Games: Teknologi tanpa guna ?

Demikian istilah yang disebutkan oleh kawan saya di milis internal ISNET. Ybs mengaku malu-malu suka main game, walaupun (menurutnya) games itu adalah “teknologi tanpa guna”.

Menarik sekali, karena selama 18 tahun bersentuhan dengan berbagai games di komputer, kadang yang saya saksikan tidak selalu demikian.

Terlampir adalah kutipan dari balasan email saya kepada ybs. Selamat menikmati.

> adapula teknologi tanpa guna (games ๐Ÿ˜€ ).

Eh jangan salah, games juga bisa bermanfaat ๐Ÿ™‚

Contoh; flight simulators – tadinya berupa perangkat keras khusus yang harganya sangat mahal. Sekarang? Sudah ada yang gratis, seperti http://flightgear.org, dan kualitasnya juga sangat bagus.

FPS (first-person shooter) games juga dimanfaatkan oleh tentara di berbagai negara untuk melatih pasukan mereka. America’s Army dibagikan gratis untuk proses rekruitmen. Dst.

Dulu ada games yang dibuat berkolaborasi dengan Harvard, untuk melatih / simulasi bisnis.

Saya sendiri jadi bisa berbahasa Inggris sejak SMP gara-gara banyak bermain games adventure ๐Ÿ™‚ king’s quest, larry, dst. Karena pada game-game tersebut, kita musti memberikan berbagai instruksi kepada tokoh di game tersebut dengan kalimat-kalimat dalam b.Inggris (bukan cuma sekedar klik-klik-klik). Kamus Indonesia – Inggris jadinya selalu teronggok di sebelah komputer saya.

Dan, banyak terobosan di bidang IT dimulai oleh berbagai games, karena nyaris semua komponen komputer di eksploitasi oleh games. Jarang ada aplikasi komputer lainnya yang betul-betul memanfaatkan seluruh komponen komputer secara maksimal. Pada games, ada penerapan matematika tingkat tinggi (fast fourier transforms, penerapan dunia virtual 3D pada komputer dengan spec minim sekalipun, floating point computation secara optimal, dst), optimisasi jaringan secara efisien (old-school gamers mungkin masih ingat terobosan2 seperti Quakeworld dst), dst.
Karena itu, para pakar game engines, seperti John Carmack, banyak menjadi perhatian para praktisi IT.

Yang berikut ini mungkin akan menarik untuk kawan-kawan dari institiusi pendidikan / riset : superkomputer murah berkat teknologi (yang awalnya digunakan untuk) game.
Akselerator 3D, yang tadinya harganya bisa mencapai puluhan ribu dolar di workstation mahal seperti SGI, kemudian muncul consumer-version nya di PC dimulai dari 3Dfx Voodoo series, sehingga harganya drop menjadi beberapa ratus dolar. Kini akselerator 3D tersebut jadi bisa dimanfaatkan bahkan untuk membuat superkomputer sekalipun. Supercomputer FASTRA dengan 8 GPU cores di Univ Antwerp punya performa yang setara dengan 350 cores. Harganya juga hanya 4000 Euro, padahal sebelumnya mereka membeli superkomputer CalcUA seharga 3,5 juta Euro yang performanya kalah dari FASTRA ini.
Detail lebih lanjut bisa dibaca di http://fastra.ua.ac.be/en/index.html dan http://www.dvhardware.net/article27538.html

Univ Stanford juga sudah memanfaatkannya untuk riset mengenai protein. Detailnya bisa dibaca disini.

Games juga cenderung menjadi pionir pada topik HCI (Human-Computer Interface/Interaction).
Virtual 3D glasses (Eye3D, dll), eye trackers, dst. Yang terbaru sekarang adalah Nintendo Wii, kita bisa mengakses tokoh di game dengan menggerakkan anggota tubuh kita. Saya sampai ketawa terpingkal-pingkal melihat anak-anak saya main bowling dan tenis melawan kakeknya. Seru sekali. Yang menang kadang malah ayah saya, ha ha. Tapi lebih lucu lagi melihat respons anak-anak itu, mereka melihat ke kakeknya dengan bangga & kagum. Hebat lho kakek mereka jago main game. Ayah saya GR berat jadinya ๐Ÿ™‚
Nintendo Wii Fit membuat kita jadi berolah raga sambil bermain game. Ada lagi controller Nintendo Wii yang seperti pedang, kita ayun-ayunkan untuk menebas monster-monster di game ybs. Dst.

Tambahan : (tidak ada di email aslinya)

Games, ketika didesain dan dimanfaatkan dengan tepat, bisa membawa banyak manfaat. Bahkan untuk tujuan pendidikan pun juga bisa.

Selamat bermain games dengan bijak ๐Ÿ™‚

Salam,
Harry

29 thoughts on “Games: Teknologi tanpa guna ?

  1. Aku nggak terlalu suka games. Dan menyesal karenanya ๐Ÿ˜€

    Eh, tapi di sisi lain, jadi inget Chip’s Challenge, dari MS. Selain pernah aku jadiin contoh untuk konsep ‘object’ di kelas, juga pernah aku jadiin contoh proyek untuk decrypt. Hihi :). Berguna 2x.

  2. Kok masih ada ya orang yang menganggap game gak guna ๐Ÿ˜€ . Dari sudut pandang computer science (Algortihm, programming, etc) Game merupakan alat pembelajaran yang baik untuk hal-hal tersebut, karena game adalah salah satu bentuk software yang membutuhkan hal-hal tersebut dan tidak jarang memacu pertumbuhan dalam hal computer science (sama dengan yang dilakukan terhadap teknologi HW sendiri), dan Game is fun, jadi memberi pembelajaran dengan game saya kira labih mamacu daripada disuruh hanya baca text book dan praktikum-praktikum dasar. Di beberapa universitas hal ini juga sudah dipraktekan, biasanya sebagai bahan project per semester, atau untuk game kecil-kecilan biasanya untuk praktikum.

  3. Kalau mengganggap IB (Intelegensi Buatan/AI), interaktivitas, tampilan antar muka, fuzzy logic, algoritma dkk adalah teknologi tanpa guna ya memang Games itu tidak ada gunanya kok.

    Tapi, beda orang beda dunia kan ๐Ÿ˜‰

  4. Kalau bagi aku. khususnya game fifa manajer punya fungsi refreshing, dan emang untuk itu gunanya. Tapi bagi yang workoholic, ya ga ada..

  5. Heh, jadi inget … udah lama juga nih gak main games ๐Ÿ™ lagi-lagi alasan klasik, belum ada games yang membawa trend baru (mm, mungkin Wii itu ya?)

  6. berguna atau tidak sih kayaknya tergantung orang yang main juga.

    yang pasti sih, setidaknya, berguna untuk menghabiskan waktu ๐Ÿ™‚

  7. From time to time I look here by and read the always interesting and well written contributions. Here I would like to leave gladly a greeting from Thuringia in Germany!

  8. Wah . . . Klo Ngomongin GAME mah . . . gak bakal KLOP tuh sudut pandangnya aja dah beda.tapi kembali ke tiap orannya juga . . kepentingannya apa di GAME?
    saya gak Sddict ma Game, tapi . . . Nyesel juga seh kalo liat yang lain pada ngeGame Serius, saya cuma nonton aja.
    Tapiii . . . . i. . .
    Anak-anak didik saya yang kelas 6SD di tg. Priok . . saya buat modul belajar mereka dengan GAME, karena terbukti lebih MENYENANGKAN dan Lebih Mudah di Serap tekniknya oleh anak2 seumuran Mereka.
    Intinya . . . Positif Thingking ,PAStinya.
    Nice Info. . . keep Post karena saya baca terus Insya allah.
    terimakasih juga di izinkan mampir.
    Salam Kenal

  9. belakangan ada penelitian yg blg kl dokter (bedah) pengguna games lbh mampu menyelesaikan pembedahannya dgn lbh baik dibanding yg tdk terbiasa main games ๐Ÿ™‚

  10. I was very pleased to find this site. I wanted to thank you for this great read!! I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you post.

  11. Ada lagi controller Nintendo Wii yang seperti pedang, kita ayun-ayunkan untuk menebas monster-monster di game ybs. Dst.

  12. Thanks, I have just been looking for info about this subject for a while and yours is the greatest I have discovered till now. But, what about the bottom line? Are you certain in regards to the supply?

  13. Thanks, I have just been looking for info about this subject for a while and yours is the greatest I have discovered till now. But, what about the bottom line? Are you certain in regards to the supply?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *