Wudhu : hemat & cepat




03082007(001)

Originally uploaded by hsufehmi

Beberapa waktu yang lalu saya ada meeting di Plaza Senayan, sampai masuk waktu maghrib. Saya minta izin kepada hadirin, dan kemudian pergi menuju ke musholla.

Ternyata mushollanya ramai sekali, baguslah 🙂
Tetapi, ternyata ada “kemacetan” di ruang wudhu.

Yah, lagi-lagi terjadi seperti yang saya ceritakan disini.
Nyaris semua orang berwudhu dengan sangat lambat, dan dengan membuka keran air yang sebesar-besarnya. Padahal, cara wudhu Nabi saw yang sebetulnya sangat ringkas & hemat air.

Foto pada posting ini memperlihatkan peringatan di musholla di gedung Cyber. Akhirnya, ada juga pengurus musholla yang paham soal ini.
Salut kepada para pengurusnya. Moga-moga semakin banyak yang mengetahuinya.

18 thoughts on “Wudhu : hemat & cepat

  1. Saya juga bingung kenapa masih banyak orang yang wudhu dengan membuka keran sampai poll, padahal wudhu tidak harus dengan air yang deras. Pernah ada orang yang heran dengan cara wudhu saya yang wudhu dengan membuka keran kecil saja, bahkan dia sampai bilang “airnya masih banyak kok ga usah takut habis”. Cape deh….

  2. Apalagi jika airnya kecil? Lebih lama lagi orang berwudhunya.
    SAya juga bingung ketika saya bar wudhu, dan orang sebelah saya sudah duluan berwudhu, tapi saya yang selesai duluan.

    KAdang2 ngerasa apa saya kurang cara berwudhunya? tapi ngga ah emang saya aja gak lama2 untuk berwudhu.

  3. antrian wudhu ce’ malah lebih lama lagi ms, abis kan musti buka jlbab dikit n bebenah dulu:D
    buka kran kegedean selain ga’ hemat air juga ga’ enak coz bakal sakit kena kulit

  4. Makasih mas atas postingnya.
    Saya jadi selalu ingat posting ini jika akan ambil wudhu.

  5. buka kerannya ya… jangan terlalu kecil lah.
    kerannya dibuka biar air mengalir secukupnya. toh kalo pun aliran airnya deras, tangan kita ga bisa menampung air yang keluar.

    “airnya masih banyak kok ga usah takut habis”.

    hm… ga tau ya… kalo di daerah lain pada kekurangan air (jangan bilang, kan airnya ada di sini)

  6. ‘Afwan. Ana kira, dari judul tulisan ini ada solusi. ternyata belum.
    Nah, ana ada solusi. Yaitu membuat kran air yang hemat air. tapi ana sedang butuh info dimana membuat kran air. Ana punya desainnya di kepala ana. Ana belum mau publish agar tidak keburu dicuri orang atas ilmu yang ALLAH SWt limpahkan kepada ana.

    Salam ukhuwah
    Jumadi S.A.
    0852 1903 6775

  7. Memang, kadang kita kurang bersyukur kalau lagi berlebih, tapi kalau kekurangan, kita selalu ingat Allah. Semoga dengan artikel ini ada banyak membawa kesadaran. Saya salut sama mas Harry yang masih sempat shalat ditengah acara, biasanya orang mudah lalai..

  8. ya, di sekolah tempat saya menuntut ilmu juga wudhu nya pada lama2, padahal cukup sekali saja kalau antriannya sudah panjang…

  9. benar gan.. terkadang orang berwudu banyak yang berlebih..
    padahal rasul melarang ummatnya berwudu dengan cara berlebihan..

    Semoga blog ini tetap eksis dan menjadi blog yang terbaik dalam memberikan informasi
    Salam kualitas dari saya gan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *