SBY mengijinkan Lapindo membuang lumpur ke laut

Demikian judul posting Agus Setiawan. Di posting ini dipertanyakan berbagai hal, seperti :

Tapi, masa sih di dunia ini tidak ada satupun teknologi yang bisa menyumbat lumpur yang keluar akibat kecerobohan manusia yang bekerja di industri pengeboran minyak?

Kebetulan di milis FPK ada beberapa informasi tambahan seputar masalah tersebut. Saya mencoba meninggalkan komentar di blog ybs, tapi gagal (mungkin komentar di-disable). Jadi saya kutipkan disini saja :

Dari

From: rzain
Subject: Sido Lumpur

Seperti saya posting 3 bulan yang lalu bahwa satu2nya cara untuk mengatasi lumpur di Sidoarjo ialah mengadakan sumur miring ke lokasi sumur lama untuk menutup kebocoran; dikui hari ini (MetroTv) segera akan dimulai dengan terlebih dahulu membuat platform beton di atas pasir yang sudah mengeras di dekat sumur lama.

Kabarnya rig utk membuat relief well yang akan digunakan sudah tiba di perariran Indsonesia dan akan dimulai bor miring yg mudah2an sebulan lagi akan kelihatan hasilnya seperti yang selalu dilakukan di belahan dunia lain dan berhasil.

Meskipun demikian pembuangan lumpur selama sebulan yad harus dilakukan yang menurut Bupati Sidoarjo cuma ada dua pilihan, pertama merusak lingkungan perairan yang berisi biota laut atau merusak lingkungan daratan yang berisi manusia. Kelihatannya pilihan kedua (ed:: pertama ?) yang lebih manusiawi.

Yang perlu diwaspadai nampaknya ada usaha2 agar sebagian besar biaya akan dipikulkan ke Pemerintah instead semuanya oleh Lapindo apalagi kalau ada yang menumpang untuk mencari keuntungan pribadi.

rzain

Dari http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/37139

From: rzain
Subject: Re: Semburan Sulit Distop

Sabar2, mudah2an satu2nya cara yang pernah dilakukan di belahan dunia lain yaitu yaitu menyumbat melalui relief well berhasil 40 hari lagi.

rzain

Jadi kelihatannya pembuangan lumpur ke laut itu memang tidak bisa dielakkan, dan merupakan tindakan darurat. Dan tentu seharusnya dihentikan begitu relief well telah berhasil dibuat.

Mungkin kini kita perlu memfokuskan kepada PT Lapindo sendiri – bagaimana perlakuan mereka kepada korban bencana alam buatan mereka ini, apakah mereka akan melemparkan tanggung jawab mereka kepada pemerintah, dst. Perlu dibangun fokus dan public pressure kepada mereka; jangan sampai perhatian kita teralihkan kepada hal-hal lainnya.

6 thoughts on “SBY mengijinkan Lapindo membuang lumpur ke laut

  1. Yang jelas banyak orang ketiban proyek mendadak. Bikin tanggul darurat, nguruk lumpur, dll… Mereka sih cengengesan aja dapet bayaran

    Teori Konspirasi 1
    Lapindosux emang lamban menangani ini, mau blackmail dengan cara mengulur ulur biar dapat gratisan dana bantuan pemerintah ?

    Teori Konspirasi 2
    Dulu Gosipnya sih sengaja dibiarin lama, biar penduduk jual tanah harga murah, terus Lapindo dapet tambang minyak murah. Tapi semua jadi gak terkontrol.

    Yang nggak diliput media masa, gara gara lumpur lapindosux ini di masyarakat bawah udah mulai bergesekan. Tetangga dan teman lama saling membacok gara gara tanggul lumpur, pada gak mau lumpur masuk rumahnya, dll dlll …

  2. Kalau mengikuti standar di negara maju, seharusnya pemerintah terlebih dahulu mengambil alih penanganan masalahnya. Kalau perlu dg mendatangkan tenaga ahli dan peralatan dari luar negeri. Nanti setelah semuanya teratasi, baru diselidiki siapa yang salah. Apabila kemudian terbukti pihak Lapindo yg bersalah, mereka harus mengganti segala biaya yg dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi banjir lumpur itu, dan kemudian pihak2 yg bertanggung jawab bisa segera diadili. Sebaliknya, apabila itu ternyata murni musibah (force majeure), ya memang kewajiban pemerintah untuk menolong warganya yg terkena bencana.

    Kesalahan pemerintah sekarang adalah menunggu penyelesaian dari pihak Lapindo, saya ragu sampai seberapa sih kesanggupan mereka mengatasi persoalan ini 🙁

  3. Selamat sore,
    Maksudnya bukan berita tapi uneg2 pas nglamun mikir semburan Lumpu Lapindo,
    ee ndadak kok aku mikir / onok ilham yok oopo nek disumbat dengan potongan2
    besi . Gambaran ini pas saya melihat tusuk gigi di dalam botol kecil yang
    tentunya nggak beraturan posisinya alias semburat, tapi tetap posisi berdiri
    cuma nggak tegak lurus.
    Hla kalo ini dicoba diterapkan di lobang pemboran Lapindo di Porong. opo
    nggak kira2 bisa ya? tapi syarat pengeboran harus tegak lurus ke bawah
    sehingga potongan2 besi tersebut bisa meluncur sampai dasar , atau
    menggunakan pipa pemandu peluncuran potongan2 besi tersebut ( pemandu nggak
    perlu sampai dasar ).
    Peluncuran potongan2 besi tersebut sedikit demi sedikit, yang penting bisa
    sampai dasar .
    Dengan pergerakan2 lumpur / tekanan dari bawah, karena potongan2 besi
    tersebut terpisah – pisah, akan secara lambat laun meluncur ke bawah. Dan
    bila sdh banyak potongan yang masuk, bila aliran lumpur dari samping, fungsi
    potongan2 besi ini bisas sebagai penahan sekaligus sebagai penyaring lumpur.
    Barang kali gambaran kasarnya seperti yang coba saya gambar pada lampiran
    email ini.

    Ini hanya lamunan saya lho, mangkali dari ss ini pas ada pembahasan masalah
    Lapindo ini bisa dishare ke para pakar tentunya, kalo nggak masuk akal ya
    dibuang saja.

    Sunarko
    Prov & Del Project UCC 5
    031-70933647
    Email : soe_narko@telkom.co.id

  4. baru tau ini berita. setelah sekian lama.
    dulu lapindo rame banget beritanya. sekarang apa kabar ya?
    apa saya yang ketinggalan nih hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.