Sisi lain George Aditjondro

Dari milis FPK :
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/36995


From : Manneke Budiman
Subject: Re: Pertanyaan Sangat Kritis Untuk Staff Harian Kompas

Ikut nimbrung, ya. Saya tak tahu motivasi Kompas untuk tak membuat tinjauan buku atas karya Aditjondro. Tapi saya mau berkomentar soal pernyataan Rekan Lama yang berbunyi:

Mengapa harian Kompas tidak mengkover dan menginvestigasi tentang buku “Suharto Sehat” karangan Adicondro, Asvi W, dst? Apakah benar redaksi Kompas telah tersusupi militer dan pro regim Orba? Sebab setiap kali orang yang benar2 bermoral bailk dan idealis, peristiwa dan tulisannya justru tidak ada, atau tidak dalam, atau sekedarnya.

Saya kebetulan mengetahui sebagian tindak-tanduk George Aditjondor meski tak mengenalnya secara pribadi. Dan saya berkeberatan jika beliau disebut “bermoral baik dan idealis.” Sebagai info, saat ini banyak organisasi dan aktivis, khususnya perempuan, yang ‘memboikot’ ybs karena kasus perceraiannya dengan mantan istrinya yang menghebohkan.

Saya bagi sedikit ceritanya: demi untuk bisa kawin lagi dengan perempuan lain, ybs memperkarakan istrinya di pengadilan dan meminta pengadilan mengesahkan upaya ybs untuk menceraikan istrinya. Sebagian dari alasan yang dikemukakan adalah bahwa istrinya itu tak cukup dapat memuaskan ybs secara seksual, dan dari segi intelektualitas “nggak sebanding” dengan ybs.

Namun, dalam persidangan hampir semua saksi dan bukti mematahkan dalih ybs, dan hakim akhirnya memenangkan sang istri bahkan menganjurkan supaya istrinya itu mengajukan tuntutan balik. Diduga tujuan Aditjondro berperkara adalah agar ia tak harus menafkahi mantan istrinya.

George Aditjondro mungkin tak diragukan kehebatannya dalam membongkar kebobrokan rezim orde baru, tapi ini tak serta merta membuat ia menjadi orang “bermoral baik dan idealis.”

Mungkinkah Kompas tak meliput buku mutakhir ybs karena faktor ‘boikot’ itu juga?

manneke

loekyh wrote:
Rekan lama,

Boleh bertanya, tanpa bermaksud merendahkan berbagai buah pikiran cemerlang dari Adi Condro, di antara ratusan buku2 anti orba dan anti militerisme yg sekarang banyak bertebaran di toko2 buku, apakah buku “Suharto Sehat” yg anda rujuk adalah yg buku TERBAIK dan merupakan buku YANG AKAN MENARIK BANYAK PEMBELI/PEMINAT?

Untuk saya, cukuplah apabila anda bisa menjelaskan bukti2/analisis anda bahwa isi buku tsb adalah yg TERBAIK dari isi puluhan atau isi ratusan2 buku2 lain (tentu saja setelah anda membaca buku2 yg lain tsb), maka saya akan ikut bersama-sama memprotes Kompas, mengapa buku TERBAIK dari semua buku2 anti orba dan anti militerisme tersebut tidak direview oleh Kompas.

Salam, dari rekan baru anda 🙂

15 thoughts on “Sisi lain George Aditjondro

  1. Tiada gading yang tak retak, demikian pula manusia.

    Olehnya wajar saja jika sosok seperti Bung George dapat disorot sisi kiri kanannya. Adalah bijak jika yang baik kita ambil, yang buruk letakan saja di tempat sampah. Satu yang jangan sampai hilang, bahwa sosok Bung George sebagai tokoh yang berani tampil kritis dan penuh resiko patut memberi motivasi bag kita untuk tidak lekas-lekas sok moralis, sebelum bergelut realitas kehidupan yang carut marut. Moga-moga kita dapat belajar dari sisi kiri kanannya. terima kasih untuk semua.

    dari tanah Maluku

    rr

  2. Wah Pak, ge gak dapet info dari mana aja kalo dia pernah sidang cerai nih….
    beneran ya?

  3. Terima kasih atas semua informasi yang telah diberikan tentang Yth. George Yunus Aditjondro. tetapi bolehkah aku meminta email address dari Bapak George Y A. Sebab aku punya satu novel fantasi tentang penghapusan militerisme dan kapitalisme dari peradaban kita. Demi menyelesaikan benang kusut permasalahan kita sejak ribuan tahun lalu. Kemiskinan, kejahatan dan keadilan.

  4. Saya baru saja membaca info tentang Mas George Junus Aditjondro di web ini, kok sama yaa dengan dugaan saya sebelumnya bahwa mereka mungkin bukanlah pasangan yang seimbang terutama dalam hal intellektual atau mungkin seksual seperti info diatas yang diajukan oleh mas George dipengadilan.

    Saya banyak membaca artikel-artikel mas George yang sungguh-sungguh bagus dan butuh keberanian untuk menuliskannya dibumi pertiwi Indonesia ini. Menurut saya, Mas George adalah seorang yang sangat kritis dalam membedah khususnya masalah-masalah sosial. Dia seorang laki2 pemberani, cerdas alias brilliant. Siapa yang gak kesemsem dengan pria separuh bulek kayak dia, gue aja naksir dengan sibulek satu ini yang pernah jadi dosen di beberapa universities di Australia……. boleh donk yaa mas, cuma naksir dari kejauhan lho, meski bukan bermaksud untuk memiliki hehehe ..:o)

    Tapi .. ohhh tapi .. mas Georgeku yang punya otak brilliant, you have already decided to choose her to be your wife. I just want to ask you one thing here, dalam konteks berikut ini; didalam susah maupun senang, dalam sakit maupun sehat, didalam lemah maupun kuat … what do you think about those words? If I m not mistaken, all those words are quoted from words of God.

    I m waiting your responce dari saya yang nun jauh disana.

    C u mas George, bacioni from me, del.

  5. Urusan lendir memang gampang dikaitkan dengan segala hal..! Boleh gak sampayan buat saya percaya 101 %..! Anyway whocares!

  6. George Junus Aditjondro ini adalah orang suruhan barat yang ingin selalu membuat masalah di indonesia. kalau memang dia hebat kenapa bukan george bush dulu, yang di soroti atau masalah negara barat yang lain. Saya bukan pendukung SBY, tapi saya tidak senang negara ini di buat masalah terus menerus. Menurut saya George Junus Aditjondro hanyalah pengacau dari barat di indonesia. Makanya dia patut dikeluarkan saja dari indoenesia .

  7. Dear ella,exactly I didn’t know Adi Tjondro personaly and many different a mind and sight with him but I respect his brave to reflect his opinion before a mass media.Not many person brave faced the dictator like him for democratization and freem of speech at Indonesia.I thought,he wasn’t proper if be dubbed Doctor Pengecut.Exactly I was planning to publish my book that cursing Susilo B.Y. but honesty I didn’t brave publish it in Indonesia because afraid by an arresting risk.May be,I was doctor pengecut.Thank you very much.

  8. aduhh, saya ga kebagian nih buku mas george yang baru itu loh yg “membongkar gurita cikeas” bener2 ilang.
    padahal pengen bgt nih baca,
    buat kalian yang jual saya mau dong 1,
    saya sama bapak saya cari2 kemana2 penasaran pngn baca, dari dasar pertanyaan, ko bisa ya, berani ngungkap ttg presiden kita, pasti ada apa2.

    so, kalo ada yg jual d bdg tolong kasih tau, yaaa.
    trimss..
    n,n

  9. Saya sungguh prihatin dengan keadaan bangsa kita ini. Begitu banyak orang saling menghujat, seperti tiada henti2 nya.
    Dan tiba2 ga ada hujan ga ada petir muncul manusia yang bernama George Y.A. yang makin membuat geger bangsa kita ini.
    Yang saya tahu memang Bung George ini adalah musuh number one nya Orde baru.
    Dan satu pertanyaan bagi kita semua tentunya, apa motif dari kehadiran kembali bung Goerge ini..? apakah ada tugas2 tertentu yang ditugaskan kepadanya oleh negara tempat dia bernaung selama ini..?

  10. Itu sisi lain beliau tidak perlu dipersoalkan. Munafik bila kita sok suci. Membicarakan privasi orang lain yang tak ada sangkut pautnya dengan kepentingan publik adalah kerjaan orang tak punya kerjaan.

  11. Tanpa berpihak kepada siapapun, tetapi melihat tayangan di TV menunjukan bahwa sang dosen yg sedang jualan bukunya malah main kelak aja, itu artinya sang dosen yang DR itu tidak cerdas dalam emosinya…. tetaplah berkarya untuk bangsa tanpa harus memperolok-olok orang lain,

  12. Dari dulu kalo diperhatikan; george aditjondro selalu hidup dalam kondisi panas hati, otak setengah mendidih & pandai membuat cerita bersambung yg berkaitan dg satu orang & satu keluarga; yaitu tentang pribadi presiden SBY & keluarga SBY. Kok ada yaa…orang yg menghabiskan hidupnya utk memikirkan satu orang & satu keluarga. Niat saya untuk meneruskan kuliah di Australia pupus sudah, karena saya kuatir… bisa-2 saya menjadi seorang Doktor yg hidup hanya mengurusi satu orang dg membawa-bawa dengki, benci dan irihati; napas ngap-ngapan baik dalam keadaan tidur & terjaga. Dan lebih saya kuatirkan lagi, saya nanti tidak mampu berdiskusi apalagi berdebat dg orang lain, dan hanya mampu bergaya & beraksi seperti Tyson, padahal saya adalah seorang Doktor. Lebih baik saya kuliah S3 di negeri Eskimo…..supaya hati & otak saya selalu dingin dan mampu berdiskusi dg bagus…
    Doktor yaaa….?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *