Dagelan Politik : Interpelasi Iran

Sejak pertama kali dagelan tentang interpelasi Iran itu, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Makin pusing melihat bagaimana berbagai partai yang berlabel “Islam” turut serta dalam kericuhan yang tidak berguna ini. Di foto harian Republika tersebut juga diperlihatkan foto sebuah organisasi mahasiswa Muslim yang sedang berdemo soal ini.

Duh, kok bisa sih soal remeh begini berhasil menjadi judul interpelasi ?
Kenapa tidak “interpelasi Lumpur Lapindo” ? Gitu lho.

Kan udang di balik batunya jadi kentara banget. Cuma soal gak penting begini bisa jadi bahan interpelasi.
Iran itu negara kuat kok, yang puluhan tahun ditekan dan tetap cuek. Sanksi yang cuma sekian bulan tidak akan berdampak apa-apa.

Kepada organisasi-organisasi muslim : kalau pas lagi ada pemerintahan yang kelihatan agak mau berusaha benar, mbok ya didukung, gitu lho; supaya jadi bisa 100% benar.

Jangan justru malah ramai-ramai berusaha dijatuhkan. Cukup sudah satu kali kita keliru, ketika menjatuhkan Habibie, yang dengan senang hati segera mundur, dan kembali mengurusi urusan pribadinya.

Bete euy lihat partai-partai “Islam” justru sibuk dengan agendanya sendiri, bukan agenda umat.

Buat SBY: kalau suatu hari ada interpelasi Lapindo, cukup ajak satu orang Menteri saja untuk menemani ke DPR — Menko Kesra 😀

17 thoughts on “Dagelan Politik : Interpelasi Iran

  1. mereka kurang kerjaan aja mas, pemerintah sih seneng2 ajah ada pengalih perhatian ka’ gini. mahasiswa & elemen masyarakat lainnya asal denger yg berbau2 “islam” tanpa perlu menganalisa masalah yg penting teriakkk dulu..Arghhh….

  2. Kalau untuk urusan dalam negeri bukan interpelasi lagi mas. Kalau pemerintah ndak bener ngurus negeri ya langsung aja Sidang Istimewa. Semua ada porsinya masing-masing 🙂 Masalah lumpur, bukannya ndak diurusi, tapi pemerintah memang benar-benar nggak tahu apa yang harus dilakukan. Saran dan kritik memang banyak, tapi yang bisa diterapkan??

    Saya mau tanya pada anda, apa mau beli tanah yang ndak pake surat?? Kalaupun harus dipaksakan beli, bagaimana anda membedakan yang benar-benar punya tanah dengan yang ndak punya?? Bisa saja kan saya ngaku-ngaku punya tanah 100 hektar, tapi gara-gara lumpur suratnya terkubur. Hayoo?? Bisa ndak memecahkan masalah ini??

    Sedang masalah Irak kan jelas, PBB udah berbuat tidak adil, jadi keputusannya harus ditolak, eh ternyata pemerintah ndak menolak, makanya perlu di interpelasi

  3. …satu kali ‘kita’ keliru…. ‘kita’ sapa om?. Harusnya, Cukup satu kali kita keliru, ketika menjatuhkan Gus Dur…hehehe…
    Gak usah BT om, Dunia yah sifatnya begini, kalo masuk ke hati jadi BT. Kalo gak mau BT jangan tinggal di Dunia…hahaha..becanda om
    ….Partai “Islam”…kok ada petiknya om? maksudnya partai yang bawa-bawa nama ISLAM, yang untuk kepentingan pribadi, kelompok, uang dan yang merasa paling bener islamnya, padahal sebenarnya cuma untuk memenuhi keinginan nafsunya saja….Kalo yang kaya gitu banyak banget om. Kanan-kiri, depan-belakang, atas-bawah, jangan-jangan kita termasuk, hiiii…Kita Istighfar yuk om!

  4. Ya, ya… cuma satu yang harus bertanggung jawab untuk kasus lapindo brantas ini. ^_^

  5. Kalua menurut daku sih, interplasi maslah nuklir Iran itu bukan cuma untuk membela kepentingan Iran. Lha wong Iran itu, seperti kata Om Harry, negara kuat yang puluhan taon ditekan tapi cuek bebek melenggang.
    Tapi ini juga masalah sikap politik luar negeri Indonesia. Lha PBB seenak dengkulnya memeras Iran, Lha Israel yang punya banyak nuklir aja masih lenggang kangkung di depan PBB. Indonesia malah mendukung lagi pemerasan Iran itu..weuw!
    Sejatinya sih urusan dalam negeri (Lumpur Lapindo, BRR Aceh, pelanggaran HAM, dll) mesti diutamakan dulu. Tapi, sstt..bang Harry..kalo masalah lumpur kayaknya mesti manggil the Sand Man (the movie spiderman 3) Ezhal Bakery nih, he..he..

    Bang Harry, isteri mas Barlin baru aja melahirkan bidadari kedua lho..orang2 milis MIB pada rame tuh! (sorry nih OOT)

  6. Betul …
    Kadang negara kita ini terlalu ngurusi yang di luar sana sampai –sedihnya itu– lupa sama keadaan di negaranya sendiri. Seperti interpelasi iran vs lapindo. Ada lagi, sampai niat-niatnya ngumpulin milyaran rupiah untuk disumbangkan ke negara lain, padahal banyak daerah di negara sendiri yang tak kalah menyedihkan. Aya aya wae :d

  7. Masalah interpelasi nuklir Iran itu karena responsnya yang sangat overkill.
    Bukannya memanggil duta PBB ybs dan memulai dari situ, ini malah langsung menembak presiden. Ingat, interpelasi bisa menjatuhkan presiden.
    .
    Seperti membunuh nyamuk dengan menggunakan rudal nuklir.
    .
    Kelihatan banget gitu lho agenda tersembunyinya. Inilah bedanya politik Indonesia dengan luar negeri, di luar negeri sih sama bobroknya juga sebetulnya 🙂 tapi cara main mereka cantik dan halus. Disini, deuh norak banget. Tapi bagus lah, jadi lebih mudah kelihatan belangnya.
    .
    Istri mas Barlin – saya baru tahu, terimakasih untuk informasinya !

  8. Mas Harry, kalo pengin liat calon aktor/aktris dengan kualitas akting seperti nominator Oscar, datang ke gedung rakyat di Senayan. Semuanya akting tok, bohong (mbujuk kata orang Surabaya), mereka cuma memperjuangkan kantongnya dan kantong partainya sendiri. Sediih…deh. Norak, nggilani, ngawur. Piss…men
    Wassalam

  9. =====================================

    Penjajah Amerika. harus dihentikan. walaupun cara kita baru bisa dengan interpelasi misalnya, setidaknya Negara Ini tidak meng’amini’ Amerika menghukum Iran seenaknya. Ingat Irak, yang sudah di bikin AMAN, MAKMUR dan SENTOSA oleh sang penjajah.

    =====================================

  10. @Gembes – masalahnya, apakah niat mereka interpelasi Iran itu untuk :
    .
    1. Menghukum presiden karena tidak mem “veto” resolusi Iran (yang sebetulnya aneh, karena harusnya dimulai dari diplomat ybs dulu), atau
    .
    2. Sekedar mengancam presiden, sehingga bisa mendapatkan keinginan mereka pribadi / partai mereka ?
    .
    Tolong kita jadi orang Islam jangan terlalu naif lah, supaya tidak melulu jadi korban, dipermainkan oleh politikus2 kita.

  11. hehehehe, wah saya tertawa membaca alinea terakhir :
    “cukup bawa satu menteri aja, menko kesra” 🙂

    sayang ya interpelasi lapindo kandas juga 🙁

  12. Ingat lirik terakhir lagu wajib waktu upacara bendera masa sd dulu,

    itulah indonesia……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *