Open source : penjelasannya dalam bahasa Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang anggota DPR. Seperti biasa, pada kesempatan tersebut saya mempromosikan mengenai open source.
Di luar dugaan, pertanyaan beliau sederhana, namun cukup membuat terhenyak; “Open source itu apa sih ?”

Kemudian saya baru sadar, sepertinya saya belum pernah ada membuat penjelasan mengenai open source itu sendiri, dalam bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. Tentu juga ada perlu dijelaskan mengenai berbagai keuntungannya, sehingga menjadi menarik.

Yah, beginilah, dasar techie πŸ˜€ ngomongnya sudah yang ribet duluan. Padahal masyarakat lebih memerlukan yang sederhana saja.

Dengan itu, maka terlampir adalah presentasi mengenai Open Source dan berbagai keuntungannya :

Sekilas Open Source :

[ format HTML ]
[ format Open Office ] (31 kb)
[ format PDF / Acrobat Reader ] (70 kb)
[ format Microsoft PowerPoint ] (136 kb)

Silahkan dimanfaatkan, semoga berguna.

25 thoughts on “Open source : penjelasannya dalam bahasa Indonesia

  1. jadi mikir neh…
    kalo dibahasa indonesiakan kira-kira kata yg cocok apa yah buat open source…???

  2. Pak Harry, I think you a missing an important aspect: cost of support for Open Source (OS) software. Untuk suatu organisasi besar (5000+ orang), dibutuhkan tim IT yang siap sedia selalu menjawab isu2 dengan software OS. Kalau ada bug atau error, kemungkian besar tidak ada vendor yang dapat di telepon. Kalau tidak ada driver, harus pilih hardware configuration lain yang ada driver nya. etc. etc. etc. Saya pro sekali dengan OS, tapi kita perlu juga realistik. Pemerintah Jerman memiliki IT departmen-nya sendiri yang mengatur dan koordinasi penggunaan OS dalam berbagai badan pemerintah Jerman. Mungkin itu langkah pertama bagi Pemerintah RI (ie. membangun Tim IT sendiri). Bisa start dengan IT support tim untuk anggota2 DPR dan DPR (total di bahwa 2000 orang). Kalau itu sukses, baru OS bisa tersebar ke badab2 pemerinath lainnya. πŸ™‚ [TH].

  3. @iang — trims untuk masukannya ! saya sudah buatkan versi HTML nya sekarang πŸ™‚
    .
    @rasyid – “program sumber terbuka” ? hmm…. πŸ™‚
    .
    @Hardjono – excellent point pak. Dan ini memang kadang terlewatkan dalam suatu program migrasi, yang tentu saja jadi menyebabkan kekacauan di kemudian harinya.
    .
    Setahu saya setiap institusi pemerintah sudah mempunyai tim IT nya sendiri. Jadi tinggal bagaimana kita koordinasi dengan tim mereka saja.
    .
    Biasanya perusahaan saya membantu dengan program training. Kalau tidak mencukupi, kami juga menyediakan jasa helpdesk; sehingga staf IT yang ada tidak kebagian diomeli oleh user yang kesal karena ada perubahan πŸ™‚ semuanya diterima dan di handle oleh tim kami.
    .
    Kebetulan saya rada techie, jadi saya pribadi lebih menikmati support ala open source. Mulai dari self service via google, milis, dan forum. Atau oprek-oprek source codenya sendiri.
    .
    Namun ketika diharuskan / diperlukan, maka kantor saya dulu (birmingham city council, 10000+ desktop) tinggal mengkontak Clocksoft atau Netproject. Stellar technical support at very reasonable price. Selain mereka memang orang-orang pintar (really brilliant people, met them also at local linux user group meetings), mereka juga ada akses ke source.
    Nah, inilah yang kami tiru juga disini.
    .
    Berbeda dengan vendor proprietary, dimana biasanya hanya developer atau last line support yang punya akses ke source; dan tentu saja sangat memakan waktu untuk meng eskalasi support request kita sampai ke level ini. Saya kira Anda juga sudah pernah lah mengalaminya.
    .
    Thanks again for raising this very important topic.

  4. Topic yang asik neh…. soal cost of support… sering banget MS Windows environment dianggap bisa self support tanpa Tim IT… honestly malah ngaco… file berceceran dimana2.. AV yang tidak terupdate… ujung2 nya malah kehilangan data berharga karena tidak termaintain…
    The point is… biar Windows.ato Linux… tetap harus ada yang bertangung jawab terhadap IT… IMHO tidak ada satu system di dunia yang mampu berjalan tanpa ada yang mengatur…

  5. Selain mengatur ada juga yg harus mengawasi atau monitoring.
    Ada beberapa staff yg MGB (Makan Gaji Buta) krn kerjaannya cuma jagain server yg sebenarnya sudah cukup stabil. Tp kalo lg drop bisa2 sang staff tsb sakit hati dan nangis2 diomelin bos :))

  6. sebuah article yang menarik bagi saya, saya ucapkan terima kasih karena telah memberikan sebuah article yang menarik

  7. open source, klo bahasa indonesianya berarti.
    open= buka
    source = sumber
    berarti buka sumbernya… gt x ya?

  8. Kalo bahasa sederhananya opensource itu identik dengan software gratisan. Kalo harfiahnya, artinya sourcenya bisa di open alias codenya tidak di encrypt.

  9. Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang anggota DPR. Seperti biasa, pada kesempatan tersebut saya mempromosikan mengenai open source.Canon EOS 500D
    Di luar dugaan, pertanyaan beliau sederhana, namun cukup membuat terhenyak; β€œOpen source itu apa sih ?”

  10. Its possibility tend to be thus excellent and working design and style therefore quick. I think it may perhaps be enable all of you. Thanks a lot intended for taking pleasure in this specific magnificence blog site with me. We’re appreciating the idea significantly! Eager for yet another excellent blog. All the best ! towards article writer! take care!
    The newest info about http://www.sonicarecoupon.org,at Sonicare coupon.

  11. I appreciate your idea here. Definitely it has a good content. Thank you for imparting more of your own thoughts and I appreciate your idea here. Definitely it has a good content. Thank you for imparting more of your own thoughts. Good job!. Good job!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *