Bahaya Syiah

To: forum-jumat@yahoogroups.com
From: Harry Sufehmi
Subject: Bahaya Syiah – was Re: [forum-jumat] Bidadari itu Perempuan yang Shaleh (Memperingati Hari IBU)

At 07:53 AM 12/28/2005 +0000, Dede wrote:
>Sekedar bahan renungan bagaimana menghormati Ibu dan Istri kita.
>
>Wass,
>dede

Terimakasih kang Dede atas kirimannya.

Mohon maaf, saya terpaksa mengkritisi beberapa poin di artikel tersebut ya.

InsyaAllah kebanyakan kita sudah tahu bahwa kang Jalal adalah salah satu syaikhnya rekan2 kita umat Syiah. Nah, salah satu usaha mereka, agar diterima oleh mainstream Islam di Indonesia, adalah dengan mengusahakan kepercayaan mereka dianggap sebagai MAZHAB ke lima di dalam Islam.
Biasanya mereka menyebutnya sebagai mazhab Ja’fari, dinisbatkan kepada Imam Ja’far, yang bernama lengkap Imam Ja`far bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Al Husain bin Ali bin Abu Thalib.

Hal ini karena para ulama besar Islam sejak dahulu sudah dengan sangat tegas mengatakan bahwa Syiah adalah agama non-Islam,.
Nah, tujuannya ada dua – selain agar diakui oleh Islam mainstream (Sunni), yang lebih berat lagi, yaitu untuk menghancurkan sendi-sendi Islam.

Karena, nantinya mereka akan bilang begini, “Guru Imam 4 mazhab itu ternyata Imam Syiah lho”.
(Imam Ja’far memang dianggap sebagai guru dari para Imam 4 mazhab)

Seorang Syiah dalam diskusinya mengatakan ini kepada saya. Tiba-tiba hidup ini terasa luar biasa berat bagi saya.
Apakah berarti selama ini saya telah mengikuti agama yang palsu?
Apakah sebetulnya Syiah itu adalah Islam yang sebenarnya, yang kemudian dimanipulasi oleh Imam 4 Mazhab (sehingga menjadi Islam yang sekarang ini) ?!

Cerita yang panjang disingkatkan – akhirnya saya menemukan berbagai bukti bahwa ternyata semuanya itu hanya (maaf kalau kasar, tapi ya inilah kenyataannya) tipuan dari para syaikh Syiah yang terdahulu. Tapi para syaikh Syiah yang sekarang juga tetap salah karena turut menyebarkan fitnah ini.

Salah satu diskusi kritis terhadap artikel ini misalnya ada disini.

Hadits “kebanyakan penghuni neraka itu adalah wanita” adalah hadits shahih dari Bukhari.

Secara logika saja, coba kita lihat ayat yang dikutip kang Jalal:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya” (QS 56:36-37)
Bagaimana caranya sampai tiba-tiba kesimpulannya para bidadari itu adalah para wanita shalihah ? Tidak ada penjelasan alur logikanya, sampai tiba di kesimpulan tsb, dan tidak ada petunjuk di ayat tersebut bahwa memang demikian halnya. Cuma “kata” Imam Ja’far, dimana itupun perlu diragukan apakah beliau memang pernah bicara seperti itu; contoh: walaupun umat Syiah mengaku Ja’far sebagai salah satu dari 12 Imam mereka, tapi beliau sendiri tidak pernah menyatakan demikian.

Jadi sebelum kita percaya bahwa hadits shahih tersebut tidak benar, yang pertama perlu kita periksa sebetulnya adalah: apakah benar Imam Ja’far, actually, memang pernah mengatakan seperti itu?
Jangan-jangan itu cuma khayalan para syaikh Syiah zaman dahulu, seperti dibahas misalnya disini.

Nah, karena demikian banyaknya fitnah-fitnah seperti ini yang ada di agama Syiah, maka sudah banyak buku-buku yang meluruskan kembali hal-hal tersebut. Salah satunya yang dalam bahasa Indonesia adalah “Fitnah Kubro”, terbitan yayasan Al-Haramain (dulu pimpinan Hidayat Nur Wahid). Bukunya cukup tebal, tapi itupun belum membahas semua fitnah yang ada. Ya, karena memang terlalu banyak. Tapi sudah bagus untuk menjadi bahan untuk mem-balance (dis)informasi dari pihak Syiah.
Buku lainnya yang bisa saya rekomendasikan adalah “Mirage in Iran”, saya pernah lihat ada di toko buku di Small Heath, Birmingham.

Mohon maaf kalau saya tidak bisa mengkomentari hadits-hadits lainnya yang dikritisi di artikel di bawah ini, karena keterbatasan waktu saya. Tapi pada intinya, kalau ada kesalahan penafsiran, ya betulkan penafsirannya. Bukan justru teksnya yang sudah jelas shahih (hadits dari Bukhari) yang malah dianulir 🙂
Mungkin ada kawan-kawan lain yang lebih kompeten yang bisa membantu mencerahkan kita.

Jadi, Just Say NO to “Mazhab” Ja’fari, karena ujungnya adalah penganuliran Islam yang pada saat ini kita anut — dengan berdasarkan fitnah-fitnah / pemelintiran penafsiran/fakta.

Salam,
Harry

Bidadari itu : “Perempuan Shaleh”

oleh : Jalaludin Rakhmat

“Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan ?” tanya seorang murid kepada Imam Ja’far. Fakih besar abad kedua hijrah itu tersenyum. “Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur’an – Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya ; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS 56:36-37) -. Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin.” Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan.

Hadis yang ‘mendiskreditkan’ perempuan ternyata sudah masyhur sejak abad kedua hijrah. Tetapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang menolaknya. Dari Imam Ja’far inilah berkembang mazhab Ja’fari, yang menetapkan bahwa akikah harus sama baik buat laki-laki maupun perempuan. Pada mazhab-mazhab yang lain, untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba, untuk anak perempuan seekor saja. Mengingat sejarahnya, mazhab Ja’fari lebih tua, karena itu lebih dekat dengan masa Nabi daripada mazhab lainnya. Boleh jadi, hadis-hadis yang memojokkan perempuan itu baru muncul kemudian : sebagai produk budaya yang sangat maskulin ?

Karena banyak ayat turun membela perempuan, pada zaman Nabi para sahabat memperlakukan istri mereka dengan sangat sopan. Mereka takut, kata Abdullah, wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi meninggal, mereka mulai bebas berbicara dengan istri mereka (Bukhari). Umar, ayah Abdullah, menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas berbicara kepada suaminya pada zaman Nabi. Ketika Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan perkataan yang keras istrinya berkata : Kenapa kamu terkejut karena aku membantahmu ? Istri-istri Nabi pun sering membantah Nabi dan sebagian malah membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan itu mengejutkan Umar : Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera menemui Hafsah, salah seorang istri Nabi : Betulkah sebagian di antara kalian membuat Nabi marah sampai malam hari ? Betul, jawab Hafsah (Bukhari).
Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar, karena istriku memasak, mencuci, mengurus anak-anak, padahal semua itu bukan kewajiban dia. Anehnya, sekarang, di dunia Islam, pekerjaan itu dianggap kewajiban istri. Ketika umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat gandalah pekerjaan mereka. Berlipat juga beban dan derita mereka. Untuk menghibur mereka para mubalig ( juga mubalighat ) bercerita tentang pahala buat wanita saleh yang mengabdi (atau menderita) untuk suaminya : Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (hadis 1). Bila seorang perempuan menyakiti suaminya, Allah tidak akan menerima salatnya dan semua kebaikan amalnya sampai dia membuat suaminya senang (hadis 2). Siapa yang sabar menanggung penderitaan karena perbuatan suaminya yang jelek, ia diberi pahala seperti pahala Asiyah binti Mazahim (hadis 3).
Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun menambahkan cerita-cerita dramatis. Konon, Fathimah mendengar Rasul menyebut seorang perempuan yang pertama kali masuk surga. Ia ingin tahu apa yang membuatnya semulia itu. Ternyata, ia sangat menaati suaminya begitu rupa, sehingga ia sediakan cambuk setiap kali ia berkhidmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk dicambuk kapan saja suaminya mengira service-nya kurang baik.
Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tetapi hadis-hadis itu memang termaktub dalam kitab-kitab hadis. Hadis 1 : diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. Tetapi Bukhari (yang lebih tinggi kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkan hadis sebagai berikut : Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya, ia berkata: “Nabi melayani keperluan istrinya menyapu rumah, menjahit baju, memperbaiki sandal, dan memerah susu.” Anehnya, hadis ini jarang disebut oleh para mubalig. Karena bertentangan dengan ‘kepentingan laki-laki’ ?

Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata,”Begitu pula laki-laki menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada istrinya.” Dan sebelum hadis 3, Nabi berkata, “Barang siapa yang bersabar (menanggung penderitaan) karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan memberikan untuk setiap kesabaran yang dilakukannya pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ayyub.” Tetapi, begitulah, kelengkapan hadis ini jarang keluar dari khotbah mubalig (yang umumnya laki-laki ).

Maka sepeninggal Nabi, perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki, sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat kepada perempuan. Fikih yang semuanya dirumuskan laki-laki menempatkan perempuan pada posisi kedua. Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan ajaran Islam yang ‘memanjakan’ laki-laki. Ketika sebagian perempuan muslimat menghujat fikih yang mapan, banyak laki-laki saleh itu berang. Mereka dituduh agen feminisme Barat, budak kaum kuffar. Mereka dianggap merusak sunnah Nabi. Nabi saw berkata, “Samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan.” Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semua anaknya perempuan, Nabi berkata, “Jika ada yang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka (Muslim).

Pendeknya, dahulukan perempuan, kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan laki-laki, teriak kita sekarang.

Disalin dari buku:
Catatan Kang Jalal, Visi Media, Politik Dan Pendidikan
Editor : Miftah F. Rakhmat
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG
Cetakan Kedua April

127 thoughts on “Bahaya Syiah

  1. Kamis, 4 Maret 2004 21:35:55 WIB

    KENAPA SYI’AH DINAMAKAN DENGAN RAFIDHAH ?

    Disusun oleh
    Abdullah bin Muhammad As Salafi.
    Bagian Kedua dari Tigabelas Tulisan 2/13

    Penamaan ini disebutkan oleh Syaikh mereka Al Majlisi dalam bukunya “Al-Bihaar” dan ia mencantumkan empat hadits dari hadits-hadits mereka[1].

    Ada yang mengatakan : mereka dinamakan rafidhah, karena mereka datang ke Zaid bin Ali bin Husein, lalu mereka berkata : “Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakr dan Umar sehingga kami bisa bersamamu!”, lalu beliau menjawab : “Mereka berdua (Abu Bakr dan Umar) adalah sahabat kakekku, bahkan aku setia kepada mereka”. Mereka berkata : “Kalau begitu, kami menolakmu (rafadhnaak) maka dinamakanlah mereka Raafidhah (yang menolak), dan orang yang membai’at dan sepakat dengan Zaid bin Ali bin Husein disebut Zaidiyah[2].

    Ada yang mengatakan : mereka dinamakan dengan Raafidhah, karena mereka menolak keimaman (kepemimpinan) Abu Bakr dan Umar[3].

    Dan dikatakan mereka dimanakan dengan Rafidhah karena mereka menolak agama[4].

    RAFIDHAH TERPECAH MENJADI BEBERAPA FIRQOAH (GOLONGAN)
    Ditemukan di dalam buku Daairatul Ma’arif bahwasanya : golongan yang muncul dari cabang-cabang syi’ah jauh melebihi dari angka tujuhpuluh tiga golongan yang terkenal itu [5].

    Bahkan dikatakan oleh seorang rafidhah Mir Baqir Ad Damaad [6], sesungguhnya seluruh firqoh-firqoh yang tersebut dalam hadits, yaitu hadits berpecahnya umat ini menjadi tujuhpuluh tiga golongan, maksudnya adalah firqoh-firqoh syi’ah. Dan sesungguhnya golongan yang selamat itu dari mereka adalah golongan Imamiyah.

    Al Maqrizi menyebutkan bahwa jumlah firqoh-firqoh mereka itu sampai 300 (tiga ratus) firqoh [7].

    As Syahrastaani berkata : Sesungguhnya Rafidhah terbagi menjadi lima bagian : Al Kisaaniyah, Az Zaidiyah, Al Imamiyah, Al Ghaliyah dan Al-Ismailiyah [8].

    Al Baghdadi berkata : Sesungguhnya Rafidhah setelah masa Ali ada empat golongan : Zaidiyah, Imamiyah, Ghulaah dan Kisaaniyah. [9]

    Perlu diperhatikan bahwa sesungguhnya Az Zaidiyah tidak termasuk dari firqoh-firqoh Rafidhah, kecuali kelompok Al Jarudiyah.

    APAKAH YANG DIMAKSUD AQIDAH AL-BADAA YANG DIIMANI OLEH RAFIDAH?
    Al Badaa’ yaitu bermakna tampak (muncul) setelah sembunyi, atau bermakna timbulnya pandangan baru. Al Badaa’ sesuai dengan kedua makna itu, haruslah didahului oleh ketidaktahuan, serta baru diketahui. Keduanya ini merupakan suatu hal yang mustahil atas diri Allah, akan tetapi orang Rafidhah (syiah) menisbatkan kepada Allah sifat Al Badaa’.

    Telah diriwayatkan dari Ar Rayaan bin Al Sholt, ia berkata : “Saya telah mendengar Al Ridha berkata : “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali mengharamkan khamar, dan mengakui bahwa Allah itu memiliki sifat Al Badaa’” [10]. Dan dari Abi Abdillah ia berkata : “Tidak pernah Allah diibadati dengan sesuatu apapun seperti (mengibadatinya dengan) Al Badaa’[11]. Maha Tinggi Allah dari hal itu dengan ketinggian yang besar.

    Lihatlah wahai saudarku muslim, bagaimana mungkin mereka menisbatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sifat jahal (ketidaktahuan), sedangkan Dia mengatakan tentang diri-Nya :

    Artinya : “Katakanlah : Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang tahu ghaib kecuali Allah.”

    Dan di sisi lain Rafidhah (syi’ah) meyakini bahwa sesungguhnya para imam mengetahui seluruh ilmu, dan tidak akan tersembunyi baginya sesuatu apapun.

    Apakah ini keyakinan Islam (aqidah Islam) yang dibawa oleh nabi Muhammad –Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- ??????

    [Disalin dari kitab Diantara Aqidah Syi’ah, Disusun oleh Abdullah bin Muhammad As Salafi, Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Muhammad Elvi Syam, Lc.]
    _________
    Foote Note
    [1] Lihat buku : Al Bihaar, oleh Al Majlisi, hal : 68-96-97. (Dia ini merupakan salah seorang tempat bertanya orang-orang rafidhah (syi’ah) untuk zaman-zaman terakhir).
    [2] At Ta’liiqaatu ‘Ala Matni Lum’atil ‘Itiqaad, oleh : Syeikh Alaamah Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin, -semoga Allah menjaganya-, hal : 108.
    [3] Lihat : catatan kaki buku Maqaalaat Al Islamiyiin, oleh Muhyiddin Abdul Hamid, (1/89).
    [4] Lihat : di buku Maqaalaat Al Islamiyiin, (1/89).
    [5] Daairatul Ma’arif, (4/67).
    [6] Dia adalah Muhammad Baqir bin Muhammad Al Asadi, termasuk tokoh besar syi’ah.
    [7] Dia adalah Al Maqrizi du Al Khuthath, ((2/351).
    [8] Al Milal wan Nihal, oleh As Syahrastani, hal :147.
    [9] Al Farqu Bainal Firaq, oleh Al Baghdadi, hal : 41.
    [10] Ushulul Kafi, hal :40
    [11] Ushulul Kafi, oleh Al Kulaini di kitab tauhid : 1/133.

  2. Mas Harry dan mas Dullah, sudahlah engga usah menjelek-jelekkan mazhab lain, karena Ahlu Sunnah pun belum tentu benar. Coba aja baca sejarahnya. Mazhab Ahlu Sunnah didirikan pertama kali oleh Muawiyyah bin Abu Sufyan pada tahun 41 Hijriyyah untuk memperkuat kubunya (Muawiyyah) dalam konfrontasi melawan pengikut Ali bin Abi Tholib RA. Saya rasa mayoritas umat Islam mengenal siapa itu Abu Sufyan dan Muawiyyah. Mereka adalah sebagian dari orang Quraisy Bani Umayyah yang sangat benci kepada Nabi Muhammad, karena mendakwahkan ajaran Islam. Masuk Islamnya Abu Sufyan dan Muawiyyah karena terpaksa pasca penaklukan Mekkah, bukan karena Iman. Coba aja lihat. Abu Sfyan masuk Islam pada tahun 5 Hijriyah. Sedangkan Muawiyyah tahun 7 Hijriyyah. Kalo kita baca sejarah yang ditulis secara obyektif, kita akan tau bahwa kehidupan Muawiyyah sangat bertolak-belakang dengan AlQuran. Ia hidup bermewah-mewah di Istananya di Damaskus, sementara rakyatnya banyak yang hidup menderita. Dia juga sangat membenci Nabi dan keluarganya.

    Ia diangkat menjadi Gubernur di Syam oleh khalifah Abu Bakar dan tetap dipertahankan oleh khalifah Umar dan Usman.

    Puncak kebenciannya terhadap khalifah Ali, adalah dengan memberontak terhadap penguasa yang sah, yaitu Khalifah Ali bin Abi Thalib, yang dikenal dengan perang Shiffin. Dengan cara yang licik ia berhasil mengalahkan diplomasi Ali (Tahkim)

    Ia juga memerintahkan khotib salat jumat untuk melaknat Ali kuranglebih selama 60 tahun, sampai akhirnya dihentikan oleh Umar ibnu Aziz.

    Pada masa Dinasti bani Umayyah inilah banyak diproduksi hadis palsu pesanan penguasa yang memojokkan Ali dan sebaliknya mengagungkan Muawiyyah.

    Sangat perlu diketahui bahwa sejak zaman Khalifah pertama sampai ketiga, umat islam dilarang mencatat hadis/sunnah Rasul. Bahkan catatan yang sudah adapun harus dimusnahkan. Sunnah/hadis baru dibukukan pada tahun 300 hijriyyah, yang kita kenal dengan Kutubus Sitah.

    Dalam kurun waktu yang cukup panjang itu (300 tahun), sudah pasti sangat banyak hadis2 palsu termasuk Israeliyyat yang diproduksi.

    Seperti yang sudah dikemukakan diatas, bahwa pada zaman Abu Bakar sampai Usman bahkan didukung oleh penguasa bani Umayyah, catatan Sunnah Rasul dilarang untuk ditulis dan catatan yang sudah ada dimusnahkan dengan alasan yang tidak masuk akal.

    Logikanya : hadis asli yang berasal dari nabi sudah dimusnahkan. Hadis baru dibukukan 300 tahun kemudian berdasarkan hadis2 palsu yang diseleksi oleh Bukhori, Muslim dll. dan hasil wawancara dengan para ulama diberbagai negara Islam. Wah, pekerjaan yang sangat2 besar dan sangat sulit serta makan waktu.

    Apakah hasil pekerjaan Bukhori cs. itu sudah final ? Jawabannya : Belum ! Masih banyak hadis2 yang bertentangan dengan AlQuran. Kita tidak boleh menganggap hadis2 yang terhimpun dalam Kutubus Shitah itu sudah sahih semuanya. Kitapun harus tahu Bukhori itu orang Sunni. Jadi jelas kiblat politiknya amat mempengaruhi penulisan Hadisnya.

    Jadi jangan bangga dulu dengan sebutan Ahlu Sunnah, karena Sunnah dalam bentuk Hadis baru dibukukan 300 tahun kemudian. Kalo betul2 Ahlu Sunnah mestinya catatan2 Sunnah Rasul sejak Nabi wafat dijaga dan dipelihara, bukan malah dibakar/dimusnahkan. Dan kalo memang betul Muawiyah itu masuk Islamnya dengan dasar Iman, pasti dia yang duluan membukukan hadis2 dan mempertahankan Kekhalifahan.

    Pertanyaan yang sangat penting : Jadi sekarang ini Sunnah mana yang dipake oleh “Ahlu Sunnah” ? Ijtihadnya para sahabat termasuk Muawiyah ra (?) atau bener2 Sunnah Rasul yang sudah dmusnahkan pada zaman Khalifah Abu Bakar Umar, Usman dan Muawiyyah ?

    Mari kita mawas diri !

  3. Mas Mulya, ini adalah menurut sejarah versi Syiah 🙂
    .
    Setelah saya teliti, buku-buku sejarah Islam yang berbahasa Indonesia ternyata banyak yang tercampur aduk dengan sejarah versi Syiah. Gemas juga saya, sudah selesai membaca buku sejarah Islam setebal 500 halaman, eeh ternyata ada kemungkinan isi buku itu cuma khayalan ulama-ulama Syiah saja.
    .
    Karena saya tidak bisa berbahasa Arab, jadi sampai sekarang saya belum tahu sejarah Islam versi Sunni untuk poin-poin yang disebutkan diatas secara lengkap.
    .
    Dan bagi pembaca komentar disini, jadi sejarah yang dikutip oleh mas Mulya diatas adalah versi Syiah. Tentu wajar jika jadi bias sesuai dengan kepercayaan mereka. Silahkan ditelaah sendiri dengan kritis, jangan ditelan mentah-mentah begitu saja.
    .
    Terimakasih.

  4. To Harry,

    Har gw mo tanya siapa yg ngejamin bahwa hadist bukhari itu bener2x valid 100 % shahih, ulama sunni? Ya kalo gitu pendapat loe itu sendiri juga bener2 subyektif. Kalo menurut gw sih tidak ada kebenaran 100% mengenai hadist shahih atau tidaknya, baik di pihak sunni or syi’ah. Lagian sekarang itu era informasi bo, udah basi ngebahas yang ginian, loe bela2inx suni juga belon pasti masuk syurga. Mengenai sejarah ya…., tak lepas dari kekuasaan…, liat sejarah kita, negeri kita, gimana sang soeharto manupulasi sejarah…, basi3x gitu loh, yg jelas loe bangga jadi sunni juga percuma kalo cuman jadi pecundang di planet ini, ya bukan loe aja kita semua yg mayoritas sunni, semuanya cuman pecundang, cuman bisa ngomong ini itu, nyesatan mahzab lain. kalo kita liat cermin kita sendiri harusnya kita malu, lah wong orang syi’ah yg selalu kita maki dan kita bilang sesat udah bisa bikin nuklir dan ga tergantungan ke negara lain. Lah sunni…., we are totally looser…. :))

  5. @Oyom — Mengenai sejarah ya…., tak lepas dari kekuasaan
    .
    Asumsi yang naif banget, memangnya tidak ada ulama yang berani menentang penguasa, untuk membela yang benar ? 🙂
    .
    Terserah Anda mau pilih yang mana :
    .
    1. teks yang telah dibuktikan sumbernya dari Nabi saw dengan metodologi yang sangat komprehensif; bahkan lebih rigorous daripada metodologi penyusunan kitab suci berbagai agama lainnya, atau
    .
    2. mempercayai asumsi yang belum tentu kebenarannya.
    .
    Allah swt memberikan kita anugrah otak, mudah-mudahan bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya 🙂
    .
    udah bisa bikin nuklir
    .
    Ooo.. baru tahu saya, ternyata tanda kebenaran suatu agama adalah ketika penganutnya telah berhasil bikin nuklir ya…
    *manggut-manggut dan lirik Amerika/Korea Utara/India/Perancis/dll*
    .
    basi3x gitu loh, yg jelas loe bangga jadi sunni
    .
    Ini dia contoh asumsi dan ternyata ngawur – darimana Anda tahu saya bangga jadi sunni ? Anda sudah bisa membaca pikiran orang ya? He he.. boleh dong ajari saya caranya.
    .
    Sejak beberapa tahun yang lalu, saya berusaha menghindari dari bangga (‘ujub) atas alasan apapun. Karena kalau masih ada rasa sombong sekecil debu pun, maka saya telah merampas hak Allah swt, dan surga masih tertutup untuk saya.
    .
    Agama itu bukan untuk dibangga-banggakan, atau dipamer-pamerkan. Fanboy amat sih 🙂
    .
    Agama itu untuk dipraktekkan dengan ikhlas dan sebaik-baiknya, dengan tujuan agar bisa mendapatkan ridha dari Allah swt.

  6. menurut saya memang sebenarnya kita tidak usah ngejelek2in madzhab laen..seperti yang di bilang mas mulya..smua imam madzhab juga bilang,kalo oendapat mreka belum tentu 100% bner smua..kalo emang ada pendapat dia yang bertentangan dengan ayat al-qur’an ya mreka juga nyuruh kita ninggalin pendapat mreka kok..smua orang kan berhak punya keyakinan yang mreka anggep bner..ga usah lah nge-judge orang laen kafir ato apalah..yang bner tu pasti cuma dari Allah smua yang jlek2 pasti dari manusia..tp mnurut gw kalo masalah imam2 orang syi’ah ja’fariyah yang di bilang ma’shum tu mnurut keyakinan gw itu bner..kan ada ayatnya..surat ke 33 ayat ke 33..
    ya sgini dulu deh..
    duluan ya..
    assalamu’alaikum..

  7. to harry..
    kamu,
    janganlah bersusah hati,
    karena yang diutamakan disini adalah KEBENARAN bukan SENTIMEN!!

  8. bagaimana seorang bisa menyimpang, untuk meluruskannya dengan proses yang benar. nabi tidak pernah memaksakan islam kepada orang lain. tetapi penguasa qurais terancam posisi feodalisme-nya terhadap kaum buruh, perantau, orang desa, yang tertarik pada islam, sehingga merekalah yang memulai reaksi yang proaktif. apabila seseorang masuk kedalam ajaran syiah, maka langkah untuk memberantasnya harus dengan metode yng benar. tidak dengan cara langsung kepada pusatnya. tetapi kita temui ‘mualaf syiah’ itu secara baik-baik, kemudian diajak dialog yang sportif, kenapa dia masuk syiah, ada daya tarik apa dari mazhab tersebut, kemudian baru diajukan argumen yang mungkin logis. akan tetapi tetap harus menghormati agama lain itu. Kita harus selalu ingat akan ayat Alquran “bagiku agamaku, bagimu agamamu”. Bukankah pada zaman khulafaur rasyidinpun orang syirik juga diperbolehkan memiliki kehidupan yang bebas asal mengikuti syariat fiqih sosial islam (orang kristen menuhan-anakkan yesus), tentu bagi islam adalah syirik? dan dalam ajaran islam disebutkan tidak ada dosa yang melebihi syirik kepada Allah. Jadi setelah dipelajari lebih mendalam bahwa syiah itu secara tauhid atau aqidah juga terbukti memang syirik, tetap juga kita harus menghormatinya, karena bahkan orang beragama nasranipun dilindungi hidupnya oleh pemerintahan islam.

  9. buat orang-orang indonesia yang gak tau apa-apa tentang syiah gak usah ngebela-belain.
    Gue idup di negara yg lingkunagn gw syiah, gue hidup di lingkungan orang-orang IRAN yang tottally kafir, becouse they are syiah. Lo tau gak, gue liat dengan mata kepala gue sendiri (Wallah, if i lie, let Allah give me laknat) kalo mereka sholat di atas batu kuburannya Husein, apa gak kafir itu namanya, dan mereka percaya bahwa sholat di atas batu itu pahalanya lebih besar dari naik haji bersama nabi Muhammad s.a.w. Dan gue menjadi saksi bahwa mereka merayakan hari dimana umar dibunuh oleh majusi abu lu’luah,mereka pesta,mabok,pesta sex, sedangkan pahlawan kita umar bin khatab meninggal karena orang majusi (nenek moyangnya orang persia=iran=siah), dan orang2 syiah(iran) benci banget ama gue karena gue ahlul sunnah wal jamaah. Oh iya buat yang ngomong kita gak pasti masuk surga krn bela2in mazhab sunnah…. denger ya, gw tantang elu di hari pembalasan, kita lihat siapa yang bener, sunnah atau syiah, kita lihat siapa yang akan terbakar di neraka karena menyekutukan Allah,,,, gak perlu bukti sekarang siapa yg bener, gue mati2an bela2in sunnah dan gue akui itu, dan gue gak takut bilang syiah itu kafir,,,, Elo yang cuma bilang kita tottally looser emang ga punya dasar ilmu agama, yang lo pikirin jadi orang sukses di dunia, HAH buat lo itu gak looser?????? yang jadi looser justru orang yang ga ngebelain agama islam(sunnah), ga berani jihad! membela agama itu jihad, kalo lo gak paham agama gak akan lo ngerti! terserah elo mau marah sama apa yang gw bilang disini. GW MENGAKUI GUE MAMBELA AHLUL SUNNAH WAL JAMMAAH. sekian. Oh iya jangan lupa tantangan gue di hari pembalasan!

  10. Sedih rasanya kita masih terbelenggu kepada label label, sunni atau syiah. Yang penting Buatlah kebaikan yang banyak. tunjukkan islam dengan ahklak yang baik. Sejarah tinggal sejarah. mau jadi OrBa , OrLa, atau Reformasi sama saja yang penting kita menjadi Rahmatan Lil “alamin. Nggak Usah Merasa Benar sendiri.

    Ok.

  11. wah…wah..wah…
    udah pada hebat kali ya ?! nantang-nantang orang di hari pembalasan…WOW KEREN…
    Emang udah pada yakin pasti dibela???
    ato udah pada yakin pasti selamat???
    I aja masih bingung bisa selamat ato engga..
    Yah gue mah cuma bisa memohon semoga yang gue yakini benar dan jika pun salah minta ditunjukkan jalan yang benar, kalau pun masih belum ditunjukkan, paling tidak sudah berusaha semaksimal mungkin…Bukankah yang dinilai itu usaha kita yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran, bukannya menganggap mutlak benar apa yang kita yakini…
    Zaman wis akhir…
    Akale jungkir…

  12. Buat Nana

    LO ngomong gitu karena lo gak paham apa yang terjadi Na…

    Lo gak idup di lingkungan syiah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    LO GAK TAHU BAGAIMANA SYIAH (SEMOGA ALLAH MELAKNATNYA) MEMBENCI SUNNAH..
    KAFIIIIIIIIIIIIIIIIIR TETEP KAFIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIR!!!!

    Naudzubillahimindzalik…

    GW YAKIN CUMA Sunnah Wal Jamaah yang BENARRRRRRRRRRRRRRRRRRR!

    Kita tunggu saja HARI JADINYA!!!!

    kita lihat siapa yang MENAAAAAAAANG!
    GW DISINI BUKAN NGOMONGIN DIRI GW PRIBADI, DAN GW GAK NGERASA BENAR SENDIRI…GW MATI-MATIAN AKAN MEMBELA SUNNAH!!

    WOYYYYYYYYYYYYYYY
    MAKANYA JANGAN CUMA NONGKRONG DI INDONESIA, LIAT APA YANG TERJADI DI DUNIA!!! YANG PASTI JELAS TERLIHAT LO GAK BISA BEDAIN SUNNAH DAN SYIAH. LO ANGGAP KITA SAMA. KARENA LO GAK PAHAM! Naudzubillah!!

    SEMOGA HARI INI, HARI KEMENANGAN ATAS TRAGEDI YANG MEMBAHAGIAKAN, HANCURNYA WTC, 11 SEPTEMBER!
    AKAN MEMBUAT SEMUA MUSUH ISLAM TAKUT. HIDUP OSAMA BIN LADEN. HIDUP OSAMA BIN LADEN.

    Ya Allah.. Tunjukkanlah kami jalan yang benar.
    Amin.

  13. Ass wr wb…
    Sungguh saya sangat terharu dan gundah membaca tulisan2 disini.
    Cobalah renungkan sebuah cerita berikut ini.

    “Sungguh Ketika Allah Hendak menciptakan Adam(manusia pertama) para malaikat bertanya,Apakah akan engkau jadikan di bumi itu org yg akan membuat kerusakan padanya dan saling menumpahkan darah ?(lihat QS: Al-baqarah,30).serta malaikat menyatakan bahwa mrk senantiasa bertasbih dan tdk membuat kerusakan spt makhluk yg hendak dicipta. Lalu Allah Swt berfirman kepada malaikat “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Lalu diciptalah Adam,yg mana Adam kemudian melanggar larangan Allah agar tdk mendekati sebuah pohon yg berada disurga(QS.2-35)(bahkan adam memakan buah yg disebut buah khuldi oleh iblis(QS.Thaha,121). Disini pertanyaan malaikat terbukti bahwa manuisa itu makhluk yg suka menentang.
    Stlh Adam di bumi dan beketurunan kembali pertanyaan malaikat yg dicerikan oleh ayat 30 Al-Baqarah kembali terbukti,Anak Adam yg merupakan Saudara kandung saling membunuh(saling menumpahkan darah ). Saat itu seakan2 Allah belum memperlihatkan kebesaran-Nya dgn jawaban atas pertanyaan malaikat yg ternyata bnr2 terjadi.
    Kemudian waktu terus bergulir,tiap masa dan tiap kaum di utus oleh Allah masing2 rasul dan nabi,tapi sejarah telah membuktikan bahwa para nabi dan rasul yg diutus oleh Allah itu semuanya tdk ada yg mampu menyelesaikan risalahnya,banyak diantara mereka dibantai dan dihajar oleh kaumnya masing2.
    Lalu manakah yg Allah sebut sebagai khalifah apalagi sebagai Rahmatan lil alamin???? Apakah kita Rahmatan lil alamin???

    Apakah ummat islam saat ini yg saling menghujat,saling menuding,bahkan saling membunuh itu yg dimaksud sbg ummat Rahmatan lil alamin? BUKAN….!!!! tentu saja bukan itu rahmatan lil alamin,

    Rahmatan lil alamin adalah ummat yg mana mereka bertindak sesuai Al-qur’an. Bekerja dgn tuntunan ayat,bertetangga dgn tuntunan ayat dan penjelasan Rasul,bahkan bersetubuhpun dgn tuntunan agama,siapakah mereka?? Mereka adalah para sahabat nabi,yaitu kaum mukmin yg hidup bersama2 nabi mereka menjalankan islam secara benar,mengamalkan ayat2 Al-Qur’an dgn petunjuk Rasul Saw,Guru besar mereka Adalah Muhammad Rasulullah.

    Aneh-nya mereka yg didiik langsung oleh Rasulullah itu skrg dijadikan bahan gunjingan dan bahan kritikan oleh murid2 penghancur islam,bahkan mereka yg tau kapan serta dimana wahyu turun dan mengerti benar ttg bahasa arab yg mana ayat2 itu diturunkan dgn bahasa arab,dikritik oleh mahasiswa2
    yg hanya tau dari membaca buku2 terjemahan kaum yg sengaja ingin merusak islam.

    Wahai kaum syiah,para sahabat yg dituntun oleh Rasul itulah yg engkau kritik,para sahabat yg merupakan simbol dari ummat Rahmatan lil alamin itulah tertuju cacian dan laknat kalian.

    Wahai kaum Syi’ah tolong buktikan bahwa madhzab syi’ah adalah madhzab ahlul bait.

  14. “Allahuma Shali Ali Muhammad Wa Ali Muhammad,Duhai alangkah malangnya engkau wahai imam husien,APA YG MEMBUATMU BERANGKAT KE KUFFAH hingga dikau mati dibantai di karbala oleh orang celaka?mungkin ada jawaban?” Abdurabil Hasan

  15. si “jannah” n bbrp yg lain krn trlalu ofensife jdi bikin curiga deh. Kmu tu kayaknya suka deh kalo sunni perang vs syiah. Lalu kamu tu siapa ??

    Kawan2 kita kita dah 350 th di ja2h londo n jpang dg de vide et empera nya, masa sih mau2nya diadu kambing????

  16. Yg penting etikanya, hatinya, ucapannya, sholatnya, imannya, dll bukan bajunya kan.

    Nama aj yg surga, klakuan lo jauuuhh !!

  17. Asslamu’alaikum Wr Wb

    Sebelum bulan Ramadhan kemarin pertanyaan Sunny dan Syiah terlontar dari temen kerjaku, dia menanyakan perbedaan keduanya, saat itu aku bilang aku tdk begitu paham, tetapi setelah Idul Fitri dengan tiba-tiba aku menemukan buku referensi tentang itu semua, sekarang aku mulai paham perbedaan keduanya. suatu saat aku akan kemukakan pada temen kerjaku dan sekalian aku bawa buku yang kalau tidak salah di cetak tahun 1970an entah cetakan keberapa aku lupa karena buku ada di rmah, itu buku bekas belajar istriku yang mondok dipesantren daerah tasik malaya. Untuk yang belum paham bener cobalah cari jawabannya tidak hanya mengandalkan media internet karena keabsahannya meragukan, kecuali memang ada yang merekomendasikan situs tersebut benar adanya dari umat islam, bukan buatan barat/ agama lain yang memang sengaja atau tidak disangaja memecah belah kerukunan bangsa. Ingat beratus ratus tahun bangsa kita dijajah salah satunya bangsa kita mudah di adu domba dengan yang lain. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati bagi orang-orang yang mau mencari kebenaran dan aku telah merasakan itu dengan jalan yang tidak aku duga sebelumnya bisa menemukan buku yang sdh usang, jelek dan berdebu. Tapi isinya bisa memecahkan semua tanda tanya mengenai Sunny dan Syiah.

    maaf apabila ada perkataan yang menyinggung.

    Wassalam

  18. Gue tinggal di Indonesia dan asli indonesia yang mayoritas sunni yang kafffffffiiiiiiir,he he he gimana, jannah?

  19. buat charles
    Alhamdullilah telah mencaci saya..semoga saya mendapat khasanah dari cacian anda.

  20. buce buce…
    kalo itu menurut pendapat elo sunni kafir mana buktinya? jangan cuma ngomong.
    jangan2 lo emang ga pernah baca hadith ya?
    Nabi Muhammad s.a.w gak pernah mengatakan kata SYIAH baik dalam hadith atau kitab manapun… tapi Nabi s.a.w menyebut sunnah… sunnah adalah perilaku, kata2, nasihat, larangan, suruhan dari beliau, dan due bangga menganutnya..
    apa maknanya…. maknanya ajaran SYIAH lah yang salah. GAK ADA HADITH TENTANG SYIAH…
    GAK ADA BUKTI SYIAH ITU BETUL!!!!!
    AJARAN SESATTTTTTTTTT..
    btw gw males nanggepin syiah2 yang lain..yang geram lihat tulisan gw. Gini aja.. apapun pendapat lo semua, gue akan tetap membela sunnah sampai mati..
    terserah lo mau bilang apa. orang2 kaya lo semua yang kecuci otak sama laknatullah khomenei dan antek2nya gak akan percaya sama apa yang gw bilang…buta akan kebenaran. Ini tanggapan terakhir dari Jannah..
    END OF DISCUSSION.

  21. to charles
    Yg penting etikanya, hatinya, ucapannya, sholatnya, imannya, dll bukan bajunya kan.

    Anda tahu etika orang syiah?
    Hatinya syiah?
    ucapannya syiah?
    sholatnya syiah?
    imamnya syiah?

    Hatinya munafik, katanya menyembah Allah, kok malah mengagungkan Ali, Husein?
    Sholatnya pake batu karbala di jidat, jelas kan kafir.
    imammya berfatwa hanya lubang dubur aurat, yang lainnya bukan, boleh menggilir istri,sodomi halal dan omong kosong lainnya.

    Jelas kan siapa yang salah! siapa yang tertutup oleh baju????
    Lain kali pakai ilmu kalo mau komen.

  22. HEBATTTTTTT
    kita berani menghakimi tanpa pengetahuan yang cukup

    BRAVO
    sesama muslim saling menkafirkan

    BEJATTTTTTTTTTTTT
    siapa kita

    Syiah pencinta ahlul bait
    saudaraku

    Sunni juga saudaraku

    sesama muslim adalah bersaudara
    sungguh pengetahuan kita sangat sedikit
    semoga Allah melindungi kita dari kesombongan

  23. Maap…maap…maap klo gw keterlaluan becandanye, bikin emosi, ye..ye maap deh. Buktinye jann, klo lo gi sholat pikiran lo ke mane aje ? Boleh tanya ame nyang lain juga, Allah tuh ape? (ane bukan nanye ZatNye), Coba lo perhatiin, gerak sholat ame bacaan nye kocar kacir tuh orang2 pada kagak nyambung dech, klo hatinye gw kagak tahu, tapi klo mo jujur pasti kagak pas dech he…he..he, makanye klo belajar ame keturunannye jangan ame sohibnye he..he..he. Nyang tahu ortu lo ya elo anaknya bukan tetangge he…he..he

  24. @buce

    keturunan-nye yang mana mang? bisa ga dibuktiin klu syi’ah madzab-nya ahlul bait? itroh ahlu bait ya? buktiin dulu klu syi’ah memang madzab-nya ahlu bait baru diikuti
    Jangan cuma ngaku2 madzab-nya ahlu bait tapi ga bisa buktiin mang

  25. Kayak gw aja deh bikin gampang, dapet surga dapet dunia juga. Misal gw lagi males, sholat dhuhur ama asar kemudian maghrib ame isak digabung sesuai ajaran syiah, kalo gw mau mabuk gw minum aja arak toh imam hanafi ngebolehin, mau makan sate daging anjing ya makan aja toh imam maliki ngebolehin, mau kawin sama anak sendiri hasil zina ya nggak papa toh imam syafei boleh, mau kawin mut’ah ya laksanakan aja toh syiah boleh. Jadi nurut gw nggak usah pusing dah nikmati dunia dapet surga juga, toh para imam ngeluarin tafsir seperti itu kan udah dipikir dalem2 dan mereka ngga bisa ditanyain mereka masuk surga apa neraka, jadi lu juga nggak pasti masuk kemana. so what gitu lho…

  26. mbak tasyayu, gw kagak bisa buktiin keturunannye baginda rasul Muhammad saw. sekarang ini, makanye semua lo lo omongin apa tuh qur’an and hadith kaga ade juga nyang bener, alias cuma karangan orang2 nyang ngaku ahli sunnah wal jamaah sebabnye kaga ade keturunannye tuh nabi nyang dapet wahyu sekarang ini, he…he…he. Sorry ye gw cuma ngikuti pola pikir elo. jadi lo pade semuanye iroh he..he..he

  27. mbak tasyayu, gw kagak bisa buktiin keturunannye baginda rasul Muhammad saw. sekarang ini, makanye semua lo lo omongin apa tuh qur’an and hadith kaga ade juga nyang bener ,cuma mitos, alias cuma karangan orang2 nyang ngaku ahli sunnah wal jamaah sebabnye kaga ade keturunannye tuh nabi nyang dapet wahyu sekarang ini, he…he…he. Sorry ye gw cuma ngikuti pola pikir elo. jadi lo pade semuanye si Iroh he..he..he. yuuk rame2 tes DNA seluruh manusia biar terbukti nyang mane keturunan nabi biar gw jadi manstaaaaap keyakinannye.

  28. Assalamu’alaikum ww.

    Buat : Orang2 yang memfitnah Syiah

    Undangan : Membawa Al Qur’an terjemah Dep. Agama RI (yang dianggap benar untuk beredar di indonesia saat ini)

    Acara : Membuktikan apakah Syiah atau orang2 yang yang memfitnah syiah yang tidak sesuai Al Quran.

    Sangsi : yang tidak sesuai Quran harus di bunuh di depan umum, kalau banyak wajib bunuh diri masing2.(he ..he..he)

    Juri : MUI,NU, LDII dan terserah

    LOkasi : ditentukan setelah peserta mencapat 10.000 buat pemfitnah.

    Saran Buat pemfitnah : sebelum ndaftar, sebagai contoh aja, cek dulu cara wudhu kamu, Apa kata Al Quran untuk cara ber wudhu ? dan apakah sesuai dengan yang kamu lakukan?
    He..he..he dijamin pasti nggak sesuai kata Al Quran. Kalau gitu jangan ndaftar. Sebab acara bukan untuk berdebat tapi untuk memeragakan cara yang tertulis di Al Quran.

  29. @buce –

    Saran Buat pemfitnah : sebelum ndaftar, sebagai contoh aja, cek dulu cara wudhu kamu, Apa kata Al Quran untuk cara ber wudhu ? dan apakah sesuai dengan yang kamu lakukan?
    He..he..he dijamin pasti nggak sesuai kata Al Quran. Kalau gitu jangan ndaftar. Sebab acara bukan untuk berdebat tapi untuk memeragakan cara yang tertulis di Al Quran.

    .
    Kan cara wudhu ada di hadits.
    .
    Atau, Syiah tidak menerima hadits ?
    .
    Yah, jadi ketahuan deh belangnya …

  30. @buce
    Saran Buat pemfitnah : sebelum ndaftar, sebagai contoh aja, cek dulu cara wudhu kamu, Apa kata Al Quran untuk cara ber wudhu ? dan apakah sesuai dengan yang kamu lakukan?
    He..he..he dijamin pasti nggak sesuai kata Al Quran. Kalau gitu jangan ndaftar. Sebab acara bukan untuk berdebat tapi untuk memeragakan cara yang tertulis di Al Quran.

    Bukan cuma cara wudhu tp tertib sholat juga ga ada di A-Qur’an.
    Maka-nya kita ambil hadits sebagai rujukan utk hal itu,nah…klu ga dari hadits mau darimana? dari imam ma’shum? kalian pernah liat imam ma’shum wudhu dan sholat ga? jangan2 malah kalian ga wudhu dan ga sholat krn belum liat cara wudhu dan sholatnya imam ma’shum ya?

    @sufehmi

    Atau, Syiah tidak menerima hadits ?
    .
    Yah, jadi ketahuan deh belangnya …

    Syi’ah sieh nerima hadits…tapi yg dari ahlul bait,and juga terima hadits dari Ahlu sunnah asal sesuai ama nafsu mereka.

  31. He..he..he.. tuh kan, perkara wudhu belon beres udah pade nyosor ke masalah sholat. Dasar orang sunni pade hobi tergesa gesa and grusah grusuh ngikutin hawa nafsu aje. Setuju nggak klo gw ajak ke Al Quran dulu? Terserah mo Quran nyang mane aje, biar kagak ade fitnah klo syiah punya mushaf sendiri atau kagak mengakui Qura’an yang beredar sekarang.
    Klo udah sesuai Al Qur’an, barulah bawa hadits, Mo kitab hadist nyang mane aje, terserah!!,asal tidak bertentangan ame Al Qur’an nyang lo2 pade baca.

    Klo udah beres ame wudhu, baru kita ke masalah sholat. Pasti tambah seru tuch, atau ke masalah akidah dulu.Terserah!!. ASAL SESUAI AL QUR’AN. Jangan kayak nyang sekarang terjadi, sedikit2 hadist-sedikit2 hadist,sebab al quran mesti ditafsirkan ame ahli tafsir nyang bener2 ahli, alaaasssaaaaan terusssssss.

  32. @ buce

    ASAL SESUAI AL QUR’AN. Jangan kayak nyang sekarang terjadi, sedikit2 hadist-sedikit2 hadist,sebab al quran mesti ditafsirkan ame ahli tafsir nyang bener2 ahli, alaaasssaaaaan terusssssss.

    heheheheh…bukan-nya syiah yang dikit2 imam…dikit2 imam….
    Bahkan Syi’ah yang bilang ada revisi dalam Al-Qur’an…?
    Coba cari 1 Ulama yg dipercaya oleh ahli sunnah,pernah ga mereka berkata klu al-qur’an dah kena tangan2 jahil?
    Klu ulama Syi’ah banyak yang dah bilang spt itu….
    Mau bukti? baca al-kafie…tu katanya kumpulan hadits-nya imam ma’shum?
    atau yg ini…

    Diantara contoh kedustaan dan penyelewengan mereka terhadap mushaf Al-Qur`an:

    1. Dalam Surat Al-Baqarah:257
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ …
    “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan….”
    Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka:
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِوِلاَيَةِ عَلِيّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ …
    “Dan orang-orang yang kafir terhadap kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu, pelindung-pelindung mereka adalah syaithan….”

    2. Dalam Surat Al-Lail:12-13
    إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى(12) وَإِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَالأُولَى(13)
    “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.”
    Namun dalam Al-Qur`an palsu mereka:
    إِنَّ عَلِيًّا لَلْهُدَى(12) وَإِنَّ لَهُ لَلآخِرَةَ وَالأُولَى(13)
    “Sesungguhnya Ali benar-benar sebuah petunjuk dan kepunyaan dialah akhirat dan dunia.”

    3. Dalam Surat Al-Insyiraah:7
    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
    “Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”
    Sedangkan dalam Al-Qur`an palsu mereka:
    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصِبْ عَلِيًّا لِلْوِلاَيَةِ
    “Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai (dari suatu urusan), maka berilah Ali kepemimpinan.”
    Bahkan sebelum ayat ini ada tambahan:
    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ بِعَلِيٍّ صِهْرِكَ
    “Dan Kami angkat penyebutanmu (Muhammad) dengan Ali sang menantumu.”

    Para pembaca, bila kita telusuri keyakinan atau aqidah bathil ini, ternyata merupakan sebuah kesepakatan yang ada pada mereka. Tidak satupun di antara ulama-ulama jahat mereka yang menyelisihi kesepakatan ini. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang ulama mereka yaitu Al-Mufid bin Muhammad An-Nu’man dalam kitab Awai’ilul Maqalaat hal 49.

    Sumber : http://rafidhah.wordpress.com/2007/03/08/al-quran-diubah-ubah/

    Nah tu malah sdh jadi kesepakatan ulama syi’ah segala
    Di Alkafie juga banyak cerita ttg revisi Al-qur’an
    Jadi itu bukan fitnah tapi memang kenyataan. Anda punya Al-Kafie ga? disono banyakcerita tentang revisi Al-Qur’an… Klu ga punya silahkan minta kesaya nanti saya kasi pinjam okey?

    Ahli Tafsir yg bener2 ahli tu sapa ya??? Imam Hasan askari?
    Ato Imam Mahdi? mahdi-nya aja ga bisa dibuktiin keberadaan-nya gmn mo ikuti ajaran-nya?

    Udah seh…Syi’ah dah basi… Gmn mo cerita soal wudhu,sholat,aqidah… buktiin klu syi’ah emang bnr2 madzab-nya ahlul bait aja ga bisa.
    Buktiin dulu klu syi’ah adalah madzab-nya ahlul bait baru bicara ttg Aqidah dan fiqih menurut syi’ah (ahlu bait)

    Saya tantang utk semua orang syi’ah yang baca ini supaya membuktikan klu syi’ah adalah madzab-nya ahlu bait…!!
    klu saya bisa buktiin-nya syi’ah tu madzab-nya ibnu saba'(pasti dibilang fiktif nie….basi ahhhh)

  33. Ass. mas Harry,

    Maaf perkenankan saya Ajie usia 48 Tahun hanya ingin menanyakan apakah Bapak Quraish Shihab adalah Syiah karena kalau saya baca dalam bukunya memang beliau adalah Syiah ?

    Bukannya Beliau adalah Ulama Besar yang berilmu tinggi yang dimiliki Indonesia dan salah satu dari 05 Peringkat Ahli Tafsir Qur’an di Dunia ?

    Bila tidak keberatan bolehkah dijawab via sms ke No. 0856 886 3778 ?

    Terima Kasih dan Salam Hormat

  34. @Ajie – saya tidak tahu soal Quraish Shihab. Tapi kita musti sadari bahwa ahli ilmu / ulama bukan berarti otomatis ybs adalah ahli surga / berada di jalan yang benar.

  35. @ sufehmi #36

    Tapi kita musti sadari bahwa ahli ilmu / ulama bukan berarti otomatis ybs adalah ahli surga / berada di jalan yang benar.

    tentunya anda sependapat bahwa hal yang sama juga berlaku untuk semua ulama baik sunni maupun syi’ah, para perawi hadits, para sahabat rasul, para imam mazhab dan seterusnya.

    komentar anda mengenai syi’ah tidak percaya hadits juga jauh dari kebenaran. sepengetahuan saya salah satu hal yang menonjol dari golongan syi’ah adalah tradisi keilmuan mereka dan penyortiran hadits yang lebih ketat dibandingkan golongan sunni.

    saya pernah komentar panjang lebar di posting ini beberapa bulan yang lalu, sayangnya sepertinya komentar saya hilang. saya tidak tahu apa karena bahasanya kurang sopan? atau karena dobel posting? komentar tersebut masih saya simpan dan bisa saya posting lagi jika bung harry berkenan.

  36. komentar anda mengenai syi’ah tidak percaya hadits juga jauh dari kebenaran. sepengetahuan saya salah satu hal yang menonjol dari golongan syi’ah adalah tradisi keilmuan mereka dan penyortiran hadits yang lebih ketat dibandingkan golongan sunni.
    .
    Definisi “lebih ketat” disini apa dulu ?
    .
    Cuma terima hadits dari ulama syiah, tolak semua yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?
    .
    Ini bukan “lebih ketat” dalam konotasi yang positif, namun justru sangat negatif.
    .
    saya pernah komentar panjang lebar di posting ini beberapa bulan yang lalu, sayangnya sepertinya komentar saya hilang
    .
    Ya, saya sudah capai berniat diskusi dengan mayoritas Syiah karena buntutnya selalu debat kusir dan penipuan.
    Betul-betul mengecewakan
    .
    Jadi kalau ada yang seperti itu, saya langsung hapus saja karena saya sedang tidak ada waktu untuk meladeni berbagai usaha penyesatan dari mereka.
    Saya tidak ingat apakah itu sebabnya atau karena kata-kata yang kasar, tapi kira-kiranya demikian
    .
    Bagi Syiah yang bisa bermuamalah dengan baik, saya tidak masalah. Beberapa kawan saya justru tokoh syiah di Indonesia. Hal ini karena mereka bisa menerima bahwa saya menjalankan prinsip lakum dinukum waliyadin.
    .
    Bagi Syiah yang berniat buruk, maaf saya tidak ada waktu untuk Anda. Harap maklum.

  37. @sufehmi #38

    Cuma terima hadits dari ulama syiah, tolak semua yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?

    Ini bukan “lebih ketat” dalam konotasi yang positif, namun justru sangat negatif.

    pernyataan anda terlalu menggeneralisir. toh sebagian besar hadits yang mereka gunakan (dari ulama syi’ah) juga disampaikan oleh ulama sunni. jika mereka menolak sesuatu hadits mestinya bukan didasari perasaan suka atau benci. hadits menurut saya adalah kesaksian seseorang yang menyatakan bahwasanya ia mendengar/melihat rasulullah mengatakan/melakukan sesuatu.

    jika pribadi seseorang tersebut diragukan, atau jika kondisi orang tersebut diragukan (nyawanya/dapurnya, dsb. sedang terancam) kita patut ragu atas apa yang disampaikannya saat itu. tentunya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghapus keraguan kita akan benar tidaknya apa yang disampaikan. hal inilah yang dilakukan oleh para ulama baik syi’ah maupun sunni, tetapi tentunya ada perbedaan dalam metodologinya.

    Ya, saya sudah capai berniat diskusi dengan mayoritas Syiah karena buntutnya selalu debat kusir dan penipuan.
    Betul-betul mengecewakan

    saya ingin sekali melihat diskusi2 yang anda lakukan dan yang anda katakan berbuntut debat kusir dan penipuan. sayangnya mungkin diskusi yang anda maksud adalah diskusi offline dan anda tidak punya transkripnya.

    Jadi kalau ada yang seperti itu, saya langsung hapus saja karena saya sedang tidak ada waktu untuk meladeni berbagai usaha penyesatan dari mereka.

    saya tidak meminta anda untuk menegakkan demokrasi di blog anda ini, tapi komentar saya yang “hilang” itu masih lebih beradab dari komentar-komentar lain yang anda loloskan, dan bukan “usaha penyesatan”.

    pernyataan anda ini jauh dari sifat seseorang yang menghargai ilmu. coba anda baca lagi posting dan komentar2 anda diatas. anda langsung menolak segala hal yang berbau syi’ah:
    – “Jadi, Just Say NO to “Mazhab” Ja’fari, karena ujungnya adalah penganuliran Islam yang pada saat ini kita anut — dengan berdasarkan fitnah-fitnah / pemelintiran penafsiran/fakta.”
    – “Mas Mulya, ini adalah menurut sejarah versi Syiah”.
    – “Karena saya tidak bisa berbahasa Arab, jadi sampai sekarang saya belum tahu sejarah Islam versi Sunni untuk poin-poin yang disebutkan diatas secara lengkap.”

    banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengetahui sejarah versi sunni ataupun syi’ah, anda tidak harus bisa berbahasa arab untuk bisa mempelajari sejarah.

    Bagi Syiah yang bisa bermuamalah dengan baik, saya tidak masalah. Beberapa kawan saya justru tokoh syiah di Indonesia. Hal ini karena mereka bisa menerima bahwa saya menjalankan prinsip lakum dinukum waliyadin.

    anda ternyata jauh lebih beruntung dari saya karena memiliki kawan yang merupakan tokoh syi’ah di indonesia, sedangkan saya hanya bisa mendapatkan informasi sepotong2 mengenai syi’ah dari sana sini.

    semoga komentar saya ini tidak “hilang” karena terlalu panjang atau berbau “penyesatan”.

  38. pernyataan anda terlalu menggeneralisir.
    .
    Dan Anda mengelak dari pertanyaan / statement saya tersebut.
    .
    Ini juga yang lazim terjadi pada diskusi saya dengan para penganut Syiah lainnya selama bertahun-tahun. Jadi maaf saja, saya sudah bosan & kenyang diperlakukan & dibuang-buang waktunya seperti ini.
    .
    tapi komentar saya yang “hilang” itu masih lebih beradab dari komentar-komentar lain yang anda loloskan, dan bukan “usaha penyesatan”.
    .
    Sekarang Anda sudah tahu kenapa.

  39. @sufehmi #40

    Dan Anda mengelak dari pertanyaan / statement saya tersebut.

    saya kurang paham dengan apa yang bung harry sebutkan sebagai mengelak. saya sudah mencoba menjawabnya semampu saya. hadits sunni juga dipakai, kok. tentunya yang sesuai dengan pemahaman mereka dan menurut mereka shahih. mungkin bung harry bisa jelaskan apa yang bung harry maksud dengan mengelak?

    Ini juga yang lazim terjadi pada diskusi saya dengan para penganut Syiah lainnya selama bertahun-tahun. Jadi maaf saja, saya sudah bosan & kenyang diperlakukan & dibuang-buang waktunya seperti ini.

    saya masih penasaran dengan diskusi2 bung harry selama bertahun-tahun, mohon bantu saya dengan rujukan ke diskusi2 tersebut. apakah diskusi tersebut berakhir dengan debat kusir dan penipuan tentunya saya akan punya penilaian sendiri.

    tapi komentar saya yang “hilang” itu masih lebih beradab dari komentar-komentar lain yang anda loloskan, dan bukan “usaha penyesatan”.
    .
    Sekarang Anda sudah tahu kenapa.

    maaf, saya belum paham. saya bisa posting lagi komentar tersebut dan jika bung harry berkenan mohon bung harry menjelaskan bagian yang menurut bung harry adalah “usaha penyesatan”. komentar saya yang lama itu memang agak “keabg2an” tapi tentunya jika dimuat banyak pihak yang bisa meluruskan apa yang bengkok dari komentar saya tersebut.

  40. saya kurang paham dengan apa yang bung harry sebutkan sebagai mengelak.

    .
    Saya merujuk ke kalimat ini : tolak semua (hadits) yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?
    .
    Sampai saat ini tetap belum ada klarifikasinya dari Anda.
    .

    mohon bantu saya dengan rujukan ke diskusi2

    .
    Ada arsip diskusinya di server Isnet yang lama. Sayangnya, server tsb sudah lama offline, gara-gara dikira server milik jaringan teroris (Islamic NETWORK) oleh antek-anteknya Bush.

  41. Saya merujuk ke kalimat ini : tolak semua (hadits) yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah ?
    .
    Sampai saat ini tetap belum ada klarifikasinya dari Anda.

    mungkin saya yang kurang pandai berbahasa. saya coba lagi.

    jika mereka menolak sesuatu hadits mestinya bukan didasari perasaan suka atau benci. hadits menurut saya adalah kesaksian seseorang yang menyatakan bahwasanya ia mendengar/melihat rasulullah mengatakan/melakukan sesuatu.

    .
    ya. mereka menolak hadits dari sebagian sahabat karena:

    jika pribadi seseorang tersebut diragukan, atau jika kondisi orang tersebut diragukan (nyawanya/dapurnya, dsb. sedang terancam) kita patut ragu atas apa yang disampaikannya saat itu….dst.

    mudah-mudahan ini bisa lebih jelas.
    .
    kenapa kita tidak bisa langsung mempercayai semua sahabat? tentu saja seperti kata anda yang juga saya sependapat:

    Tapi kita musti sadari bahwa ahli ilmu / ulama bukan berarti otomatis ybs adalah ahli surga / berada di jalan yang benar.

    lalu bagaimana dengan pernyataan anda seperti:

    .
    Kan cara wudhu ada di hadits.
    .
    Atau, Syiah tidak menerima hadits ?
    .
    Yah, jadi ketahuan deh belangnya …

    .
    jika anda memang pada awalnya sudah tahu bahwa syi’ah memiliki metode/preferensi sendiri (meminjam kata anda menolak semua (hadits) yang dari sahabat nabi yang dibenci syiah) kenapa harus terlontar komentar seperti itu?
    .
    sayang sekali diskusi di server lama isnet tersebut sudah tidak ada. saya pribadi tidak lantas menganggap anda berkhayal hanya karena saya tidak/belum melihat arsip diskusi tersebut. mudah-mudahan ada pihak lain yang mengarsipnya dan bisa membantu menungungkapkannya.

  42. Menurut sunni para rawi hadis dr kalangan sahabat dapat diterima semuanya. Sedang bagi syiah tidak semua sahabat itu jujur dalam periwayatan hadits hingga perlu diadakan penelitian apakah ia dusta atau tidak. Email aku, kuberi rujukannya. Q adalah syiah.

  43. usman,umar,abubakar adalah laknatullah, asyhaduan laa illaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadur rasulullah wa asyhadu ana aaliyan waliyullaah. imam mahdi al mukhtadar

  44. @Ghoelam
    akhirnya ada orang syi’ah yang mau juga berkomentar di sini. mudah2an bisa membantu kita untuk memahami syi’ah.
    .
    mohon koreksi pemahaman saya:
    ulama kita (sunni) juga tidak serta-merta menerima semua hadits dari manapun datangnya. terputusnya sanad, terdapatnya pribadi yang meragukan dalam rangkaian sanad juga menjadi tolok ukur keshahihan suatu hadits.
    .
    yang saya ketahui adalah ulama sunni sepakat bahwa hadits yang terdapat adalam shahih bukhari dan shahih muslim adalah semuanya shahih.
    .
    jika anda ingin menyampaikan sesuatu, saya rasa sebaiknya tak perlu sembunyi2/japri. jika memang pemilik blog ini menilai komentar anda layak ditampilkan, pasti ditampilkan dan mudah2an membawa manfaat bagi kita semua.
    .
    @wsn_001
    anda seolah-olah mau menyampaikan bahwa anda mewakili syi’ah dengan:
    1. melaknat abubakar, umar dan utsman
    2. mengucapkan syahadat yang berbeda dari syahadat yang umat islam ucapkan.
    .
    mengatributkan kedua tuduhan tersebut kepada syi’ah adalah hal yang sudah basi. anda hanya menyebar fitnah.
    .
    saya rasa saudara Ghoelam bisa mengklarifikasi hal ini.

  45. Persoalan hadis dalam islam memang persoalan yang njelimet. Selain karena pembukuanx terlambat, penilaian sahihx pun berbeda2. Dalam sunni, mis bukhari memerlukan waktu bertahun2 utk menyortir ketat pembawa sabda nabi dari tiap masa kecuali tingkt sahabat. Hasilx dpt ditebak. Para Ulama pun mengakui kitabx sbg yg paling sahih. Namun ulama jg tdk gegabah tunduk, tdk kritis pada bukhari karena beberapa riwayatx yang bertentangan dgn quran, akal, dan hadits lainx. Sehingga ambil kesimpulan sahih bukhari galibx sahih secara sanad rawi namun belum tentu sahih scr matan, isi hadis. Bersambung..

  46. Saya yakin bukhari kerja keras menyortir sabda nabi sehingga para ulama sunni menempatkan bukux satu tingkat dibwh quran. Namun tiada gading yg tak retak, ulama jg menemukan bebrpa kejanggalan dlm isi sahih bukhari yg bertentangan dgn quran, akal, hadis2 lainx hingga menyimpulkan shh bukhari galibx sahih secr sanad rawi namun secara matan, isi hadis perlu kajian ulang. Sdg syiah bersambung..

  47. Saya yakin penganut syiah marah ketentuan nas pengangkatan ali di lengserkan krn politk kekuasaan waktu itu. Namun bgmana skp imam ali waktu itu, ia tdk berontak demi terjagax umat islam. Ia lebih menyrh urusan waktu di akhrt sesuai wasiat nabi saw bl ia ditgl umatx dan mementgkn menyatukan islam, misalx dgn memberi nama anak2 dgn abu bkr, umar, usman.

  48. Hadis bagi syiah bukan hanya sabda nabi tetapi jg sabda 12 imam ahli baitnya karena berdasarkan quran dan hadis. Selain juga mnrm hadis klmpk lain, nonsyiah jk tdk terbukti tdk adil, dusta. Serta meneliti kejujuran sahabat karena sebagian mereka berlaku tdk jujur dlm menyebrkan sabda nabi saw dm kepentgn politk semata.

  49. @rhusein :
    .
    ya. mereka menolak hadits dari sebagian sahabat karena:

    jika pribadi seseorang tersebut diragukan, atau jika kondisi orang tersebut diragukan (nyawanya/dapurnya, dsb. sedang terancam) kita patut ragu atas apa yang disampaikannya saat itu….dst.
    .
    Nah, makanya saya bilang orang Syiah doyan mengelak dari inti masalahnya. Sehingga jadi banyak membuang-buang percuma waktu saya.
    .
    Seperti terimplikasi dari komentar Ghulam dan juga dari banyak sumber2 Syiah, para sahabat yang ditolak Syiah antara lain adalah para sahabat yang sudah dijamin masuk surga oleh Nabi saw.
    .
    Sehingga ini menjadi masalah besar – Nabi saw sudah menyatakan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dll; tapi menurut Syiah (terutama) Rafidhah, mereka adalah pengkhianat umat & agama.
    .
    Secara logis, jelas saya pribadi memilih sabda Nabi saw, daripada kata-kata dari orang-orang yang sudah dicaci oleh Ali bin Abi Thalib ra sendiri.

  50. @Ghulam – Saya yakin bukhari kerja keras menyortir sabda nabi sehingga para ulama sunni menempatkan bukux satu tingkat dibwh quran. Namun tiada gading yg tak retak, ulama jg menemukan bebrpa kejanggalan dlm isi sahih bukhari yg bertentangan dgn quran, akal, hadis2 lainx hingga menyimpulkan shh bukhari galibx sahih secr sanad rawi namun secara matan, isi hadis perlu kajian ulang.
    .
    Saya kira Anda benar, salah satu contohnya pernah didiskusikan di blog ini juga (soal umur Aisyah pada saat menikah).
    .
    Namun yang mengesalkan dari diskusi saya dengan berbagai penganut agama Syiah (juga atheis, JIL, dst), ini langsung menjadi senjata untuk menafikan Bukhari & Muslim secara umum.
    Sementara mereka akan menerima sumber-sumber yang sesuai dengan hawa nafsunya, yang JAUH lebih meragukan, tanpa dikritisi sama sekali.
    .
    Mengaku ilmiah, tapi bias & tidak adilnya sangat luar biasa.
    .
    Belum lagi penyerangan kepada berbagai hadits Bukhari & Muslim yang sebetulnya tidak bermasalah, dengan berbagai modus operandi yang tidak jujur.
    .
    Jadi dengan menilik poin-poin diatas, kalau ada yang menyerang Bukhari / Muslim disini, saya akan cenderung menghapus komentarnya. Silahkan lakukan di tempat lain saja.
    .
    Terimakasih.

  51. @sufehmi
    ini ditujukan untuk komentar anda dua komentar anda di atas (#51 & #52) dan bagi anda sendiri supaya tidak memakan banyak tempat.

    anda mengatakan syi’ah suka mengelak dari inti masalahnya. sayangnya saya sendiri jadi tidak tahu apa inti masalahnya atau inti dari posting anda ini yang dielak oleh syi’ah dengan mengatakan bahwa sahabatpun bisa juga salah.
    .
    mengenai sahabat yang sudah dijamin masuk surga oleh nabi, saya tidak bisa berkomentar lagi karena sudah pasti akan anda labeli menyerang bukhari / muslim dan yang sudah anda jamin akan anda hapus.
    .
    sayangnya anda hanya bisa mengklaim mereka begini mereka begitu tanpa bisa membantu saya untuk memahaminya dengan memberi rujukan yang bisa saya lihat.

  52. Syiah tdk menyerang dua kitab sahih secara general. Bahkan sebagian hadis2 mereka mendukung eksistensi syiah. Misalx ramalan nabi tentang 12 imam sampe hari kiamat, Ulama sunni tdk dpt scr pas menafsirkanx. Adapula hadis tsaqalen, yaitu dua wasiat nabi, quran dan ahli bet, bkn hadis lemah, yg menyebutkn quran dan sunah. Adapula hadis yang menunjkkan wasiat nabi pd ali di rumah aisyah. Dsb.

  53. @rhuseinh – sayangnya saya sendiri jadi tidak tahu apa inti masalahnya atau inti dari posting anda ini yang dielak oleh syi’ah dengan mengatakan bahwa sahabatpun bisa juga salah.
    .
    Ya, masih mengelak juga. Apalagi yang masih kurang jelas ?
    Anda / Syiah menolak & menyerang sahabat-sahabat Nabi saw yang paling utama (bukan sekedar random Fulan yang kebetulan hidup di zaman Nabi saw), menyerang bukhari/muslim tanpa dasar-dasar yang jelas, dst.
    .
    Saya sudah bisa menerima bahwa memang ada perbedaan fundamental antara Sunni & Syiah yang tidak bisa di rekonsiliasi. Masing-masing berkeyakinan bahwa kepercayaan mereka yang paling benar.
    Dan kita bisa tetap hidup berdampingan dengan damai, dengan memegang prinsip lakum dinukum waliyadin.

  54. @Ghoelam – Syiah tdk menyerang dua kitab sahih secara general
    .
    “Menyerang” tidak lah selalu secara frontal.
    Salah satu cara “menyerang” lainnya adalah dengan menyebarkan fitnah bahwa kitab sahih tersebut sebetulnya justru mendukung Syiah – dan lalu memberikan “bukti-bukti” pendukung, yang sebetulnya adalah penipuan & “fakta” yang tidak ada dasarnya.
    .
    Salah satu contohnya bisa dibaca di posting ini – Ja’far ra dituduh sebagai imam Syiah. Padahal beliau sendiri tidak pernah menyatakan demikian (oh beliau kan lagi taqiyyah – capek deh, tidak ada habisnya penipuan dari Rafidhah ini).
    .
    Contoh berikutnya lagi adalah klaim bahwa ada hadits shahih riwayat Bukhari yang membenarkan 12 Imam nya Syiah Rafidhah.
    Padahal begitu kita lihat redaksi haditsnya, 12 imam tersebut bisa siapa saja; dan bukan merujuk kepada 12 imam syah rafidhah.
    .
    Lagi-lagi Anda cuma membuang-buang waktu saya.

  55. Salah satu hal yang paling mengesalkan mengenai Syiah adalah kelompok ini dimulai dari masalah **politik** yang sangat sepele, yaitu soal pemilihan khalifah, dimana Ali ra baru mendapatkannya setelah Abu Bakr, Umar bin Khattab, dan lalu Utsman bin Affan.
    .
    Padahal para sahabat yang mulia jelas tidak memburu jabatan (mereka paham bahwa kekuasaan adalah amanah yang berkonsekuensi berat, bukan kenikmatan). Dan sikap ini ditiru oleh para muslim yang shalih sampai berabad-abad kemudian.
    .
    Sudah cuma meributkan hal yang sangat sepele ini, kemudian malah diperlebar ke soal-soal lainnya, sampai ke soal akidah pula.
    Jadinya justru turut membantu menghancurkan Islam dari dalam
    .
    Kalau mau berpolitik konyol seperti ini, jangan malah merusak agama lah. Lebih baik kita fokus ke memperbaiki kondisi umat ini.

  56. Memang sulit menyandingkn air tawar dan asin. Skr aku tanya saja. Mungkinkah dalam satu masa dan tempat tdk ada seorang pun yg mis, memburu jabatan, berdusta? Golongan siapa yg menganut dan mengajarkan mazhb ahlu bait/ja’fari, sunni ato syiah? Tafsiran mana tetng hadis 12 imam yang tepat, tafsiran sunni ato syiah? Mungknkah nabi yg cerdas meninggalkan umatx tanpa mengangkat wakil atau aturan main pengangkatn khlfh, sedgkan abu bkr menunjk umar, umar membentk dewan, usman (tdk sempt krn dipenggl di rumah, ali, ktk akan wafat ditanya apakah kt hars membait hasan, ali menjwb, aku tdk memerntah dan melarang, kamu lebih tahu dan pengktx pun membaiat hasan?

  57. Mungkinkah dalam satu masa dan tempat tdk ada seorang pun yg mis, memburu jabatan, berdusta?
    .
    Tidak mungkin.
    .
    Namun, kita juga musti ingat bahwa pasti akan selalu ada orang baik yang berjuang untuk kebaikan.
    Bahkan pada saat ini di Indonesia sekalipun (yang katanya lagi sangat bobrok situasinya), saya cukup beruntung untuk bertemu dengan beberapa dari mereka yang kebetulan juga sudah hampir sampai di posisi pemimpin tertinggi negara ini.
    .
    Dan makin dekat ke zaman Nabi saw, maka semakin besar kekuatan yang baik versus yang jahat.
    .
    Golongan siapa yg menganut dan mengajarkan mazhb ahlu bait/ja’fari, sunni ato syiah?
    .
    Sunni, karena kami memuliakan ahlul bayt dan menempatkan mereka pada tempatnya; dan tidak mengada-adakan mereka sebagai sesuatu yang tidak sebenarnya.
    .
    Tafsiran mana tetng hadis 12 imam yang tepat, tafsiran sunni ato syiah?
    .
    Saya pikir ini adalah salah satu contoh dari hadits yang “mutasyabihat”, hadits yang tidak akan pernah kita bisa ketahui tafsir yang pastinya.
    Sama seperti berbagai hadits mengenai Kiamat, yang bisa diartikan menjadi banyak hal (jadi ini bukan cuma sekedar soal beda tafsir antara Sunni / Syiah)
    .
    Kita harus mengimani kebenarannya, namun arti yang sebenarnya kita serahkan kepada Allah swt.
    .
    Kalau umat Syiah doyan membuang-buang waktu untuk hadits ini, silahkan saja. Saya pribadi tidak tertarik.
    .
    Mungknkah nabi yg cerdas meninggalkan umatx tanpa mengangkat wakil atau aturan main pengangkatn khlfh
    .
    Sangat mungkin, karena Nabi yang cerdas akan menghasilkan umat yang cerdas juga, yang bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik.

  58. Salah satu hal yang paling mengesalkan mengenai Syiah adalah kelompok ini dimulai dari masalah **politik** yang sangat sepele, yaitu soal pemilihan khalifah, dimana Ali ra baru mendapatkannya setelah Abu Bakr, Umar bin Khattab, dan lalu Utsman bin Affan.
    .
    Padahal para sahabat yang mulia jelas tidak memburu jabatan (mereka paham bahwa kekuasaan adalah amanah yang berkonsekuensi berat, bukan kenikmatan). Dan sikap ini ditiru oleh para muslim yang shalih sampai berabad-abad kemudian.
    .
    Sudah cuma meributkan hal yang sangat sepele ini, kemudian malah diperlebar ke soal-soal lainnya, sampai ke soal akidah pula.
    Jadinya justru turut membantu menghancurkan Islam dari dalam
    .
    Kalau mau berpolitik konyol seperti ini, jangan malah merusak agama lah. Lebih baik kita fokus ke memperbaiki kondisi umat ini.

  59. Benar, tdk mugkn. Kl begtu mungknkah semua sahbt sektr 100.000 org tdk ada yg dusta, memburu jbtn, dsb. Mengapa sunni mengangp semua baik tanpa dikritk, toh tdk menghncrkn pondasi hadis yg bnyk kontrdksi, malah menfilterx. Bgmn mugkn sunni bs dikatakn menganut mazhb ahl bet, masalah fikh aja pake 4 imam, dlm bukhri aja jarang meriwaytkan dari rawi ahl bet, dan mengaku cinta ahl bet tapi mencintai jg musuh dan pembunhx. Syiahlah yg memelihara ajaran ahl bet dan meletkknx sesuai wasiat nabi saw, meski adapula yg berlebihan tpi syiah murni terlepas drnya sebgmana dikatakan pr imam ahl bet.

  60. Assalamualaikum kepada yang mendapat hidayah Allah S.W.T

    Bismillahirrahmanirrahim, demi Allah, Tuhannya Nabi Muhammad S.A.W, Abu bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib…Tuhan kita semua..

    Pada hari pembalasan nanti… Allah tidak akan bertanya kepada kita apakah Abu bakar, Umar, Usman, Ali adalah kafir atau tidak…apakah Muawiyah kafir atau tidak, Apakah Abu LuLuah kafir atau tidak, Allah tidak akan memperdebatkan urusan orang lain kepada diri kita.. Allah hanya bertanya mengenai kita sendiri…amalan kita di dunia…

    Entah anda itu sunni atau syiah, masing2 tidak akan bisa mengubah apa yang menjadi anutannya. Adalah percuma memaksa dan meyakinkan masing2 aliran untuk meyakini aliran kita.. Karena masing2 memiliki aqidah yang sudah menjadi pedoman masing2.

    Akankah lebih baik jika kita memikirkan diri kita, menyiapkan diri kita untuk hari pembalasan.
    Kalaupun sunni merasa syiah salah, atau syiah merasa sunni salah lalu sampai kapan perdebatan ini berlangsung.. adakah caci mencaci lebih baik daripada kita memperbaiki diri kita?sholat kita, puasa kita, amal kita?

    wasalam.. Allahu Akbar.

  61. Sbg hamba Tuhan, sudah pasti (gak usah diperintah) bagi kita tuk menghiasi diri dgn amal2 baik. Namun syiah sbg minoritas, gimana bisa tenang jika sebagian sodara sunni kita yang mayoritas merendahkn dan menyesatkn syiah tanpa proses hukum yang adil, sehingga umat islam menjadi disharmonis, diskriminasi syiah bahkan perusakan di negara kesatuan ini.

  62. To Ghoelam..
    Anda berkata : gimana bisa tenang jika sebagian sodara suni kita yang mayoritas merendahkan dan menyesatkan syiah…
    Anda fikir golongan syiah saja yang merasa seperti itu? suni mungkin lebih merasa syiah yang menyesatkan, merendahkan dan banyak caci maki yang lain..

    SUDAH YA ANAK-ANAK… URUS DIRI MASING-MASING
    GAK USAH URUS ORANG LAIN..

  63. Buat Harry sufehmi.. Tolong di cek web site ini :
    xxxx.wordpress.com (Ed – blog ini bukan tempat promosi website agama Anda)

    Astagfirullah,, menyesatkan sekali. Tolong diatasi masalah ini segera. ini berbahaya.

  64. Keputusan hakim yang baik dan bijak adalah keputusan yg muncul, selalu dan wajib, dari dua pihak yang berselisih, bukan sepihak, dan bukan pula taklid buta pada kampanye2 negatif lawannya.

  65. Abdullah adalah bahasa arab yang artinya hamba Allah, sama saja kan. Saya kira faham bahasa arab.

  66. @Abdullah – itu tidak perlu diberitahu lagi.
    .
    Masalahnya, Anda berpura-pura menjadi 2 orang yang berbeda, dengan memberikan komentar yang masing-masing bertolak belakang (yang satu menyerang syiah, yang satu mengajak damai) — apa maksud Anda melakukan itu ?

  67. Allahumma Shalli ala sayyidina muhammadinnabiyyi, wa’ala dzurriyatihi..wa’ala ahli baytih..

    Saudaraku dari sunni, mari kita berdiskusi secara terbuka, tanpa ada emosi, mengedepankan rasionalitas daripada perasaan dan emosi semata.

    Alhamdulillah, insya Allah setelah melalui proses pencarian, ana menjadi syiah. Menurut ana ini bukan proses yang besar, karena secara keimanan, Tuhan ana tetap Allah SWT, rasul ana tetap Muhammad SAWW, Kitab ana tetap Qur’an seperti Qur’an nya antum juga.

    Perbedaan mendasar, memang sewaktu ana masih ahlussunnah, ana agak kesulitan memahami konsep imamah, tawassul, dsb seperti yang ada di Ahlul Bayt.

    Tetapi, adalah hak seorang hamba, seraya memohon kepada Allah sang penguasa alam, untuk memberikan jalan bagi seribu tanda tanya dalam hidup ana. Dan sekali lagi, adalah hak ana, untuk mencari kebenaran dalam hidup ini, entah itu kalo perlu sampai masuk yahudi, katolik, kristen, atau islam.

    Alhamdulillah ana lahir dalam islam, kalo lahir dalam keadaan yahudi, bisa jadi saat ini ana jadi rabi, atau misalnya lahir dalam keadaan katolik, bisa jadi ana saat ini menjadi Paus di roma.

    Namun demikian, pencarian ini berakhir pada Ahlul Bayt, keluarga ana sendiri semua masih Ahlussunnah, dan mereka mengerti perbedaan ini, karena perbedaan ini bukanlah sesuatu yang perlu dibesar2kan.

    Saudaraku, mari kita bergandengan bersama dalam Tauhid Islam. Jangan biarkan musuh2 islam (izinkan kami, dari Ahlul bayt menyebut kalian Ahlussunnah sebagai saudara) dari luar islam yang menghendaki kehancuran islam menikmati perbedaan ini dan menggunakan ini sebagai sarana untuk menghancurkan Islam.

    Adalah hak saudara untuk tetap menjalankan ajaran Ahlussunnah, adalah hak kami untuk menjalankan ajaran ahlul bayt. Intinya, bagaimana kita menyikapi dan memahami perbedaan dalam Islam, karena toh di Ahlussunnah sendiri terdapat 4 imam besar, yang ajarannya juga memiliki perbedaan dalam bingkai Fiqih Islam.

    Wassalam,

  68. @jack – konsep imamah juga ada di Sunni, tapi konsep 12 imam tidak ada asal-usulnya.
    .
    konsep tawassul juga ada di sunni, tapi lebih rasional & lebih selamat dari pengkultusan pribadi dan mudharat-mudharat lainnya.
    .
    Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, Syiah 12 imam kelihatannya mulai kembali menjadi lebih lurus. Hal-hal seperti mencaci-maki & menafikan para sahabat Nabi yang utama mulai dikurangi.
    Mudah-mudahan Syiah & Sunni bisa segera kembali menjadi umat Islam yang satu, amin.

  69. Semoga saja demikian bos,

    Di dalam sunni syafii saya juga tidak menyangsikan adanya tawassul, namun demikian, perlu saya ceritakan, hal ini tidak diterima oleh kalangan salafy (yes, I was part of them), dimana dalam gerakannya, wahabi-salafy mendompleng nama Ahlussunnah sendiri..bahkan mereka berusaha memutar balikkan sejarah dengan mengatakan pembunuh Imam Husayn A.S bukanlah Yazid, padahal semua literatur ahlussunnah yang saya baca, dan guru saya (syafii dan hanafi yang kuat), beliau sendiri mengakui pembunuhan Al-Husayn A.S oleh Yazid bin Muawiyah adalah sebuah fakta sejarah, dan beliau sendiri berkata bahwa sesungguhnya peristiwa 10 Muharram bukanlah milik orang Syiah, tetapi juga milik orang2 Syafi’i dan Hanafi dan orang2 Ahlussunnah lainnya.

    Masalah pengkultusan, itu sebenarnya ada di surah 33 ayat 33 tentang penyucian AhlulBayt dari dosa-dosa, siapa yang dimaksud dengan ahlulbayt? dan siapa yang tergabung di dalamnya? antum bisa baca hadist2 Ahlussunnah sendiri seperti tarmidhi (166/2), Muslim (no 1118) dan hadist2 lain yg menurut kalangan ahlusunnah dan sifatnya Shahih. Secara garis besar diriwayatkan oleh ummu salamah, Aisyah bt Abu Bakar, dll (hadist kisa dan hadist mubahalah yang terjadi setelah penurunan surah 3:59).

    Masalah imamah dan 12 imam, mungkin lebih baik anda membeli sebuah buku terbitan ICC Jakarta yang berjudul “Antologi Islam” (bukan promosi lho..tp di gramedia juga ada 🙂 ), kalo anda sekedar ingin memahami konsep imamah dan 12 imam..but still, please dont make an understanding based on what is written, it’s all about challenging your mind perception and sometimes you just need to talk and share your understanding with those who are expert in it (saya mengakui kecerdasan saudara diatas rata rata,and I did note that you graduated from overseas uni)

    Kami sendiri dari syiah bisa memahami argumen anda yang menyatakan tingkat keshahihan sebuah hadis dapat diperdebatkan, perlu anda ketahui demikian pula hal-nya dengan Hadist2 syiah dari Kulaini misalnya, namun demikian, kami di syiah tidak memiliki hadist yang dikatakan betul2 dinilai “shahih” sebagaimana bukhari, muslim dsb.

    Hadist2 yang ada di syiah bersifat dapat didiskusikan baik dari segi sanad maupun matan-nya. Seperti hadist2 palsu yang berkembang di syiah yang menyatakan Al Qur’an telah berubah dsb dsb dsb, kami pun tidak mengakui hadist tersebut.

    Maaf, kalo anda menganggap lebih rasional mana, saya pun punya alasan rasionalitas sendiri yang buat SAYA jauh lebih rasional daripada literatur2 di sunni sendiri, itu hak saya untuk berfikir demikian, dan hak anda untuk berfikir demikian, namun demikian saya pikir kita tidak perlu berdebat disini karena nantinya bisa kita pastikan, kita akan debat kusir dan melangkah jauh dari konsep ukhuwah islamiyah yang saya tulis dan anda tulis sebelumnya.

    Yang perlu dicatat adalah, Umat Islam perlu menghargai perbedaan yang ada, sekali lagi didalam Ahlussunnah sendiri pun ada perbedaan. Dan kita tidak perlu memperbesar jurang ini, kita pikirkan bagaimana menjembatani-nya, karena masalah keyakinan, tiap orang punya pemahaman yang berbeda beda dan ini adalah masalah aqidah yang susah dirubah kecuali dengan keyakinan diri sendiri dan kita sendiri yang berusaha mencari kebenaran itu.

    Wassalam dan sukses buat anda dan seluruh umat islam.
    Ya Allah, segerakanlah kedatangan imam kami, imam mahdi AS, yang kedatangannya menjadikan awal kebangkitan umat Islam, ummat kekasihmu Rasulullah SAWW.

    “Seandainya terlalu mencintai keluarga Rasul adalah rafidhi/syiah, ketahuilah bahwa aku Rafidhi” – Imam Syafi’i.

  70. @jack – “Seandainya terlalu mencintai keluarga Rasul adalah rafidhi/syiah, ketahuilah bahwa aku Rafidhi” – Imam Syafi’i.
    .
    Sekedar klarifikasi kepada yang mungkin bisa keliru menafsirkannya, pernyataan di atas bukan berarti bahwa Imam Syafi’i adalah rafidhi / syiah 12 imam 🙂
    .
    Umat Islam perlu menghargai perbedaan yang ada, sekali lagi didalam Ahlussunnah sendiri pun ada perbedaan.
    .
    Setuju sekali. Namun juga sebaliknya, jelas ada perbedaan jangan malah dianggap tidak ada. Nanti jadi mengecoh yang tidak paham.
    .
    OK mudah-mudahan syiah rafidhi bisa terus menjadi semakin baik, terimakasih.

  71. Setuju mas,

    Di tulisan diatas (takutnya misleading), saya bukan ingin mengatakan bahwa imam syafii adalah serang syiah, tetapi imam syafi’i pun menggarisbawahi pentingnya mencintai rasul dan keluarga-nya (janganlah kita meniru kebiasaan jamaah takfiriyin yang kerja-nya cuman bisa men-cap bid’ah dan mudah mengkafirkan seseorang yang berbeda pandangan dan pemahaman)

    ->..jelas ada perbedaan jangan malah dianggap tidak ada..<-

    Sewaktu saya Ahlusunnah, saya sendiri pun tidak ingin membicarakan soal Syiah, saya lebih concern, knapa di dalam ahlusunnah sendiri bisa terpecah – pecah? (Kamipun mengakui di syiah pun ada pecahan2, namun syiah 12 imam adalah mazhab yang paling rasional, sekali lagi buat saya, bukan berarti buat anda dan ini membutuhkan proses, yang bisa pendek, bisa juga panjang dalam perjalanan waktu-nya).

    Penekanan saya disini adalah ada perbedaan dalam islam yang harus diakui dan diketahui. Seperti contohnya di dalam kerangka Ahlusunnah, posisi sedekap pengikut mazhab hanafi dan mazhab Syafi’i sudah berbeda, atau realitas yang lebih dekat lagi, Muhammadiyah dan NU bisa berbeda dalam penetapan tanggal 1 syawal. Ini yang harus menjadi kunci, jangan kita malahan membuka kunci persatuan dan malahan membiarkan musuh Islam menyerang hanya dengan satu sentilan.

    Terima kasih mas, Semoga ahlusunnah dan pecahannya (mulai dari hanafi – Hambali) pun bisa menjadi lebih baik dan concern terhadap urusan internal mereka dibanding sibuk meng-ghibah sesama muslim, ataupun umat beragama lain.

    Semoga mas mendapat berkah Allah dan syafaat Rasulullah SAWW dan para imam maksum.

    Salam,

  72. Seperti contohnya di dalam kerangka Ahlusunnah, posisi sedekap pengikut mazhab hanafi dan mazhab Syafi’i sudah berbeda
    .
    … selanjutnya kita juga perlu paham mana perbedaan yang penting (akidah, dst) dan perbedaan yang tidak penting (misal: topik non-esensial pada fiqh, dst)
    .
    Contoh yang Anda berikan adalah perbedaan yang tidak penting & tidak perlu diributkan, asalkan jelas dasar dari masing2 argumennya.

  73. saya lebih concern, knapa di dalam ahlusunnah sendiri bisa terpecah – pecah?
    .
    Definisi “terpecah” disini perlu diperjelas dulu.
    .
    Kalau perbedaan pada topik-topik cabang di bidang fiqih (seperti di contoh yang Anda berikan), ini sudah ada bahkan sejak zaman Rasulullah saw, dan beliau membiarkannya.

  74. Semoga ahlusunnah dan pecahannya (mulai dari hanafi – Hambali)
    .
    Kelihatannya Anda menyamakan pecahan di Syiah dengan di Ahlussunnah.
    .
    Padahal “pecahan” Ahlussunnah yang Anda sebutkan itu (mazhab hanafi,hambali, dst) masih akur pada hal-hal yang prinsip & pokok. Mereka hanya berbeda pada cabang-cabang fikih.
    .
    Jangan disamakan seperti pecahan antara Syiah Rafidhah (12 Imam) dengan Syiah Ismaili.

  75. Apa Kata Ulama Islam Terkemuka Tentang Mazhab Sunni dan Syiah?

    Fatwa Ulama-Ulama Terkemuka Islam Perihal Para Pengikut (Muqallid) Mazhab-Mazhab Islam (Syi’ah-Sunni)

    1. Fatwa Ayatulah Sistani

    Soal: Apakah orang yang melafalkan dua kalimat syahadat, melaksanakan salatnya dengan menghadap ke arah kiblat (Mekkah) dan ia adalah pengikut salah satu dari delapan mazhab Islam yang terdiri dari Hanafiyah, Syafiiyah, Malikiyah, Hanbaliyah, Ja’fariyah, Zaidiyah, Ibadiah dan Zhahiriyah, dianggap sebagai seorang Muslim? Dan apakah darah, kehormatan, dan hartanya mendapat perlindungan?

    Jawab: Siapa pun yang mengucapkan dua kalimat syahadat atas nama Allah Yang Mahakuasa, tidak melakukan suatu perbuatan yang berlawanan dengannya dan siapapun yang bukan musuh Ahlulbait adalah seorang Muslim.

    2. Fatwa Syekh Universitas al-Azhar, Muhammad Sa’id Tanthawi

    Soal: Apakah dibolehkan untuk menganggap sebuah mazhab Islam, yang tidak termasuk mazhab Ahlusunnah (Sunni), sebagai salah satu mazhab yang berafiliasi ke Islam murni? Atau, dengan kata lain, apakah diperbolehkan untuk menganggap seseorang sebagai seorang Muslim di luar empat Mazhab Ahlusunnah yang terkenal yang mengikuti salah satu mazhab Islam seperti Zhahiri, Ja’fari, Zaidi, atau Ibadiah?

    Jawab : Islam murni telah disampaikan oleh Nabi Islam saw kepada kita sebagaimana telah dinyatakan dalam ucapan-ucapan beliau dalam Kutub as-Sittah (enam koleksi hadis yang dianggap sahih oleh Ahlusunnah) yang mengutip hadis Jibril: Nabi Islam saw berkata, “Barang siapa yang beriman kepada tiada tuhan selain Allah Azza Wajalla, Muhammad saw sebagai utusan suci-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji ketika ia mampu, maka ia adalah seorang Muslim.”

    Demikian juga telah dinukil oleh Abdullah bin Umar ra yang berkata bahwa Nabi saw menyatakan bahwa Islam didirikan atas lima dasar: kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, Muhammad saw adalah Rasul-Nya, mendirikan salat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, berpuasa di bulan Ramadhan.” Dengan demikian, setiap manusia (baik ia lelaki maupun perempuan) yang memberi kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasul (utusan Allah), dan ia mengakui lima dasar tersebut serta melakukan kelima-limanya dan jika ada perbedaan pada cabang-cabang bukan di ushul, maka kita hanya bisa mengatakan bahwa para pengikut mazhab-mazhab Islam ini sebagai Muslim.

    Syariah suci Islam memerintahkan para pemeluknya untuk berfatwa berdasarkan apa yang tampak dari orang-orang tersebut karena hanya Allah Yang Mahakuasa yang mengetahui akal pikiran umat manusia.

    Telah disebutkan dalam hadis mulia Nabi Muhammad saw, “Aku telah diperintahkan untuk mengadili manusia secara zahir tetapi hanya Allah Azza Wajalla yang mengetahui pikiran seseorang.”

    Penting untung disebutkan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut yang ada di antara mazhab-mazhab Islam sekarang diajarkan di Fakultas Syariah Universitas al-Azhar. Perbedaan-perbedaan ini diterangkan secara rinci karena kita tahu bahwa perbedaan-perbedaan tersebut adalah masalah yang absah adanya mengingat perbedaan-perbedaan tersebut terdapat pada topik-topik cabang, bukan pada ushul.

    Soal: Apakah pengertian takfir?

    Jawab : Takfir artinya seseorang menyifati orang lain sifat kafir yang tidak diperbolehkan kecuali jika orang yang dikafirkan tersebut menolak kebolehan menyembah Allah dengan niat baik. Juga ia menolak keimanan pada malaikat, kitab-kitab suci, para nabi, dan hari kiamat.

    Allah Swt berfirman, Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab-kitab- Nya dan rasul-rasul- Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”,… (QS al-Baqarah: 285)

    Juga firman-Nya, Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul- Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul- Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS an-Nisa:150- 151)

    Karena Allah Swt memerintahkan: tidak boleh ada pengafiran kepada orang-orang yang saleh juga para pengikut salah satu mazhab Islam, yang seluruh mazhab tersebut memiliki kesepakatan dalam kebolehan dalam niat baik atas ketaatan kepada Allah, keimanan pada para malaikat dan kitab-kitab suci, para nabi, dan hari akhirat juga kepada orang-orang yang beriman pada penerimaan pelaksanaan kewajiban-kewajiban yang Allah telah perintahkan kepada kita meliputi salat, zakat, puasa, dan haji (bagi mereka yang mampu) juga pada penerimaan kebaikan-kebaikan etis seperti ketulusan, amanah, kesucian, dan amar makruf nahi mungkar.

    Nabi saw secara keras memperingatkan orang-orang yang mengafirkan kaum Muslim berdasarkan pada apa yang telah dikutip oleh Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, dan Abu Dzar dalam kitab-kitab sahih.[]

    3. Fatwa Mufti Agung Suriah, Almarhum Syekh Ahmad Kaftaroo

    Soal: Apakah mazhab-mazhab seperti Zaidi, Ja’fari, dan Ibadiah adalah mazhab-mazhab Islam?

    Jawab: Membatasi fikih Islam hanya kepada al-Quran suci dan Sunnah adalah kelalaian terhadap agama Islam dan ini telah menjadikan agama yang benar ini suatu agama yang berpandangan picik yang terbatas pada target kecil yang tidak mampu merespon berbagai keinginan manusia dan persoalan-persoalan kehidupan.

    Sudut pandang mazhab-mazhab ini dalam cabang-cabang fikih berbeda. Meskipun demikian, mazhab-mazhab fikih ini berjalan di atas prinsip-prinsip Islam dan begitu juga di dalam prinsip-prinsip yang dapat diperdebatkan, perbedaan-perbedaan yang ada di antara para fukaha menyangkut cabang-cabang dari mazhab Islam adalah untuk memudahkan orang-orang dan menghilangkan berbagai kesulitan mereka.

    Karena itu, dengan mempertimbangkan fakta-fakta ini, mengikuti (bertaklid) kepada salah satu mazhab-mazhab diizinkan sekalipun itu mengharuskan ia mengarah ke eklektisisme karena Mazhab Maliki dan sekelompok Mazhab Hanafi secara tepat mempunyai fatwanya. Dengan demikian, beramal yang didasarkan pada mazhab-mazhab Islam yang termudah atau bertaklid pada perintah-perintah termudah ketika itu mengharuskannya dan layak diizinkan, karena agama Tuhan adalah mudah, bukan agama yang sulit.

    Misalnya, Allah Swt berfirman, Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Maidah:3)

    Karena itu, Mazhab Zaidi digolongkan sebagai salah satu mazhab Islam termulia terutama sekali ketika buku yang ditulis oleh Imam Yahya bin Murtadha berjudul al-Bahr al-Zhakhar al-Jamaa,
    suatu ensiklopedi fikih di dalamnya tidak ada perbedaan apa pun dengan fikih dari Ahlusunnah kecuali mereka mempunyai perbedaan-perbedaan parsial di dalam isu-isu seperti ketidaksahan mengusap kepala atau kaki dengan ujung jari-ujung jari yang basah ketika berwudhu juga pemboikotan atas pembantaian oleh non-Muslim.

    Syi’ah Imamiyah adalah mazhab Islam yang paling dekat kepada mazhab Imam Syafii. Perbedaan fikihnya dengan fikih Ahlusunnah hanya terkait pada tujuh belas permasalahan.

    Demikian juga Mazhab Ibadhiyah adalah mazhab yang paling dekat kepada mazhab Ahluljamaah (Sunni) menyangkut pendapat tersebut karena perintah-perintah fikih dari para pengikutnya diturunkan berdasarkan al-Quran, Sunnah, ijmak, dan qiyas.

    Karena alasan–alasan di atas, perbedaan-perbedaan yang ada di antara para fukaha seharusnya tidak boleh dianggap sebagai tidak lazim karena agama itu dinilai sebagai Realitas yang satu dan unik. Lagi pula, sumber dan asal-muasal agama semata-mata Wahyu Ilahi.

    Tidak pernah terdengar bahwa perbedaan-perbedaan yang ada di antara mazhab-mazhab fikih telah memicu pertikaian atau konflik bersenjata di antara para pengikut mazhab. Semua itu karena perbedaan-perbedaan yang ada di antara mazhab-mazhab Islam berkenaan dengan fikih ilmiah dan ijtihad bersifat parsial, dan menurut Nabi Islam saw, “Karena keputusan ijtihadnya, fakih menerima pahalanya. Jika ijtihadnya sesuai, dua pahala untuknya. Jika tidak sesuai, tetap ada satu pahala untuknya.”

    Dengan demikian, tidaklah tepat menisbatkan sesuatu apa pun kepada mazhab-mazhab Islam kecuali jika di dalam kerangka ini. Mazhab-mazhab yang disebutkan adalah mazhab-mazhab Islam dan fikih mereka terhormat juga didukung.[]

    4. Fatwa Rektor Universitas al-Azhar, Syekh al-Akbar Mahmud Syaltut

    Kantor Pusat Universitas al-Azhar

    Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

    Teks Fatwa yang dikeluarkan Yang Mulia Syekh al-Akbar Mahmud Syaltut, Rektor Universitas al-Azhar tentang Kebolehan Mengikuti Mazhab Syi’ah Imamiyah

    Soal: Yang Mulia, sebagian orang percaya bahwa penting bagi seorang Muslim untuk mengikuti salah satu dari empat mazhab yang terkenal agar ibadah dan muamalahnya benar secara syar’i, sementara Syi’ah Imamiyah bukan salah satu dari empat mazhab tersebut, begitu juga Syi’ah Zaidiyah. Apakah Yang Mulia setuju dengan pendapat ini dan melarang mengikuti mazhab Syi’ah Imamiyah Itsna’asyariyah misalnya?

    Jawab:

    1) Islam tidak menuntut seorang Muslim untuk mengikuti salah satu mazhab tertentu. Sebaliknya, kami katakan: setiap Muslim punya hak mengikuti salah satu mazhab yang telah diriwayatkan secara sahih dan fatwa-fatwanya telah dibukukan. Setiap orang yang mengikuti mazhab-mazhab tersebut bisa berpindah ke mazhab lain, dan bukan sebuah tindakan kriminal baginya untuk melakukan demikian.

    2) Mazhab Ja’fari, yang juga dikenal sebagai Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyyah (Syi’ah Imamiyah Dua Belas Imam) adalah mazhab yang secara agama benar untuk diikuti dalam ibadah sebagaimana mazhab Sunni lainnya.

    Kaum Muslim mestinya mengetahui hal ini, dan seyogianya menghindarkan diri dari prasangka buruk terhadap mazhab tertentu mana pun, karena agama Allah dan Syari’ahnya tidak pernah dibatasi pada mazhab tertentu. Para mujtahid mereka diterima oleh Allah Yang Mahakuasa, dan dibolehkan bagi yang bukan-mujtahid untuk mengikuti mereka dan menyepakati ajaran mereka baik dalam hal ibadah maupun transaksi (muamalah).

    Tertanda,

    Mahmud Syaltut

    Fatwa di atas dikeluarkan pada 6 Juli 1959 dari Rektor Universitas al-Azhar dan selanjutnya dipublikasikan di berbagai penerbitan di Timur Tengah yang mencakup, tetapi tidak terbatas hanya pada:

    1. Suratkabar al-Sha’ab (Mesir), terbitan 7 Juli 1959.

    2. Suratkabar al-Kifah ( Lebanon ), terbitan 8 Juli 1959.

    Bagian di atas juga dapat ditemukan dalam buku Inquiries about Islam oleh Muhammad Jawad Chirri, Direktur Pusat Islam Amerika (Islamic Center of America), 1986, Detroit , Michigan .

    5. Fatwa Resmi dari Mufti Agung Mesir Menyangkut “Iqtida” (Mengikuti) Para Pengikut Mazhab Islam lain dari Pengikut Ahlulbait as

    Yang Mulia Profesor Dr. Nashr Washl, Mufti Mesir,

    Wassalamu’alaikum wa rahmatulah,

    Bagaimanakah pendapat Anda mengenai orang yang bertaklid kepada Imam Ahlulbait as?

    Jawab:

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

    Sudah maklum bahwa setiap Muslim yang beriman kepada Allah Swt, bersyahadat atas monoteisme (tauhid), mengakui misi Nabi Muhammad saw, tidak menyangkal perintah-perintah agama dan orang yang dengan sepenuhnya sadar akan rukun-rukun Islam dan salat dengan tata cara yang benar, maka niscaya juga tepat baginya sebagai imam salat jamaah bagi yang lain dan juga mengikuti imamah orang lain ketika melakukan salat sehari-hari meskipun ada perbedaan-perbedaan (paham) keagamaan di antara imam dan makmumnya. Prinsip ini pun berlaku bagi Syi’ah Ahlulbait as.

    Kita bersama mereka (Syi’ah Ahlulbait) menyangkut Allah, Rasulullah saw, Ahlulbait as, juga para sahabat Nabi Muhammad saw.

    Tidak ada perbedaan di antara kita dan mereka menyangkut prinsip-prinsip dan dasar-dasar syariah Islam juga kewajiban-kewajiban desisif agama.

    Ketika Allah Swt memberikan rahmat-Nya kepada kami sehingga bisa hadir di Republik Islam Iran di kota-kota seperti Tehran dan Qum . Ketika kami menjadi imam salat berjamaah mereka bermakmum kepada kami, begitu juga ketika mereka menjadi imam kami bermakmum kepada mereka.

    Karena itu, kami memohon kepada Allah Swt untuk melahirkan persatuan di antara umat Islam, menghapus setiap permusuhan, kesulitan, perbedaan di antara mereka dan mengangkat kesulitan-kesulian yang ada di antara mereka sekaitan dengan fikih dan kewajiban-kewajiban agama yang sekunder.

    Dr. Farid Nashr Washl,

    Mufti Mesir

  76. Assalamu’alaikum ya akhi harry sufehmi yang berjuang menegakkan Islam berdasarkan Qur’an dan As-Sunnah.

    Kuatkanlah hati akhi terhadap musuh-musuh Islam seperti Syi’ah, JIL, dll.
    Tetap istiqomah dan menebar dakwah di jalan ini.
    Karena saya tidak punya kekuatan untuk meng-counter mereka…

    Tapi saya Insya Allah membantu dengan do’a dan memperbaiki akidah generasi muda Muslim Indonesia melalui tulisan renungan2 di dalam blog saya.

    Ada baiknya akhi mengunjungi antosalafy.wordpress.com, mumtazanas.wordpress.com, dan haulasyiah.wordpress.com

    Mereka juga sedang berjuang meng-counter Syi’ah dengan ketabahan, kesabaran dan ke-istiqomahan masing-masing.
    Meskipun mereka banyak diancam dengan kata-kata yang sungguh tidak pantas oleh kelompok Syi’ah Indonesia…
    mereka tetap berkomentar dengan lemah lembut.

    Jazakallahu khairan katsirah.

  77. yang saya tau orang yang mengaku dirinya suni itu pengecut, khususnya rezim wahabi di arab saudi.
    sudah jelas-jelas meraka membuka lapangan terbang untuk amerika, membiarkan amerika menjajah tanah mereka, memberikan fasilitas bwt amerika, kok berani-beraninya memfitnah pejuang-pejunga hizbullah di libanon dan iran sbg kafir, dan berbahaya. Berbahaya bwt siapa ? bwt kekuasaannya keluarga fadh dan ibnu saud?

  78. wah….. wah….. bung sufehmi ga menghargai forum ilmiah. tentu bung sufehmi punya hak untuk menghapus. Cuma akhirnya ketahuan banget subyektivitasnya. Ingan bung!!!! bukankah orang suni menolak juga dalil2 yg dinukil dari kitab2 syiah? jadi apa masalahnya kalo orang syiah juga tidak memakai sebagian dalil dari kitab2 suni. Bung ketahuan banget fanatismenya….Masalahnya Ulama2 suni sudah kadung menghukumi bahwa hadits2 Bukhori, Muslim adalah hadits sahih, dalam hal ini berbeda dengan kaum syiah yang menganggap bahwa hadit2 yang jadi standardnya masih bisa di kritisi. Ingat Sabda Nabi ” Siapa saja yang berdusta atas namaku maka siap2 menempati tempatnya di neraka”. Ini artinya Nabi tau bahwa ada orang2 yang sengaja memelintir hadits beliau. tentang tuduhan tahrif Qur’an di suni pun terdapat tahrif qur’an. baca kitab Ithqon karya Imam Suyuthi. Baca juga sahih Bukhari.

  79. mas tasyayu’
    kalo mas tasayu’ mau adil seharusnya anda membuktikan sendiri dari kitab2 standardnya syiah. Bila anda Ilmuwan tentu anda ga begitu saja mengutip naskah dari http://www.rafidah-wordpres.com. Kenapa anda tidak membuktikan sendiri. Apa yang di nukil oleh www. rafidhah-wordpres.com adalah di ambil dari kitab yang bahasa Indonesianya adlah 500 ayat untuk Ali bin Abi Thalib. Tahukah bahwa kitab itu adalah kitab Tafsir. Bukankah sah2 saja bila Syiah menafsirkan begitu. sama sahnya bila orang suni menafsirkan surat itu untuk Abu Bakar. Anda terlalu gegabah membuat kesimpulan. Anda cuma mendasarkan pad hipotesa tidak dengan bukti empiris. saya tantang anda untuk membuktikan bahwa Syiah punya Qur’an sendiri seperti ayat2 yang anda nukil dari situs tersebut. Oh ya…. tentu anda tidak percaya dengan kami karna dijelaskan bagaimanapun anda tetap tidak percaya karena anda salah dalam memahami taqiyah. Buktikan!!!!

  80. Mas mehdi,

    Sebenernya saya sudah malas diskusi tentang syi’ah,karena kebiasaan kaum syi’ah berbohong itu yang buat saya malas

    Gini aja deh..klu saya buktiin dgn scan naskah dari kitab hadits paling shohih syi’ah (Al-kafie) apa balasan yang saya terima? anda mau tobat dan keluar dari sekte sesat syi’ah?
    Akan saya buktikan bahwa di alkafie juga diriwayatkan tentang tahrif Al-Qur’an
    klu anda berani bersumpah maka saya akan buktikan itu!!
    Klu anda mmg laki-laki maka anda harus jawab tantangan saya!

    Mehdi say: saya tantang anda untuk membuktikan bahwa Syiah punya Qur’an sendiri seperti ayat2 yang anda nukil dari situs tersebut

    Lha emang syi’ah yang bilang punya qur’an sendiri ko saya yang disuruh buktiin!
    Seharusnya anda yang buktiin klu tidak ada literatur syi’ah yang mengatakan ttg itu!

    Mehdi Say : “Ingat Sabda Nabi ” Siapa saja yang berdusta atas namaku maka siap2 menempati tempatnya di neraka”.

    Saya tantang Anda dan seluruh Syi’ah didunia untuk buktikan 1 aja hadits dari literatur syi’ah yang sanad-nya tersambung sampai ke Rasulullah! Klu ga bisa berarti syi’ah berbohong mengatasnamakan nabi

    Mehdi say : “bukankah orang suni menolak juga dalil2 yg dinukil dari kitab2 syiah?”

    Makanya saya tantang anda untuk buktikan mana hadits syi’ah yang secara sanad tersambung kepada Rasulullah?
    Klu ga ada nash yg dari Rasulullah ya pasti ditolak dong!
    Agama ini (islam) itu sumber hukum-nya adalah Qur’an (yang dianggap syi’ah telah terkena takhrif) dan hadits (sial-nya soal hadits pun syi’ah ga bisa buktiin bahwa ada hadits syi’ah yang sanadnya tersambung ke Rasul)

    Klu kedua sumber hukum itu sdh dicacatin ama syi’ah,ya pantaslah orang sunni ga mau denger pendapat syi’ah,wong pendapat syi’ah itu cuma bualan para marja’.

    Makanya anda dan seluruh syi’ah didunia saya tantang tuk buktiin hadits dari literatur syi’ah yang sanadnya tersambung sampai ke Nabi

    Klu anda ga bisa buktikan sebaiknya anda diam,karena buat saya orang-orang seperti anda hanya seorang penghayal dan pembohong!

    Anyway…saya ada posting fatwa sistani ttg bolehnya bersenggama dgn hewan.
    Jangan dibilang ga ada bukti lagi,krn di posting itu saya sertakan file-nya sebagai bukti! silahkan lihat di :http://masjid.phpbb24.com/forum/viewtopic.php?t=599

    PS: Menanggapi fatwa itu maka saya anjurkan yang bertetangga dgn syi’ah supaya memasukan kambingnya kekandang sebelum malam tiba

    Saya tunggu hadits yg sanadnya tersambung ke Rasul dari literatur syi’ah…klu ga bisa buktikan sebaiknya anda ga usah banyak berbicara krn ternyata syi’ah cuma isapan jempol para ayatullah dan marja’ sesat aja

    Oya,tantangan ini berlaku buat semua Syi’ah diseluruh DUNIA

    Anyway…literatur induk syi’ah apa yg sdh pernah anda baca mehdi?

  81. Sekali Lagi saya tantangin semua syi’ah dunia untuk buktikan bahwa ada hadits dari literatur syi’ah yang sanad-nya tersambung kepada Rasulullah

  82. الحمد لله المحمود بنعمته، المعبود بقدرته، المطاع بسلطانه، المرهوب من عذابه وسطوته، المرغوب إليه فيما عنده، النافذ أمره في سمائه وأرضه. ثم إن الله عزوجل أمرني أن أزوج فاطمة من علي [ بن أبي طالب ]، فقد زوجته على أربعمائة مثقال فضة إن رضي بذلك علي. ثم دعا صلى الله عليه وآله وسلم بطبق [ من ] بسر، ثم قال انتهبوا فبينا ننتهب إذ دخل علي (عليه السلام) فتبسم النبي (صلى الله عليه وآله وسلم) في وجهه، ثم قال: يا علي أعلمت أن الله عزوجل أمرني أن أزوجك فاطمة فقد زوجتكها على أربعمائة مثقال فضة إن رضيت، فقال علي (عليه السلام): رضيت بذلك عن الله وعن رسول
    hadits di atas adalah hadits dari Imam Ali Zainal Abidin. yang tentu saja sanadnya nyambung ke Rasulullah SWW. klo nte menanyakan benrkah hadits2 syiah yang di tulis di kitab2 hadits standar sanadnya nyambung ke Rasulullah tentu kalo mau adil benarkah bahwa hadits sahih bukhori dan muslim di tulis sendiri oleh mereka. konon pengumpulan hadits2 itu 300 tahun setelah Rasul wafat. masalahnya kami tidak pernah memberi lebel sahih pada kitab hadits. tentang isi yang ad di dalamnya masih bisa di kritisi. berbeda kan kaum suni yang sudah memberi lebel sahih tentu dengan segala konsekwensinya semua matannya juga di anggap sahih walau bertentangan dengan Qur’an. tentang gambar fatwa Ayatullah Sistani nte pikir ana bodoh apa. apa pikir ana ga bisa bikin fatwa lalu mengatasnamakan itu dari ulama kalian. kalo mau menghadapi tantangan ana ayo kita ketemu di darat. kamu datang ke Yayasan Al-Muntadzar Jl. Merdeka Barat Samarinda. maaf bung bagi kami data seperti itu ga valid karena ana pun bisa bikin manipulasi image.

  83. الحمد لله المحمود بنعمته، المعبود بقدرته، المطاع بسلطانه، المرهوب من عذابه وسطوته، المرغوب إليه فيما عنده، النافذ أمره في سمائه وأرضه. ثم إن الله عزوجل أمرني أن أزوج فاطمة من علي [ بن أبي طالب ]، فقد زوجته على أربعمائة مثقال فضة إن رضي بذلك علي. ثم دعا صلى الله عليه وآله وسلم بطبق [ من ] بسر، ثم قال انتهبوا فبينا ننتهب إذ دخل علي (عليه السلام) فتبسم النبي (صلى الله عليه وآله وسلم) في وجهه، ثم قال: يا علي أعلمت أن الله عزوجل أمرني أن أزوجك فاطمة فقد زوجتكها على أربعمائة مثقال فضة إن رضيت، فقال علي (عليه السلام): رضيت بذلك عن الله وعن رسول
    hadits di atas adalah hadits dari Imam Ali Zainal Abidin. yang tentu saja sanadnya nyambung ke Rasulullah SWW

    HEBATT!!…..

    Dgn lantang dan segera anda langsung menjawab tantangan saya!
    Saya ga faham anda ini bicara dgn lantang soal keilmuan dan ilmiah,tapi tulisan anda sama sekali ga ilmiah!!

    Ulama Ahli jarh wa tardil untuk meneliti satu hadits butuh waktu yang lama dan penelitian yang panjang,tapi buat anda cukup dgn berkata “yang tentu saja sanadnya nyambung ke Rasulullah SWW”
    Emang anda fikir dgn kata-kata anda itu sebuah hadits bisa jadi shohih? atau dgn ucapan anda itu secara otomatis langsung sanad hadits itu bisa tersambung ke Rasulullah?

    Mehdi,tantangan ana adalah buktikan 1 hadits dari literatur Syi’ah yang secara sanad tersambung ke Rasulullah! dan ana ga butuh jaminan orang macem nt! cukup nt sebutkan dari literatur syi’ah mana nt ambil hadits itu dan sebutkan sanad hadits tersebut dari perawi ampe Rasulullah!

    Lha klu cara nt cuma masukin hadits dalam bahasa arab trus nt bilang “pasti” tersambung ke Nabi itu nama-nya Nt Kadzab !!
    Ga ada beda-nya klu ana bilang ada hadits yang berbunyi “Mehdi Al-Kadzab adalah pembohong besar”
    Dan secara sanad tersambung sampai ke Adam!
    Krn itukan cuma claim tanpa bukti!!

    Mehdi say:
    tentang isi yang ad di dalamnya masih bisa di kritisi. berbeda kan kaum suni yang sudah memberi lebel sahih tentu dengan segala konsekwensinya semua matannya juga di anggap sahih walau bertentangan dengan Qur’an.

    Ya iyalah,emang ali sekaya itu hingga bisa kasi mahar kefatimah sedemikian banyak? Bukannya Ali Ra. itu kerja-nya Jihad? Dan dia bukan pedagang kaya,coba baca lagi buku-buku sejarah,semua ahli sejarah sepakat bahwa Ali Ra bukanlah orang kaya,lalu darimana dia punya uang segitu banyak???

    Lha klu hadits sunni dianggap ga ada yang shahih trus nt mau pakai hadits apa? karena dari literatur syi’ah ga bisa dibuktikan ada-nya hadits yang secara sanad tersambung ke nabi? ya udah nt pakai Qur’an aja dan tinggalkan sunnah/hadits!!

    Ilmiah sedikit dong teman…semakin lantang kamu bicara semakin nampak kebodohan dirimu mehdy!

    Mehdy say: “tentang gambar fatwa Ayatullah Sistani nte pikir ana bodoh apa. apa pikir ana ga bisa bikin fatwa lalu mengatasnamakan itu dari ulama kalian”

    Tu pengirimnya nt add aja di maseenger pasti bisa,and tu situs sextani juga bisa nt tinjau…Asyik bukan…?
    Mehdi Say “kalo mau menghadapi tantangan ana ayo kita ketemu di darat. kamu datang ke Yayasan Al-Muntadzar Jl. Merdeka Barat Samarinda”
    Jauh amat kesamarinda? bangga dgn yayasan syi’ah ya? hahahaha…naif sekali anda.
    Knp ga anda saja yang datang ke jawa,singgah rumah saya dan saya kasi pinjam Al-kafie? saya jamin anda belum pernah baca 1pun literatur induk syi’ah! mau saya kasi pinjam?

    Anda keliatan belum pantas berdiskusi,anda terlalu berapi-api klu bicara dan sangat ngotot…tapi sayang ngotot tanpa bukti!

    Oke de…klu nt blm bisa jawab tantangan ana ahsan nt jangan katir kallam ya…!!

  84. Subhanallah, http://www.hakekat.com adalah situs favorit ane yang membahas tuntas tentang Syi’ah. Beserta foto KEANEHAN-KEANEHAN AQIDAH SYI’AH…
    Untuk Tasyayu”, Barakallahu fiikum, akh. Allah akan selalu membantu kita yang menyuarakan kebenaran di jalan-Nya.

    saya nukilkan artikel “Fatamorgana Persatuan Sunni-Syi’ah” dari arrahmah.com, afwan (permisi) Pak Harry…

    Setiap muslim pasti menginginkan umat Islam bersatu, menginginkan segala perbedaan yang ada tidak menimbulkan masalah atau pertikaian. Ini jelas keinginan setiap muslim. jika anda tidak percaya, silahkan anda buat kuisioner dan bagikan ke siapa saja yang ada di sekitar anda. Orang yang tidak menginginkan persatuan mazhab adalah diragukan kesehatan hati dan akalnya.

    Niat baik persatuan mazhab harus diikuti dengan konsekwensi yang tidak ringan, yaitu melakukan usaha untuk mengarah kepada realisasi persatuan mazhab dan harus diikuti dengan langkah-langkah nyata. Tanpa itu semua slogan persatuan mazhab dengan berbagai jargonnya seperti “laa syarqiyyah laa gharbiyyah, Islamiyyah Islamiyyah” tidak timur dan tidak barat, tetapi murni Islam, atau “mari kita lupakan perbedaan dan mari kita tegakkan ukhuwwah islamiah, akan tidak berarti apa-apa. Tanpa ada usaha nyata, kita patut curiga bahwa persatuan mazhab digunakan untuk menetralisir gejolak kebencian yang ada terhadap kelompoknya. Atau ada agenda tersembunyi lain yang hendak dijalankan dengan mendengungkan slogan seperti itu. Persatuan mazhab adalah jargon yang selalu kita dengar dari penganut syi’ah, baik yang ada di tempat kita maupun yang ada di luar sana. tetapi praktek dari slogan itu tidak pernah nampak nyata.

    *Dari mana mengenal mazhab syi’ah?*

    Mengenal kedua mazhab adalah modal utama bagi upaya komparasi yang dilakukan dalam rangka pendekatan. Untuk mengenal sebuah mazhab tentunya dengan melihat ajaran mazhab itu dari literatur aslinya. Karena setiap mazhab -bahkan setiap agama- memiliki kitab atau literatur yang menjelaskan keyakinan mazhab atau agama itu. Setiap yang ingin mengenal ajaran itu hendaknya merujuk pada kitab literatur yang ada. Selain literatur, sumber lain yang ada adalah keterangan dari penganut mazhab itu. Ini untuk mengenal ajaran mazhab pada umumnya.

    Jalan untuk mengenal mazhab syi’ah adalah dengan mengakses literatur mereka. Tetapi mengakses literatur syi’ah tidaklah mudah, bahkan bisa dikatakan orang awam tidak akan dapat mengakses liteartur induk syi’ah. Dan di lapangan tidak nampak upaya “jantan” dari pihak syi’ah untuk menebarkan literatur asli mazhabnya yang menjelaskan ajaran syi’ah apa adanya.

    Praktek persatuan mazhab dimulai dengan studi komparasi antara ajaran kedua mazhab yang ada, baru bisa disimpulkan apakah kedua mazhab bisa dipersatukan atau tidak. Namun orang awam mustahil untuk melakukan ini, karena ajaran ahlussunnah dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun karena telah dimuat oleh buku-buku yang mudah didapat. Sebaliknya literatur syi’ah tidak dapat diakses kecuali oleh orang yang non awam, bahkan kalangan syi’ah yang tingkatan intermediate masih diragukan apakah mereka dapat mengaksesnya. Ini menimbulkan pertanyaan berbahaya yaitu dari mana penganut syi’ah mendapatkan ajarannya? Jangan-jangan penganut syi’ah hanya mendapatkan ajarannya dari “tangan ke sekian” tanpa pernah dibukakan akses ke sumber asli. Bisa jadi ajaran yang diakses dari “tangan ke sekian” tidak seperti ajaran murni “tangan pertama”. Bisa jadi ajaran syi’ah yang dibawa oleh “tangan ke sekian” berbeda dengan ajaran dari sumber asli.

    Ketika kitab syi’ah susah diakses, maka jalan lain yang ada adalah dengan mengenal ajaran syi’ah dari mulut penganutnya. Tapi pengetahuan penganut syi’ah akan mazhabnya sendiri masih diragukan karena sebab di atas, yaitu susahnya mengakses literatur asli. Ditambah lagi ajaran taqiyah yang dianut oleh setiap penganut syi’ah jadi kita semakin susah untuk mengetahui kebenaran. Taqiyah adalah mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinan hati. Dari mana kita tahu hal ini? Dari literatur syi’ah, At Thusi mengatakan:

    Taqiyyah adalah menampakkan ucapan dengan lisan, apa yang berbeda dengan keyakinan yang ada dalam hati karena takut akan dibunuh… bagi kami, taqiyyah adalah wajib hukumnya ketika takut dibunuh… Tafsir At Tibyan jilid 2 hal 433

    Dari keterangan di atas sekilas kita tahu bahwa taqiyah hanya digunakan ketika takut dibunuh. Dari definisi ini mestinya taqiyah hanya digunakan ketika takut dibunuh, dan dilarang keras bertaqiyah dalam keadaan aman. Tetapi definisi di atas dibantah oleh literatur syi’ah sendiri yang mengatakan sebaliknya, bahwa dilarang keras meninggalkan taqiyyah, karena meninggalkan taqiyah sama statusnya dengan meninggalkan shalat. Bagaimana hal yang wajib hanya dilakukan ketika dalam keadaan bahaya? Buktinya khomeini dalam bukunya jelas menyamakan mereka yang meninggalkan taqiyah dengan orang yang kafir pada para nabi. Bisa dilihat dalam kitab Al Makasib Al Muharramah jilid 2 hal 162.

    Berarti menyembunyikan keyakinan bagi syi’ah adalah wajib, dari sini kita tahu bahwa kita tidak akan bisa mendapatkan keterangan valid tentang mazhab syi’ah dari mulut pelakunya. Contoh nyata keterangan penganut syi’ah yang berbeda dengan liteartur syi’ah sendiri adalah ucapan Jalaludin Rahmat :

    Memiliki pendapat, meyakininya dan menyebarkannya tidak dilarang dalam Islam. Yang diharamkan ialah menjadikan perbedaan pendapat itu seagai bibit perpecahan atau untuk mengklaim bahwa pendapat kita adalah satu-satunya kebenaran.

    Persatuan akan mudah dicapai antara dua hal yang mirip, atau memiliki banyak persamaan dan sedikit perbedaan, atau ketika terdapat perbedaan maka perbedaan itu bukanlah dalam hal yang prinsip. Di sini kita akan menyimak ucapan ulama syi’ah yang melanggar prinsip Jalaludin di atas. Di antaranya

    Dalam Biharul Anwar jilid 23 hal 391, Majlisi mengatakan:

    Seluruh penganut imamiyah sepakat bahwa siapa saja yang mengingkari imamah salah satu dari para imam dan menolak kewajiban yang digariskan Allah atasnya yaitu mentaati mereka, *maka dia adalah kafir dan sesat, terancam masuk neraka kekal di dalamnya. *

    Di sini jelas bahwa penganut Imamiyah sepakat bahwa ahlussunnah adalah kafir, sesat dan layak masuk neraka dan kekal di dalamnya.

    Abdullah Al Mamaqani dalam Tanqihul Maqal mengatakan : riwayat-riwayat menunjukkan bahwa selain penganut syi’ah itsna asyriyah adalah kafir dan musyrik di akherat nanti.

    Khomeini –yang juga disebut orang sebagai imam- mengatakan dalam kitab Al Arba’un Haditsan hal 512:

    Seperti disebutkan dalam hadits bahwa mengakui wilayah ahlulbait dan mengenal mereka adalah syarat diterimanya amalan, maka hal itu sudah disepakati, bahkan menjadi ajaran pokok mazhab syi’ah yang suci, dan hadits yang memuat hal itu melebihi kekuatau buku ini untuk menuliskan seluruhnya, dan lebih dari derajat mutawatir…

    Di sini lebih jelas lagi, bukan hanya mengklaim dirinya yang benar tetapi juga menyatakan amalan ahlussunnah tertolak di akherat karena tidak mengakui 12 imam syi’ah. Dari sini perbedaan antara ahlussunnah dan syi’ah bukanlah sekedar perbedaan mazhab dalam hal furu’. Karena perbedaan pendapat dalam hal furu’ tidaklah menyebabkan orang jadi kafir. sampai di sini pembaca mulai dapat mengukur jarak perbedaan yang ada.

    Seorang ulama syi’ah bernama Ni’matullah Al Jazairi dengan tegas dan gamblang mengungkapkan sisi perbedaan antara syi’ah dan ahlussunnah:

    Kami tidak mengakui tuhan, nabi dan imam yang mereka ikuti, karena mereka mengatakan : tuhan mereka adalah yang mengutus Muhammad sebagai nabi, dan khalifah sepeninggalnya adalah Abubakar, kami tidak mengakui tuhan mereka, juga nabi mereka, kami mengatakan : tuhan yang khalifah nabinya adalah abubakar bukanlah tuhan kami, juga nabinya bukanlah nabi kami. Dapat dilihat dalam An Anwar An Nu’maniyah nilid 2 hal 279.

    Artinya, ahlussunnah menyembah tuhan lain selain Allah, dan mengikuti nabi selain Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam, ini karena ahlussunnah tidak mengakui adanya imamah, pokok penting dalam ajaran syi’ah. Artinya, ahlussunnah bukanlah orang Islam seperti yang dijelaskan di atas

    Penjelasan ini membuat kita sadar bahwa perbedaan antara sunnah dan syi’ah adalah seperti berbedanya islam dan agama lain, karena ulama syi’ah menyebut mereka yang tidak mengakui imamah ahlul bait sebagai: kafir, menyembah tuhan lain dan tidak diterima amalnya. Kutipan ini hanyalah sedikit dari pernyataan ulama syi’ah, sengaja kami nukilkan sedikit saja karena tujuan kami hanyalah menerangkan perbedaan yang ada antara ahlussunnah dan syi’ah.

    Mungkinkah orang kafir bersatu dengan orang beriman? Mungkinkah ajaran islam disatukan dengan ajaran orang kafir? jelas tidak mungkin.

    Barangkali kita sering mendengar bahwa konflik antara ahlussunnah dan syi’ah adalah disebabkan oleh provokasi musuh Islam. Perkataan ini bisa jadi benar dan bisa jadi salah, karena jika memang provokator pertikaian ahlussunnah dan syi’ah dianggap sebagai musuh islam, apakah ucapan dan kutipan di atas mencerminkan semangat persatuan atau memantik pertikaian? Lalu apakah ulama yang mengatakan ucapan-ucapan di atas bisa dikatakan musuh Islam? Jelas ucapan mereka di atas memantik permusuhan, karena dengan jelas menganggap selain syi’ah sebagai kafir dan ditolak seluruh amal ibadahnya. Sebagaimana orang kristen memandang kaum muslimin adalah kafir, maka apakah salah jika dikatakan ahlussunnah menganggap syi’ah sebagai kafir karena anggapan syi’ah yang mengatakan bahwa selain syi’ah adalah kafir?

    Ternyata ucapan ulama di atas masih tercantum dalam literatur syi’ah sampai hari ini, tidak pernah ada upaya untuk mengingkari dan mengadakan upaya reformasi terhadap ajaran yang memantik pertikaian ini. Mestinya Jalaludin Rahmat dan seluruh anak buahnya mereformasi dulu ajaran syi’ah baru memulai persatuan mazhab. Tetapi saya kira mereka tidak berkompeten untuk mengoreksi ulamanya sendiri, karena mengoreksi mereka berarti mengoreksi mazhab “ahlulbait”, yang salah satu ajaran pokoknya adalah imamah. Apalagi pendapat bahwa syarat diterimanya amalan adalah iman pada imamah ahlulbait, seperti kata Khomeini di atas, juga merupakan pokok ajaran syi’ah yang suci. Menggugat pokok ajaran syi’ah yang suci berarti keluar dari syi’ah. Maka keyakinan ini mustahil untuk dikoreksi. Tinggal alibi-alibi yang selalu keluar dari mulut mereka, namun tidak akan dapat merubah kenyataan yang tertulis dalam buku mereka. (www.arrahmah.com)

    http://www.arrahmah.com/index.php/blog/fatamorgana-persatuan-sunnah-dan-syiah/

  85. Akh my chemical manhaj Semoga Allah selalu merahmati anda,

    Hakekat.com juga situs favorite ana,dan semoga Allah membalas apa yang sudah diusahakan oleh orang yang telah membuatnya….Amien

  86. salam kenal
    wah tulisan seperti ini sudah biasa saya bacanya
    sayangnya komentar-komentarnya terasa kurang menyenangkan
    tapi yah terserah orang sih mau gimana
    semoga kita semua berada dalam limpahan rahmat Allah SWT
    cuma mau ngasih komen, dari dulu sih soal bahaya Syiah hanyalah wacana teori semata. Saya tidak pernah menemukan benar-benar apa yang membuat Syiah begitu berbahaya
    Salam

  87. Ass. Mas Harry,

    Maaf bila tidak keberatan apakah saya bsia mendapatkan penjelasan dengan secara dalil atau ilmu menagapa saudara2 kita yang Syiah dikatakan sesat sebab kalau begitu para pengikut Syiah yang di negara Iran telah sesat juga yaa dan para ulama kita seperti Othman Shihab, Umar Shahab atau bahkan mungkin the best Ulama kita Bapak Quraish Shihab juga sesat dong yaa ?

    Bila tidak keberatan mohon penjelasan dengan dalil ilmu yang berlandas agar saya bisa memahami kebenaran.

    Sekali lagi terima kasih atas kebijaksanaannya.

    Salam Persaudaraan Muslim.

    Wass.

    NB. HP saya 0856 886 3778.

  88. @ mas ajie :
    Penjelasannya banyak sekali mas. Semua ulama Ahlussunnah sudah memfatwakan bahwa Syi’ah sudah keluar dari Islam karena aqidah / dasar pokok agama Islam udah mereka selewengkan.
    Mas Ajie bisa membaca referansi-referensi di buku-buku tentang Syi’ah yang dikeluarkan oleh Ahlussunnah. Juga di situs yang mengungkap Syi’ah, seperti http://hakekat.com dan http://manhaj.or.id

    Mengenai keluarga Shihab, menurut saya tidak sesat. Tapi dia terpengaruh paham liberal, Mas.
    Sunni dan Syi’ah boleh bersaudara.
    Tapi masalah aqidah… nanti dulu…

  89. Masya Allah, saya sudah baca hakekat.com, basi bgt! argumennya itu2 doang..hahahaha…

  90. bukannya syubhat dari Syi’ah juga itu-itu doang?
    malah nampak nyata kalo ndak beres? 😉
    tapi saya ndak nertawain sampeyan 😀
    tenang sahaja…

  91. Jack Wrote : Masya Allah, saya sudah baca hakekat.com, basi bgt! argumennya itu2 doang..hahahaha…

    Subhanallah…anda tertawa tanpa dapat mematahkan argumen yang anda anggap itu2 doang… i know mmg cuma segitu kemampuan kalian para ahli taqlid.

    Anyway…kok blum ada yang dapat jawab tantangan saya ya…?

    Saya tantang semua Syi’ah didunia untuk bisa membuktikan 1 hadits dari literatur syi’ah yang secara sanad tersambung ke Rasulullah.
    Klu ga ada yang bisa buktikan artinya syi’ah adalah ajaran yang bathil

    Salam

  92. Nas Khilafah
    Aku telah berjanji pada diriku ketika memasuki pembahasan ini untuk tidak berpegang pada sembarang dalil melainkan ia benar-benar dianggap shahih oleh kedua mazhab, dan mengabaikan setiap dalil yang hanya diriwayatkan oleh satu mazhab saja. Lalu aku mulai menelaah masalah perselisihan antara Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib, apakah khilafah (kekhalifahan) pada dasarnya adalah hak Ali bila dilihat dari sisi nas seperti yang diklaim oleh mazhab Syi’ah, atau ia ditentukan oleh syura seperti yang dikatakan oleh mazhab Sunnah.

    Seandainya mereka yang menelaah masalah ini benar-benar tulus untuk mencari sebuah kebenaran, mereka akan dapati bahwa nas yang mengatakan Ali sebagai khalifah adalah nas yang tak terbantahkan, seperti sabda Nabi SAWW: “Siapa yang menganggap aku sebagai maulanya (pemimpinnya) maka inilah Ali sebagai maulanya”. Hadis ini beliau SAWW ucapkan sekembalinya beliau dari hajinya yang terakhir yang dikenal dengan hujjatul-wada’. Usai pengangkatan, berduyun-duyun orang datang mengucapkan tahniah atau selamat kepada Ali, termasuk Abu Bakar dan Umar sendiri. Mereka berkata: “Selamat untukmu wahai Putera Abu Thalib. Kini kau adalah maulaku dan maula setiap orang mukmin, laki-laki dan perempuan”1

    Hadis ini telah disepakati keabsahannya oleh Sunnah dan Syi’ah. Referensi yang kusebutkan dalam telaahku ini adalah referensi yang berasal dari Ahlu Sunnah saja. Itupun bukan semua. Karena yang semestinya adalah jauh lebih banyak dari apa yang kusebutkan. Agar dapat memperoleh dalil-dalil yang lebih rinci aku mengajak para pembaca untuk menelaah kitab Al-Ghadir karya al-Allamah al-Amini. Buku ini setebal tiga belas jilid. Dan penulisnya telah mendaftarkan nama para perawi hadis ini dari golongan Ahlu Sunnah cukup banyak.

    Adapun ijma’ yang dinyatakan sebagai dasar dipilihnya Abu Bakar di Saqifah Bani Sa’idah, lalu kemudian ia dibaiat di masjid adalah pernyataan yang tidak kokoh. Bagaimana hal itu bisa dikatakan sebagai ijma’ sementara sejumlah pemuka sahabat seperti Ali, Abbas dan anggota Bani Hasyim yang lain tidak ikut serta membaiatnya. Begitu juga Usamah bin Zaid, Zubair, Salman al-Farisi, Abu Zar al-Ghaffari, Miqdad bin al-Aswad, Ammar bin Yasir, Huzaifah bin Yaman, Khuzaimah bin Thabit, Abu Buraidah al-Aslami, Barro’ bin Azib, Ubai bin Ka’ab, Sahal bin Hunaif, Sa’ad bin Ubadah, Qais bin Sa’ad, Abu Ayyub al-Anshori, Jabir bin Abdullah, Khalid bin Sa’ad dan lain sebagainya.2

    Dimana ijma’ yang dikatakan itu wahai hamba-hamba Allah? Seandainya hanya Ali yang tidak membaiat, itu sudah cukup bukti tercelanya ijma’ seumpama itu. Hal ini karena beliau adalah satu-satunya calon khalifah yang ditunjuk oleh Rasul SAWW, seandainya kita tolak pengertian secara eksplisit nas-nas tentang kepemimpinan Ali bin Abi Thalib.

    Adalah fakta bahwa bai’at pada Abu Bakar terjadi tanpa syuro atau musyawarah. Bai’at itu diambil ketika orang-orang sekitarnya, terutama ahlul halli wal ‘aqdi, sedang bingung dan sibuk dalam mengurus jenazah Nabi SAWW. Saat itu penduduk kota Madinah sedang berkabung atas wafatnya Nabi mereka. Kemudian tiba-tiba dipaksa untuk membai’at sang khalifah.3 Hal ini dapat kita rasakan dari cara mereka mengancam untuk membakar rumah Fatimah apabila penghuni yang berada di dalamnya enggan memberikan baiat. Nah, bagaimana dapat kita katakan bahwa pemilihan sang khalifah tersebut terjadi secara musyawarah dan ijma’?

    Umar sendiri pernah berkata bahwa bai’at yang diambil waktu itu adalah tergesa-gesa, dan Allah telah memelihara kaum muslimin dari kejahatannya. Beliau juga berkata bahwa siapa saja yang mengulangi cara bai’at seperti itu, ia mesti dibunuh, atau —paling tidak— bai’atnya tidak sah dan tidak diakui.

    Imam Ali pernah berkata tentang haknya ini, yang antara lain: “Demi Allah, Ibnu Abi Qahafah (Abu Bakar) telah memakainya (hak khilafahku) sedangkan beliau tahu bahwa kedudukanku dengan khilafah ini bagaikan kedudukan kincir dengan roda” 4 (Nahjul Balaghah).

    Sa’ad bin Ubadah pemuka kaum Anshar yang menyerang Abu Bakar dan Umar di hari Saqifah dan berusaha mati-matian untuk mencegah mereka dari jabatan khilafah, namun tak mampu karena sakit dan tak dapat berdiri, pernah berkata setelah kaum Anshar membaia’t Abu Bakar: “Demi Allah, sekali-kali aku tidak akan membai’at kalian sampailah kulemparkan anak-anak panahku dan kulumurkan tombakku serta kupukulkan pedangku dan kuperangi kalian bersama-sama keluarga dan kaumku. Demi Allah, seandainya manusia dan jin berkumpul untuk membai’at kalian niscaya aku tetap tidak akan memberikannya, sampai aku berjumpa dengan Tuhanku!” Sa’ad bin Ubadah tidak shalat sama-sama mereka dan tidak ikut serta kumpul bersama mereka bahkan tidak mau haji bersama-sama mereka. Seandainya ada sekelompok orang yang mau memerangi mereka niscaya ia akan membantunya. Dan seandainya ada orang yang membaiatnya untuk memerangi mereka niscaya ia akan perangi. Begitulah sikap Sa’ad terhadap Abu Bakar sampai beliau wafat di Syam pada periode pemerintahan Umar.5

    Apabila bai’at tersebut dilakukan secara tergesa-gesa dimana Allah telah pelihara kaum muslimin dari keburukannya, seperti yang disinyalir oleh Umar sendiri, arsitektur rencana ini dan tahu akibat yang akan diderita oleh kaum muslimin karenanya; dan apabila khilafah ini merupakan “pakaian” Abu Bakar saja, (seperti yang diibaratkan oleh Imam Ali karena dia bukan empunya yang sah); dan apabila bai’at ini diambil secara zalim seperti yang dikatakan oleh Sa’ad bin Ubadah, pemuka Anshar yang memisahkan diri dari jamaah karenanya; dan apabila bai’at ini tidak sah secara syareat mengingat sahabat-sahabat yang besar seperti Abbas paman Nabi tidak memberinya, lalu apa dasar dan alasan keabsahan khilafah Abu Bakar? Jawabnya: tidak ada alasan yang diberikan oleh kalangan Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

    Dengan demikian maka benarlah alasan dan hujjah Syi’ah dalam hal ini, karena nas tentang kekhalifahan Ali nyata ada dalam Ahlu Sunnah sendiri. Namun mereka telah menakwilkannya karena ingin memelihara “kemuliaan” sahabat. Tetapi bagi orang yang insaf dan adil, dia tidak akan memperoleh sembarang alasan kecuali harus menerima kenyataan nas ini; terutama apabila ia ketahui rangkaian peristiwa yang menyelubungi sejarah ini.6

    ——————————————————————————–

    [1] Musnad Ahmad Bin Hanbal jil. 4 hal. 241; Siyar al-Alamin Oleh Imam Ghazali hal. 12; Tazkirah al-Khawas Oleh Ibnu al-Jauzi hal. 29; ar-Riyadh Nadhirah jil. 2 hal. 169; Kanzul Ummal jil. 6 hal. 397; Al-Bidayah wan Nihayah Oleh Ibnu KAtsir jil. 5 hal. 212; Tarikh Ibnu Asakir jil. 2 hal. 50; Tafsir ar-Razi jil. 3 hal. 63; Al-Hawi Lil Fatawi Oleh Suyuthi jil. 1 hal. 112.

    [2] Tarikh Thabari, Ibnu Atsir, Suyuthi, al-Istia’b dll.

    [3] Tarikh al-Khulafah Oleh Ibnu Qutaibah jil. 1 hal. 18.

    [4] Syarh Nahjul Balaghah Oleh Muhammad Abduh jil. 1 hal. 34.

    [5] Tarikh al-Khulafa’ jil. 1 hal. 17.

    [6] Lihat as-Saqifah Wal Khilafah Abduh Fattah Abdul Maksud dan as-Saqifah Shaikh Muhammad Ridha al-Muzaffar.

  93. tasyayu’
    Hadits yang ana kutip diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin dari Imam Husein dari Imam Ali bin Abi Thalib dari Rasuulullah SAW.
    Tasyayu’ ini kayaknya cuma bisa koar2 tentang hal yang sebenarnya ga ilmiah dan seolah-olah apa yang dia omong berbasis data tapi sebenarnya cuma modal ngotot doang. dan nte kayaknya emosionil banget. yaa…. biar otak nte tambah encer nih ana tunjukin kebatilan hadits2 suni dari sisi matan hadits. nte bilang suatu hadits bila udah dilebeli sahih tentu harus dipercaya. perhatikan hadits ini !!!!

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah:.
    Rasulullah saw. bersabda: Pada zaman dahulu, Bani Israel mandi dengan telanjang. Mereka saling memandang aurat masing-masing, sedangkan Musa as. mandi seorang diri. Mereka berkata: Demi Allah, yang membuat Musa tidak mau mandi bersama kita hanya karena buah pelirnya besar. Pada suatu hari Musa pergi mandi. Pakaiannya diletakkan di atas sebuah batu. Tiba-tiba batu itu lari dengan membawa pakaiannya. Musa berlari mengejarnya sambil berteriak: Tinggalkan pakaianku! Tinggalkan pakaianku! Akibatnya orang-orang Bani Israel melihat aurat Musa. Mereka berkata: Demi Allah, ternyata tidak ada (cacat) apa-apa. Setelah batu itu berhenti ia (Musa) mengambil pakaiannya dan memukul batu itu. Abu Hurairah ra. berkata: Demi Allah, pada batu itu terdapat bekas pukulan Musa, tujuh atau enam kepalan. (Shahih Muslim No.513)
    Mungkinkah Rasulullah mempermalukan Nabi Musa dengan mengatakan “Demi Allah, yang membuat Musa tidak mau mandi bersama kita hanya karena buah pelirnya besar.” mungkinkah masuk akal batu bisa nggondol baju. Perhatikan!!! “Tiba-tiba batu itu lari dengan membawa pakaiannya”. Apa hubungan antara kenabian dengan cacat. masuk akalkan Allah menunjukkan ketidakcacatan Nabi-Nya hingga Nabi itu dibiarkan telanjang yang auratnya ditonton orang banyak. Mungkinkah Nabi yang mulia marah sama batu hingga memukul batu.

    Perhatikan hadits ini lalu cross cek dengan hadits di bawahnya.
    Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. lebih pemalu daripada seorang gadis perawan di dalam kamarnya. Jika beliau tidak menyukai sesuatu kami dapat mengetahui dari raut wajahnya. (Shahih Muslim No.4284)

    “Hari itu adalah hari raya, di mana orang Sudan (dalam satu riwayat: orang-orang Habasyah 1/117) bermain perisai dan tombak di dalam masjid. Barangkali saya yang meminta kepada Nabi atau barangkali beliau sendiri yang mengatakan kepadaku, ‘Apakah engkau ingin melihat?’ Saya menjawab, ‘Ya.’ Saya disuruhnya berdiri di belakang beliau di depan pintu kamarku. Beliau melindungiku dengan selendang beliau, sedang aku melihat permainan mereka di dalam masjid. Lalu, Umar[2] menghardik mereka. Kemudian Nabi bersabda, ‘Biarkanlah mereka.’ (4/162) Maka, saya terus menyaksikan (6/147) sedang pipiku menempel pada pipi beliau, dan beliau berkata, ‘Silakan (dan dalam satu riwayat: aman) wahai bani Arfidah!’ Sehingga, ketika aku sudah merasa bosan, beliau bertanya, ‘Sudah cukup?’ Aku menjawab, ‘Cukup.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu, pergilah.'”Demikianlah dalam riwayat Karimah yang menyebutkan nama pelakunya (Umar) secara jelas. Demikian pula di dalam riwayat Imam Ahmad (2/540) dan Nasa’i (1/236) dari hadits Abu Hurairah dengan sanad sahih.

    Hadits pertama mengatakan Rasulullah SAW sangat pemalu hingga bisa dilihat dari raut wajahnya. tetapi pada hadits kedua Rasulullah SAW nggak punya malu. masak sih beliau pipinya tempel-tempelan dengan istrinya kendati itu boleh hingga bisa disaksikan oleh Umar. Demi Allah hai Tasyayu’ ana udah tanya 3 orang kira-kira malu nggak bila pipinya saling tempel-tempelan sama pasangannya ketika memungkinkan bisa disaksikan orang lain. jawabannya “MALU”. itu baru jawaban orang biasa yang nggak maksum. apalagi Rasulullah yang maksum itu tentu beliau nggak mungkin melakukan perbuatan konyol.
    Bisakah kita menerima dua hal yang saling bertentangan? Kecuali nte mengatakan bahwa perbuatan Rasul dalam hal tempel-tempelan pipi hingga orang lain melihat dan beliau tetap cuek dengan aksinya itu bukan suatu yang memalukan.
    Anehnya orang suni kaya nte itu nggak marah apabila Rasul dihinakan oleh Abu Hura-Hura sementara apabila sahabat2 yang dikritisi orang syi’i mencak2.

    lain kali bos jangan cuma bisa koar-koar doang!!!!
    sebenarya masih buuuuuuuanyak hadits2 suni yang nggak logis dan malu-maluin hingga melecehkan kewibawaan Rasulullah Suci SAWW.. untuk sementara ana tunjukin tiga hadits ini. lain kali ana kasih hadits2 yang lebih serem buat nte

  94. mehdi…mehdi… nte tu lucu sekali…

    nt bilang ana ga ilmiah knp nt justru yang jadi sangat ngawur dan asal??? jangan bicara dengan nafsu dan emosi…karena dgn begitu nt hanya menunjukan kebodohan dan ketidak ilmiahan nt aja.

    coba perhatikan kata2 nt baik2 ya….
    Mehdi wrote :[b] “Hadits yang ana kutip diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin dari Imam Husein dari Imam Ali bin Abi Thalib dari Rasuulullah SAW”[/b]

    untuk mematahkan kata-kata nt ini ana cukup dgn 1 pertanyaan : [b]nt ketemu ali zainal abidin itu dimana? di warung kopi or diwedangan?[/b]

    dengan berteriak dan semangat nt bawakan hadits-hadits sunni dan dengan lantang nt bilang hadits itu ga shahih….
    Sekali lagi ana tanya,apa hadits itu shahih atau tidak hanya karena ucapan/anggapan nt?
    Buktikan klu mmg hadits itu cacat dimana cacatnya sanad hadits itu?? sebab jika kamu hanya bicara matan suatu hadits maka akan terjadi penafsiran yang beragam…tapi utk sanad lebih jelas,karena kita memiliki ilmu jarh wa tardil bukan?
    Jadi pilihannya ada 2,nt buktikan secara sanad hadits2 diatas adalah batil atau klu nt ga bisa buktikan itu akui aja klu hadits itu shahih,nah baru stlh itu ana akan jelasin ke nt ttg matan hadits itu,gampang kan? katanya nt tu ilmiah…buktikan dong

    klu cuma hadits yg aneh ana bisa bawakan ribuan hadits yang aneh dari syiah…nt mau??? ni ana kasi nt contohnya:

    الكافي – الشيخ الكليني ج 1 ص 448 :
    ( أبواب التاريخ )
    ( باب ) * ( مولد النبي صلى الله عليه وآله ووفاته ) *
    27 – محمد بن يحيى ، عن سعد بن عبد الله ، عن إبراهيم بن محمد الثقفي ، عن علي بن المعلى ، عن أخيه محمد ، عن درست بن أبي منصور ، عن علي بن أبي حمزة عن أبي بصير ، عن أبي عبد الله عليه السلام قال : لما ولد النبي صلى الله عليه وآله مكث أياما ليس له لبن ، فألقاه أبو طالب على ثدي نفسه ، فأنزل الله فيه لبنا فرضع منه أياما حتى وقع أبو طالب على حليمة السعدية فدفعه إليها .(إنتهى)

    – مناقب آل ابي طالب – ابن شهر آشوب ج 1 ص 31 :
    فصل : في منشه صلى الله عليه وآله ابانة بن بطة قال : ولد النبي صلى الله عليه وآله مختونا مسرورا فحكى ذلك عنده جده عبد المطلب فقال : ليكونن لابني هذا شان . كافي الكليني ، الصادق ( ع ) : لما ولد النبي صلى الله عليه وآله مكث اياما ليس له لبن فألقاه أبو طالب على ثدي نفسه فأنزل الله فيه لبنا فرضع منه اياما حتى وقع أبو طالب على حليمة فدفعه إليها . (إنتهى)

    / صفحة 29 /
    درست بن أبي منصور ، عن علي بن أبي حمزة ، عن أبي بصير ، عن أبي عبد الله عليه السلام قال : لما ولد النبي صلى الله عليه وآله ، مكث أياما ليس له لبن ، فألقاه أبو طالب على ثدي نفسه ، فأنزل الله فيه لبنا ، فرضع منه أياما حتى وقع أبو طالب على حليمة السعدية فدفعه إليها .

    Gila….Masa Rasul menyusu kepada abu tholib????
    Ini aneh gak mehdi? atau malah menjijikan dan menghina nabi? masa abu tholib kok menyusui nabi sih????

    Mehdi sudahlah,, riwayat ini bukan hanya ga logis dan bahkan menghina nabi sendiri dan para imam ahlulbait, tapi sampe hari ini tidak pernah didengar ada ulama syiah yang memprotes, karena mereka semua pada sibuk mut’ah dan menghitung hasil khumus

    lebih baik anda melaksanakan nasehat anda sendiri sebelum menasehati orang lain

    tidak ada yang lebih baik dari berfikir tanpa disertai emosi atau fanatik.

    Fodhol bicara secara ilmiah,karena selama ini nt hanya ngawur dan neglantur

  95. tasyayu’
    untuk mematahkan kata-kata nt ini ana cukup dgn 1 pertanyaan : [b]nt ketemu ali zainal abidin itu dimana? di warung kopi or diwedangan?
    jawaban sebenarnya juga ada pada pertanyaan nt, itu kalau nte mau adil. sama kan dg di suni mang nte ketemu bang Bukhori ato bang Muslim dimana? apa nte pernah berguru langsung?

    dengan berteriak dan semangat nt bawakan hadits-hadits sunni dan dengan lantang nt bilang hadits itu ga shahih….
    Sekali lagi ana tanya,apa hadits itu shahih atau tidak hanya karena ucapan/anggapan nt?

    jawaban ini mestinya akal nte yang jawab sendiri dan ketelitian nte ttg perawi dan sanadnya.
    apakah nte mau disuruh makan tai lantaran orang yang nyuruh nte anggap orang terpercaya?

    tentang perawi dan sanad suni nih ana tunjukin kebohongan dan kejanggalan suni. simak baik2

    Abu Hurairah di jajaran perawi hadis Ahlussunah yang meriwayatkan tidak kurang dari lima ribu hadis yang bisa dilihat dalam kitab-kitab standart mereka. Imam Bukhari sendiri menukil tidak kurang dari empat ratus hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Di sini kita akan lihat, siapakah sosok Abu Hurairah? Bukankah Abu Hurairah yang dikatakan oleh khalifah pertama (Umar bin Khatab) sebagai musuh Allah dengan ucapannya: “Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah”? (ya ‘aduwallah wa ‘aduwa kitabihi saraqta maalallah). (Lihat: at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335, Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:612) Lantas kenapa musuh Allah -menurut versi khalifah kedua Ahlusunnah ini- masih dipakai dan dipercaya oleh Imam Bukhari dalam periwayatan hadis? Apakah Imam Bukhari tidak percaya lagi terhadap Umar bin Khatab, atau bahkan meremehkan anjuran-anjuran seorang khalifaurrasyidiin? Bukankah Umar adalah sahabat dan khalifah Rasul yang harus diikuti?. Bukankah Abu Hurairah adalah pribadi yang terkenal dikalangan sahabat sebagai manusia yang tidak dapat dipercaya (baca: pembohong). Hal ini sebagaimana yang telah dinukil dari beberapa sahabat tentang dia, semisal: Ummul mukminin Aisyah, Umar bin Khatab, Marwan bin Hakam, Ali bin Abi Thalib…dsb. Sampai-sampai ummul mukminin Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” (Lihat: Siar a’lam an-Nubala’ Jil:2 Hal:604/612/613, at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335) Pertanyaannya sama, apakah imam Bukhari dan Muslim sudah tidak percaya lagi terhadap istri Rasul yang bergelar ummulmukminin serta sahabat-sahabat besar Rasul di atas tadi? Sehingga dari situlah Ibnu Abil Hadid yang bermazhab muktazilah dalam Syarh Nahjul Balaghah menukil ungkapan beberapa ulama Ahlussunah semisal Abu Hanifah yang menyatakan: “Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik…” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:4 Hal:69). Atau menukil ungkapan Jahidh dari kitabnya yang terkenal “at-Tauhid”, yang menyatakan: “Abu Hurairah adalah pribadi yang tidak dapat dapat dipercaya dalam masalah periwayatan (hadis) dari Rasulullah…sebagaimana Ali tidak mempercayainya, bahkan mencelanya. hal serupa juga yang dilakukan oleh Umar dan Aisyah (terhadap Abu Hurairah)” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:20 Hal:31). Apakah Imam Bukhari mengaku sebagai orang yang lebih mulia dari Umar, Aisyah dan Ali sehingga ia tetap mempercayai Abu Hurairah dalam periwayatan hadis, dan meremehkan pendapat mereka dengan tidak mengindahkan penilaian mereka terhadap Abu Hurairah? Bukankah menurut mayoritas Ahlusunnah menyatakan bahwa para sahabat layak -bahkan wajib- untuk diikuti, sebagai Salaf Saleh?. Bukankah Abu Hurairah juga terkenal sebagai periwayat hadis-hadis yang merendahkan martabat para nabi Allah? Sebagai contoh, hadis yang menyatakan bahwa nabi Ibrahim as pernah berbohong sebanyak tiga kali; “Ibrahim tiada pernah berbohong kecuali sebanyak tiga kali” (Shahih Bukhari Jil:4 Hal:112). Atau hadis tentang peristiwa nabi Musa berlari dalam keadaan bugil dihadapan Bani Israil sehingga nampak kemaluannya oleh mereka, itu beliau lakukan hanya bertujuan untuk menangkal sangkaan buruk mereka terhadap beliau. (Shahih Muslim No.513, Shahih Bukhari Jil:4 Hal:126 dan pada bab Bad’u al-Khalq Jil:2 Hal:247)…dsb, yang semuanya merupakan kisah-kisah penghinaan atas pribadi para nabi Allah. Dari situlah akhirnya Fakhru ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir menyatakan: “tiada layak dihukumi pribadi yang berbohong atas nama para nabi kecuali dengan sebutan Zindiq”. Dalam kesempatan lain ia menyatakan: “Menyatakan bohong atas perawi hadis tadi (yaitu: Abu Hurairah) lebih tidak berbeban ketimbang menyandarkannya (kebohongan) pada khalil ar-Rahman (yaitu: Ibrahim as)”. (Lihat: at-Tafsir al-Kabir Jil:22 Hal:186 dan Jil:26 Hal:148) Apakah hanya karena riwayat-riwayat bohong itu terdapat pada kitab shahih Bukhari sehingga kita dipaksa turut serta mendeskriditkan dan menginjak-injak kehormatan para nabi Allah, demi menjaga kesakralan kitab karya Imam Bukhari sebagai kitab Shahih, paling Shahihnya kitab pasca al-Quran?. Bukankah Ibrahim an-Nakha’i pernah menyatakan: “Golongan kita (ashabuna) mereka meninggalkan hadis yang datang dari Abu Hurairah”? Atau pada kesempatan lain ia pernah menyatakan: “Mereka tiada mengambil riwayat dari Abu Hurairah kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan sorga dan neraka saja”. (Lihat: Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:609, Tarikh Ibn Asakir Jil:19 Hal:122). bukankah Fakhru ar-Razi dalam kitab al-Matholib al-Aliyah menukil ungkapan pribadi-pribadi yang memiliki hubungan dekat dengan Rasul sebagai bukti atas kebohongan Abu Hurairah? Fakhru ar-Razi mengatakan: “Banyak dari kalangan sahabat mencela Abu Hurairah, kita sebutkan contohnya; Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa yang di pagi hari bangun dalam keadaan jinabah maka hendaknya tidak berpuasa”. Lantas mereka (para sahabat) mengeceknya kembali kepada dua istri Rasul Aisyah dan Ummu Salamah, mereka berdua mengatakan: “Hal itu (peristiwa itu) pernah dialami oleh Nabi, namun beliau tetap berpuasa”. Mereka berdua (istri-istri Nabi) lebih mengetahui (apa yang diperbuat oleh Nabi)…”. (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205). Dalam kesempatan lain, Fakhru ar-Razi juga menukil kejadian yang berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib. Sewaktu Abu Hurairah meriwayatkan satu hadis dengan mengucapkan: “Kekasihku (Rasulullah saw) telah berbicara kepadaku…”, lantas Ali berkata: “Sejak kapan beliau menjadi kekasihmu?” (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205). Dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh Abu Hurairah -yang tidak mungkin kita ungkap secara keseluruhan di sini- sehingga dari situ menyebabkan banyak sahabat, dan ulama dari kalangan tabi’in dan tabi’ tabi’in meragukan kejujurannya. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan Umar bin Khatab sendiri sempat mengancamnya jika ia (Abu Hurairah) sampai meriwayatkan hadis. (Lihat: Tadzkirat al-Huffadz Jil:1 Hal:7, Akhbar al-Madinah al-Munawwarah karya Ibnu Syaibah Jil:3 Hal:800, Jaami’ bayan al-‘Ilm karya Ibnu Abdul Bar Jil:2 Hal:121. Jika kitab Shohih Bukhari -yang dinyatakan kitab yang semua isinya dijamin kesahihannya dan secara mutlak tidak bisa dikritisi dan diganggu gugat- beberapa hadisnya diisi oleh pembohong semisal Abu Hurairah -sebagaimana diakui oleh para sahabat dan beberapa ulama Ahlussunah sendiri- lantas, apakah mungkin yang keluar dari pembohong pasti dijamin kesahihannya? Pertanyaan serupa juga bisa ditujukan kepada kitab Shahih karya Imam Muslim yang bertitel sama dengan sahih Bukhari, juga kitab-kitab standart Ahlusunah lain yang di dalamnya terdapat riwayat Abu Hurairah…jika jawabannya negative, maka apakah kita masih layak menyebut kitab Bukhari dan Muslim sebagai kitab Shahih? Ingat, jika dipaksakan jawabannya positif, niscaya akan terjadi kekacauan dalam pikiran manusia yang berakal sehat. Beranikah dari sekarang ini nte hai Ahlusunah meninggalkan riwayat-riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai konsekuensi mereka terhadap penghormatan kepada Ummul Mukminin Aisyah dan Khalifah Umar dan Ali? Beranikah dari sekarang nte hai Ahlusunah menyatakan bahwa dua kitab Bukhari dan Muslim tidak lagi disebut sebagai kitab Shahih karena terdapat ratusan riwayat Abu Hurairah, sebagai bukti ketaatan mereka terhadap Ummul Mukminin Aisyah, Khalifah kedua (Umar bin Khatab) dan keempat (Ali bin Abi Thalib)? Mungkinkah mengatakan Umar bin Khatab sebagai Khalifah yang wajib ditaati akan tetapi di sisi lain tetap mengambil riwayat-riwayat dari orang (spt Abu Hurairah) yang telah divonis sebagai pembohong, bahkan dilarang untuk meriwayatkan hadis?

    tentang hadits yg nte nukil dari alkahfi. sekali lagi dalam tradisi syi’ah suatu hadits bila matannya bertentangan dengan Qur’an maka hadits itu tdk perlu dipake. Dalam tradisi syi’i perlu nte ketahui tidak ada dalam suatu kitab hadits dihukumi sahih semua isinya lalu seta merta dianggap kitab sahih.

  96. Mehdi wrote :[b] “Hadits yang ana kutip diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin dari Imam Husein dari Imam Ali bin Abi Thalib dari Rasuulullah SAW”[/b]

    untuk mematahkan kata-kata nt ini ana cukup dgn 1 pertanyaan : [b]nt ketemu ali zainal abidin itu dimana? di warung kopi or diwedangan?[/b]

    jawaban masalah ini ada pada pertanyaan nte sendiri. kapankan nte ketemu Imam Bukhori? apa nte pernah kursus hadits secara privat sama dia?

    Sekali lagi ana tanya,apa hadits itu shahih atau tidak hanya karena ucapan/anggapan nt?
    Buktikan klu mmg hadits itu cacat dimana cacatnya sanad hadits itu??

    Apa nte mau disuruh makan tai lantaran orang yang nyuruh nte orangnya tsiqoh menurut anggapan banyak orang.
    nih perhatikan siapa si BAPAK KUCIIIING menurut ulama2 nte dan masayikh nte.

    siapakah sosok Abu Hurairah?Bukankah Abu Hura-Hura yang dikatakan oleh khalifah pertama (Umar bin Khatab) sebagai musuh Allah dengan ucapannya: “Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah”? (ya ‘aduwallah wa ‘aduwa kitabihi saraqta maalallah). (Lihat: at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335, Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:612) Lantas kenapa musuh Allah -menurut versi khalifah kedua Ahlusunnah ini- masih dipakai dan dipercaya oleh Imam Bukhari dalam periwayatan hadis? Apakah Imam Bukhari tidak percaya lagi terhadap Umar bin Khatab, atau bahkan meremehkan anjuran-anjuran seorang khalifaurrasyidiin? Bukankah Umar adalah sahabat dan khalifah Rasul yang harus diikuti?. Bukankah Abu Hurairah adalah pribadi yang terkenal dikalangan sahabat sebagai manusia yang tidak dapat dipercaya (baca: pembohong). Hal ini sebagaimana yang telah dinukil dari beberapa sahabat tentang dia, semisal: Ummul mukminin Aisyah, Umar bin Khatab, Marwan bin Hakam, Ali bin Abi Thalib…dsb. Sampai-sampai ummul mukminin Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” (Lihat: Siar a’lam an-Nubala’ Jil:2 Hal:604/612/613, at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335) Pertanyaannya sama, apakah imam Bukhari dan Muslim sudah tidak percaya lagi terhadap istri Rasul yang bergelar ummulmukminin serta sahabat-sahabat besar Rasul di atas tadi? Sehingga dari situlah Ibnu Abil Hadid yang bermazhab muktazilah dalam Syarh Nahjul Balaghah menukil ungkapan beberapa ulama Ahlussunah semisal Abu Hanifah yang menyatakan: “Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik…” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:4 Hal:69). Atau menukil ungkapan Jahidh dari kitabnya yang terkenal “at-Tauhid”, yang menyatakan: “Abu Hurairah adalah pribadi yang tidak dapat dapat dipercaya dalam masalah periwayatan (hadis) dari Rasulullah…sebagaimana Ali tidak mempercayainya, bahkan mencelanya. hal serupa juga yang dilakukan oleh Umar dan Aisyah (terhadap Abu Hurairah)” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:20 Hal:31). Apakah Imam Bukhari mengaku sebagai orang yang lebih mulia dari Umar, Aisyah dan Ali sehingga ia tetap mempercayai Abu Hurairah dalam periwayatan hadis, dan meremehkan pendapat mereka dengan tidak mengindahkan penilaian mereka terhadap Abu Hurairah? Bukankah menurut mayoritas Ahlusunnah menyatakan bahwa para sahabat layak -bahkan wajib- untuk diikuti, sebagai Salaf Saleh?.perlukankah Abu Hurairah juga terkenal sebagai periwayat hadis-hadis yang merendahkan martabat para nabi Allah? Sebagai contoh, hadis yang menyatakan bahwa nabi Ibrahim as pernah berbohong sebanyak tiga kali; “Ibrahim tiada pernah berbohong kecuali sebanyak tiga kali” ( Shahih Bukhari Jil:4 Hal:112). Atau hadis tentang peristiwa nabi Musa berlari dalam keadaan bugil dihadapan Bani Israil sehingga nampak kemaluannya oleh mereka, itu beliau lakukan hanya bertujuan untuk menangkal sangkaan buruk mereka terhadap beliau. (Shahih Muslim No.513, Shahih Bukhari Jil:4 Hal:126 dan pada bab Bad’u al-Khalq Jil:2 Hal:247)…dsb, yang semuanya merupakan kisah-kisah penghinaan atas pribadi para nabi Allah. Dari situlah akhirnya Fakhru ar-Razi dalam at-Tafsir al-Kabir menyatakan: “tiada layak dihukumi pribadi yang berbohong atas nama para nabi kecuali dengan sebutan Zindiq”. Dalam kesempatan lain ia menyatakan: “Menyatakan bohong atas perawi hadis tadi (yaitu: Abu Hurairah) lebih tidak berbeban ketimbang menyandarkannya (kebohongan) pada khalil ar-Rahman (yaitu: Ibrahim as)”. (Lihat: at-Tafsir al-Kabir Jil:22 Hal:186 dan Jil:26 Hal:148) Apakah hanya karena riwayat-riwayat bohong itu terdapat pada kitab shahih Bukhari sehingga kita dipaksa turut serta mendeskriditkan dan menginjak-injak kehormatan para nabi Allah, demi menjaga kesakralan kitab karya Imam Bukhari sebagai kitab Shahih, paling Shahihnya kitab pasca al-Quran?. Bukankah Ibrahim an-Nakha’i pernah menyatakan: “Golongan kita (ashabuna) mereka meninggalkan hadis yang datang dari Abu Hurairah”? Atau pada kesempatan lain ia pernah menyatakan: “Mereka tiada mengambil riwayat dari Abu Hurairah kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan sorga dan neraka saja”. (Lihat: Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:609, Tarikh Ibn Asakir Jil:19 Hal:122)Bukankah Fakhru ar-Razi dalam kitab al-Matholib al-Aliyah menukil ungkapan pribadi-pribadi yang memiliki hubungan dekat dengan Rasul sebagai bukti atas kebohongan Abu Hurairah? Fakhru ar-Razi mengatakan: “Banyak dari kalangan sahabat mencela Abu Hurairah, kita sebutkan contohnya; Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa yang di pagi hari bangun dalam keadaan jinabah maka hendaknya tidak berpuasa”. Lantas mereka (para sahabat) mengeceknya kembali kepada dua istri Rasul Aisyah dan Ummu Salamah, mereka berdua mengatakan: “Hal itu (peristiwa itu) pernah dialami oleh Nabi, namun beliau tetap berpuasa”. Mereka berdua (istri-istri Nabi) lebih mengetahui (apa yang diperbuat oleh Nabi)…”. (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205). Dalam kesempatan lain, Fakhru ar-Razi juga menukil kejadian yang berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib. Sewaktu Abu Hurairah meriwayatkan satu hadis dengan mengucapkan: “Kekasihku (Rasulullah saw) telah berbicara kepadaku…”, lantas Ali berkata: “Sejak kapan beliau menjadi kekasihmu?” (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205).Dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh Abu Hurairah -yang tidak mungkin kita ungkap secara keseluruhan di sini- sehingga dari situ menyebabkan banyak sahabat, dan ulama dari kalangan tabi’in dan tabi’ tabi’in meragukan kejujurannya. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan Umar bin Khatab sendiri sempat mengancamnya jika ia (Abu Hurairah) sampai meriwayatkan hadis. (Lihat: Tadzkirat al-Huffadz Jil:1 Hal:7, Akhbar al-Madinah al-Munawwarah karya Ibnu Syaibah Jil:3 Hal:800, Jaami’ bayan al-‘Ilm karya Ibnu Abdul Bar Jil:2 Hal:121).Jika kitab Shohih Bukhari -yang dinyatakan kitab yang semua isinya dijamin kesahihannya dan secara mutlak tidak bisa dikritisi dan diganggu gugat- beberapa hadisnya diisi oleh pembohong semisal Abu Hurairah -sebagaimana diakui oleh para sahabat dan beberapa ulama Ahlussunah sendiri- lantas, apakah mungkin yang keluar dari pembohong pasti dijamin kesahihannya? Pertanyaan serupa juga bisa ditujukan kepada kitab Shahih karya Imam Muslim yang bertitel sama dengan sahih Bukhari, juga kitab-kitab standart Ahlusunah lain yang di dalamnya terdapat riwayat Abu Hurairah…jika jawabannya negative, maka apakah kita masih layak menyebut kitab Bukhari dan Muslim sebagai kitab Shahih? Ingat, jika dipaksakan jawabannya positif, niscaya akan terjadi kekacauan dalam pikiran manusia yang berakal sehat. Beranikah dari sekarang ini saudara-saudara kita Ahlusunah meninggalkan riwayat-riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Hura-Hura sebagai konsekuensi mereka terhadap penghormatan kepada Ummul Mukminin Aisyah dan Khalifah Umar dan Ali? Beranikah nte hai Ahlusunah menyatakan bahwa dua kitab Bukhari dan Muslim tidak lagi disebut sebagai kitab Shahih karena terdapat ratusan riwayat Abu Hura-Hura, sebagai bukti ketaatan mereka terhadap Ummul Mukminin Aisyah, Khalifah kedua (Umar bin Khatab) dan keempat (Ali bin Abi Thalib)? Mungkinkah mengatakan Umar bin Khatab sebagai Khalifah yang wajib ditaati akan tetapi di sisi lain tetap mengambil riwayat-riwayat dari orang (spt Abu Kuciiiing) yang telah divonis sebagai pembohong, bahkan dilarang untuk meriwayatkan hadis?

    ttg hadits yang nte nukil itu sebagai jawabannya. Dalam tradisi Syiah bila suatu hadits matannya bertentangan dengan Qur’an maka hadits itu tdk boleh digunakan.

  97. @mehdi,
    Biasakan dialog dengan runtut dan teratur,jangan hanya lempar suatu wacana kemudian jika mentok maka lempar wacana yang lain lagi. Itu hanya kebiasaan para pembohong. Ahli jiwa mengatakan bahwa “seorang pembohong akan selalu berputar dan mencari alasan yang lain,bahkan keluar dari masalah untuk menutupi kebohongan-nya”
    Semua wacana yang mehdi lempar adalah sangat ringan dan terlalu banyak dibicarakan oleh ummat,sehingga jawaban ttg pertanyaan itupun sangat mudah dan bersebaran dimana2.

    Sekarang coba kita dialog dengan kepala dingin tanpa emosi dan kefanatikan yang berlebih(walaupun ana tau bahwa syi’ah dibesarkan dgn dendam) tapi cobalah berpikir dgn nalar yang sehat hingga diskusi bisa terarah dan runtut.saya coba mulai dgn mengajari anda untuk berdiskusi yang bagus.

    Mehdi wrote : tasyayu’
    untuk mematahkan kata-kata nt ini ana cukup dgn 1 pertanyaan : [b]nt ketemu ali zainal abidin itu dimana? di warung kopi or diwedangan?
    jawaban sebenarnya juga ada pada pertanyaan nt, itu kalau nte mau adil. sama kan dg di suni mang nte ketemu bang Bukhori ato bang Muslim dimana? apa nte pernah berguru langsung?

    Lihat betapa naif-nya kamu mehdi,dgn mengeluarkan jawaban seperti itu maka akan semakin menampakan kegelisahan nt dan nafsu amarah nt yang menggebu2.
    Pertanyaan ana sangat simple bukan? anda berkata bahwa hadits itu dari Ali zainal Abidin,maka-nya ana tanya lha kok nt tau???Apa nt baca dari buku yang ditulis Ali zainal abidin? atau nt ketemu langsung dgn Ali zainal Abidin? pertanyaan ini sangat logis dan kritis,karena anda tidak menyebutkan referensi pengambilan nash itu.
    makanya berkali-kali saya katakan bahwa anda sangat ngawur dan asal !! Sebenernya dgn menanggapi coments orang-orang seperti anda yang bicara tanpa ilmu dan bukti itu hanya membuang waktu ana aja,tapi karena niat ana untuk tunjukin bahwa aqidah yang nt percaya selama ini adalah batil,maka ana masih luangkan waktu untuk tanggapin itu.selanjutnya klu anda masih ngelantur maka saya ga akan tanggapi lagi.

    Dan pertanyaan anda: “kapankan nte ketemu Imam Bukhori? apa nte pernah kursus hadits secara privat sama dia?”

    Pertanyaan ini semakin memperjelas kebodohan nt yang asal bicara,jelas sekali ummat ini telah mengetahui bahwa bukhori telah menulis kitab hadits yang sampai sekarang dikenal dengan kitab shahih bukhori,jadi adalah aneh klu anda bertanya darimana saya dapat mengetahui hadits bukhori!!
    Sebaliknya pertanyaan saya ttg hadits Ali zainal Abidin adalah sama sekali berbeda dgn ini,dikarenakan ummat tidak mengenal adanya “kitab hadits Imam Ali zainal Abidin” atau juga buku yang ditulis oleh ali zainal abidin,jadi harus dipertanyakan darimana anda tau ttg hadits itu sedangkan anda tidak pernah bertemu dgn ali zainal abidin dan tidak pernah menyebutkan dibuku ali zainal abidin yang mana anda ambil hadits itu.
    Sbenarnya klu anda dapat berfikir jernih maka saya tidak perlu sampai menjelaskan panjang lebar soal ini,karena org awwam pun akan tau maksud pertanyaan saya.

    Kemudian anda melompat lagi dengan berkata : “jawaban ini mestinya akal nte yang jawab sendiri dan ketelitian nte ttg perawi dan sanadnya.
    apakah nte mau disuruh makan tai lantaran orang yang nyuruh nte anggap orang terpercaya?”

    Jika Anda yang tak pandai menari kenapa Lantai yang disalahkan??
    Wacana anda ttg abu hurairah adalah sangat mudah dibantah dan bahkan terlalu banyak tulisan yang ada di umum yang telah mematahkan anggapan ttg abu hurairah tersebut,jadi saya hanya buang waktu jika tanggapin ocehan anda itu.
    saya akan layanin semua wacana yang anda mau,tapi kita harus runtut dan teratur dalam diskusi,wacana awal kita diskusi disini adalah untuk buktikan bahwa tidak ada satupun hadits shahih dari literatur syi’ah,nah jika anda bisa, buktikan!,jika tidak bisa maka akui dan kita akan melangkah ke wacana selanjutnya.
    saya yakin anda ga akan bisa buktikan itu,karena Ali korani aja ga mampu apalagi sampeyan mas!

    Mehdi…Mehdi… belum selesai 1 wacana yang dapat anda rampungkan,eh sdh ada banyak lagi wacana yang anda lempar.
    buat apa anda bicara tentang nasab Umar Bin Khotob dari biharul anwar buat menghidar dari buktikan ttg hadits syi’ah??? ana akan jawab dan buktikan kebohongan majlisi tentang nasab Umar bin Khotob,pasti!!
    sebagaimana saya akan buktikan bahwa kisah ttg abu hurairah adalah cuma khayalan kaum rafidhah macam nt.tapi sekali lagi,ana hanya mau diskusi yang teratur dan runtut,satu wacana kita selesaikan baru masuk kewacana yang lain.

    Nah sekarang pertanyaan saya,apakah anda bisa buktikan?? Jika tidak ama akui bahwa tidak ada 1nash hadits yang shahih dari literatur syi’ah.
    Setelah itu saya akan menanggapi wacana yang anda lempar,mungkin akan saya mulai ttg nasab Umar Ra,atau ttg Abu hurairah,setelah itu kita bisa masuk ke dalam masalah ilmu hadits oke?

    Jadi nt jangan malu untuk akui bahwa tidak ada 1 hadits pun dari literatur syi’ah yang secara sanad tersambung sampai kerasulullah oke??

  98. Ustadz harusnya anda baca ttg hadist Ghadir khum, si shahih bukhari ada, dan kedua jika dikatakan sejarah ulama syiah ttg Muawiyah, harunya anda baca tarikh islam disitu dengan kelas dikatakan ketika Muawiyah memaksa Baiat kepada yazid keparat anak dari abu bajar menolak dan mengatakan Muawiyah mulutnya berbisa dan ingat ketika Yaxid menyerang madinah dan membunuh Iman hasan as, karangan Ulama Syiah kah, harusnya anda belajar banyak, memang benar Imam ali as tidak pernah melabelkan dirinya syiah dan Juga iman Syafii apakah dia pernah mengatakan dirinya Syafeii’ah, tidak pengikkutnya yang menamakannya jadi itu bukanlah sebuah isu kalo anda berpedoman pada Al-kulani dalam Al-kafinya tau tidak bahwa Syis’s tidak pernah menaruh dan Al-kulani tidak pernah menaruh kata Sahih dalam kitabnya dan dalam kitab2 itu dibagi2 dan di kelompokan mana2 yang Shahih dan yang tidak, masalah Syiah mencela sahabat nabi bukan mencela tapi mengkritisi sahabat nabi dan saya pribadi tidak mengingkari hadust jamianan surga Shabat Nabi mengapa karena setiap moslem dijamin masuk Syurga jika punya Iman pertanyaanya kapan dalam hadith itu tidak ada disebutkan tidak di Hisab dan dalam hadith Bukhari juga dukatakan ada sekelompok sahabat yang tertolak dari surga dan Nabi berkata aku tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan setelah diriku, kalo masalah sholat di kuburan orang NU melakukan itu irang tareqat dari Nashaqbandiah sampe satariah juga melakukan apakah mereka Kafir, baca lagi definisi kafir itu kayak mana dana ada berapa cabanngnya, kayaknya ucapan yang mengatkan orang Syiah mabuk2an ketika Umar dibunuh harus dibuktikan lagi kenapa Rokok saja mau diharamkan Khoimeni apa lagi mabuk2an syaikul Islam As Shaikh Ahmad deedat yang pernah ke Iran dan bertemu Khoiemeni mengatakan bahwa Syiah adalah Muslim dan tidak melakukan kesesatan itu Shaikh Ahmad yang mengatakan dengeren aja rekaman pidatonya bisa di unduh di truth TV, kalo dkatakan hadith Syiah palsu semua sanad nya berujung pada Rasullulah kenapa karena mereka mendapatkannya dari para Imam yang nota bene keturunan Nabi, banyak lagi fitnah yang laen yang mengatakan Quran Syiah beda tapi tidak pernah membawa buktinya, Quran syiah sama tidak ada yang beda kalo yang dianggap Mushaf fatimah itu bukan Quran tapi kumpulan Ilham yang diberikan ALLOH kepada Fatimah Azahra dan itu bukan kitab suci sama seperti Ilham Bilal bin rabbah bertenu dengan Rasuullulah dalam mimpinya dan Ilham dalam Riyadus Shalihin dimana diceritakan seorang Moslem bermimpi melihat bidadari sebagai pahala dari jihadnya.
    masalah tentang pertentangan antara hadith Bukhari dan Imam Jakfar as bukan suatu yang aneh dan bukan pertentangan itu bagaimana anda memahaminya ” penghuni neraka kebanyakan perempuan” dan Bidadari wanita sholehah apakah anda tau jumlah pasti laki2 dan perempuan yang masuk surga jumlah laki2 sekarang satu berbanding dua dengan wanita bukan akhir jaman satu banding tiga dari tiga itu dua masuk neraka dan dari satu itu setengah masuk surga sekarang bagaimana kompoosisinya masih banyak mana wanita di neraka apa yang di surga dan banyakan mana laki2 di neraka dengan wanita di neraka dan banyakan mana wanita di surga dengan kaum laki, jadi tidak ada pertentangan pada komentar Imam Jakfar
    dan saudara harry kalau syiah kafir dia akan ditolak naik haji, tapi pada kenyataanya mereka diperbolehkan oleh wahabi dari jaman Ibnu saud berkuasa sampe jaman Abdullah kemaren Ahmadinejad kesana yang paling puritan aja tidak mengkafirkan kok anda bisa mengkafirkan, istighfar Ustadz

  99. saya mau bertanya mas samakah ahlussunnah dan wahabi, kalau anda mengatakan sama saya rasa anda bohong mengatakan ahlussunnah dan wahabi itu sama.
    ahlussunnah ada ziarah kubur, tawassul pada rasulullah, ziarah pada para wali, para imam mazhab dll.
    sedangkan slogan wahabi adalah ‘berantas bid’ah,’ sampai-sampai ibadah-ibadah sunnah dibid’ahkan oleh wahabi.
    saya cuma mau nanya aja mas, misalnya mazhab anda mayoritas apakah anda akan mangkafirkan mazhab2 islam yg berbeda dengan anda, sedangkan mrk meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada makhluk yang lebih agung dari Rasulullah Muhammad. maukah anda bersumpah demi Allah, bahwa mereka keluar dari islam, kafir dan akan masuk neraka?

  100. Assalamu’alaikum wrwb.
    Semua debat, diskusi dan dialog di atas bagus dan terpuji karena begutulah hakikatnya diberi akal, kecuali ucapan atau tulisan2 yang keluar dengan melindas akal mengumbar emosi.
    Bagi saya perbedaan mazhab dalam agama itu seperti perbedaan siapa bertaklid kepada siapa. Bisa dibayangkan pada zaman Nabi Saw masih hidup, semua orang Islam pada zaman itu pasti bertaklid kepada RasulullahSaw (kecuali orang2 munafiq dan fasik). Kemudian pasca Nabi Saw wafat, dengan sendirinya timbul problem di kalangan ummat Islam mengenai siapa yang harus diikuti atau ditaati sebagai pengganti atau pewaris Rasulullah Saw. Tentu saja problem seperti ini sudah diprediksi Rasulullah jauh sebelum wafatnya beliau (pasti dong begitu menurut akal sehat kita). Dan juga tentu Rasulullah Saw sudah mengantisipasi semua kemungkinan timbulnya problem itu agar persatuan ummat tetap terjaga (begitulah menurut akal sehat kita). Tapi apa yang terjadi kemudian dan berkembang hingga saat ini …. (silahkan baca sejarahnya).
    Begitulah mazhab ternyata sekedar siapa bertaklid kepada siapa. Tentu jadi pertanyaan: kepada siapakah imam Abu Hanifah bertaklid ketika beliau menjalankan syariat Islam? Begitu juga para imam mazhab yang lain: Maliki, Hambali dan Syafi’i. Kepada siapa mereka bertaklid? Apakah ketika sekian milyard ummat Islam bertaklid kepada mereka sehingga membentuk mazhab selama berabad-abad hingga saat ini, bisa dikatakan bahwa Islam telah berakhir di tangan mereka? (sementara semua orang mutlak tidak berdaya melampaui mereka dalam penguasaan agama Islam). Jawabannya tentu bisa dipersempit kepada perkembangan perbedaan perspektif hukum ibadah atau fiqih, bahwa masing-masing mereka (imam mazhab) telah menyusun koleksi tersendiri menurut pengetahuan, pemahaman dan interpretasi mereka. Tentu saja terdapat perbedaan-perbedaan yang lumayan serius untuk dibahas untuk menentukan siapakah yang benar atau konsisten sesuai sunnah Nabi Saw. Versi Hanafi, Maliki, Hambali atau Syafi’i? (masa sih tidak ada konsistensi dari sunnah Nabi Saw). Nah, ketika ada satu mazhab dikedepankan (sehiggga mazhab bukannya 4 melainkan 5) tentulah harus disikapi sebagai mazhab alternatif yang (mungkin) bisa dibenarkan dan konsisten sesuai sunnah Rasulullah Saw. Ada keberatan apa bagi orang-orang yang bertaklid kepada salah satu mazhab itu terhadap mazhab lainnya?
    Silahkan anda memilih salah satu mazhab itu menurut hasil ‘ijtihad’ pribadi anda masing. Silahkan anda lebur ke dalamnya sehingga menjadi Syiah atau Sunni. Tokh, pada akhirnya setiap orang akan dinilai menurut niyat dan jerih payahnya demi eksistensi dan kemajuan Islam (ini seruan untuk berlomba agar menjadi yang terbaik menurut Allah dan Rasul-Nya bukan yang lain). Dan setiap orang kelak akan bersama-sama dengan orang-orang yang diikuti dan dicintainya.
    Akhirnya mazhab Islam yang benar tentu akan tampil membawa pencerahan sehingga akal (inteklek) seorang muslim lebih unggul di semua bidang kehidupan.

    Wassalam
    (jangan tanya apakah aku Sunni atau Syiah karena semua imam yang kita ikuti itu juga bukan Sunni atau Syiah)

  101. bos yang orng sunni,kalo emang sunni bener kenapa raja arab mengizinkan orng kafir(amerika)mendirikan pangkalan militer untuk menyerang irak yang mayoritas orang sunni,kenapa gak di iran aja orang amerika mendirikan pangkalannya…ok disitu sudah jelas siapa yang biadab orang sunni apa orang syiah

  102. @kalasnikov & @budi – raja saudi itu sunni, atau **mengaku** sunni ?
    .
    Itu adalah 2 hal yang berbeda lho.
    .
    @All & @Kalasnikov – soal Ghadir Khumm, bisa membaca penjelasan detailnya disini.
    .
    Secara ringkas, pihak Syiah telah melakukan penafsiran dengan mengabaikan konteks. Plus berbagai pembelokan lainnya.
    .
    Sehingga hasil interpretasinya pun jadi keliru total – yang dibahas di Ghadir Khumm adalah dukungan Rasulullah saw terhadap protes anak buah / prajurit Ali ra. Namun oleh Syiah diartikan sebagai dukungan Rasulullah saw terhadap kepemimpinan Ali ra.
    .
    Hasilnya ya menjadi aneh jika mengikuti interpretasi versi Syiah.
    Seperti dualisme kepemimpinan (Nabi saw & Ali ra pada saat yang sama), kesalahan jumlah hadirin di acara tsb, tuduhan bahwa nubuwat kenabian tidak terjadi (abu bakar ra, dan bukannya ali ra, yang menjadi pemimpin), khayalan bahwa agama ini belum lengkap tanpa wahyu soal nama pemimpin setelah Nabi saw, dst – dan terus merembet sampai pencaci makian sahabat Nabi saw, penolakan hadits Nabi saw, dst.

  103. hare gene masih berdebat secara antah berantah!

    kalau diskusi yang jelas donk. yang jelas sumbernya.
    kagak usah pade ributin tafsir ayat and hadis sebelum tunjukin kitabnye.

    udah jamak orang syiah belaga sibuk ngulitin albukhary, tapi ujung2nye kagak mau buka alkaafy. aneh deh!

    syiah punya kitab hadis kagak? didistribusiin dong. biar masyarakat bisa beli, bisa ngebaca sendiri. biar kagak dikira kitab misterius.

    kan ada 12 imam yang semestinya udeh kasih tunjuk hadis-hadis nabi yang bener. atau kasih tahu umet kitab mane yang mesti jadi landasan utama syiah.
    emang 12 imam nye semua kelupaan ape? ironis banget tuh.

    lucu banget kan kalo kita ngeyakinin n muji2 kitab yang blom kita baca?

    emang kenape alkaafy selalu aje ditutup2in. jangan-jangan……

  104. jangan begitu donk… kalau begini terus cara mensikapi orang berdebat… ujung-ujungnya malah jumud lagi. biarkan saja semua kritik ditumpahkan disini selama jalan pikirannya jelas, ada dalil dan argumen logis. imam Bukhary mungkin malah sangat setuju kalau ada yang mengkoreksi koleksi hadisnya, para pemuka Syiah tentu akan sangat antusias jika ada yang ‘ngulitin’ alKaafi. ya pasti donk kaum syiah punya kitab hadis rujukan sendiri (disamping yang di sunni juga tentunya). para Imam as tentu merupakan otoritas mutlak dalam menentukan kebenaran atau kepalsuan suatu hadis, bahkan untuk tafsir al-Qur’an (meskipun dengan resiko ditindas dan ditumpas oleh rezim otoriter saat itu). Mereka (para Imam as) tentu tidak lupa, bahkan cahaya Islam yang sejati tetap terang benderang berkat mereka ketika selubung dinasti muawiyah dan abasyiah dengan ganas menutupi cahaya itu. mengapa jadi lucu begitu? mungkin karena dengan mencintai mereka (ahlu bait) itu orang jadi tampak beda dan asing. ya jangan-jangan … memang begitulah adanya.

  105. Assalam, Apakah antum semua yaqin bahwa hanya dengan tidak mempelajari syiah dan mengtaklid buku2 yang menyalahkan syiah maka tidak akan tersesat?. Dan apakah ada jaminan selamat bagi kita yang membaca, mengoleksi,mengaku dan menghafal ajaran ahlu sunnah?

    dalam Quran disebutkan : “PERUMPAMAAN orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti KELEDAI yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” ( Al Jumu’ah : 5 )
    Masya ALLAH. Semoga kita dijauhkan dari keadaan seperti itu, Kitab2nya mungkin hebat tapi tidaklah hebat keledai yang membawanya.
    Karena jihad akbar kita adalah membuktikan semua perkataan dan ilmu kita dengan amal perbuatan dengan terus menerus berihsan kepada Allah ( Ahsanu Amalan ).
    Dalam Quran disebutkan :
    “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab Maka tidaklah kamu BERFIKIR?” ( Al Baqarah : 44 ) La Haula wa la quwwata illa Billah.

    Semoga kita diselamatkan dari ke-Musyrik-an sebagaimana menurut Quran : “yaitu orang-orang yang memecah-belah Dien mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka ( Ar ruum : 32 ).

    Ayo.. monggo kita semua mengkaji dengan niat maghrifatullah ( mengenal Allah dengan sebenar-benarnya ) sehingga diperkenankan olehnya untuk mendapatkan Predikat Hamba Allah, bukan hamba ilmu,syahwat dan hawa nafsu kita. karena kenyataannya kita semua adalah abdi ( budak ).
    “yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal”. ( Az zumar : 18 )

    Perjalanan masih jauh dan panjang, begitu banyak PR kita untuk sampai di tujuan sebagai hamba Allah, lihat ( Al Furqan 63 – 74 ) dan begitu banyak ayat2 yang belum mampu kita baca seperti dalam Quran : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka Ayat-ayat Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa itu adalah Al Haq. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” ( Fushshilat : 53 )

    Subhanallah walhamdulillah.

  106. Sebelum kalian semua berkomentar, sebaiknya kalian melihat sejarah dulu, sebab disitulah kunci untuk memahami. Syiah dan Sunni aslinya adalah masalah politik lalu dikaburkan menjadi masalah ideologi. Kalau melihat sejarah, jelas keduanya berbeda, masing2 teguh dengan keyakinannya. Seiring dengan sejarah kita bisa menilai, siapa diantara syiah dan sunni yang kontribusinya terhadap Islam paling besar dan bermanfaat. Sekedar gambaran di Arab Saudi pada tahun 2009 ini, wanita tidak boleh pergi sendirian dan menyetir mobil. Di Iran, wanita boleh pergi sendirian dan menyetir mobil. Di Arab Saudi, USA dan CIA-nya sliwar sliwer seenaknya mengatur negara itu, di Iran, USA sama sekali tidak berkutik. Di Arab Saudi pria boleh kawin/menikah berkali2, istrinya banyak, di Iran pria sebagian besar istrinya cuma satu. Di Arab Saudi reaktor nuklir tidak ada. Di Iran reaktor nuklir ada. Arab Saudi tidak berani menantang Israel, Iran berani terang2an menantang Israel. Nah dari beberapa contoh fakta itu, gak usah kebanyakan teori deh, anda bisa menilai kira2 siapa ya yang lebih oke, hehehehehe…………Salam

  107. @rumi – satu hal anda benar, yaitu soal sunni-syiah ini tadinya adalah cuma masalah politik. Yaitu para pendukung syiah yang tidak terima bahwa idolanya ternyata tidak menjadi “presiden”.
    .
    Lalu oleh orang2 ini malah diseret sampai ke soal theology / agama segala.
    .
    Karena itu soal ini jadi makin menggemaskan. Cuma demi politik, jadi rela mengobok-obok agama sendiri.

  108. Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?

    Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.

    Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?

    Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.

    Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.

    Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.

    Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.

    Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

    Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).

    Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.

    Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

    Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

    1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
    a) Syahadatain
    b) As-Sholah
    c) As-Shoum
    d) Az-Zakah
    e) Al-Haj

    Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
    a) As-Sholah
    b) As-Shoum
    c) Az-Zakah
    d) Al-Haj
    e) Al wilayah

    2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
    a) Iman kepada Allah
    b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
    c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
    d) Iman kepada Rasul Nya
    e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
    f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

    Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
    a) At-Tauhid
    b) An Nubuwwah
    c) Al Imamah
    d) Al Adlu
    e) Al Ma’ad

    3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat

    Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

    4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
    Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

    Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

    5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
    a) Abu Bakar
    b) Umar
    c) Utsman
    d) Ali Radhiallahu anhu

    Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

    6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
    Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

    Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.

    7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

    Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

    8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

    Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

    9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
    a) Bukhari
    b) Muslim
    c) Abu Daud
    d) Turmudzi
    e) Ibnu Majah
    f) An Nasa’i
    (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

    Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
    a) Al Kaafi
    b) Al Istibshor
    c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
    d) Att Tahdziib
    (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

    10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil

    Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

    11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

    Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

    12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

    Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

    Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
    Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

    13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

    Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

    14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.

    Syiah : Khamer/ arak suci.

    15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

    Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

    16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

    Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
    (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

    17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

    Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
    (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

    18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

    Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

    19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.

    Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
    (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

    Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

    Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

    Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

    Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).

    Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).

    Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.

    Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.

    Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.

    Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.

  109. salam
    pada dasarnya imam ja’far adalah madzhab yang paling awal,, dan ke -4 madzhab yang sekarang itu bisa dikatakan berguru kepada imam ja’far assidiq. madzhab saya sunni, tp saya salut pada mereka(syiah), kerena dengan mata kepala ssaya sendiri, saya menykasikan bagai mana kecintaan mereka terhadap ahlul bait, yang dimana mencintai ahlul bait adalah permintaan Nabi kita SAW.tidak ada perbedaan baik sunni ato syiah,aqidah mereka dengan kita sama sekali tidak berbeda,banyak sekali hadist2 dari bukhori dan muslm yang menodaikesucian nabi Muhammad SAW, tp anehnya sebagai suni banyak yang mengamini nya.tp syiah dengan keras menolak hadist yg seperti itu.
    orang suni menganggap orang syiah kaafir krena syiah menglaknat abu bakar. ra dan umar. ra, tp anehnya sunnni ga ada yang mengaggap kafir kepda umawiyah ketika muawiyah memerintahkan rakyatnya untuk melaknat saidina ‘ali .ra di atas mimbar selam 60 tahun,,
    orang syiah wajar menolak ke khalifaha abu bakar.ra dan umar .ra, kerena umar teleh menolak perintah Nabi untuk menuliskan wasiat untuk umat muslim,

  110. @dewa – itulah salah satu tipuan yang dilakukan oleh berbagai oknum Syiah; dikesankan bahwa Ja’far adalah imam Syiah, dan semua ulama Sunni sebetulnya adalah murid beliau.
    .
    Padahal beliau bukan Syiah. Tapi, berbohong seperti ini tidak masalah bagi para oknum Syiah tersebut sepertinya.
    Sedih ya…

  111. Untuk Para Syi’ah…mungkinkah kalian bisa membuktikan bahwa ajaran syi’ah bukanlah ajaran yg batil?
    Jika ada diantara kalian yang bisa jawab pertanyaan saya,maka itu akan menunjukan bahwa syi’ah mmg ajaran Rasulullah bkn ajaran para marja’,tapi jika tidak ada maka haryus diakui bahwa syi’ah adalah ajaran para marja’ parsi,dan bukan ajaran Rasulullah.
    pertanyaan-nya adalah “Sebutkan 1hadits shahih dari kitab literartur induk syi’ah (kitab 4) yang secara sanad tersambung kepada Nabi”

    Jika tidak dapat dibuktikan ada-nya nash shahih yg tersambung itu,maka harus kita akui mmg syi’ah ga mengikuti Nabi,mana mungkin ikut nabi klu ga ada hadits-nya?

    Silahkan dijawab ya…oya,bawa bukti hadits-nya dan jangan cuma muter2

    Wassalam

  112. Maaf copas dari salafytobat.wordpress.com

    abu salma, on February 18, 2009 at 3:27 am Said:

    perpecahan salafy (bingung sama salafy)

    ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

    ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

    ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

    ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

    Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

    Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

    Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

    salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

    pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

    ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

    ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

    mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

    yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

    jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

    jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

    jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

    sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

    gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

  113. Pingback: mudanzas
  114. Nice blog here! Also your website loads up very fast! What web host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *