisasi saya dan selama saya tidak diintervensi, tak masalah buat saya.
Tetapi tentu saja mereka tidak akan memberi bantuan secara cuma-cuma kan?
Sudah tentu mereka akan mendanai kegiatan-kegiatan yang punya satu visi dengan mereka. Tidak mungkin mereka mendanai kegiatan organisasi yang bersifat fanatisme agama. Kami, seperti JIL, NU, IAIN,Muhammadiyah, juga tidak mungkin mencetak buku-buku Wahabi walau diiming-imingi oleh, misalnya, Arab Saudi.
Kami punya ideologi tertentu, dan kami tidak bisa menerima uang dari orang yang tidak seideologi dengan kami. Kalau Pemerintah Arab Saudi akan membiayai kegiatan JIL, fine (baik). Tapi kalau mereka menyuruh saya untuk mengadakan kegiatan yang anti Islam liberal, anti Islam progresif, menyebarkan Islam yang konservatif, ya saya tidak mau.
Pendapat Anda seringkali kontroversial dan berbeda dengan para ulama. Kenapa begitu?
Kontroversi itu bukan tujuan saya. Kontroversi itu akibat yang tak terelakkan. Saya mengemukakan pendapat tentang Islam yang berbeda dengan orang banyak.
Otomatis, kalau pendapat Anda berbeda dan perbedaan itu sangat prinsip, yaitu agama, maka sudah tentu akan menimbulkan kontroversi. Jadi, kontroversi itu akibat, bukan sebab.
Secara jujur saya katakan, pandangan-pandangan saya itulah iman saya tentang Islam. Saya merasa tenteram dengan pemahaman saya itu.
Kalau boleh tahu, bagaimana dengan kehidupan keagamaan Anda sehari-hari?
Soal shalat, saya tetap shalat dengan cara seperti orang Islam yang lain. Soal puasa, saya tetap puasa seperti orang Islam lain. Karena bagi saya, soal ritual itu sudah selesai. Itu saya anggap bagian dari agama yang tidak perlu dipersoalkan. Saya merumuskan pandangangan yang liberal berkaitan dengan hal-hal di luar ritual. Pandangan tentang nikah beda agama, bagi
saya, itu bukan ritual.
Anda setuju dengan pernikahan beda agama. Bagaimana jika suatu saat pernikahan beda agama itu terjadi pada anak Anda?
Saya harus menanggung, karena itu pandangan saya. Meskipun berat. Jadi, kalau saya ditantang seperti itu, secara rasional saya akan menyatakan boleh.
Tetapi secara hati saya tidak mau munafik, saya mengatakan berat. Tetapi itu manusiawi.
Ada beberapa lembaga yang punya visi yang sama dengan JIL, seperti Majalah Syir’ah, ICRP, Radio 68H, dan lainnya. Ada hubungan apa?
Mereka teman seperjuangan kami. Dalam LSM itu ada yang disebut culture network (budaya jaringan). Jaringan ini bukan hanya di Indonesia, tapi global. Kami punya teman-teman di luar negeri yang punya visi yang sama, dan kami saling share (berbagi).
* (Ahmad Damanik/Hidayatullah)