Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. ::

Suatu hari saya mendengarkan radio, dan ternyata sedang ada ceramah ustadz Yazid. Judul ceramahnya adalah : "Sikap Ahlussunnah Terhadap Ahlul Bidah".

Tapi, #separuh isi ceramahnya adalah ajakan & himbauan dari beliau; agar kita menyayangi sesama muslim, tidak cepat memvonis saudara kita sendiri, lemah lembut dalam menasehati, dst.

Tersenyum lebar saya mendengarnya 🙂


Suatu hari saya sedang hadir di majelis pengajian ustadz Yazid. Di sesi tanya jawab, ada yang bertanya ; bagaimana sikap kita terhadap muslim yang kurang shalih.

Cepat sekali ustadz Yazid langsung menyergah, "ini biasanya nanti jadi mengkafirkan saudaranya sendiri. Tidak boleh!! " dan lalu beliau panjang lebar menasehati agar kita bersabar dan tetap lemah lembut dengan sesama muslim, dst, dst.

Dan lagi-lagi kembali saya nyengir lebar sekali 🙂


Ketika bertemu dengan seorang kawan yang sedang kuliah di Jamiyyat di Madinah, mendapat beasiswa dari pemerintah Saudi, kami perkenalkan juga dia dengan ustadz Yazid, yang ketika itu sedang makan malam di hotel tempat kami menginap.

Ybs disambut ramah oleh beliau, ditanyakan keadaannya, dan ditutup dengan nasihat, "konsentrasi belajar ya! Jangan kerja sambilan jadi tour guide, fokus ke kuliahnya ya!"

Serempak pada tertawa orang-orang di sekitar beliau. Kami semua sudah tahu bahwa lazim bagi mahasiswa di Saudi untuk bekerja sambilan, membimbing jama'ah haji & umroh.
Karena memang beasiswa mereka hanya sekitar 500 riyal/bulan, sedangkan biaya hidup disana cukup tinggi.

Namun ustadz Yazid tetap tidak mau membenarkan. Kebiasaannya adalah berpegang teguh pada komitmen.
Jika sudah menerima beasiswa, apalagi di paspor nya ada tulisan "not allowed to work", maka ya tiada kompromi 🙂

Untunglah ybs memang tidak melakukan itu 🙂 sambil tersipu-sipu malu, dia mengiyakan, dan lalu berpamitan.

Mudah-mudahan ada satu pelajaran besar yang dia dapatkan di suatu malam di kota Nabi itu 🙂


Suatu hari kami mengunjungi rumah ustadz Yazid, dengan tujuan bersilaturahmi. Cukup jauh dari lokasi kami, yaitu di Bogor.

Setiba di rumah beliau, saya tersenyum melihat bagaimana sederhana rumahnya. Untuk ulama sebesar beliau, mungkin orang akan mengira jauh lebih dari itu.

Makin takjub ketika masuk ke dalamnya. Bisa dikira perpustakaan 🙂 dimana-mana rak buku besar-besar, dan penuh dengan buku yang tebal-tebal.

Kami disambut ramah & hangat oleh beliau, dan menikmati kunjungan tersebut.


Di sebuah ceramahnya di Madinah, beliau bercerita tentang usahanya berdakwah dimana saja.

Pernah suatu hari, selepas sholat di Masjid Haram, beliau melihat seorang askar / polisi.
Lalu beliau sapa sang polisi… diberi salam, ditanya kabarnya… dan lalu ditanya, apakah sudah sholat? Polisi tersebut menjawab, belum.

Ustadz Yazid lalu mengajak sang polisi, ayo mari sholat dulu, waktu sholat sudah masuk.

Berlari si polisi ke Masjid Haram, untuk menunaikan kewajibannya.

Tersenyum terharu saya, mendengar bagaimana pedulinya beliau kepada orang lain.


Saya sudah kenal & hadir di majelis beliau sejak awal 90-an. Selain pengajian tradisional & tarbiyyah, pengajian salafy yang dibawakan beliau juga saya hadiri. Menarik bagi saya karena unsur rasionalitas & logika nya yang kental (klaim ilmiah, dst)

Sejak awal itu nampak jelas bahwa perhatian beliau adalah umat Islam & dakwah. Walaupun sudah mulai terkenal, beliau tetap hidup sangat sederhana. Dunia tidak menyilaukan beliau.

Berbagai ustadz lainnya, baik dari kelompok Salafy, tarbiyyah, tradisional, dst – banyak yang sudah bergelimang harta. Ada yang selalu gonta-ganti mobil, atau bahkan rumah.
Ustadz Yazid malah suatu hari memanggil para ustadz Salafy, dan lalu menghimbau mereka untuk berdakwah di daerahnya masing-masing. Sehingga umat di daerah pun jadi bisa mendapatkan dakwah. Jangan semua berkumpul di Jakarta.

Bagi para ustadz, Jakarta itu seperti gudang uang. Sekali ceramah, bisa dapat amplop berisi uang 1 atau 2 juta. Atau lebih.
Apalagi ramah-tamah setelahnya, kadang bisa dapat mobil baru 🙂

Tapi bukan ini yang dicarinya. Beliau lihat sudah ada banyak ustadz di Jakarta, dan kekurangan di daerah. Terenyuh hatinya melihat nasib umat di daerah.
Maka beliau mengeluarkan himbauan itu #dan juga melaksanakannya sendiri.

Alhamdulillah, cukup banyak ustadz yang mengikuti himbauan beliau tersebut.


Seperti para ustadz lainnya, beliau juga manusia. Dan manusia adalah tempatnya salah & khilaf.

Namun, berbeda dengan berbagai ustadz lainnya, komitmen beliau kepada umat sudah terbukti selama puluhan tahun. Dakwahnya ikhlas, lillaahi ta'ala. Bukan untuk mencari dunia.

Rasa sayangnya kepada umat juga sudah terbukti. Pikiran beliau adalah tentang dakwah & umat, dan dirinya sendiri sudah cukup dengan hidup sederhana.

Semoga makin banyak ustadz yang peduli seperti ini.


Lampiran : beberapa rekaman ceramah beliau selama di tanah suci.

https://www.dropbox.com/s/nahzad0i7oapp8z/Tazkiyatun_Nafs_bagian_1_-_ust._Yazid_bin_Abdul_Qadir_Jawas_at_Mecca.ogg

https://www.dropbox.com/s/5k5ys7axftgjyr8/Tazkiyatun%20Nafs%20bagian%202%20-%20ust%20Yazid%20bin%20Abdul%20Qadir%20Jawas.aac

https://www.dropbox.com/s/qwb3e9ytauxlzho/Tazkiyatun%20Nafs%20bagian%203%20-%20ust%20Yazid%20bin%20Abdul%20Qadir%20Jawas%20.ogg

https://www.dropbox.com/s/y3rgbbfosda8b7a/Ceramah%20di%20Mekkah%20-%20ust%20Yazid%20bin%20Abdul%20Qadir%20Jawas%20-%20bagian%201%20-%20dalam%20perjalanan%20ke%20Madinah.ogg

https://www.dropbox.com/s/294doy8c9ojof93/Ceramah%20di%20Madinah%20-%20ust%20Yazid%20bin%20Abdul%20Qadir%20Jawas%20-%20dalam%20perjalanan%20ke%20Airport%20Madinah%20.ogg



Post imported by Google+Blog for WordPress.

76 thoughts on “Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. ::

  1. Assalaamu'alaykum.
    Maaf sebelumnya. Ana dapat link fhoto dan tulisan antum ttg ust yazid dr facebook. Kemudian ana share. Ketika suami ana melihat, beliau sgt marah dan memerintahkan utk menghapusnya. Saat ana tanya mengapa? Kata suami, ust yazid tidak akan pernah suka dan mau apabila fhoto beliau terpampang dimana2. karena beliau pernah mengatakan itu dlu. Lagipula…itu bs berdampak yg tdk baik utk.keselamatan beliau..
    Wallaahu a'lam. Intinya…sudahkah antum ijin kepada beliau, sudahkah beliau tahu kalau fotonya ada di medsos?

    Wallaahu a'lam

  2. Semoga Allah menjaga Beliau Hafidhohullah Ta'ala….

    Sy suka dakwah beliau akhlak dll….sy tdk menilai beliau melebihi penilaian Allah…

    hanya saja beliau berbeda dg Ustadz lainnya…

  3. Ana sangat simpatik kpd beliau,belau ramah dalam bermuamalah fengan masyarakat,baik yg beluau knal atau tidak,ana tau sewaktu belau hadir dipernikahan bibi ana

  4. saya rasa dalam hal ini ustad Yazid tidak keberatan fotonya digunakan untuk kepentingan syiar, 
    menurut hemat saya sudah waktunya para ustad2 seperti beliau ini menggunakan media sosial untuk berdakwah seperti yang dilakukan para ustad lainnya,
    tentunya dengan dukungan tim media sosial yang solid, dan menjaga agar materi yang diberikan sebatas untuk kepentingan syiar saja.
    +RITA OKTAVIA 

    wallahualambishowab

  5. Koreksi:

    "Kami semua sudah tahu bahwa lazim bagi mahasiswa di Saudi untuk bekerja sambilan, membimbing jama'ah haji & umroh". = Sebenarnya itu tidak lazim, bahkan kebanyakan tidak melakukan hal itu.

    "Karena memang beasiswa mereka hanya sekitar 500 riyal/bulan, sedangkan biaya hidup disana cukup tinggi". = Sebenarnya beasiswanya 840 real utk yg s1, dan 890 untuk yg s2 dan s3.
    biaya hidup di saudi UNTUK MAHASISWA tidak tinggi, karena banyak subsidi, makan 3 kali di kantin kampus sekarang hanya 5 real, dan menunya sudah sangat mencukupi… Utk transportasi ke kampus dan ke masjid nabawi gratis tiap hari.

  6. Kawan saya tsb tidak bisa tinggal di asrama, karena dia sudah menikah. Dia terpaksa menyewa apartemen di pinggir kota Madinah.

    Istrinya yang bercerita mengenai biaya hidup yang tinggi, saya asumsikan benar karena dia yang manage keuangan mereka + mereka tidak dapat berbagai subsidi yang Anda sebutkan diatas.

    Mengenai besar beasiswa, itu angka yang saya dapatkan dari ybs, wallahua'lam.

  7. +susan devy, Kalo berdakwah dg medsos..tidak diragukan lagi..beliau sudah dr dulu…
    Hanya masalah foto..ahsan ditanyakan dlu…jangan pake "menurut saya". kan mestinya gimana menurut beliau…

  8. dakwah salaf dimusuhi dan dianggap mengancam beberapa fihak karena dianggap menutup mata pencaharian pihak2 tertentu. namun sunatullah bahwa kebenaran tetaplah kebenaran suka maupun tidak

  9. Jadi ustadz itu ya memang harus kaya Ustadz Yazid ini. Ikhlas dalam memberikan dakwah kepada sesama. Karena sekarang ini sudah banyak ustadz yang mematok tarif setiap diundang untuk ceramah. Manusiawi memang, tapi tidak sebagai ustadz. Karena ustadz adalah jalan bagi umat manusia untuk didengarkan dan diikuti perkataan nya. Sukses selalu buat Ustas Yazid. Aamiin..

    Grosir Pakaian Bandung

  10. Semoga akan ada banyak generasi muda kaum muslimin di negeri ini yang seperti Beliau dan buat yang lain semoga tetap istiqomah. Terimakasih.

  11. Betul Pak Harry Sufehmi

    Saya jadi ingat 8-9 tahun yang lalu, saya dan kawan-kawan SMA ketika itu ikut pengajian beliau di Bogor, padahal kami dari bekasi, waktu itu kami sempat bersalaman dengan beliau, Alhamdulillah

    Semoga Orang-orang baik dan Ulama di Negeri ini selalu diberikan limpahan Rahmat oleh Alloh SWT dan begitu pula kita semoga bisa menjadi orang-orang baik yang membaikkan, Amin

  12. Elf Bandung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi yang fokus menyediakan unit kendaraan yang berkapasitas 10 seat sampai dengan 19 seat. Kami hadir untuk memudahkan anda dalam memenuhi segala jenis kegiatan transportasi anda, kami akan merespon dengan cepat permintaan anda dan kami mempunyai komitment untuk memberikan service terbaik. Armada yg kami miliki terjamin kebersihan dan keamanan nya, sehingga pelanggan pun dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.

  13. keren abisss postingannya. pengen liat yang lain2 lagi di sini. numpang liat2 yah mas. salam hangat dan keluarga

  14. ” Namun, berbeda dengan berbagai ustadz lainnya, komitmen beliau kepada umat sudah terbukti selama puluhan tahun. Dakwahnya ikhlas, lillaahi ta’ala. Bukan untuk mencari dunia.”
    saya sedikit terganggu dengan teks ini, apakah para ustad
    salaf lainnya kurang komitmen kepada dakwah?
    kagum dengan salah satu figur ustad tidak mengapa,
    tapi jangan membanding2 kan dengan ustad salafi lainnya..
    karena masya alloh, para ustad salaf lainnya, berjuang ikhlas
    tanpa kita mengetahuinya..

  15. Mohon maaf,kalau saya hendak bertemu ustadz yazid untuk bertanya mengenai fiqih apakah beliau berkenan jika didatangi ke rumahnya?kalau boleh bisa PM alamat/contact beliau ke email saya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *