Menyikapi masalah ghaib

To: media-dakwah@egroups.com
Subject: Re: [media-dakwah] Menyikapi masalah ghaib

On 13/13/2005 at 8:44 PM RS wrote:
> Saya termasuk yang selalu berusaha untuk merasionalkan segala sesuatu
>hal yang bersikap ghaib. Istri saya tidak pernah mengalami kejadian ghaib,
>bahkan tidak pernah tertarik untuk membicarakan atau menonton acara tv
>yang berbau ghaib.
> Masalahnya sekarang saya mempunyai anak perempuan yang mengalami
>(menurut penuturannya) hal ghaib. Ketika sedang ke wc sekolah dia melihat
>sesosok makhluk dan sempat membebani dia dengan naik di pundak. Dia
>menceritakan kejadian tersebut pada istri saya dengan menangis dan menurut
>istri tidak mungkin dia mengatakan sesuatu yang bohong.
> Hal tersebut membuat saya bingung bagaimana untuk bersikap. Prinsip saya
>menginginkan budaya tahayul tidak boleh ditumbuhkembangkan dalam keluarga
>saya. Tapi saya khawatir jika si anak akan berfikir bahwa kami sebagai
>orangtuanya tidak peduli dengan yang dialaminya.
> Minta saran dari para pakar agama bagaimana cara yang tepat menyikapi
>hal begini agar sesuai dengan prinsip yang ingin saya tanamkan di dalam
>keluarga, yang tidak ingin keluarga menumbuhkembangkan suatu hal tahayul.
>Kita memang harus mempercayai bahwa ghaib itu ada, tapi kita tidak boleh
>menjadi takut karena Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling
>mulia.

Anak-anak saya, terutama yang paling tua, juga dulu sering mengalami masalah seperti ini.

Ini bukan takhayul 🙂 dan kejadian seperti ini tidaklah tidak rasional (alias rasional).

Kembali ke anak saya, kejadian tersebut saya manfaatkan; yaitu untuk membuat dia jadi rajin beribadah.
Saya katakan, bahwa cuma Allah yang bisa menolong kita. Jadi, kamu rajin2 sholat. Baca doa sebelum melakukan sesuatu. Untuk anak bapak, mungkin bisa diajarkan doa sebelum & sesudah masuk WC. Perbanyak tilawah quran.
Dan kita juga membantu dengan do’a.
InsyaAllah, Allah akan membantu kita.

Kalau ternyata masih berjalan terus, beritahu bahwa semua itu terjadi sudah dengan izin Allah, dan adalah ujian untuk kita. Jadi, anak Anda sebenarnya adalah anak yang spesial, karena masih kecil saja sudah demikian diperhatikan oleh Allah.
Seperti kita tahu, ujian/cobaan adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi muslim yang lebih tinggi kualitasnya. Sepotong besi harus dibakar dan dipukuli dulu, sebelum akhirnya menjadi pedang yang sempurna.
Jadi tidak perlu takut menghadapi makhluk-makhluk tersebut.

Juga saya mendapatkan informasi bahwa jika makhluk tsb bisa sampai terlihat oleh kita, maka sebetulnya mereka melemah, dan jadi bisa kita sakiti (pukul, tusuk, dst).
Kelihatannya ini sebabnya Umar ra bisa sampai berkelahi dengan syaithan, dan Ibrahim as bisa melempari syaithan dengan batu (yang kemudian menjadi ritual haji).
Ini saya sampaikan kepada anak saya, dan dia jadi bersemangat sekali mendengar ini. Seingat saya, setelah itu, anak saya tidak lagi mengalami masalah gangguan.
(mohon konfirmasi dari yang lebih paham)

Kalau semua ikhtiar telah dicoba, dan/atau anak Anda merasa sangat tertekan karena kejadian ini, maka Anda bisa meminta tolong kepada orang shalih yang paham soal ghaib untuk membantu Anda.
Tapi saya pribadi cenderung menghindari ini, karena orang seperti ini (orang shalih yang paham soal ghaib) kelihatannya sangat sedikit jumlahnya; saya pribadi malah belum pernah menemukannya.
Lebih seringnya bertemu dengan penipu, yang justru berkongkalikong dengan para jin tsb.

Semoga dapat membantu Anda.

Salam,
Harry

1 thought on “Menyikapi masalah ghaib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *