Hizbut Tahrir vs Koran Tempo

Hari ini saya mendapat sebuah email di milis internal Isnet dari Fahmi Amhar. Isinya ternyata adalah press release dari Hizbut Tahrir, mengenai bantahan terhadap editorial Koran Tempo 29 Mei 2006.

Kutipan:

Editorial yang anda tulis dengan tajuk: Pengusiran Abdurrahman Wahid, sadar atau tidak merupakan provokasi yang sangat keji. Sejak awal, tidak ada kasus pengusiran, sebagaimana yang telah dijelaskan berkali-kali oleh Hizbut Tahrir Indonesia, dan juga ormas-ormas Islam lainnya, termasuk di dalamnya MUI dan kapolres Purwakarta. Bahkan, Gus Dur secara resmi telah menyatakan tidak ada pengusiran, sebagaimana yang dilansir oleh Detikcom (27/05/2006), dan Kompas hari ini (29/05/2006).

Karena itu, apa yang anda tulis di dalam editorial anda merupakan bentuk penyesatan, dan sekaligus provokasi yang bisa memancing emosi umat Islam. Sebagaimana yang kita ketahui, sebelum ada pemberitaan di Pikiran Rakyat (24/05/2006) dan Surya pada hari yang sama, kemudian RCTI (Seputar Indonesia, 24 Mei 2006), mengutip pernyataan Drs H. Agung Nurhalim dan Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan (AMAK), yang menyatakan bahwa telah terjadi pengusiran terhadap Gus Dur oleh FPI, MMI, FUI (Forum Ulama Islam) dan HTI, yang dibumbui dengan sebutan-sebutan yang tidak senonoh, seperti preman berjubah yang meresahkan dan terkesan main hakim sendiri, nyaris tidak ada insiden pengerahan massa yang menjurus pada tindakan anarkis. Tetapi, setelah adanya pemberitaan tersebut, terjadilah ketegangan antara massa Garda Bangsa —yang mencoba menyeret-nyeret massa NU— dengan FPI, dan FBR di Jakarta dan beberapa daerah.

Untuk artikel selengkapnya (press release HT & Editorial Koran Tempo), silahkan klik.

Press release Hizbut Tahrir

KANTOR JURUBICARA
HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Nomor : 97/PU/E/05/06

BANTAHAN UNTUK EDITORIAL
KORAN TEMPO

Editorial yang anda tulis dengan tajuk: Pengusiran Abdurrahman Wahid, sadar atau tidak merupakan provokasi yang sangat keji. Sejak awal, tidak ada kasus pengusiran, sebagaimana yang telah dijelaskan berkali-kali oleh Hizbut Tahrir Indonesia, dan juga ormas-ormas Islam lainnya, termasuk di dalamnya MUI dan kapolres Purwakarta. Bahkan, Gus Dur secara resmi telah menyatakan tidak ada pengusiran, sebagaimana yang dilansir oleh Detikcom (27/05/2006), dan Kompas hari ini (29/05/2006).

Karena itu, apa yang anda tulis di dalam editorial anda merupakan bentuk penyesatan, dan sekaligus provokasi yang bisa memancing emosi umat Islam. Sebagaimana yang kita ketahui, sebelum ada pemberitaan di Pikiran Rakyat (24/05/2006) dan Surya pada hari yang sama, kemudian RCTI (Seputar Indonesia, 24 Mei 2006), mengutip pernyataan Drs H. Agung Nurhalim dan Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan (AMAK), yang menyatakan bahwa telah terjadi pengusiran terhadap Gus Dur oleh FPI, MMI, FUI (Forum Ulama Islam) dan HTI, yang dibumbui dengan sebutan-sebutan yang tidak senonoh, seperti preman berjubah yang meresahkan dan terkesan main hakim sendiri, nyaris tidak ada insiden pengerahan massa yang menjurus pada tindakan anarkis. Tetapi, setelah adanya pemberitaan tersebut, terjadilah ketegangan antara massa Garda Bangsa —yang mencoba menyeret-nyeret massa NU— dengan FPI, dan FBR di Jakarta dan beberapa daerah.

Sebagaimana klarifikasi yang dilakukan oleh HTI, MUI Purwakarta —termasuk kapolres Purwakarta— dan terakhir Gus Dur, bahwa kasus pengusiran itu tidak pernah terjadi. Bahkan, HTI dan Garda Bangsa sendiri, baik di Bandung dan Surabaya, sudah menganggap persoalan ini selesai. Karena memang tidak pernah terjadi apa-apa. Tetapi, yang mengherankan, hari ini (29/05/2006) anda masih menulis fitnah bohong itu di media anda, bahkan kemudian memprovokasi pihak lain untuk melawan MUI, dengan menuduh fatwa MUI sebagai biang kerok. Dalam konferensi pers via telpon dengan HTI dan FUI di RM Saribundo (26/05/2006), KH Ma’ruf Amien dengan tegas membantah, jika fatwa MUI dianggap sebagai sumber kekerasan. Karena fatwa adalah satu hal, dan kekerasan adalah hal lain yang berbeda. Buktinya, kerusuhan Tuban pasca Pilkada, yang terjadi jelas-jelas bukan karena fatwa MUI. Jadi, menghubungkan fatwa MUI dengan kekerasan jelas merupakan tindakan tidak senonoh, dan bahkan ngawur.

Karena itu, kami meminta anda:

1- Meralat editorial anda (29/05/2006) secara terbuka, baik yang berkaitan kasus pengusiran, maupun keterlibatan kami di dalamnya. Karena keduanya memang terbukti tidak ada.

2- Meminta koran anda meminta maaf secara terbuka, karena telah menyiarkan berita bohong tentang keduanya.

3- Meminta bantahan ini dimuat di media anda, sebagai bentuk hak jawab kami.

4- Jika tidak, kami akan memikirkan langkah-langkah hukum, karena terbukti dengan nyata media anda telah melakukan provokasi yang bisa mengancam keutuhan dan keharmonisan hubungan umat Islam.

Jakarta, 29 Mei 2006 M,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto
HP: 0811-119796
Email: ismaily@telkom.net, ismaily@hizbut-tahrir.or.id

Gedung Anakida Lantai 4
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790
Telp / Fax : (62-21) 8353253 Fax. (62-21) 8353254
Email : info@hizbut-tahrir.or.id
Website : http://www.hizbut-tahrir.or.id

Editorial Koran Tempo

Mengusir Gus Dur, Mencederai Islam
Apa yang dilakukan massa Islam radikal saat ini sudah keterlaluan.

Apa yang dilakukan massa Islam radikal saat ini sudah keterlaluan. Majelis Mujahidin Indonesia, Front Pembela Islam, Forum Umat Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia, pekan lalu di Purwakarta, Jawa Barat, mengusir KH Abdurrahman Wahid dan membubarkan acara “Dialog Lintas Agama dan Etnik” yang dihadiri bekas Presiden Indonesia itu. Hizbut belakangan menyangkal keterlibatannya–sesuatu yang sudah terlambat.

Insiden Purwakarta menambah panjang kekerasan berkedok agama. Di Cirebon, Jawa Barat, lembaga swadaya masyarakat pendidikan, Fahmina Institute, juga diserbu massa yang mengaku Islam. Mereka yang baru saja unjuk rasa mendukung Rancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi itu menyebut Fahmina sebagai agen Barat, LSM racun, dan lembaga yang “menjual ayat-ayat Al-Quran dengan harga murah”.

Di Bulukumba, Sulawesi Selatan, kantor Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat disatroni puluhan pemuda Penegak Syariat Islam. Lembaga ini dituding menentang nilai-nilai Islam yang, katanya, diperjuangkan para penyerbu.

Di Purwakarta, massa mengamuk dan memprotes ide pluralisme yang dibicarakan dalam seminar yang dihadiri puluhan orang dari berbagai agama itu. Dasarnya adalah fatwa Majelis Ulama Indonesia yang melarang sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.

Fatwa itu memang bermasalah. Ketiga konsep telah dipahami secara ngawur dan karena itu dianggap berbahaya. Sekularisme, yang secara generik bermakna pemisahan agama dari negara–sesuatu yang sudah semestinya karena Indonesia bukan negara teokrasi–ditafsirkan sebagai cara mengerdilkan Islam. Pluralisme, gagasan tentang keberagaman berpendapat, berkeimanan, dan berkepercayaan, dianggap mengacaukan yang hak dan yang batil. Liberalisme dimusuhi karena mencerminkan ideologi Barat.

Intinya, fatwa MUI itu memandang Islam sebagai “pusat” dan menempatkan yang bukan Islam di “pinggiran”. Sebagai wujud keimanan pribadi, pandangan ini oke-oke saja. Tapi, begitu masuk ke tataran masyarakat, ide ini bertentangan dengan prinsip kesamaan hak warga negara, bahkan bertentangan dengan Islam, yang mengajarkan lakum dinukum waliadin–“untukmu agamamu, untukku agamaku”.

Persoalan jadi lebih kisruh ketika keyakinan yang bermasalah itu menjadi fatwa yang dipakai sebagai landasan moral untuk bertindak. Pelaku teror bom Abdullah Sunata, dalam pengakuannya kepada polisi, membenarkan bahwa anak buahnya berniat membunuh aktivis Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar-Abdalla, atas dasar fatwa itu.

Mestinya perbedaan pendapat tentang sekularisme, pluralisme, dan liberalisme itu dibicarakan dalam dialog yang santun dan beradab. Membubarkan seminar, apalagi mengumpat Gus Dur dengan kata-kata kotor, adalah laku tercela yang jauh dari moral Islam–sesuatu yang hendak dibela para pengeroyok.

Tidak bisa tidak, pelaku aksi anarkistis itu harus ditindak. Polisi mesti menangkap, menyelidiki, dan membawa kasus ini ke pengadilan. Organisasi-organisasi yang mengancam, mengintimidasi, dan menakut-nakuti kelompok lain–terlebih dengan otot dan senjata–tidak boleh lolos dari hukum. Indonesia tidak boleh takluk oleh kekerasan–termasuk dari mereka yang berkedok agama.

34 thoughts on “Hizbut Tahrir vs Koran Tempo

  1. hallo mas harry, ngomong2 isnet, kemana sekarang arsipnya ya… mau baca2 lagi nih…. :))

  2. to Nofie> perkataan tolol akan kembali ke diri sendiri lho…
    siapapun pembaca yang beragama Islam, pakailah Islam sebagai Ideologi, dasar Negara, dan pengikat kita semua…
    jangan dipahami agama2 lain akan tersingkirkan dari Negara Islam, mereka justru akan ada dalam perlindungan Negara selama tidak menimbulkan fitnah…
    down down kapitalism…
    down down Sosialism…
    rise rise Islam…
    Allahu Akbar…
    kapitalisme telah runtuh sebelum berhasil ditegakkan!!!

  3. ricky – arsip yang baru bisa dilihat disini. Arsip yang lama sayangnya sedang offline, kalau tidak salah karena servernya rusak. Mudah-mudahan bisa segera kita online kan lagi.

    nofie – muslim yang arogan itu bermacam-macam. Ada yang arogan dengan ekstrimnya dalam beragama, ada juga yang arogan dengan ekstrimnya dalam tidak beragama πŸ™‚

    Saya merasa cocok salah satunya dengan pendekatan Aa Gym; dulu setahu saya beliau juga pernah seperti FPI, tapi kemudian diubah, dan hasilnya menjadi jauh lebih baik.

    Tapi, bukan berarti beliau selalu lembek – ketika harus keras, beliau juga bisa keras. Ini ketika semua jalan sudah ditempuh dan tinggal pilihan terakhir tersebut.

    Alhamdulillah nampaknya sekarang makin banyak ustadz yang bisa melakukan dakwah sebagaimana yang Nabi saw dulu lakukan.

    ayiss – “kapitalisme telah runtuh sebelum berhasil ditegakkan!!!” – dan saya adalah khalifah dunia saat ini πŸ™‚

  4. dasar orang arab yang mau bikin negara islam di indonesia…minggat aja lu ke padang gersang saja gabung ama kaktus aja ….ini indonesia bung bukan timur tengah…sadar bung …..orang indonesia murni yang berkuasa bukan keturunan arab!!!!!!!!!!!!!!!

  5. sadar… atau sadar…. editorial koran tempo adalah kebohongan publik. pemberitaan yang jauh dari fakta. opini yang menyesatkan.

    orang cerdas tidak akan percaya kepada media yang hanya memberitakan sesuatu yang tidak ada alias kebohongan.

    hanya orang bodoh saja yang suka dengan media yang membodohi diri dan masyarakat.

  6. seringkali kita itu bodoh tapi merasa paling tahu dengan apa itu islam,,,islam itu kaya dan penuh ilmu, kalau anda hanya menghina dan melecehkan saudara islam kita sama saja kita telah melakukan ketidakadilam kepada umat, apa yang harus dilakukan selain dengan menghina saja adalah mempelajari islam dengan niatan yang baik dan mencari kebenaran….jangan menghina saudara islam kita yang berpakaian layaknya arab tetapi jujur sembari mempelajari agamanya daripada anda yang menghina dan mencemooh tetapi tidak pernah memahami dengan lebih baik, tanyakan siapapun dalam diri anda apakah islam itu cukup dipahami dengan kata-kata ? islam agama terbaik karena tauladan itu hidup dan ada hingga saat ini ! mana sih yang lebih lucu antara kepercayaan seperti kaum kristen dan lainnya dalam memahami nabi mereka dan tauladan mereka? semakin konyol orang Islam seperti Gus Dur dan kelompok liberalnya karena mengambil pemahaman tanpa disertai aklak yang baik dan penuh toleransi…mana mungkin dia akan toleran kalau setiap kata-katanya menyakitkan hati dan tidak mempan dinasehati dan diberi saran atas perilakunya…demokrasi model apa yang akan diajarkan untuk umat islam indonesia bila dia hanya menggunakan syahwat politiknya dari gairah keilmuannya. niat yang baik dengan cara yang salah adalah juga tidak bijaksana,,,,,sudah lah Gus, kembalilah kejalan Allah.

  7. Emang dari dulu tempo konsisten membenci islam yang lurus. Bahkan dari editorialnya itu nampak bagaimana begitu bencinya koran yang dipunyai oleh jurnalis handal seperti Gunawan muhammad itu. Begitu enaknya dia menyebar fitnah kemana-mana. Padahal kalau dia mau, bisa melakukan klarifikasi pada pihak-pihak yang selama ini ia tuduh. Rupanya ia sengaja ingin membungkam demokrasi yang selama ini ia agungkan dengan meminta pemerintah membubarkan ormas-ormas yang menurutnya “membahayakan”. Suatu tindakan antidemokrasi!

    tentang ormas tersebut ingin mencita-citakan tegaknya syariat Islam, itu sah-sah saja. saya kira semua orang muslim yang kaffah akan mendambakan itu, karena konsekwensi keimanan mereka pada al quran. Secara kontstitusi juga tidak dilarang. Demikian juga kalau negera ini menganut demokrasi sejatim itu sah-sah saja. Kenapa mesti uring-uringan sehingga meminta pemerintah membubarkan ormas.

    Sesungguhnya kalau mau jujur, keberadaan ormas tersbut sangat dibutuhkan oleh bangsa yang sedang mengalami krisis identitas ini. Merekalah yang selama ini mengawal agar negara ini baik dan tidak terjajah barat. Mereka berjuan tanpa pamrin untuk kebaikan bangsa ini di masa yang datang. Mereka sangat peduli agar bangsa ini jauh dari segala hal yang bernanu maksiat. Dan apa yang dilakukan mereka sesuai dengan nilai yang tercantum dalam sila ketuhanan yang maha esa pancasila.

    terakhir saya ingin mengimbau koran tempo, gunawam muhammad dan semunya yang peduli pada perbaikan bangsa ini agar kembali pada Islam…, hindarilah perbuatan fitnah yang hanya akan membuat bangsa ini makin terpuruk!!Sungguh fitnah ini lebih kejam dari pembunuhan!!!

  8. koran tempo memang tidak propesional dalam menyajikan berita, koran tempo adalah media penyesatan !!!

  9. thanks God, please think for a while before take any decision and an argumentations. DAH TAU Salah masih saja dibela. bangun generasi indonesia yang gemar baca editorial yang benar jika editorialnya salah mbo yo taudiri segera perbaiki info yang keliru.

  10. “La Izzata illa bil ISLAM Walaa ISLAMA illa bi Syar’iyah Walaa Syari’ata illa bid Daulah….. DAULAH KHILAFAH RASYIDAH !!! Tiada Kemuliaan tanpa ISLAM Tak Sempurna ISLAm tanpa Syar’iyah Takkan Tegak Syar’iyah tanpa DAULAH….. DAULAH KHILAFAH RASYIDAH !!! Sebagai Ummat Islam sudah sepatutnya kita bersatu di bawah Naungan Daulah Khilafah ISLAMIYYAH.Sudah cukup juga kekuasaan kapitalisme menguasai bumi ini.Mari kita kembali membangun Pilar-pilar tegaknya ISLAM yang selama ini Runtuh atau Bobrok.Jangan mau tertipu daya oleh Fitnah-fitnah kaum kafir yg ingin menjauhkan ummat ISLAm dari Islam itu sendiri.INGAT….!! Kiamat itu sudah dekat. Apa yg kita cari selama di dunia ini ? Ya tentu saja Ridha ALLAH semata.Islam tidak hanya sebatas Ibadah Mahdo saja ( ibadah ritual seperti shalat,puasa ,zakat) tapi ISLAM juga mencakup SELURUH aspek-aspek kehidupan mulai dari bidang ekonomi,sosial,pertahanan,politik dan sebagainya. Oleh karena itu mari kita tegakkan kembali KEKUASAAN ISLAM YG CAHAYAnya tidak pernah padam selam 13 ABAD….!!!! & BERSATU DI BAWAH KALIMAT……….. ”LA ILLAHAILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH”

  11. to yoso: HATI-HATI BICARA!!!!!!!!!!
    …………..islam bukan hanya u/ org arab tapi semua manusia………]
    kirim email ke satriaas@yahoo.co.id kalo berani………….tunjukkan fikrah mu, jangan cuma bicara…………
    apa solusi buat Indonesia selain KHILAFAH??????
    ………..kalo berani kirim sekarang…………………..

  12. jangan ribu dah, gua gak takut ama ancaman orang-orang bego kaya yoso, mao dia orang arab kek, indo kek, pakistan kek, siapa saje meski itu sudara aye berani injak-injak agame, gue doain semoga semua orang kaya yoso dan lain-lain diberi ampun dengan sabetan nerake, kalo dibumi aye cuma ketawe orang pada pinter ngomor buat bela sesuatu yang salah. yoso bukan orang muslim gua tau rumahnye dan penyamarannye.

  13. ehmm…..kayaknya orang indonesia dah pada geblek semua(yang gak mau ikutan acungkan tangan buat setujuin penegakan syariat islam, ikut barisan gue) yaaa…gusdur koq di bela??geblek banget tuh. yang ngebela pluralisme,kapitalisme,liberalisme geblek selangit bumi.ngajinya gak tamat TK-Alqur’an kaleee???sory dory mory strobery aje yeeee….sejak jamannya nabi Muhammad yang namanya syariat itu (yang terkandung dalam al-qur’an dan assunnah)mesti alias kudu dutegakin. gak percaya???bener-bener gak tamat TK alqur’an ya luuu. jangan-jangan ngaji ke suraunya pak ustadz juga gak pernah???gile…gile…kelaut aje lu…gak penting tahu gak hidup di bumi….
    yang namanya GUSDUR itu pernah duduk maniezzz nyaksiin pemilihan miss waria 2006, apa gak GEBLEK tuh??(yang gak setuju gebleknya gak ketulungan) gelar aje KH, dan lebih geblek dia bersedia jadi penasihat manusia2 yang dilaknat ALLAH itu?mendingan nsehatnya supaya balik ke fitrahnya(eh, manusia2 geblek tahu gak fitrah?). terus anda anda sekalian masih aja mau dengerin omongannya yang bisa membawa anda ke jalan mulus buat hancurin agama Islam???mikir doong….
    gak ada TEMPO lagi, kalian mesti ikut barisan gue buat tegakin syariat islam!!itu juga kalo kalian gak mau dapet gelar miss and mister geblek dunia akherat,mau kagak???gak ada TEMPO lagi lho…

  14. memahami keberagaman adalah seperti memahami banyaknya busa di lautan. semuanya tak sempurna seperti tak sempurnanya si cacat. maka tak baik kiranya saling membunuh, pun demikian membunuh karakter orang. khilafah dan kebangkitan islam adalah jalan panjang yang tak pernah terlihat meski baunya saja.
    berjanjilah, hadapilah realitas hidup seperti menghadapi istri-istri yang shalehah. kita akan menikmatinya.
    khilafah dan daulah islamiyah?
    semoga mereka kembali ke jalan yang tenang.

  15. seperti serigala di padang
    ia kelaparan
    kehausan
    dan kesepian
    teriaklah
    menghardiklah
    puaskah?
    akankah ada kebaikan bagi mereka
    yang memaksakan

  16. sepertinya kita (maaf saya menggunkan “kita”) terlena dengan diksi. ada pluralisme, ada liberalisme, ada kapitalisme, ada khilafah, ada daulah, ada islamiyah, ada sosialisme, ada islam kiri, ada ormas, ada fpi, ada hti, ada garda bangsa, dan ada kita. padahal semuanya tak sempurna, termasuk saya dan kalian semua. munafik ngomong daulah islamiyah tapi tidak toleran dan sombong. tak manfaat semua yang diargumenkan jika tak ada pembuktian. semua ilusi, termasuk diri yang menganggap suci. salam

  17. segala sesuatu dimulai dari ide, dan ketika ide diterapkan akan dirasakan oleh oleh orang lain………….
    begitupun khilafah,segalanya dimulai dengan ide…..ketika khilafah tegak anda akan tahu nikmatnya dibawah islam………………………………………
    “Syariah & khilafah akan menghancurkan segala bentuk kejahatan yang merupakan perbuatan SYETAN, dan yang menentang syari’ah & Khilafah berarti saudaranya SYETAN kalo bukan dia sendiri yang SYETAN”

  18. komentar di posting ini untuk sementara saya tutup dulu, sampai komentar2 yang emosional (apalagi tanpa substansi) telah hilang. terimakasih.

  19. Mengatakan bahwa kita adalah orang (media) objektif, itu sangat mudah. Tetapi, kenyataannya tidak semudah yang diucapkan. Koran tempo telah membuktikan bahwa objektif itu memang barang mahal…

  20. kpd Yoso, Bayu, Rifa dan semua orang, baik muslim ataupun non mulim. saya tegaskan bahwa saya tidak akan memberikan argumentasi terlebih dahulu. tapi akan mengingatkan bahwa kalian setuju ataukah tidak terhadap kewajiban penegakkan syari’at Islam, tapi yakinlah bahwa Islam suatu saat akan memenuhi dunia ini dengan berbagai kesejahteraan, kedamaian, dan segala keberkahannya bukan cuma untuk umat Islam saja, tapi akan dirasakan oleh mereka yang non muslim pula. tinggal kita tunggu waktunya, karena sebagian umat Islam sekarang mereka sedang berjuang ke arah sana demi kalian semua, baik umat manusia ataupun alam semesta. jika hal itu belum terwujudkan ketika kalian masih hidup, tapi saya yakinkan bahwa anak cucu dan keturunan kalian akan merasakan keberkahannya, walaupun keyakinan ini kalian sekarang dustakan atau tidak diyakini. sebab, Allah Sang Maha Penguasa segala sesuatu tidak akan pernah ingkar terhadap semua janjiyang telah Dia informasikan melalui lisan mulia kekasihnya Muhammad Saw. Untuk itu, segeralah kalian berharap agar menjadi orang-orang yang akan menjadi pasukan yang berada di belakang bendera Laa Ilaha Illallohu. Salam dari saya untuk tegaknya Islam

  21. mohon pencerahan. apakah benar Tuhan Islam itu tidak memberikan jaminan masuk sorga atau tidaknya seseorang?

  22. @tina – Tuhan Islam menjamin seorang muslim akan masuk surga.
    .
    Pertanyaannya adalah apakah langsung ke surga, atau harus dibersihkan dulu dosa-dosanya di neraka, begitu.

  23. Saya baru melihat bagaimana permasalahan islam itu.

    Tapi semoga Allah menjaga kita umat muslim dari niat buruk orang lain.

  24. mohon jawaban. berapa jumlah bidadari yang akan diberikan sebagai pahala kepada orang yang mati syahid/ syuhada? di hadis mana tertulis? Nabi Ibrahim dibakar oleh raja namrud, di hadis manakah tertulis peristiwa itu? trims.

  25. ya Allah apa yang di janjikan lewat Mulut Mulia kekasihMu Muhammad SAW ini agar segera terbuktikan… sungguh apa yang beliau katakan pasti akan terjadi karena apa yang beliau katakan adalah wahyu yang berasal dari Engkau, dan bukan berdasarkan hawa nafsunya
    Yaa rob kami Rindu Syari’ahmu
    kami Rindu dg aturan 2 yang telah Engkau turunkan yang kini tercampakkan,
    kami juga rindu akan pemimpin2 yang amanah dan yang mengurusi urusan ummatnya dg SyariahMu
    yaa Roobb segerakanlah dirikan Daulah Khilafah Rosyidah agar menjadi bukti yang nyata bahwa hidup dlam tatanan Islam adalah hidup yang penuh dg keberkahan, dan orang2 yang selama ini menganggap hal itu adalah suatu yang utopia menjadi tercengang karenanya, mereka menganggap hidup di bawah naungan Islam akan sengsara, iya mereka bisa berkata demikian karena mereka memang belum pernah merasakan,,
    Ya Robb
    sesungguhnya Engkau tak pernah menyelisihi janjiMU

    Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)

    engkau juga tak akan pernah menyelisihi janjimu yang saat ini telah kami rasakan yang dalam kesmpitan karena mengabaikan syariah Mu
    Maha benar Engkau wahai Robb kami

    Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian yang lainnya? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka dilemparkan ke dalam azab yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat. (QS al-Baqarah [2]: 85).
    Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (syariah), dia berhak mendapatkan kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).

    β€œAkan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase penguasa yang zalim, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Setelah itu, akan datang kembali Khilafah ala Minhajin Nubuwah (berdasarkan metode kenabian).” Kemudian Baginda saw. diam. (HR Ahmad).

  26. Percaya nggak, jika warga HT meninggal dunia akan bawa dosa karena belum memiliki Imam. Nabi bersabda :barangsiapa yang mati tanpa ber imam maka matinya mati jahiliah.Ngeri deh….Ayo buruan angkat seorang imam, jika belum bisa maka pilihlah salah satu Kepala Negara di dunia yang paling menjalankan Syariat Islam di negaranya sebagai Imam HT sedunia, ber baiat lah padanya, agar jika kita mati se waktu2 sudah bebas dari dosa karena tak ber imam. Daripada harus nunggu2 terus sejak tahun 1953 tak ber imam tanpa kepastian sampai kapan. Capek..deh…!

  27. TUK YOSO : jika beragama islam bertobatlah karna islam adalah agama untuk sluruh umat bagi yang yakin.khilafah&syariah adalah solusi dunia.
    jwbn buat RIFA ANTIKA : apakah saat ne islam di beri kesempatan tuk menentukan menegakkan ideologi/khilafah islamiyah sedangkan musuh” islam tak rela islam akan tegak secara kaffah di situ anda akan tau spa sbenarnya musuh islam,orng” munafik dll.
    TUK LAMARU : imam yang di mksud hti adalah seorang khalifah kaum musliman di dunia yang akan melindungi umat islam dari serangan orang”kafir dan penguasa yang zhalim,dan smua argumen hti berdasarkan hadist yang akan datang kekuasaan yang mengikuti cara nabi muhammad s.a.w.
    tsummatakunu khilafah ala minhaj nubuwah.
    khilafah islam yang akan melindungi dan membebaskan smua umat dari penghambaan manusia ke allah s.w.t sang penguasa alam.
    tuk smua yang tidak mempercayai tapi janji allah dan rasulnya pasti benar karna allah adalah maha benar.

    ALLAHUAKBAR
    ISLAM IS THE BEST
    KHILAFAH YANG DI JANJIKAN PASTI AKAN TEGAK
    MENGGANTIKAN KAPITALISME,SEKULERISME,LIBERALISME

    BAGI YANG TIDAK MEYAKINI KLUAR AJA DARI AGAMA ISLAM
    ORANG” KAFIR AJA MEYAKINI AKAN TEGAKNYA KHILAFAH.!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  28. KHram hukumnya berpaham pluralisme, sekurel dan liberal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *