Korslet Logika

:: Joko Prasetyo, simpatisan Hizbut Tahrir, dengan gagah melawan kedzaliman penguasa, dengan cara memaki-maki pegawai Indomaret πŸ™‚ mendadak menjadi terkenal di sosmed karena sepak terjangnya ini. Dia menyatakan bahwa kebijakan bayar kantong keresek Rp 200 sebagai kedzaliman penguasa – tapi, logika & argumentasinya ngawur total. Mari kita paparkan :


# Memarahi pelaksana, bukan pembuat kebijakan : bisa apa staf Indomaret yang digaji sekitaran UMR itu ? πŸ™‚ ini kebijakan dari Pemerintah NKRI. Mereka cuma pelaksana.

Mau dimaki-maki sampai ujung dunia pun, tidak akan bisa ada perubahan.

Di rezim pemerintah saat ini, kita bisa melapor kemana-mana. Gubernur bisa dikontak via SMS / handphone, Presiden menyediakan website lapor.go.id untuk menyampaikan keluhan kita, dst.

Marah-marahnya kesitu. Bukan ke staf Indomaret πŸ™‚


# Logika Joko Sembung : alias tidak nyambung, dia menyalahkan pemerintah yang tidak menindak pembakar hutan.

Lha, itu adalah kasus yang berbeda total πŸ™‚ tidak nyambung sama sekali.


# Salah tuduh / fitnah : Joko Prasetyo menuduh bahwa "lima anak perusahaan Sinar Mas yang membakar hutan dibiarkan"

Ini adalah fitnah.

Pemerintah terus menyeret perusahaan-perusahaan pembakar hutan ini ke pengadilan. Khusus anak perusahaan Sinar Mas, ada yang dituntut sampai Rp 7 triliun. http://nasional.harianterbit.com/nasional/2015/10/12/44119/43/25/Kejahatan-Pembakaran-Hutan-Jokowi-Tuntut-Sinar-Mas-Rp-7-Triliun


# Menuhankan Pemerintah : ya, Joko Prasetyo ini seperti menganggap pemerintah adalah Tuhan πŸ™‚

Dia marah-marah karena hanya kantong keresek yang dikenai kebijakan baru ini. Mengapa botol Coca Cola tidak ? Plastik kemasan Sunlight ? Dst.

Nampaknya dia kira, Pemerintah adalah Tuhan.
Yang cukup bilang "Kun fayakun" – simsalabim, maka semuanya jadi beres.

Tentu saja ini mustahil, karena Pemerintah bukan Tuhan. Bahkan bukan Superman. Hanya sekumpulan manusia biasa.

Dan kemampuan manusia itu serba terbatas. Sehingga, semuanya perlu waktu + usaha = proses.

Hari ini kantong keresek.
Besok botol Coca Cola.
Lusa plastik kemasan produk.
Dst.
Dst.

Bukan Kun fayakun.

——
Orang-orang seperti Joko Prasetyo ini marah karena kurang wawasan saja.
Kurang paham detail seputar masalah plastik ini, seperti yang dipaparkan misalnya disini : https://goo.gl/2Ya6Q4 / https://goo.gl/obAObR

Dikutip :

# Indonesia adalah penyumbang no: 2 terbesar sampah plastik ke laut.
# Setiap tahun orang Indonesia menggunakan 100.000.000.000+ kantong plastik.
# Survey Kementrian Lingkungan Hidup : 87,2% setuju kantong plastik berbayar.
# Sudah terbukti sukses menurunkan penggunaan kantong plastik : Washington DC : turun 78%, Wales : turun 71%.


Pemerintah bukan entitas Maha Benar. Namun, kita juga bukan makhluk yang paling cerdas. Ketika ada kebijakan pemerintah yang terasa aneh, ya kita cari tahu dulu. Agar paham. Baru kemudian dikritisi.

Jangan asal ngamuk emosional seperti Joko Prasetyo ini πŸ™‚ ke staf Indomaret pula, haduh. Kasihan apa salah mereka πŸ™‚
Mari, jangan kita tiru.
ο»Ώ

Post imported by Google+Blog for WordPress.

16 thoughts on “Korslet Logika

  1. Ada tanggapan menarik dari DR Syahganda Nainggolan:
    Joko prasetyo itu sudah benar. Ada istilah agiprop. Agitasi dilakukan di indomaret, propaganda di socmed. Soal di barat beli ke supermarket orang2 bawa kantong sendiri, ya ok. Tapi di barat kewajiban kepada konsumen dilakukan setelah kebijakan green policy dilakukan pd industri dan bisnis. Kalau disinikan yg korban yg gak punya power. Konsumen vs produsen, yg korban konsumen. Kalijodo vs Alexis, yg dihantam Kalijodo. Dll.

  2. apakah harus dibawa-bawa pak "simpatisan hizbut tahrir" dirasa tidak ada sangkut pautnya dia melakukan itu dengan kenyataan bahwa dia seorng
    simpatisan.

  3. Kalau disinikan yg korban yg gak punya power. Konsumen vs produsen, yg korban konsumen. Kalijodo vs Alexis, yg dihantam Kalijodo. Dll.

  4. Desert Farms Camel Milk UK- Camel Milk! Camel Milk UK Natures most wholesome dairy beverage. Prized for centuries by nomads and bedouins. Buy Camel Milk Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *