Ada apa Kompas ? bagian kedua

Melanjutkan diskusi di FPK seperti yang dibahas di posting ini, berikut ini dari Sdr. Haniwar Syarif :

Re: Impor Beras
From: Haniwar Syarif

Logika anda dalam mengajukan pertanyaan masuk akal juga..:)

Tapi yang saya tahu begini….

Anton dari dulu termasuk yang merasa nggak perlu impor beras , karena kata data produksi lebih besar dari konsumsi…

Ada teman temannya di kabinet yang berpendapat lain.. dan merasa perlu impor

Setelah beradu argumentasi di kabinet khususnya di jajaran Ekuin…yah disetujuilah impor terbatas 210.000 ton itu, paling nggak karena memang ada data stok bulog menipis. Walau Anton sempat menyalahkan Bulog karena nggak mampu beli beras petani saat panen raya utk stoknya, toh ada fakta bahwa stok bulog menipis, dan ada kebutuhan utk raskin, persiapan kalau ada bencana, atau bahkan kalau harga beras dimainkan oleh tengkulak disuatiu daerah..

Nah , kalau menurut saya sih.., walau pasti mentan bagian dari pemerintah… dia bukan pendorong adanya impor..dan lebih jelas lagi keputusan impor dilakukan kabinet setidaknya jajaran menko ekuin ( lha yang umumkan aja Marie dan Budiono).

Sedang untuk pertanyaan kedua apa pemerintah pengimpor beras.. yaitu betul juga ( maksudnya bukan semata keputusan ANton/mentan). Dan yang ditunjuk pelaksana juga adalah Bulog bukan swasta murni..

Moga moga jawbaan saya logis…smile…lha saya juga bukan siapa siapa ..tapi berusaha jawab lagi… 🙂

Hnaiwar

At 18:19 02/09/2006, you wrote:
>Menteri Pertanian Anton Apriantono berharap pemerintah tidak menambah
>impor beras dari 210.000 ton…..demikian berita di salah satu TV sore
>ini……
>
> Saya bingung Menteri Pertanian itu bagian dari Pemerintah atau
> Pemerintah adalah pengimpor beras….ada yg bisa memberi penjelasan????
>
> Salam
> Kukuh Kumara

1 thought on “Ada apa Kompas ? bagian kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *