PakAnsor

Saya mengenal beliau ketika membangun ruko di daerah Ceger. Orangnya sederhana, tidak banyak bicara, sangat santun. Karena penampilannya, orang bisa terkecoh.
Kami dulu juga bingung, apakah beliau bisa menangani proyek ruko senilai sekitar 1,5 milyar itu. Ternyata, sampai sekarang pun pak Ansor terus membuktikan bahwa kita bisa mempercayakan proyek-proyek pembuatan bangunan kepada beliau. Hasil kerjanya bagus, biayanya terjangkau, dan – yang paling penting – jujur & bisa dipercaya.

Pokoknya kalau dengan pak Ansor, kalau sudah sepakat desain & biayanya, maka kita tinggal tunggu saja.
Tidak perlu cemas bahannya akan diganti dengan yang berkualitas rendah, atau proyek akan molor, dst.

Walaupun orang desa yang sederhana, namun pak Ansor berbeda dari yang lainnya, karena beliau punya semangat untuk maju.
Awalnya dari seorang tukang batu; kini beliau telah menangani banyak proyek di berbagai tempat, mobilnya 7 buah, rumah yang bagus, dan telah menjadi tokoh masyarakat di kampungnya – setiap kali ada pemilu, semua partai berebut untuk “meminang “beliau.

Tapi beliau tetap pak Ansor yang dulu juga. Beliau tetap santun & rendah hati. Tidak lupa menyisihkan hartanya untuk agamanya – mesjid Nurul Ansor berdiri setelah beliau menjual 4 dari 5 buah mobilnya (sekarang malah menjadi 7). Wah kalah deh kita.
Dan walau telah menjadi orang besar, beliau tidak melupakan Anda – keluarga kami diundang ketika beliau menikahkan putrinya belum lama ini, dan kami “dipaksa” beliau untuk duduk di sebelahnya (sampai dikira keluarga pengantin oleh tamu-tamu yang lainnya).

Dari seorang tukang batu sederhana, pak Ansor kini telah menjadi teladan bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *