Seleb blog yang sombong-sombong itu

Ketika sedang berusaha membaca semua posting di kampung gajah (tapi sekarang saya sudah sadar bahwa ini adalah hal yang mustahil, bahkan dengan pengalaman sebagai junker sejak 1993 sekalipun), tidak sengaja menemukan posting ini : Seleb blog dan egonya

Wah… ternyata, kalau tidak membalas komentar orang, ada kemungkinan kita akan dilihat sebagai orang sombong ya ? πŸ™‚ Saya baru tahu kalau ada perspektif seperti itu, he he.
Bingung mengapa bisa ada pandangan begini, tapi mungkin ini teradopsi dari kebiasaan di friendster yaa —- kalau kita memberikan testimonial di profil seseorang, maka lazimnya ybs juga balas memberikan testimonial. Mungkin lho, saya juga tidak tahu.

Saya sendiri memulai blog ini tidak begitu memikirkan mengenai komentar. Blog ini benar-benar adalah buah dari sifat egois saya — ini adalah tempat saya menulis semua yang perlu dicatat, yang suatu saat mungkin perlu saya baca kembali. Kalau ternyata ada yang membaca dan mendapat manfaat, itu adalah efek samping (yang positif) saja.

Lama kelamaan sifat egois itu sudah mulai berkurang sih. Saya mulai mencoba menulis artikel yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Contohnya seperti artikel autisme di blog ini. Soal komentar, ya kalau ada tidak masalah, kalau tidak ada juga tidak masalah.

Ada juga beberapa posting yang memang saya harapkan ada komentarnya, karena saya memerlukan informasi dari orang lain. Seperti ketika saya memposting kupon diskon Dufan, dan saya perlu memeriksa apakah ini hoax atau bukan. Nah untuk posting seperti ini, saya memang berterimakasih sekali jika ada yang berkomentar.

Jadi saya kira, nge blog itu have fun saja lah. Enggak usah menunggu-nunggu komentar orang, nanti malah jadi bikin stress πŸ™‚
Di lain pihak, trims juga kepada pembuat posting tersebut. Walaupun bukan seleb blog (statement ini 68% akurat), saya akan coba untuk lebih banyak blogwalking, dan meninggalkan komentar di mana-mana.

Yuk kita blogwalk.

63 thoughts on “Seleb blog yang sombong-sombong itu

  1. akhirnya banyak nama baru bermunculan di komentar komentar setalh nama preaxz .. *memelas*

    hahaha ..

    KEDUAX! dasar homok

  2. Saya malah lebih sering ngasih komentar daripada mengharap komentar kekeke soalnya memang ndak nyediain kolom komentar. Komentar silahkan kirim ke email saja πŸ™‚

    Dan lagi enakan ngomentarin daripada dikomentarin

  3. hehe topik menarik mas harry. terutama dg asumsi budaya friendster nular ke blogger itu.

    saya sendiri gak pernah main friendster. dari milis trus ke blog jadi saya tidak tahu soal budaya testimonial (walau saya pernah nyoba buat blog di FS)

    saya sedikit memahami rasa ‘frustrasi’ teman2 blogger yg mgkn menganggap memberi komentar di sebuah blog sebagai sikap ‘give’ dan krn. itu merasa berhak imbalan ‘take’ sesuai ‘hukum’ take’n’give. krn. berkomentar mmg satu2nya tanda ‘kunjungan balasan.’

    mungkin ada baiknya yg bersangkutan dianjurkan gabung dg mybloglog.com yg kalo kita masang widgetnya akan tahu siapa saja yg datang ke blog kita walau tdk berkomentar.

    namaste india par,
    fatih

  4. Mungkin memang blogger lebih mengambil jarak dengan social networking gitu ya Pak Harry. Saya sendiri ngg terlalu ‘ngurusi’ friendster dan merasa ngg seleb. Namun contacts- yang link dengan saya mengaku mengambil keuntungan dari postingan saya. Jadi no problem apakah mereka komen atau tidak.

  5. sebenarnya ciri2 seleb blog seperti apa sih? Apa yang postingannya selalu dikomentari banyak orang?

  6. He he he…saya baru baca ini lewat aggregator IMB; sebuah kritik bagi para celebrities blog tampaknya (pada ge er kali ya kalau ada yang mengaku jadi selebriti begitu—self-serving claim—ha ha ha). Kalau untuk multiply.com, karena memang ada skema invite dan contact, situasinya mungkin jadi agak lain daripada blogger.com. Jejak para anggota yang nangkring dapat diketahui, meski tidak komentar. Yang agak lucu, kalau terdaftar dalam kontak MP tapi tidak pernah jalan-jalan…jadinya konsep contact MP tetap tidak optimal—ada dan tidaknya tidak substansil. Pada intinya sebetulnya kalau mau nulis ya nulis saja; yang mau baca ya baca saja; yang komentar lebih baik lagi….ya kan…? Gara-gara blog saja, kita dapat belajar sesuatu yang baru setiap harinya kok…salam, Anwar.

  7. ikut komentar biar ndak dikira sombong, meski bukan seleb blog πŸ™‚ kalau kata ustad mushola sebelah disebutnya silaturahim mempererat ukhuwah…

  8. kalo saya melihat, seolah-olah blogger Indonesia hanya berkutat di komunitas itu2 saja, dan kayaknya masih berpusat pada Priyadi, Enda (halo bapak blogger) dan sekitarnya dalam radius yang berdekatan dengan mereka.
    Nah, para blogger muda yang kesulitan masuk komunitas itu kayaknya pada frustasi (atau cuman perasaan aja), kok gw gak bs kyk mereka aya ….. Lebih parahnya lagi ada komunitas yang menerapkan ospek (halo Gajah).

    CMIIW

  9. heheh.. saya mah bukan seleb tapi juga jarang komen (makanya blog saya juga sepi komen). Menurut saya kebanyakan blogger itu narsis. Yah kalo ga narsis, mungkin ga bikin blog ;), makanya banyak yang haus akan komentar. Saya pribadi senang kalau ada yang komentar, namun saat ini saya sudah cukup senang mengamati darimana pengunjung blog saya yang 98% datangnya dari google search.

  10. kalau di blog-blog di luar, mereka gak peduli ada comment atau gak di postingnya. dia terus aja nulis posting. tapi karena postingnya bagus, ya sering dilink dan menjadi perdebatan di mana-mana. nah, mestinya yang jadi barometer itu kualitas content, bukan jumlah komentar. tapi kalo contentnya bagus dan komentarnya rame pula, ya toplah!

  11. lirik ke kanan, tuh.. kan… url blog aku blom ada di daftar FRIENDS.
    ih… sombong deh…

    *berlalu

  12. artinya harus berkunjung yg banyak juga ???? πŸ˜€

    #19 eh aku jg ga ada daftar friends πŸ˜‰

  13. haiyah, langsung ramai *baru sadar* terimakasih untuk komentarnya. Saya jadi semangat lagi untuk nge blog di blog yang go blog ini ! πŸ˜‰
    .
    @fatih – MyBlogLog.com sepertinya ide bagus mas, terimakasih. Sepertinya bisa membuat blog kita lebih interaktif / dinamis, walaupun para pengunjung hanya sekedar berkunjung tanpa meninggalkan komentar. Saya sudah daftar dan akan mencobanya sebentar lagi.
    .
    @ambar – efek social networking / interaksi blog memang terus terang saya rasa agak kurang mbak. Yang paling “menyebalkan” adalah melacak komentar kita – kita sudah berkomentar, lalu bagaimana kita tahu jika ada yang membalas komentar kita itu ? Cape deh kalau harus ingat semua situs yang telah kita komentari πŸ™‚
    Karena itu di blog ini saya sudah pasang plugin comment-notification…. nah, komentar saya ini insyaAllah juga sudah anda terima via email karenanya πŸ™‚
    .
    Dan masih ada lagi beberapa aspek social networking blog yang bisa kita tingkatkan. Salah satunya adalah dengan MyBlogLog, seperti yang dicetuskan oleh mas Fatih sebelumnya.
    .
    @cahyo – Bagus ! ™ Tino Sidin.
    .
    @agusti anwar – saya kira para seleb blog sebetulnya bukan sombong kok. Mungkin lebih tepat jika dianggap tidak sempat. Bukan apa-apa, dengan jumlah blog Indonesia sudah mencapai puluhan ribu, bagaimana caranya kita bisa mengunjungi semuanya ? πŸ™‚
    .
    @Dhika – Bagus ! ™ Tino Sidin
    .
    @Luthfi – rasanya sih enggak begitu ya πŸ™‚ saya bukan sekedar membela, karena saya sendiri sebetulnya frustasi – ada begitu banyak blog yang bagus, namun waktu saya demikian sedikit *ARGH*
    Tidak pernah cukup waktu saya untuk menikmati semua blog yang bagus-bagus tersebut. Bayangkan saja, saya bekerja dari hari senin s/d hari minggu (Anda bisa libur waktu weekend? Lucky bastard). Waktu untuk blogwalking juga jadi terbatas πŸ™‚
    .
    Nah, so-called seleb blog itu kalau saya perhatikan, mereka juga cukup sibuk. Pada hari kerja ngantor, pas weekend juga mengurus keluarga. Jadi, kita maklumi saja lah πŸ™‚
    .
    Dan, hayo nungging ! πŸ˜€
    .
    @Azil – *tendang azil ke kampung gajah* πŸ˜€
    .
    @Oskar – padahal saya bukan seleb blog lho. Betul deh.
    .
    @Irwin – ups, maaf boss πŸ™‚ nanti segera saya betulken, he he.

  14. eh iya maap.. πŸ™‚
    abisnya mahasiswa pada uts kan, jadi sibuk nyiapin uts mereka. hehehe… coming soon lah..

  15. hm jujur dulu saya juga sempet begitu, bikin blog tp ga ada yg komen, rasanya kok ga ada yg baca…tp akhirnya bodo amat lah hahahahahaa….kan ga bermaksud utk jadi seleb blog, cuma pengen aja sharing2 πŸ™‚

  16. wuuaa…ccuuaappeee deee…tapi secara kuwajipan moral sebagai seleb blog ya dengan seneng hati ik kasih tulisan “seleb blog was here!”

  17. Dulu aku juga jarang komentar, biasanya baca aja. Tapi aku sekarang berusaha komentar, kadang komentar bikin kita berpikir. Jadi kalo membaca tidak hanya membaca tapi juga dipahami, dikritisi, dll.

  18. ikutan komen ah…

    memang sebenernya jumlah komen gak menentukan blogger itu seleb atau enggak sih..
    lagian seleb (top/terkenal) bagi satu blogger belum tentu seleb jg buat blogger laen kok.. lha kalo gak kenal ya gak seleb.. ini menurut saya sih,
    tau deh menurut temen saya yg curhat itu πŸ™‚

  19. Boeng, maimang kitaorang mistih akoewin bahoewa komentaar itoe satoe pendorong boewat noelis lebi banja lagih itoe……soeda ghalib itoe manoesija haoes ‘pengakoewan’ poen….matjem tepoek tangan djikaloe koweorang njanjie di panggoeng poen…..

  20. Budaya berbalas komentar mungkin bisa dianggap sama dengan budaya berbalas salam…

    tetapi bedanya kalau dalam dunia nyata saat orang-orang menyalami kita, waktu dan tempat tidak menjadi penghalang kita.
    Sementara di dunia maya?? kita terjebak yang namanya bandwidth dan kualitas koneksi… atau mungkin deadline2 lain di dunia nyata

    Jangan salahkan orang lain karena gak membalas salammu, salahkan dirimu sendiri yang tidak menyalami orang lain πŸ˜‰

  21. Pingback: Jay adalah Yulian
  22. Oooo.. ternyata dianggap sombong yah …
    baru tau juga gw …

    Kalo gitu .. maafkanlah daku para pengunjung
    blogku .. bukan maksudku tidak menjawab koment mu
    aslih ….

    Mengunjungi blogku plus nulis komen
    sudah merupakan penghargaan yang tinggi padaku

    cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee……….

  23. “tidak sengaja menemukan posting ini : Seleb blog dan egonya”

    “Di lain pihak, trims juga kepada pembuat posting tersebut. ”

    Loh.. mas fehmi kan udah baca blog-nya si maiden itu, terus bilag makasih pula disini.

    kenapa gak tulis sekalian di blog-nya maiden mas? bilang makasih gitu di komentarnya?

    *mas fehmi bakalan balik ngeliat blog ku gak yah :p*

    *oya, masukan buat mas fehmi.
    ini Notify me of followup comments via e-mail, defaultnya di Non Aktifin dong.. kan itu sering tanpa sadar/tanpa merhatiin orang maen pencet submit.
    menurut saya itu ngga fair(mohon jangan tersinggug ya mas)
    kenapa gak fair?
    1. karena secara umum, di blog-blog orang di seluruh dunia, pasti lebih dari 68% tidak memasang fasilitas ini dengan default aktif.
    2. karena tombol submitnya ada sebelum check box itu.

    2 hal itu bisa membuat anda di cap “memperkosa” hak asasi pengkomentar loh mas. kan aneh tiba-tiba koq email di pernuhin komentar-komentar dari blogny amas fahmi. wahh.. apa-apaan nih πŸ™‚ saya yakin pasti gak cuma saya yang ngalamin ini.

    mending kalo cuma dikit, lha wong, komen-di blognya mas fehmi ini buanyakl banget..
    secara kaya blog seleb gitu πŸ˜€

  24. Kenapa soal komentar jadi penting ya? Jangan-jangan ini refleksi diri kita. Kita merasa eksis kalau ada komentar. Kita merasa hebat jika dikomentari blogger terkenal. Atau kita bisa bersombong diri dengan semua itu.

    “Aku dikomentari maka aku ada”.

    Hahaha.

  25. Masih memikirkan komen balasan, berarti nggak PeDe dengan blognya sendiri dong..saya sih nyantai saja, wong saya juga seleb di dunia kerja saya, keluarga saya dan teman teman dekat saya..

  26. setuju. blog ya blog saja lah, nggak usah nunggu-nunggu komentar. nyapein aja πŸ˜€ enjoy aja! nanti juga komentar itu datang sendiri. sambil harus siap-siap juga terima komentar yang nggak selalu sejalan dengan pemikiran kita ..

  27. FAQ:
    Question(Q): Wah kayaknya blog seleb juga nih…???
    Answer(A): …………………………
    Q: Sering ngomen waktu blogwalking ngga (survey boss…)
    A: ……………………….
    Q: Makasih ya atas jawabannya
    A: ………………………

    Wah kalo komen yang beginian ngga dijawab, aku jadi tahu….. πŸ˜€
    *kabur*

  28. Saya ikutan ngomen djuga ach, ngga jadi seleb ya paling ndak pernah komunikasi dikit lah ama seleb

  29. Pingback: A. Hardiena Blog
  30. Mengkomentari itu bagus untuk membangun sesuatu ! Apalagi web/blog ! Biar lebih bagus !!! A ha ha ha ha
    optimis-yuk.blogspot.com

  31. bener juga, cuma sekarang aku ngga pasang lagi buku tamu/guessbook atau t4 tanya jawab (kaya cerdas cermat aja πŸ˜€ ) atau chat board …. tapi … yahhhhhh ….. dicoba deh

  32. mat kenal admin,blognya bagus dan menarik semangat para blogger untuk kemajuan bersama,untuk kemajuan bersama.tp alexsa saya masih page Rankings 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *