Barokat Jumat

:: Tepat ketika menginjakkan kaki di mesjid, dan turun hujan. Alhamdulillah, nikmatnya Jumat dengan semilir angin segar dari hujan, sebelum memulai sholat.

Setiap sholat, saya berusaha selalu dalam keadaan #sadar – bahwa, saya sedang menghadap ke Rajanya para Raja.
Tanpa perlu perantara & protokoler birokratis, setiap hari, saya bisa berkali-kali menghadap ke yang Maha Kuasa. That is truly an uplifting realization.

Di setiap audiensi tersebut, saya #sadar, bahwa dosa & kesalahan saya terlalu banyak, karena lemahnya saya. Saya cemas, takut, dan malu menghadapNya.
Saya berharap menjadi debu, yang tidak dikenal oleh siapapun, daripada dimurka oleh Nya.

Namun saya juga #sadar, bahwa kasih sayang Nya sangat luas. Saya memohon, agar selalu mendapatkan maaf Nya. Harapan & keyakinan saya sangat besar, bahwa Allah swt adalah yang Maha Pengasih & Maha Penyayang. Bahkan terhadap pendosa seperti saya.

Saya #sadar bahwa ikhtiar saya sangat lemah. Sekuat apapun saya berusaha, selalu ada yang ikhtiarnya jauh lebih kuat daripada saya.
Karena itu, saya tetap berusaha sekeras mungkin. Sampai berderak tulang, dan tenaga hilang.
Dan kemudian rela dengan hasil yang ditetapkan oleh Sang Raja.

#Sadar bahwa saya hanya sebutir debu di tengah lautan manusia. Remeh & lemah. Namun Yang Maha Pengasih demikian baik, selalu nikmat & kasih sayangnya dicurahkan. Tidak pernah terputus.
I am His #grateful slave, very much humbled by His kindness.

Di Jumat barokat ini, saya kembali menemui Nya. Merendahkan diri, dan kembali mengharapkan ridho Nya. Therein lies my salvation. 

Post imported by Google+Blog for WordPress.

18 thoughts on “Barokat Jumat

  1. hari jum’at hari paling mulia…yang baru nikah jangan cuma ingat sunah rosulnya aja..surat yasin dan jum’ah juga jangan lupa di baca 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *