Ghibah revisited

Ghibah / gosip / menggunjingkan orang lain, sudah menjadi dosa yang biasa kita lakukan secara kolektif. Tanpa rasa bersalah, kita tertawa-tawa ketika tahu bahwa si anu dibukakan rahasianya oleh temannya sendiri.

Padahal ghibah termasuk ke dalam dosa besar, bukan kecil !
Nabi saw menyamakan pelaku ghibah dengan kanibal yang memakan daging saudaranya sendiri.

Dan kalau kita pikir dosa riba itu sudah sangat besar, karena yang paling ringan adalah seperti berzina dengan ibu sendiri – ternyata, dosa riba yang paling berat itu seperti melakukan ghibah :

Nabi saw bersabda :
Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya”.
(As-Silsilah As-Shahihah, 1871)

(rujukan online: situs as-sunnah, terimakasih juga kepada Hendri Syahrial yang sudah memverifikasinya secara offline)

Pembicaraan itu memang jadi sangat menarik kalau menggosipkan seseorang, tapi bahaya euy. Bisa merusak jiwa & raga.
Tapi kalau tidak bergosip, bisa terkucil di pergaulan. Solusinya ? Banyak sabar deh kayaknya 🙂 ok, selamat berjuang.

5 thoughts on “Ghibah revisited

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *