Review : Film La Tahzan

Review : Film La Tahzan. :: semalam menonton film ini beramai-ramai dengan keluarga besar, ditraktir oleh ayah saya yang gembira karena ada film "islam" di bioskop.

Sepanjang film, saya bersama anak-anak saya malah ketawa cekikikan sampai mulas, karena berusaha menahan agar tidak tertawa lepas 😀

Banyak sekali adegan konyol di film ini. Mulai dari berbagai akting kaku yang terjadi di berbagai adegan, tingkah Viona yang kekanak-kanakan, sampai membuat si sulung sebal. Sampai kelakuan Hasan yang sangat chicken / tidak gentleman. Dan tema film keseluruhan yang pada intinya adalah kisah cinta segitiga yang dikemas seperti sinetron – yang kami tertawakan & plesetkan sebagai "shitnetron", karena kualitasnya yang seperti, er, sampah 🙂

Kami justru simpati dengan akting para aktor & aktris pendukungnya – seperti si kepala sekolah di Jepang. Mantap sekali 🙂 demikian juga akting si pemilik restoran tempat Viona bekerja.
Joe Taslim juga cukup sukses berakting secara natural disini & sangat membuat kami simpati dengan karakternya.

Ketika di akhir film, si sulung berkomentar bahwa seorang ibu di depan kami ternyata sempat melotot kesal ke arah kami berempat yang sedang tertawa cekikikan; dan kemudian suaminya berusaha menyabarkannya. 
Saya tertegun.

Ternyata, ada orang yang menganggap film sampah ini sebagai film yang bagus. Sehingga, dia merasa sangat terganggu oleh celotehan & cekikik kami. 

Mudah-mudahan beliau berkenan memaafkan kami kelak, dan semoga film Indonesia jadi jauh lebih baik lagi kualitasnya. Agar kami tidak lagi malah tertawa ketika sedang adegan sedih 😀

Kesimpulan : "La Tahzan" adalah film dengan judul Arab, tapi isinya sangat tidak Islami & tidak mendidik. Kini Anda sudah tahu, sehingga semoga tidak terkecoh & kecewa seperti ayah saya.

Tonton film ini hanya jika Anda ingin menikmati akting bagus dari para aktor & aktris pendukungnya, dan setting di negara Jepang yang cukup indah.

Post imported by Google+Blog for WordPress.

22 thoughts on “Review : Film La Tahzan

  1. Mungkin dikarnakan kayak begini pula kali ea, mrosotnya industri perfilman di negara kita ini, mungkin dikarnakan tidak bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya, judulnya saja sudah bikin siapa saja pingin melihat, tp kenyataanya filmnya gak sebagus judul, moga saja artikel ini berdampak positif untuk industri perfilman di negeri kita ini

  2. Artikel Anda adalah kualitas yang sangat baik dan saya mendapatkan banyak pengetahuan dalam setiap artikel yang Anda selalu up to date dan terus posting begitu banyak yang mengambil keuntungan dari artikel Anda terima kasih dan Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *