Debat antara Islam Liberal vs Penentangnya

Dari milis is-lam@milis.isnet.org:

MELAWAN “Setan JIL” DI SARANGNYA
Oleh : Erros Jafar 20 Apr, 05 – 7:21 am

http://swaramuslim.net/EBOOK/more.php?id=1293_0_11_0_M

Pengantar Redaksi:
Pada tanggal 16 April 2005 lalu, berlangsung acara
bedah buku di UIN (alias IAIN) Jakarta. Buku yang
dibedah berjudul “Ada Pemurtadan di IAIN” karya
Hartono Ahmad Jaiz. Pemrakarsa acara tersebut adalah
anak-anak JIL.

Hartono Ahmad Jaiz, sempat terkejut dengan banyaknya
audiens yang menghadiri acara ini. Jumlahnya seribu
lebih. Dan yang lebih mengagetkan lagi, massa yang
banyak itu justru berasal dari luar UIN, yaitu mereka
yang kontra JIL. Tentu saja kehadiran mereka itu
membuat komunitas JIL (dan anak-anak UIN pro JIL)
menjadi ciut.

Sayangnya, atau culasnya, moderator yang pro JIL tidak
memberi kesempatan kepada audiens untuk terlibat dalam
tanya jawab. Meski demikian, kedua ‘pakar’ JIL
kedodoran menghadapi Hartono Ahmad Jaiz dan Muhammad
At-Tamimi.

Kehadiran audiens yang kontra JIL dengan jumlah yang
tak terduga itu, nampaknya menunjukkan bahwa generasi
muda Islam kita memang masih banyak yang waras. Kedua,
menunjukkan bahwa kontribusi para aktivis Islam di
internet (terutama komunitas PKS dan SHT) yang turut
mensosialisasikan adanya acara tersebut, ternyata
cukup efektif. Ketiga, ini merupakan pertolongan Allah
SWT.

Sayangnya, ketika ‘cendekiawan dan misionaris JIL’ ini
keok -bahkan di sarangnya sendiri- tidak ada satu pun
media massa yang mempublikasikannya. Oleh karena itu,
merupakan kewajiban kita untuk mempublikasikan laporan
pandangan mata di bawah ini yang disusun oleh akh Abu
Qori.

Mau Menyanggah Malah Kejeblos

Maksud hati mau menepis dan menyanggah isi buku Ada
Pemurtadan di IAIN, tetapi yang terjadi justru
sebaliknya. Para misionaris JIL itu malah terperosok
ke dalam kubangan yang mereka sediakan sendiri. Forum
bedah buku yang semula diharapkan dapat ‘membantai’
Hartono Ahmad Jaiz malah menjadi ajang pembuktian
bahwa di IAIN memang ada pemurtadan. Hujjah-hujjah
yang diajukan para misionaris JIL itu justru secara
tidak langsung malah meneguhkan adanya proses
pemurtadan di IAIN.

Acara bedah buku karya Hartono Ahmad Jaiz itu
berlangsung di Masjid Kampus UIN (Universitas Islam
Negeri) Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta, Sabtu 16
April 2005 bertepatan dengan tanggal 7 Rabi’ul Awwal
1426 Hijriah.

Tak dinyana, acara yang sepi promosi ini ternyata
dihadiri 1000-an peserta, sebagian besar justru
berasal dari luar kampus UIN. Sehingga, perhelatan
yang semula dirancang bertempat di Fak Ushuluddin dan
Filsafat, karena tidak mampu menampung audiens,
dipindahkan ke Masjid, khususnya di lantai 2 dan 3.

Pembicara empat orang. Dua pembicara yang membuktikan
adanya pemurtadan di IAIN adalah Hartono Ahmad Jaiz
(penulis buku yang dibedah) dan Muhammad At-Tamimi
dari Purwakarta Jawa Barat. Sedangkan dua pembicara
lainnya -yang tampaknya membawa misi untuk menepis
adanya pemurtadan di IAIN namun justru
hujjah-hujjahnya menggunakan pemahaman, materi, dan
metode orang murtad- adalah Ulil Abshar Abdalla
kordinator JIL (Jaringan Islam Liberal) dan Abdul
Muqsith Ghazali MA dosen/alumni UIN Jakarta yang juga
termasuk penyusun CDL KHI (Counter Draft Legal
Kompilasi Hukum Islam) pimpinan Dr Musdah Mulia yang
telah dicabut Menteri Agama karena isinya meresahkan
dan bertentangan dengan Islam.

Acara berlangsung seru, ada pekik Allahu Akbar dan
tepuk tangan bertalu-talu, meski moderator sudah
mengingatkan agar tidak bertepuk tangan di dalam
masjid.

Materi, pemahaman, dan metode yang ditempuh Muqsith
dan Ulil justru menambah bukti bahwa apa-apa yang
ditulis di dalam buku Ada Pemurtadan di IAIN terbitan
Pustaka Al-Kautsar Jakarta setebal 280 halaman itu,
memang benar adanya. Karena, hujjah-hujjah dan metode
dua pembicara yang pro IAIN dalam membantah buku itu
memang diambil dari materi dan pemahaman kelompok
ataupun tokoh yang sudah dinyatakan kekufurannya oleh
para ulama.

Atau, mereka menggunakan pemahaman mereka sendiri yang
tanpa dasar, lalu sampai berani menolak hadits yang
shahih, dan hukum Allah swt dalam Al-Qur’an. Di
samping itu masih disertai dengan
kebohongan-kebohongan untuk memberikan cap-cap sangat
buruk kepada penulis buku. Akibatnya, ketika
kebohongan-kebohongan itu dibalikkan oleh penulis
buku, maka terkuaklah kesempurnaan bahwa produk dan
bahkan dosen IAIN yang dijagokan untuk membela IAIN
justru lebih buruk dari yang telah ditulis di buku
itu.

Artinya, isi buku Ada Pemurtadan di IAIN tidak lebih
seram dibanding dengan kenyataan yang ditemukan di
lapangan, melalui forum bedah buku tersebut.

Membela pemurtadan dengan pemahaman kufur

Jalan yang ditempuh Muqsith dan Ulil dalam membela
IAIN ketika bedah buku itu adalah:

1. Berbohong dalam rangka memberikan stigma sangat
buruk kepada penulis buku.

2. Membela kemurtadan atau kekufuran dengan faham
kekufuran, dan justru ditawarkan kepada penulis buku
agar mempelajarinya. Bahkan mereka meng-klaim bahwa di
IAIN tidak ada pemurtadan, yang terjadi sesungguhnya
dalah proses adalah pluralisasi penafsiran. Dan yang
dijadikan hujjah adalah penafsiran orang-orang yang
sudah divonis oleh para ulama sebagai kafir ataupun
zindiq yaitu Ikhwanus Shofa’ dan Ibnu ‘Arabi tokoh
tasawuf sesat berfaham wihdatul adyan (menyamakan
semua agama) dan wihdatul wujud (satunya alam dengan
Tuhan).

3. Melecehkan penulis -yang banyak mengutip
ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi- dengan tuduhan
terlalu ‘memberhalakan’ huruf-huruf Al-Qur’an. Tuduhan
itu didibalikkan oleh penulis: karena penulis
mengikuti Al-Qur’an, maka pada hari Jum’at ia pun
melaksanakan shalat Jum’at; sedangkan Ulil, justru
leha-leha berseminar dengan orang Kristen membahas
tentang Tuhan di hari Jum’at dari jam 10 hingga 13 dan
tidak shalat Jum’at, tandas Hartono Ahmad Jaiz sambil
mengangkat Majalah Gatra edisi 26 Februari 2005 yang
memberitakan bahwa Ulil tidak Shalat Jum’at.

4. Memberi cap buruk kepada penulis sebagai orang
yang melanggar prinsip-prinsip dasar Al-Qur’an, karena
penulis tak membolehkan nikah beda agama. Penulis
menguraikan tentang dosen-dosen IAIN, Dr Zainun Kamal
dan Dr Kautsar Azhari Noer, yang menikahkan wanita
muslimah dengan lelaki Nasrani, dan lelaki muslim
dengan wanita Konghucu. Pernikahan itu bertentangan
dengan Al-Qur’an surat Al-Mumtahanah (60) ayat 10 dan
Al-Baqarah (2) ayat 221. Muqsith yang alumni dan dosen
UIN Jakarta justru membela dosen-dosen IAIN yang
melanggar ayat-ayat itu dan malahan memberi cap buruk
kepada penulis buku. Maka, Muhammad At-Tamimi dengan
tegas menyatakan penolakan terhadap ayat itu sebagai
sikap orang gila yang berbicara agama tetapi dengan
dalih “menurut saya”.

5. Gagal memberikan cap buruk tentang akhlaq
penulis dan isi buku, karena tuduhan-tuduhan Muqsith
dan Ulil itu tak sesuai fakta, maka lebih drastis
lagi, Muqsith membela ajakan dzikir dengan lafal
anjing hu akbar, dengan mengemukakan bahwa dzikir
dengan lafal anjing hu akbar pun kalau niatnya… (tidak
jelas suara Muqsith karena suara hadirin gemuruh) maka
bisa meninggikan maqamnya. Ungkapan itu menjadikan
para hadirin berteriak gemuruh, menyiratkan
kejengkelan karena justru keluar betul keaslian produk
IAIN yang diangkat jadi dosen ternyata seburuk itu
pemikirannya dan keyakinannya. Bagaimana lagi para
mahasiswa asuhannya nanti.

6. Ulil berani menolak hadits shohih, walaupun
dirinya mengakui bahwa hadits itu shohih, hanya karena
keberanian menurut dirinya. Ulil juga mengakui bahwa
dirinya menulis di Kompas, tidak ada hukum Tuhan. Maka
Muhammad At-Tamimi menyebut Ulil sebagai orang gila
pertama dan Muqsith orang gila kedua. Karena Allah swt
telah menurunkan wahyu tetapi ditolak dan disebut
tidak ada hukum Tuhan. Ini jelas murtad, kufur.

Berbohong atau memutar balikkan

Kebohongan yang dilontarkan, di antaranya Muqsith
mengemukakan bahwa penulis buku ini sampai menulis: Si
jompo Sinta Nuriyah. “Penulis ini akhlaqnya masih
akhlaq orang beriman atau tidak. Kalau orang beriman
tentunya tidak menulis seperti itu,” kata Muqsith.

Kebohongan itu dijawab oleh Hartono Ahmad Jaiz
(penulis), bahwa di buku Ada Pemurtadan di IAIN ini
tidak ada tulisan yang bunyinya si jompo. Yang ada
hanyalah penjelasan tentang keadaan, yaitu yang sudah
jompo. Lantas, lanjut Hartono, “yang tidak berakhlaq
itu yang mengubah perkataan ini atau siapa?” Dan juga,
“orang yang mengajak berdzikir dengan lafal anjing hu
akbar (di IAIN Bandung) malah dibela. Kemudian orang
yang tidak menulis si jompo dikatakan menulis si jompo
dan dianggap tidak berakhlaq. Ini yang tak berakhlaq
dan imannya perlu dipertanyakan itu siapa.”

Kebohongan yang kedua namun tidak sempat dibantah
karena sempitnya waktu, adalah perkataan Muqsith bahwa
Imam Ahmad dalam Kitab Mizanul Kubro (karangan
As-Sya’roni) disebutkan, menurut pendapat Imam Ahmad,
aurat wanita itu hanyalah qubul dan dubur (kemaluan
depan dan belakang).

Perlu dikemukakan dalam tulisan ini, Muqsith yang
dosen dan alumni UIN Jakarta itu apakah ingin
mengkampanyekan agar wanita-wanita di bumi ini
bertelanjang atau bagaimana, yang jelas dia dalam
membela IAIN itu telah menyembunyikan sesuatu.

Dalam kitab Mizanul Kubro itu ada wanita merdeka
(al-hurroh) dan wanita budak (al-ammah). Aurat wanita
merdeka adalah seluruh tubuhnya, kecuali mukanya dan
kedua telapak tangannya, menurut pendapat Malik,
Syafi’i, dan Ahmad dalam salah satu dari dua
riwayatnya. Menurut Abu Hanifah, seluruh tubuh wanita
adalah aurat kecuali mukanya, dua telapak tangannya,
dan dua telapak kakinya. Riwayat lain dari Ahmad,
(seluruh tubuh wanita adalah aurat) kecuali mukanya
saja. (Al-Mizanul Kubro Juz 1, halaman 170, cetakan I,
Darul Fikr Beirut, dalam hal syarat sahnya sholat
tentang menutup aurat).

Aurat wanita budak (al-ammah) dalam sholat adalah
antara pusarnya dan lututnya seperti aurat laki-laki.
Ini menurut pendapat Malik, Syafi’i, dan salah satu
riwayat dari Ahmad; dan riwayat yang lain bahwa
auratnya (wanita budak/al-ammah) adalah qubul dan
dubur saja. (ibid). Dalam Kitab Mizanul Kubro itu
dijelaskan, yang diamalkan oleh salafus sholih adalah
yang pertama (aurat budak wanita, antara pusar dan
lutut) karena tidak adanya syahwat untuk melihat budak
wanita di luar sholat, lebih-lebih ketika sholat.
(ibid).

Imam Ahmad dalam Kitab Mizanul Kubro bab shalat itu
dikutip pendapatnya bahwa aurat wanita merdeka
(al-hurrah) adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan
dua telapak tangannya atau bahkan seluruh tubuh
kecuali muka saja.

Perlu dijelaskan kebohongan Muqsith dengan kenyataan,
bahwa wanita sekarang, pengertiannya ya wanita yang
disebut al-hurroh itu. Lalu kok bisa-bisanya Muqsith
Ghozali dosen dan alumni UIN Jakarta ini mengatakan
bahwa Imam Ahmad dalam Kitab Mizanul Kibro,
berpendapat bahwa aurat wanita itu hanyalah qubul dan
dubur. Itulah cara berbohong untuk mengkampanyekan
agar wanita sekarang yang sebagian mereka sudah
memperlihatkan pusarnya itu agar lebih bertelanjang
lagi.

Kebohongan ketiga, Muqsith menganggap Hartono Amad
Jaiz melanggar prinsip-prinsip dasar Al-Qur’an, karena
Hartono mengharamkan nikah beda agama.

Perkataan itu sendiri sudah menyembunyikan sesuatu.
Dalam buku itu sudah ditulis, yang dipersoalkan adalah
wanita muslimah dinikahi lelaki kafir, Non
Islam,Yahudi-Nasrani dan lainnya. Juga lelaki Muslim
menikahi wanita Konghucu. Lalu Muqsith mengatakan
bahwa tidak ada ayat yang mengharamkan nikah beda
agama. Itu juga menyembunyikan ayat, hingga dibantah
dengan seru oleh seorang pemuda/mahasiswa secara
spontan dengan mengacungkan Al-Qur’an.

Kalau Muqsith tidak menolak Al-Qur’an, tentunya mau
mengakui, Ayatnya sudah jelas, QS 60: 10, QS 2: 221,
dan tentang kafirnya Ahli Kitab dalam Surat
Al-Bayyinah ayat 6. Dengan cara menyembunyikan ayat,
hingga justru menghalalkan nikah beda agama (seperti
yang telah disebutkan itu) adalah satu bukti justru
adanya faham yang dihembuskan dari UIN Jakarta adalah
yang menentang ayat Al-Qur’an itu.

Membela kekufuran dengan kekufuran

Lebih nyata lagi ketika Muqsith membela IAIN dengan
faham kekufuran. Yaitu kilah bahwa IAIN tidak
mengadakan pemurtadan tetapi pluralisasi penafsiran.
Lalu yang diangkat sebagai contoh adalah faham
Ikhwanus Shofa’ yang tidak perlu melaksanakan yang
fardhu-fardhu/wajib-wajib dan cukup dengan bertasbih.

Hartono Ahmad Jaiz membalikkan kepada Muqsith, justru
faham yang tidak perlu mengerjakan yang
fardhu-fardhu/wajib-wajib itulah yang sebenar-benarnya
kekafiran. Dan itu sudah dikemukakan kekafirannya
dalam Kitab Tafsir Al-Qurthubi dan Imam Ibnu Taimiyyah
dalam Majmu’ Al-Fatawa.

Yang dimaksud Hartono itu adalah apa yang ditulis Imam
Al-Qurthubi yang dimulai dengan menukil ulasan
gurunya, al-Imam Abu al-‘Abbas, mengenai golongan ahli
kebatinan yang dihukumi sebagai zindiq yaitu: “Mereka
itu berkata: Hukum-hukum syara’ yang umum adalah untuk
para nabi dan orang awam. Adapun para wali dan
golongan khusus tidak memerlukan nas-nas (agama),
sebaliknya mereka hanya dituntut dengan apa yang
terdapat dalam hati mereka. Mereka berhukum
berdasarkan apa yang terlintas dalam fikiran mereka.”
Golongan ini juga berkata: “Ini disebabkan kesucian
hati mereka dari kekotoran dan keteguhannya maka
terjelmalah kepada mereka ilmu-ilmu ilahi,
hakikat-hakikat ketuhanan, mereka mengikuti
rahasia-rahasia alam, mereka mengetahui hukum-hukum
yang detil, maka mereka tidak memerlukan hukum-hukum
yang bersifat umum, seperti yang berlaku kepada
Khidir. Mencukupi baginya (Khidir) ilmu-ilmu yang
terbuka (tajalla) kepadanya dan tidak memerlukan apa
yang ada pada kefahaman Musa.” Golongan ini juga
menyebut: “Mintalah fatwa dari hatimu sekalipun engkau
telah diberikan fatwa oleh para penfatwa.”

Selanjutnya al-Qurtubi mengulas dakwaan-dakwaan ini
dengan berkata: “Kata guru kami r.a.: Ini adalah
perkataan zindiq dan kufur, dibunuhlah siapa pun yang
mengucapkannya dan dia tidak diminta taubatnya, karena
dia telah ingkar terhadap apa yang diketahui dari
syariat. Sesungguhnya Allah telah menetapkan jalan-Nya
dan melaksanakan hikmah-Nya bahwa hukum-hukum-Nya
tidak diketahui melainkan melalui perantaraan
rasul-rasul yang menjadi para utusan antara Allah dan
makhluk-Nya. Mereka adalah penyampai risalah dan
perkataan-Nya serta pengurai syariat dan hukum-hukum.
Allah memilih mereka untuk itu dan mengkhususkan
urusan ini hanya untuk mereka.”

“Telah menjadi ijma’ salaf dan khalaf bahwa tidak ada
jalan mengetahui hukum-hukum Allah yang berhubungan
dengan suruhan dan larangan-Nya walaupun sedikit,
melainkan melalui para Rasul. Maka siapa yang berkata
“Disana ada cara lain untuk mengetahui suruhan dan
larangan Allah tanpa melalui para rasul atau tidak
memerlukan para rasul” maka dia adalah kafir, dihukum
bunuh tidak diminta bertaubat, dan tidak diperlukan
untuk tanya jawab dengannya (al-Jami’ li Ahkam
al-Quran jilid 11, halaman 40-41, cetakan Dar al-Fikr,
Beirut).

Gejala Pemurtadan di IAIN

Hartono Ahmad Jaiz menguraikan gejala-gejala
pemurtadan di AIN, di antaranya buku Harun Nasution
untuk IAIN berjudul Islam Dipandang dari Berbagai
Aspeknya menyatakan bahwa agama monotheisme itu Islam,
Kristen (Protestan dan Katolik), dan Hindu. Juga buku
Sejarah Pembaharuan Pemikiran Islam tulisan Harun
Nasution untuk IAIN diantara isinya menyebut Rifaat
At-Tahtawi (Mesir) sebagai pembaharu, dan bahkan dalam
makalah dosen IAIN di bawah bimbingan Harun Nasution
di SPS (Studi Purna Sarjana) di IAIN Jogja 1977,
Rifaat At-Tahtawi yang menghalalkan dansa-dansa laki
perempuan disebut sebagai pembuka pintu ijtihad. Ini
adalah penyesatan. Mana ada pembaru dalam Islam
menghalalkan yang haram. Padahal dalam hadits, ada
potensi zina bagi mata, tangan, mulut, hati dan
dibenarkan atau dibohongkan oleh farji/ kemaluan kata
Hartono.

Hal itu dibantah Abdul Muqsith Ghozali dengan kitab
I’anatut Tholibin terbitan Toha Putra Semarang, dengan
dibacakan tentang definisi zina, lalu Muqsith
mengatakan, kalau hasyafah (kemaluan lali-laki)
ditekuk maka bukan zina. Begitu juga dengan tangan.

Hartono menjawab, “bagaimana ini, tentang zina, tangan
punya potensi zina itu saya mengutip hadits Nabi saw.
Kenapa hadits Nabi dibantah pakai kitab I’anatut
Tholibin? Ya seperti inilah keluaran dari IAIN,” tegas
Hartono dengan menuding Muqsith yang di sebelah
kanannya.

Attamimi dengan suara lantang menantang Ulil Abshar
Abdalla yang menolak hadits, yang walaupun shohih di
kitab Bukhori, namun menurut Ulil tidak sesuai, maka
ulil menolaknya. Contohnya hadis tentang orang sholat
jadi batal karena adanya yang lewat yaitu anjing,
orang perempuan, dan khimar/keledai. Kata Ulil, “di
sini perempuan disamakan dengan anjing dan keledai.
Jadi saya tolak, walaupun itu ada di Kitab Shohih
Bukhori,” kata Ulil.

Kata At-Tamimi, “apakah anda ini ahli hadits? Apa
keahlian anda. Dalam hal ilmu agama ini tidak bisa
hanya dengan perkataan ‘pendapat saya’. Di ilmu teknik
dunia saja tidak bisa dengan ‘pendapat saya’ . Memang
anda ahli apa? Apakah ahli hadits? Saya tantang anda
bicara tentang hadits. Bahkan kumpulkan seluruh orang
JIL, cukup saya hadapi sendirian. Tidak bisa bicara
agama kok ‘menurut saya’, ‘menurut saya’. Bukan hanya
perempuan yang disamakan dengan binatang, semua
laki-laki yang tidak percaya kepada Al-Qur’an dan
As-sunnah seperti anda ini dinyatakan dalam Al-Qur’an
seperti binatang,” seru At-Tamimi dengan lantang,
disambut dengan suara gemuruh hadirin.

Dua orang yang membela IAIN dan ingin merobohkan fakta
pada buku Ada Pemurtadan di IAIN itu setelah gagal
memberikan cap-cap buruk karena dibalikkan dengan
telak, maka justru menolak hukum Allah (sebagian
ditentang, dan bahkan dinyatakan tidak ada hukum
Tuhan), dan menolak hadits walaupun diakui shahih.

Di situ justru pada dasarnya mereka menampakkan
tambahan bukti yang ada pada ungkapan-ungkapan mereka
sebagai alumni, dosen dan pembela IAIN bahwa
sebenarnya IAIN memang jelas ada pemurtadan. Jadi,
mereka mau menepis Adanya pemurtadan di IAIN tetapi
justru terperosok pada penguatan bahwa memang benar
ada pemurtadan di IAIN secara sistematis. Itu tentu
saja sangat berbahaya.

Buku Ada Pemurtadan di IAIN dibedah pertama kali di
Islamic Book Fair di Istora Senayan Jakarta, Ahad 27
Maret 2005. Pembicara Dr Roem Rowi dosen pasca sarjana
IAIN Sunan Ampel Surabaya, dosen tafsir; dan penulis
buku Hartono Ahmad Jaiz. Hadirin sekitar 500 orang. Dr
Roem Rowi mengakui, di IAIN dia mengajar tafsir, namun
mahasiswanya dirusak oleh pemikiran-pemikiran yang
diajarkan dalam materi pemikiran Islam (dan sejarah
kebudayaan Islam), yang itu justru materi kuliah
dasar, semua mahasiswa harus ikut.

Sehingga, ketika ditanya peserta bedah buku, ke mana
untuk mendidikkan anak di perguruan tinggi yang
islami, Dr Roem Rowi tidak memberikan rekomendasi,
hanya menunjuk di antaranya Universitas Islam
Internasional di Malaysia. Sedangkan ketika ditanya
tentang kurikulum, seberapa peran menteri agama dalam
membuat kurikulum di IAIN, Roem Rowi menjawab, menteri
agama masa lalu ya hanya mengikuti Dr Harun Nasution.
“Seakan perkataan Harun Nasution itu qoululloh (firman
Alloh) bagi menteri agama yang lalu,” ujar Roem Rowi
yang meraih gelar doktornya dari Universitas al-Azhar
Mesir ini.

Disebut Ada Pemurtadan di IAIN, menurut buku itu,
karena kurikulumnya, materi kuliahnya, sistem
pengajarannya, cara mengajarnya, dan dosen-dosennya
banyak yang tidak sesuai dengan sistem pemahaman Islam
yang benar. Tidak merujuk kepada Al-Qur’an, As-Sunnah,
dengan manhaj salafus shalih. Tetapi yang dijadikan
mata kuliah dasar justru sejarah pemikiran Islam dan
sejarah kebudayaan Islam, yang semuanya bukan dasar
Islam, dan disampaikan tidak secara ilmu islami, tidak
merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan sistem
pemahaman yang benar. Diajarkan secara liar, yaitu
tanpa sanad (pertalian riwayat) hingga boleh
berkomentar apa saja sampai menghina para sahabat
sekalipun.

Akibatnya, alumni IAIN tidak bisa membedakan antara
madzhab-madzhab (yang perbedaannya itu dalam wilayah
furu’/ cabang, jadi boleh saja) dengan sekte-sekte
sesat (firoq dhollah) yang sudah berbeda dengan hal
pokok yang benar. Bahkan sampai tak bisa membedakan
antara mukmin dengan kafir, ketika diajari tasawuf
falsafi dan apa yang disebut filsafat Islam (semuanya
dalam materi kuliah sejarah pemikiran Islam dalam mata
kuliah dasar). Akibatnya, mereka menyamakan semua
agama. Itulah sebenar-benarnya pemurtadan secara
sistematis lewat jalur perguruan tinggi Islam
se-Indonesia baik negeri maupun swasta. Maka
kurikulum, sistem pengajaran, materi, metode, dan
dosen pengajarnya perlu ditinjau ulang. Pembelajaran
dosen-dosen IAIN ke Barat untuk studi Islam pun perlu
dihentikan, menurut penulis buku, karena itu menjadi
sumber utama pemurtadan tersebut.

Usai bedah buku di UIN Jakarta, hadirin pun berjama’ah
shalat dhuhur, tanpa ada dosen ataupun mahasiswa UIN
yang maju jadi imam, hingga Ustadz Mustofa Aini
seorang hadirin alumni Universitas Islam Madinah maju
untuk mengimami setelah agak lama ditunggu-tunggu tak
ada yang maju. Ulil, Muqsith dan sebagian besar
panitia dari BEM Fak Usuhuluddin dan Filsafat UIN
Jakarta tidak tampak ikut shalat berjama’ah. Mereka
berada di mihrab sebelah imaman. Kemudian Ulil
diiringi para panitia turun dan pulang setelah hadirin
yang shalat berjama’ah telah bubar pulang.

“Kampus Islam tidak mencerminkan Islam,” keluh di
antara yang hadir.

49 thoughts on “Debat antara Islam Liberal vs Penentangnya

  1. Perlu upaya yang intens dan konsisten untuk mendorong atensi Menteri Agama mengevaluasi Kurikulum, dosen dan referensi yang digunakan di UIN agar tidak membawa manusia-manusia yang berpotensi ke jurang kedurhakaan

  2. Islam tidak akan pernah besar jika pemeluknya memiliki pemikiran sempit, argumentasi yang, maaf, tidak intelek, menyerang seseorang yang beda pendapat dengan emosional mengarah ke pribadi, tidak esensial, subyektif, sombong,tidak berbesar hati seperti ditunjukkan dengan sangat gamblang oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Erros Jafar. Juga yang selama ini ditunjukkan oleh mainstream saudara-saudara muslim saya. Atau memang beginikah ajaran Islam sebenarnya? Kalau benar, saya salah memeluk agama ini. Ya Allah, bertindaklah terhadap orang-orang seperti ini. Selamatkan Agamamu…….Selamatkan keimanan saya dari orang-orang seperti mereka…

  3. Anda sudah baca transkrip diskusi di atas atau belum 🙂 yang tidak intelek itu siapa ? Coba Anda baca lagi, dan lihat bagaimana ngawurnya dasar dari berbagai pemikiran kawan-kawan di Islib.

    Anda sudah banyak menuduh di komentar Anda ini, mungkin Anda bisa menunjukkan poin-poin yang mana saja, agar tuduhan-tuduhan tsb jadi ada dasarnya dan tidak asal menuduh saja.

    Mengenai keyakinan Anda (Islam tidak akan pernah besar jika pemeluknya .. emosional, dll) – saat Al-Ghazali dan Ibnu Rushd berdiskusi, kata-kata “vulgar” juga keluar kok, malah dari ibnu Rushd; seperti “bodoh”, “argumentasi lemah”, dll. Tapi, saya kira Al-Ghazali & Ibnu Rusydi masih lebih besar namanya daripada Islib. Dan sangat banyak pemikir Barat yang menjadikan kedua tokoh tersebut sebagai pedoman mereka.
    Kalau kita memang merasa sebagai intelektual, tentu kita tidak akan terhenti untuk mengambil hikmah hanya karena kata-kata yang tidak cocok dengan selera kita.

    Kalau Anda kebetulan belum membacanya, ada baiknya Anda membaca artikel ini:
    http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1499&Itemid=1

    Consider this as a “full disclosure statement” about Islam Liberal.

    Saya kira sudah saatnya kita untuk kritis kepada siapa saja, bahkan kepada orang-orang yang “memperjuangkan” kebebasan berpikir, berpendapat, dan bersikap kritis. Karena ternyata banyak dari mereka ini yang justru cuma membeo, atau juga emosional/bias.
    Atau, berpendapat tanpa dasar yang jelas, dan kemudian lepas tangan ketika ditanya dengan lebih detil; seperti yang disampaikan oleh seorang kawan saya :

    Saya tertarik dengan diskusi ini dan merasa sedikit berkepentingan karena kami disini selalu berdialog dengan para aktifis Islib yg kebanyakan anak-anak muda itu. Tapi saya melihat sesuatu yang “aneh” didalamnya, sebab ketika kami menyanggah ide-ide liberal mereka dan ketika mereka terpojok mereka tidak menanggapi atau mengoreksi kesalahan mereka sama sekali. Kalau masih ingat saya pernah menolak ide Dekonstruksi Tafsir-nya salah seorang aktifist Islib, tapi tidak ada jawaban.

    Wallahua’lam.

  4. islam liberal itu benar2 sudah gila.menyimpank jauh dari AL QURANdan AL HADIST,jika dibiarkan bisa merusak ahqlaq pemuda muslim.karna sangat rentan dengan maksiat terutama ziNAH!!!!!!

  5. Ulil Abshar Abdalla kordinator JIL (Jaringan Islam Liberal) dan Abdul Muqsith Ghazali MA dosen/alumni UIN Jakarta SEGERALAH KALIAN BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT … SEBELUM AJAL MENJEMPUT KALIAN … MUMPUNG MASIH ADA WAKTU UNTUK MEMPERBAIKI KESALAHAN KALIAN … INGAT TIDAK ADA KATA TERLAMBAT …..

  6. catatan: tolong berkomentar dengan kata-kata yang lebih baik. terimakasih.


    JIL = Jamaah Ib**s Lu!!!! binatang lebih terpuji daripada kalian..
    terkutuk lah kalian yg akan menghuni neraka yg di murkai Allah.. (nb: kita tidak tahu akhir hidup seseorang, sampai itu terjadi)
    Allahu Akbar!!!

  7. Sudahlah, isu ini nggak pernah akan pernah ketemu solusinya karena sudut pandang masing2 yang memang berbeda. Saling menghargai jauh lebih baik daripada masing2 merasa paling benar, paling pintar apalagi merasa paling mulia disisi Allah. Mendingan bareng2 berdebat keras2an mengenai bagaimana mengatasi kemiskinan dan kebodohan masyarakat kita. Ingat di surat almaun, kita akan diancam akan dijebloskan ke neraka well meskipun sholat kita teratur, tetapi menghardik (mengabaikan) orang miskin.

  8. #8 – Islam itu kaffah = menyeluruh. Jadi, usaha mengentaskan kemiskinan terus kita lakukan. Tapi, yang ngawur-ngawur seperti ini juga tetap perlu kita luruskan, agar saudara-saudara kita tidak terjerumus.

  9. MENGGUGA T ISLIB BACA (IBLIS). Tidak ada yang dibawa oleh islib selain kekacauan berfikir. Argumentasi yang diberikan tidak lain dan tidak bukan adalah “pendapat Saya”. Kalau “pendapat saya” bicara aja dikamar mandi sendiri dan dikalangan sendiri. Bagaimana mungkin “pendapat saya” dipaksakan ke orang lain yang juga punya “pendapat saya sendiri”.
    Saya lebih suka islib itu diperlakukan seperti halnya Lia Aminudin. Sehingga jelas siapa musuh dan siapa kawan. Jangan memperlakukan islib sebagai kawan. Dalam tulisannya jelas memperlakukan kita sebagai lawan,
    BERJUANG MELAWAN ULIL DKK

  10. aktivitas JIL itu dah keliatan banget ngawurnya harusnya hal ini benar2 diperhatikan oleh pemerintah..indonesia kan bukan negara liberal so gak ada kebebasan untuk akivitas kemurtadan kan?jangan sampai nama ISLAM semakin terpuruk dikarenakan pemeluknya sendiri n hal itu berarti membuktikan bahwa islam benar2 hancur oleh pemeluknya sendiri….gak mau kan? bisa diketawain kita………so let’s do something for our lovely religion.makanya mempelajari sesuatu itu jangan ketinggian kalau g nyampe,kan berabe kalau jadi menyimpang…n jangan maen tafsirin sendiri tanpa membandingkan banyak jawaban dari orang lain yang ilmunya jauh lebih baik jadinya ntar salah tafsir deh……..

  11. ed: tolong berkomentar yang bermanfaat, dan tidak cuma asal emosi.
    terimakasih.

    Membaca uraian diatas sangat menarik sekali dan menggelikan atau malah menjijikan terlebih setelah membaca hujjah2x ULIL dkk..Menurut saya menurut saya.

    Kalo gitu menurut saya ULIL itu ANJING, BODOH TOLOL dan LAKNAT ALLAH.

    Maaf tiada penghargaan bagi manusia semacam ULIL yang sudah merusakan tatanan akidah Islam.

    ULIL SEBENAR-BENARNYA ANJING,

    HEY ANJING ULIL, BERTOBATLAH.

    ANJING PUN LEBIH BAIK DARI KAMU (ULIL) KRN ANJING TIDAK SUKA MAKAN KOTORAN, SEDANGKAN KAMU (ULIL) SUKA MAKAN KOTORAN.

    MENURUT SAYA JIL, ULIL DKK ADALAH ANJING. MAAF JANGAN DIDEBAT, INI PENDAPAT SAYA. BEBAS TOKH…

    LEBIH BAIK BUNUH SAJA ORANG2X JIL….

    ALLAH AKBAR

  12. mungkin ada baiknya kita sejenak tidak emosional dan membuka diri. islam itu kan tidak monolit….
    mari renungkan. seorang yang seumur hidupnya berbuat baik, kalau mati apakah tidak akan masuk surga hanya karena dia tidak islam?
    islam (dan hidup manusia) itu beragam. ketidakbisaan mengakui (dan menerima) keragaman ini adalah kegagalan terbesar yang dibawa agama islam pada penganutnya. islam yang semacam itu hanya akan membawa uniformitas, keseragaman, dan penghancuran.
    selama hayat dikandung badan, saya percaya bahwa ada kebenaran dan keselamatan dalam islam — sebagaimana saya percaya bahwa agama-agama lain pun membawa kebenaran dan keselamatan.
    (bahwa ulil ngawur, itu soal lain. haha.)

    wass’

  13. Kata Nabi SAW, ada satu masa, umatnya sepeti buih dilautan, banyak tapi tak ada isinya-begitulah yang terjadi sekarang ini. ada orang berbeda pendapat-emosi, ada orang yang berbeda penafsiran islam-emosi, ada orang berbeda penafsiran qur’an emosi lagi, ada orang yang mengkaji islam dengan pisau analisa barat-dicap sesat, ada orang yang mendekati islam dari segi tasawuf-dicap sesat, ahmadiyah-sesat, syiah-sesat, LDII-sesat lagi, jangan-jangan orang yang dengan gampang mencap sesat sana-sini, mengkafirkan sana-sini itu juga orang yang tidak berakal alias gila, menganggap pendapatnya sama dengan kebenaran itu sendiri, padahal kebenaran hanya milik Alloh, berarti mereka-menyamakan diri dengan Alloh dong…..khusus buat Bung H.A. Jaiz..saya sudah pernah baca buku anda dan memang redaksi berikut isinya tak lebih dari seonggok sampah-penuh dengan kata serapah-apakah anda mengklaim sebagai’Al-hakim’dan berhak menvonis penafsiran yang tak seide dengan anda sesat, berikut konco-konconya yang paranoid dalam berislam, seolah islam terkungkung dalam satu penafsiran sempit, dengan begitu anda sukses memenjarakan islam. benar-benar ini web ga waras isi komentnya kebun binatang semua, jangan-2 yang mengelola juga binatang………

  14. uadh jelas-jelas al-quran dan hadis itu bilang yang tidak seseuai dengan hadis dan al-quran itu sesat ngapain lagi bilang jang menghakimi atau menuduh orang sesat kalo udah mereka itu tidak mengakui al-quran dah hadis dan secara logika dan secara tidak langsung Alloh udah mengharamkan atau memvonis itu haram or sesat ko kita malah bilang jangan mencap itu sesat./

  15. Kalian semua sakit! Dan semua orang dalam forum ini layak untuk di tampari. Belajar yang tekun tidak lewat buku saja, pelajari orang-orang di sekitar kita, pelajari juga alam dan cuaca. Rasakan kepedihan mereka, dan kekecewaan mereka, atas pertengkaran yang tidak ada habisnya ini.
    Jangan terjebak ilusi, imajinasi, dan rasa takut berlebihan, bahwa Islam –yang tinggi dan tak ada yang tinggi selainnya– ditentukan oleh segelintir orang, apakah Ulil, Hartono, Gusdur, Usroh, JT, NU, Hidayat Nurwahid, dsb. Para panjenengan itu biarlah saling kelahi (menggantikan kita). Kita sebagai arus bawah, laiknya memperhatikan kualitas hidup kita. Sebagai tetangga, sebagai warga negara, sebagai manusia dengan alam.

  16. Ente yang sakit bos! Udah tahu, ada dalam gelanggang perang, eh mau bikin damai. Kalo mau jadi wasit, silahken. kalau mau nonton ya minggir. Mendingan jadi orang abangan normal yang jumlahnya seratus juta lebih di Indonesia. Asyik kan nonton perang Islam lawan Islam! Kita nggak ikutan, wong mau Islam atau nggak, mereka nggak bakalan peduli sama kita orang: orang kecil yang cari makan.

    Nonton aja dech.

  17. http://www.liberalmoslem.blogspot.com – I have just reviewed Abdul Halim Muhammad Abu Syuqqah’s six volume-books under title Tahrirul Mar’ah Fi Ashril Risalah (Woman Emancipation in the Days of Prophet). This book is an important documentation of women’s lives in the days of Prophet Muhammad, which based on critical studies upon the main Islamic sources, in particular hadith (prophet’s sayings). The author told that the book was born out of his concern about women discrimination among the Middle Eastern Muslim societies.

    Abu Syuqqah, who was a student of the prominent expert of hadith Nashiruddin Al-Albany, astonished as he found many hadith about the moderate life of women in the days of the Prophet. In that time, Muslim women were engaged in many outdoor activities as they participated in battles (Jihad), offered their prayers in mosque, listened to the Prophet’s sermon, complained and proposed their problems to the Prophet, served male and female guests, involved in the meeting with Prophet’s companions etc.

    These finding shocked him because it contradicts against the general perception of women among Muslim society. Some viewed that woman is creature who arouse man’s desire and libido therefore she should stay indoor. Her voice is aurat, her body opens the way to discord ( fitna), her mind is deficient, and her faith is incomplete. Therefore, she has no freedom to do anything or to determine her choice.

    This has motivated Abu Syuqqah to analyze the texts of Quran and hadith concerning woman in two great sources of hadith, Shahih Bukhari and Shahih Muslim. This analysis aims at exposing the historical facts of women’s life in the days of Prophet. Furthermore, he wanted to revive the spirit of freedom that Prophet had given to women.

    To me, this critical study upon hadith is considerably useful today. This study shows several aspects of freedom which prophet had given to women, like freedom to choose a husband and divorce him, freedom to work and manage the asset and property, and other aspects. A hadith narrated by Bukhari told that a girl, daughter of Ja’far, worried that she will be force to marry a man she hated. She wrote about her anxiety toward two sheikh from Anshar, Abdurrahman and Majma’, who afterward deliver the letter to the Prophet. The Prophet responded her.

    Unfortunately, many have forgotten the aspect of women’s freedom in the days of prophet. Most of ulema and religious leaders were more concerned upon hadith and religious perception that tends to discredit and discriminate women. No wonder that post the death of the Prophet, women return to the age of ignorance ( jahiliyyah ). Women must stay indoors, have limited activities and subordinated under man’s supremacy, which sometimes justified by fake hadith.

    One of hadiths which used to “tame” women as narrated by Fathimah, daughter of the Prophet, asserted that woman should not see others and should not be seen by others ( innal mar`ah la tara ahadan wala yaraha ahadun ). Abu Syuqqah rejected this hadith and regarded it as a fake one. First, the narrator of hadith ( sanad ) was doubtful. Second, the content of hadith ( matan ) contradicts against the historical facts in the days of Prophet as well as his statements.

    Unfortunately, the mysoginic hadith were more popular and therefore there must be a follow up of Abu Syuqqah’s breakthrough so that women will not be oppressed by religious spirit based on lack knowledge. We want women to have their rights, at least just as the Prophet had already given them. (Umdah El-Baroroh – taken from http://islamlib.com)

  18. Aduh – aduh…kenapa ribut – ribut di IAIN ada pemurtadan…..aduh – aduh…gak usah cari jauh – jauh di IAIN, di tempat sendiri pasti juga ada….di mana – mana pasti ada pemurtadan….euiy bedanya terang – terangan gak….termasuk masjid.
    Kalo soal gak sesuai ma Al _Qur’an dan Al – Hadist…itu dia tuh….sebenaranya gak sesuai ma Al -Qu’an atau tafsirannya. kebanyakan sih karena tafsirannya.
    Sering kan orang menghujat, ia tidak sesuai dengan Al- Qur’an…pertanyaan penting nih, orang yang menghujat tersebut berpedoman pada Al – Qur’an atau mengikuti omongan kyai, ulama atau ustadznya atau tafsiran Al _Qu’an.
    biar bagaimanapun tafsiran Al -Qur’an itu di buat oleh manusia yang berupa pandangan – pandangan manusia yang berusaha menenerjemahkan isi Al _Qur’an tapi bukan isi Al _Qur’an itu sendiri….Artinya…tafsiran bukan Al -Qur’an tapi pemikiran manusia terhadap isi Al _Quran.
    tau gak banyak orang yang lupa, tatkala mempelajari Al -Qu’an…tau dimana lupanya nih?????
    salah satu sifat dari Al -Qur’an adalah universal, artinya orang yang mempelajari Al -Qur’an dengan sunguh – sungguh harus siap mempelajari universal dan menerimanya kemudian diterapkan.
    menghargai pendapat orang lain bukankah salah satu dari menerima universal…entah itu pendapatnya salah atau benar..kan hanya pendapat….bukan memaksakan pendapat sendiri ke orang lain…bukankah tafsiran itu juga pendapat para alim ulam…sekali lagi kan pendapat.
    Alim ulama juga manusia…pasti punya keburukan, punya ego dll. Mungkin aja pelacur jauh lebih mulia daripada alim ulama…mungkin kan??…toh yang mengetahui kealiman seseorang dan kesucian seseorang hanya Sang Maha Mengetahui lagi Maha Pemurah.
    ……balik lagi nih…kalo soal hadits..sih jangan diributkan. terserah orang mau mengikutinya atau tidak. Yang paling penting kan mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain ALLAH dan Muhammad rasul ALLAH.
    Mungkin pandanganku lebih ke arah orang – orang JIL ketimbang orang – orang saklek….maaf..tapi ini suatu kenyataan, bahkan orang JIL sendiri mungkin masih ada orang saklek juga…kalopun gak itu sebagian.
    Aneh kan….?
    tapi itu kenyataan….gawatnya banyak sekali pencari – pencari agama yang orang – orang saklek. kalo menurut hadist ini yah ini….kalo beda marah…kalo kepepet ngucap Astaghfirullah tapi sebagian..kalo sebagian yang lain bisa main tangan atau menghujat orang lain yang beda dengan cap penentang agama dan tak sesuai dengan Al _Qur’an dan Al – Hadist…padahal ia sendiri cuma denger dari sebagian orang tentang Al -Qur’an dan Al – Hadit…atau cuma mendengar atau membaca sebagian tafsiran Al -Qur’an dan Al – Hadist…
    sorry yang kutilskan adalah pengalamanku ketika debat dengan orang – orang masjid…aku kan sering diceramahi, tapi ketika aku berbeda sedikit sudah diperingati kembalilah ke jalan yang benar…dan parahnya lagi ada yang beda pendapat denganku, marah2 memegang tanganku agak kuat. untung aku sabar dan coba menahan emosi…kalo gak tanganku sudah sampe ke mukanya…bakal tambah jelek dah dia…aku percaya bahwa amarah adalah salah satu sifat yang ditanamkan syetan.dan jangan mengikuti syetan….baru beda sedikit eh jadi setan….takutttt……
    bahkan aku pernah dulu ketika puasa setahun yang lalu saat itu aku baru selesai buka puasa di bunderan UGM…ketika aku pulang aku dicegat sekitar delapan orang – orang saklek berkendara..perlengkapannya ternyata dah matang, ada yang make rompi bahkan kayu…padahal aku lagi berjalan dengan kakakku (wanita)…mereka menasihati untuk ke masjid bukan jalan – jalan berduaan, Alhamdulillah sih karena dinasihati tapi caranya salah yakni menasihati dengan amarah…aku sih menuruti gimana lagi…8 orang bersenjata bo…eh ketika aku beda pendapat sedikit dalam menjawab, seingatku aku menjawab seperti ini “kan cuma sunnah tidak wajib”..eh salah satu dari mereka menghajarku dari belakang dengan kayu…apa itu islam…itusih syetan berwujud manusia. masa beda sedikit main tangan….
    lalu kami berantem deh…aku menghadapi beberapa dengan otot – otan. dan dari belakangku memukulku dengan tiba – tiba. sedangkan kakakku dikeroyok empat orang dari mereka. dengan alasan Islam mereka menjejek wanita bersama – sama lagi….apa itu islam….dan yang terakhir, aku ditabrak motor dari ketua mereka setelah aku mengadukan kepadanya bahwa teman – temannya menganiaya kami. eh malah menabrak…untung aku masih sabar…kalo gak aku culek matanya…kemungkinan besar ia buta..karena posiisiku yang memegangi stang motornya saat ditabrak.
    masa Islam mengeroyok…masa Islam memukul dari belakang…masa Islam mengeroyok wanita, laki – laki semua lagi.
    akhirnya aku teriak aja…masyarakat di perumahan dosen UGM pun berkeluaran…eh…gerombolan yang mengaku Islam itu yang sebenarnya syetan berwujud manusia itu kabur….hah…pengecut banget. dapat ajaran dari siapa yah…setahu aku Islam bukan penegecut tapi pemberani.
    aku pun mengadukan itu sama satpam UGM, lalu aku ditanya ma masyarakat yang dah siap – siap nggebuki gerombolan syetan yang mengaku dakwah atas nama Islam itu….eh pas aku di tempa satpam UGM, kata mereka kemarin juga ada anak putri yang ditampar oleh orang – orang seperti itu..lantaran jalan pulang sama cowoknya dari berbuka puasa….beraninya menasihati dan menghajar kalo beda pendapat dan gak nurut ma mereka di tempat sepi. Tapi mereka gak berani tuh menasihati orang di tempat ramai seperti bunderan UGM.
    keesokan harinya aku bersama kakakku mencari orang – oang tersebut. karena aku menduga orang tersebut bakal hadir lagi di UGM..eh iya…aku ketemu lagi sama salah satu orangnya, ia mau ke masjid UGM…kami pandangi dia terus…ia pun masih inget dan kulihat ia pucat…ketakutan ha …ha..ha….mengaku dakwah untuk islam kok pengecut.
    …………………………………………………………………………
    Jika kalian gak percaya ma ceritaku…coba cek di pusat Satpam UGM, data setahun yang lalu.
    Dan jangan jadi syetan manakala beda pendapat. soalnya mengurangi banyak pahala …jika orientasinya adalah pahala..oke…salam damai….maaf jika ada yang tersinggung…nih pendapat dan ceritaku…..

  19. to Eradea
    Ricuhnya dalam suatu diskusi mencari kebenaran memang sering mengarah pada perdebatan yang tidak perlu tapi…
    hal tersebut memang manusiawi dan masih bisa diarahkan ke arah yang lebih baik dengan kepala dingin tentunya serta niat ikhlas “mencari kebenaran”.
    Yang terpenting… kerangka dan metode mencari kebenaran dalam islam harus dikembalikan kepada sumber islam itu sendiri yaitu Al Quran, Hadis, Ijma Sahabat dan Qishas. Artinya pendapat kita harus berdasarkan hal2 tersebut di atas. ok??? Wassalam

  20. @arif wachyu – masalahnya, kedua ekstrimis (konservatif & liberal) melakukan hal yang sama. Yang satu fokus cuma ke hadits-hadits yang “mengekang” wanita, dan yang satu lagi cuma fokus ke hadits-hadits yang “membebaskan” wanita. Hasilnya juga sama, sama-sama ngawur.
    .
    Padahal kalau dipahami secara komprehensif, balance, & adil; jadi ketahuan bahwa sebetulnya Islam itu memang mengangkat harkat wanita.
    Banyak justru orang Barat yang bengong ketika tahu bahwa wanita di Islam 14 abad yang lalu bisa aktif, ada didengar suaranya di masyarakat, bisa menjadi guru bagi laki-laki, dll. karena di Barat banyak aspek-aspek tersebut yang masih tabu bahkan sampai sekitar tahun 1950-an.
    .
    Sekarang juga banyak yang kagum tentang bagaimana Islam menekankan pada substansi, not just skin-deep. Ketika wanita dieksploitasi habis-habisan di negara barat dan hanya sekedar menjadi pretty dolls di berbagai event, Islam memungkinkan mereka fokus ke potensi mereka & mengeksploitasi potensi tersebut sehingga menjadi bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.
    .
    Membahas Islam harus dilihat dari banyak sisi & keseluruhan, tidak bisa sepotong-sepotong seperti para ekstrimis liberal & konservatif ini.

  21. Saya hanya berdoa, semoga laknat Alloh pada Ulil dan konco-konconya di Islam Liberal, didunia dan diakhirat, sewaktu masih hidup maupun sesudah mati, semoga hidup mereka tidak berkah, hidup untuk menumpuk dosa. Semoga Alloh melindungi seluruh kaum mu’minin dari fitnah mereka.

  22. tuk Anton
    kejam kali kau..
    apa kau tak sadar, kalau dari kata – kata kau, kau sudah menghina diri sendiri…….
    apakah dalam agama islam diperbolehkan mendoakan orang seperti kau?….
    Aneh kali kau
    kok dalam ajaran agama ku tak ada tuh…..
    salam damailah…..

  23. tuk Yusuf Ismail
    sebelumnya aku aradea bukan eradea.
    makasih….
    “Yang terpenting… kerangka dan metode mencari kebenaran dalam islam harus dikembalikan kepada sumber islam itu sendiri yaitu Al Quran, Hadis, Ijma Sahabat dan Qishas. Artinya pendapat kita harus berdasarkan hal2 tersebut di atas. ok??? Wassalam….”
    u juga harus menggunakan akal fikiranmu mas…..karena dalam Al- Qur’an, kita nih disuruh tuk menngunakan akal fikiran kita.
    kalo Hadis, Ijama, Qishas tuh mah pendapat manusia. boleh diikutin boleh gak…namanya juga pendapat. kalo pendapatkan menurut orang biasanya hadir menurut pengalaman, sedangkan pengalaman setiap orang berbeda – beda. apalagi zaman dan tahun yang berbeda. kaena yang paling benar adalah hanya menurut Al- Qur’an.

  24. ya allah,

    sudah jelas JIL itu menyipang..

    ana heran kenapa orang2 tuk melunak dengan sesuatu yang menyesatkan,, dan lebih suka berdiam diri..

    belum lama ana mengadakan cara bedah buku ini karena prihatin dengan kondisi lingkungan ana yang banyak dijangkiti aliran sesat,

    MUI kecamatan Jagakarsa yang diundang, malah ga hadir katanya kecapean abis kondangan, terus utusan dari kecamatan bilang supaya acara ini diframe sedemikian rupa dengan memberikan komentar secara global demi alasan keamanan,

    betul memang mejaga keamanan, tapi apa iya mereka berani kalau penjagaan sudah melibatkan polisi dan berada di kampung yang islami..

    aneh, mengatakan yang hak kenapa harus takut2..

    apa kita mau saudara kita berada dalam keburukan..
    nauuzubillah…

    tidak sempurna iman hambaku ketika dia membiarkan saudaranya berada dalam keburukan..

  25. assalamualaikum
    perlukah diributkan lagi?? sudah jelas siapa lawan siapa kawan !! sebagai seorang muslim ilmu saya memang sedikit belum sampai level intelek lulusan amrik atau lulusan al azhar. Dari Debat diatas jelaslah kalau JIL dan pengikutnya tidak lebih dari kumpulan orang munafik (bila bicara dusta, bila janji ingkar, bila dipercaya khianat), mereka memang muslim, masih sholat, masih puasa dan masih zakat namun pemikirannya masih banyak yang rancu dengan memelintir pendapat sebagian ulama , seperti contohnya dari Risalah debat diatas dikatakan “adalah perkataan Muqsith (tokoh JIL) bahwa
    Imam Ahmad dalam Kitab Mizanul Kubro (karangan
    As-Sya’roni) disebutkan, menurut pendapat Imam Ahmad,
    aurat wanita itu hanyalah qubul dan dubur (kemaluan
    depan dan belakang)” kalau memang pengikut JIL memahami pendapat tersebut berarti mereka setuju kalau istri, adik perempuan bahkan ibu mereka untuk melindungi auratnya cukup memakai celana dalam saja. JIL masih bisa di BINA karena mereka masih muslim jangan sampai nantinya di BINAsakan. Semoga Alloh SWT membimbing mereka (JIL) ke jalan yang benar. wassalam

  26. Fathir…..
    yang harus dibina ya lu….yang harus dibina ya cara pandang lu..baru denger katanya, pendapat orang lain dah mudah membenarkan. tuh namanya orang bodoh, mudah dikibulin ma mudah ketipuw……..harusnya kau selidiki…kau harus melihat mereka dengan hati yang bersih..dan mencari apa dasar mereka…bukan karena pendapat orang – orang yang kau anggap benar…tafsiran tuh juga pendapat soalnya.

    Bidin…
    jangan – jangan lu lagi yang menyimpang…tahu tentang keburukan JIL dari orang lain kan??…lu sama aja kayak Fathir…yang bodoh, mudah dikibulin, mudah ketipu..dan mudah percaya. pake akal lu…biar gak sesat..paki hati lu juga…jangan pake dengkul lu.

  27. wah..wah..wah….hebat sekali wisnu ini sampai sampai sdr fathir kudu dibina sebenarnya yang sudah dibutakan itu siapa ya….???sdr fathir apa sdri Wisnu
    kita bisa tahu apakah paham seseorang itu benar atau salah adalah dari perkataannya/komentar2x mengenai Keislaman coba deh sdri Wisnu teliti lagi komentar2x orang2x JIL apakah sesuai dengan Ajaran Islam ataukah mereka itu pemuja Akal yang dimana mereka beranggapan Al-Qur’an itu harus sesuai dengan akal mereka dan bukannya akal mereka yang harus sesuai dengan Al-Qur’an.

    HAti yang bersih ???? seperti apa yang disebut hati yang bersih ??????????? apakah anda sudah merasa bahwa hati anda itu bersih ?? kalau hati anda ini bersih kenapa masih ada anggapan bahwa orang lain itu bodoh karena dengan menganggap orang lain itu bodoh berarti anda secara tidak langsung mengatakan bahwa anda itu benar dan pintar.

    kalau seandainya semua orang memiliki Al-Qur’an kemudian ayat-ayat Al-Qur’an itu ditafsirkan sendiri sendiri apa jadinya dunia ini.

    jadi sebenarnya yang bodoh itu siapa dan yang ketipu itu siapa ????

    Tapi biasanya orang yang pinter sukanya tidak mengakui akan kebodohannya

    jangan….jangan…..Wisnu ini anggota JIL juga ??????

  28. to someone December 12th, 2007 12:18
    “kita bisa tahu apakah paham seseorang itu benar atau salah adalah dari perkataannya/komentar2x mengenai Keislaman coba deh sdri Wisnu teliti lagi komentar2x orang2x JIL apakah sesuai dengan Ajaran Islam ataukah mereka itu pemuja Akal yang dimana mereka beranggapan Al-Qur’an itu harus sesuai dengan akal mereka dan bukannya akal mereka yang harus sesuai dengan Al-Qur’an.”
    berarti mas/ mbak someone hanya menilai seseorang dari covernya saja……apa benar seseorang itu bisa dinilai cuma dari kata2nya saja?? semuanya itu bisa masuk akal hanya saja g semuanya bisa dibuktikan paling juga mendekati……
    telinga masih bisa salah. mata masih bisa tertipu, pikiran belum tentu sama, ucapan belum tentu benar…..orang yang buruk rupa belum tentu buruk hatinya begitu pula sebaliknya

    “HAti yang bersih ???? seperti apa yang disebut hati yang bersih ??????????? ”
    menurut pribadi gue hati yang bersih adalah hati yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kepala dingin…..dan saat menyelesaikan suatu problem dia bukan cuma mandang dari 1 sisi doang tapi dari berbagai sisi, dong g??

    “apakah anda sudah merasa bahwa hati anda itu bersih ?? kalau hati anda ini bersih kenapa masih ada anggapan bahwa orang lain itu bodoh karena dengan menganggap orang lain itu bodoh berarti anda secara tidak langsung mengatakan bahwa anda itu benar dan pintar.”
    gue g pernah bilang klo gue pintar…..
    gue juga g pernah bilang orang lain bodoh…..tapi gue bilang ” bidin dan fathir”…… mereka mengklaim dari yang disebut “KATANYA” tapi g mo buktiin…. dan jika cuma tulisan yang jadi bukti itu g cukup…..

    “kalau seandainya semua orang memiliki Al-Qur’an kemudian ayat-ayat Al-Qur’an itu ditafsirkan sendiri sendiri apa jadinya dunia ini.”
    kan itu seandainya……

    “jadi sebenarnya yang bodoh itu siapa dan yang ketipu itu siapa ????Tapi biasanya orang yang pinter sukanya tidak mengakui akan kebodohannya”
    belum tentu…..

    “jangan….jangan…..Wisnu ini anggota JIL juga ??????”
    jangan ngasal jangan2 karna yang namanya jangan2 adalah salah satu pemicu FITNAH…..

  29. Wis, menurut kamu perkataan seseorang tidak mencerminkan pribadi seseorang apa betul begitu ????

    ” Wisnu ”
    berarti mas/ mbak someone hanya menilai seseorang dari covernya saja……apa benar seseorang itu bisa dinilai cuma dari kata2nya saja?? semuanya itu bisa masuk akal hanya saja g semuanya bisa dibuktikan paling juga mendekati……
    telinga masih bisa salah. mata masih bisa tertipu, pikiran belum tentu sama, ucapan belum tentu benar…..orang yang buruk rupa belum tentu buruk hatinya begitu pula sebaliknya

    ” Someone ”
    pendapat anda ini benar bahwa perkataan seseorang tidak mencerminkan orangnya tapi perkataan yang mana dulu kalau perkataannya sudah nyerempet2x hukum Islam ya..nggak bisa Wis soalnya Hukum Islam itu Pasti dan dalilnya pun ada.

    Contoh : menurut hukum Islam pelaku Zinah harus dihukum Rajam ( lihat dalil Al-Qur’an dan hadist ) kemudian ada yang bilang bahwa hukum rajam itu tidak manusiawi karena menyalahi hak2x Asasi Manusiawi dan tidak bisa diimplementasikan pada jaman Modern ini.
    kalau anda juga membenarkan bahwa hukum Allah itu juga tidak manusiawi wah…..ini namanya kebablasan berpikir karena sama saja beranggapan bahwa Allah itu kejam.
    mudah2xan anda tidak termasuk kedalam golongan ini ( golongan yang mengatakan Hukum Allah tidak sesuai dengan Hak Azasi MAnusia ).

    jadi disini perkataan mencerminkan hati karena berhubungan dengan Hukum Islam sedangkan Hukum Islam itu wajib dijalankan bagi para pemeluknya.

    sekarang coba anda lihat orang2x JIL dan tingkah lakunya apakah pola pikirnya menyalahi Hukum2x Allah ataukah tidak.
    mungkin anda akan menjawab bahwa diluar anggota JIL juga banyak yang tidak menjalankan Hukum2x Allah itu memang benar akan tetapi mereka itu tidak mengobok2x aturan yang sudah ada ini berbeda dengan JIL yang mengobok2x pemahaman yang sudah ada dan menyebarkannya dilingkungan Umat Muslim lainnya dan akhirnya timbul kerancuan dalam pemahaman Islam itu sendiri.

    ” Wisnu ”
    menurut pribadi gue hati yang bersih adalah hati yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kepala dingin…..dan saat menyelesaikan suatu problem dia bukan cuma mandang dari 1 sisi doang tapi dari berbagai sisi, dong g??

    ” Someone ”
    Betul tapi masalah yang mana dulu masalah pribadi atau masalah aturan Islam karena menyelesaikan masalah pribadi akan lebih mudah karena berhubungan dengan kepentingan pribadi akan tetapi kalau masalah keislaman tidak segampang itu karena berhubungan dengan Hukum2x Allah Swt dan masyarakat Islam khususnya.

    yang disebut bersih itu adalah suci tidak terdapat kekotoran
    jadi menyelesaikan masalah dengan kepala dingin itu belum bisa dikatakan menggunakan hati yang bersih karena bisa saja kepala tetap dingin tapi emosi , nafsu dan apalah namanya masih bermain dihati kita.

    ” Wisnu ”
    gue g pernah bilang klo gue pintar…..
    gue juga g pernah bilang orang lain bodoh…..tapi gue bilang ” bidin dan fathir”…… mereka mengklaim dari yang disebut “KATANYA” tapi g mo buktiin…. dan jika cuma tulisan yang jadi bukti itu g cukup…..

    ” Someone ”
    Tolong dilihat lagi komentar anda dan baca secara perlahan niscaya anda akan menemukan apakah omongana saya itu salah ataukah tidak

    ( Bidin…
    jangan – jangan lu lagi yang menyimpang…tahu tentang keburukan JIL dari orang lain kan??…lu sama aja kayak Fathir…yang bodoh, mudah dikibulin, mudah ketipu..dan mudah percaya. pake akal lu…biar gak sesat..paki hati lu juga…jangan pake dengkul lu.)

    darimana anda tahu kalau Fathir itu bodoh , mudah dikibulin dan mudah ketipu ????ketika kita bilang orang lain itu bodoh berarti secara tidak langsung kita sendiri menganggap bahwa diri kita ini yang benar.

    ” Wisnu ”
    jangan ngasal jangan2 karna yang namanya jangan2 adalah salah satu pemicu FITNAH…..

    “Someone ”
    betul sekali karena kata jangan2x itu masih samar bisa iya dan tidak dan mudah2xan anda tidak termasuk kedalam anggota JIL . karena sayang saja kalau anda yang pinter ini masuk kedalam keanggotaan JIL .

    Peace ah…………..
    Lam Kenal untuk Non Wisnu.

  30. to someone December 13th, 2007 09:39
    “Wis, menurut kamu perkataan seseorang tidak mencerminkan pribadi seseorang apa betul begitu ????”
    yap……….

    “pendapat anda ini benar bahwa perkataan seseorang tidak
    mencerminkan orangnya tapi perkataan yang mana dulu kalau perkataannya sudah nyerempet2x hukum Islam ya..nggak bisa Wis soalnya Hukum Islam itu Pasti dan dalilnya pun ada.”
    Perkataan apapun tidak bisa mencerminkan pribadi orang tersebut…karena pribadi seseorang lahir dari hatinya. dan Siapa yang tahu tentang hati seseorang selain Sang Pencipta dan orang tersebut.
    Hukum Islam itu sesuai dengan kondisi, situasi, wilayah dan kepada siapa demi tegaknya keadilan dan kemaslahatan di bumi 4JJI.

    “Contoh : menurut hukum Islam pelaku Zinah harus dihukum Rajam ( lihat dalil Al-Qur’an dan hadist ) kemudian ada yang bilang bahwa hukum rajam itu tidak manusiawi karena menyalahi hak2x Asasi Manusiawi dan tidak bisa diimplementasikan pada jaman Modern ini.
    kalau anda juga membenarkan bahwa hukum Allah itu juga tidak manusiawi wah…..ini namanya kebablasan berpikir karena sama saja beranggapan bahwa Allah itu kejam.
    mudah2xan anda tidak termasuk kedalam golongan ini ( golongan yang mengatakan Hukum Allah tidak sesuai dengan Hak Azasi MAnusia ).
    jadi disini perkataan mencerminkan hati karena berhubungan dengan Hukum Islam sedangkan Hukum Islam itu wajib dijalankan bagi para pemeluknya.”
    Ketika kau membaca dan memahami Al-Qur’an cermati apa yang dimaksud di dalamnya. karena sifatnya Al – Qur’an adalah luas….apakah makna rajam yang tertera di Al-Qur’an seperti itu???..apakah makna rajam yang tertera di Al-Qur’an sama dengan makna rajam yang ada di bangsa arab atau yang diketahui secara umum. Sifat Al -Qur’an adalah luas, dan yang menciptakannya adalah Sang Pencipta yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. BahasaNya dan firman-Nya dalah kasih sayang.

    “sekarang coba anda lihat orang2x JIL dan tingkah lakunya apakah pola pikirnya menyalahi Hukum2x Allah ataukah tidak.
    mungkin anda akan menjawab bahwa diluar anggota JIL juga banyak yang tidak menjalankan Hukum2x Allah itu memang benar akan tetapi mereka itu tidak mengobok2x aturan yang sudah ada ini berbeda dengan JIL yang mengobok2x pemahaman yang sudah ada dan menyebarkannya dilingkungan Umat Muslim lainnya dan akhirnya timbul kerancuan dalam pemahaman Islam itu sendiri.”
    kau tahu itu dari mana??…..kau mempelajari Al – Qur’an dari sisi mana dan mereka dari sisi mana??…apakah kau pernah tanya langsung dengan mereka alasan kenapa mereka berpendapat seperti itu??……
    Al-Qur’an adalah universal…artinya setiap orang yang mempelajari Al -Qur’an harus siap untuk bisa menerima universal…untuk bisa menerima pendapat orang lain..dan kalo bisa mencoba untuk menimbang – nimbang pendapat tersebut…karena yang pasti benar adalah Sang Pemilik Kebenaran.

    “Betul tapi masalah yang mana dulu masalah pribadi atau masalah aturan Islam karena menyelesaikan masalah pribadi akan lebih mudah karena berhubungan dengan kepentingan pribadi akan tetapi kalau masalah keislaman tidak segampang itu karena berhubungan dengan Hukum2x Allah Swt dan masyarakat Islam khususnya.”
    hmmm……bukankah salah satu sifat 4JJI adalah Maha Bijaksana dan salah satu sifat 4JJI yang lain adalah Maha Arif…nah kearifan dan kebijaksanaan seseorang terletak dari bisa atau tidaknya ia melihat dan menyelesaikan persoalan dari berbagai sisi supaya solusi yang dihasilkan adalah tepat. Bukankah 4JJI menyukai makhlukNya yang arif dan bijaksana, karena kedua kata ini merupakan cerminan dari sifat 4JJI…….4JJI menyukai makhlukNya yang penuh kesabaran. melihat sesuatu dari satu sisi itu pertanda bahwa orang tersebut tidak sabar dan tidak menggunakan akal dan fikirannya untuk mencoba melihat dari berbagai sisi.

    “yang disebut bersih itu adalah suci tidak terdapat kekotoran
    jadi menyelesaikan masalah dengan kepala dingin itu belum bisa dikatakan menggunakan hati yang bersih karena bisa saja kepala tetap dingin tapi emosi , nafsu dan apalah namanya masih bermain dihati kita.”
    disebut kepala dingin karena dalam kondisi seperti itu tetap tenang…baik fikirannya, perasaanya dan hatinya…dan dalam ketenangan, cahaya 4JJI akan menyebar ke hati, perasaan dan fikirannya sebagai petunjuk supaya solusi yang terlahir adalah solusi yang tepat.

    “Tolong dilihat lagi komentar anda dan baca secara perlahan niscaya anda akan menemukan apakah omongana saya itu salah ataukah tidak”
    gue nulis apa adanya. coba lu cermati lagi koment gue……

    “darimana anda tahu kalau Fathir itu bodoh , mudah dikibulin dan mudah ketipu ????ketika kita bilang orang lain itu bodoh berarti secara tidak langsung kita sendiri menganggap bahwa diri kita ini yang benar.”
    baca dan resapi koment gue.. menuju manakah koment gue??
    dan jika sudah, lu bakal tau apanya fathir yang gue sebut bodoh……

    “betul sekali karena kata jangan2x itu masih samar bisa iya dan tidak dan mudah2xan anda tidak termasuk kedalam anggota JIL . karena sayang saja kalau anda yang pinter ini masuk kedalam keanggotaan JIL .””
    dan semoga lu bukan orang – orang yang saklek dan bodoh….yang memandang dari satu sisi….yang menganggap dirinya paling benar dan islamnya yang paling soheh diantara yang lain….dan yang mudah terprovokasi lantaran ustadz atau kyai yang dihormati berpendapat demikian….

    “Peace ah…………..Lam Kenal untuk Non Wisnu.”
    salam kenal balik plus salam mains……..
    suwun…………..

  31. Mbak Wisnu Wardhani sedang membahas apa yah? Mo praktikin ilmu disinformasi yah mbak?

  32. to tazlucu
    bukannya kamu yang g nyambung??…………………..
    baca dong dari awal…………………….
    or baca juga di myquran,com….. disini banyak lho tulisan anak2 muda yang saklek2 dan g pake keyataan klo nylesein masalah dan ngawur meski ada juga yang peke hati……..
    to Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi
    salam kenal……………..

  33. BUAT APASIH BERDEBAT!!!! KAN LEBIH BAGUS BERSIHKAN PARIT ATAU SUNGAI YNG KOTOR SUPAYA KALAU HUJAN TIDAK BANJIR

  34. Berdebat dan berbeda pandanganlah dengan santun, jangan main ancam bunuh, terutama ancam bunuh bagi aktivis JIL. Kalau tidak, saya akan bunuh orang-orang berjenggot, yang bercelana diatas mata kaki, yang jidatnya hitam legam, dan membawa-bawa nama Allah yang suci untuk membenarkan golongannya….. Al Ikhlas 3 kali, Al Falaq 1 kali, An Naas 1 kali…… Al Fateha !!!!!

  35. pertolongan ALLOH tolong diletakkan pertama dong mas di teks ini

    “Kehadiran audiens yang kontra JIL dengan jumlah yang
    tak terduga itu, nampaknya menunjukkan bahwa generasi
    muda Islam kita memang masih banyak yang waras. Kedua,
    menunjukkan bahwa kontribusi para aktivis Islam di
    internet (terutama komunitas PKS dan SHT) yang turut
    mensosialisasikan adanya acara tersebut, ternyata
    cukup efektif. Ketiga, ini merupakan pertolongan Allah
    SWT.”

    sungguh Alloh lah maha pemberi pertolongan. Sungguh ALLoh lah yang mengizinkan sesuatu akan terjadi atau tidak. Generasi ini pun ada atas kehendakNYA.

    AFWAN JIDDAN….

  36. Sejak saya kecil, sudah ada namanya ” Islam tidak bisa dihancurkan dari luar tapi dari dalam ” contoh :
    pura-pura masuk islam jadi ulama ciptakan tafsiran baru
    menikahkan turunan atau keluarga ataupun wanita/laki-laki muslim dengan nasarni/yahudi maupun sebaliknya dengan alasan semua agama sama
    pembangunan gedung-gedung seperti plaza, mall dll brgitu megah tetapi dibuatlah tempat untuk sholat hanya ruang kecil pengab dan dekat dengan wc umum dan suara musik dalam ruang sangat keras sehingga tidak terdengar waktu sholat, ini adalah pola-pola liberalisme menuju pemurtadan
    dana dari luar negeri ke dalam organisasi-organisasi islam dengan tujuan ” melemahkan islam ” sehingga lahirlah liberalisme, pluralisme yang menjadi pedoman dengan syarat mengorbankan aqidah, ALLAH SWT, RASULLULAH SAW, AL-QURAN, HADIST & SUNNAH dan masih banyak lagi…

    saya prihatin…
    kita umat islam dihantam dari dalam dan luar oleh saudara kita sendiri, kita dijajah secara budaya, sosial, ekonomi oleh paham liberalisme, pluralisme yang sangat populer dan menyilaukan ke dalam hati serta jiwa umat muslim sehingga terjadilah pemurtadan secara sistematis

    saudara-saudari kaum muslim sedunia
    mengapa orang-orang risih sama islam ?
    mereka risih melihat wanita berjilbab
    mereka lebih suka mengumbar aurat karena lebih kontemporer atau mungkin sangat liberal / bebas tanpa pakaian
    mereka risih umat islam makin bertambah banyak
    mereka risih kalau syariat islam di tegakkan mereka menjadi terkucil karena tidak bebas
    mereka risih kalau mendengar suara adzan untuk sholat
    mereka risih mendengar suara-suara dibacakannya ayat-ayat suci Al-Quran
    mereka malu mengucapkan Assalammulaikum ddibanding denga hei….hallo…
    mereka malu mengucapkan kata ALLAH SWT dan lebih sering menyebut kata TUHAN ( Tuhan yang mana ?)

    wahai sauadar-saudari kaum muslim
    bukalah mata dan hati kita serta waspada dan jagalah anak, isteri, suami, saudara/saudari, sahabat, rekan kerja seluruh keluarga kita agar tetap pada Aqidah Islam, jangan silau dengan indahnya liberalisme, cintailah ALLAH SWT jangan mencintai yang bathil dan fana…
    bertaubatlah wahai orang-orang JIL

  37. To adi,
    wah wah mas se,…yg mesti bertaubat itu, ya anda sendiri,sungguh deh ente perlu taubat ,karena hatimu penuh kecurigaan dan kedengkian terus seumur hidup,terukur dari omonganmu.Jangan sok nilai orang lain,sedangkan dirimu sendiri ngawur.

  38. Merasa ada orang yang tidak sepaham dengannya lalu lantas menghina, merendahkan, dan bahkan mau membunuh mereka.

    Sesudah itu berteriak Allahu Akbar. Membawa-bawa nama Tuhan.

    Begitukah ajaran Islam ?

  39. Ed: tidak suka bukan berarti musti berkata jorok kan. Mari kita tunjukkan bahwa orang Islam itu tahu sopan santun. Trims.

    Bertobatlah Kalian para anggota JIL,inginnya kelihatan intelek, eh kenyataanya bertambah tolol dan idiot, bahkan kalian lebih hina dari anjing , bahkan lebih hina dari yang anjing yang paling hina di alam semesta ini. Bertaubatlah wahai anggota JIL, kalau tidak bersiap – siaplah menghadapi pembalasan Allah SWT. Allahu Akbar….hancurkanlah Ya Allah musuh – musuhmu ini yang memang merupakan anjing laknat.

  40. Ass.wr.wb..

    Saya dulu pengurus BDI.suatu persh. dan Teman dari bagian dakwah pernah memanggil Sdr. Ulil untuk ceramah dan saya ikut mendengarkan..Ketika itu (sekitar tahun 1994) sdr. Ulil menurut saya memang cerdas (paling tidak dari cara dia membahas materi)… tetapi ketika saya siamk dari awal sampai akhir..saya berkesimpulan bahwa ..cara dia menjelaskan ..dapat membahayakan..rekan rekan muslim (apalagi yang masih belajar)….akhinyasaya putuskan untuk tidak memanggil ceramah lagi….Ternyata itu adalah cikal bakal JIL …..yang berbahaya..

  41. buat mas Rahadian H.Anugerah, … dan umat islam akan sesat jika mengikuti orang2 liberal macam ulil dan muqshit. Pemikiran yg luas menurut anda itu yg bagaimana? mengikuti perkembangan jaman ala barat? yg jelas2 merusak moral dan pikiran rakyat? coba tunjukkan deh pemikiran barat/modern yg lebih hebat dari Al-Qur’an dan Hadits? gue yakin gak akan pernah ada hingga kiamat.

    Dan do’a yg anda panjatkan di atas harusnya buat anda sendiri bukan kepada orang laen kok.

    Allahu akbar….

  42. To: nona wisnu waedhani
    saya sangat tertarik dengan pendapat-pendapat anda, tetapi ada suatu hal yang ganjil dari pendapat anda yaitu ketika anda memberikan alasan atau argumen, tidak tidak ada satupun pegangan atau referensi yang anda ungkapkan. sehingga semua pendapat anda secara ilmiyah sudah tertolak, dan dinggap sudah gugur tetapi permasalahannya kenapa anda masih mempertahankan kepada pijakan yang tidak jelas, seperti halnya anda ingin berdiri tapi tidak punya pijakan sehingga anda tidak dapat berdiri. artinya pendapat anda perlu dikoreksi kembali sehingga agar lebih ilmiyah dan dapat diterima oleh akal yang berdasarkan ayat-ayat al-qur’an dan hadits kalau memang anda seorang muslim karena pegangan dan pijakan orang muslim adalah AL-QUR’AN dan HADITS. wassalam

  43. sesungguhnya telah tampak negeri ini dipenuhi oleh orang pembeo yang mu’tazilah, kawarij. dll. seolah-olah pengetahuan mereka lebih dari Raslullah SAW, sehingga dengan mudah membantah Sunnah; bahwa mereka lebih hebat dari ALLAH sehingga berhak mengoreksi KalamNYA. tanpa harus berpegang pada apapun. Ya ALLAH jauhi kami dari pengaruh anak DAJJAL yang seperti ini

  44. Assalammualaikum,
    mas didin juga harus bertobat karena sembarangan menilai mas adi ngawur. Sudah kewajiban sesama muslim saling mengingatkan (dengan baik dan santun tentunya), mengingatkan atas dasar apa?
    Alquran dan Hadits, tiru teladan nabi dalam beragama, yang ditiru juga oleh sahabatnya, tabi’in, ulama, wali songo yang mengajarkan islam di negeri ini. Kalau mereka aja mau kembali pada quran dan hadits, kok kita tidak? Memang betul alquran menyuruh kita menggunakan akal. Untuk apa? memahami dan juga menjalankan agama kita sesuai alquran dan teladan nabi sebagai pembawa contoh syariat islam.

    Belajar ilmu dunia saja kita harus belajar dari ahlinya yang didapat dari ahli sebelumnya, apalagi ilmu islam, asalkan ahlinya juga merujuk pada quran dan sunnah. Semuanya agar apa? Agar kita tidak tersesat dalam beribadah kepadaNya. Allah yang membuat aturan harus kita ikuti, Allah udah kasi contoh orang yang menjalaninya secara kaffah yaitu Nabi ya kita ikuti, dan contohnya terus diikuti sebaik2nya oleh sahabat, tabiin, ulama, hafidzul quran, imam. Insya4jjl sesuai akidah.
    Mohon maaf jika ada kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *