Pengajian Expat / Muslim expat gathering

I forgot to mention this before – several weeks ago, me & Helen came to visit friends of ours, mbak Ira and her husband Ian. We knew them back when we were in UK. They held a gathering in their home, and we came there. They specifically asked us to keep in touch when we went back to Indonesia.
Who knew that they actually moved here themselves 🙂 great stuff indeed.

Anyway, we visited their house in Kemang. Turned out that it’s also a “pengajian” / gathering. In the event there most of the guests are expats with their spouse. Most of the time we were speaking English, to honor those who still new and can not speak much Indonesian yet.

After the event mbak Ira spoke to us, telling that she’s planning to do the gathering / pengajian routinely. I asked her if it’s okay to let others know about it, to which she replied an enthusiastic “yes”.
So here you go.

The gatherings will be done in their house in Kemang, which is already a place where most expats are. So it shouldn’t be too hard to visit.
If you’re interested, just let me know, then I’ll confirm you to them first (to protect their privacy before they confirm you as their guest).

Actually there are Indonesians in the gathering as well, us for example. And most of the expats spouses are Indonesian. Also there’s this senior manager of Indomilk (indonesian) that came too.
So they’re not exactly rejecting Indonesian guests.

However, do be informed that the events will be in English, and most wlll focus on expat-related topics (eg: some of us will find the topic rather elementary).
And even though their house is big, the event proved quite popular already. So I think it’s normal to prioritize in this case.

There you go, hope someone will find this info useful.

28 thoughts on “Pengajian Expat / Muslim expat gathering

  1. Selamat malam,

    Saya tertarik dengan Pengajian Expat / Muslim expat gathering… boleh dapat info lebih jauh… Wassalam

  2. Mengenai golongan islam yang mana yang paling benar dalam mengimani agama islam
    nya, mari kita belajar dari sejarah umat umat terdahulu yang diceritakan di
    dalam Al Quran.

    Surah Yunus (10)
    Ayat 36….Kebanyakan dari kalangan manusia hanya bersandarkan kepada andaian
    semata. Yang nyata, andaian tidak dapat menggantikan yang haq. Sesungguhnya
    Allah Maha Tahu apa yang mereka lakukan.

    Ayat 37….Dan Quran ini tidak bisa diciptakan selain oleh Allah, dimana ia
    mengesahkan apa apa yang sebelumnya dan menjelaskan apa apa yang telah
    ditetapkan untuk manusia. Padanya tiada keraguan dari Tuhan sakelian alam.

    Dari ceriita2 umat umat terdahulu itu, kita akan dapati bahawa golongan
    mayoritas nya cenderung kpd penyimpangan satelah setiap kali Nabi yg di turunkan
    Allah itu wafat. Penyesatan atau penyimpangan itu akan mula terjadi paling tidak
    sekitar 50 tahun kemudian satelah wafat nya para nabi2 mereka. Sejarah

    penyesesatan umat terdahulu itu seakan akan satu hal yg lumrah. Penyimpangan
    dari landasan yg telah ditetapkan oleh para Nabi2 Allah itu pasti terjadi.

    Saya percaya umat Nabi Muhammaad juga tidak terkecuali. Nah sekarang umat Nabi
    Muhammad ini sudah 1400 tahun lebih. Apakah kita yakin kita tidak saperti umat
    umat yang terdahulu itu yg cenderung kpd penyimpangan? Apa istimewa nya kita,
    umat Nabi Muhd.ini? Tidak ada keistimewaan nya dan tak ada bezanya. Saya yakin
    kita jugak sama saperti umat terdahulu itu yg cenderung kpd penyesesatan dan

    penyimpangan. Nah. Sekarang kalau kita kaji dari segi mana nya kesesatan
    golongan mayoritas umat Mohammad ini kita akan dapati bahawa penyesesatan
    golongan mayoritas adalah dalam mengimani kpd apa yg di sebut Hadis dan Sunnah
    Nabi. Baik mereka yg mengaku Ahli Sunnah Wal Jamaah, Baik mereka yg mengaku
    Ahlul Bait (Golongan Syiah). Baik mereka yg mengaku Wahabi.dan saterus nya. Rata
    rata golongan2 ini yg juga menjajdi golongan mayoritas umat islam ini tidak
    lepas dari taasubnya kpd ulama2 mereka atau imam2 mereka selain dari Hadis dan
    Sunnah Nabi itu. Karena apa? Karena Hadis dan Sunnah ini tidak ada pada waktu
    sekitar 100 tahun satelah wafat nya nabi Muhammad s.a.w. Tidak ada yg nama nya

    Bukhari-Muslim dan saterus nya. Tidak ada Iman Empat (Shafii, Maliki, Hanbali
    dan Hanafi). Unsur2 dari kitab2 ini dan pendapat ulama2 ini hanya berdasarkan
    andaian semata.

    Mahukah kita ambil iktibar dan pelajaran dari umat umat terdahulu yg di
    ceritakan kpd kita melalui Al Quran.? Saya yakin tidak ramai yg akan mengambil
    iktibar dan pelajaran dari hakikat ini sebagaimana nya tidak ramai dari umat yg
    terdahulu. Namun sabagai amanah yg diwajibkan tulisan ini hanya sebagai usaha
    utk mereka yg mahu belajar dari sumber yg kuat dan meyakinkan ia itu kitabullah
    Al Quran dan buat mereka yg mahu BERFIKIR SECARA BERANI, ADIL, IKHLAS dan RENDAH
    HATI demi utk mendapatkan keredhaan kpd Allah subhanahu wataalaa…..

    Amin…..

  3. Assalamu’alaykum wr wb

    Dear Ukhti,

    my name is Kiky,
    i was born as a Muslim and my family are also muslim too
    i’m very interesting to join this Pengajian
    please contact me at this number 0813 18009650

    Jazakillah & Wassalam,
    Kiky

  4. Assalammualaikum everyone,
    Just to share, if you are looking for english-speaking islamic studies, you can come to weekend classes of AlKauthar Institute (www.alkauthar.org). They hold 4 classes per year with various interesting topics and really good instructors.
    You must pay IDR500K for each class, but I think it’s worth it.
    Cheers,
    Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *