Para Kiai incar nomor hoky – malah dapat nomor sial

Ketika beberapa hari yang lalu saya membaca berita di detik.com, saya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil merasa sedih. Betapa tidak, para kiai, orang-orang yang semustinya mencerahkan umat Islam kita ini, ternyata percaya kepada numerologi. Mereka berdoa agar PKB mendapatkan nomor urut 9, karena sesuai dengan jumlah bintang di logo PKB.  

Gak penting banget 🙂 
Lagipula level kiai, kok masih mengurus yang seperti beginian. Kalau orang-orang awam mungkin iya, masih banyak sekali yang “berburu angka” supaya bisa menang togel dan judi-judi lainnya. Tapi kiai ?

Anyway, beberapa  hari yang lalu saya membaca koran dan tercengang membacanya. PKB mendapat nomor urut 13 ! Angka sial …

Saya ketawa terpingkal-pingkal membaca beritanya 😀

Pacar saya sampai bengong, kenapa ini orang ketawa sampai tergelak-gelak sendiri? Setelah mengetahui berita tersebut, dia juga ikut ketularan tawanya saya. Oh, ironi …. (oh, perut saya… mulessss)

Takdir memang kadang suka bercanda menggoda kita semua, dengan cara-cara yang sangat lucu dan menggelitik. Mudah-mudahan PKB sukses, bisa membawa Indonesia ke gerbang keadilan & kemakmuran, dan membuktikan bahwa angka 13 itu bukan berarti sial. 

Maju terus PKB ! 😀

43 thoughts on “Para Kiai incar nomor hoky – malah dapat nomor sial

  1. partai harus 1000 , biar pada dapat nomor hoki yang beneran hoki

    168, 888, 198, 169, 69, apa lagi, sebab 13 = kera bro 😉

  2. Semoga bukan PKB aja yang sukses, tapi semua partai Islam atau yang berbasis massa umat Islam juga sukses. Tapi sebelum ke sana, kayaknya PKB harus benahin problem internalnya dulu deh.

  3. yang lucu juga waktu pengambilan angkanya…
    baik kubu gus dur ato muhaimin sama2 gak mau ngalah…
    dua2nya maju bareng ambil nomor…:D

  4. partai yg lain seperti Hanura juga gitu…. pimpinannya Wiranto bersykur dapat no 1 (halah)

    dia pikir kalo dapet no 1, otomatis langsung menang apah ?

  5. ‘Kyai dunia’ menceburkan diri dalam dunia politik sudah banyak. Yang susah dicari itu kyai dunia akhirat yang setiap perbuatan, setiap panca indera nya hanya untuk beribadah. 🙂

  6. Kyai kok ngurusin politik…just watch and give advice dont get to deep..

  7. Tau, aneh2 aja sih para kiai … soal ‘takdir’, PKS katanya dapat nomor 8 ya?
    Pk = 24
    PKS pemilu lalu = 16
    PKS sekarang = 8
    apakah itu berarti PKS selanjutnya = 0? alias nggak ikutan? hehe…

  8. @benny: nggak ada salahnya kyai ngurusin politik, justru politik jadi kotor dan busuk karena para politisinya yang tidak bermoral. Kalo bisa merubah, kenapa mencukupkan diri hanya dengan ngasih advice yang belum tetntu didengar. Yang jadi masalah adalah kalo kyai yang terjun ke politik jadi ikut-ikutan busuk, makanya pilih partai yang isinya kyai dunia akhirat seperti kata Mas Jafar.

  9. Golkar juga begitu dapat angka 23, langsung deh dihubung-hubungkan dengan 2+3 = 5, Sila Pancasila dan Rukun Islam. Duh padahal sejarah-nya partai ini sangat jauh dalam praktik pancasila apalagi rukun islam-nya.

    PKB? bukannya dari awal berdirinya dah ngawur nih, karena mungkin ada faktor gus dur-nya serta “buttlicker” lainnya (maaf yah).

    Ngawur banget jadinya, hanya mempertolol dirinya tanpa perlu orang lain mengatakan “tolol banget lo” 🙂

    Nah, rekan2, apa mau jadi “orang tolol” juga? Makanya pilih sesuai logika dan hati nurani 🙂

  10. wah saya ngabayangin..pak harry ketawanya mirip waktu ngikik ngetawain roy suryo juga bukan yah…

    hmmmmmhehehe..

    ampe merah mukanya 😛

  11. @arizane – waduhhhhh…. sampeyan jangan bocorin rahasia saya dongg 😀
    .
    Hahaha… nanti kalau ada RS vs Blogger ronde 2, kita duduk sebelahan lagi ya ? 😉

  12. orang indo suka mengait-ngaitkan dengan angka keramat. termasuk dulu pun butir2x pancasila diusahakan dari jumlahnya 36 menjadi 45

    tapi memang jadi enak kan kampanye nya kalau PKB no 9. tinggal bilang aja tuh bintangnya ada 9, partainya no 9, jangan lupa coblos no 9 yah 😀

  13. @pak sufehmi
    dng senang hati pak saya langsung incer bangku disamping bapak heheh!!..

    wah lom update nih blognya lagi sibuk yah pak!

  14. wajar.. angka2 keramat masih dipercayai oleh org awwam. pasalnya yg mengikutin pemilu kan kebanyakan org awwam, jadi ya para “kyai” PKB mengincar angka keramat tadi.

  15. Bagi sebagian orang, bukan angka 13 lho yg dipercayai membawa sial, orang jawa bilang angka 12 soalnya ada perkataan “celaka 12” wekekeke

  16. Ini memang guyonan politik yang sangat menghibur karena bisa bikin ketawa tapi miris di dalam hati. Kalau sudah omong kepentingan, saudara sendiri juga bisa begitu. Sumpek..

  17. Setiap orang boleh memberikan apa saja menurut keyakinannnya, dan itu sah saja….
    Be wise man

  18. jangan keras-keras ketawanye,
    ntar didengar para kyai…bisa berabe..
    anak buah-nya ‘kan bisa disulap jadi kebal bacok,
    sakti mandraguna ora tedas tapak palune’ pandhe’…

  19. ya lucu juga yah
    walau emang harus diakui pkb lagi di ambang kehancuran
    semoga aja tidak ada pertikaian besar pas pemilu nanti
    Amin

  20. begitu saja kok repoooooooot! ga udah mikir yang neko-neko, jlimet, wong BBM naik saja cuma bisa komentar……..

  21. Smoga saja tdk ada yg tersinggung dg humor yg satu ni…
    Harusnya gak usah disebutkan partainya…hee
    Maaf jg..

  22. masa hari gini kyai masih percaya pada angka itukan sama aja takhayul,bukankah semua angka sama dan suatu hal terjadi merupakan kehendak Allah.

  23. Apapun partainya yg penting wakilnya bisa diserahi amanah untuk persatuan dan kedamaian indonesia..:)

  24. Hey – My husband and I extremely admire the hard effort you’ve spent on this content. In fact, my wife and I have also been creating a website about exotic fruit and their health benefits. Your site’s design has been a great guide for our new site. Keep up the good work! Looking forward to reading more info from you! I just added your website to my own favorites list. 🙂

  25. ini memang fenomena yang sangat menyedihkan, para kyai yang seharusnya jadi panutan umat malah mempertontonkan hal yang tidak islami. Dimana tanggung jawab mereka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *