Kasus Lia Eden : Disinformasi dari kubu JIL

“Cheap shot”, ini pikiran saya ketika membaca artikel dari Abdul Moqsith Ghazali tentang kasus Lia Eden — insiden Lia dimanfaatkan untuk menohok MUI.

Padahal kalau memang betul intelektual, tentunya akan sadar bahwa :

Sayangnya, respons dari Moqsith mengenai kasus ini juga tidak bijaksana. Alih-alih minta maaf dan mengakui kekeliruannya :

1. Fatwa MUI bukan penyebab pengepungan Lia Eden
2. Memfitnah masyarakat lingkungan Jl. Mahoni dengan tuduhan telah melakukan pengepungan pada kasus tersebut

Justru Moqsith berusaha melempar batu kepada pihak lain :

1. “Mohon dicek !” – seharusnya perkataan ini ditujukan kepada dirinya sendiri, yang tidak hati-hati dalam memilah sumber informasinya.
2. “Jemaat Salamullah … turut membenarkan adanya fakta perihal penggunaan fatwa MUI itu” – dengan mengingat konteksnya yaitu insiden “pengepungan”; maka statement ini jelas salah, karena tidak ada pengepungan.
3. Menyinggung soal kesantunan dari komentar terhadap artikelnya – ketika dia sendiri telah memfitnah masyarakat Jl. Mahoni.

Ketika saya mendapatkan kiriman artikel Geys Chalifah yang membantah tuduhan-tuduhan Moqsith, saya kemudian mencoba memverifikasinya dengan ysb. Di bawah ini adalah balasan dari Geys Chalifah :

From: Geis Chalifah [geischalifah @xxxxxx.com]
Subject: Re: Membantah tulisan Abdul Moqsith Ghazali di Koran Tempo
To: Harry Sufehmi

Waalaikum salam ww

Menjawab pertanyaan saudara Harry, tulisan tersebut memang benar saya yang menulisnya dan tak keberatan untuk di forward, namun sayangnya beberapa teman yang bergabung dimilis ISLIB menyatakan gak bisa diforward kemilis tsb.

saya ingin berdialog langsung dengan Moqsith itu, beberapa teman mereka (JIL) menyatakan tulisan saya tsb kasar dan emosional, tapi mereka tidak membahas pernyataan Moqsith yang mengkleim warga bersikap kriminal, dan Fatwa MUI dijadikan rujukan penyerbuan.

mereka membela LIA untuk dibebaskan dari tuduhan, saya mendapat informasi bahwa mereka melakukan Demo di Polda meminta pembebasan Lia Aminudin, membela orang yang menghukum anak kecil meminum spirtus, membela orang yang mengeluarkan ancaman mencabut nyawa orang lain, mereka tidak mau melihat itu, mereka hanya melihat Lia Eden diluar main stream islam, maka harus dibela.
Suatu kebodohan yang diusung beramai ramai.

Berikut ini adalah artikel Geys Chalifah yang membantah tuduhan-tuduhan di dalam artikel Moqsith :


Dari Geys Chalifa:
(Ketua Majelis Pemuda PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah)

Saya mengomentari tulisan Moqsith Ghazali aktifis JIL dikoran Tempo hari kemarin, dan komentar itu sebelumnya saya kirim kemilis Kahmi.

Asww Daeng Ichan, terimakasih banyak udah mengirim artikelnya Moqshit yg ia tulis dikoran tempo. saya membaca artikel itu dan ingin sedikit memberi penjelasan apa dan bagaimana cerita sebenarnya yg terjadi dalam kasus Lia Aminudin atau Lia Eden. tidak seperti yang dikatakan Moqsith itu yg menulis tanpa data dan cenderung memfitnah MUI, sekaligus saya ingin memberi penjelasan dari kesimpulan berbagai kalangan yang salah kaprah diluar kenyataan yang sebenarnya.

Dalam alinea pertama Moqsith sudah prejudice lebih dulu dengan mengatakan rumah Lia Aminudin yang berada di jalan Mahoni nomor 30, dikepung oleh sebagian masyarakat. saya ingin bertanya pada Moqshit dari mana dia dapat kesimpulan semacam itu, apakah dia ada dilokasi atau dia mengambil kesimpulan sendiri, karena kami warga dijalan Mahoni tahu persis tidak ada yang namanya pengepungan tidak ada sikap sikap anarkis thd (Tante Lia) kami biasa memanggil beliau dengan sebutan tante Lia, sudah bertahun tahun kami tinggal berdampingan tanpa ada rasa saling memusuhi apa lagi melakukan pengepungan, Keramaian dijalan Mahoni kami pantau bukan hanya dari hari kehari tapi menit permenit karena diantara kami sebagai warga baik islam, kristen, hindu, maupun Budha, akan menjaga lingkungan ini tanpa ada intervensi dari manapun, baik FPI maupun FBR atau apapun namanya. dari awal kami akan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik baiknya penyelesaian.

Dan masalah Lia Aminudin bukanlah akibat dari fatwa MUI, Saya katakan sekali lagi pada saudara Moqsith yang SOK PINTAR itu masalah Lia Aminudin BUKANLAH AKIBAT DARI FATWA MUI. (bila sdr Moqsith mau lebih jelas, saya bisa ajak dari mulai ketua RW, RT, Kepala Lingkungan, sampai masyarakat disini utk memberikan penjelasan pada sdr Moqshith agar tidak semaunya memfitnah MASYARAKAT yang katanya MENGEPUNG, juga fitnahnya mengatakan Fatwa MUI sbg alat penyerbuan.)

Keramaian dijalan Mahoni yg dikatakan Moqsith sbg pengepungan adalah karena banyaknya wartawan yang meliput terutama media TV, dari hari kehari bila ada wartawan televisi datang meliput, maka warga terutama anak anak dan ibu ibu, mereka keluar rumah menontonnya dan bila wartawan dari media TV pergi maka jalan dimahoni kembali lengang, kecuali beberapa personil polisi yang memang kami minta membantu menjaga lingkungan, bahkan dihari evakuasi Tante Lia dan pengikutnya, masyarakat yang paling banyak ada disana adalah kaum Ibu dan anak anak, dan jumlahnya tidak sampai ribuan seperti yang dikatakan dalam sebuah media cetak, jumlah 700 orang pun terlalu banyak, dan berita penimpukan yang dilansir Pos Kota adalah tidak benar, penimpukan itu tidak ada sama sekali cuma ada dua orang anak kecil yang menimpuk nimpuk mobil polisi yang dilapis kawat.

Oleh karena setiap ada liputan media dan warga selalu mengerubungi, maka untuk menjaga hal hal yang tidak dinginkan, kami mengambil kebijakan, wartawan dilarang meliput atau masuk jalan itu di malam hari, seorang wartawan dari TV 7 yang ditugaskan meliput malam, hanya bisa mengambil gambar dari ujung jalan karena tidak diperbolehkan masuk, namun setelah dia menjelaskan mendapat tugas utk meliput keadaan dimalam hari maka saya mengijinkan nya dengan catatan lampu kamera harus mati.

Tidak ada yang namanya pengepungan yang ada hanya warga menonton pelaksanaan evakuasi, kalau anda ingin ngetes, panggil aja satu media tv bawa kekampung anda saya yakin warga akan ramai ramai keluar rumah melihat wartawan itu bekerja, paling tidak ada keinginan dari warga untuk wajahnya disorot kamera. Sama seperti tuan Moqsith yang selalu ingin tampil mengomentari walaupun gak ngerti masalah.

Saya bersama RW, RT, Lurah, dan beberapa warga ada disitu memantau entah ada dimana yang namanya Moqsith, mungkin dimana jalan Mahoni itu adanya dia tidak tahu tapi menulis dan berkesimpulan dengan gagahnya seenak udel.

Yang kedua dari mana Moqsith menarik kesimpulan kasus ini akibat dari fatwa MUI, Fatwa MUI dikeluarkan terhadap kelompok ini tahun 1997, sudah 8 tahun sejak fatwa MUI dikeluarkan tidak pernah sekalipun warga disini melakukan provokasi untuk mengusir kegiatan kelompok SALAMULLAH yang kini berubah menjafdi GOD`S KINGDOM (Tahta Suci Kerajaan Tuhan) dan komunitasnya bernama EDEN.

Warga tidak mengusir mereka, juga tidak memusuhinya semua berjalan masing masing sesuai dengan keyakinannya, perlu anda ketahui didepan jalan Mahoni ada Masjid bernama Darussalam dan diujung jalannya ada Gereja, yang tiap minggu aktif melakukan kebaktian dan tepat didepan gereja adalah rumah Lia Aminudin. Ketua RW 08 beragama Islam dan ketua RT 05 beragama Kristen. dirumah tetangga saya ada kebaktian, dirumah saya ada pengajian dan tempat parkir kami atur bersama agar tidak menghalangi jalan, bahkan halaman rumah saya dan warga lainnya seringkali dipakai parkir untuk masyarakat yang kegereja. (kami jauh lebih toleran dari pada tuan Moqsith, kami jauh lebih menghargai pluralisme yang digembar gemborkan itu dari pada pengasongnya yang cuma bicara dan menulis pluralisme tapi mampu memfitnah semaunya terhadap orang lain tanpa meneliti lebih dulu.)

Kronologis kasus Lia Eden.

Keresahan warga terhadap kegiatan kelompok Eden, baru terjadi dua bulan belakangan ini, berawal dari ibu ibu pengajian dijalan Mahoni yang merasa resah karena sering didatangi dan dikirimi borosur oleh pengikut Lia Aminudin, kadang kadang mengirim kue yg oleh warga umumnya dibuang, dan terkadang memberi Obat yang katanya dari Tuhan, sebelumnya Lia Aminudin juga menggali sumur didalam rumahnya yang katanya terhubung dengan air Zamzam dan bisa mengobati segala penyakit( kami tahu persis kualitas air didaerah sini sangat buruk terasa asin dan mengandung garam dikarenakan abrasi air laut), dan dibulan ini juga Lia Aminudin tanpa Izin Pemda membangun tiang tiang didepan rumahnya menyerupai Pure, dan menempatkan kaca patri ditingkat atas rumahnya menghadap kejalan dengan tulisan GOD`S KINGDOM. Lia juga bersama kelompoknya berbaju putih putih (pakaian ihrom) melakukan pawai berjalan kaki melewati jalan mahoni lalu melewati jalan Rasamala, dan memutar untuk menghindari daerah itu yang
katanya akan terkena musibah.

Para ibu ibu mulai merasa khawatir karena sebelum sebelumnya kelompok ini, tidak mencoba mempengaruhi warga, selama ini tidak ada satupun warga disini yang menjadi pengikutnya kebanyakan dari mereka datang dari daerah lain, bahkan anak laki laki dari tante Lia sendiri tidak sefaham dengan ibunya, tapi kelompok itu belakangan ini mulai aktif mempengaruhi warga, dan tepat pada tanggal 10 Desember Metro TV menayangkan acara ” Unsolved Cases 2005″ yang menyoroti kegiatan keagamaan LIA EDEN. dan tayangan Metro inilah Faktor Pemicu sebenarnya bukan fatwa MUI sebagaimana dikatakan Moqsith.

Beberapa Ibu meminta melalui istri saya untuk saya dan beberapa warga disini mengambil kebijakkan thd aktifitas dirumah jalan Mahoni nomor 30, tak lama kemudian beberapa anak muda bernama Iwan, yeyen dan lainnya datang kerumah saya membicarakan tayangan Metro TV dan keresahan Warga thd aktifitas Lia Aminudin, disamping itu ada keluhan dari para orang tua dari daerah lain yang anaknya menjadi pengikut Lia kepada ketua RW disini.

Anak anak muda itu berinisiatif untuk mengumpulkan tanda tangan dari seluruh warga Mahoni, pengumpulan tanda tangan ini bukan hanya ditanda tangani oleh kalangan muslim, tapi juga oleh kalangan yang beragama Kristen, termasuk ketua RT, sampai disini saya ingin bertanya kembali pada saudara Moqsith apa korelasi Fatwa MUI dengan warga yang beragama Kristen apakah mereka menanda tangani karena Fatwa MUI..?.

Saya orang terakhir di jalan ini, (rumah saya berjarak 4 rumah dari rumah Lia Aminudin,) yang menanda tangani pernyataan warga, Dalam kesepakatan selanjutnya bersama warga kami tidak meminta Lia untukdiusir dari rumahnya, warga hanya meminta untuk dia menghentikan aktifitasnya didaerah ini, yang sudah mulai meresahkan. dan fatwa MUI tidak dibahas dalam forum itu karena tidak ada relevansinya, sebahagian besar warga disini orang chines dan sebahagian dari Menado dan Batak beragama Kristen, apa relevansinya membicarakan fatwa MUI dihadapan tetangga kami yang beragama lain itu, namun mereka sepakat karena memang mulai meresahkan.

Pengumpulan tanda tangan ini terdengar oleh warga di RT lain lalu disambut oleh seluruh warga RW 08 untuk melakukan hal yang sama, dan kami tetap mengatakan bahwa mereka boleh terlibat melakukan tanda tangan tapi tidak boleh ada kegiatan apapun dari masyarakat setempat untuk mendekati rumah nomor 30, tidak boleh ada tindakan anarkhis, siang malam kami menjaga rumah itu dari masyarakat sekitar dan Alhamdulillah tidak ada keanehan apapun, keadaan tetap terkendali dan berlangsung normal normal saja. pada saat surat kami sampaikan pada lurah Bungur warga bersepakat masalah ini hanya ditangani oleh Lurah Bungur, Camat Senen, dan Kapolres Jakarta Pusat, warga bersifat hanya membantu bila diperlukan disamping menjaga keamanan dari fihak fihak luar yang mungkin akan membuat keruh keadaan.

Namun entah bagaimana surat warga kepada lurah tercium oleh kalangan Pers dan mulailah pers membuat liputan. Setiap media TV datang warga terutama yang berada didalam gang gang keluar utk melihat, dan pers mulai mewancarai warga satu persatu, dan warga berkrumun didepan rumah tante Lia, pada saat pers pergi wargapun bubar kembali. Semakin hari media semakin aktif krew TPI pergi, krew dari SCTV datang meliput, lalu AN TV, dua media ini selesai maka media lain Metro TV, Lativi, muncul dan kerumunan pun makin sering terjadi dan semakin lama berlangsungnya. kerumuman hanyalah kerumunan dan hanyalah ibu2 bukan presure thd kelompok ini.

warga hanya menonton dan senang ada tetangganya diwawancara dan masuk media TV, sama seperti orang orang intelektual yang gak ngerti masalah tapi suka komentarnya dimuat dimedia.

Lalu tiba tiba tanpa koordinasi ada famplet dari pengurus Masjid meranti yang saya tahu anak anak mudanya aktif melakukan pengajian (semua anak saya bersekolah disitu SD/SMP Islam Meranti), dan Masjid itu letaknya diluar daerah Mahoni, famplet itu berisi undangan tabligh Akbar berthema JIBRIL PALSU, Tablig itu akan diadakan pada tanggal 31 Desember Ba,da Magrib, melaui Hendrik Kepala lingkungan didaerah ini, saya bersama warga menyatakan kami sangat berkeberatan dengan rencana Tabligh itu, karena selesai tabligh massa akan sulit dikendalikan dan terlebih lagi didepan rumah Lia Aminudin ada Gereja yang cukup besar siapa bertanggung jawab bila terjadi penyerangan massa.

Berarti menjadi dua tempat yang harus kami jaga satu rumah Lia Aminudin dan satu lagi Gereja yang terletak persis didepannya, melalui diskusi akhirnya disepakati ustadz yg berbicara hanya bicara masalah agama tidak boleh ada provokasi, untuk meredam massa saya diminta untuk berbicara di forum itu dan disesion terakhir, dan personil polisipun kami minta lebih banyak dari yang biasanya, Tabligh itu atas inisiatif masyarakat diluar Mahoni, dan warga sendiri tidak mememerlukan kegiatan seperti itu dalam kondisi seperti ini, karena bila itu diperlukan tempatnya bukanlah di Meranti yang terletak agak jauh tetapi di Masjid Darussalam yang hanya berjarak puluhan meter dari kediaman Lia Eden, dan kalaupun kami mau penceramah yang jauh lebih dikenal seperti Habib Riziek atau fauzhan Anshori akan sangat mudah kami hubungi tapi untuk apa, karena bukan itu tujuannya, jadi jauh dari prasangkanya Moqsith yang menyatakan krimalisasi komunitas Eden, warga disini memiliki kesadaran penuh dan jauh
dari kriminalitas, tapi cara Moqsith menyimpulkan lah yang bisa dikatakan kriminalisasi karena sangat inusuatif dan menjastifikasi situasi sesuai dengan kemauannya bukan pada fakta yang ada.

Dan saya ingin menunjukkan siapakah yang sebenarnya bersikap kriminal, dibawah ini adalah cuplikan dari suratnya Lia Eden.

………Demi Tuhan yang maha esa dan takkan mengabaikan aku dan kerajaan-nya dan yang akan melindungi komunitas Eden dengan kesaktiannya, akulah Ruhul Kudus yang tersakti dan akan melibatkan kekuatan ghaibku untuk menghalangimu. Akulah Jibril yang sejati dan aku akan menghakimimu sesuai dengan pasal hukum Allah……..

……. Jangan kau teruskan niatmu atau aku akan mencabut nyawamu……

Itu adalah bagian dari surat Lia Eden kepada pengurus Masjid Meranti, apa pendapat anda pak Moqshit pada orang yang mengancam mencabut nyawa orang lain.

Dalam suratnya yang lain LIA EDEN memberikan lagi selebaran dan menjadi daya tolak warga mengkristal dan muncul keinginan untuk tidak hanya menghentikan aktifitasnya tapi juga meminta kelompok itu tidak ada lagi didaerah sini. surat itu berjudul. MAKLUMAT RUHUL KUDUS PERIHAL KERESMIAN KERAJAAN TUHAN.
dibawahnya diberi judul ATAS NAMA ALLAH YANG MAHA MERESTUI KERAJAAN NYA.

isi dari surat itu, tertulis seperti ini “………….untuk menjawab keyakinan nabi Muhammadlah nabi terakhir dan tak ada lagi nabi setelahnya, adalah nabi dari kalangan manusia takkan sanggup memperbaiki keadaan yang terlalu rumit dan sangat berat didunia. Dan masyarakat didunia pada saat ini , berbangsa bangsa dan semuanya telah tinggi peradabannya, ilmu pengetahuan sangat maju, tekhnologipun sangat canggih, kebanggaan atas bangsa masing masing dan agama masing masing di setiap bangsa menjadikan tak seorang nabi pun sanggup mengatasi segala bentuk kekejaman, kejahatan dan permusuhan serta peperangan yang melanda semua bangsa dan negaranya.

Maka akulah Ruhul Kudus yang menjabat sebagai Rasul Allah dan Hakim Nya…………….”

Surat ini dikirim keseluruh warga, dan bagaimana sikap warga muslim pada umumnya didaerah ini yang sebahagian besar tidak bersekolah tinggi, sebahagian hanya mengenal islam dari ustadznya, bukan dari buku buku yang mengajarkan tentang perbedaan dalam islam yang seperti saudara Moqsith baca, kami bekerja kami meredamkan, kami melakukan penerangan dan memberi rasa keprihatinan pada tante lia yang merupakan tetangga kami puluhan tahun, dan tuan Moqsith menulis ” ini sebentuk tafsir kriminalisasi yang biasanya diarahkan buat kelompok yang bukan arus utama dan tidak memiliki power kekuasaan…….” tafsir kriminalisasi apa tuan Moqshith….? ada atau tidak fatwa MUI masyarakat muslim yang terbatas bacaannya pasti marah menerima maklumat seperti itu, masyarakat muslim teringat pencabutan nyawa kiayi didaerah jawa dan kali ini Lia Mengancam akan mencabut nyawa para ustadz, namun teredam dengan baik, tetap tak ada tindakan anarkhis, dan saudara Moqsihsit menulis ‘ Rumah Lia
Aminudin…….. DI KEPUNG…….” dikepung….? (Jidad Meledak!!!!!!)

Evakuasi terhadap komunitas Eden terjadi pada hari kamis tanggal 29 Des, jam 5 sore, dua hari sebelum Tabligh Akbar, setelah surat kontroversial yang dilayangkan oleh Kerajaan Tuhan itu, evakuasi bukan dari ancaman warga tapi akibat surat Lia yang dinilai Polisi, Lurah dan Camat setempat mengkhawatirkan, dan dapat menimbulkan respon balik bukan dari masyarakat sekitar tapi masyarakat diluar sini, pada pertemuan dikantor Walikota. Lurah, Camat dan Walikota sangat berterimakasih pada warga yang telah bekerja sama dengan baik tak ada satu tubuh yang berdarah, tak ada kepala yang bocor. Cuma menjadi pertanyaan bagi saya apa maunya seorang intelektual bernama Abdul Moqsith Ghazali menulis artikel inusuatif seperti itu, apakah kasus seperti ini dapat dibuat untuk menjual diri pada lembaga lain whualllah whua,lam….

Sekali lagi terimakasih kepada pak Ichan yang telah memforward artikel dari Moqsiht yang bulshit itu, dan saya dapat memberi penjelasan dalam forum kahmi yang mulia ini, semoga tuan Moqshit dapat membaca penjelasan ini dan tidak lagi semaunya membuat kesimpulan dan menulisnya di surat khabar, janganlah masyarakat yang sudah stress ini diracuni pula dengan fitnah tak bertanggung jawab apa lagi dari kaum yang menyatakan diri pembaharu dan liberal yang relatif intelektual.

48 thoughts on “Kasus Lia Eden : Disinformasi dari kubu JIL

  1. Wong orang melanggar hak paten aja bisa dipenjara. Lha ini hak paten Islam mau di rebut masak kita tinggal diam.

    Kita masih butuh orang2 konsisten mas. Kalau nggak, mungkin beberapa tahun lagi Islam di indonesia adalah nama tanpa value. dirusak oleh golongan manusia kayak begini.

  2. Saya jadi heran ketika membaca tulisan Muqsith, seolah-olah ia mem-VS-kan MUI dengan kelompok tertentu. Padahal, sebagaimana jargon JIL, ia selalu mendengung-dengungkan perdamaian. Adakah ini semacam permusuhan dengan MUI –akibat fatwa haramnya libralisme? Entah.

  3. moqsith setiap kamis menulis di kolom kajian di koran Jawa Pos ( Inod Pos) , kemarin baru saja menyerang kominitas Wahabi dengan menakut -nakuti pihak jamaah NU bahwa Wahabi akan menghancurkan NU karena kebanyakan tindakan NU adalah bid`ah.

    kadang juga ada si UAA yang nulis di halaman kajian itu, memang tulisannya berisifat liberal, dan sayangnya editor nya bukan orang ISlam , atau mengerti Islam.

  4. ada pemfitnah yang mengaku cendekia yaitu sebagian yang tergabung di kiuk + jil. mengapa ya banyak orang yang menyukai berjalan di selokan kotor, bau, sempit dan tak ada petunjuknya dari pada di jalan raya yang luas, enak, dan teratur serta jelas arah , rambu dan tujuannya?

  5. ..Surat Ruhul Kudus kepada Pengurus Masjid Meranti

    gila nee..isinya profokasi banget, waduuh ada-ada aja nee Lia Edan…

    Jelas-jelas di Alqur’an dijelaskan bahwa “TIDAK ADA NABI SETELAH RASULULLAH NABI BESAR MUHAMMAD SAW” yaa dari situ juga dah jelaslah..

    hare gene…masih percaya lia_edan? yaa kembali ke Alqur’an dan Hadist yang maha Shahih aja…susah amat, ga perlu tuh ajaran yang aneh2 ,sampe2 ada ajaran mengajarkan Sholat bersiul, Sholat Biligual (Indonesia Arab) hehehehe pake tipi merek apa tuh

    kalo perlu HACK tuh website2nya..sekian (maaf kalo rada2 profokasi…emang hehe habis ga abis pikir aja)

  6. yup bener tuh lia eden cuih…..
    wong di kristen aja ga ada ajaran begituan oq….
    malahan diajarkan kasih…. bukun kutuk mengutuk….
    masa wahyu dai Tuhan di ajaran lia eden isinya mengutuk islam dan kristen serta agama lainnya…..
    yg percaya lia eden berarti ikut gila

  7. the following is my comment on an article relating to Lia Eden :

    Typical one-sided disinformation campaign, try to do a bit of research first will you :

    ” ……. Jangan kau teruskan niatmu atau aku akan mencabut nyawamu……”
    (don’t continue with your plan or I will kill you)

    Itu adalah bagian dari surat Lia Eden kepada pengurus Masjid Meranti,
    (it was the threat from Lia to the people of Meranti Mosque)

    apa pendapat anda pak Moqshit pada orang yang mengancam mencabut nyawa orang lain.

    If you continue researching about Lia, I think you’ll agree that she’s mad; in need of good counseling support *and* not to be let loose in the community while in treatment. (try looking out for the news when they burned themselves)

    And to think that JIL supported them to continue their practices. This is not freedom nor democracy, it’s madness.

  8. sekarang di kabupaten lingga Priv Kepulauan Riau tepatnya di desa kerandin kecamatan lingga ada juga kasusu serupa,tapi pelaku mengaku sebagai wali Allah termuda,bahkan yang lebih menyakitkan lagi untuk membuktikan dia sebagai wali dia duduk diatas Al Quran dan memijaknya,sekarang pelaku sudah dilaporkan pihak Desa ke MUI kabupaten dan sekarang sedang di proses di Polres Lingga,untuk lebih jelasnya baca koran Batam pos tgl 20 Juli 2007 ( Pro Kepri ) atau kunjungi http://www.harianbatampos.com.

  9. mohon perhatian umat,saya khawatir kasus ini bisa saja di belokkan untuk kepentingan yang lebih besar dan saya khawatir pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendangkalkan aqidah Umat Islam akan bermain.sebagai referensi pertama saya harap baca berita: ajaran sesat guncang lingga di http://www.harian batampos.com tgl 20 juli 2007.
    ( ini copian beritanya )
    Ajaran Sesat Guncang Lingga
    Jumat, 20 Juli 2007
    Mengaku Dapat Wahyu, Ajarkan Injak Alquran
    TANJUNGPINANG (BP) – Seorang tokoh muda di Kabupaten Lingga Arwan, asal Desa Kerandin Kecamatan Lingga, kemarin bikin masyarakat heboh. Betapa tidak, lelaki berperawakan sedang dan berkulit hitam itu, mengaku mendapat wahyu dari Allah, dan menginjak-injak Alquran. Perbuatan Arwan ini sebenarnya sudah sekitar setahun belakangan ini dikerjakan. Namun kemarin, agaknya menjadi puncak kemarahan masyarakat Desa Keranding, yang tidak senang dengan perbuatan Arwan itu, sehingga masyarakat melapor kepada polisi dan bergerak cepat menangkap Arwan di rumahnya bersama dua orang pengikutnya.Tidak sulit polisi melakukan penangkapan, karena Arwan memang tidak melawan, dia mengikut saja ketika di bawa ke Mapolsek Lingga di Daik. Namun dia tetap mempertanyakan tentang penangkapan itu, sebab merasa tidak bersalah. Tuduhan sesat yang dialamatkan kepada dirinya tidak diterima Arwan. Arwan menantang Polisi untuk menguji pengetahuan agamanya dengan cara mengundang semua tokoh agama ke Masjid Sultan Lingga di Daik untuk berdebat. Keinginan ini dituruti, puluhan tokoh agama pun hadir di masjid. Namun apa yang terjadi, Arwan bukannya mau berdebat secara sehat, tapi dia langsung mau mempraktikkan ajarannya, dengan duduk di atas Alquran lalu menginjak-injak kitab suci itu di hadapan masyarakat dan polisi.Sekretaris MUI Kabupaten Lingga Muslim MPd, ketika dikonfirmasikan membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut Muslim, Arwan mengaku sebagai wali Allah yang ke-10 yang diangkat melalui wahyu. ”Tapi apapun alasan Arwan, mana ada orang yang mau percaya. Apalagi dia duduk dan menginjak-injak Alquran, itu jelas sudah sesat. Nampaknya Arwan juga stres. Sabtu (21/7) nanti MUI akan mengadakan rapat untuk membuat keputusan tentang aliran yang dikembangkan Arwan ini,” kata Muslim, yang juga Kabag Sosial Kantor Bupati Lingga ini.Indikasi ajaran yang dikembangkan Arwan itu sesat, karena dia sudah punya pengikut. ”Namun bila dilihat dari sikapnya yang menginjak-injak Alquran tanpa kelihatan rasa takut dan malu, Arwan itu seperti orang stres berat. Terlepas dari apa masalah yang sebenarnya yang jelas dia sudah membuat keresahan dan menghina umat Islam, maka itu MUI akan membuat keputusan atau fatwa tentang masalah ini,” timpal Muslim.Kepala Desa Karandin, Ardiansyah ketika dikonfirmasikan masalah ini enggan berkomentar banyak, alasanya masalah ini sudah dilaporkan kepada MUI Kabupaten Lingga di Daik. ”Dari pihak masyarakat, saya sudah melaporkan tentang Arwan kepada MUI, jadi sekarang wewenang MUI menyelesaikannya. Karena masyarakat sudah merasa terganggu, Arwan memang sudah ditangkap Polsek Lingga dan sekarang sudah dibawa ke Polres Lingga di Dabosingkep,” imbuh Ardiansah.Sedangkan Kadis Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lingga, Ir M Ishak menjelaskan, penyimpangan yang dilakukan Arwan sudah lama. Indikasi penyimpangan itu antara lain, Arwan mengaku seorang wali yang diangkat Allah melalui wahyu. Karena sudah mengaku sebagai wali, Arwan tidak mau salat berjamaah di masjid dengan alasan orang lain tidak boleh mengimaminya. ”Tapi dia sendiri tidak mau menjadi imam di masjid bersama masyarakat lainnya,” terang Ishak.Sayangnya Kapolsek Lingga Heriadi, tidak berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. Beberapa kali ponselnya dihubungi tidak berhasil, karena tidak aktif. (aji)

  10. ANeh2 aja ni anak. Namanya wali gak ada yang ngaku2, lagian biasaya mereka ketahuan walinya setelah meninggal.
    Dah gitu brani nginjak2 Quran lagi.
    STRESSS BERAT….

  11. wahai orang yang beriman, tidakkah kamu sadar terhadap tuduhan kamu terhadap MUI? apakah kamu lupa akan firman-Nya dan sabdanya?? sungguh Rosulullah akan merasa sedih dengan keadaan umatnya saat ini, yang merasa pintar tapi ternyata BODOH, yang BODOH merasa dirinya PINTAR. apakah kamu menafikan firman-nya dan sabdanya? janganlah engkau jadikan orang-orang muslim sebagai objek kekesalanmu. Wallahu a’lam bissowab……………

  12. Pada tiap jaman pasti ada manusia yg mengaku sebagai nabi atau rasul.
    Pemimpin umat bermulai dari nabi Adam AS yg jelas2 ALLAH SWT sendiri yg memilih dia menjadi kalifah di dunia ini dan iblìs menolaknya karena iblis merasa lebih baik zat nya dari pada manusia. seiring berlalunya zaman ALLAH SWT menunjuk kenabian seseorang untuk memimpin suatu umat dikarenakan ada penyimpangan yg telah diajarkan nabi adam pada umat tersebut dan tak adanya pengakuan ke Esa’an ALLAH SWT yang merupakan unsur utama yg manusia harus akui.
    Hingga akhirnya datanglah seorang rasul yang ALLAH SWT klaim sebagai rasul akhirul zaman, karena Dia tau sampai kiamat nanti tak akan ada penyimpangan
    terhadap ajaranya yang mana rasul tersebut adalah MUHAMMAD SAW, dan ALLAH SWT berjanji bahwa tak akan ada perubahan yg akan terjadi pada AL QURAN yaitu wahyu yg Dia berikan pada Muhammad sampai kiamat nanti.
    Dari wacana saya diatas saya bertanya kepada mereka yg mengaku rasul atau utusan Tuhan dan pengikutnya apakah ada penyimpangan yang terjadi pada ajaran MUHAMMAD SAW, apakah pengakuan ke Esa’an ALLAH SWT telah berubah atau diselewengkan ?.
    kalau anda menjawab ada, jawab pertanyaan saya lewat situs ini dan berikan buktinya, kalau anda tidak menemukan jawabanya bersikaplah seperti seorang rasul dengan cara akui kesalahan, jangan lah seperti iblis yang menentang kehendak ALLAH SWT dan ketahuila bisikan tersebut bukan dari Allah melainkan dari iblis yg ingin menyesatkan kamu,
    maaf ini bukan nasehat tapi ini jalan tobat bagi kalian yg terlalu jauh berkutat dengan kesesatan.

  13. Kita harus mengakui kehebatan LIA menghipnosa pengikutnya….
    Tapi untuk jadi nabi palsu jangan skali 2 berurusan/menghina.. dengan nabi n tuhan asli bisa -bisa kita kwalat di doain 5 umat umat beragama/semua agama…
    kalau kamu hukumannya jadi 7 thn ntar..mestinya cuman 5 tahun ….jadi nabi di Cipinang Deh…ketahuan bukan nabi asli…….kalo nabi asli ilmunya tinggi tp kok bisa di cipinangkan…

  14. WOOOIII..!!GUOBLUOK LU2 PADA.!!NGAPAIAN PADE BERDEBAT GITU??!LEBIH BAEK MIKIRIN ITU TUH;..GIMANE BUMI KITE YANG SEKARANG LAGI NANGISS…!!??.APE LU2 PADE UDA PADA SIAP BENTAR LAGI KIAMAT??GUE USULIN,..MENDINGAN LU2 YANG MASIH NGAKU2 SEBAGAI MANUSIA YG MASIH BETAH HIDUP DI BUMI INI, CARI BERITA TERBARU MENGENAI \PEMANASAN GLOBAL \.NAH KALO YG INI..,BARU DEH LU2 PADE BOLEH MERASA NGERI..!!!!

  15. Liaaa…. Liaa….. Ade-adeee aje yang die kerjain…… Masya Allah……
    Kalo dalem ayat al-quran… “barang siapa yang yang mengucap LAILLAHAILALLAH maka DIHARAMKAN baginya neraka ” si lia kage ngikutin ucapan yang kaye diatas, malahan mao NGAPUS ucapan begitu, bearti lia ame pengikutnye siap ” MAKA DIHALALKAN BAGINYA NERAKA ” ,

    yang bukan-bukan aje….
    segale agama keristen lah mao di apus ame si lia, Yang ade si lia disidang ame pendeta dan uskup yang terhormat digereja, lantaran mao ngerusak agama kristen……….
    Pasti maaarah orang keristen kalo agamanye dirusak si edan…. Eh..eh… Salah…. si eden……

  16. @Eric – LU2 YANG MASIH NGAKU2 SEBAGAI MANUSIA YG MASIH BETAH HIDUP DI BUMI INI, CARI BERITA TERBARU MENGENAI \PEMANASAN GLOBAL \.NAH KALO YG INI..,BARU DEH LU2 PADE BOLEH MERASA NGERI..!!!!
    .
    Informasi terakhir, pada saat ini berbagai belahan bumi mengalami musim dingin yang paling dingin.
    .
    Banyak data-data tentang “global warming” yang ternyata salah / salah diartikan.
    Para ilmuwan sekarang mulai bersuara menyampaikan fakta-fakta sebaliknya.

  17. Utk kasus ini saya tidak berpihak ke agama apapun.
    Lia EDAN mengaku Jibril, Wali atau apalah..! Rumahnya menjadi God Kingdom?
    Utk semua umat beragama (terutama Islam & Kristen) & Pemerintah, maaf sebelumnya..
    “Kalian itu sebenarnya PENAKUT atau BODOH sih..???
    Jelas2 menurut kalian itu salah, tapi masih di biarkan.
    Saya kurang setuju kalau Lia EDAN & pengikutnya dimasukkan penjara, krn akan ada pengacara (korup & tdk beriman) yg akan membelanya & dia akan bebas berkeliaran lagi.
    Menurut saya, sebaiknya mereka di masukkan ke RUMAH SAKIT JIWA atau di Isolasi selamanya krn (sekali lagi menurut saya) mereka itu sudah sakit jiwa-nya!!! Atau pemerintah punya kriteria sendiri ttg Sakit Jiwa???
    Memang kalian mau punya Wali yg “Gila” spt dia? Kalau saya sih “HARAM!!!”
    Gitu aja kok repot…???
    Maaf, saya kasih pendapat ini tanpa ada maksud utk mem-provokasi.
    Semoga kita masih diberikan “keberanian & akal sehat” utk menghadapi orang2 semacam “Lia EDAN” itu.

  18. Menurut saya mengenai Lia eden adalah tidak baik, karena menurut informasi yang saya lihat dan dengar bahwa ajaran lia eden adalah sesaT…
    Kita juga sudah lihat beberapa pendapat menurut orang-orang mengenai lia eden yang mengaku-ngaku sebagai MALAIKAT JIBRIL.
    dan kata orang juga, kalo seandainya agama Lia eden benar, smua agama akan di musnahkan..
    Tuh gag baik,,,
    lagi pula meskipun agama dia benar, semua agama gak akan menjamin kita masuk sorga, cuy!!

  19. Tapi untuk jadi nabi palsu jangan skali 2 berurusan/menghina.. dengan nabi n tuhan asli bisa -bisa kita kwalat di doain 5 umat umat beragama/semua agama…
    kalau kamu hukumannya jadi 7 thn ntar..mestinya cuman 5 tahun ….jadi nabi di Cipinang Deh…ketahuan bukan nabi asli…….kalo nabi asli ilmunya tinggi tp kok bisa di cipinangkan…
    ———————————–
    Artikel Kesehatan | Download PDF JawaPos | Practical Lessons in Yoga | Review | BitDefender | Cheap Softwares | CNN | Natural and Technology

  20. Wong orang melanggar hak paten aja bisa dipenjara. Lha ini hak paten Islam mau di rebut masak kita tinggal diam. mohon perhatian umat,saya khawatir kasus ini bisa saja di belokkan untuk kepentingan yang lebih besar dan saya khawatir pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendangkalkan aqidah Umat Islam akan bermain

  21. ANeh2 aja ni anak. Namanya wali gak ada yang ngaku2, lagian biasaya mereka ketahuan walinya setelah meninggal.
    Dah gitu brani nginjak2 Quran lagi.

  22. Saya kurang setuju kalau Lia EDAN & pengikutnya dimasukkan penjara, krn akan ada pengacara (korup & tdk beriman) yg akan membelanya & dia akan bebas berkeliaran lagi.
    Menurut saya, sebaiknya mereka di masukkan ke RUMAH SAKIT JIWA

  23. I want to take this opportunity to say that I really love this blog. It has been a good resource of information for me in my research. Thank you so much admin.the herbal products are to be sale in discount interesting people can come to see.they provide the best services.

  24. aku berlindung dari godaan syetan yg terkutuk yang selalu berusaha menyesatkan kita… mudah2n kita selalu di beri hidayah oleh Allah Swt.

  25. Musafir Cheng Ho, nabi terakhir dari islam singgah di indonesia. Lia Eden penerus generasi ……?????

  26. Wah artikel yang sangat bagus dan kritis.. bravo untuk penulisnya! 🙂

  27. Thanks for the good writeup. It in reality was a leisure account it. Glance complicated to far brought agreeable from you! However, how could we communicate?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *