Peringatan agar jangan pernah merasa sombong / yang terbaik

Hadist Ali r.a katanya:
Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat
(HR Muslim)


Mudah-mudahan kita tidak terjerumus menjadi orang-orang yang dikecam di hadits di atas tersebut.

Beberapa orang mungkin akan dengan cepat menuding kelompok Salafy dengan dasar hadits ini, tetapi saya lihat ada berbagai kelompok-kelompok lainnya yang juga menunjukkan ciri-ciri yang lebih parah lagi, beberapa di antaranya justru adalah para penentang Salafy tersebut :

  • Didorong agar cepat berdakwah. Sebetulnya ini bagus, namun kemudian yang sering terjadi dan saya saksikan sendiri adalah para da’i tersebut mentafsirkan Quran dan Hadits tanpa dasar yang jelas. Ini sangat riskan dan berbahaya kalau dilakukan dengan ada rasa ujub di hati.
  • Mengklaim bahwa kelompoknya adalah yang paling benar
  • Membaca Al-Quran, berdakwah kepada Islam – namun kelakuannya sendiri terkadang melanggar agama
  • dst

Catatan:
Saya jelas tidak bisa memfatwakan tindakan yang disebut di hadits tsb, karena saya bukan ahli agama. Tapi saya hanya bisa mengingatkan kita semua, terutama saya sendiri, untuk tidak melakukan hal-hal yang tersebutkan diatas itu.

51 thoughts on “Peringatan agar jangan pernah merasa sombong / yang terbaik

  1. Assalamualaikum,
    maaf, setahu saya yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah kaum khawarij. mereka terkenal sebagai ahli ibadah, akan tetapi mereka berlebihan/ghuluw dalam beragama. salah satu aqidah kaum khawarij adalah mereka mudah mengkafirkan pelaku dosa besar, banyak referensi tentang kaum khawarij dan muta’zilah, jika ingin pembahasan lebih ilmiyyah, dapat merujuk kepada kitab2 para ulama terdahulu/salaf seperti Syaikh ibnu taimiyyah dan muridnya syaikh ibnu qoyyim al-jauziyyah, dll.

    ada apa dengan kaum salafy ?
    setahu saya, penyebutan istilah salafy tidak menunjuk suatu golongan tertentu. setau saya salafy adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dengan pemahaman yang benar dari para sahabat(rodiAllahu’alaihim ajma’in) seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. salafy adalah ahlussunnah wal jama’ah itu sendiri, yaitu orang-orang yang berusaha melepaskan diri dari segala bentuk kebid’ahan.

    sekali lagi, salafy bukan penunjukan terhadap kaum tertentu. fenomena yang terjadi sekarang malah sebaliknya, jadi banyak orang yang menisbatkan diri mereka dengan kata salafy, akan tetapi ilmu mereka sangat dangkal, penampilan dan omongan mereka memikat public seolah-olah merekalah ahli agama, padahal kosong.
    —————–
    petikan tulisan mas harry:
    tetapi saya lihat ada berbagai kelompok-kelompok lainnya yang juga menunjukkan ciri-ciri yang lebih parah lagi, beberapa di antaranya justru adalah para penentang Salafy tersebut
    ——————
    sangat menarik 🙂
    mungkin mas bisa menjabarkan ciri-ciri yang parah tersebut(beberapanya saja mungkin)?
    dan salafy yang seperti apakah yang dimaksud? biar pembaca tidak mensalah artikan.

    mungkin yang dimaksud salafy adalah kaum mantan panglima laskar jihad? hehehe absolutely wrong!

  2. Saya kurang tertarik untuk menamakan / menyebutkan ciri-ciri kelompok-kelompok tersebut, karena rasanya tidak ada manfaatnya dan cuma akan memancing debat kusir.

    Lagipula, saya kira himbauan tersebut bisa tetap kita pakai untuk bahan muhasabah / koreksi diri kan – terlepas dari kelompok harokah yang sedang kita ikuti 🙂

  3. Assalamu’alaikum,
    —–
    quote:
    Lagipula, saya kira himbauan tersebut bisa tetap kita pakai untuk bahan muhasabah / koreksi diri kan – terlepas dari kelompok harokah yang sedang kita ikuti
    —–
    saya sepakat, dan Alhamdulillah sampai saat ini saya belum terkontaminasi dengan berbagai macam harokah yang ada. karena berbagai macam harokah yang ada sekarang ini yang ‘katanya’ berjuang untuk menegakkan syariat islam, tapi ya gitulah… perbuatan mereka malah melanggar banyak syari’at 🙂 dan cenderung memecah belah dan membuat Islam jadi terkotak-kotak.

    saya cuma ingin mengingatkan, karena saling nasehat menasehati adalah perintah dalam Agama ini.
    “Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian… dst”

    Mungkin tulisan yang ‘mengambang’ akan memunculkan tanda tanya yang besar, apalagi jika sudah menyangkut masalah agama. seperti menyitir ayat dan Hadits. sebaiknya jika sudah menyitir suatu hadits shahih haruslah disertai dengan takhrij hadits dan pembahasan yang jelas dan ilmiyyah tentunya, dan tentu saja tidak boleh ‘ngarang’ – menurut aku seperti ini, orang bilang gini dst… karena apa ? karena hadits juga merupakan wahyu, dan semuanya memerlukan ILMU untuk membahasnya secara rinci, oleh karena itu bagi para tholabul ilm, ilmu hadits adalah ilmu yang paling sulit dipelajari. tidak bisa kita katakan hadits ini maksudnya gini loh, tanpa dilandasi ilmu dan penjelasan yang ilmiyyah (mengada-ada). jika tidak mengetahui suatu perkara maka bertanyalah kepada ahlinya, karena jika kita berkata dengan kejahilan dan mengikuti hawa nafsu kita dalam menjelaskan Hadits, maka kita telah bedusta atas nama Rasulullah SAW, sabdanya “barang siapa yang berdusta atas namaku, maka aku persilahkan dia mengambil tempatnya di neraka”. maka berhati-hatilah berbicara dalam masalah agama, jika tidak tahu dengan jelas perkaranya maka bertanyalah, jika tidak maka hendaklah diam… 🙂

  4. jangan merkomentar dengan ilmu yg sangat sedikit akhi!!!!!!!!
    tanyakan dengan ustadz yg lebih berilmu….
    atua untuk lebih aman…. antum balajar bahasa arab yg tekun supaya bisa membaca kitab nya para ulama yg asli bahasa arab
    so kita bisa melihat sendiri teks aslinya
    insya Allah kita tergolong salafy selama kita memakai pemahamannya para ulama… itu saja syukron

  5. Sejak Saudi dikuasai wahabiy dan salafiy dunia islam jadi kacau adanya,lebih indah dan tentram bersama islam tradisional,Semoga ALLAH memberikan tempat disisiNya para sahabat,ulama salaf dan pejuang islam berdasarkan tradisi mayarakat Madinah zaman Rasul hingga ulama salaf.

  6. “Sejak Saudi dikuasai wahabiy dan salafiy dunia islam jadi kacau adanya,lebih indah dan tentram bersama islam tradisional,Semoga ALLAH memberikan tempat disisiNya para sahabat,ulama salaf dan pejuang islam berdasarkan tradisi mayarakat Madinah zaman Rasul hingga ulama salaf.”

    Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh

    afwan ane numpang lewat sebab tertarik liat judul di atasnya…

    ane cuma mau tanya antum ngerti tulisan antum diatas khusus untuk assarangiy coba antum tulis satu saja kekacauan yang dibuat oleh yang antum sebut wahabiy dan salafy di atas ?

    jikalau mengembalikan ummat kepada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalalallaahu ‘alihi wasallam sesuai dengan pemahaman para shahabat dan para ‘ulama salafushahaleh itu salah dan merupakan kekacauan…jika mengembalikan ketauhidan dari kesyirikan jika mengembalikan dari bid’ah kepada sunnah…merupakan menurut antum itu kekacauan

    atau jika sekarang satu-satunya negara yang menjadikan dasar negaranya ialah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sebagai dasar negaranya ialah Saudi Arabia disebut merupakan sesuatu kekacauan.

    ada beberapa kemungkinan dari antum sendiri dari memposting pendapat tersebut…

    1. Antum terjatuh pada kemungkinan sebagai orang yang jahil akan memahami islam dengan benar
    2. Antum secara sengaja berada dibarisan ahlul syirk atau ahlul bid’ah
    3. Antum berbicara tanpa ‘ilmu
    4. Antum berbicara berdasarkan hawa nafsu dan terbutakan oleh kehizbiyyahan antum
    5. Antum melawan pendapat antum sendiri

    sekarang antum bisa berbicara soal “…mayarakat Madinah zaman Rasul hingga ulama salaf…” tapi adakah antum pernah membaca satu saja buku tentang hal tersebut dan membandingkan dengan hizb antum sesuai atau tidak ???

    lalu apa yang dimaksud dengan “islam tradisional” ???
    kalau islamnya para Shahabar ridwanullah ajma’in ini yang benar tapi kalau yang dimaksud dengan tradisional itu ngalap berkah ke kuburan-kuburan atau taqlid buta pada seseorang tanpa dalil atau juga masih suka menggunakan sesajen ???…

    qul haatu burhaanakum inkuntum shadiqun ya akhi…

  7. Dan antum lupa bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasallam sendiri mengatakan dari mungkin buku hadits yang sama dari yang antum gunakan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
    “Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebe-rat atom rasa sombong.”

    Kemudian beliau bersabda,
    “Sombong yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

    lalu antum ambil hadits diatas (yang pertama di awal halaman ini “peringatan sombong dst…) untuk mendasarkan kepada pemahaman orang yang sombong ? sungguh jika tidak ingin dikatakan aneh sekali, sungguh aneh pengambilan dalil antum diatas

    jika antum gunakan hadits diatas untuk diri antum sendiri lalu ngapain di posting di media?…saran ane jika untuk diri sendiri tulis saja di notes antum ato di hp antum di notesnya …^_^

    lalu perkataan antum tentang debat kusir mustinya antum fikirkan hal ini sebelum memposting sesuatu sehingga menimbulkan fitnah bagi orang banyak wahai saudaraku harry sufehmi…

    lalu ane katakan, kalau menurut antum yang mengaku salafy saja banyak yang masih menyimpang… apalagi yang bukan salafy ???
    yang aqidahnya saja dipelajari dari awal sampai akhir saja masih bisa terpeleset pada kesalahan, apalagi yang lebih jauh dari pemahaman para shahabat …

    dan antum juga wahai Harry sufehmi jangan menggeneralisir tanpa antum tahu secara hakikat apa yang antum bicarakan…

    jikalau saja antum hanya menampilkan hadits tersebut…tanpa embel2 perasaan antum atau pendapat antum tentunya itu lebih ahsan…

    akh ane khawatir antum justru sudah terjatuh pada kata kata antum yang mengatakan

    “…Didorong agar cepat berdakwah. Sebetulnya ini bagus, namun kemudian yang sering terjadi dan saya saksikan sendiri adalah para dai tersebut mentafsirkan Quran dan Hadits tanpa dasar yang jelas. Ini sangat riskan dan berbahaya kalau dilakukan dengan ada rasa ujub di hati…”

    “…Catatan:
    Saya jelas tidak bisa memfatwakan tindakan yang disebut di hadits tsb, karena saya bukan ahli agama. Tapi saya hanya bisa mengingatkan kita semua, terutama saya sendiri, untuk tidak melakukan hal-hal yang tersebutkan diatas itu….”

    akhuna syarat diterima amal itu selain ikhlas, jauh dari ujub juga ialah benarnya…”
    dan sungguh yang benar itu diketahui dengan ilmu…

    dan memang benar Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda
    Sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam:

    “Sampaikanlah dari aku walaupun satu ayat, dan bicaralah tentang kisah (hadis) Bani Israil, tidaklah ia satu kesalahan. Dan barangsiapa yang berdusta atas aku dengan sengaja, pasti dia akan mendapat tempatnya di dalam neraka.[1]”

    Sahih: Hadis dari Abdullah bin Amr radiallahu anhu, dikeluarkan oleh al-Bukhari, juga secara ringkas dari Abu Hurairah, dikeluarkan oleh al-Shafii dan Abu Daud, lihat Sahih al-Bukhari no: 3461

    tapi coba antum perhatikan penggalan yang terakhir…bahwa “…Dan barangsiapa yang berdusta atas aku dengan sengaja, pasti dia akan mendapat tempatnya di dalam neraka…”

    itu jika berdusta mengatakan sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah, tanpa ilmu.. dan diperparah dengan mengatakan sesuatu, bukan pada konteks yang para shahabat memahaminya….walhasil

    kesalahan yang berkuadrat…hehe sudah berkata-kata tanpa ilmu, menyebarkan pada orang banyak, dengan pemahaman “pribadi” dan “sombong” , sementara sombong menurut Rasulullah yang mulia ialah
    “…Sombong yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

    jadi akh lebih berhati hatilah lain kali untuk menjauhi hal-hal seperti ini…
    kita hanya menerima sebagian dari hadits yang shahih sementara melupakan lainnya…
    ane melakukan ini karena ane mencintai semua kaum muslimin karena ALLOH ane menginginkan kita semua masuk surga, mencintai ajaran Rasulullah yang murni sesuai pemahaman para salafushshalih (shahabat, tabi’in dan tabiuttabi’in )

    semoga ALLOH merahmati kita semua

    wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

  8. Prinsipnya segala bentuk pemahaman harus dadasari oleh pondasi yang kokoh. Namun pluralitas pemahaman intern pada umat islam tidak harus dibarengi dengan sikap primordialisme. Untuk itu kita harus berprinsip “Saya benar tapi bisa jadi salah,Kau salah tapi bisa jadi benar”.
    InsyaAllah melalui prinsip ini kita dapat menjadi seorang muslim yang toleran dan tidak menjadi subjek perpecahan ditengah krisis ummat sebagaimana yang Allah firmankan pada Q.S.30:32.Was

  9. define primordialisme ya akhi …apa itu

    Yang benar ” Al Haq” itu absolut datang dari ALLOH dan RasulNya, sesuai pemahaman kaum mu’minin yang datang pertama kali ya’ni para shahabat Ridwanullahi ajmain, yang mereka diridhai oleh tuhan semesta alam yang memegang ubun2 kita semua…hambaNya ini…

    toleran itu dalam kebaikan
    bukan toleran dalam kesesatan

    mau apa jadinya jika orang yang memahami agama ini semaunya ?

    kalo agama ini berdasarkan kebenaran yang relatif…berdasarkan perasaan dan akal seseorang….
    tentu rusak semua, tapi islam berdasarkan kepada wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah dijelaskan oleh beliau dan dipahami oleh para shahabatnya….

    kalo toleran dengan “islam gaya harry sufemi” ato “islam gaya amat al jabbar”, sementara ada “islam ala Rasulullah dan para shahabatnya”

    saya lebih memilih Islamnya Rasulullah dan para shahabatnya

    islam yang jauh lebih berilmu dan tentu islam yang lebih diridhai….

    ngapain cari yang asal kalo ada yang pasti ???
    kita tinggal bercermin pada Islamnya Rasulullah dan para shahabat…simple kan ?

    lalu yang disebut perpecahan…itu karena semua orang memahami islam seenak udelnya….yang semakin parah lalu mengatakan pemikirannya ke seluruh dunia lewat internet….hm…musibah berkuadrat lainnya

    islam yang paling tinggi itu islamnya Rasulullah dan para
    shahabat

    lalu orang belakangan datang dengan “pemikirannya” sok sok lebih pandai dan lebih bertakwa dari Rasulullah dan para shahabatnya

    aneh skali…liat turunnya ayat pun tidak, bergaul langsung dengan Rasulullah pun tidak, mengakrabi kitab-kitab tafsir dan hadits pun tidak melainkan sedikit sekali ….lalu dengan sok tahu dan sok toleran kita bilang “InsyaAllah melalui prinsip ini kita dapat menjadi seorang muslim yang toleran dan tidak menjadi subjek perpecahan ditengah krisis ummat sebagaimana yang Allah firmankan pada Q.S.30:32.Was”

    hehe…
    ajaib perpecahan kok dibiarkan, kesesatan kok dibiarkan….

  10. …kesesatan dimulai saat seseorang lebih mengagungkan akal dan perasaan diatas wahyu dan menceritakan kepada orang lain tentang pemikirannya itu….

    itu yang terjadi saat perpecahan pertama terjadi dalam islam….

    sekarang apa dengan toleransi perpecahan berakhir ?
    apa dengan “pura-pura buta” perpecahan berakhir ?
    apa dengan membiarkan kesesatan saudara2 kita perpecahan berakhir ?

    tidak sekali2 tidak perpecahan berakhir jika

    1. kesesatan itu diperlihatkan dan dijelaskan agar dijauhi, bukan ditutupi lalu dianggap biasa

    2. si pelaku diperingatkan apa yg dia lakukan itu salah dan kembali diatas kebenaran

    “PERSATUAN HAKIKI IALAH PERSATUAN DIATAS KEBENARAN”

    “KEBENARAN HANYA DATANG DARI ALLOH DAN RASULNYA SESUAI PEMAHAMAN KAUM MU’MININ YANG MEMAHAMI WAHYU PADA SAAT PERTAMA KALI DITURUNKANNYA”

  11. jika mau kembali ke posting pertama dari Al _akh Harry,

    Hadist Ali r.a katanya:
    Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat
    (HR Muslim)

    ini bukankah terjadi pada orang-orang yang mengeluarkan perkataan semacam

    “Prinsipnya segala bentuk pemahaman harus dadasari oleh pondasi yang kokoh. Namun pluralitas pemahaman intern pada umat islam tidak harus dibarengi dengan sikap primordialisme. Untuk itu kita harus berprinsip “Saya benar tapi bisa jadi salah,Kau salah tapi bisa jadi benar”.
    InsyaAllah melalui prinsip ini kita dapat menjadi seorang muslim yang toleran dan tidak menjadi subjek perpecahan ditengah krisis ummat sebagaimana yang Allah firmankan pada Q.S.30:32.Was”

    yang mambaca dan mengutip al-qur’an tapi sesuai pemahaman dirinya sendiri ?

    atau

    perkataan seperti

    Catatan:
    Saya jelas tidak bisa memfatwakan tindakan yang disebut di hadits tsb, karena saya bukan ahli agama. Tapi saya hanya bisa mengingatkan kita semua, terutama saya sendiri, untuk tidak melakukan hal-hal yang tersebutkan diatas itu.

    ^_^

  12. Asww Abu Abdillah;
    .
    kutipan:

    kalo toleran dengan “islam gaya harry sufemi” ato “islam gaya amat al jabbar”, sementara ada “islam ala Rasulullah dan para shahabatnya”

    .
    Islam ala Rasulullah itu yang seperti apa menurut Anda ?
    .
    Kalau menurut Anda adalah yang seperti Wahabi, saya terus terang mulai ragu. Karena saya makin banyak menemukan bukti-bukti bahwa “kembali ke Al-Quran dan Hadits” itu hanya slogan dan semboyan; namun pada prakteknya justru kadang tidak.
    .
    Contoh :

    she recalls getting off the aeroplane, and saying, “Hi” to her brother-in-law, only to be brushed off with silence, as she learned one of the new rules of her life: she was not allowed to speak to any man other than her husband. She was shocked by the city she saw from her car window, empty of all women.
    .
    “I felt like a ghost,” she says. There was little to do other than sit around drinking cups of cardamom-spiced coffee and talking to the string of sisters-in-law who visited. ”

    .
    Ini praktek Islam ala Wahabi.
    Padahal, kalau kita kembali ke zaman Rasulullah saw & sahabat, Aisyah ra (perempuan) bisa menjadi guru bagi para sahabat (termasuk laki-laki).
    Gurunya Imam Syafii juga adalah perempuan.
    .
    Perempuan di zaman Rasulullah saw bisa banyak bermanfaat bagi masyarakat, dan sangat dihormati. Kebalikannya justru terjadi di umat Wahabi pada saat ini.
    .
    Satu contoh lagi :

    As I approached, I noticed that the woman was sweating and grimacing, clearly in much pain. She had apparently fallen down – it seemed as if she’d suffered a heart attack – and the other woman accompanying her was slight and much younger and could not lift this overweight and sick old woman off the floor. I rushed forward, dropped my ice cream into the hands of one of the gaping men, and helped the woman off the floor and into a chair in the mall.
    .
    The men were still standing there motionless, too noble to muddy their hands with the filthiness that is Woman.

    .
    Beginilah jika agama diaplikasikan secara sangat ekstrim – bahkan untuk menolong wanita yang sedang dalam bahaya pun jadi tidak mau.
    .
    Note saya tidak mendukung feminisme (yang melanggar syariat Islam). Feminisme adalah salah satu tindakan ekstrim, dimana sisi ekstrim di seberangnya (antara lain) adalah perlakuan Wahabi kepada perempuan.
    .
    Salah satu contoh esktrimitas lainnya yang saling bertolak belakang seperti JIL (Jaringan Islam Liberal) – kebebasan ekstrim (nyaris) tanpa batas. Dengan di seberangnya ada berbagai kelompok Islam ekstrim, yang mengaku mengikuti Rasulullah saw; namun pada kenyataannya melakukan tafsir-tafsir yang sangat timpang terhadap berbagai ajaran beliau.
    .
    Zaman sekarang terlalu banyak ekstrimitas yang terjadi. Islam pada zaman Rasulullah saw, jalan tengah, yang mudah (namun tidak dimudah-mudahkan), makin sulit saja untuk ditemui.
    .
    Sekarang semuanya kembali terserah kepada kita sendiri; apakah kita ingin kembali kepada Islam-nya Nabi saw, atau Islam buatan orang-orang lainnya.

  13. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    Wsww ??? AsWW ??

    apa itu ? saudaraku sungguh banyak tulisanmu sampai keantero dunia dan kutipanmu dari berbagai media dunia, tapi engkau mulai lelah menuliskan salam dengan lengkap untuk saudaramu sesama muslim ? atau bahkan itu bukan kalimat salam ? atau anda bukan muslim ? atau karena anda menyangka saya wahabi lalu anda tidak mengucapkan salam ?…..hm…

    “Islam ala Rasulullah itu yang seperti apa menurut Anda ?

    Kalau menurut Anda adalah yang seperti Wahabi, saya terus terang mulai ragu. Karena saya makin banyak menemukan bukti-bukti bahwa “kembali ke Al-Quran dan Hadits” itu hanya slogan dan semboyan; namun pada prakteknya justru kadang tidak. ”

    Islamnya Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasallam ialah Islam yang diajarkan ALLOH azza wa jalla kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam melalui perantara Jibril ‘Alaihi Salaam, dan disampaikan kepada pada shahabatnya (kaum mu’minin yang pertama) dan yang mengikuti mereka yaitu murid-murid para shahabat yaitu para tabi’in dan para tabiut’tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan benar sampai akhir zaman ….

    lalu kenapa anda menuding saya wahabi ? apa alasannya ?
    apa dasarnya ? wahabi itu apa ? anda bisa menjelaskannya di postingan ini ? saya tantang anda untuk menjelaskannya …

    kenapa musti kembali kepada Alqur’an dan hadits ?

    lalu saya balik bertanya kenapa tidak ?
    lha wong dijamin sampai akhir zaman jika kita berpegang teguh pada keduanya kita tak akan tersesat …yang bilang siapa ? Rasulullah….

    anda tidak percaya Rasulullah ?

    lalu masalah, banyak orang yang tidak mengamalkannya dengan benar, atau hanya sebagiannya, atau hampir seluruhnya diamalkan…bukankah itu lebih baik ?

    daripada yang tidak mengamalkannya sama sekali ? bahkan mencelanya ? dan menganggap pikirannya sendiri melalui informasi yang dia dapat dari media barat itu mencukupi ?

    atau anda mungkin yang merasa berat terhadap ajaran islam sehingga anda benci terhadap syariat islam yang nota bene isinya melulu qur’an dan sunnah Rasul yang mulia yang mungkin anda anggap keras?

    soal artikel woman yang jatuh, lalu tidak ada yang menolong…anda dapat itu dari mana ? dari media barat atau dari catatan para imam kaum muslimin ?

    sebagian dari kita benci dengan negeri2 barat, tapi media mereka, ditelan juga bulat2 sehingga menggali islam dari barat ….
    sungguh sesuatu yang aneh…
    belajar islam kok dari orang non muslim ??? aneh sekali hal ini

    pernah baca kitab-kitab hadits mas harry ? yang tipis saja…ky hadits arba’in 40 buah hadits isinya, harganya cuma paling 10 000 perak paling mahal…ga lebih mahal dari bayar webhosting dengan domain .com dibelakangnya… subhanaallaah dari situ kita bisa tau hukum islam yang paling dasar tanpa perlu baca BBC, CNN , dan lain-lain tentang islam…,

    lalu feminisme itu apa ?
    lalu syariat islam itu apa ?
    lalu feminisme dalam syariat islam itu seperti apa ?

    bisa dijelaskan juga secara singkat disini ?

    “Dengan di seberangnya ada berbagai kelompok Islam ekstrim, yang mengaku mengikuti Rasulullah saw; namun pada kenyataannya melakukan tafsir-tafsir yang sangat timpang terhadap berbagai ajaran beliau.”

    tafsir timpang ? siapa contohnya ?

    ekstrimitas ? jalan tengah ?
    mas harry tahu jalan tengah dalam islam itu apa ?
    bisa dijelaskan disini ?

    “Sekarang semuanya kembali terserah kepada kita sendiri; apakah kita ingin kembali kepada Islam-nya Nabi saw, atau Islam buatan orang-orang lainnya.”

    ini perkataan yang baik mas Harry, hanya saja tidak cukup dengan kita kata “terserah kepada kita sendiri” tegakah kita jika masih ada saudara kita yang memahami Islam buatan orang lain, dan mungkin islam buatan dirinya sendiri ???

    jika kita mengatakan Islam-nya Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasallam, tanpa mengetahuinya dengan benar dan lengkap, bagaimana mungkin kita bisa tahu islam buatan orang2?

    jika kita menganggap bahwa islam-nya kita sudah sesuai dengan Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam dan berpuas diri dengannya tanpa mempelajari kitab hadits shahih, dan jejak para shahabat….sungguh kesia-siaan bukan?

    ngaku-ngaku….

    seperti sebuah syair arab

    “semua mengaku kekasih laila, tapi laila tidak mengakuinya…”

    hal ini menimpa sebagian kita…..itu yang sedih…

    belum tahu yang benar itu seperti apa, lalu menganggap bahwa yang dia pahami itu benar…lalu dengan malasnya dia tidak melakukan ricek ke kitab2 hadits yang telah dijelaskan oleh para shahabat, murid2nya, dan para imam kaum muslimin ?

    bukannya ngecek jgn2 saya yg salah, malah mengatakan kitab tafsir dan penjelasnnya timpang kali…..sambil berkata “ah gimana sih ulama ga becus ??? nah lho ! ^_^” hehe saya ingatkan mas Harry yang jadi Imam kaum muslimin itu bukan sembarang orang seperti kita…

    mereka sudah hafal qur’an sebelum baligh, dan hafal matan (perkataan) hadits sampai jumlahnya ratusan ribu hadits dan bisa membedakan yang mana yg lemah yang mana yang shahih….liat perjalanan keilmuan Imam Bukhari….

    ada perkataan bagus dari seorang ahli hadits

    “Ketahuilah kebenaran itu, niscaya engkau akan mengetahui orang-orang yang berada di atasnya, dan janganlah engkau menentukan kebenaran diatas seseorang atau segolongan orang, sehingga dengan itu engkau memusuhi orang-orang yang berada di atas kebenaran….”

    ingat saudaraku…kebenaran itu Absolut….tidak relatif dan tidak diserahkan kepada individu per individu….

    tapi diserahkan kepada wahyu…dari Rabbul ‘Alamin, melalui utusanNya, dan kaum ‘mu’minin yang diridhai….sementara pada saat wahyu itu turun, kaum mu’minin di dunia hanya ada satu saat itu, ya’ni para shahabat Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wasallam….

    kita ikuti saja yang sudah diridhai…berita-berita dari mereka…bukan berita-berita dari musuh ALLOH…

    gitu kan simple ?

  14. Wsww ??? AsWW ??

    apa itu ? saudaraku sungguh banyak tulisanmu sampai keantero dunia dan kutipanmu dari berbagai media dunia, tapi engkau mulai lelah menuliskan salam dengan lengkap untuk saudaramu sesama muslim ? atau bahkan itu bukan kalimat salam ? atau anda bukan muslim ? atau karena anda menyangka saya wahabi lalu anda tidak mengucapkan salam ?…..hm…

    .
    Tidak usah susah-susah dan repot berprasangka bermacam-macam, itu hanya karena kedua tangan saya sudah mulai terkena RSI sehingga sakit jika mengetik lama-lama.
    .
    Karena itu juga saya cenderung makin jarang menulis, dan berkomentar; dan kalaupun menulis cenderung pendek. Kalaupun ada tulisan yang panjang, biasanya saya cicil sedikit demi sedikit sampai akhirnya jadi.

  15. Oh ya mumpung ada pakarnya, saya numpang tanya dalil mengenai kewajiban menuliskan (bukan mengucapkan) salam. Juga dalil kewajiban menuliskan saw, eh maksud saya “shallallaahu ‘alaihi wasallam”, setelah menuliskan (bukan mengucapkan)”Rasulullah” atau “Nabi Muhammad”.
    .
    Ada yang mengatakan bahwa ini tidak wajib. Tapi, ybs tidak bisa menunjukkan dalilnya.
    .
    Jazakallah sebelumnya.

  16. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    semoga ALLOH menyembuhkan penyakit RSI mu mas Harry ^_^,

    saya bukan pakar, Mas Harry, saya hanya penuntut ilmu sederhana, kalo mau melihat tulisan para pakar tentang maslah yang berkaitan silahkan merujuk ke

    http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1963&bagian=0

    soal wujud kecintaan pada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam,
    adapun soal detailnya Insya ALLOH saya carikan untuk mas, kalo sudah saya temukan, Insya ALLOH saya tulis di posting ini

    di halaman utama situs itu juga mas Harry bisa menemukan jawaban banyak pertanyaan dan syubhat yang telah dijelaskan dan dijawab oleh ulama kaum muslimin dari kitab-kitab fatwa mereka, dan alhamdulillah telah diterjemahkan

    semoga ALLOH mengampuni kelalaian kita semua dalam bershalawat kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam

    oya saya ada saran mas…
    gimana kalo di menu “it sucks” gambar soal pelecehan islam yg gambarnya darth vader dan selainnya itu dihilangkan saja, karena tujuan dari musuh islam, menggambar karikatur dan pelecehan itu agar sebanyak mungkin kaum muslimin marah dan terhina…saya khawatir sebagian dari kita malah jadi “agen” yang tidak sengaja malah melanggengkan hinaan itu di depan publik umum, apalagi jika situs-situs kita ini kita “pajang” di internet….ya mas ya tolong dipertimbangkan lagi pemasangannya…

    Saudaramu karena ALLOH

    Abu Abdillah Viek Al- Andunisiy

    wa’alaikumsalaam warahmatullaahi wabarakaatuh

  17. Wsww, jazakallah atas informasinya. Setelah saya cari, tapi artikel tsb masih baru membahas tentang “mengucapkan”, dan bukan “menuliskan”.
    .
    btw; ternyata artikel dari Ust. Yazid ya, alhamdulillah sepertinya beliau makin marak dakwahnya. Dulu sebelum pindah ke Inggris saya biasa hadir di majlis beliau di Bogor, sewaktu beliau selesai menimba ilmu di Saudi. Kelihatannya majlis di Bogor sekarang sudah pindah ke IPB ya. Tapi saya juga sempat menemukan tudingan-tudingan bahwa beliau sudah menyimpang dari Ahlus sunnah, jadi bingung, karena setahu saya beliau ini orangnya ihsan dan niatnya baik.
    .
    “Gambar pelecehan Islam” ? Mungkin salah paham saja, coba silahkan dibaca lagi websitenya baik-baik (mungkin agak sulit pada awalnya, karena bahasa Inggris).
    .
    Website tersebut isinya adalah sindiran kepada umat Muslim, yang mengaku muslim, namun kelakuannya tidak kalah dari non-Muslim. Satu contohnya bisa dibaca disini.
    Wass, HS.

  18. Mas Harry dan yang lain.. mbok ya udah debat duelnya.
    Nggak bagus ih saling mengutuk.

    Mendingan baca-baca sono buku-buku Ulama’
    yang udah ngga diragukan lagi otoritasnya.

    Baca buku-buku Ibnu Taimiyyah…
    Ibnul Qoyyim… Ibnu Rajab… Ibnus-Sa’dy… dll.

    Dan jangan lupa untuk terus tadabbur Al-Quran.
    Insyaallah kehidupan bakalan cerah…
    Hati, fikiran, dan lisan pun jadi semakin bersih.

    Wallahul musta’aan.

  19. Syaiba – karena nama saya disebut; yang di sebelah mana ya yang saya ada mengutuk ? Trims.
    .
    btw; setuju dengan ajakannya. Dan bagi yang mampu berbahasa Arab dan punya ilmu untuk dapat memahami kitab-kitab di atas: banyak bersyukur karena Anda sudah mendapat kelebihan yang SANGAT besar dibanding kami, namun juga tolong jangan menjadi sombong karenanya. Bantulah bimbing kami-kami ini agar tidak keliru memahami agama kami juga.
    Terimakasih.

  20. Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh

    Mas Harry bukan yang itu yg saya maksud yang

    Soal Joke yang “Lukeman” dan “Darth Vader” berkata I’m Your Father dst….

  21. Wsww, yang gambar Darth Vader itu sebetulnya adalah ajakan untuk meninggalkan yang halal TAPI tidak thayyib.
    .
    Sama sekali bukan penghinaan terhadap Islam (kok bisa dapat kesimpulan begini?). Silahkan bisa dibaca lagi baik-baik artikel tsb. Trims.
    .
    Wass, HS

  22. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    ini mas Harry saya kopikan alamatnya dan alhamdulillah saya cukup “ngerti” isi dari artikel tersebut lengkap dengan gambar

    Batman, The Riddleres, Darth Vader

    http://www.maniacmuslim.com/Justifying_Stupidity.html

    dan juga sedikit2 ngerti inti dari ceritanya, hanya saja saya pernah tahu bahwa ada ayat yang isinya

    “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 65-66)

    jika memang lah niatnya mungkin berda’wah/memberitahukan tentang “ajakan untuk meninggalkan yang halal TAPI tidak thayyib” dan bukankah untuk menikahi sepupu juga terdapat dalam Al-Qur’an dan bahkan Ali bin Abi Thalib juga menikahi Fatimah binti Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam ?

    ada dua tempat dalam hal ini yang dapat menjerumuskan sang penulis artikel tersebut yang tadinya mungkin niatnya baik

    1. Tidak sengaja menjadikan secara “satir” ayat2 Alloh dan sunnah RasulNya sebagai senda gurau

    2. Tidak sengaja terjebak (atau menyatakan halal tetapi tidak Thayyib tanpa penjelasan dalil) sehingga timbul syubhat di kalangan kaum muslimin yang awam seperti kita-kita ini

    alangkah lebih baiknya dan lebih selamat jika kita menghindari hal hal yang demikian

    dan untuk Mas Syaiba….

    bisa dirinci mengutuk itu dibagian mana nya ?

  23. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    soal page yang ini
    http://www.maniacmuslim.com/Lower-Your-Gazebook.html

    mungkin isinya bagus mengingatkan secara “satir”

    tapi ada beberapa hal yang cukup aneh

    1. Memuat Gambar Perempuan ?
    2. Membuka Aib Temannya ?

    cukup sedih juga

    meski di akhir Hamzah mengatakan

    “Other awkward thoughts that occur in my head during a common Facebook visit:
    “Waita minute … wasn’t he a beardo… oh…”
    “Waita minute … isn’t she a hijabi … oh…”
    “Waita minute … isn’t he Muslim … oh…”
    And so forth.

    Then there were other pictures that were like border-line shirk and I’d probably get sinned for even showing such pictures on this website. Filthy.

    You can be my friend if your profile is free from the above crap. This article was not excuse to get more friends… *cough* ”

    alhamdulillah Hamzah di akhir artikel menutup aib saudaranya

    tapi bukankah lebih baik jika Hamzah (penulis artikel) menjaga kehormatan saudaranya secara keseluruhan?

    jika dia (Hamzah) melihat Abdullah melakukan hal itu, mabuk, berkhalwat dengan perempuan, merokok dan riba, seharusnya bukankah ia mengingkarinya saat itu juga ? dan menasehati kawannya tersebut ?daripada membuka aibnya ??

    dan bukankah ALLOH akan menutup aib di akhirat bagi seseorang yang menutupi aib saudaranya di dunia ?

    dan alangkah baiknya juga sebagian kita mencukupi untuk tidak ikut2an dalam membuka aib orang yg kita kenal ataupun tidak tanpa alasan yang syar’i

    ya sekedar masukan saja mas Harry, silahkan dipertimbangkan lagi, lagian yang punya situs kan mas Harry ^_^

    mungkin saya juga tidak terlalu jago bahasa inggris, tapi gambar tersebut dan beberapa kalimat yang saya faham dari bahasa inggris di artikel tersebut, cukup buat saya untuk berkomentar

    wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

  24. Wsww, Peringatan mengenai masalah Friendster itu cukup penting, karena ada saudara-saudara kita yang tidak sadar mengenai hal ini.
    .
    Mungkin Anda tidak tahu, tapi saya pernah mengalami sendiri – ada akhwat kenalan keluarga kami yang cukup shalihah menurut pandangan kami dan kawan-kawan di pengajian. Namun suatu hari adik saya dengan tercengang menemukan fotonya yang tanpa hijab di Friendster / Myspace / dll.
    Sepertinya dia tidak sadar bahwa fotonya tersebut bisa terlihat oleh semua orang, karena kebetulan dia bukan pakar komputer.
    Setelah diberitahu, ybs juga kaget, dan langsung menghapus fotonya tsb. Menurutnya, foto tersebut hanya untuk diakses oleh keluarganya sendiri, namun mungkin ada salah setting; sehingga justru terbuka ke semua orang.
    .
    Ini salah satu contoh “gegar budaya” / culture shock, karena perbenturan dengan budaya baru; dalam hal ini Friendster/Internet. Dimana orang-orang kadang jadi merasa lebih bebas karena hanya dia dan komputer sehingga menjadi kurang hati-hati — padahal sebetulnya komputer itu terkoneksi ke jutaan orang di seluruh dunia.
    .
    Mengenai kasus Abdullah, saya tidak tahu bagaimana persisnya; apakah dia itu muslim, atau bukan, apakah dia dibukakan aibnya atau justru dia yang mempersilakan, dst. Jadi saya tidak berani berkomentar lebih lanjut.
    Silahkan antum bisa klarifikasi dengan Hamzah (pemilik situs).
    .
    Mengenai inbreeding (menikah dengan keluarga dekat); memang halal, namun apakah berarti boleh dilakukan secara berlebihan ?
    Mungkin Anda tidak tahu, namun ini saya perhatikan banyak terjadi di masyarakat Pakistan / India di Inggris, dan kemungkinan besar juga demikian halnya dengan masyarakat Hamzah (saya duga Hamzah adalah etnis Pakistan).
    .
    Ingat, yang halal, seperti nasi, jika dikonsumsi secara berlebihan maka bisa merusak, dan hukumnya bisa berubah menjadi haram.
    Demikian pula dengan inbreeding. Kini telah diketahui bahwa inbreeding dapat menyebabkan berbagai penyakit.
    .
    Mudah-mudahan agak menjelaskan, wass.

  25. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    Iya Alhamdulillah mas Harry Rasulullah juga sudah mengindikasikan agar menikah dengan “yang jauh” agar keturunannya lebih kuat…

    lafazh haditsnya tidak hadir dalam ingatan, tapi secara ma’nawi begitu…

    makasih banyak Mas Harry

    dikusinya cukup seru

    semoga bermanfaat buat kita semua

    ^_^

    wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

  26. Wsww, saya baru mendengar ada hadits seperti demikian, alhamdulillah. Terimakasih untuk informasinya. wass.

  27. Mas Harry dan yang laen,
    maaf baru sempat ngrespon.

    Ucapan saya :
    “mbok ya udah debat duelnya. Nggak bagus ih saling mengutuk.”

    bukan berarti saya sudah lihat antum sekalian saling mengutuk. yang saya lihat itu “debat duel”nya. tapi jika diteruskan, saya lihat bisa mengarah ke saling mengutuk. makanya saya jegah.

    salong mengutuk itu bisasanya dimulai dengan debat yang diiringi adu klaim dan fitnah yang ga jelas..

    seperti ucapan mas harry :
    “Kalau menurut Anda adalah yang seperti Wahabi, saya terus terang mulai ragu. Karena saya makin banyak menemukan bukti-bukti bahwa “kembali ke Al-Quran dan Hadits” itu hanya slogan dan semboyan; namun pada prakteknya justru kadang tidak.”

    berkembang lagi menjadi:
    “Ini praktek Islam ala Wahabi.
    Padahal, kalau kita kembali ke zaman Rasulullah saw & sahabat, Aisyah ra (perempuan) bisa menjadi guru bagi para sahabat (termasuk laki-laki).
    Gurunya Imam Syafii juga adalah perempuan.

    Perempuan di zaman Rasulullah saw bisa banyak bermanfaat bagi masyarakat, dan sangat dihormati. Kebalikannya justru terjadi di umat Wahabi pada saat ini.”

    Padahal ketika dituntut untuk menjelaskan apa definisi yang Mas Harry maksud dengan “WAHABI”, mas harry malah mengelak..

    ini kan memancing adu hantam…

    untunglah abu abdillah masih tetap elegan.

  28. Ikut nimbtung ya mas Hery, ada kejadian lama di arab saudi yang membuat saya kurang sreg dengan Wahabi.

    “Saudi Arabia’s religious police stopped schoolgirls from leaving a blazing building because they were not wearing correct Islamic dress, according to Saudi newspapers.

    In a rare criticism of the kingdom’s powerful “mutaween” police, the Saudi media has accused them of hindering attempts to save 15 girls who died in the fire on Monday. ”
    http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/middle_east/1874471.stm

    Mungkin hal ini semata-mata kesalahan pak polisi yang kurang tanggap dengan situasi darurat, tapi mungkin juga sebagian karena faham yang ditanamkan pada mereka.

  29. @Syaiba – sori komentarnya terlewat untuk saya balas, baru ingat lagi sekarang.
    .

    Padahal ketika dituntut untuk menjelaskan apa definisi yang Mas Harry maksud dengan “WAHABI”, mas harry malah mengelak..

    .
    Maaf, saya tidak ada maksud mengelak sama sekali, sejujurnya komentar ybs tsb saya lewatkan karena saya terlanjur pusing membaca prasangkanya.
    Sampai saya dikira bukan muslim, wah… tapi saya coba klarifikasi di komentar setelahnya. (dan masalah tsb kini sudah clear)
    .
    Sementara Abu Abdillah mengira dituduh Wahabi, padahal sebetulnya saya baru pada tahap bertanya / mengklarifikasi (contoh: “Kalau menurut Anda adalah yang seperti Wahabi”).
    Kalau kemudian keliru diartikan sebagai tuduhan bahwa ybs adalah Wahabi, mudah-mudahan saya dapat dimaafkan.
    .
    Selain itu di komentar tsb juga ada cukup banyak salah paham lainnya, seperti “kenapa musti kembali kepada Alqur’an dan hadits ? lalu saya balik bertanya kenapa tidak ?“, sepertinya Abu Abdillah mengira saya anti Quran & Sunnah.
    Kesalahpahaman tsb mungkin berasal dari paragraf pertama di komentar ini.
    Dan salah paham/prasangka di komentar tersebut terus merembet kemana-mana, cukup memusingkan, serta sudah mulai emosionil sepertinya (contoh: “atau anda mungkin yang merasa berat terhadap ajaran islam”, “belajar islam kok dari orang non muslim ???”, “anda tidak percaya Rasulullah ?”).
    .
    Setelah saya membaca komentar Anda ini kembali, saya baru tahu bahwa Abu Abdillah ada menanyakan tentang “apakah wahabi” itu. Sebelumnya terlewat oleh saya.
    .
    Mudah-mudahan sekarang sudah jelas kenapa sampai jadi terlewat.
    .
    Saya sendiri pada saat ini cenderung lebih suka membedakan antara Wahabi dengan Ahlus Sunnah. Keduanya saya kira berbeda cukup jauh.
    Dan yang sedang berlaku di kerajaan Saudi Arabia pada saat ini saya kira lebih condong kepada Wahabi daripada Sunni. CMIIW.
    .
    @Odi – ini salah satu lagi keberatan saya dengan Wahabi – di berbagai kesempatan mereka mengkritik praktek taklid buta kelompok lainnya.
    .
    Namun, mereka sendiri menggunakan kaca mata kuda sedemikian parahnya, dan kasus yang Anda contohkan itu mungkin adalah salah satu yang paling mengenaskan.

  30. Terima kasih Mas Harry atas responnya.

    Tapi Antum belum menjwab apa yang kita minta:

    “Apa definisi WAHABI yang Antum sebut-sebut dalam komentar-komentar Antum itu? Terus dimana letak perbedaan spesifiknya dengan AHLUS SUNNAH? Apa juga definisi Ahlus Sunnah yang Antum maksudkan?”

    Tanpa memperjelas definisi dan pengertian dari istilah-istilah yang Antum pakai ini, debat kusir dan adu duel akan sulit dihindari.. sebab ada penggunaan istilah-istilah yang belum dibatasi pengertiannya.. sehingga sangat rawan sekali terjadinya salah tafsir.

    Semoga jawaban Mas Harry kali ini betul-beutl menyasar.

    Jazakumullah khairan..

  31. @Syaiba – kalau definisi Wahabi & Ahlus Sunnah versi saya; Wahabi adalah kelompok yang mengikuti dan/atau mengkultuskan ajaran (atau variasinya) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.
    .
    Ahlus Sunnah adalah kelompok yang berusaha menjalankan Islam sebagaimana Rasulullah saw.

  32. Terimakasih, Mas Harry.

    Tapi jawaban ini sangat lah tidak memadai. Semua orang juga tahu bahwa istilah “wahabi” itu mengacu ke Muhammad bin Abdil Wahhab. Jadi bukan itu yang kita tanyakan.

    Antum belum memberikan “perbedaan” antara Wahabi yang antum maksud itu dengan Ahlus Sunnah. Sebab semua pengikut ajaran Ibnu Abdil Wahhab menyatakan bahwa kredo utama mereka adalah “berusaha menjalanka Islam sebagaimana Rasulullah saw.”. Kalau Antum pernah mengenal buku-buku Ibnu Abdil Wahhab, Antum juga pasti akan tahu bahwa tokoh ini sangat jarang (atau bahkan tidak pernah sama sekali) mempunyai variasi dan hasil ijtihad yang belum ada contohnya dari para Imam besar sebelumnya (seperti Imam Malik, Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad bin Hanbal).

    Jadi Antum harus menyebutkan dua hal:
    1. Apa ajaran/prinsip/variasi Ibnu Abdil Wahhab yang diikuti dan dikultuskan oleh aliran Wahabi yang Antum maksud itu?
    2. Apa perbedaan ajaran/prinsip/variasi itu dengan “Islam sebagaimana Rasulullah saw.” atau “Islam menurut Ahlussunnah dan para Imam Besar”?

    Tanpa menutaskan jawaban ini, Antum berarti tetap belum menjawab.

  33. @Syaiba – kalau Anda punya label yang lebih pas untuk orang-orang seperti ini, you’re most welcome :
    .
    1. mengaku ahlus sunnah namun taklid buta – padahal reformasi Abd Wahhab salah satunya adalah memberantas ini
    2. ketiadaan toleransi terhadap yang berbeda pendapat dengannya
    3. dakwah dengan kekerasan, bukan bil hikmah
    4. menafsirkan quran & hadits dengan sangat kaku & literal, sampai menyalahi ulama2 mereka sendiri.
    5.dll
    .
    Saat ini, orang-orang seperti ini saya labeli Wahabi, tapi kalau ada label yang lebih pas, feel free.
    .
    Oh ya, mengenai Abd Wahhab sendiri, informasi yang sampai ke saya bersimpang siur dan sangat kontradiktif, tergantung siapa penulis biografinya. Jadi saya tidak berkomentar dulu.
    .
    Jazakallahu khairan.

  34. Mas Harry, label paling pas untuk orang-orang seperti itu adalah “ANTI WAHABI”. Karena jelas-jelas–seperti yang Antum sebutkan–sikap “taklid buta” mereka ini bertentangan dengan semangat reformasi Muhammad bin Abdil Wahhab yang ingin menghilangkan taklid buta (dan syirik) menuju “ittiba’ atas dasar ilmu” (dan tauhid murni).

    Jadi tidak layak lagi label “Wahabi” itu disematkan ke orang-orang taklid buta seperti yang antum maksudkan itu…

    Berarti lebih tidak layak lagi Antum sematkan ke orang-orang Saudi secara generalisasi. (Mungkin cocoknya adalah ke orang-orang Saudi yang mengikuti “Ahbasy”).

    Berarti tidak cocok lagi Antum membenturkan antara “Wahabi” dengan “Ahlussunnah”. Tapi antara “Anti Wahabi & Taklid Buta” dengan “Ahlussunnah & Muhammad bin Abdil Wahhab”.

    Jazakumullahu khoiron.

  35. @Syaiba – setahu saya, kelompok Salafy tidak suka dengan label Wahabi, dan kelompok yang saya sebutkan sebelumnya itu (Ahbasy?) taqlid buta kepada ajaran Abd Wahhab. Jadi saya kira tadinya cocok kalau label tersebut ditempelkan kepada mereka.
    .
    Ironis memang, Abd Wahhab mengajarkan untuk tidak taqlid buta, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kalau sudah omongan syaikhnya, maka tidak ada lagi yang selain itu. Saya kira ini berbahaya sekali.
    .
    Kalau antum perhatikan, website-website salafy yang ada (karena inilah salah satu yang bisa diakses oleh orang awam), beberapa hal yang sering nampak :
    .
    1. caci maki kepada kelompok yang berbeda pendapat dengannya (saya sampai malu membacanya, kata-katanya kadang tidak kalah kasar dengan preman)
    2. penafsiran Quran & Hadits yang seenaknya. Bahkan level kepala pesantren sekali pun sudah terjerumus melakukan ini.
    3. taqlid buta terhadap syaikh, yang padahal mungkin cuma keliru. Tapi ketika diberikan masukan, malah emosi & tersinggung (dan bukannya membantu meneruskan masukan tersebut)
    4. dll
    .
    Kalau antum ada akses ke ulama-ulama senior Salafy, tolong bantu angkat masalah ini. Terus terang, di kalangan kami (grass root/masyarakat), ini lah potret Salafy. Sepertinya berbeda total dengan yang antum alami disana.
    .
    Kalau masalah ini didiamkan, nanti bisa jadi ada penolakan masyarakat terhadap Ahlus Sunnah secara general – bukan hanya kepada Salafi saja. Jika ini sampai terjadi, kita semua yang akan merugi !
    .
    Jazakumullahu khairan katsiraa sebelumnya saya ucapkan.

  36. Mas Harry, dengan segala hormat..
    .
    Penjelasan Antum di atas semakin merancukan pembahasan.
    .
    Obyek yang Antum jadikan sasaran itu belum dengan jelas Antum definisikan secara kongkret: siapa tokoh-tokohnya, apa saja buku-bukunya, apa pokok-pokok penting pemikirannya..
    .
    Tapi Antum sudah membuat label-label yang general dan penilaian-penilaian yang umum – “Wahabi”, “pengikut Ibnu Abdil Wahhab”, “orang-orang Saudi”, dll.
    .
    Padahal ketika Antum memberi julukan dan melontarkan vonis general itu (“Pengikut Ibnu Abdil Wahhab”, “Salafy”, “Saudi”), Antum sudah menyasarkan ucapan ke orang-orang besar yang sama sekali tidak melakukan taklid buta kepada siapapun & sama sekali jauh sekali dengan yang Antum tuduhkan.
    .
    Kalau memang identitas dan karakteristik dari orang-orang yang menjadi obyek vonis Antum itu bagi Antum sudah jelas, maka mestinya Antum melakukan dua hal:

    1. Menjelaskan secara kongkret siapa saja orang atau buku atau situs yang menjadi sasaran kritik Antum
    2. Menjelaskan bahwa karakteristik mereka itu bertentangan dengan dakwah Muhammad Ibnu Abdil Wahhab dan bertentangan dengan ajaran para ulama Salafiyyah
    .
    Harus juga diakui, bahwa fenomena “taklid buta” itu terjadi di semua kelompok dan madzhab atau ogranisasi yang besar. Banyak taklid buta terhadap madzhab-madzhab fikih seperti Syafi’iyyah, Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Hanbaliyyah. Banyak taklid buta terhadap tarekat-tarekat Tasawuf seperti Naqsyabandiyyah, Syadziliyyah, dan Tijaniyyah. Banyak taklid buta terhadap tokoh-tokoh tertentu seperti Muhammad Abduh, Hasan Al-Banna, Muqbil Al-Wadi’i, Zahid Al-Kautsari, Nashiruddin Al-Albani, Yusuf Al-=Qaradhawi, Hasyim Asy’ari, Amin Rais, dsb. Banyak juga taklid buta terhadap organisasi-organisasi seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Muhammadiyyah, NU, Persis, dll.
    .
    Tapi tentu Antum tidak bisa memvonis madzhab, tokoh, dan organisasi itu secara general dengan berdasar pada orang-orang yang taklid buta terhadapnya. Untuk memberikan penilaian secara general, Antum harus merujuk dahulu pada konsep-konsep dasar serta ajaran-ajaran yang ada pada mereka. Tanpa ini, yang ada hanyalah “vonis buta” – sesuatu yang tidak kalah tercelanya dibanding “taklid buta”.
    .
    Kemudian Antum juga harus membedakan antara hal-hal yang prinsipil, dengan hal-hal yang parsial. Taklid terhadap hal-hal yang prinsipil tentu berbeda dengan taklid terhadap hal-hal yang parsial yang masih debatable.
    .
    Yah, Konsepsi Ahlus Sunnah, Manhaj Salafy, dan Dakwah Muhamad bin Abdul Wahhab memang telah dikotori oleh dua kalangan:
    1. Kalangan penentang yang memberikan vonis dan penilaian secara buta;
    2. Kalangan pemuja yang membawa-bawa nama-nama itu atas dasar taklid buta.
    .
    Semoga Antum dan kita semua tidak termasuk salah satu di antara kedua kalangan itu. Amin.

  37. @Syaiba – saya tidak mengerti kenapa Anda masih komplain seperti ini :
    .

    Padahal ketika Antum memberi julukan dan melontarkan vonis general itu (”Pengikut Ibnu Abdil Wahhab”, “Salafy”, “Saudi”), Antum sudah menyasarkan ucapan ke orang-orang besar yang sama sekali tidak melakukan taklid buta kepada siapapun & sama sekali jauh sekali dengan yang Antum tuduhkan.

    .
    Padahal di komentar sebelumnya saya sudah bertanya apa label yang lebih pas, lalu Anda juga sudah menjawabnya.
    .
    Lalu, kenapa masih dikomentari sbb ?
    .

    Tapi Antum sudah membuat label-label yang general dan penilaian-penilaian yang umum – “Wahabi”, “pengikut Ibnu Abdil Wahhab”, “orang-orang Saudi”, dll.

    .
    Apa mungkin Anda jadi rancu karena di komentar saya setelahnya tidak ada konfirmasi label yang Anda usulkan ? Jika ya, saya mohon maaf, sekaligus mengkonfirmasi bahwa saya menerima pelabelan Ahbasy untuk orang-orang tersebut.
    .
    Atau ada poin lainnya lagi yang belum jelas / tidak bisa Anda terima ?
    .
    Seingat saya, masalah Anda pada awalnya adalah Padahal ketika dituntut untuk menjelaskan apa definisi yang Mas Harry maksud dengan “WAHABI”, mas harry malah mengelak.. — saya dituduh mengelak, padahal sebetulnya terlewat.
    .
    Ya sudah tidak apa, lalu saya jelaskan.
    .
    Lalu Anda tidak suka label Wahabi. Ya sudah tidak apa, lalu saya tanya apa label yang lebih tepat? Anda jawab Ahbasy.
    .
    Tapi lalu Anda bilang bahwa Penjelasan Antum di atas semakin merancukan pembahasan..
    .
    Sekarang saya betul-betul bingung sebelah mananya lagi yang masih merancukan.
    .
    Kalau Anda bisa menunjukkannya, maka kemudian saya akan coba untuk memperjelasnya lagi.
    .
    Thanks.

  38. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    wah jadi mulai rumit, saya yang baru menuntut ilmu ini jadi bingung

    mungkin biar masalahnya jelas ahsan mas Harry :
    1. Menjelaskan Karakteristik Ahlussunnah/islam yang benar itu seperti apa ?
    2. Menjelaskan Definisi Wahhabi itu apa ?
    3. Menjelaskan Letak Penyelisihan Wahhabi terhadap Ahlussunnah/islam yang benar itu dimananya ?

    dengan menjelaskan hal-hal diatas, Mas Harry juga dapat menasehati ummat dari para Wahhabi tersebut, jika memang nampak kesesatan pada pemahaman Wahhabi tersebut,

    dan saya rasa para Wahhabi itu juga mungkin bisa saja berterima kasih, karena bisa dinasehati mas Harry, dan mungkin berterima kasih juga jika ditunjukkan kesalahan mereka dalam menyelisihi Ahlussunnah/Islam yang benar, semoga yang salah kembali ruju’ pada pemahaman islam yang benar.

    Terima kasih

  39. Mas Harry, saya nggak mau tambah komentar. Ini bagus sih dialognya cuma sayang.
    mas Harry berusaha mengarahkan pada dialog tapi yang lain malah mengarah ke debat, udah gitu kok terkesan ada nada sombong. Pernah baca …. tidak, yang sedikit….dst. Aduh,
    Nah, sayangnya saya baca mas Harry juga sempat emosi dari pernyataan … berbahasa inggris… dst.
    Kalau satu kata menuntut seribu penjelasan, ya apa gunanya semua saling baca. Mas usul meskipun jadi agak nggak nyaman ya, gimana kalau menuliskan sesuatu yang memancing debat disebutkan referensinya apa biar tidak ada kata coba anda definisikan, yang jadi tambah panjang bertele-tele di tulisan ini. (terkesan mirip literatur dong mas 🙂 )
    Saya yakin semua membaca dulu sebelum melontarkan, kenapa ada kecenderungan melecehkan seolah-olah yang nulis cuma asal bunyi.
    Maaf kalau menyinggung

  40. @Back77 – hm, saya tidak berhasil menemukan komentar saya yang menurut Anda emosional, mungkin bisa ditunjukkan yang mana?
    .
    Mungkin yang ini? Kalau yang itu, sebenarnya itu kutipan dari artikel yang lain 🙂 bukan tulisan saya.
    .
    Dan posting ini sebetulnya sama sekali tidak ada niat untuk memancing debat. Tapi, karena berdasarkan asumsi / prasangka, akhirnya jadi ada yang tersinggung, dan diskusi kalau sudah emosional maka memang akan cenderung menjadi perdebatan.

  41. Mas Harry,
    .
    Penjelasan Antum saya katakan semakin merancukan pembahasan, karena sampai sekarangpun Anda tidak menyebutkan kongkret siapa nama tokoh-tokoh yang Anda maksudkan tersebut. Kalau belum diketahui tokoh-tokohnya (tapi sudah Anda klaim “taklid buta”) ya bagaimana bisa kita memberikan label untuk mereka?
    .
    Kerancuan kedua tibul karena Anda tikda menjelaskan, orang-orang yang Anda maksudkan itu “taklid” dalam permasalahan apa? Taklid terhadap prinsip “kembali kepada Al-Quran dan Sunnah” atau taklid terhadpa permasalahan/princip apa? Ini yang tiudak Anda jelaskan. Padahal ini sangat penting.
    .
    Terakhir, sepertinya ada yang Anda salah tangkap. “Al-Ahbaasy” itu sebutan untuk para pengikut “Abdullah Al-Harary Al-habasyi”, Tokoh afrika yang gemar meminta ke kuburan dan suka mengkafirkan banyak tokoh besar, seperti Ibnu Taimiyyah, Muhammad Ibnu Abdil Wahhab, Nashiruddin Al-Albany, Sayyid Quthub, Sayyid Sabiq, Yusuf Al-Qaradhawi, Amru Kholid, dll.
    .
    Jadi, mungkin bukan mereka itu yang Anda maksudkan.

  42. Syaiba, orang-orang yang taqlid buta tersebut antara lain bisa Anda temukan di diskusi ini.
    .
    Lihat bagaimana beberapa mereka lebih mengutamakan pendapat ustadz mereka, daripada fakta di Quran & Hadits. Dan mengakunya sebagai Ahlus Sunnah / Salafy pula.
    .
    Mengenai Al-Ahbasy, saya cuma mengikuti kata Anda sendiri di komentar disini.
    .
    Trims.

  43. Mas Harry, berarti sekarang jela sekali bahwa mereka (dalam diskusi itu) sama sekali tidak menyandar-nyandarkan pendapatnya kepada Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah (apalagi taklid buta kepada beliau). Akan tetapi taklid buta kepada Ahmad Sabiq Abu Yusuf. Mungkin layak juga disebut sebagai “Buyusufi”.

    Atau sebetulnya paling tepat disebut “Penganut Geocentrisme”. Ini lebih obyektif dan mencerminkan pemikiran mereka. Dan karena mereka–paling tidak menurut Anda–telah “taklid buta”, maka bisa dibilang mereka secara praksis telah menolak ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab yang sangat menganjurkan ittiba’ (sikap argumentatif) itu. Boleh saja mereka mengaku-ngaku sebagai pengikut Ibnu Abdil Wahhab, tapi sebenarnya tidak. Sebagaimana banyak sekali orang-orang mengaku pengikut Muhammad saw. tapi sebetulnya prakteknya tidak.

    Tapi kalau membaca komentar Anda nomor 82 dalam diskusi itu (termasuk taklid Anda terhadap informasi hoax yang Anda nukil itu), saya bisa maklum mengapa klaim-klaim dan labelisasi-labelisasi Anda jadi seperti ini.

    Anyway, terimakasih atas diskusinya selama ini.

    Wassalaam,
    Syaiba Mubajja Baghda.

  44. kadang semut diujung lautan lebih jelas terlihat, dibanding gajah yang ada di depan mata…

    hmm sungguh menarik kutipan ini…

    ———————————————————————————————————————-
    Dari Fudhail bin Iyyadh diriwayatkan bahwa ia berkata :”Wahai orang yang sengsara, kamu orang jahat tapi menganggap dirimu baik. Kamu itu orang bodoh tapi menganggap dirimu pintar. Kamu tolol, tetapi menganggap dirimu cerdik. Umurmu pendek, tapi angan-anganmu panjang”

    Imam Adz-Dzahabi menambahkan : “Demi Alloh, sungguh benar apa yang beliau katakan. Kita ini dzhalim, tetapi justru merasa didzhalimi. Tukang memakan harta yang haram, tetapi merasa diri kita paling suci. Fasik, tapi merasa diri kita shalih. Mencari ilmu untuk mengejar dunia, tetapi merasa mencarinya karena Alloh semata (Siyar A’laamin Nubala’)
    ———————————————————————————————————————-

  45. @Syaiba – ok, adalah hak anda untuk berpendapat demikian (mereka bukan taqlid buta kepada Abdul Wahhab), walaupun ada banyak mereka yang melakukan ini dan mengaku dirinya sebagai salafy (entah alirannya yang mana persisnya, mengingat salafy di Indonesia juga sudah terpecah-pecah lagi, satu sama lainnya bisa saling memutuskan silaturahmi / saling mengkafirkan).
    Jika Anda mau memperhatikan diskusi soal ini (MMB / matahari mengelilingi bumi) di berbagai forum, bisa Anda lihat nyaris semua pembela paham tersebut mengaku sebagai salafy.
    .
    Jika semua aktivis salafy tetap mengabaikan masalah ini (denial), seperti berbagai aliran lainnya dulu mengabaikan masalah serupa, maka saya kira tinggal menunggu waktu saja sampai tiba masanya salafy hanya nama, namun ajarannya berbeda total dengan yang menurut Anda diajarkan oleh Abdul Wahhab dulu. Cuma sekadar mengingatkan saja.
    .
    Oh ya, komentar nomor 82 itu bukan dari saya.
    .
    Wassalam,
    Harry Sufehmi

  46. Beberapa ciri kaum Wahabi, khususnya di Saudi Arabia:

    1. solat merupakan kewajiban sosial yang dipaksakan (setiap waktu solat ada polisi yang keliling sambil meneriakkan “solat … solat … solat,” maka orangpun berhamburan ke mesjid … atau pergi ke tempat lain)

    2. laki-laki yang tidak berjanggut dianggap bukan golongannya dan tidak pantas berada di sekitar mereka (believe it or not, this happened to my Egyptian friend)

    3. kaum perempuan diisolir dan dilarang mengendarai kendaraan sendiri (sekarang diakui bahwa ini bukan ajaran agama, tapi adat setempat — lho, katanya mau mengikuti ajaran agama, kok praktek seperti ini dilanggengkan?)

    4. militan — dalam konteks suka mencampuri urusan praktek agama orang lain yang tidak sejalan dengan prakteknya secara langsung dan terus terang (mis. muludan, rajaban, dsb dilarang, gerak tangan waktu tahiyyat dikomentari, dsb – dsb)

  47. Mas Harry, saya percaya Anda sekarang sudah mengakui bahwa yang mereka taklid buta-in dalam hal ini bukan Ibnu Abdul Wahhab, tapi Ibnu Sabiq. Tapi ok, memang hak Anda untuk tidak mengakuinya.

    Tentang kommen 82, jazakumullah atas klarifikasinya. Para pengaku salafy boleh jadi akan musnah. Tapi para salafy sejati akan terus abadi sampai hari kiamat, sebagai dijanjikan sendiri oleh baginda Rasulullah saw.

  48. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

    Mas Harry, maaf bisakah semua komentar saya di sini di hapus mas ?, karena alasan tertentu saya menghendaki demikian

    jazakumullaahu khair
    semoga Alloh menunjuki dan menghidupkan kita semua

    assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *