Berteriak vs Pelukan hangat

From: Lita – Sat, Nov 11, 2006 at 1:04 AM
Reply-To: asahpenaindonesia@yahoogroups.com

Akmal, anakku sekarang berusia 4 tahun 8 bulan, akhir-akhir ini sering ngambek. Ngambeknya bukan ngambek seperti biasa. Sekarang ngambeknya di tambah dengan perilaku agresi (baik dengan menggunakan fisiknya ataupun kata-kata).
Aku sebagai ibunya sangat sedih dan bingung sekali. Sedih karena sebelumnya dia adalah anak yang sangat manis, tidak terbayanglah dia akan seperti itu. Bingung karena rasanya sudah berusaha tapi belum ada hasilnya. Setiap saat yang ada adalah aku terpancing untuk membalas perilaku agresinya. Yang paling sering adalah dia berteriak, aku pun tidak mau kalah, teriak juga. Hasilnya: teriakan dan perilaku agresi anakku semakin memuncak.

Suatu hari suamiku pulang dan bercerita tentang bagaimana seorang ibu,yang memiliki 13 anak, membangun ‘touch’ dengan anak. Tipsnya sederhana: Mencium anak.

Suamiku teringat kalo sudah lama sekali aku kurang membangun kehangatan dengan anak. Akupun menjadi tersadarkan kalo kehangatan antara aku dan akmal, putraku, menurun drastis sejak ia memiliki adik. Menyadari hal itu, ingin rasanya segera membangun kehangatan itu, tapi ternyata tidak mudah. Seribu alasan bisa kukatakan, kenapa menjadi tidak mudah.

Namun akhirnya karena situasi semakin sulit dan semakin menyedihkan, aku berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi faktor-faktor penghambat. Setiap kali dia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan, kupeluk ia dan kucium ia……ajaib! ia terdiam.

Kurefleksikan apa yang ia rasakan, kuajak bicara dari hati ke hati. Alhamdulillah, Berhasil! Tak ada lagi teriakan berbalas teriakan, yang ada sekarang teriakan berbalas pelukan dan ciuman sayang. Hasilnya: perilaku yang manis.

Terima kasih & salam,
Lita

14 thoughts on “Berteriak vs Pelukan hangat

  1. Studies say:

    When given a choice, a child would prefer to be hit by the parents than be ignored.”

    Similarly, if you offer a child to be kissed or to be ignored, he/she will choose to be kissed 🙂

    Congratulations on your progress!

    PS: I am reading a book called Gentle Discipline. What you are doing is exactly what Gentle Discipline teaches us.

  2. Aku pernah baca buku yg bagus utk kebanyakan System Administrator, judulnya Time Management for System Administrator, O’Reilly, ISBN: 0-596-00783-3. Disitu banyak tips utk sysadmin kayak saya yang gak karu-karuan manajemen waktunya. Mudah-mudahan berguna.

    IT Certification

  3. Good work! I always like to leave comments whenever I see something unusual or impressive. I think we must appreciate those who do something especial. Keep it up, thanks
    Helen Olsson.

  4. VLC Converter is so far the most easy-to-use conversion program to convert vlc files with super speed and lossless quality. If you happenly want to convert vlc files, I strongly recommend you this powerful VLC converter.

    If you need a VLC to MP3 converter, I strongly recommend you this powerful VLC to MP3 converter which can extract audio from vlc files and convert to audio formats like mp3, wma, wav, etc.
    vlc to dvd Creator is an easy-to-use DVD authoring software and the best VLC to DVD converter to convert VLC to DVD, burn DVD disc, DVD folder and ISO file from all popular media formats like MP4, AVI, WMV, MOV, MPG, MPEG, DAT, MKV, FLV etc.
    The almighty vlc to mp4 converter is specially designed for VLC users to convert vlc to mp4 and other video and audio formats like avi, wmv, mpeg, mpg, flv, mkv, mp3, wma, wav, etc with super speed and lossless quality.

  5. mendidik dan mengasuh anak memang suatu pekerjaan yang tidak mudah, karenanya para orangtua perlu terus menambah pengetahuan dan perlu adanya forum komunikasi dengan lainnya karena seringkali dalam prosese pendidikan dan pengasuhan kita lupa dengan hal-hal yang sebenarnya kita sudah lama tahu, itulah pentingnya kita berkomunikasi dg lainnya

    baca : anak nakal

Leave a Reply

Your email address will not be published.