Poligami dan Keadilan

Sebetulnya saya segan membahas topik ini, karena kalau menilik kasus mas Puji dimana postingnya jadi dipenuhi komentar-komentar yang marah (padahal postingnya sendiri sama sekali tidak kontraversial), ada kemungkinan itu akan terjadi juga. Tapi di lain pihak, ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan rasionalitas / objektifitas dalam melihat suatu hal; sehingga kita dapat melihat sesuatu tersebut dengan lebih adil.
Jadi, saya pakai dulu baju tahan api saya… ok, mari kita mulai.

Fakta : poligami halal dalam Islam.
Syarat: harus berusaha dengan segenap kemampuannya agar berlaku adil. Fakta : Allah swt menilai usaha kita, bukan hasil.

Fakta : Zina / selingkuh haram dalam Islam.

Nah berbagai faktanya sudah dibeberkan, sekarang kita coba lihat masalahnya dengan lebih jelas.

Inti dari keributan seputar poligami Aa Gym sebetulnya adalah karena kurangnya konteks. Padahal, seperti yang telah saya bahas sebelumnya, ketika konteks diketahui, maka persepsi kita mengenai suatu hal bisa langsung berbalik sampai 180 derajat.

Dalam kasus Aa Gym, konteksnya sama sekali tidak diketahui.
Mengapa Aa menikah lagi ? Di media massa, sejauh yang saya pantau, tidak ada di beberkan. Dan kebanyakan kita juga tidak bisa menanyakannya langsung kepada beliau.

Pada kasus seperti ini, umat Islam diperintahkan untuk berprasangka baik dengan tetap waspada.

Namun tekanan untuk berprasangka buruk tentu sangat besar, apalagi ketika didorong oleh emosi yang memuncak. Karena itu, alih-alih berprasangka baik; yang muncul seringkali adalah berbagai asumsi (anggapan, yang tentu saja belum tentu benar), yang kemudian memicu timbulnya prasangka buruk.
Beberapa contoh:

Anda tidak lebih dari seorang laki laki yang tidak sanggup menahan nafsu birahi.

Bagaimana komentator yang bersangkutan tahu bahwa alasan pernikahan tersebut adalah karena nafsu birahi ? Apakah kini sudah ada orang yang mampu membaca pikiran orang lainnya ? 🙂

Ketenaran dan uang ternyata membutakan mata anda. Sehingga anda rela memutar balikkan image masyarakat terhadap anda selama ini.

Asumsi: Aa Gym telah terbutakan oleh ketenaran dan uang.
Prasangka buruk: karena inilah dia menikah lagi.

Dalam berbagai kasus seperti ini, media massa juga tidak banyak membantu. Kadang karena keterbatasan ruang artikel, maka berita hanya ditulis sepotong-sepotong saja, tanpa ada penjelasan mengenai konteksnya secara utuh. Atau di lain waktu malah sengaja konteksnya memang dihilangkan, sehingga menjadi kontroversi (sehingga koran/majalahnya menjadi laku).

Disini pentingnya ajaran Tabayun di dalam Islam, istilah gaulnya, cek and ricek. Ketika ada suatu kabar, dikonfirmasi kembali langsung kepada yang bersangkutan.

Jadi kalau kita merasa sangat ingin untuk menghakimi Aa, jangan lupa untuk tabayun dulu.
Kalau tidak, sebaiknya kita berprasangka baik agar selamat.

Lantas apakah ini berarti bahwa saya pro poligami ? Apakah saya akan berencana untuk menikah lagi ?

Saya pribadi tidak ada rencana ini karena terutama berkaitan dengan soal tanggung jawab – pernikahan adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Sedikit selingan – yang saya agak kaget, ternyata justru orang Barat yang banyak paham mengenai hal ini daripada berbagai rekan saya yang Muslim; banyak mereka yang tidak mau menikah karena mengaku tidak sanggup dengan tanggung jawabnya.
Sedangkan beberapa kawan saya yang Muslim menikah dan kemudian ada beberapa yang tidak mau bertanggung jawab – suami tidak mau menjadi pengayom dan manajer yang baik, dan/atau istri tidak mau menjadi manajer rumah tangga yang baik dan mematuhi perintah atasannya.

Karena menikah adalah sunnah Nabi saw dan telah diperintahkan, maka saya pun menikah. Dan saya berusaha menjalankan kewajiban ini dengan sebaik-baiknya. Namun kalau disuruh tambah lagi, aduh kok rasanya saya tidak sanggup 🙂
Demikianlah lemahnya saya.

Anyway, sebetulnya kita bisa menanggapi hal-hal yang kontraversial seperti poligami sekalipun dengan tenang. Contohnya bisa dilihat salah satunya pada pacar saya.
Dulu “penentang” poligami yang gigih, terutama setelah melihat sendiri beberapa kasus dimana praktek poligami menjadi merugikan wanita. Kini alhamdulillah sudah bisa melihat soal ini dengan lebih proporsional, berimbang – adil.
Ketika kemarin saya ceritakan, “eh, Aa menikah lagi lho”, responsnya cuma berupa alis mata yang agak naik sedikit terkejut, lalu “Ooh”. Lalu saya sampaikan “iya, nikah dengan janda anak tiga”, dibalas dengan “mungkin untuk menyantuni ya, bagus deh”.
Dia sudah berhasil melihat bahwa ada kasus-kasus dimana poligami justru bisa bermanfaat bagi wanita sendiri. Dan adalah salah satu sebab mengapa poligami dibolehkan di dalam Islam (dengan batasan-batasannya).

Sepertinya baju tahan api saya juga sudah mulai kebakaran, ok saya sudahi dulu sampai disini. Komentar/koreksi yang konstruktif akan diterima dengan rasa terimakasih.

119 thoughts on “Poligami dan Keadilan

  1. yang saya agak kaget, ternyata justru orang Barat yang banyak paham mengenai hal ini daripada berbagai rekan saya yang Muslim; banyak mereka yang tidak mau menikah karena mengaku tidak sanggup dengan tanggung jawabnya.
    —————————–
    saya kira untuk kedepan lebih baik menitik beratkan pada tanggungjawab itu Pak Hery. Sepertinya jarang sekali diungkapkan konsekuensi apa yang akan dihadapi suami yang ingin berpoligami sehingga bisa mempertimbangkan dengan matang.

  2. Setuju mas harry…
    Saya pernah ditanya oleh salah seorang teman perempuan saya “apakah anda rela bila bapak anda kawin lagi?”
    saya jawab, saya rela tapi saya kesian sama bapak saya, punya satu keluarga saja sudah cukup membuat dia pusing, dari mencari uang untuk biaya hidup dan sekolah kami sampai menahan diri dari omelan2 ibu kami (maaf ya mam..) dan hal tetek bengek lainnya. Bisa dibayangkan stressnya dia, apabila mempunyai 2 keluarga.
    Masyarakat umumnya hanya memandang poligami dari urusan seksnya saja. Tanpa pernah mempelajari maksud dari poligami tersebut.
    Pernikahan bukan hanya melulu urusan kenikmatan sejam dua jam saja, tapi lebih dari itu..setuju ngga mas…:-)

  3. @buchin – thanks mas. Semoga bermanfaat.
    .
    @ambar – setuju mbak. Boro-boro poligami, untuk soal nikah saja pun masih banyak yang tidak paham tentang konsekuensinya.
    .
    Saya jadi ingat dulu kawan ada yang bilang begini, “cepetan nikah gih, nanti kan enak jadi ada yang pijit-pijit kalau sudah capek pulang kantor”. Gawat euy, niat nikah supaya bisa enak-enakan. Ya, pada berantakan hasilnya.
    .
    @rasyid – setuju sekali mas 🙂
    .
    @azil – *tendang azil balik ke kampung gajah*

  4. “Biarlah Aa Gym menjalani rumah tangga poligami. Semoga sukses, agar bisa mendakwahi mereka yang pengecut yang hanya bisa berselingkuh atau nikah lagi tanpa persetujuan istri”
    — Jay
    .
    (emphasis are mine)

  5. andriansah – ada saja orang Barat yang kagum dengan pernikahan Nabi saw dengan Khadijah. Menurut mereka, itulah contoh sempurna dari “soulmate” — belahan jiwa.
    .
    Poligami Nabi saw setelahnya adalah karena tujuan-tujuan mulia — memuliakan wanita yang buruk rupa, preservasi agama, mengangkat derajat wanita yang terhinakan, dll.
    Kalau ada yang poligami karena salah satu dari berbagai alasan yang mulia tersebut, saya kira perlu kita dukung bersama-sama.

  6. apa AA Gym ga sadar bhw dia dai yang tingkah polahnya di lihat dan ditiru orang, oke itu memang terserah AA Gym sebagai individu, tapi AA Gym mikir ga efeknya di masyarakat. oke nanti saya tabayun ama A Gym perihal motifnya ber-poligami..apa emang tujuannya mulia se-mulia Nabi, saya pikir non sense!! rata-rata kita juga sering mengambil justifikasi agama untuk meng’sah’kan prilaku kita..se-akan-akan agama bisa dipakai seenak ‘udelnya’ sendiri buat kepentingan pribadinya…coba deh pikir, masih banyak jalan untuk ber ‘dakwah’, masih banyak pintu untuk kita bisa berbuat baik, masih banyak cara untuk bisa menyantuni sesama…dan saya pikir poligami adalah solusi cepat bagi orang-orang yang malas berfikir dus punya libido tinggi..Tuhan aja ga ‘rela’ kalau di’duakan mahluknya, apalagi manusia-sebagai mahkluknya…lebih baik setia dengan pasangan monogaminya, ketimbang harus menyakiti…

  7. buat yang pro poligami..saya pikir andalah pengecut yang sejatinya pengecut, berkedok agama untuk menyakiti pasangannya, siapa bilang anda bisa berlaku adil, wong sama pasangannya saja anda tidak bisa berlaku adil dengan menyakiti dan mengoyak kesetiannya…dalam ukuran manusia Adil itu relatif, kriteria adil juga bisa ditarik-ulur sesuai kepentingannya, kecuali ada “kursus berbuat adil’ dari Tuhan yang sah dipraktekan untuk poligami..adil bagi para pelaku poligami adalah non sense!!

  8. masalahnya, lelaki-lelaki yang menjalankan poligami atau siapapun yang menganjurkan untuk diterapkannya poligami dalam kehidupan rumah tanga selalu menggunakan dalih ‘daripada selingkuh, zina, dst…’ trus disambung lagi dengan argumen ‘Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang patut dicontoh juga menjalankan poligami”… “dengan poligami, bisa membantu janda-janda yang tak punya suami biar hidupnya tidak susah lagi”
    iya, kalo istri keduanya tidak lebih cantik secara fisik, lebih muda, hidup mapan secara ekonomi, lha ini…? kenapa gak bilang aja “puber kedua saya ini berat. saya tidak dapat menahan diri” lagian kan “wajar kalo laki-laki jatuh cinta lagi setelah menikah, kalo perempuan mah, kepikiran aja udah dosa” atau “perempuan seharusnya mau berbagi, jangan egois. setelah dia sudah cukup dibimbing oleh suaminya, harus merelakan suaminya membimbing perempuan lain” kata salah seorang pelakon poligami (yang punya restoran ayam bakar itu, di tv tadi siang)

  9. buat mas RiYo, kayaknya yang pengecut sampean deh mas 😀 jangan pernah samain A’a dengan sampean ya, pun jangan samakan Nabi muhammad dengan A’a. kalo anda mang gak mampu jangan pernah justifikasi orang lain yang mencoba melakukanya. anda lihat saja dulu, kalo keluarga A’a yang baru ternyata bahagia, saya jamin anda akan jadi orang yang paling malu disini (mungkin di t4 lain juga, jadi pergi ke laut aja daripada menanggung malu 😀 ). tapi kalo keluarganya bobrok, ya silakan ngomong yang begituan. oiya, masnya Muslim kan? jadi tau ayat alquran yang membolehkan poligami, jangan2 ga tau (piss) disana kan masih ada syaratnya.

  10. satu lagi, kalau tadi anda bilang: “Tuhan aja ga ‘rela’ kalau di’duakan mahluknya, apalagi manusia-sebagai mahkluknya…lebih baik setia dengan pasangan monogaminya, ketimbang harus menyakiti…”, tapi ternyata anda telah melakukan hal yang tak kalah hinanya. anda (secara tidak langsung) mengharamkan poligami, sementara Allah mengijinkan. mang siapa Anda?

  11. Aa Gym menjelaskan, tujuan utama poligami ialah menghilangkan citra bahwa poligami suatu kekeliruan atau kejahatan, menyadarkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menggampangkan berpoligami.
    .
    “Selain itu, bagi yang sudah telanjur berpoligami diharuskan menata keluarganya menjadi sakinah mawaddah wa rahmah. Sepanjang satu tahun saya sering salat istikarah, memohon petunjuk-Nya. Saya yakin ini perjuangan, sehingga risiko caci maki, dan hinaan saya terima. Tapi saya yakin, satu atau dua tahun mendatang akan terlihat hikmahnya,” tuturnya.
    .
    Menurut Teh Ninih, pada awalnya merasa berat menerima Aa Gym berpoligami. Kenapa? Karena, sebagai perempuan, yang dipakai perasaan. Antara perasaan dan hawa nafsu sulit dibedakan. “Selama lima tahun saya dipersiapkan oleh Aa Gym untuk menerima konsep poligami. Kini saya sadar, poligami itu indah dan komplet sebagai bagian dari pembelajaran manajemen qalbu menuju bersih hati. Saya tidak mau menuhankan hawa nafsu dengan menolak ajaran Allah dalam hal berpoligami,” tutur Teh Ninih.

    Sumber: Pikiran Rakyat

  12. KALO MENURUTKU MELIHAT KEJADIAN INI SESUAI LEVEL MASING2, KALO AWAM AGAMA PASTI POLIGAMI ITU MENYAKITKAN HATI TERUTAMA BAGI ISTRI TAPI KALO DILIHAT DARI LEVEL YANG UDAH NGERTI AGAMA JUSTRU INI LADANG UNTUK MENDAPAT RIDHO ALLAH SWT, MISAL:
    – ISTRI DIDORONG UNTUK LEBIH CINTA KPD ALLAH DARIPADA SUAMI
    – DENGAN BANYAKNYA MASALAH DALAM MENJALANKAN POLIGAMI INI JADI ILMU SEHINGGA MEMBUAT KELUARGA YANG MAU BELAJAR DAN AMBIL HIKMAH MAKIN DEWASA DAN ARIF, KELUARGANYA SEMAKIN MATANG
    – BELAJAR MEMPRAKTEKKAN KESABARAN BAGI SUAMI, ISTRI, ANAK2 INGAT ALLAH SWT BERSAMA ORANG YANG SABAR DAN SORGA BALASANNYA
    – KELUARGA SAKINAH DENGAN SATU ISTRI ITU BIASA KELUARGA SAMARA (SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH) DENGAN BANYAK ISTRI ITU LUAR BIASA, HEBAT EUY !!

  13. @harry
    ——
    Saya jadi ingat dulu kawan ada yang bilang begini, “cepetan nikah gih, nanti kan enak jadi ada yang pijit-pijit kalau sudah capek pulang kantor”. Gawat euy, niat nikah supaya bisa enak-enakan. Ya, pada berantakan hasilnya.
    ——-
    Wah ini yang hampir pasti kami lakukan tiap pulang kerja. Saya memang dipijit, tapi abis itu mijit juga hehe. Adil kan?
    Justru yang enak-enak seperti ini yang harus digalakkan. Saat pijat-memijat, kami bisa banyak diskusi tentang banyak hal. Hilang pegal, komunikasi lancar.

  14. Btw, saya punya rekaman klarifikasi AA Gym dan Teh Ninih di depan seluruh karyawannya. File nya cukup besar sekitar 64Mb dengan durasi 36 menit. Kalau saya sih terharu mendengarnya, dan di sisi lain, saya malah tambah kagum kepada beliau karena memang punya ‘niat’ lain selain sekedar ‘poligami’. Ini yang tidak diungkapkan seluruhnya di media.

    Meskipun tujuannya memang bermotif kan Islam, tapi mungkin bagi mereka yang benar-benar ‘mencintai’ Allah, akan sedikit ‘tercerahkan’ mendengar penjelasan AA Gym ini…:)

  15. @Riyo
    Mudah-mudahan saja perilaku anda sesuai dengan ucapan Anda, dan mudah-mudahan anda menjadi orang yang paling setia di muka bumi ini…:)

    Sekali saja saya ‘mendengar’ anda tertarik kepada perempuan lain selain istri anda, mungkin saya yang akan pertama kali tertawa terpingkal-pingkal, apalagi sampai ‘selingkuh’…hiyyyy!!

  16. Wah .. ada yang namanya nyaris sama .. maaf .. klarifikasi saja, yang diatas itu menamakan dirinya RiYo (baca Y besar).

    Nama saya Riyogarta, kebetulan beberapa teman umum memanggil saya dengan sebutan Riyo.

    Agar tidak salah …. yang dimaksud mas Donny (begitu juga mas Fahranism) mungkin RiYo … bukan saya sepertinya 🙂

    Duh …. 🙁

  17. @Pak Harry di no.7:
    hmhh, saya masih berusaha memahami konteksnya… 🙂

    @Riyogarta di no.20:
    bapak FAK itu juga melegalkan aborsi lho Pak..!

  18. @Riyogarta
    Tentu saja bukan mas yang saya maksud, maafkan saya karena kurang memperhatikan penggunaan huruf 🙂

  19. Buat, mas RiYo monogami, kayak mas riyo “mensejajarkan” antara Tuhan dan Mahluknya (“Tuhan aja ga ‘rela’ kalau di’duakan mahluknya, apalagi manusia-sebagai mahkluknya…lebih baik setia dengan pasangan monogaminya”). Jelas Tuhan tidak mau di duakan, karena Dia maha segalanya. Tiada yang patut disembah selain diri Nya. Sementara mahluk Nya (manusia), bukan untuk disembah.

  20. Mungkin ada yg bisa menjelaskan,…kenapa Nabi menangis waktu Ali menutarakan niat nya untuk berpoligami? Kenapa Nabi tdk merelakan fatimah dimadu,…padahal belum tentu fatimahnya nggak mau kan…apalahi kesholehan Fatimah tidak perlu dipertanyakan. Ada nilai nilai manusiawi yg harus dipertimbangkan ketika seseorang ingin berpoligami. Bukan berarti tidak mungkin….karena memang ada wanita yg tdk keberatan suaminya menikah lagi…sok atuh berpoligami. Tapi selagi wanita nya tidak rela….maka poligami tdk seharusnya dilakukan…sakinah mawadah warahmah adalah tujuan membina rumah tangga…so…jadi laki laki jgn egois…kalo cuma karena nafsu….lebih baik menahan diri…krn itu lebih di ridhoi. Sebaik baik laki laki adalah yang berbuat baik kepada istrinya.

  21. @iin – hadith tersebut, dari pengamatan saya sejauh ini TIDAK PERNAH disampaikan berikut konteksnya.
    Di beberapa artikel malah disampaikan potongannya saja (tidak utuh), sehingga misleading / membuat pembacanya jadi mendapatkan kesimpulan yang keliru.
    Ini tentunya sangat kita sayangkan.
    .
    Pembahasan hadith tersebut yang lebih lengkap bisa dibaca misalnya disini.
    .
    Semoga bermanfaat.

  22. Mudah2an Allah memberi kesabaran buat teh Ninih agar beroleh surga-Nya kelak. Amin. Kalo saya netral aja karena saya belum sesabar teh Ninih. Tapi saluuut banget buat wanita2 mulia (istri pertamanya aja) yang rela dipoligami.

  23. Mohon maaf,
    Kepda yang membahas poligami mohon ” TIDAK MENYAMAKAN ALLAH SAMA KEDUDUKANNYA DENGAN MANUSIA / WANITA DALAM HAL INI.

    SUDAH JELAS MANUSIA TIDAK SEDERAJAT DAN TIDAK SERUPA BAIK BENTUK FISIK DAN DZATNYA.

    MOHON SEBAGAI UMAT MUSLIM YANG TAAT BISA MEMBEDAKAN MANUSIA DENGAN ALLAH .

    ALLAH YANG MENCIPTAKAN MANUSIA YANG MEMBERIKAN SIFAT, BENTUK FISIK, AKAL DAN PIKIRAN.

    KITA TIDAK BISA MENYAMAKAN KEDUDUKAN BAHWA ALLAH SAJA TIDAK MAU DIDUAKAN . YAH ITUMAH JELAS, WANITA JUGA TIDAK MAU DIDUAKAN????? KATA SIAPA?????? KALAU ALLAH BERKEHENDAK SIAPA YANG BISA MERUBAH???? MANUSIA???? WAH RASANYA KITA SUDAH JADI FIRAUN YANG MAU MENYAMAI ALLAH.

  24. MEMBAHAS POLIGAMI TIDAK AKAN PERNAH ADA HABISNYA. JADI MENURUT SAYA. KALAU ORANG YANG MAU MELAKSANAKAN SILAHKAN, YANG TIDAK MAU YA TIDAK APA2, TAPI TIDAK BOLEH MELARANG ORANG YANG MAU BERPOLIGAMI (PRIA/WANITA). KARENA TIDAK ADA LARANGAN DALAM ISLAM. JADI BERESKAN MASALAH!!!!

  25. Kenapa poligami yang dibolehkan dalam agama islam diributkan, tetapi perzinahan yang dilarang agama didiamkan saja,kenapa…?

  26. Masalah hukum keluarga merupakan hukum yang strategis bagi ketahanan bangsa, karena ketahanan nasional akan ditentukan oleh ketahanan keluarga. Karena itu, pada tempatnya kalau pemerintah menaruh perhatian serius pada praktek-praktek perkawinan yang bisa mengancam keluarga. Wewenang pemerintah itu harus dilihat sebagai upaya melindungi warga negaranya dari tindakan-tindakan yang potensial mengancam keamanan dan masa depannya.

    Karena itu, tidak sepenuhnya benar kalau perkawinan, apalagi poligami, dianggap sebagai masalah privat, yang tidak boleh diintervensi oleh negara.

    Dengan demikian, penolakan sejumlah kalangan atas keinginan pemerintah memperketat aturan poligami tidak bisa berlindung di balik privasi. Memang pilihan untuk menikah atau tidak, dengan siapa dia mau menikah merupakan urusan privasi. Namun, efek yang ditimbulkan sebagai akibat perbuatan hukum pernikahan adalah masalah publik-sosial. Persis di sinilah regulasi pemerintah harus masuk untuk melindungi warganya dari ekses negatif yang mungkin ditimbulkan.

    Salah satu sebab model pernikahan seperti ini masih banyak dipraktekkan adalah masih adanya cara pandang dikotomik antara perkawinan yang sah menurut agama dan sah menurut negara. Perkawinan pertama-tama dianggap sebagai ritus keagamaan, sehingga negara hanya sebagai suplemen administratif. Cara pandang yang membedakan antara sah menurut agama dan negara sebenarnya merupakan cerminan dari berpikir sekuler, tapi justru hal seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang menolak cara berpikir sekuler, bahkan mengharamkannya. Inilah paradoksnya!

    Perdebatan tentang poligami ini menjadi momentum yang baik untuk melihat secara keseluruhan berbagai problem hukum keluarga, termasuk kemungkinan-kemungkinan pemberian sanksi atas “perkawinan liar” !!!!!!

  27. @starchie – kalau idenya demikian (melindungi keluarga), sebetulnya justru lebih urgent untuk mensensor media massa dari program-program yang merusak keluarga. Seperti film-film yang mengadvokasi sex bebas, kehidupan single / tidak menikah, kekerasan dalam keluarga, dan contoh-contoh tidak baik lainnya.
    .
    Sesuai dengan namanya, media massa menjangkau masyarakat dala skala nasional, dan dapat sangat mempengaruhi tindak tanduk masyarakat.
    .
    Tapi saya kira hal ini pasti tidak akan populer 🙂
    .
    Mengenai pandangan yang membedakan pernikahan yang sah antara agama dan negara — ya ini karena memang pada kenyataannya ada perbedaan.
    Contoh: poligami yang dihalalkan oleh agama (Islam, Anda Katolik kalau tidak salah ya mas?) ternyata dilarang oleh negara bagi pegawai negeri.
    .
    Ya jadinya wajar saja jika menjadi terpaksa dibedakan ketika ada konflik antara keduanya.
    Jadi tidak ada paradoks disini saya kira.
    .
    Mengenai poligami diatur negara – saya kira ini slippery slope ya. Memang ada kasus-kasus dimana intervensi menjadi baik (seperti: suami tidak membagi giliran dengan adil, dll). Namun, dicemaskan kemudian bisa keterusan sehingga sampai mengharamkan yang halal (seperti contoh poligami pegawai negeri).
    .
    Saya pikir lebih baik jika kita lebih mengandalkan kontrol sosial. Kita perlu mulai lebih peduli dengan lingkungan kita. Dukung orang-orang yang baik, dan tekan orang-orang yang jahat. Memang agak sulit, apalagi ketika masyarakat kita cenderung sedang bergerak ke arah permisif — “sebodo amat deh loe mau ngapain, asal jangan gangguin gua”.
    Tapi seperti kata Tacitus, saya kira ini (kontrol sosial) lebih tepat dibanding intervensi negara :
    .
    The more corrupt the state, the more numerous the laws.
    – Tacitus (55-117 A.D.)
    .
    Kalau semuanya mau dijadikan hukum, nanti bisa menjadi konyol pada akhirnya.
    Contoh: seorang maling di Inggris pernah menuntut pemilik rumah yang dia rampok, karena dia mengalami cedera sewaktu berada di dalam rumah tersebut !
    .
    Just my 2 Rupiah 🙂

  28. @ RiYo monogami

    Ed: tolong berkomentar dengan kalimat-kalimat yang baik.
    Terimakasih.

    Pakde, mendekatlah ke sini…
    Aku sudah sikat gigi
    Akan kubuka mulutku
    Maka bukalah celanamu
    Ingin kuemut kontolmu..
    Seperti cara kesukaanmu

    Kontol enak bergizi!
    Daripada kau onani di kamar mandi
    setelah nonton gawuknya Maria Eva
    dan kontolnya Yahya Zaini

    pakde
    panjang, kuat, dan gede
    rasanya enak sekaleee

    pakde,
    inilah bocoran surga
    anugerah dari-Nya
    mengapa aku ndak boleh ikut menikmatinya
    walau harus jadi istri kedua

    tapi, surga dunia ada aturannya
    yakni nikmat secara terhormat
    bukan cara emut dan lumat
    bukan cara DPR bejat

  29. Poligami atas nama agama, membunuh juga atas nama agama. Terorisme atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara
    makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia menjadi pemasok turis calon haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa.

    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

  30. Islam tidak cocok untuk wanita karena Islam menurunkan derajat wanita.

  31. @Saleh Aziz – (kalau itu nama asli Anda), yah mas, ada-ada saja, kalau mau bicara rasis sih gampang. Ngobrol saja dengan orang Aceh, apa komentar mereka tentang orang Jawa?
    .
    Hari gini kok masih ngomongnya kesukuan begini.
    .
    @Zorion Annas – duh Saleh Azis, kalau berkomentar, mbok ya pakai nama yang sama saja.

  32. Poligami atas nama agama. Padahal jelas sekali poligami merendahkan derajat wanita. Membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama.

    Nusantara kita korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: menjalankan rukun Islam.

    Padahal, sebelum Islam (agama import) masuk ke Jawa, orang Jawa sudah memiliki agama universal yaitu agama Kejawen.

  33. Sufehmi,
    Kenyataannya kita sudah tahu bahwa poligami yang menyebabkan para kyai cabul adalah atas nama Alloh. Padahal jelas sekali poligami merendahkan derajat wanita. Membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama.

    Nusantara kita korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: menjalankan rukun Islam.

    Padahal, sebelum Islam (agama import) masuk ke Jawa, orang Jawa sudah memiliki agama universal yaitu agama Kejawen.

  34. Membunuh juga atas nama agama

    .
    Kalau Hitler membunuh atas nama apa ? G.W. Bush membantai lebih dari setengah juta rakyat sipil atas nama apa ?
    .
    Naif sekali kalau kita menyalahkan agama, ketika biang keroknya adalah penganutnya.
    .

    Padahal, sebelum Islam (agama import) masuk ke Jawa, orang Jawa sudah memiliki agama universal yaitu agama Kejawen.

    .
    Kalau saya ikut-ikutan logika ngawur Anda, maka saya tinggal berkomentar, “nah, lihat apa hasil dari agama Kejawen tersebut di Aceh”.
    .

    Kenyataannya kita sudah tahu bahwa poligami yang menyebabkan para kyai cabul adalah atas nama Alloh

    .
    Jadi, Anda lebih prefer para kiyai itu berzinah saja, begitu ?
    .

    orang Jawa sudah memiliki agama universal yaitu agama Kejawen.

    .
    Anda sudah pernah membaca sejarah belum, bagaimana para raja-raja Kejawen dulu, bisa mempunyai puluhan istri & gundik ?
    .
    Ini kalau saya mengikuti logika naif Anda ya, menyalahkan agama atas kesalahan penganutnya.
    .
    Anyway, please stop spamming komentar-komentar SARA disini. Kalau Anda masih teruskan, maka saya akan beberkan semua detail identitas asli Anda, sehingga jika ada masalah maka yang berwenang bisa langsung berurusan dengan Anda saja. Terimakasih.

  35. Sufehmi,

    Logika naif? Solat 5 kali sehari karena dijanjikan sorga, ini tidak naif? Memusuhi dan menyebut kafir orang yang tidak beragama Islam, ini tidak naif? Berpoligami karena dihalalkan Al Qur’an dengan melalaikan penderitaan wantia, ini tidak naif? Atau ini yang disebut kenaifan masal.

    Kehidupan orang Aceh sangat susah saat ini. Jadi tidak bisa dipakai referensi.

    Kenapa berzinah atau berpoligami? Kedua-duanya sama saja yaitu berselingkuh.

    Poligami atas nama Alloh dan nafsu, membuat para kyai, ulama dan tokoh-tokoh muslim lainnya berulah nakal dan cabul. Padahal jelas sekali bahwa poligami merendahkan derajat wanita.

    Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia. Ini kenyataannya sekarang ini. Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: kewajiban menjalankan rukun Islam.

    Kenapa kebudayaan Jawa yang luhur ini sedang dibarter dengan sistim hidup Arab? Padahal peradaban Jawa jauh lebih tinggi dari pada yang di Arab.

  36. @Saleh Aziz
    Lebih tinggi? yang benar saja…!!
    bukankah orang-orang Jawa yang paling percaya Nyi Roro Kidul di Laut Selatan berkuasa atas rezeki mereka? Bukankah orang-orang Jawa yang paling percaya bahwa Mbah-mbah di kuburan sana bisa memberikan berkah atas hidup mereka? Coba lihat deh di candi-candi pulau Jawa, apa yang tergambar di dinding2nya…?? nggak lebih dari gambar-gambar ‘dewa’ atau ‘raja’ bermain seks, ini adalah jenis cabul yang jelas-jelas di depan mata!! Ternyata Anda menyukainya ya? Ini yang anda maksud dengan peradaban yang tinggi itu?

    ‘Peradaban Arab’ yang Anda maksud setidaknya menjadikan lebih ‘cerdas’ daripada peradaban Jawa yang Anda bangga-banggakan itu!!

    Saya lebih memilih membayar pajak ke Arab sana daripada ke pemerintah kita yang nggak jelas juntrungannya…jaga-jaga kalau-kalau pada saatnya mati, Allah itu memang ada!! Kalau misalnya benar Allah tidak ada, ya sudah toh…nggak ada masalah lagi, mati ya mati saja! Kami yang Anda sebut naif ini hanya berjaga-jaga saja…kami takut jika Allah benar-benar ada, kami tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanNya ketika saatnya dibangkitkan lagi dari kematian kami. Terdengar naif? Ya, kami memang naif…

    Kang Sufehmi, punten…:)

  37. Kang Sufehmi,
    Saya bukan orang Jawa. Tapi karena di nusantara, kekuatan politik berada di Jawa dan sekitar 60an % penduduk nusantara ada di Jawa, maka saya mengambil contoh kebudayaan Jawa. Kepercayaan-kepercayaan lain di Nusantara juga tinggi dan luhur, seperti Keharingan, Sunda …, dsb. Bagaimanapun praktik kepercayaannya, hasilnya dalam kehidupan sehari-hari adalah toleransi dan damai terhadap sesamanya apapun suku dan agamanya. Sikap inilah yang terpuji.

    Anda bilang “..kalau-kalau pada saatnya mati… kami tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanNya …”. Ini menandakan bahwa akal sehat dan kritis anda sudah tidak ada lagi. Jalan buntu. Tidak ada argumentasi. Inilah yang sangat menyesalkan. Semua yang ada di Al Qur’an anda anggap sebagai kebenaran mutlak. Padahal Al Qur’an ditulis oleh Nabi Muhamad dengan situasi yang saat itu (masyarakat tribal). Banyak hal-hal yang tidak bisa diterima seperti “seni itu haram”, “poligami itu halal”, “orang yang tidak beragama Islam adalah kafir”, dan banyak lagi hal-hal yang sangat menyesatkan umat.

    Ya, peradaban Jawa jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari pada Arab. Buktinya agama Kejawen mengajarkan kedamaian antara sesama manusia sedangkan ajaran Islam menanamkan permusuhan. Anda baru lahir sudah mempunyai musuh karena menurut Al Qur’an, orang yang tidak beragama Islam adalah orang kafir. Anda diajar oleh Al Qur’an untuk menganggap jelek sesama manusia yang tidak muslim. Benar kan? Memukul istri dan poligami juga dihalalkan oleh Al Qur’an. Benar kan? Jadi sejak lahir, anda juga diajar kekerasan dan diajarkan melecehkan wanita oleh Al Qur’an. Doktrin ini tidak bisa diterima oleh kalangan banyak. Makanya Islam bukan ajaran universal. Al Qur’an dulu ditulis oleh Nabi Muhamad di tengah-tengah masyarakat tribal. Masyarakat tribal di Arab waktu itu kerjanya hanya perang, saling bunuh. Kerena yang perang dan terbunuh hanya laki-laki, maka waktu itu kebanyakan wanita yang tidak lagi mempunyai suami dan kebanyakan wanita bujangan. Laki-laki termasuk Nabi Muhamad mengunakan kesempatan itu untuk menyelingkuhi wanita-wanita tersebut. Kemudian Nabi Muhamad menyantumkan di Al Qur’an bahwa poligami dihalalkan untuk meligitimasikan perbuatan yang terkecam itu.

    Masalahnya, orang-orang muslim sekarang mengambil contoh dari Nabi Mohamad dengan berteduh di bawah payung Al Qur’an walaupun mereka mengetahui bahwa poligami melecehkan wanita. Pikirian mereka sudah tidak kritis lagi. Kalau sudah dihalalkan oleh Al Qur’an maka tidak usah lagi ditinjau kembali bagaimanapun tercelanya perbuatan tsb.

    Karena agama harus dicantumkan di KTP, maka muslim menjadi mayoritas di Indonesia. Tapi, kenapa Indonesia tidak menjadi negara Islam? Karena agama-agama leluhur mereka tidak diakui oleh pemerintah, maka orang Indonesia diharuskan berdusta dan menerima agama di KTP adalah Islam. Sejak jamannya Suharto, orang jawa atau suku lainnya diharuskan untuk mencatat perkawinannya secara Islam. Karena kalau tidak demikian, maka perkawinannya dianggap tidak sah. Dewasa ini, orang-orang pada mulai berani menunjukkan agama yang sebenarnya. Makanya, banyak yang mempunyai nama yang bernuansa muslim, tapi mereka memeluk agama Budha, Kristen, Katolik atau Hindu. Jadi mereka tidak harus berdusta lagi. Pejabat-pejabat muslim tidak setuju menghapus agama di KTP karena mereka takut muslim menjadi minoritas di Indonesia.

  38. Saleh Aziz,

    Saya coba pakai kesempatan ini untuk berlatih prasangka baik. Mudah-mudahan prasangka saya mengenai Anda benar adanya.

    Anda bilang “..kalau-kalau pada saatnya mati… kami tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanNya …”. Ini menandakan bahwa akal sehat dan kritis anda sudah tidak ada lagi. Jalan buntu. Tidak ada argumentasi.

    Berbeda dengan orang-orang saleh (bukan saleh aziz 🙂 ), saya baru mengalami pengalaman spiritual beberapa kali saja. Namun, secara logika saja, ide mengenai life after death sangat menarik karena menjadi satu lagi kontrol moral.
    Kita jadi lebih tercegah untuk terjerumus menjadi anarkis, karena ada pertanggung jawabannya nanti (dan bukannya habis selesai menjadi debu saja).

    Akal sehat & kritis Anda yang justru sedang dalam krisis. Mari kita simak beberapa statement Anda berikut ini.

    Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri.

    Pada saat kewajiban haji ditetapkan, rezim devisa belum ada. Karena kesulitan transportasi, yang mampu melakukannya pun paling hanya masyarakat sekitar.

    Selain itu, jauh sejak sebelum zaman Nabi Muhammad saw, tepatnya sejak zaman Nabi Ibrahim as, kebiasaan ziarah haji telah lama ada. Dan penguasa Ka’bah tidak menjadikannya sebagai aksi profit-taking; namun lebih sebagai kehormatan & honour — mereka perlakukan para penziarah tersebut sebagai tamu yang mulia (bahkan yang dekil sekalipun), dan jika ada keperluan, maka mereka penuhi. Termasuk jika mereka meminta perlindungan nyawa sekalipun.

    Inilah spirit haji yang sebenarnya. Kalau sekarang spirit tersebut berubah, apakah berarti ini adalah kesalahan Islam? Jelas tidak dong, ini berarti adalah kesalahan pelakunya.

    Keliru sekali jika kita mencampuradukkan antara agama/negara dengan penganut/rakyatnya. Sama kelirunya seperti jika saya menyalahkan umat Kristiani atas pembantaian umat Muslim di Indonesia/Afghanistan/Iraq yang dilakukan oleh Bush.

    Disini kekeliruan Anda yang terjadi berkali-kali di sepanjang diskusi ini, yaitu melakukan generalisasi.

    Logika naif? Solat 5 kali sehari karena dijanjikan sorga, ini tidak naif?

    Wajar, sebagai insentif.

    Namun bagi yang sudah paham, maka sholat otomatis sudah menjadi kebutuhan. Apalagi pada orang-orang yang tekanan hidupnya tinggi seperti saya; boro-boro tidak melakukan sholat, kalau tidak konsentrasi dalam melakukannya, maka sholat jadi tidak bermanfaat.

    Efek sholat, jika dilakukan dengan baik, sangat bagus bagi ketenangan dan kestabilan jiwa. Pahala adalah tambahan bonusnya saja.
    Kalau di agama Kejawen, mungkin efeknya serupa dengan meditasi / bertapa.

    Memusuhi dan menyebut kafir orang yang tidak beragama Islam, ini tidak naif? Anda baru lahir sudah mempunyai musuh karena menurut Al Qur’an, orang yang tidak beragama Islam adalah orang kafir. Anda diajar oleh Al Qur’an untuk menganggap jelek sesama manusia yang tidak muslim.

    Yang naif jelas Anda 🙂 kalau membaca Quran, jangan melulu literal.

    Perhatikan konteks ayat ybs. Apa situasi pada saat ayat tersebut diturunkan ? (asbabun nuzul).
    Lalu baca penjelasan para ahlinya.
    Kemudian, perhatikan bagaimana PRAKTEK dari ayat ybs.

    Kata Anda, kami memusuhi orang-orang kafir. Kalau begitu, tolong jelaskan kenapa Nabi Muhammad saw (dan murid-muridnya) sangat sayang dan melindungi umat non-muslim di sekitarnya ?
    Sampai bahkan kepada yang menganiaya Nabi saw secara fisik & mental sekali pun. Sampai banyak umat non-muslim yang lebih memilih hidup di bawah kekuasaan umat Muslim daripada sesama mereka sendiri.

    Kalau sekarang banyak orang Islam yang terlihat memusuhi orang kafir, berarti mereka telah gagal memahami kitab suci mereka sendiri.

    Berpoligami karena dihalalkan Al Qur’an dengan melalaikan penderitaan wantia, ini tidak naif?

    Soal ini sudah dijelaskan secara jauh lebih mendetail di bbrp posting saya lainnya. Silahkan search “poligami” di situs saya, insyaAllah akan ketemu jawabannya.

    Memukul istri dan poligami juga dihalalkan oleh Al Qur’an. Benar kan? Jadi sejak lahir, anda juga diajar kekerasan dan diajarkan melecehkan wanita oleh Al Qur’an.

    Menilik berbagai kekeliruan Anda yang cukup spektakuler bahkan dari sudut pandang logika sekalipun, saya kira baik jika Anda mencoba untuk mencari tahu dulu lebih lanjut soal ini; daripada terus menarik kesimpulan yang terburu-buru namun keliru.

    Kehidupan orang Aceh sangat susah saat ini. Jadi tidak bisa dipakai referensi.

    Jelas bisa.
    Ketika Anda memuji-muji kemuliaan suku Jawa, banyak rakyat Aceh justru yang sangat amat benci dengan suku Jawa, karena telah menindas mereka dengan sangat sadis selama bertahun-tahun. Dan, kedua-duanya sama-sama keliru.

    Kekejaman bukan cuma monopoli satu ras/suku. Dan, walaupun kita bilang suatu ras jahat/baik, namun pasti diantaranya ada yang baik/jahat.
    Tidak adil jika kita generalisir sama semuanya.

    Laki-laki termasuk Nabi Muhamad mengunakan kesempatan itu untuk menyelingkuhi wanita-wanita tersebut. Kemudian Nabi Muhamad menyantumkan di Al Qur’an bahwa poligami dihalalkan untuk meligitimasikan perbuatan yang terkecam itu.

    Tolong jangan berprasangka buruk. Bagaimana Anda bisa tahu isi benak pikiran seseorang yang hidup 1400+ tahun yang lalu?
    Padahal banyak contohnya dimana pernikahan beliau justru membantu / menyelamatkan / mengangkat derajat wanita ybs.

    Kalau Anda masih menghina Muhammad di posting berikutnya, maka saya akan mengaku keliru telah berprasangka baik kepada Anda.

    OK terimakasih. Moga bermanfaat.

  39. Kang Sufehmi, saya terpaksa menjawabnya secara mencicil supaya text-nya tidak terlalu panjang untuk dibaca.

    Berikut ini, saya tunjukkan dua ayat dari Al-Qur’an yang mengajar umatnya kekerasan dan memusuhi orang yang tidak beragama Islam.

    Anda bisa bilang apa saja. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, orang muslim menganggap kafir dan musuh setiap orang yang beragama lain dari Islam.

    Inilah ayat-ayatnya di bawah:

    Q.S. Al-Baqarah (2) : 6 – 7,

    “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman [6].”

    “Allah telah mengunci mati hati (qalb-qalb, quluubihim) dan pendengaran mereka, dan pengelihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat [7].”

    Jadi menurut Al-Qur’an orang yang tidak beragama Islam semuanya tidak beriman, semuanya laknatullah, atau semuanya ahli neraka.

    Jadi, secara sederhana orang muslim menganggap bahwa orang kafir adalah orang yang qalb-nya masih tertutup dari Al-Haqq (kebenaran ilahiyah), dan hal ini orang muslim secara langsung mengaitkannya dengan orang-orang yang tidak beragama Islam.

    Buktinya terlihat dalam sikap sehari-hari orang muslim yang terus-terusan membuat keonaran, seperti bom-bom di Bali, FPI (oragnisasi anarki), dsb.

    Demikan supaya bermanfaat. Bersambung …

  40. Wah mas, baru saja diberitahu supaya menafsirkan Quran jangan cuma secara literal, lha dilakukan lagi.
    .
    Penjelasannya yang komprehensif bisa dibaca disini. Tolong dibaca penjelasan seputar ayat 6-7 tersebut sampai selesai.
    .
    Dari paparan disitu, bisa disimpulkan bahwa yang dibicarakan adalah subset / sebagian orang kafir. Yaitu, yang menolak kebenaran dengan sombong setelah mengetahui (dan mengakui di dalam hatinya) bahwa yang disampaikan tersebut (Islam) adalah memang kebenaran.
    Lebih spesifik lagi adalah musyrik Mekkah, yang memang sangat keras & kejam menolak Islam (baca tarikh islam / sirah nabawi untuk detailnya); walaupun mereka bahkan mendapat kesempatan untuk melihat berbagai mukjizat.
    .
    Karena itu, mereka dihukum oleh Allah swt yaitu dengan dikunci hatinya sehingga tidak lagi bisa menerima kebenaran, dan di hari akhir mendapatkan balasannya.
    .

    Jadi, secara sederhana orang muslim menganggap bahwa orang kafir adalah orang yang qalb-nya masih tertutup dari Al-Haqq (kebenaran ilahiyah),

    .
    Nah, karena menafsirkannya secara sembrono & tidak komprehensif, maka kesimpulannya pun jadi meleset total.
    .
    OK, ini sudah kedua kalinya, tolong jangan sampai terjadi lagi.
    Terimakasih.

  41. Kang Sufehmi, seperti yang saya bilang di atas bahwa anda bisa bilang apa saja, diputar balikkan, dicocok-cocokkan, “penjelasannya yang komprehensif”, “jangan secara literal”, dsb. Tapi dalam kehidupan yang sehari-hari, orang muslim menganggap kafir dan musuh setiap orang yang beragama lain dari Islam.

    Buktinya terlihat dalam sikap sehari-hari orang muslim bangga meledakkan bom-bom di Bali (segelintir orang Arab bisa membikin negara kita kacau), FPI (dengan ulahnya yang anarki), ICMI (dengan fatwa-fatwanya ala jaman purbakala) dsb.

    Orang muslim bersikap seperti di atas tsb tujuannya supaya menjadi muslim yang bagus (masuk sorga, bisa menjawab pertanyaan Alloh setelah mati), menuruti Al-Qur’an.

    Kalau anda tidak berbuat seperti itu, kalau anda mengakui agama lain (keanekaragaman agama dalam masyarakat) maka anda akan dituduh murtad oleh warga muslim lainnya.

    Kenyataannya memang demikian sekarang ini. Dan anda tentunya tahu.

  42. Ralat: yang mengeluarkan fatwa-fatwa itu adalah MUI bukan ICMI.

  43. Ralat: yang mengeluarkan fatwa-fatwa itu adalah MUI (Pokoknya organisasi-organisasi muslim yang membela agama Islam baik secara anarki dan kekerasan maupun dengan fatwa-fatwa yang diluar dari konteks jaman sekarang).
    Saya heran, agama kok perlu dibela. Kalau kita mengganggap agama Islam itu baik, kenapa perlu dibela?
    Kalau perlu dibela, hal ini menandakan bahwa banyak hal yang tidak beres dalam ajaran Islam.

  44. POLIGAMI = PELECEHAN WANITA

    Dalam al-Qur’an, ada ayat yang secara eksplisit membolehkan poligami: dua, tiga atau empat orang isteri. Ayat inilah yang selalu menjadi senjata pendukung poligami untuk membenarkannya menurut optik Islam.

    Potongan pertama “ayat poligami” di Qur’an, seakan menyusun tangga jumlah keutamaan pernikahan. Di mulai dari dua, tiga, lantas empat. Yang paling reflek ditangkap logika biasa: cobalah dua dulu; kalau masih berminat, bisa tiga; jika masih ada kemauan dan kemampuan, boleh nambah menjadi genap empat. Bahkan, sementara umat Islam, ada yang sampai hati menjumlahkan bilangan-bilangan yang disebut Tuhan di al-Quran tersebut. Dua plus tiga, plus empat, sehingga menghasilkan jumlah yang fantastis dan menguntungkan kecenderungan pernikahan seseorang. Perbedanaan pemahaman ini tidak lepas dari permasalah hermeneutika (cara tafsir) atas ayat al-Qur’an. Masalahnya adalah, apakah penyebutan dua, tiga, empat, lantas kemudian satu, menunjukkan yang disebut pertama lebih utama (afdlal) dari yang kemudian? Kalau itu dilihat sebagai urutan keutamaan, ya poligami menjadi pilihan.

    Yang sering terlupakan adalah kelanjutan “ayat poligami” ini. Justru, yang terlupakan inilah sebetulnya ruh ayat itu. Yaitu: masalah keadilan. Keadilan atas siapa? Tentu yang dimadu (perempuan). Dari sudut pandang siapa keadilan itu? Ya, jelas sudut pandang perempuan. Sebab, yang menjadi objek poligami adalah perempuan; yang makan hati dan tahu takaran keadilan poligomos adalah perempuan itu sendiri, utamanya yang dimadu (yang terlecehkan).

  45. PERLAKUAN KASAR DIBENARKAN OLEH AL-QUR’AN

    Kang Sufehmi, bacalah kutipan surah an-Nisa ayat 34: “…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka…”

    Ini jelas sekali bahwa, di lingkungan muslim, wanita adalah korban dari kekerasan fisik, penghinaan, pelecehan seksual. Semuanya itu dihalalkan oleh Al-Qur’an.

    Demikian semoga bermanfaat.

  46. Ya ampun, baru saja dikasih tahu kekeliruannya, malah jadi membabi buta.
    .
    Mas, binatang saja bisa belajar dari kesalahannya, sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan. Jangan mau kalah dengan mereka.
    Apalagi tinggalnya di Perancis, jangan mau kalah dong daripada saya yang di Jakarta. Mosok sudah jauh-jauh ke luar negeri, wawasannya tetap cuma segede upil juga? Sayang amat.
    .

    Buktinya terlihat dalam sikap sehari-hari orang muslim

    .
    Itulah bukti kacaunya logika Anda pada saat ini. Sekedar membedakan antara ajaran agama, dengan kelakuan penganutnya saja tidak mampu.
    .
    Terlalu mudah bagi saya untuk menepis fitnahan2 keji lainnya, tapi waktu saya yang tidak ada.
    .
    Sales Aziz, saya mengaku telah keliru, yaitu sebelumnya telah berprasangka baik kepada Anda.
    Jadi, saya kembali memperingatkan, jangan berkomentar lagi (apalagi memfitnah lagi), atau semua detail pribadi Anda akan saya beberkan disini. You have been warned.

  47. saya mo nanya, mungkin saya msh minim sekali tentang agama, selain membantu si wanita, alasan apa lagi yang bisa membuat laki-laki diperbolehkan menikah lagi?klo seumpama si wanita sudah tak perlu dibantu (materi)

  48. Yang saya ingin tahu, apakah semudah itu dalam islam bagi para laki-laki memiliki istri lebih dari 1? sedangkan kita manusia, apalagi wanita yang perasaannya sangat sangat sensitif, tentu akan makan hati, pasti, walau mungkin di luar terlihat tegar, tapi dalamnya laut siapa yang tahu?
    Jadi apakah laki-laki tak harus mempunyai syarat apapun untuk menikah lagi, berpoligami?

  49. @Rish – kalau dalam agama Islam (saya tidak tahu bagaimana di agama lainnya); seorang laki-laki diperbolehkan untuk poligami dengan syarat harus bisa berlaku adil terhadap semua istrinya.
    .
    Mengenai alasan untuk berpoligami, tidak ada batasannya sepertinya. Beberapa contoh dari Nabi saw; mengangkat derajat wanita yang paling buruk rupa (tidak ada laki-laki lainnya yang mau menikahi ybs) – sekaligus mengajari umat Islam untuk menilai seseorang dari “isi” dan bukan cuma dari “kulit”; mengayomi janda, mengangkat derajat seorang budak, dll.

  50. Islam memang tidak perlu dibela, apalagi seorang Saleh Aziz yang budiman. hehe. gitu aja kok repots tenan hehehehehehe

  51. Ini situsnya:
    http://beritaheboh.wordpress.com/2007/09/27/akibat-poligami-aa-gym-bangkrut/

    Akibat poligami, AA Gym bangkrut

    Gara-gara poligami, dai kondang AA Gym kini jarang dipakai lagi. Bahkan kini, usaha yang dirintisnya juga mengalami kebangkrutan. Kabarnya lagi, para karyawan yang dipecatnya kecewa karena pesangonnya kecil.
    Pegawai Da’arut Tauhid yang telah dipecat melakukan aksi protes karena pesangon yang diterima tidak sesuai. Menurut salah satu karyawannya yang dipecat, Manajemen Qolbu pimpinan AA Gym sudah berbuat tidak adil dan tidak sesuai dengan isi-isi ceramahnya selama ini.
    Seperti diketahui sejak AA Gym memutuskan menikah lagi dengan janda cantik bernama Teh Rini, banyak orang memprotes dirinya dan menjadi tidak simpati lagi dengan AA Gym. Justru ketabahan Teh Nini, istri pertama AA Gym mendapat dukungan publik sehingga ia kini lebih sering tampil di muka publik dibanding AA Gym.
    Ternyata poligami justru membuat masalah sendiri dalam kehidupan AA Gym. Mungkin jika AA Gym tidak berpoligami, Manajemen Qolbu tidak akan ditinggalkan sebagian orang dan tidak mengalami kebangkrutan. (ai)

  52. KOK SEMAKIN PANAS NEHHH, LEBIH BAIK URUS DIRI SENDIRI DEHH, TERSERAH KAN ORANG MO POLIGAMY, MONOGAMI, MANG APA URUSAN KITA, BUKANKAH SURGA N NERAKA TETEP ALLAH YG TAHU, MANUSIA CUMA BERUSAHA UNTUK MENUJU KE SITU, TP RIDHLO ALLAH SIAPA YG TAHU, KAN UDAH BANYAK KISAH2 TAULADAN YG BISA KITA JADIIN PEDOMAN.,APA SIH TUJUAN HIDUP KITA?? SKR GUE TANYA KE SEMUA.

  53. Assalaamu’alaikum.

    Saya sangat setuju dengan poligami.

    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.

    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.

    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Nabi Muhammad SAW?

    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.

  54. emang siapa sih si saleh aziz ini? Mo praktik disinformasi? Dari tulisannya ga cerdas dan cuma hanya ngajak debat kusir.

  55. siapa sih saleh aziz? pengen tahu nama aslinya nih? Abis orangnya ga jelas (gonta-ganti nick) pembahasannya muter2 mlulu.

  56. @Ramli – terimakasih banyak untuk linknya. Makin jelas bagi kita bagaimana ngawurnya pemikiran para aktivis JIL ini.
    .
    Sekedar berlogika sederhana saja belum mampu. Sebagai contoh :
    Apakah yang ditakutkan oleh umat Islam jika setelah Nabi Muhammad ada nabi atau rasul lagi?
    .
    Halo? Nabi palsu? Para sahabat sudah susah payah memberantas fenomena tersebut, oleh seorang Ulil dimentahkan kembali 🙂
    .
    Dan kalau membaca beberapa poin lainnya di artikel tersebut, saya jadi bertanya-tanya kenapa Ulil belum pindah ke agama lainnya. Toh agama lainnya juga benar. No problem kan?
    .
    Ada-ada saja.

  57. Assalaamu’alaikum.

    @ sufehmi,
    Yang dimaksud Bapak Ulil adalah bahwa dengan membuang doktrin-doktrin yang tidak perlu tsb, agama Islam akan menjadi lebih teduh terhadap umatnya, tidak seseram yang sekarang ini. Saat ini, jangankan orang non-muslim, kita umat muslim-pun merasa ngeri terhadap agama kita sendiri, yaitu Islam. Saya kira bahwa Bapak Ulil pun bertujuan mempertahankan agama Islam melihat poin-poin dari artikel tersebut adalah nilai-nilai universal dan lebih bisa diterima oleh setiap manusia yang memerlukan kedamain.
    Wassalam

  58. Wa’alaikumsalam wr. wb, Mas Ramli yth,
    .
    Saya setuju dengan poin Anda bahwa Islam perlu kembali menjadi kembali agama yang teduh.
    Kita semua sudah sama-sama capai dengan beberapa ekstrimis yang membuat agama ini menjadi seperti agama yang kasar & kejam. Ekstrim.
    .
    Masalahnya, Ulil dkk malah membalasnya dengan ekstrimisme lagi.
    .
    Fight fire with fire, mungkin begitu kata om Smith.
    Balas yang salah dengan yang salah. Yang satu ekstrim keras, yang satu lagi ekstrim liberal.
    Ya, jadinya sama-sama salah.
    .
    Saya tidak suka dengan yang ekstrimis seperti itu. Dimana Islam juga adalah jalan tengah – bukan jalan yang ekstrim.
    .
    Jadi, coba bersama-sama kita kembalikan Islam ke jalannya yang benar. Mari.
    .
    Terimakasih.

  59. Sebenarnya saya jadi ga mengerti, apa hubungan antara doktrin tersebut dengan wajah Islam yang garang. Kebiasaan Islib terutama si Ulil sering kali melempar issue tapi tidak dijelaskan secara gamblang hubungan dan alur logika-nya. Kalau di’kejar’ ujung-ujungnya ‘pundung’ tidak melanjutkan pembahasan lemparannya. Malah saya melihat ‘lemparan’ kali ini sudah menjurus menghilangkan kekeyakinan dasar seorang Muslim. Dan lucunya berulang kali si ulil menulis tapi isinya hanya menunjukkan ketidakkonsistennan sang ulil.

  60. Assalaamu’alaikum,
    @ sufehmi,
    Kita sama-sama setuju bahwa beberapa ekstrimis yang membuat agama ini menjadi seperti agama yang kasar & kejam. Dan kita juga sama-sama setuju bahwa Islam perlu kembali menjadi agama yang teduh.
    Bagaimana caranya? Nah disanalah Bapak Ulil berusaha menjelaskan dalam artikelnya tentang doktrin-doktrin sebagai penyebab kekasaran & kekejaman dalam Islam.
    Pendapat yang menyumbang supaya umat beragama menjadi damai tidak bisa disebut ekstremis. Malah Bapak Ulil bisa kita sebut pejuang Islam.

    @tazlucu,
    Di artikel Bapak Ulil tsb, sangat gamblang dijelaskan hubungan dan alur logikanya bahwa doktrin-doktrin tersebut membuat wajah Islam menjadi garang.
    Saya kurang setuju kalau dibilang bahwa Bapak Ulil menghilangkan keyakinan dasar seorang Muslim. Malah sebaliknya, bahwa beliau membuat seorang muslim menjadi teduh di kemudian hari.
    Wassalam

  61. Pemikiran Maju untuk Umat Muslim yg Moderat
    Pemikiran Ulil mengenai doktrin2 yg tidak perlu dalam Islam merupakan pemikiran yang baik. Sebuah sumbangan berharga bagi umat Islam yg selama ini terpasung oleh doktrin2 yg tidak relevan lagi dengan situasi Sosial Budaya saat ini. Jika kita kaji realitas saat ini, keterbelakangan umat Islam salah satunya krn doktrin2 yg dipaksakan kpd umat. Klaim kebenaran yg arogan justru akan merusak citra Islam sendiri. Wass

  62. @Ramli Rais
    Poin yang manakah yang dimaksud tersebut, yang anda menyatakan ada alur logika ‘doktrin’ tersebut dengan wajah islam yang garang? Saya sama sekali tidak melihat itu. Mohon ditunjukan kepada saya.

    Dan kalau saya bilang artikel-nya hanya menghilangkan keyakinan dasar seorang muslim, lihatlah poin 6 tulisannya, jalan keselamatan itu banyak.
    Kalau saya mengutip pendapat P’Sufehmi, mengapa si ulil gak ‘pindah2’ agamanya kalau dia berpendapat jalan keselamatan itu banyak?

    Aneh toh?

  63. Assalaamu’alaikum,

    @ tazlucu
    Dari artikel: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312

    Poin yang anda maksud adalah yang ke enam, doktrin bahwa mereka yang tidak mengikuti jalan Islam atau agama orang berangkutan adalah “kafir”. Ini mekanisme yang nyaris standar dalam semua agama. Semua agama cenderung memandang bahwa mereka yang ada di luar “lingkaran penyelamatan” adalah domba-domba sesat. Doktrin ini, sekali lagi, cerminan dari arogansi sebuah agama tertentu. Sudah jelas bahwa jalan keselamatan adalah banyak sekali.

    Hal ini jelas sekali bahwa jalan keselamatan adalah banyak sekali. Anda melihat orang Jepang kan bukan kafir, orang Cina bukan kafir, orang Indian bukan kafir. Mereka secara majoritas bukan muslim. Mereka selalu selamat. Malah mereka yang berkuasa saat ini di benoa Asia. Sedangkan Indonesia adalah salah satu negara yang paling agamis di dunia. 90% pendukuknya adalah muslim. Tapi kenapa negara kita adalah salah satu negara yang paling korup di dunia? Jadi selain Islam, banyak sekali jalan lain untuk menuju keselamatan. Memang kenyataannya demikian. Kita sebagai umat muslim harus menerimanya. Dan kita harus membuang jauh-jauh doktrin yang menyatakan bahwa mereka yang tidak mengikuti jalan Islam adalah “kafir”. Doktrin ini tidak perlu dalam Islam demi keteduhan dan kedamaian kita bermasyarakat dan bernegara. Ini adalah logikanya orang yang beradab saat ini, bukan peradaban jaman jahililah (jaman saling tempur dan saling bunuh). Jadi doktrin ini sudah tidak relevan lagi saat ini.
    Wassalam

  64. @Ramli – Malah Bapak Ulil bisa kita sebut pejuang Islam
    .
    Waduh, itu pujian yang terlalu tinggi untuk seseorang & kelompoknya yang (menurut saya) pembohong & pemutar balik fakta 🙂
    .
    Silahkan baca misalnya halaman ini.
    .
    Informasi2 lainnya bisa Anda dapatkan disini.
    .
    Semoga menjelaskan.

  65. @Ramli – Sedangkan Indonesia adalah salah satu negara yang paling agamis di dunia. 90% pendukuknya adalah muslim. Tapi kenapa negara kita adalah salah satu negara yang paling korup di dunia?
    .
    Anda bermain logika di komentar-komentar Anda disini, tapi Anda gagal bahkan sekedar membedakan antara ajaran agama dengan kelakuan penganut agama ybs.
    .
    Untuk pengenalan ke konsep-konsep dasar logika / filsafat, saya bisa merekomendasikan buku-buku seperti Zeno and the Tortoise.
    Penjelasannya simpel & mudah dicerna, dan sudah mencakup sebagian besar dari berbagai cara berpikir yang logis.
    .
    Semoga bermanfaat.

  66. @Ramli
    Penjelasan anda masih tidak menjawab pertanyaan saya: mana alur logika ‘doktrin’ tersebut dengan wajah islam yang garang? Penjelasan anda malah menjauh dari pertanyaan saya. Saya bantu dengan ini: Saya ingin tahu apakah hubungan, katakanlah, dengan meyakini Islam sebagai satu-satunya jalan keselamatan, maka wajah Islam akan kelihatan garang.

    @Sufehmi
    Yah ini yang saya maksud, hubungannya tidak ada tapi ditarik2 biar ada hubungan. Alur logika-nya ga nyambung tetapi tetap dipaksakan dengan berbagai cara nyambung. Ya jadi aneh penjelasannya.

  67. Assalaamu’alaikum,
    @ sufehmi,
    Ya, Bapak Ulil adalah pejuang Islam karena beliau berusaha untuk memperbaiki citra Islam dari kesan yang garang, keras dan kejam.
    Anda pasti mengetahui bahwa di Malaysia saat ini terjadi ratusan ribu suku Melayu yang meninggalkan Islam ke agama-agama lain. Sehingga kerajaan negeri jiran turun tangan untuk membuat undang-undang yang menyatakan bahwa suku Melayu = Islam. Ini absurd dan sia-sia saja! Hal ini disebabkan oleh citra Islam saat ini yang sama sekali tidak sejuk.

    Di Indonesia pun juga sedang terjadi fenomena ini. Lihat saja saat ini di tanah Jawa dimana kata “agama” sudah menjadi kata yang menakutkan. Hal ini disebabkan karena dakwah yang gagal, sehingga organisasi muslim tertentu meminta bantuan kepada pemerintah untuk memaksakan umat untuk kembali ke Islam dengan intimidasi segala. Mana bisa agama dipaksa-paksakan! Agama adalah persoalan pribadi. Orang lain apalagi pemerintah tidak bisa memaksakan, dan hasilnya sia-sia saja dan membuang-buang waktu dan tenaga.

    Disini kita tidak perlu logika segala. Tapi yang kita perlukan adalah sikap yang sejuk dan damai di masyarakat yang majemuk ini.

    @ tazlucu
    Kalau coma “dengan meyakini Islam sebagai satu-satunya jalan keselamatan”, itu adalah hal yang wajar-wajar saja. Hal ini terdapat di setiap agama. Setiap umat perlu mempunyai keyakinan terhadap agama yang dipeluknya.
    Kalau anda membaca benar-benar artikel Bapak Ulil, anda pasti menemukan bahwa yang menjadi masalah adalah doktrin bahwa mereka yang tidak mengikuti jalan Islam atau agama orang berangkutan adalah “kafir”. Doktrin inilah yang mengajarkan umat muslim untuk meremehkan/menjijikkan umat yang berlainan agama. Lalu terjadilah sikap arogan, keras, kejam dan sampai ke terorisme.
    Jujur saja. Apakah sikap ini yang harus ditanamkan di Indonesia yang majemuk ini?
    Lalu anda bilang bahwa itu yang salah adalah manusianya, bukan agamanya.
    Padahal itu adalah sebaliknya. Yang salah adalah doktrin Islam itu sendiri yang menyulut arogansi, kegarangan, kekerasan dan kekejaman. Hasilnya citra Islam memberikan kesan yang buruk seperti sekarang ini.
    Hal inilah yang sedang diperbaiki oleh Bapak Ulil dalam artikelnya “Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam” http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312

    Semoga saya telah menjawab pertanyaan anda.
    Wassalam

  68. @Ramli – Disini kita tidak perlu logika segala
    .
    Yang main logika adalah Anda sendiri, misalnya di komentar Anda yang saya kutip disini.
    .
    karena beliau berusaha untuk memperbaiki citra Islam dari kesan yang garang, keras dan kejam
    .
    Ini bisa menjadi usaha yang seperti “menuang air ke padang pasir” — sia-sia.
    .
    Kalau media massa sudah terlanjur memusuhi Islam, seperti yang kita semua alami pasca 9/11 kemarin ini, maka segala usaha tidak akan bisa memperbaiki citra tersebut.
    .
    Lebih baik kita fokus ke usaha-usaha yang riil. Daripada ke usaha yang manfaatnya belum jelas, namun dengan cara melabrak pondasi-pondasi agama / destruktif, seperti yang dilakukan Ulil ini.
    .
    Tapi yang kita perlukan adalah sikap yang sejuk dan damai di masyarakat yang majemuk ini
    .
    Islam itu aslinya sudah sejuk kok mas. Buktinya sudah terlalu banyak.
    Penganutnya saja yang ngawur dalam implementasinya.
    .
    Jadi Ulil itu keliru — dia berfokus merombak ajaran Islam, padahal yang perlu dirombak adalah para penganutnya.

  69. @ramli:
    Biar lebih jelas: Islam satu2-nya jalan keselamatan = diluar Islam itu kafir. Trus hubungan doktrin ini dengan wajah Islam yang keras arogan, kejam dan terorisme apa? Kok penjelasannya muter2 ga jelas.

    Kalau kita bermain logika matematika dan alur pikiran anda dimasukan kedalam ‘persamaan’, apakah logika tersebut masih sama kalau kalimat diatas di balik: wajah Islam yang keras arogan, kejam dan terorisme = doktrin diluar Islam kafir = doktrin Islam satu2nya jalan keselamatan.

    Ada lagi kalimat aneh: “doktrin Islam itu sendiri yang menyulut arogansi, kegarangan, kekerasan dan kekejaman.” Doktrin manakah yang dimaksud? Kalau saya percaya ‘doktrin’ bahwa Islam satu2nya jalan kebenaran dan diluar islam adalah kafir, apakah saja termasuk orang kejam, keras, kasar, tidak manusiawi, pendukung teroris?

    Waduh, kalau anda sampai berkesimpulan begitu, ada baiknya baca buku yang disarankan Mas Sufehmi biar tidak kebablasan cara berpikir logis-nya.

  70. Assalaamu’alaikum,
    @ sufehmi,
    Seperti anda ketahui, kalau bermain logika, resikonya malah bisa mendangkalkan aqidah Islam karena hal-hal seperti pahala, akhirat, sorga, wahyu, dsb jelas tidak bisa di-logika-kan sama sekali. Karena itulah saya bilang tidak usahlah memakai logika segala.
    .

    Memang banyak orang yang menganggap usaha Bapak Ulil untuk membikin Islam lebih teduh itu sia-sia. Tetapi banyak juga yang menganggap sebaliknya, yaitu usaha Bapak Ulil ini adalah untuk kepentingan umum, semua manusia yang merindukan kesejukan dan kedamain baik di hati nurani masing-masing umat maupun di masyarakat Indonesia yang majemuk ini.
    .

    Kita sebagai rakyat jelata, tidak bisa berbuat apa-apa terhadap media massa. Tapi masing-masing umat semestinya berusaha untuk bersikap yang sejuk dan soleh terhadap sesama manusia, apapun agamanya.
    .

    Saya sangat setuju dengan anda bahwa lebih baik kita fokus ke usaha-usaha yang riil, yaitu memperbaiki citra Islam dengan membuang jauh-jauh penyebab kerusakan citra Islam yang dipaparkan oleh Bapak Ulil. Sedangkan usaha yang TIDAK RIIL adalah usaha yang hanya berfokus kepada pahala, sorga, akhirat, wahyu, dsb tanpa memperdulikan perdamain dan kesejukan kehidupan yang saat ini.
    Islam tidak perlu dirombak, tapi doktrin-doktrin yang merusak citra Islam itu sendir seharusnya dibuang sejauh mungkin.
    .

    @tazlucu,
    Saya kurang setuju dengan persamaan ala matematika yang anda uraikan tsb. Memang nampaknya sangat sains, namun kehidupan di masyarat Indonesia yang majemuk ini perlu sikap toleransi, tidak menganggap orang yang non-muslim “kafir” (remeh, menjijikkan, dsb).
    Doktrin yang dimaksud adalah yang anda tanyakan sejak awal, dan saya sudah menjawabnya di atas, yaitu (menurut Bapak Ulil): bahwa mereka yang tidak mengikuti jalan Islam atau agama orang berangkutan adalah “kafir”.
    Doktrin inilah salah satu sumber arogansi, kegarangan, kekerasan dan kekejaman dalam Islam. Hasilnya citra Islam memberikan kesan yang buruk seperti sekarang ini.
    Hal inilah yang sedang diperbaiki oleh Bapak Ulil dalam artikelnya “Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam” http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312

    .

    Anda melihat saat ini, organisasi-organisasi Islam tertentu, meminta bantuan kepada pemerintah untuk membela Islam.
    Di Indonesia ada 6 agama resmi. Tetapi satu-satunya agama yang dibela secara resmi oleh pemerintah adalah agama ISLAM. Campur tangan pemerintah terhadap hal-hal pribadi rakyat (agama) sudah sangat keliru. Nanti hasilnya malah melemahkan agama Islam itu sendiri.
    .

    Pada umumnya, sebagian dari masyarakat cendrung menolak hal-hal yang bersifat resmi dari pemerintah dengan berbagai alasan seperti: tidak setuju dengan pemerintah yang sekarang, sudah bosan melihat wajah-wajah yang memerintah, atau menolak hanya sekedar menolak saja, dan banyak lagi alasan-alasan penolakan lainnya. Di dalam negara demokratis, hal ini memang biasa.
    Karena Islam dibela oleh pemerintah secara resmi, maka rakyat akan membuang Islam dan pindah ke agama lain. Mereka membuang Islam bukan karena mereka murtad, tetapi hanya sekedar menunjukkan diri untuk menolak sesuatu yang resmi dari pemerintah. Fenomena ini sudah kelihatan di Indonesia, terutama di Jawa.
    Jadi gara-gara pemerintah campur tangan dan membela Islam secara resmi, maka Islam malah menjadi lemah.

    .

    Wassalam

  71. @Ramli Rais
    Anda ini aneh! Saya tidak tahu apakah logika dan daya nalar anda bekerja atau tidak. Atau hanya berkilah supaya tidak menjawab pertanyaan saya, seperti kilahnya ulil cs. Atau anda menyadari bahwa dalilnya Ulil (yang anda dukung) tidak mempunyai dasar apalagi dasar logika sehingga anda tidak dapat menjawab pertanyaan saya. Jawaban anda “selalu melenceng” dari yang saya tanyakan.

    Saya hanya bertanya sederhana: Apa hubungan antara meyakini bahwa Islam itu benar dan selain islam itu kafir dengan dalil “hal tersebut membuat wajah Islam yang keras, garang, arogan, kejam dan terorisme”? Kalau ada hubungannya, Apa itu?

    Adapun logika matematika yang saya ajukan, tidaklah sama sekali terlalu sains (mudah-mudahan anda mengerti apa itu “sains”, tidak asal mengucap/menulis saja). Logika tersebut dibutuhkan untuk menguji sebuah dalil/asumsi sehingga didapat suatu hasil akhir yang memenuhi unsur logika. Saya hanya lebih mengarahkan agar anda tetap pada koridor pertanyaan saya diatas.

    Kemudian saya juga mencoba memberikan contoh kepada anda (Kalau saya percaya ‘doktrin’ bahwa Islam satu2nya jalan kebenaran dan diluar islam adalah kafir, apakah saja termasuk orang kejam, keras, kasar, tidak manusiawi, pendukung teroris?), supaya ‘koridor’ tersebut tetap terjaga. Namun sampai sekarang jawaban yang saya terima hanyalah “Penghindaran terhadap pokok bahasan, sambil berputar-putar: mulai dari masalah korupsi-lah, banyak orang jawa yang keluar islam-lah, sampai masalah organisasi islam meminta-minta ke pemerintah”.
    Jawaban anda atas pertanyaan saya: Nil, Kosong, Zero….

    Biar anda tidak pusing atau memusingkan diri sendiri, coba jawab pertanyaan saya ini:
    KALAU SAYA MEYAKINI ISLAM ADALAH SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN DAN SELAIN DARI ISLAM ITU KAFIR, APAKAH SAYA GARANG, GANAS, KERAS, TIDAK MANUSIAWI, PENDUKUNG TERORIS?

    NB: Mohon maaf kepada P’Suhaimi, saya menulis memakai kapital, dengan tujuan memnberi pengertian dan menjaga ‘koridor’ terhadap pertanyaan saya.

  72. Assalaamu’alaikum,

    @ tuzlucu,
    .

    Pertanyaan anda: Apa hubungan antara meyakini bahwa Islam itu benar dan selain islam itu kafir dengan dalil “hal tersebut membuat wajah Islam yang keras, garang, arogan, kejam dan terorisme”? Kalau ada hubungannya, Apa itu?

    .

    Jawaban saya: Pertanyaan anda di atas sebenarnya terdiri dari 2 sub-pertanyaan. Dan keduanya sudah saya jawab di atas. Dan sekarang saya mau menjawabnya lagi:
    .
    1). Anda meyakini bahwa Islam itu benar. Ini suatu hal yang wajar. Seorang umat harus menyakini bahwa agama yang dipeluknya adalah benar. Hal ini sama sekali TIDAK ADA hubungannya/pengaruhnya dengan keburukan citra Islam.
    .

    2). Anda meyakini bahwa selain Islam itu kafir. Nah disinilah masalahnya. Menurut Bapak Ulil, berpikiran bahwa umat selain muslim adalah “kafir” merupakan suatu cerminan dari arogansi. Bayangkan, umat muslim diajar untuk menyebut non-muslim “kafir” SECARA SEPIHAK? Sikap yang AROGAN inilah yang membuat umat muslim merasa benar sendiri. Dari sikap yang merasa benar sendiri kemudian diterjemahkan dengan sikap TIDAK TOLERAN terhadap perbedaan pendapat. Membela “kebenaran mutlak” dengan cara apapun. Pada akhirnya, keluarlah bermacam-macam intimidasi seperti: fatwa-fatwa, anarki, pengerusakan tempat-tempat ibadah, sampai ke pengorbanan diri untuk meledakan bom-bom untuk membunuh umat yang berbeda pendapat dengan Islam.
    .
    KESIMPULAN
    .
    Pertanyaan:
    Apa hubungan antara meyakini bahwa Islam itu benar dan selain islam itu kafir dengan dalil “hal tersebut membuat wajah Islam yang keras, garang, arogan, kejam dan terorisme”? Kalau ada hubungannya, Apa itu?
    .
    Jawaban:
    Selain muslim adalah kafir = Sikap arogan
    Sikap arogan = Merasa benar sendiri
    Merasa benar sendiri = Menolak perbedaan pendapat
    Menolak perbedaan pendapat = Membela “kebenaran mutlak”
    Membela “kebenaran mutlak” = Cara apapun
    Cara apapun = Intimidasi
    Intimidasi = fatwa-fatwa, anarki, pengerusakan tempat-tempat ibadah, sampai ke pengorbanan diri untuk meledakan bom-bom.
    .
    Mudah-mudahan jawaban ini yang anda maksud.
    Wassalam

  73. Menurut Bapak Ulil, berpikiran bahwa umat selain muslim adalah “kafir” merupakan suatu cerminan dari arogansi.
    .
    Kalau begitu saya tanya kepada Anda — menurut Nabi Muhammad saw, apakah selain muslim adalah kafir ?
    Jika menurut beliau ya, apakah itu berarti bahwa Nabi Muhammad saw adalah orang yang arogan ?
    .

    Pertanyaan tersebut juga bisa kita ubah sedikit.
    Misalnya :
    .
    Menurut Paus, apakah selain Katolik adalah kafir ?
    Jika menurut beliau ya, apakah berarti bahwa Paus adalah orang yang arogan ?
    .
    Nah, sudah jelas kekeliruan cara pandang tersebut ?
    .
    Kalau kata oom Smith, “we have agreed to disagree”.
    .
    Berbeda pendapat bukan berarti lantas kita harus menjadi musuh.
    .
    Umat Katolik menganggap kita kafir karena kita tidak menganut agama Katolik – so what ? Semua agama wajar saja kalau menganggap ajaran mereka adalah yang paling benar.
    .
    Bahkan orang atheis sekalipun.
    Bukan sekali dua kali saya bertemu dengan orang atheis yang sombongnya minta ampun. Menurut mereka, jika Anda tidak menganut ajaran atheis, maka Anda adalah orang yang paling tolol di dunia ini.
    .
    Fakta sejarah juga sudah membuktikan, bahwa Islam – Nasrani – Yahudi pernah bisa hidup dengan damai; karena menjalankan prinsip lakum dinukum waliyadin antara sesama umat beragama.
    .
    Jadi, tidak perlu denial segala, memang fakta kok (bagi kita) bahwa kalau bukan muslim berarti kafir. So what? Mereka tetap kawan saya, dan saya tetap menjaga silaturahmi dengan mereka.

  74. Assalaamu’alaikum,

    @ sufehmi,
    Menurut Bapak Ulil, Nabi Muhammad saw adalah manusia yang bisa saja melakukan kesalahan. Walaupun beliau menyatakan bahwa selain muslim adalah “kafir”, kita sebagai umat yang beradab tidak harus menuruti mentah-mentah pernyataan pada jaman jahililah (peperangan, pembunuhan, dsb) karena sikap ini menimbulkan kesan arogansi di saat ini.
    .
    Maaf, saya tidak mau membicarakan tentang agama lain.
    .

    Saya sangat setuju dengan anda bahwa kita tetap menjaga silaturahmi dengan setiap umat, apapun agama dan kepercayaannya.
    .
    Kita menyadari bahwa jalan masih panjang untuk menuju masyarakat yang penuh toleransi, kedamaian dan kesejukan.
    .
    Wassalam

  75. Maaf, saya tidak mau membicarakan tentang agama lain.
    .
    Anda mengelak dari inti permasalahan, yaitu fakta bahwa setiap agama menganggap bahwa selain penganutnya adalah kafir.
    .
    Ulil sangat keliru bahwa menganggap hal ini sebagai arogansi umat Islam, karena :
    .
    1. Agama lainnya juga menganggap demikian
    .
    2. Faktanya, kita tetap bisa bersilaturahmi dengan baik (tidak arogan) dengan para non-muslim.
    .
    Mengecewakan memang, kualitas (so-called) “intelektual” muslim pada saat ini.

  76. Assalaamu’alaikum,

    @ sufehmi,
    Kita sangat memerlukan para intelektual muslim seperti Bapak Ulil saat ini untuk memperjuangkan agama Islam dan demi perdamaian, keharmonisan, kesejukan & toleransi di masyarakat Indonesia yang majemuk ini.
    .

    “Dalam kritik kebenaran agama (naqd al haqiqah al diny), kita harus mengritik agama sendiri sebelum mengritik agama lain.” Ini adalah kalimat dari Bapak M. Kholidul Adib Ach, yang artikelnya berjudul “Menggugat Teks & Kebenaran Agama”. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=407
    .
    Artikel tsb perlu dibaca sebelum membaca Al Quran.
    Selamat membaca dan terima kasih.
    .
    Wassalam

  77. @ramli rais,

    Anda selalu mencoba melakukan mislead dengan berusaha memisahkan antara: MEYAKINI ISLAM SEBAGAI SATU2NYA KESELAMATAN DAN DILUAR ISLAM ITU KAFIR, padahal keduanya adalah hal yang saling berhubungan. Manalah ada orang yang meyakini Islam sebagai satu2nya keselamatan tetapi mengakui ada ‘jalan keselamatan’ lainnya. Ini logika aneh dan absurd.

    Oke, fine bagi saya. Sekarang mari kita uji logika dan pendapat anda.
    Sesuai dengan pendapat anda, ramli rais, bahwa: Meyakini selain muslim adalah kafir = Sikap arogan = Merasa benar sendiri = Menolak perbedaan pendapat = Membela “kebenaran mutlak”= Cara apapun = Intimidasi = fatwa-fatwa, anarki, pengerusakan tempat-tempat ibadah, sampai ke pengorbanan diri untuk meledakan bom-bom.

    Dengan kata lain dapat kita simpulkan, berdasarkan pendapat ramli:
    Saya meyakini islam sebagai jalan satu2nya dan diluar islam adalah kafir = tidak toleran
    Ustadz Yusuf Mansur meyakini islam sebagai jalan satu2nya keselamatan dan diluar islam adalah kafir = anarkis
    Sufehmi meyakini islam sebagai satu2nya keselamatan dan diluar islam adalah kafir = pendukung teroris
    Buya Hamka meyakini islam sebagai satu2nya kebenaran dan diluar islam adalah kafir = pembom bunuh diri
    Ustadz Arifin Ilham meyakini islam sebagai satu2nya agama disisi Allah dan diluar islam adalah kafir = tukang rusak tempat-tempat ibadah
    Adiwarman Karim meyakini islam sebagai satu2nya dinul haq dan diluar islam adalah kafir = tukang intimidasi
    M. Syafii Antonio meyakini islam sebagai satu2nya syari’at yang benar dan diluar islam adalah kafir = arogan

    Begitu p’ ramli?

    Permasalahan utama dan krusial adalah: Tidak satupun orang di atas mempunyai sifat seperti yang anda sebutkan.
    Saya? Alhamdulillah sampai saat ini saya selalu ‘menghindari’ debat tentang kebenaran agama, karena saya tidak mau menyinggung harga diri orang lain. Jika mereka mengajak ‘debat’ tsb., cukuplah saya arahkan untuk membaca buku2 tentang ‘agama’. Apakah ini sikap tidak toleran?

    Dengan demikian dapat kita ambil kesimpulan:

    1. Agar sikap MEYAKINI ISLAM SEBAGAI SATU2NYA KESELAMATAN DAN DILUAR ISLAM ITU KAFIR sesuai dengan hipotesa dan dalil anda maka, seluruh orang yang saya jadikan contoh, termasuk diri saya sendiri, mulai detik ini harus bersikap: arogan, tidak toleran, anarkis, pembom bunuh diri, perusak tempat-tempat ibadah, tukang intimidasi, arogan, ganas, kasar, dsb.

    Atau

    2. Dalil ulil yang didukung oleh ramli, SAMA SEKALI TIDAK MEMPUNYAI DASAR LOGIKA, sehingga berdasarkan pikiran orang yang sehat jasmani dan rohani, dalil ulil ini harus ditolak.

    Mengingat adalah sangat absurd untuk memaksa orang untuk bertindak arogan, tidak toleran, anarkis, pembom bunuh diri, perusak tempat-tempat ibadah, tukang intimidasi, ganas, kasar, dsb., maka kesimpulan no. 1 gugur secara logika sehat dan hanya kesimpulan no. 2-lah yang sesuai dengan logika kita.

    Sekian.

  78. Assalaamu’alaikum,

    @ tazlucu,

    Meyakini selain muslim adalah kafir = Sikap arogan = Merasa benar sendiri = Menolak perbedaan pendapat = Membela “kebenaran mutlak”= Cara apapun = Intimidasi = fatwa-fatwa, anarki, pengerusakan tempat-tempat ibadah, sampai ke pengorbanan diri untuk meledakan bom-bom = Menyerang kafir = Meyakini selain muslim adalah kafir.
    .

    Hal-hal yang di atas bukan sekedar berhubungan satu sama lainnya, melainkan membentuk suatu LINGKARAN SETAN.
    .

    Kalau Ustadz Yusuf Mansur, Sufehmi, Buya Hamka, Ustadz Arifin Ilham, Adiwarman Karim, M. Syafii Antonio, anda & saya sendri tidak menuruti lingkaran setan di atas, berarti kodrat kemanusiaan kita libih tinggu/dominan dari pada doktrin Islam ini.
    .
    Kita bersyukurlan sebagian besar dari umal muslim yang mengutamakan sifat kemanusiaan dari pada mengikuti doktrin-doktrin yang tidak relevan tsb.
    .
    Tapi sayangnya, hal ini sia-sia saja kalau dari 200 juta penduduk Indonesia, hanya bisa dihancurkan oleh segelintir pengamal doktrin Islam seperti Amrozi, Basy’ir, dsb.
    .
    Marilah kita berusaha untuk

  79. Maaf, ini comentar saya kecepetan terkirim karena salah pencet….

    Saya sambung lagi…

    Merilah kita berusaha bersama untuk merintis masyarakat yang damai & sejuk, penuh tolerensi terhadap semua umat, apapun agamanya.
    .
    Saya menyadari bahwa jalan ini masih panjang.
    .
    Wassalam

  80. @ramli rais
    Berdiskusi sama anda, ramli, dan pendukung ulil lainnya memang hanya menuju kepada debat kusir. Setelah argumen anda ‘dipatahkan’ maka mulailah muncul ‘kilah liberal’-nya. Ujung-ujungnya berputar-putar saja sehingga tidak ada kesimpulan yang dapat diambil dan menjadi dasar pemahaman bersama.

    Dari awal, saya berulang kali me-“refresh” memori anda, saya hanya menanyakan: APAKAH ADA HUBUNGAN ANTARA MEYAKINI ISLAM SEBAGAI SATU2NYA JALAN KEBENARAN DAN SELAIN ISLAM ITU KAFIR DENGAN WAJAH ISLAM YANG GARANG, GANAS, TIDAK TOLERAN DSB.
    Setelah argumen anda dapat saya patahkan, maka muncul-lah sifat jelek anda: MENCOBA MENGABURKAN TOPIK YANG SAYA AJUKAN KEPADA YANG LAINNYA: korupsi-lah, banyak orang jawa yang keluar islam-lah, organisasi islam meminta-minta ke pemerintah dan yang terakhir: LINGKARAN SETAN.
    Apakah anda mempunyai daya nalar yang rendah atau memang ini-lah ‘kilah liberal’? Dari awal topiknya sudah jelas, jadi dimohon untuk stick to the topic! Comprende? Mengerti? Got it?
    Anda sudah mengemukakan ‘dalil’ dan akhirnya gagal dipertahankan, maka seharusnya kita sampai pada kesimpulan (baca posting saya sebelumnya): TIDAK ADA HUBUNGAN ANTARA MEYAKINI ISLAM SEBAGAI SATU2NYA JALAN KEBENARAN DAN SELAIN ISLAM ITU KAFIR DENGAN WAJAH ISLAM YANG GARANG, GANAS, TIDAK TOLERAN DSB. Selesai.
    Tidak usah ditambah lagi, LINGKARAN SETAN yang malah mengindikasikan dalil anda gugur oleh anda sendiri (Hal-hal yang di atas bukan sekedar berhubungan satu sama lainnya, melainkan membentuk suatu LINGKARAN SETAN).

    Lucunya, anda berani berkesimpulan bahwa saya dan orang-orang yang saya sebut: “mempunyai kodrat kemanusiaan kita libih tinggu/dominan dari pada doktrin Islam ini”. Dapat darimana anda kesimpulan seperti ini? Saya dan orang-orang tersebut (kecuali sufehmi, berdasarkan ‘pergaulan’ saya dengan mereka) malah meyakini bahwa ISLAM SEBAGAI SATU2NYA JALAN KEBENARAN DAN SELAIN ISLAM ITU KAFIR.

    Selanjutnya, saran saya agar anda jangan memfitnah. Basy’ir tidak terbukti bersalah dipengadilan dalam ledakan bom-bom yang terjadi di Indonesia. Apa anda tidak pernah membaca koran atau menonton televisi bahwa dia hanya dihukum karena memalsukan identitas?

    Komplit sudah cara berpikir orang-orang islib, ulil dan pendukungnya: memanipulasi, menggunakan dalil yang lemah dasarnya, menjelek2kan islam, “berkilah” jika dalilnya ‘patah’. Pattern-nya tidak jauh2 dari ini.

    “Mengecewakan memang, kualitas (so-called) “intelektual” muslim dan pendukungnya pada saat ini.”

  81. I’d prefer reading in my native language, because my knowledge of your languange is no so well. But it was interesting! Look for some my links:

  82. Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
    Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.

    Hasilnya, disamping ayat-ayat quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.

    Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.

  83. @resist – musuh utama Quran adalah para penafsir sok tahu yang ternyata justru keliru menafsirkannya secara spektakuler.
    .
    Ketika penafsiran dilakukan secara hati-hati dan komprehensif, maka Quran kembali menjadi rahmat bagi segenap makhluk hidup di muka bumi ini.

  84. @ sufehmi,
    Al-quran kan sebuah buku (perpustakaan). Buku ini berisikan kurang dari 1000 halaman.

    Al-quran yang hanya sebuah buku perpustakaan itu diberhalakan oleh umat muslim.

    Ini disebabkan karena Tuhan dibelenggu di sebuah buku oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan tertentu. Sedangkan Tuhan adalah tidak terbatas dan tidak teruraikan.

    Al-quran adalah alat yang sangat ampuh untuk mencuci otak. Mangsanya hanya orang-orang yang kurang berpendidikan sehingga mudah dihasut dan diadu-domba dengan imbalan: bidadari, pahala, sorga, pengadilan terakhir, akhirat, dsb. Umat muslim dipaksakan dan ditakut-takuti untuk mempercayai dan memberhalakan hal-hal yang nonsense dan absurd. Ini berbahaya sekali baik di masyarakat maupun di suatu negara. Hasil dari hasutan Al-quran, umat muslim bisa merusak tempat ibadah umat lain, membunuh atas nama Tuhan, membikin onar, dsb.

    Ini ajaran dan hasutan yang sangat berbahaya dari Al-quran!

  85. @resist – Al-quran kan sebuah buku (perpustakaan). Buku ini berisikan kurang dari 1000 halaman.
    .
    Ya, karena kalau mau mendetail, seperti literatur hukum, sosial & budaya, bisa mencapai jutaan halaman. Dan tetap tidak akan bisa memecahkan semua masalah.
    .
    Karena itu Tuhan memberikan sebuah buku yang sudah mencakup / ringkasan dari semuanya, dan lalu kita diberikan ***akal*** agar bisa memanfaatkannya di semua situasi, di segala waktu.
    .
    Kalau akalnya tidak dipakai, ya menjadi para ekstremis, seperti Anda ini.

  86. Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    • makan mie instant => karena temuan oran Cina
    • memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    • makan nasi => karena berasal dari Cina
    • memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
    • mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    • menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    • kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    • naik haji => karena itu penyembahan berhala
    • menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    • mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    • sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    • mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.

  87. Zulkifli bin Taha ini aslinya tinggal di Perancis, dan dia sudah lama trolling / menyampah di blog saya ini dengan berbagai macam nama.
    .
    Logikanya kacau berat, seperti yang bisa Anda lihat sendiri 🙂

  88. Hahahaha,
    Berulang kali menyamar dan ber-manuver, ternyata tetap saja logikanya hancur….
    Tapi kalau kita kita main2 profiling sedikit kayaknya si Zulkifli alias resist alias Ramli Rais ini adalah:

    – Non muslim.

    – Atheis atau agnostik.

    Menulis Assalamu ‘alaikum saja salah dia. Gimana mau berdiskusi secara jernih.

  89. Tidak usah menulis salam juga tidak apa sebetulnya, misalnya, kalau ybs memang non-muslim.
    .
    Tapi kalau logika saja kacau balau secara fundamental, namun ybs tetap merasa yang paling benar, ya … ngenes juga saya melihatnya 🙂
    .
    Satu kemungkinan lagi — “islam” Liberal 🙂

  90. @ Donny Reza, tazlucu & sufehmi,
    .
    Justru saya senang sekali berdiskusi dengan kalian karena kalian adalah bagian dari intelektualitas masyarakat kita (Indonesia).
    .
    Kalau bukan sama kalian, buat apa saya mau diskusi. Kan konyol?
    .
    Tidak ada salahnya kita mempunyai perbedaan pendapat. Itu adalah bagian dari kehidupan. Kalau semua orang sama, seperti kelereng, maka dunia menjadi membosankan.
    .
    Tapi kalau pendapat yang berbeda dijawab dengan hujatan, maka diskusi menjumpai jalan buntu.
    .
    Terima kasih atas pengertiannya.

  91. Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.

  92. @Khairun Abubaker, Zulfiki Bin Taha, resist, Ramli Rais, dst….

    Mo ngejunk atau pamer kebodohan dan logika yang hancur yah mas……
    Udah, ga perlu lagi, kita sudah tahu tingkat kebodohan anda…

  93. @ tazlucu,

    Anda menyebut saya bodoh dengan maksud bahwa anda adalah orang pintar.

    Orang lain tidak bisa memuji anda lebih baik dari pada oleh diri anda sendri…

  94. LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

  95. Ketahuilah bahawa wanita pada akhir zaman melebihi dari kaum lelaki…pada siapakah mereka hendak mengadu nasib…pada lelaki bukan mahram?..Allah lebih mengetahui segalanya…dibenarkan poligami untuk menyelamatkan wanita pada keadaan ini…jgnlah terpengaruh dengan kehidupan yahudi dan nasrani yang bergaul tanpa ikatan nikah…lebih banyak menipu wanita daripada membantu dalam kehidupannya…dalamilah Al Quran dengan ikhlas….

  96. klo ngomongin poligami mah puyeng, tp memang sudah ditermakdub dalam al-qur’an. buat yg berpoligami mah asal bisa tanggung jawab dan bisa adil mah boleh-boleh aja…..
    tp apakah ada yg bisa adil??????????????????????????????? jawablah dg hati nurani

  97. Sebuah Cerita tentang Poligami:

    Ahmad tinggal di kota. Ahmad tidak pernah melihat TV, atau membaca koran. Dia selalu melihat sungai di kotanya sangat kotor, penuh sampah dan menjadi sumber penyakit.

    Suatu hari ia bertemu seorang pengelana dari desa, Wawan namanya. Wawan bercerita bahwa sungai di desanya sangat bersih, dapat dipakai mandi, berenang dan bahkan airnya dapat langsung diminum.

    Tak diduga, Ahmad marah. Ia menganggap konsepsi Wawan tentang sungai hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin sungai bisa dipakai mandi, apalagi diminum airnya?

    Konsepsi Wawan tentang sungai menantang konsepsi Ahmad tentang sungai. Akhirnya, Ahmad bahkan memperjuangkan agar ide sungai bersih dari Wawan dinyatakan sebagai paham terlarang oleh pemerintah.

    Begitulah kita. Kita selalu dibombardir dengan berita-berita negatif tentang poligami, sehingga kemungkinan rumah tangga poligamis dapat menjadi rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah hilang sama sekali dari ruang pemikiran kita.

    Begitulah kita, ummat yang hidup dalam jangka waktu yang sangat jauh dengan Rasulullah SAW. Zaman semakin berubah, kehidupan kita semakin jauh dari praktek penegakan Islam di masa Rasulullah SAW, namun kita ‘mengadili’ nilai-nilai Islam dengan standar zaman kita, yang -sayangnya- sangat didominasi nilai-nilai Barat, yang sebenarnya, hingga 1 abad yang lalu masih mengakui praktek poligami.

    Saya yakin, akan tiba masanya dimana nanti poligami akan menjadi hal yang lumrah dan diterima sebagai fakta oleh ummat manusia. Pada saat itu, dunia akan mengakui fleksibilitas Islam, yang tidak menolak poligami, namun mengaturnya.

    Dari Abu Musa r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya nanti akan datang suatu masa, di mana seseorang berkeliling membawa emas untuk bersedekah, lalu tidak ada seorangpun yang menerimanya. Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).

  98. Poligami.
    Allah mensyaratkan harus adil, jika tidak mampu adil maka kawinilah seorang saja.
    Adil menyangkut hati nurani paling dalam dari pelaku poligami, ketika akan berbuat sesuatu, bertanyalah kepada nurani, dan yang tahu mengenai adil ataukah bukan hanya Allah dan hatinuraninya sendiri.
    Adil dimata umum atau manusia tidak akan pernah ada kata adil, karena hanya mengukur kuantitas, dan jika mampu mengukur kualitas , namun tidak ada takaran yang pas untuk mengatakan suatu perbuatan itu adil.
    Kata hati nurani yang pailng dalam (hanya Allah) yang tahu, dan kerelaan yang tuluslah yang dapat memberikan jawaban adil

  99. Polygamy and justice is very related to each other because this is when there is a polygamy, certainly justice most be uphold.

  100. Most of the period I don’t make comments online on a website, but I’d like to speak about that this article really forced me to take some action. Really nice post!

  101. One more important issue is that if you are a mature person, travel insurance with regard to pensioners is something you ought to really contemplate. The more mature you are, greater at risk you happen to be for allowing something undesirable happen to you while overseas. If you are not necessarily covered by many comprehensive insurance coverage, you could have several serious issues. Thanks for discussing your advice on this web blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *