Koneksi Internet Sekarat, Buka Regulasi Satelit ?

Singkat saja – ketika akses Internet Indonesia terputus, banyak bisnis yang kemudian menyadari bagaimana Internet telah menjadi kebutuhan yang vital bagi kelancaran usaha mereka. Sore ini saya menonton berita di TV, beberapa bisnis di interview dan mereka mengeluh bahwa omset bisnis mereka drop sampai menjadi nol sejak akses Internet Indonesia terputus.

Setelah kini kita menyadari bagaimana akses Internet telah menjadi hajat hidup banyak orang, mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan momen ini untuk mendorong pemerintah membebaskan akses internet via satelit.

Just say no to : duopoli akses internet via satelit !

26 thoughts on “Koneksi Internet Sekarat, Buka Regulasi Satelit ?

  1. Agak percuma juga sih mas kalau pake satelit. Memang lebih murah dan dengan perbandingan harga yang lebih masuk akal. Tapi ya engga stabil, ping kadang masih suka lama. Emang paling bagus itu kabel serat optik (ya kekurangannya ya mahal itu)

  2. Satu hal lagi yg perlu dijadikan momentum utk kejadian ini adalah, layanan lokal dan konten lokal yg dihosting di Indonesia harus jadi pertimbangan juga.

    Seperti mailing list yg hosting di Indoensia, layanan mail di Indonesia, mirror di Indonesia.

  3. akses satelit tidak banyak membantu. Dengan delay yg paling tidak 1 detik, membuat repot koneksi yang lag-sensitive seperti VoIP dan VPN.
    Memang sih hampir semua new comer di Internet biasanya adalah email dan web user. Tapi ini lebih bijak diakali dengan penguatan konten lokal, serta penyedia jasa hosting lokal yang bagus, reliable dan murah

  4. groups.or.id ? Gimana bisnis modelnya kekekekekke, blum apa apa udah ditanyain model bisnis. Emang dulu yahoo pas mulai nongol juga ditanyain bisnis model.

    Bilang aja males ngebantuin ya.

  5. ternyata kondisi speedy yg sering gangguan beberapa hari sebelum gempa adalah pertanda.

    Aku ngga tau apakah internet di negara laen yang terkena imbas gempa Taiwan pulihnya selama seperti di negaraku ini (negara anda juga), yang jelas rasanya lambat sekali.

    Untuk saya yang menggunakan internet hanya untuk keperluan online trading sudah sedemikian menggangu, apalagi untuk pihak-pihak yang menggunakannya untuk aktifitas laen yang tak kalah pentingnya. Turut sedih rasanya, tapi bisa apa???

    ini aja ngomen selagi ada koneksi sekalipun lambat.

  6. @harry: dibilang fakir bandwith bukan, tapi dibilang raja bandwith pun bukan. Yang pasti aman dan terjaga untuk browsing sehari-hari. Agak berat kalau untuk download (paling sekitar 15KB/sec stabil luar negeri)

    @IMW: setuju banget, harus ditanyain dulu model bisnisnya gimana kalau memang pengen nyaingin Google dan Yahoo 🙂

  7. kalo apung untungnya hosting gak jauh-jauh..
    jadi tetep bisa diakses.. kekeke..

    anyway, saya waktu itu ke kantor mo ngobrol masalah satelit nih mas.. ada waktu kapan?

  8. +1 untuk semua yang mendukung content lokal. Sekarang memang sudah saatnya kita kembangkan content lokal.

    Btw, kilasan.com itu punya Pak Harry ya?

  9. ya jelas toh mas harry…kalo pake satelit walaupun notabene telkom yang punya, tapi delaynya mengerikan, apalagi paket loss nya, kita bandingin aja deh speedy sama 3g indosat, kalo aku sih lebih prefer speedy, soale paket loss nya 0 alias zero, terkecuali yang mobilitasnya tinggi seperti mas harry.

  10. sepakat mas, lebih sepakat kalo bebas = gratis 🙂
    sedikit yg lebih seru terkait kejadian ini adalah _sudah_puasa_dulu_saja_ titah seseorang; dipikirnya inet cuma buat yahoo2an ama fs apa ya?

    #Oskar,
    saya yg agak lemot, apa emang komentar sampeyan (yg ngomentarin IMW) yg jago sembung bawa golok?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *