Dawam Rahardjo: Majelis Ulama itu adalah aliran sesat

Setelah Ulil mengatai MUI tolol, ternyata Dawam Rahardjo juga sudah mengatai MUI sesat.

Ini sebabnya kenapa saya sulit mau simpati kepada JIL; karena mereka beda perkataan dengan perbuatan.

Contoh lainnya; pada debat buku “Ada Pemurtadan di IAIN”, Ulil protes karena pengarang buku (Hartono) dianggapnya tidak berakhlak dalam mengkritik. Tapi, kita bisa lihat sendiri bagaimana kelakuan mereka dalam situasi yang sama.
Dan ini cuma puncak gunung es-nya, kalau di belakang layar (bukan di depan umum) kita bisa bayangkan sendiri bagaimana ungkapan kebencian mereka kepada “lawan-lawan”-nya.

Jadi kepada yang masih “terpukau” dengan JIL, mudah-mudahan ini membantu mencerahkan Anda mengenai apa sebenarnya JIL itu.

==========

Tapal Batas Tafsir Bebas

“MUI wajib bersih dari unsur aliran sesat dan pendangkal akidah!” Gemuruh tepuk tangan spontan meriuhkan Istana Ballroom Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Kamis siang pekan silam. Kalimat itu adalah penggalan salah satu item draf rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dibacakan dalam sidang pleno.

Bila diringkas, perhatian utama pembahasan munas yang berlangsung Selasa hingga Jumat pekan lalu itu memang bermuara pada dua tema besar itu: aliran sesat dan pendangkalan akidah. Aliran sesat secara eksplisit merujuk pada Ahmadiyah yang tengah disorot dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Keduanya dinilai meresahkan masyarakat.

“MUI mendesak pemerintah menindak tegas munculnya ajaran sesat dan membubarkannya karena meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, LDII,” demikian bunyi lengkap rekomendasi itu. Sedangkan isu pendangkalan akidah terang-terangan dinisbatkan pada Jaringan Islam Liberal. “MUI supaya melakukan kajian ktitis terhadap Jaringan Islam Liberal dan sejenisnya yang berdampak pendangkalan akidah.”

Dengan sedikit masukan dari peserta kiri-kanan, pimpinan sidang, Prof. Dr. Din Syamsuddin, tanpa proses berbelit lantas mengesahkan rekomendasi itu. Spirit bahasan komisi rekomendasi ini sejatinya masih satu tarikan napas dengan rumusan Komisi Fatwa yang sudah disahkan lebih dahulu. Isi rekomendasinya bernada mengawal implementasi fatwa yang juga banyak menyorot tema aliran sesat dan pendangkalan akidah tadi.

Produktivitas Komisi Fatwa pada munas ini terbilang tinggi. “Biasanya munas hanya mengeluarkan lima fatwa,” kata Hasanuddin, Sekretaris Komisi Fatwa. Munas VII ini mampu menelurkan sampai 11 fatwa. Sorotannya banyak pada tema-tema yang kerap diusung para pemikir liberal-pluralis.

Mulai wacana paradigmatik semacam liberalisme, pluralisme, dan sekularisme agama. Hingga tema-tema furu’iyah semacam kawin beda agama, waris beda agama, imam perempuan, dan doa bersama lintas agama. Status kesesatan Ahmadiyah pun makin ditegaskan. MUI tidak memenuhi tuntutan sebagian masyarakat agar mencabut fatwa sesat, tapi malah menambahi status murtad dan mewajibkan pemerintah untuk membubarkannya.

Ada pula tema lain di luar agenda pertarungan pemikiran. Yakni fatwa tentang hukuman mati, hak atas kekayaan intelektual, pencabutan hak milik pribadi untuk kepentingan umum, dan kriteria maslahat.

MUI berfatwa bahwa pluralisme, liberalisme, dan sekularisme bertentangan dengan ajaran Islam. Umat Islam haram mengikuti ketiga paham tersebut. Bukankah pluralisme adalah fakta keragaman, di mana haramnya? “Jangan samakan pluralisme dan pluralitas,” kata KH Ma’ruf Amin, Ketua Komisi Fatwa.

Kalau realitas keberagaman, menurut MUI, adalah pluralitas. Sedangkan pluralisme adalah paham bahwa semua agama sama benarnya dan kebenaran setiap agama adalah relatif. “Paham ini bisa mendangkalkan akidah,” ujar Ma’ruf. Liberalisme didefinisikan sebagai pandangan yang memenangkan akal atas nash Al-Quran dan sunah. Sedangkan sekularisme diartikan sebagai pemisahan agama dan urusan dunia.

Anggota Komisi Fatwa, Prof. KH Ali Mustofa Yaqub, menandaskan, fatwa ini jangan dipahami bahwa Islam eksklusif. “Islam itu inklusif sekaligus eksklusif,” kata guru besar ilmu hadis itu. “Inklusif dalam hal muamalah, interaksi sosial, tetapi Islam itu eksklusif dalam hal ibadah dan akidah.”

Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar-Abdalla, menilai definisi MUI tentang sekularisme, liberalisme, dan pluralisme terlalu sederhana. “Memaknai sekularisme sebagai memisahkan urusan dunia dari agama jelas menggelikan.”

Menurut Ulil, definisi umum sekularisme adalah memisahkan kekuasaan kaum agama dan kekuasaan negara. Negara sekuler artinya negara yang tidak dikuasai ulama seperti Iran yang mengenal konsep wilayat al faqih (kekuasaan kaum ulama). “Sekularisme tidak menghalangi dan memusuhi peran agama dalam ruang publik,” katanya.

Sekularisme, menurut Ulil, pada dasarnya menghendaki agar negara bersikap netral dalam urusan kepercayaan penduduknya. Negara harus netral, tidak boleh berpihak pada satu agama dan mendiskriminasi agama lain. Negara netral adalah terjemahan dari prinsip la ikraha fil al-din (tak ada paksaan dalam beragama). “Sekularisme dalam pengertian ini justru sangat baik,” kata mantan santri KH Sahal Mahfudh, Ketua Umum MUI, itu.

Soal liberalisme, kata Ulil, Islam liberal memang menganjurkan pendekatan rasional dalam memahami teks agama yang berhubungan dengan aspek muamalah. “Pendekatan rasional tidak aneh dalam tradisi intelektual Islam,” katanya. Ia mencontohkan filsuf besar Islam yang juga ahli fikih, Ibn Rusyd.

Dalam bukunya, Fashl al-Maqal fi Tahqiqi Ma Baina al-Shari’ati wa al-Hikmati min al-Ittishal, Ibnu Rusyd mengatakan, jika kebenaran agama dan kebenaran rasional bertentangan, maka kebenaran agama harus ditakwil atau ditafsirkan. “Ibn Rusyd adalah seorang liberal-rasional. Apakah dia sesat?” tanya Ulil. “Liberalisme agama mungkin bertentangan dengan ‘Islam’, tetapi Islam dalam tanda kutip, sebagaimana dipahami MUI. MUI bukanlah wakil resmi dan satu-satunya kebenaran dalam Islam.”

Meski mengharamkan dan menyesatkan sebuah pandangan, MUI tampaknya lebih lunak menyikapi tindak lanjutnya. Ini berbeda dengan Forum Ulama Umat Indonesia pimpinan KH Athian Ali, yang sampai mengeluarkan fatwa mati untuk penganut Islam liberal pada Desember 2002.

Bahkan memberi vonis murtad pada pengikut liberalisme pun MUI belum bisa. “Belum, ha, ha, ha…, kan tidak boleh sekaligus,” kata KH Ma’ruf Amin. “Sementara ini kami nyatakan tidak boleh mengikuti paham itu. Ini fase awalnya berstatus haram, baru nanti tancapnya belakangan, ha, ha, ha…,” ujar kiai yang kaya humor itu.

Sikap serupa dikenakan pada Ahmadiyah, sekalipun sudah difatwa murtad. Dalam fikih klasik, sanksi pidana murtad adalah hukuman mati. Tapi, menurut Ma’ruf, MUI belum menganut pandangan itu. Memang ada pandangan kontemporer, seperti pakar hukum Islam asal Sudan, Abdullahi Ahmed An-Na’im, bahwa sanksi mati bagi orang murtad untuk konteks modern sudah tidak relevan.

Meski Ahmadiyah dinyatakan murtad, misalnya, MUI tak membenarkan adanya aksi sweeping dan main hakim sendiri. “Dengan status murtad, arah sikap kita adalah lebih mendorong untuk ruju’ ilal haq, kembali kepada kebenaran,” kata Ma’ruf. “Jadi, semangatnya edukatif dan persuasif. Kita lebih merangkul. Tapi hukumnya tetap murtad,” Rais Syuriyah PBNU itu menambahkan.

Persoalan eksekusi, menurut KH Didin Hafiduddin, yang mengikuti sidang Komisi Fatwa, bukanlah urusan lembaga fatwa. Misalnya, mereka yang berstatus murtad dan sesat mau diapakan? Diusir? Dibubarkan? “Keputusan fatwa itu tidak eksekutorial, beda dengan putusan pengadilan,” katanya. “Peran fatwa adalah memberikan pendapat hukum. Eksekusi di tangan pemerintah.”

Dalam literatur hukum Islam, posisi produk fatwa memang tidak mengikat. Statusnya sama dengan hasil ijtihad individual. Ia hanya mengikat bagi pihak yang berfatwa dan berijtihad. Produk hukum Islam yang mengikat secara publik ada dua: putusan pengadilan dan peraturan perundangan produk penguasa. Mirip teori hukum pada umumnya.

Walaupun bersifat merangkul dan menolak kekerasan, fatwa MUI mengundang reaksi dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat lalu menutup sejumlah tempat ibadah Jemaat Ahmadiyah di wilayah itu. Antara lain Masjid An-Nur, tujuh musala, dan satu gedung pertemuan Fadhal Umar. Menurut Kepala Kantor Departemen Agama Kuningan, penutupan itu merupakan hasil kesepakatan antara muspida dan pemimpin Jemaat Ahmadiyah Kuningan.

Reaksi yang berlawanan datang dari Aliansi Masyarakat Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Jumat siang lalu, mereka menggelar konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat. Acara yang dipandu Ulil itu menghadirkan KH Abdurrahman Wahid, Dawam Rahardjo (Muhammadiyah), Syafii Anwar (International Centre for Islam and Pluralism), Anand Krishna, Weinata Sairin (Protestan), Djati Kusuma (kelompok Sunda Wiwitan), Djohan Efendi (Indonesian Conference on Religion and Peace), dan wakil Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia.

Gus Dur menolak sekeras-kerasnya pelarangan Ahmadiyah. “Ini bukan negara Islam. Ini adalah negara nasional,” kata Ketua Dewan Syura PKB itu. “Yang berlaku ukuran-ukuran nasional, bukan ukuran-ukuran Islam.” Menurut Gus Dur, kalau MUI ingin membuat aturan tertentu internal umat Islam, terserah saja. “Dipercaya orang apa tidak, kita lihat nanti saja gimana?” ujarnya. Tetapi yang tidak bisa ia terima adalah apabila MUI ingin memaksakan kehendak kepada pemerintah sehingga dapat memasung kebebasan.

Di Indonesia, kata Gus Dur, yang berhak mengatakan benar atau tidak adalah Mahkamah Agung. “Saya minta masyarakat tidak mendengarkan pendapat MUI, melainkan menunggu pendapat Mahkamah Agung,” paparnya. Gus Dur juga minta Mahkamah Agung segera bersidang mengenai masalah ini. Djohan Effendy, Sekretaris Negara zaman Gus Dur, menambahkan, “Pemerintah harus bisa menjamin, jangan sampai orang dikejar-kejar karena kepercayaannya.”

Fatwa-fatwa MUI itu, di mata Syafii Anwar, Direktur International Centre for Islam and Pluralism, menunjukkan telah terjadi pelanggaran kebebasan beragama sangat serius di Indonesia. “Ini sebuah kemunduran luar biasa,” ujar Syafii. Pluralisme, menurut Syafii, bukanlah menyamakan semua agama, melainkan lebih pada mutual respect, saling menghormati. “MUI hendaknya tidak menjadi polisi akidah atau polisi iman bagi umat Islam di Indonesia,” Syafii menegaskan.

Pernyataan paling keras dilontarkan Dawam Rahardjo. “Saya beranggapan, yang sesat itu, ya, majelis ulama itu,” katanya. “Majelis ulama itu adalah sebuah aliran sesat karena membuat fatwa-fatwa yang tidak masuk akal.” Bola panas Dawam ini langsung disambut Gus Dur. “Kalau MUI ngotot tidak mau memperbaiki, saya usulkan dana yang diberikan pemerintah kepada MUI dicabut,” ujar Gus Dur, disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam soal liberalisme pemikiran, fatwa MUI itu bisa dibaca sebagai klimaks akomodasi atas rangkaian gerakan anti-liberal yang mengemuka di berbagai forum. Terakhir, saat Muktamar Muhammadiyah di Malang, Juni lalu. Dalam sidang Komisi D tentang rekomendasi, muncul tuntutan untuk membubarkan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah. Jaringan ini memang sering dipandang sebagai simpul liberalisme pemikiran di kalangan anak muda Muhammadiyah.

Tidak hanya itu isyarat kuatnya arus anti-liberal dalam muktamar organisasi yang dikenal moderat ini. Gagalnya Prof. Dr. Amin Abdullah dan Prof. Abdul Munir Mulkhan dalam 13 besar pimpinan Muhammadiyah, oleh berbagai kalangan anak muda Muhammadiyah, juga dibaca sebagai pertanda kuatnya resistensi pada liberalisme. Karena dua tokoh itu banyak memayungi arus kebebasan berekspresi di Muhammadiyah.

Bila dirunut terus ke belakang, fenomena serupa mengemuka dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) IV di Jakarta. Banyak pendapat yang mengisyaratkan kekhawatiran serius pada model pemikiran Islam liberal. Sampai muncul tudingan bahwa draf materi keputusan KUII telah disusupi oleh pikiran-pikiran Islam liberal. Karena draf itu menolak formalisasi syariat Islam.

Islam liberal seolah ditempatkan sebagai bahaya laten dan musuh bersama. Dalam sidang masalah aktual bidang agama KUII, KH Cholil Ridwan (kini Ketua MUI) dan Prof. Ali Mustafa Yaqub menyebut JIL sebagai Jaringan Iblis Liberal. Ada lagi: Jaringan Iblis La’natullah. Tebaran istilah ini menggambarkan tingginya resistensi mereka pada pikiran Islam liberal. Bahkan, ketika tahap perumusan hasil KUII, KH Hasyim Yahya, seorang peserta asal Surabaya, meminta agar tim perumus dibebaskan dari unsur Islam liberal.

Nuansa serupa mengemuka dalam Muktamar NU di Boyolali, Desember 2004. KH Mas Subadar, seorang kiai berpengaruh asal Pasuruan, Jawa Timur, melontarkan peringatan yang mirip-mirip, “Bersihkan pengurus NU dari unsur Islam liberal.” Suasana yang mirip meski redup juga tumbuh dalam Muktamar Pemikiran NU di Situbondo, Oktober 2003.

Bila pada forum-forum sebelumnya resistensi pada arus Islam liberal cenderung sekadar rekomendasi, maka MUI telah memberinya muatan agama lewat kemasan fatwa. Tapi fatwa harus ditempatkan proporsional sebagai sekadar pendapat hukum yang tidak mengikat. Kritik keras atas fatwa itu adalah sah. Sama sahnya dengan produksi fatwa itu sendiri. Ini kontestasi wacana yang biasa saja dalam sejarah pemikiran Islam.

Asrori S. Karni dan Alfian
[Laporan Khusus, Gatra Nomor 38 Beredar Senin, 1 Agustus 2005]

110 thoughts on “Dawam Rahardjo: Majelis Ulama itu adalah aliran sesat

  1. Menelusuri pemikiran liberal yang diusung Ulil dkk dan upaya pendiskreditan Islam dan kaum Muslimin oleh pihak – pihak di luar Islam, semakin memberikan tekanan bagi kaum muslimin dalam menjalani baik kerangka idealitas dan realitas kehidupan sehari – hari. Menurut saya, Iklim di republik ini memang tidak akan pernah bisa memberikan ruang bagi kaum muslimin untuk mengekspresikan secara menyeluruh apa yang telah tertera dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul.Apa masih belum datang waktunya untuk kembali melihat kedua pedoman kaum muslimin tersebut tanpa embel – embel apapun ? Bagaimana menurut Bang Harry ?

  2. Iya aku juga engga terlalu simpatik sama JIL yang diusung Ulil cs (kalau engga salah Nurcholis Madjid juga kan?). Ada sebuah buku yang benar – benar membuka mata dan pikiran saya tentang liberalisme dalam Islam. Kalau engga salah sih judul bukunya Orientalisme dalam Jaringan Islam Liberal… or something like it… udah lumayan lama bukunya

  3. #2 – Nama situsnya bagus, faithfreedom. Sayang, isinya banyak mencaci-maki dengan vulgar, memfitnah tanpa dasar, memelintir fakta, dst. Orang bisa tertipu kalau cuma melihat namanya saja.

  4. #1 – Rasanya tidak mungkin untuk melihat Al-Quran & Hadits tanpa embel-embel apapun. Karena kedua teks tersebut pasti akan mengalami penafsiran, terutama Al-Quran.
    Bahkan jamaah yang mengaku hanya berpegang kepada Al-Quran & Sunnah sekalipun, mereka juga melakukan penafsiran-penafsiran.

    Karena itu, ulama zaman dulu menyatakan bahwa menafsirkan Quran tanpa ilmu itu hukumnya haram. Karena jadi menyesatkan.
    Harus paham betul bahasanya, lalu konteksnya, asbabun nuzulnya, hadits-hadits yang berkaitan, dst. Baru kemudian boleh menafsirkan.

    Saya lihat banyak sekali aliran sesat yang menggunakan cara ini. Jadi, mereka memang merujuk kepada Al-Quran.
    Tapi, kemudian penafsirannya seenak mereka sendiri.

    Namun, kelakuan ini ternyata bukan cuma monopoli jamaah sesat. Banyak juga “ulama” kita yang berlaku seperti ini..

    Kalau dibahas terus bisa jadi panjang lebar nih.. jadi langsung kesimpulannya saja; jangan langsung mudah percaya dengan slogan “kembali ke Quran & Sunnah”.
    Teliti dulu benar-benar, supaya kita tidak merugi di kemudian hari.

  5. islam sejak jaman nabi sudah sempurna, embel-embel liberal itu sebenernya sampah yang dicantumkan kepada sesuatu yang suci.

  6. jANGAN TERLALAU DIRIBUTKAN SOAL ALIRAN ISLAM DI INDONESIA.Sedangkan Nabi Muhammad sendiri sudah bersabda : Akan terpecah belah Islam ini menjadi 73 golongan, yang 72 masuk Neraka, Hanya satu yang masuk Surga. Yaitu yang mengikuti sunah ku.Yang artinya kita dalam hal ber ibadah mesti berpedoman pada Al Qur’an dan Hadist2 Rosul. Maka carilah yang satu itu. Jadi tidak perlu kita saling tuding sesat dan menyesatkan pada yang lain sesama Islam. Apakah sudah kita berpedoman dalam hal ibadah berdasarkan tuntunan yang ada di Al Qur’an dan kitab sunahnya Rosulullah ? dan biarkan Alloh yang memberi penilaian di Akherat kelak. Siapa diantara kita semua yang sungguh2 untuk menjalani agama Islam ini yang ber dasarkan pedoman Al Qur’an dan Hadist Nabi maka dia lah golongan yang satu itu yang akan dimasukan oleh Alloh ke dalam Surga.Sebab Surga dan Neraka milik Alloh.

  7. mungkin sama dengan jehoral Amtullah. ada baiknya penentang dan pendukung fatwa mui bermubahalah dengan siap menerima laknat Allah siapakah yang pendusta diantara keduanya. dalam al quran memang mubahalah antara islam dengan non islam, tapi dalam hal ini meurut saya perlu supaya segera kelihatan siapa yang terkenan laknat Allah

  8. Memang surga dan neraka sebelumnya milik siapa ? kalau surga itu milik orang-orang yang taat dan mukmin mengakui dengan adanya Al-Qur’an dan Sunah Rosul, bukan membuat penafsiran sendiri menurut logika, makanya Al-qur’an itu lebih baik dipergunakan oleh orang-orang yang hafal Al-qur’an (Hafidz), jangan dipergunakan oleh orang-orang yang baru pintar baca hanya sampai Iqro, sombongnya minta ampun dan berani membantah dalam hal beda pendapat sudah tahu betul aturanya di Al-qur’an dan sunah rosul dia malah menguji kemampuan orang alim dan tawadhu(kalau zaman Rosul, orang tersebut sudah ditebas kepalanya oleh Umar bin khatab), pasti tahu, kalau ingin jelasnya entar saya kirim bagi yang mengingkan. Waktu kepala orang itu di Tebas oleh Umar bin Khatab). Titel, pangkat dan jabatan itu tidak menjamin orang masuk surga, apalagi tukang debat dan membantah haknya hanya neraka, tiada artinya sesat sesaat mati langsung sekarat. Jika ingin bukti lihat dalam keadaan sakrotul maut dari jasadnya. Kalau orang mati dalam keadaan khunulkhatimah 1. Hari Baik 2. Muka berseri wajahnya mencerminkan ketaqwa’an 3. Badanya menyebarkan keharuman disekitarnya 4. Keluar keringat dari dahi 5. tidak mengerang berkepanjang 6. Banyaknya para pelayat & ustad-ustad berdatangan dan 7. Ringan jika digotong ke alam kuburnya (jika ingin bukti tanyakan kepada orang yang menggotong keranda orang mati, (soalnya kami sering mengalami dan membantu orang-orang yang meninggal dari mulai shakratul maut sampai penguburan terakhir. Wassalam.

  9. Faham sekuler liberal itu kan ide atau gagasan manusia yaitu makhluk ciptaan Tuhan, jadi jelas nggak mungkin bisa disandingkan dengan Kitabullah Al Qur’an Al Kariem maupun As Sunnah. Kesimpulannya ya terlalu kurangajar kalau suatu ciptaan mau mensejajarkan dengan penciptanya, itu namanya …….. silahkan anda sebutkan !

  10. Dawam Rahrdjo mengatakan MUI sesatt…..setahu saya orang yang mengatakan orang lain sesat, adalah orang yang sangat arogan dan bisa-bisa dia yang lebih sesattttt?????????????

  11. Bapak2 ulama yang ahli agama, kalau kondisinya begini yang bingung adalah kita yang awam, yang mana yang harus kita jadikan panutan. muslim yang satu menghujat muslim yang lain.

  12. Gampang kalau di Indonesia mau ngeliat yang salah atau yang bener. Lihat saja GUS DUR diposisi mana dia. kalau dia di salah satu posisi berarti kebenaran ada di posisi lawannya….he he he…
    orag yang berani bilang Al Qur’an kitab suci paling porno, pasti di posisi yang salah…gampang khan….

  13. saya biasanya suka ga peduli sama gus dur. Tapi kalo soal pernyataan gus dur bilang al’quran itu kitab suci paling porno, tertarik juga,tapi ga bisa berkomentar banyak dulu, soalnya, saya ga tahu pasti gus dur ngomongnya dalam konteks apa, bagaimana, dan apa maksudnya.

    Jadi cuma pengen bilang sama saudara-saudari sekalian, kalo mau ngehina orang, cari dulu berita lengkapnya, kalo perlu copy-paste di sini pernyataan gus dur yang SELENGKAP-LENGKAPNYA, dialog LENGKAP dari awal sampai akhirnya, supaya kita tahu apa yang sedang diomongin, dan KENAPA dia sampai bisa ngomong seperti itu.

    Soalnya saya juga ga tahu dan pengen banget tahu, jadi kalo ada yang bisa cariin tu data, tolong di pajang. Makasih

  14. fina – berikut dibawah ini adalah cuplikannya:

    JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

    Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).

    JIL: Maksudnya?

    Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha.

    Jadi Gus Dur memang sedang berguyon (as usual). Tetapi memang guyonnya keterlaluan, apa tidak ada lagi bahan yang untuk dijadikan olok-olokan, kenapa musti Al-Quran? Sudah begitu alasannya asal-asalan pula. Tidak cerdas sama sekali.

    Tetapi kemudian saya jadi menemukan lagi bukti kelicikan JIL (Jaringan Islam Liberal) dan GD :

    [ 1 ] Gus Dur menuntut koran Duta Masyarakat yang menuliskan kutipan tersebut sebesar 100 milyar rupiah.

    [ 2 ] padahal, artikel asli yang mengandung kutipan tersebut diatas telah diubah, sehingga kutipan tsb diatas tidak ada lagi (!!), tapi kita bisa ketahui bahwa kalimat pernah ada dari beberapa komentar artikel tersebut. (cepat dibaca sebelum dihilangkan juga)

    Gawat, koran dituntut karena menuliskan sesuatu yang memang dia ucapkan sendiri, tapi kemudian buktinya dilenyapkan. Ini berpotensi menzalimi orang lain sebesar 100 milyar rupiah. Kelakuan kiai kok seperti begini.

    Anyway, kelicikan JIL & GD tersebut sempat didokumentasikan disini.

    btw; ternyata fina juga komentar disini tho, berarti anda sudah tahu dong artikel selengkapnya ?

  15. Bener tuh Abu Anas !!! bahkan sekarang sudah ada laskar sakera yang siap mati buat GUS DUR, heran hari gini masih ada aja yang taklik buta punya mata tapi nggak dipakai untuk melihat, nggak punya mata malah lebih parah lagi mulutnya dipakai buat ngehujat islam dan Al-Quran.
    Saya setuju KEBENARAN ada diseberang Gus Dur dan JIL ….

  16. satu kata tidak ada agama yang diridhoi oleh Allah selain Islam artinya tidak ada agama selain agama islam dan muhamad rosul terakhir itu harga mati.terlalu banyak aliran dan terlalu pintar bermain-main dengan kata-kata dan bahsa arab tp sesungguhnya telah terjadi distorsi alam pemikiran.tahukanh anda siapa yang paling benar tentang semua ini!!! tidak ada yg benar kalian semu hanya mementingkan egosime anatara yg benar dan salah dan saling mengeluarkan kata-kata Tolol yang diucapkan oleh tokoh muda kepada mui panteskah omongan terssebut kawan.bagiku hanya 3 hal dalam hidup
    al_quran,hadist rosul yang rasionalitas karena nabi merupakan orang yang berpikir dan berhati jernih,dan ketiga berbuat dan membersihkan hati.sujudkan kepala perbanyak silaturahmi bukan dengan menyalahkan or mengecap seseorang kafiirrr.sesorang dijaman rosul masuk islam selain hidayah dr allah mereka melihat dari karakter building rosul kita muhammad.bukan kaya sekarang sok paling benar,sok berkuasa hingga terjadi pengkultusan pemuka agama.Allah Akbar

  17. MUI melabelkan aliran sesat kepada beberapa aliran, karena mereka memakai Islam sebagai embel-embel pada namanya.
    Kalau ditanyakan, Ahmadiyah, baik Lahore maupun Qodiyan, pasti mereka akan mengatakan “Kami Islam”, kalau ditanyakan kepada orang JIL, maka jawabannya sama, begitu juga dengan yang lainnya. Tetapi selama mereka masih menggunakan label Islam atau mengutip ajaran Islam sebagai pembenarannya, dan melemparkan pendapat dan pemikiran mereka yang menyimpang dari Islam, ketengah masyarakat Islam dan meresahkan masyarakat Islam, wajar kalau MUI sebagai salah satu dari wadah Ulama Islam, mengatakan mereka sesat.
    Tidak pernah MUI mengatakan Khong Hu Cu, Budha atau Hindu sesat. Tidak pernah MUI mengatakan Kristen dan Yahudi sebagai aliran sesat. Karena mereka tidak menggunakan Islam sebagai label.
    Kalau MUI mengatakan beberapa aliran keagamaan yang ada di Indoneisa ini sesat, boleh dan sah saja karena mereka merupakan “sempalan” dari Islam.
    Jadi kalau ada yang tersenggol pernya, maka silakan tepuk dada tanya selera, “Saya masuk golongan/aliran mana ya?.

    Wassalam,

  18. BENAR SEKALI YANG MULIA DAWAM M. RAHARDJO MENGATAKAN MAJELIS ULAMA ADALAH ALIRAN SESAT.

    UNTUK HAL INI KAMI DAPAT MEMBUKTIKANNYA DENGAN HUJJAH NABI MUHAMMAD SAW:

    1. Al Mu’min (40) ayat 34: Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasul/nabi) sesudahnya”. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
    2. Dari ayat ini saja: Majelis Ulama Indonesia sesat, pelampau batas dan peragu dengan mengatakan: “Allah tidak akan mengirim seorang (nabi/rasul) sesudahnya (Muhammad saw.)”
    3. Kalau ayat ini hukumnya sudah tidak berlaku lagi, keluarkan saja dari kitab suci. Jadi ayat ini masih berlaku hukumnya.
    4. Al Maidah (5) ayat 20, Maryam (19) ayat 58: Ayat ini berkata datangnya nabi-nabi kapanpun adalah merupakan nikmat yang diberikan Allah.
    5. Ali Imran (3) ayat 164: Ayat ini menyatakan datangnya rasul-rasul kapanpun adalah merupakan karunia yang diberikan Allah.
    6. Kesimpulannya Ahmadiyah mengakui Ghulam Ahmad adalah nabi/rasul setelah Muhammad saw., berarti Ahmadiyah telah diberikan Allah nikmat dan karunia, sedang Majelis Ulama adalah sesat, pelampau batas dan peragu.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  19. @Soegana – kenapa ayat & hadits yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi yang terakhir tidak Anda sampaikan juga ?
    .

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 33:40)

    .

    Rasulullah Saw bersabda :
    ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad, Aku Ahmad , Aku yang penghapus karena aku, Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang tiada kemudianku seorang Nabipun.’
    (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab: Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul- Adab, Bab: Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma in-Nabi, Al- Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab: Asma-un-Nabi.)

    “Hubunganku dengan kenabian sebelumku seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    “Aku diutus oleh Allah untuk menyebarkan wahyu-Nya kepada seluruh dunia. Dan garis kenabian berakhir pada ku.” (Muslim, Tirmidzhi, Ibnu Majah)

    ‘Abdur Rahman bin Jubair berkata: “Aku mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-‘As meriwayatkan bahwa suatu hari Nabi Saw keluar dari rumahnya dan berkumpul bersama kami. Sikapnya menunjukkan kegelisahan hatinya seolah beliau akan meninggalkan kami.” Beliau bersabda, “Aku Muhammad, Nabi Allah yang ummi” dan kalimatnya tersebut diulang sebanyak tiga kali. Lalu dilanjutkannya: “Tidak akan ada Nabi lagi setelah aku !” (Musnad Ahmad, Marwiyat’Abdullah bin Amr ibn’-As.)

    Dari Sa’d bin Abi Waqqas r.a.
    Nabi Saw berkata kepada Ali r.a [dalam perang tabuk]: “Antara aku dengan engkau laksana hubungan antara Musa dan Harun, tetapi tidak ada nabi lagi sesudahku.”
    (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba)

    Nabi Saw: “Tidak akan ada Nabi sesudahku dan tidak akan ada Nabi baru lagi pada jemaah yang diikuti siapa saja.” (Baihaqi, Kitab-ul Rouya; Tabarani)

    .
    Dan yang paling relevan dengan komentar Anda :
    .

    Thauban meriwayatkan: Nabi Saw berkata: “Akan datang tiga puluh pendusta didalam umatku yang masing-masing dari mereka akan mengatakan kepada dunia bahwa dia adalah seorang Nabi, tetapi aku adalah garis terakhir dari kenabian dan tidak akan ada Nabi lagi setelahku.”
    (Abu Dawud, Kitab-ul-Fitan)

  20. Hubungan Nabi Suci Muhammad saw. dengan para nabi sebelum dan sesudahnya dinyatakan dalam Risalah Tuhan (Allah) sejak Adam sampai kiamat (habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257) sebagaimana dikutip Al A’raaf (7) ayat 144, dan Al Ahzab (33) ayat 39,40 dan Al,Maidah (5) ayat 67 dan Al An Aam (6) ayat 124,125 dan Al A’raaf (7) ayat 62,68,79,93 dan Nuh (72) ayat 23,28 yang dijelaskan Risalah itu dalam skema kitab terbuka Al An Aam (6) ayat 7 dan Al Isro (17) ayat 13,14,71,72 yang wajib dilukiskan skema Risalah Tuhan itu yang sama dengan syiar-syiar Allah pada Baitulah dan sekitarnya atau disebut manasik haji secara keseluruhan, thawaf mengitari Kabah, sa’i antara Shafa dan Marwa, wukuf Arafah, mabit Musdalifah, Jumrah Ula, Wusta, Aqaba di Mina.
    Hal belum pernah dijumpai oleh umat manusia kecuali awal millennium ke-3 masehi.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  21. Orang yang mengatakan tidak ada lagi nabi/rasul setelah nabi yang datang adalah disesatkan Allah, pelampau batas dan peragu, sesuai Al Mu’min (40) ayat 34.
    Sunnatullah ini tidak berubah sesuai Al Fath (48) ayat 23.
    Mengakui nabi setelah Muhammad tidak apa-apa hukumnya sesuai Al Mu’min (40) ayat 28.

    1. Nabi tidak boleh diarbabankan (diberhalakan oleh manusia) sesuai Ali Imran (3) ayat 80.
    2. Pemuka agama tidak boleh diarbabankan (diberhalakan oleh manusia) selain Allah sesuai At Taubah (9) ayat 31.
    3. Baca peraturannya yang datang dari Allah sesuai Ali Imran (3) ayat 79.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  22. Allah yang menghapuskan apa yang Dia mau dan Allah pula yang mengadakan lagi apa yang Dia mau dan itu urusan Allah bukan urusan manusia sesuai Al Ar’ad (13) ayat 39.
    Lebih baik anda baca ulang berkali-kali seluruh ayat-ayat kitab suci sebanyak 6666 ayat sebelum mengadakan reaksi, jangan setengah-setengah, dan sepoting-sepotong.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

  23. Kalau Allah mau merubah Al Ahzab (33) ayat 40 jangan dihalang-halangi sesuai Al Ar’ad (13) ayat 39 dan jangan berusaha menjadi Tuhan selain Allah, Allah itu Hidup selamanya dan tidak mati seperti manusia dan manusia seluruhnya akan musnah dalam waktu dekat sesuai Al Qashash (28) ayat 58,59, dan Yesaya 24:6.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3.

  24. Peringatan: Isi Al Quran jangan dikalahkan oleh hadits !!!!!!!!

    .
    Contoh yang saya berikan sebelumnya bukanlah Quran dikalahkan oleh hadits – melainkan Quran DIJELASKAN oleh hadits.
    .
    Gitu saja kok tidak tahu.
    (malah sok pintar pula menafsirkan ayat2, dengan seenaknya)
    .
    Salah satu hikmahnya adalah sehingga penafsiran Quran jadi tidak bisa diselewengkan seenaknya — seperti yang berusaha dilakukan oleh orang-orang seperti Anda.
    .
    Kalau logika saja masih ngawur, tolong jangan malah menafsirkan sabda Tuhan. Hasilnya ya jadi lebih ngawur lagi.
    (Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi ? Ya, dan saya adalah Imam Mahdi 😛 )

  25. Kami sangat menjunjung setinggi-tingginya bahwa anda mengaku Imam Mahdi dan kami mengakuinya sesuai Al Haaqqah (69) ayat 44-47 dan Al Mu’min (40) ayat 28.

    Dan kamipun menghargai anda yang tahunya Al Ahzab (33) ayat 40 dan hadits Laa Nabiiyaa ba’da saja.

    Nabi diarbabankan (diberhalakan) oleh tiap-tiap umatnya dari semua agama-agama sesuai Ali Imran (3) ayat 80.

    Pemuka Agama diarbabankan (diberhalakan) selain Allah oleh para pengikutnya dari tiap-tiap agama sesuai At Taubah (9) ayat 31.

    Kedua arbaban itu mengakibatkan perpecahan antara agama-agama atau didalam satu agama sejak Adam sampai sekarang sesuai Ar Ruum (30) ayat 32.

    Bagi kami shahadat tauhid lebih utama dari pada bershahadatain sesuai Az Zumar (39) ayat 45, untuk mencapai Agama Allah awal millennium ke-3 masehi sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3 dan Ali Imran (3) ayat 83.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  26. Biarin aja Mas Harry, gitu aja kok ditanggapi,
    ntar bikin capek….
    biarin aja dia mau ngomong apa?
    yang penting saling menghargai.

  27. Agama Islam ini sudah jelas ajarannya menurut Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW-Rasulullah bahwasanya Islam itu terdiri dari 5 rukun : Shahadatain, Shalat lima waktu, Zakat bagi yang mampu, Puasa Ramadhan, dan haji bagi yang mampu. Kemudian Iman terdiri daRI 6 RUKUN : iMAN KEPADA aLLAH yANG eSA \, iMAN KEPADA Malaikat-Nya, Kitab-Kitab_Nya, Rasul-Rasul_nYA, hARI aKHIRAT, DAN qADA DAN qADAR-nYA.\ lALU iKHSAN. Pak Aryi Ginanjar tampak-nYA LEBIH Alim dan Arif terhadap Ajaran Allah SWT ini dengan usahanya yang sungguh-sungguh dalam Pelatihan ESQ 165 itu. Beliau bersama dengan Harun Yahya, da DR. Zakir Naik justru meyakii sepenuhnya Al-Qur’an tampa mengotak atik al-Qur’an. Cukup mereka baca lalu mereka mencari bukti-bukti kebenarannya lewat penjelajahan di alam raya ini dan pada diri manusia itu sendiri. itu mereka lakukan karena membaca Q.S. Fussilat (41) :53.

    Mereka tidak neko-neko dan memusingkan kepala serta memecah belah ummat. Justru mereka menyejukkan fan menenangkan kita dengan bukti-bukti mereka temukan pada alam ini yang sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. Tidak seperti pembicara lain yang tulisannya panas, emosi, dan dengan gagahnya meragukan jkeaslian al-Qur’an, Nabi muhammad dapat di kritik. Astagfirullah. Silahkan anda bicara tetapi jangan kira anda gampang akan membelokkan aqidah ummat. Saya lebih tenang mempercayai bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dan Allah pula akan menjaganya. lalu saya bersyahadar, shalat dengan tekun, puasa, zakat, dan insya Allah naik haji. DAri pada berdebat sampai merah muka hanya demi membela paham aneh itu : pluralisme, liberalisme, persamaan gender. Umur saya sudah 40 tahun lebih dan alhmadulillah saya jurusan bahasa serta juga banyak menelah filsafat sampai S2. Lalu berbagai pengalaman hidup, bacaan, pergaulan, dan tentunya juga belajar terus. Alhamdulillah saya lebih dekat kepada cara Ari Ginanjar dengan ESQ-Nya, Hamka dengan Al-Azhar-Nya, dan paling utama saya lebih tenang dengan Al-Qur’an dan Hadist Sahih RAsulullah SAW. Pernah seorang mahasiswa IAIN Makassar mengatakan kepada saya Al-Qur’an Kuno yang moderen itu karya Nurkholis majid. Saya katakan bagi saya Ketaqwaan seseorang tidak diukur oleh moderenya seseorang apalagi kalau cuma tulisan Nurkholis. Sayapun yakin Nurkholis Majid pun tidak akan mengatakan bahwa karya tulisannya benar dan Teks Al-Qur’an sekarang kuno.

    Demikian wassalam,

  28. Tolonglah wahai saudaraku bila berbicara pakailah autran dan adab. Sepengetahuan saya kalau kita berbicara tanpa metode yang jelas dan pengetahuan yang mendalam terhadap apa yang kita akan bahas maka akan timbul kekacauan di dalam-nya. Seperti Saudara Soegana cobalah saudara jelaskan dulu siapakah saudara sebenarnya maksud saya : riwayat hidup anda. Pendidikannya, Umurnya, Lahir di mana, siapa gurunya, ilmu apa yang digeluti selama ini. Sebab tiba-tiba ia muncul layaknya sebagai seorang alim dalam tafsier. Bagi saya beliau berbicara sekehendak hatinya. Kalau orang berbicara seperti itu, maka tentu akan menimbulkan kekacauan dalam alam pemikiran Islam ini. Sebab betullah juga Al-Gazali mengatakan bahwa kalau berbicara soal rasa dalam berbicara maka tentulah tidak ada orang yang dapat dianggap salah. Misalnya kalau seorang sakit mengatakan gula itu pahit. Tentulah menurut pengertian umumnya bahwa gula itu tetap mengandung sifa manis, kecuali bagi si sakit. Tentu pula pandangan orang sakit ini tidak boleh dijadikan hujjah tentang sifat gula memang pahit.

    Beginilah tampaknya menurut pandangan saya kebanyakan pembicara tentang Islam dewasa ini. Apa yang dia rasakan dalam dirinya, itu pulalah yang dikemukakan sebelum menelah lebih dalam dan membandingkan dengan pandangan ahli lainnya.

    Berbicara dengan Islam ini, akan lebih mudah kalau kita membaca al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW lalu mengamalkannya sebagaimana dahulu para sahabat Nabi. Justru sekarang dengan kemajuan ilmu dan teknologi semakin mudah kita pahami agama kita ini dengan bukti-bukti dari para ilmuan. Contoh : “Jangan dekati zina ia adalah jalan keji”. Kini dengan amat mudah ditemukan bahwa dengan perzinahan itu sungguh menimbulkan berbagai masalah besar seperti penyakit AIDS. anjuran Senyum dari Rasulullah diakui oleh para ahli bahwa senyum itu dapar menjalin keakraban, melegakan hati, dan melancarkan usaha sehingga pernah BNI membuat motto : “Katakanlah dengan senyum maka semuanya jadi mudah”.

    Begitu pula pembuktian Harun Yahya tentang berbagai fenomena alam seperti gunung, hujan, kejadian manusia, dan lain, lain jauh lebih bermamfaat dan mencerahkan iman, ilmu, dan amal kita.

    Semoga ada mamfaatnya- Insya Allah.

    Saya pikir pendekatan memahami Islam dengan jalan seperti ini akan memudahkan kita memahami bahwa : Wamaa Arzalnaaka Illaa Rahmatan Lil ‘Alamin.”

  29. teman2 semua………….tahu ndak guru/pendahulu mereka -si nurkholis majid- itu mampusnya karena sakit apa? KANKER HATI!!! sampe berobat di Cina dan sempat make/transplan hatinya orang cina.
    Bisa jadi ini sebagai peringatan buat orang yang mau sadar….
    Si Cak Nur memang telah merusak ribuan hati-hati manusia….
    Dia pasti menyesali perbuatannya. Satu contoh aja: Alloh SWT timpakan kegalauan hatinya ketika anak puterinya kawin dengan seorang yahudi di Amerika……..mau melarang, ndak bisa, wong dia berpendapat semua agama sama……..yah begitulah, adzab di dunia sebelum akherat. Na’udzubillahi min dzalik.
    Sadarlah wahai manusia…..ikuti petunjuk Nabi dengan ilmu yang benar, dari ahlinya bukan dari yang sok ilmuwan padahal bodoh. Hati-hati, hidup hanya sekali, jangan salah langkah!!!

  30. Dawam Raharjo, Si Suing Ulil, & Si Gusdur mah sesat & menyesatkan, mereka mah kudu tobat (masih diterima ga yaaaaaa………..)

  31. Dawam Raharjo, Si Suing Ulil, & Si Gusdur org begini kalau tobat si
    pasti di terima asal mau tobat aja ..tp tu terserah mereka juga niyat nya mo cari apa dunia atau ahirat>>>>
    Asep Bone >gak ada tobat yg gak di terima >
    saya sangat setuju ma kata mas muhammad sulaiman td di atas
    dan saya tidak suka ma org yg bilang ajaran sesat tu gak ada dasar nya asal ceplos aja . di jaman ahir ini ,adalah jaman kerusakan jd percuma mo di butulkan seperti dulu lg

  32. rashih >> gak ada gosip di sini. 😀 percuma lu salahin Si Cak Nur
    koreksi diri dulu baru salahin org lain … ,aq tu paling gak suka sama manusia yg suka jelekin org lain dan agama 😀 Hiiii *senyum lu rashih* udah udah sekarang masalah agama tdk usa di permasalahkan lg….

  33. tenang semua, marilah kita menjalankan kepercayaan kita masing masih jangan saling tunding benar dan salah marilah kita tunjukan bagi semua orang prilaku kita supaya orang selamat , mungkin kita harus menjadi orang yang beriman sehingga tidak mudah di peralat ,sabar tidak mudah emosi dan sehingga negara indonesia ini tidakpecah belah, contoh timor timur pisah, aceh bisa aja pisah, irian jaya sedangkan kita di pulau jawa bisanya hanya menebarkan hawa permusuhan . kalau kita ingin dianggap benar dan orang lain mengikuti kita kita harus mengikuti langkah nabi sabar dan memancarkan rasa kasih yang mendalam sehingga orang sekitar kita menjadi tentram…saya rindu di indonesia tidak ada perang antar agama

  34. tuan soeganda yg mulia, sebaiknya saudara sedikit membuka hati supaya diskusi dapat sejuk, coba jelaskan dasar pemikiran saudara tentang pluralisme, sekularisme dan isme-isme yang lain, tolong definsi dan persepsi anda terhadap ketiga kata itu seperti apa supaya orang lain tidak dibikin bingung. terimakasih

  35. Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.

    Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf.
    Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).
    Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).

    Berdasarkan definisi di atas, maka
    manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam (Agama Allah) yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan Salafy atau As Salafy, jamaknya Salafiyyun atau As Salafiyyun. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “As Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf.” (Siyar A’lamin Nubala 6/21).

    Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf (Salafiyyun) biasa disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah yang Shahih dan bersatu di atasnya. Disebut pula dengan Ahlul Hadits wal Atsar dikarenakan berpegang teguh dengan hadits dan atsar (berita yang shahih) di saat orang-orang banyak mengedepankan ra’yu / akal. Disebut juga Al Firqatun Najiyyah, yaitu golongan yang Allah selamatkan dari neraka (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash), disebut juga Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok yang senantiasa ditolong dan dimenangkan oleh Allah (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Tsauban). (Untuk lebih rincinya lihat kitab Ahlul Hadits Humuth Thaifatul Manshurah An Najiyyah, karya Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali).

    Manhaj salaf dan Salafiyyun tidaklah dibatasi (terkungkung) oleh organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, organisasi islam dan sebagainya. Bahkan manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan pemahaman Salafush Shalih. Siapa pun yang berpegang teguh dengannya maka ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain. Suatu ikatan suci yang dihubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

    Manhaj salaf merupakan manhaj yang harus diikuti dan dipegang erat-erat oleh setiap muslim di dalam memahami agamanya. Mengapa……………………………?
    1. Karena demikianlah yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran dan
    2. demikian pula yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam Sunnahnya. Sedang kan Allah telah berwasiat kepada kita: “Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’: 59)

    Adapun ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan agar kita benar-benar mengikuti manhaj salaf adalah sebagai berikut:

    1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” (Al Fatihah: 6-7)
    Al Imam Ibnul Qayyim berkata: “Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya…, maka setiap orang yang lebih mengetahui kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini daripada orang-orang Rafidhah.” (Madaarijus Saalikin, 1/72).
    Penjelasan Al Imam Ibnul Qayyim tentang ayat di atas menunjukkan bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mereka itu adalah Salafush Shalih, merupakan orang-orang yang lebih berhak menyandang gelar “orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah” dan “orang-orang yang berada di atas jalan yang lurus”, dikarenakan betapa dalamnya pengetahuan mereka tentang kebenaran dan betapa konsistennya mereka dalam mengikutinya. Gelar ini menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami dienul Islam ini adalah manhaj yang benar dan di atas jalan yang lurus, sehingga orang-orang yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti telah menempuh manhaj yang benar, dan berada di atas jalan yang lurus pula.

    2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa’: 115)
    Al Imam Ibnu Abi Jamrah Al Andalusi berkata: “Para ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah (di atas): ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang mukmin disini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan generasi pertama dari umat ini, karena mereka merupakan orang-orang yang menyambut syariat ini dengan jiwa yang bersih. Mereka telah menanyakan segala apa yang tidak dipahami (darinya) dengan sebaik-baik pertanyaan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menjawabnya dengan jawaban terbaik. Beliau terangkan dengan keterangan yang sempurna. Dan mereka pun mendengarkan (jawaban dan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut), memahaminya, mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, menghafalkannya, dan menyampaikannya dengan penuh kejujuran. Mereka benar-benar mempunyai keutamaan yang agung atas kita. Yang mana melalui merekalah hubungan kita bisa tersambungkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.’” (Al Marqat fii Nahjissalaf Sabilun Najah hal. 36-37)
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Dan sungguh keduanya (menentang Rasul dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin –red) adalah saling terkait, maka siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti selain jalan orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran.” (Majmu’ Fatawa, 7/38).
    Setelah kita mengetahui bahwa orang-orang mukmin dalam ayat ini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (As Salaf), dan juga keterkaitan yang erat antara menentang Rasul dengan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, maka dapatlah disimpulkan bahwa mau tidak mau kita harus mengikuti “manhaj salaf”, jalannya para sahabat.
    Sebab bila kita menempuh selain jalan mereka di dalam memahami dienul Islam ini, berarti kita telah menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan akibatnya sungguh mengerikan… akan dibiarkan leluasa bergelimang dalam kesesatan… dan kesudahannya masuk ke dalam neraka Jahannam, seburuk-buruk tempat kembali… na’udzu billahi min dzaalik.

    3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100).
    Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengkhususkan ridha dan jaminan jannah (surga)-Nya untuk para sahabat Muhajirin dan Anshar (As Salaf) semata, akan tetapi orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pun mendapatkan ridha Allah dan jaminan surga seperti mereka.
    Al Hafidh Ibnu Katsir berkata: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkhabarkan tentang keridhaan-Nya kepada orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, dan ia juga mengkhabarkan tentang ketulusan ridha mereka kepada Allah, serta apa yang telah Ia sediakan untuk mereka dari jannah-jannah (surga-surga) yang penuh dengan kenikmatan, dan kenikmatan yang abadi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/367). Ini menunjukkan bahwa mengikuti manhaj salaf akan mengantarkan kepada ridha Allah dan jannah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
    فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ
    Artinya : “Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu).” [QS Al Baqoroh: 137]

    Adapun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai berikut:

    1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455).
    Dalam hadits ini dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Shalih).
    Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya. Al Imam Asy Syathibi berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -sebagaimana yang engkau saksikan- telah mengiringkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan sunnah beliau, dan bahwasanya di antara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka sunnahkan benar-benar mengikuti sunnah nabi mereka  atau mengikuti apa yang mereka pahami dari sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik secara global maupun secara rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.”(Al I’tisham, 1/118).

    2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari sahabat Tsauban, hadits no. 1920).
    Al Imam Ahmad bin Hanbal berkata (tentang tafsir hadits di atas): “Kalau bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka?!” (Syaraf Ashhabil Hadits, karya Al Khatib Al Baghdadi, hal. 36).
    Al Imam Ibnul Mubarak, Al Imam Al Bukhari, Al Imam Ahmad bin Sinan Al Muhaddits, semuanya berkata tentang tafsir hadits ini: “Mereka adalah Ahlul Hadits.” (Syaraf Ashhabil Hadits, hal. 26, 37). Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini merupakan tanda dari tanda-tanda kenabian (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), di dalamnya beliau telah menyebutkan tentang keutamaan sekelompok kecil yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan setiap masa dari jaman ini tidak akan lengang dari mereka. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan mereka dan doa itupun terkabul.
    Maka Allah ‘Azza Wa Jalla menjadikan pada tiap masa dan jaman, sekelompok dari umat ini yang memperjuangkan kebenaran, tampil di atasnya dan menerangkannya kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya keterangan. Sekelompok kecil ini secara yakin adalah Ahlul Hadits insya Allah, sebagaimana yang telah disaksikan oleh sejumlah ulama yang tangguh, baik terdahulu ataupun di masa kini.” (Tarikh Ahlil Hadits, hal 131).
    Ahlul Hadits adalah nama lain dari orang-orang yang mengikuti manhaj salaf.
    Atas dasar itulah, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari “sekelompok kecil” yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits di atas, maka ia harus mengikuti manhaj salaf.

    3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: golongan yang aku dan para sahabatku mengikuti.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).
    Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini sebagai nash (dalil–red) dalam perselisihan, karena ia dengan tegas menjelaskan tentang tiga perkara: –
    Pertama, bahwa umat Islam sepeninggal beliau akan berselisih dan menjadi golongan-golongan yang berbeda pemahaman dan pendapat di dalam memahami agama. Semuanya masuk ke dalam neraka, dikarenakan mereka masih terus berselisih dalam masalah-masalah agama setelah tampak jelas datangnya penjelasan dari Rabb Semesta Alam. –
    Kedua, kecuali satu golongan yang Allah selamatkan, dikarenakan mereka berpegang teguh dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengamalkan keduanya tanpa adanya takwil dan penyimpangan. –
    Ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menentukan golongan yang selamat dari sekian banyak golongan itu. Ia hanya satu dan mempunyai sifat yang khusus, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri (dalam hadits tersebut) yang tidak lagi membutuhkan takwil dan tafsir. (Tarikh Ahlil Hadits hal 78-79). Tentunya, golongan yang ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu adalah yang mengikuti manhaj salaf, karena mereka di dalam memahami dienul Islam ini menempuh suatu jalan yang Rasulullah dan para sahabatnya berada di atasnya.

    Berdasarkan beberapa ayat dan hadits di atas, dapatlah diambil suatu kesimpulan, bahwa manhaj salaf merupakan satu-satunya manhaj yang harus diikuti di dalam memahami dienul Islam ini, karena:

    1. Manhaj salaf adalah manhaj yang benar dan berada di atas jalan yang lurus.
    2. Mengikuti selain manhaj salaf berarti menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang berakibat mereka semua akan dibiarkan, diberi keleluasaan untuk terus bergelimang di dalam kesesatan yang nyata sedangkan ia merasa justru telah mendapat petunjuk dan merasa telah berada dijalan yang lurus dan nanti, tempat kembalinya adalah Jahannam, seperti yang telah diancam oleh Allah dan Rasul-Nya terhadap mereka yang telah membangkang perkataan Allah (Al-Quran) dan Rasul (Hadits Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam) dengan perkataan guru, syaikh-syaikh mereka atau dengan pendapat ra’yu atau akal yang mereka agung-agungkan diatas Kitabullah dan Assunnah yang Shahih.
    3. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf dengan sebaik-baiknya, pasti mendapat ridha dari Allah dan tempat kembalinya adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, kekal abadi di dalamnya.
    4. Manhaj salaf adalah manhaj yang harus dipegang erat-erat, tatkala bermunculan pemahaman-pemahaman dan pendapat-pendapat di dalam memahami dienul Islam, sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
    5. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah sekelompok dari umat ini yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
    6. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah golongan yang selamat dikarenakan mereka berada di atas jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya, bukan diatas kejahilan/kebodohan dan atau dikarenakan mengkikuti hawa nafsu. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika:
    – Al Imam Abdurrahman bin ‘Amr Al Auza’i berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun banyak orang menolakmu, dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” (Asy Syari’ah, karya Al Imam Al Ajurri, hal. 63).
    – Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti atsar dan jalan yang ditempuh oleh salaf, dan hati-hatilah dari segala yang diada-adakan dalam agama, karena ia adalah bid’ah.” (Shaunul Manthiq, karya As Suyuthi, hal. 322, saya nukil dari kitab Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 54).
    – Al Imam Abul Mudhaffar As Sam’ani berkata: “Syi’ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam agama).” (Al Intishaar li Ahlil Hadits, karya Muhammad bin Umar Bazmul hal. 88).
    – Al Imam Qawaamus Sunnah Al Ashbahani berkata: “Barangsiapa menyelisihi sahabat dan tabi’in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya.” (Al Hujjah fii Bayaanil Mahajjah, 2/437-438, saya nukil dari kitab Al Intishaar li Ahlil Hadits, hal. 88)
    – Al-Imam As Syathibi berkata: “Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf, maka ia adalah kesesatan.” (Al Muwafaqaat, 3/284), saya nukil melalui Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 57).
    – Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” (Majmu’ Fatawa, 4/149). Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar Ahlul Bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” (Majmu’ Fatawa, 4/155).

    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti manhaj salaf di dalam memahami dienul Islam ini, mengamalkannya dan berteguh diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Amin yaa Rabbal ‘Alamin. Wallahu a’lamu bish shawaab

  36. wah seru juga nich lagi omongin aliran sesat, maaf yech ene mau kasih komentar sedikit tapi sakit .

    Orang muslim sekarang pada gak nyadar tentang adanya sunnah tullah dan ketetapan Allah, siklus atau perputaran alam jagad raya ini adalah ketetapan / hukum Allah, sbg contoh kecil: air mengalir dari dataran yang tinggi menuju dataran yang lebih rendah ( dari gunung sampai terakhir ke laut.)

    ente …ente pade gak usah pusing tentang adanye rasul baru dengan membawa kebenaran dari Allah, kalau ahmadiyah mengatakan adanya rasul dari India yang disebut ( imam Mahdi) itu sah sah saja, kalau Al qiyadah- Al islamiyah mengakui adanya rasul baru (Al masih – Al mau’ud) itu juga sah sah saja yang gue tau katanye dari Indonesia asyik dong bisa lihat langsung orangnye dan bangga jadi orang Indonesia bakal makmur nich indonesia jadi Darus salam. orang Islam percaya pada yang ghoib/gaib, ente ente pade belum melihat Rasul Muhamad percaya 100% bahwa die sbg Rasul Allah, ente juga harus percaya dengan yang akan datang Allah menurunkan Rasullnye lagi itu pasti ketetapan Allah.

    coba ente ingat yang di Alqur’an bagai mana Allah menurunkan rasull rasull bukan Muhamad ajech nichhh dengan membawa kebenaran dan cahaya Allah ( Taurad/Musa, Injil/Isa Almasih, Alqur’an/Muhamad ) semua pada menentang karena yang dibawa ajaran /aturan untuk merubah suatu sistem tatanan kehidupan dan akidah yang sudah bejad moralnya, sehingga pengusa-pengusa zaman itu merasa terusik dan gerah untuk merubah secara drastis hukum thogut yang telah mereka pegang karena kekuasaannya. Malah sampe sampe rasull Allah dan orang yg beriman mau di bunuh same orang kafir ( orang gak percaya adenya Rasull baru ) .

    kalau gue percaya pada sunnah tullah bahwa selain Rasul Muhamad, kalau yang berkuasa menghendaki turun Rasull lagi, utk memperbaiki aturan dunia ini yang sudah rusak tatanan kehidupan yang tak sesuai keinginan Allah: contoh

    — Korupsi merajalela hukum buatan thogut itu bohong beser tidak bisa menyentuh orang yang punya duit.

    — maksiat dimana-mana ( perzinaan, perjudian,narkoba)
    — Kejahatan ( perampokan, penodongan,pembunuhan,pemerkosaan)
    — Alam sdh rusak oleh manusia yang serakah yang punya modal/investasi asing yang sangat merugikan lingkungan dan alam sekitarnya ( penggundulan hutan, pengerukan pasir di gunung-gunung ) akibatnya lapisan ozon yang telah rusak, pemanasan global ini semuanya azab dari Allah yang disebabkan oleh manusia yang bengis dan serakah.

    Note : Janganlah kamu menjadi orang jahiliah / orang yang bodoh yang tidak mau menggunakan Mata, Telinga dan Qolbu/Pikiran untuk memahami ayat ayat Allah, sesungguhnya semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.

  37. @Wondo – coba ente ingat yang di Alqur’an bagai mana Allah menurunkan rasull rasull bukan Muhamad ajech nichhh dengan membawa kebenaran dan cahaya Allah ( Taurad/Musa, Injil/Isa Almasih, Alqur’an/Muhamad ) semua pada menentang
    .
    Ada satu fakta yang Anda lewatkan mas, semua umat-umat yang terdahulu itu ***SUDAH DIBERITAHU*** di kitab sucinya bahwa akan ada Nabi/Rasul baru yang akan datang, berikut dengan ciri-cirinya.
    .
    Nah, pada kasus Islam, kita sudah diberitahu bahwa TIDAK AKAN ADA lagi Nabi baru.
    .
    Gimana, apakah bisa dibedakan oleh sampeyan ?

  38. Jum’at, 05/10/2007 15:29 WIB
    Aliran Al Qiyadah Al Mawud
    Fatwa Sesat MUI Menuai Kecaman
    Rus Akbar – Okezone

    PADANG – Direktur Pusat Studi Antar Komonitas (PUSAKA) Padang, Sudarto sekaligus anggota Komnas HAM Sumbar mengecam tindakan yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) terhadap aliran Al-Qiyadah Al Mawud. Kecaman terutama ditujukan masalah fatwa dan pengerebekan yang dilakukan ormas-ormas Islam, Selasa 2 Oktober.

    Menurut Sudarto kepada okezone di kantor Pusaka, Jalan Ujung Gurun, Padang (5/10/2007), tindakan yang dilakukan MUI tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) Khususnya pasal kebebasan berkeyakinan sebagaimana dijamin dalam konstituante negara.

    “Rangkaian tindakan MUI Sumbar dan kelompok milisinya menjadi sangat memperihatinkan. Pasalnya, kekerasan dan pengekangan itu telah mengusik tata kehidupan bersama dalam satu masyarakat mejemuk,” jelasnya.

    Disisi lain, katanya MUI juga telah melibatkan pemerintah untuk mendapatkan dukungan hukum. Seharusnya, pemerintah bersifat pasif karena masalahnya keyakinan dalam kepercayaan.

    “Negara lagi-lagi menggunakan KUHP yang mengatakan penodaan agama. Seharusnya, tidak boleh dilakukan. Negera haruslah memberikan jaminan kebebasan berkeyakinan,” katanya.

    Sodarto juga menilai, milisi sangat radikal hanya rujukan fatwa MUI yang menyatakan aliran tersebut sesat. Sehingga, timbul penggerebekan serta main hakim sendiri.

    “Sebagai masyarakat majemuk seharusnya menahan diri dan polisi haruslah bersikap netral dan bijaksana,” harapnya.

  39. apapun komentar anda – anda yang ahli tentang agama, pintar agama, menganggap dirinya paling hebat diantara anda-anda semuanya, pemikiran-pemikiran anda yang anda anggap benar semuanya dan orang yang lain salah, bagi saya adalah ALLAH SWT adalah Tuhanku MUHAMMAMD SAW adalah nabiku, AL-QUR’AN adalah Kitabku, ISLAM adalah Agamaku, siapa yang menghina Tuhanku, Nabiku, Agamku, dan Kitabku, Allah akan merendahkan derajatnya lebih rendah dari BINATANG

  40. waduh
    inilah kalau ber agama tidak mengenal
    Tuhan, main hantam kromo

    ada yg kenal Tuhan di sini? terutama yg menyesatkan orang lain
    apa sudah tanya ama Tuhan?

    pasti ga bisa.. eh bisa koq.. karena Tuhannya Hawa Nafsunya

    jangan nafsirin hadis kalau masih makan sate kambing, jeroan, dll

  41. boleh komentar nich, MUI adalah majelis fatwa tertinggi di Indonesia, disana berkumpul para ahli dalam agama yang berusaha menjaga kemurnian Islam dari penodaan, saya kira wajiblah bagi MUI menjalankan fungsinya Insya Allah akan mendapatkan balasan yang serupa..Untuk gusdur mengenai pernyataannya sangatlah mengherankan di ucapkan oleh “ulama” (menurut orang2 yag taqliq padanya) dari pengamatan saya selama ini pernyataan2 dia mengenai Agama ini di Mass media tanpa Ilmu dan tidak boleh diikuti,dia berbicara tanpa Ilmu melainkan dengan Ra’yu nya semata, benarlah agama ini sudah sempurna Karena Allah telah menetapkannya, konsekuensi kesempurnaan adalah tidak perlu padanya penambahan dan pengurangan, apapun bentuknya..Islam adalah agama yang lengkap hingga tata cara berhadast pun telah di tetapkan tata caranya oleh islam melalui Sunnah Nabi SAW. apakah boleh membicarakan kesesatan/penyimpangan seseorang atau kelompok, jawabannya adalah dibenarkan jika memang syariat membenarkannya (jadi harus dengan ilmu) mengapa ?”Untuk memperingatkan umat/orang lain agar tidak terjerumus kedalam kesesatan tersebut, seperti halnnya bolehnya kita mengetahui tentang keburukan agar kita terhindar dari keburukan tersebut disamping wajib pula belajar mengenai kebaikan, HAM (hak asasi manusia) memang benar adanya tapi yang lebih penting adalah hak Allah terhadap mahluknya, yaitu mentauhidkannya dengan tata cara yang diajarkan oleh Rosullulah SAW sebagai konsekuensi kalimat Syahadat, maka wajiblah bagi manusia (saya dan kalian) untuk belajar Tauhid hingga ajal. Kawan…., sudah sunnatullah agama ini akan terbagi menjadi 73 firqoh maka carilah 1 yang sesuai dengan sunnah dimana Nabi dan para sahabat ra berdiri di atasnya, Insya Allah itulah jalan yang lurus, bukan jalan2 orang yang berusaha menafsirkan agama ini menurut akalnya dengan alasan HAM!! janganlah kalian Taqliq buta, namun taqliqlah kalian pada ahli ilmu yang shahih, ahli ilmu agama yang berjalan di atas manhaj yang lurus selama kalian tidak mampu memahami agama ini. kawan…, selamatkanlah diri dan keluarga kalian dari api neraka (penulis berdoa seperti itu), marilah belajrlah kembali tentang agama yang mulia ini jangan merasa cukup!!karena berhentinya ilmu ketika seseorang sudah merasa cukup dengan ilmunya

  42. ayak-ayak wae, ngomong mui sesat, yang nyampur adukan agama itu yang sesat. mungkin siulil itu gendeng ditambah seng mbeloni, kok ora wedi marang gusti Allah seng maha agung.

  43. HAL- HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN (Antumlah yang telah KAFIR)

    Segala puji bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi yang terahir Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), para keluarga dan para Sahabat beliau, serta kepada orang- orang yang setia mengikuti petunjuk beliau.

    Selanjutnya : ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin, bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah mewajibkan kepada seluruh hamba – hambaNya untuk masuk ke dalam agama Islam dan berpegang teguh denganya serta berhati –hati untuk tidak menyimpang darinya.

    Allah juga telah mengutus NabiNya Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) untuk berdakwah ke dalam hal ini, dan memberitahukan bahwa barangsiapa bersedia mengikutinya akan mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang menolaknya akan sesat.

    Allah juga mengingatkan dalam banyak ayat- ayat Al-Qur’an untuk menghindari sebab- sebab KEMURTADAN segala macam kemusyrikan dan kekafiran.

    Ketahuilah, bahwa seorang muslim bisa di anggap murtad (keluar dari agama Islam) dengan berbagai macam hal yang membatalkan keislaman, dan di anggap keluar dari agama Islam.

    Yang paling berbahaya dan yang paling banyak terjadi ada sepuluh hal, dan kami sebutkan secara ringkas, dengan sedikit tambahan penjelasan untuk anda, agar anda dan orang – orang selain anda berhati hati dari hal ini, dengan harapan dapat selamat dan terbebas darinya.

    Pertama:
    Diantara sepuluh hal yang membatalkan keislaman tersebut adalah mempersekutukan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) ( syirik ) dalam beribadah.
    Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:
    ] إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[ سورة النساء، الآية : 116
    Artinya : “ Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak mengampuni dosa syirik(menyekutukan ) kepadaNya, tetapi mengampuni dosa selain itu, kepada orang – orang yang dikehendakinya “.( Annisa’ ayat : 116)

    Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:
    ] إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار[ سورة المائدة : 72.
    Artinya: “ sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, niscaya Allah akan mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya (kelak) adalah neraka, dan tiada seorang penolong pun bagi orang – orang zhalim” .( Al- Maidah : 72).

    Dan di antara perbuatan kemusyrikan tersebut adalah ; meminta do’a dan pertolongan kepada orang- orang yang telah mati, bernadzar dan menyembelih korban untuk mereka.

    Kedua:
    Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah (Subhanahu wa Ta’ala), meminta do’a dan syafaat serta bertawakkal ( berserah diri ) kepada perantara tersebut.
    Orang yang melakukan hal itu, menurut ijma’ ulama ( kesepakatan) para ulama, adalah kafir.

    Ketiga :
    Tidak menganggap kafir orang- orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan konsep mereka. Orang yang demikian ini adalah kafir.

    Keempat:
    Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan – aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.

    Kelima :
    Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , meskipun ia sendiri mengamalkannya. Orang yang sedemikian ini adalah kafir. Karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

    ] ذلك بأنهم كرهوا ما أنزل الله فأحبط أعمالهم [ سورة محمد, الآية : 9.

    Artinya :Demikian itu adalah dikarenakan mereka benci terhadap apa yang di turunkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menghapuskan (pahala ) segala amal perbuatan mereka”. ( Muhammad : 9).

    Keenam:
    Memperolok–olok sesuatu dari ajaran Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), atau memperolok – olok pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka orang yang demikian menjadi kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

    ] قل أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزئون لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم [ سورة التوبة، الآية : 65-66.

    Artinya : “ katakanlah ( wahai Muhammad ) terhadap Allah kah dan ayat – ayat Nya serta RasulNya kalian memperolok – olok ? tiada arti kalian meminta maaf, karena kamutelah kafir setelah beriman “ . (At- Taubah : 65- 66).

    Ketujuh :
    Sihir di antaranya adalah ilmu guna-guna yang merobah kecintaan seorang suami terhadap istrinya menjadi kebencian, atau yang menjadikan seseorang mencintai orang lain, atau sesuatu yang di bencinya dengan cara syaitani.dan orang yang melakukan hal itu adalah kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

    ] وما يعلمان من أحد حتى يقولا إنما نحن فتنة فلا تكفر[ سورة البقرة، الآية : 102.

    Artinya :” Sedang kedua malaikat itu tidak mengajarkan (suatu sihir) kepada seorangpun, sebelum mengatakan: sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir “.( Al-Baqarah : 102.

    Kedelapan:
    Membantu dan menolong orang – orang musyrik untuk memusuhi kaum muslimin. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

    ] ومن يتولّهم منكم فإنه منهم إن الله لا يهدي القوم الظالمين [ سورة المائة، الآية : 51.

    Artinya : “ Dan barang siapa diantara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani ) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang tersebut termasuk golongan mereka. sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang yang zhalim” .( Al- Maidah: 51).

    Kesembilan:
    Berkeyakinan bahwa sebagian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

    ] ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين [ سورة آل عمران: 85.

    Artinya:” Barang siapa menghendaki suatu agama selain Islam, maka tidak akan diterima agama itu dari padanya, dan ia di akhirat tergolong orang- orang yang merugi”.( Ali- Imran: 85).

    Kesepuluh :
    Berpaling dari ِِAgama Allah (Subhanahu wa Ta’ala); dengan tanpa mempelajari dan tanpa melaksanakan ajarannya. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

    ( ومن أظلم ممن ذكر بآيات ربه ثم أعرض عنها إنَّا من المجرمين منتقمون[ سورة السجدة : 22.

    Artinya : “ Tiada yang lebih zhalim dari pada orang yang telah mendapatkan peringatan melalui ayat – ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya. Sesungguhnya kami minimpakan pembalasan kepada orang yang berdosa “. ( As- Sajadah : 22).

    Dalam hal- hal yang membatalkan keislaman ini , tak ada perbedaan hukum antara yang main-main, yang sungguh- sungguh ( yang sengaja melanggar ) ataupun yang takut, kecuali orang yang di paksa. Semua itu merupakan hal- hal yang paling berbahaya dan paling sering terjadi. Maka setiap muslim hendaknya menghindari dan takut darinya. Kita berlindung kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dari hal- hal yang mendatangkan kemurkaan Nya dan kepedihan siksaanNya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada makhluk Nya yang terbaik, para keluarga dan para sahabat beliau. Dengan ini maka habis dan selesai kata-katanya. Rahimahullah.

    Termasuk dalam nomor empat :
    Orang yang berkeyakinan bahwa aturan- aturan dan perundang – undangan yang diciptakan manusia lebih utama dari pada syariat Islam, atau bahwa syariat Islam tidak tepat untuk diterapkan pada abad ke dua puluh ini, atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan bahwa Islam itu terbatas dalam mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya saja, dan tidak mengatur urusan kehidupan yang lain.

    Juga orang yang berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah Ta’ala dan memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina ( muhsan) yang telah kawin tidak sesuai lagi di masa kini.

    Demikian juga orang yang berkeyakinan diperbolehkannya pengetrapan hukum selain hukum Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam segi mu’amalat syar’iyyah, seperti perdagangan, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan lain sebagainya, atau dalam menentukan hukum pidana, atau lain-lainnya, sekalipun tidak disertai dangan keyakinan bahwa hukum- hukum tersebut lebih utama dari pada syariat Islam.

    Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , menurut kesepakatan para ulama’.sedangkan setiap orang yang telah menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam agama, seperti zina, minum arak, riba dan penggunaan perundang- undangan selain Syariat Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka ia adalah kafir, merurut kesepakatan para umat Islam.

    Kami mohon kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) agar memberi taufiq kepada kita semua untuk setiap hal yang di ridhai Nya, dan memberi petunjuk kepada kita dan kepada seluruh umat Islam jalannya yang lurus. Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Maha Mendengar dan maha Dekat. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), kepada para keluarga dan para shahabat beliau.

  44. buat saudara-saurdara sesama muslim,cuma mau mengingatkan bahwa kita umat muslim sudah mempunyai patokan keimanan.dengan bersaksi tiada tuhan selain allah dan nabi muhamad adalah utusan allah.jika ada yang mengaku dirinya sebagai nabi saya cuma minta satu bukti ga usah yang susah kaya menghidupkan orang mati atau yang lain,saya cuma minta mukzizat berupa kitab yang di turunkan dari allah seperti al,quran yang berisi peringatan,cara hidup dan menjalani kehidupan sebagai seorang islam???kalo ada yang mengaku bahwa al,quran perlu di revisi karna ketinggalan jaman saya sarankan revisi dahulu otak dan pikiran kalian,pancasila aja yang jelas-jelas bikinan manusia orang indonesia mana yang berani revisi.???jika kalian sudah tidak percaya dengan al,quran dan hadis(keluar dari mulut nabi dengan hati yang suci dan tuntunan allah taala) maka iman kalian sudah runtuh karna kedua hal tersebut memang harus di imani sebagai orang islam.
    maaf sekali lagi kalo menyinggung,aliran yang ada saat ini sebenarnya banyak yang mengekor paada agama lain,atau mereka mencari enaknya aja contoh tidak di wajibkan puasa,sholat dan lainya ada juga yang bisa menebus dosa dengan cara membayar(coba tebak ajaran dari agama mana?)dan biasanya aliran tersebut hanya membuat kaya pemimpinya(biasanya ada amalan wajib yang di minta oleh imamnya berupa matrial).islam adalah rahmat,islam adalah agama damai.jadi jika ada saudara kita yang agak menyimpang atau memang sudah sangat sesat kalau bisa di ajak berdiskusi dan di nasehati,jika tidak mau bilang sama dia keyakinanya biar untuk dirinya sendiri jangan di sebarluaskan,dan jika dia masih menyebarkan kepercayaanya tidak ada jalan lainya BUNUH SAJA DIA.karna itu lebih baik baginya agar tidak bertambah dosanya.

  45. aliran sesat makin banyak karena, ulah orang-orang yang sengaja menciptajkannya berdasarkan pesanan dari tuan besar pemberi beasiswa s2/s3 mereka di luar sana, jangan heran hal yang demikian pasti sudah dapat ditebak berasal dari mana pemikiran-pemikiran sesat itu, wallahualam

  46. ASSALAMU’ALAIKUM

    Astaghfirullooh….
    Barakallohu fiik…

    Dunia memang udah terbalik dan rusak oleh ilmu-ilmu modern, seolah-olah mereka sudah bisa mengalahkan ilmu alquran dan sunnah Rasululloh saw…Inilah hasil dari pencarian ilmu duniawi tanpa ada landasan iman dan ilmu agama yg.memadai..
    Bertaubatlah saudara2ku..sebelum kalian dipanggil oleh Sang Pemilik Kehidupan…, sebelum kalian menyesal dikemudian yg.pada saat itu tiada perlindungan selain perlindunganNya…

    Satu lagi yg.perlu ana ingatkan…bukalah kembali alquran srt.al-maidah ayat 3 : “….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.. ”

    Tidak sadarkah hai saudara2ku…bahwa agama kita yg.suci ini..Alloh sendiri yg.telah menyempurnakan diatas semua agama yg.lain..????

    Bagi siapa saja yg.meragukan atau bahkan menentang ayat Alloh diatas…tidak bisa diragukan lagi …DIA ADALAh KAFIR…

    Nah..untuk itu…biarkan saja mereka berkoar2 dengan paham2 mereka yg.telah disesatkan oleh Iblis Laknatulloh…

    Sekarang yg.penting adalah …carilah ilmu dien kita yg.suci ini sebanyak2nya..agar tidak terperosok jauh seperti mereka yg.merasa sudah jenius tentang permasalahn agama..seolah-olah melebihi pemahaman para pendahulu kita (para sahabat khulafaur rasyidin, tabi’in,tabi’ut tabi’in)…

    saya jagi geli sendiri melihat polah tingkah mereka…hehehe
    mempertahankan paham yg.sudah jelas2…NGAWUR
    Mudah2an Alloh masih dan mau memberikan hidayah-Nya kepada jalan yg.lurus kepada kita semua…, bukan jalan orang2 yg.disesatkan…Amiiinnnn………..

    Wassalamu’alaikum

  47. Yang tidak mau kembali kepada jalan Allah, Rosululloh, Shohabat Nabi Muhammad, Tabi’in, tabi’ut tabi’in,Ulama-ulamah Ahlussunnah wal Jama’ah (Ahlul Hadist/Ahlul Atsar), Mentaati Pemerintahan Muslimin maka mereka berarti telah mengambil jalan lain, jika tidak disebelah kiri maka disebelah kanan dimana setiap ujung jalan ada penyeru yang mengajak kepad jalan Neraka Jahannam dan bertobatlah kalian kepada Alloh kembali kepada ketaatan Kepad Alloh, RosulNya dan Ulil amri kalian.

  48. kecian kali ulil, gusdur, lia eden dan orang – orang sesat lainnya. akan jadi kayu bakar dineraka. merusak hukum allah. laknatullah untuk orang2 yang mengobok obok islam. kafirlah kalian orang orang yang mencampurkan quran dengan kitab kitab palsu. sok tau menafsirkan al quran pada hal baca quran aja kagak tau. tapi ngomongnya setinggi langit kalau dia itu paham alquran. sebaiknya kalian bertobat sebelum keburu mati. seperti nur kholis majid tidak sempat bertobat.
    .
    Mohon agar bisa berkomentar dengan santun seperti muslim yang baik.
    Terimakasih – Ed.

  49. Mohon agar bisa berkomentar dengan santun, sebagaimana seorang muslim yang berakhlak.
    Terimakasih – Ed.

    .
    wahai saudaraku sesama muslim. jangan dengarin kata kata gusdur. dia itu orang gila. otaknya udah rusak karena dia mengabdi pada raja setan dan jin. dia tak pernah sekalipun belajar agama islam. yang dicarinya selama ini hanya kebathinan yang bersifat ilmu ilmu gaib yang berasal dari jin. dia menjual nama besar kakeknya yang memang ulama lurus. dia mengaku tamatan al azhar mesir. itu semua bohong. dia tak pernah belajar disana. yang dia cari hanya kepopuleran. samakan saja dia dengan dajjal yang bermata satu. yang tujuannya memang mau merusak kita sesama muslim. semoga kita terlindungi dari fitnah dajjal. saudaraku mari kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah dan muhammad utusan allah. allah akbar… allahu akbar… allahu akbar. mari kita jihad

  50. ” ORANG MENGAKU ISLAM TAPI MERUSAK ISLAM ”

    ” B A C A L A H !!!!!!!!!!”

    #AL BAQARAH Ayat 16
    “Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.”

    # AL BAQARAH Ayat 75
    ” Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! ”

    # AL BAQARAH Ayat 204
    “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.”

    # AL BAQARAH Ayat 209
    “Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ”

    # AL IMRAN 20
    “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

    Riaydh.K.S.A.

  51. Menurut bung Ar Riyadi, orang-orang pada jaman nabi adalah umat terbaik. saya kira hal itu sungguh menggelikan dan hanya akan menimbulkan pemikiran bahwa kehadiran Islam bagi umat manusia tidak memberikan manfaat apa2.
    Seperti apakah orang-orang saleh pada jaman nabi? apakah mereka lebih baik dari orang2 saleh / umat pada jaman ini?

  52. selamat datang tanda-tanda akhir jaman, hari ini banyak orang CERDAS otaknya tetapi BODOH imannya, naudzubillah!

  53. Menurut saya, orang islam yang tidak peduli ketika akidah dan ajaran agamanya diusik dan diselewengkan, perlu dipertanyakan kembali akidahnya.

  54. Sementara bangsa-bangsa barat telah menguasai semua sektor kehidupan,tapi umat Islam khususnya di Indonesia masih sibuk ngurusin aliran-aliran yang dianggap sesat.Bukankah yang berhak memberi label sesat itu adalah Allah Swt?Sementara mereka (MUI dsb) yang suka memberi fatwa-fatwa,belum tentu amaliahnya diterima Allah.Jadi sekarang sebaiknya,umat Islam di Indonesia agar fokus pada masalah-masalah kontemporer,seperti pemberantasan kemiskinan (miskin harta,miskin ilmu dan miskin akhlak),tingkatkan iptek dsb,jangan kerjaannya memberi cap aliran anu sesat,aliran ini sesat,kapan umat Islam mau maju?Ayo bangkit dari kegelapan,kembali kepada Al-Qur’an dan Al Sunnah,gali ilmu seluas-luasnya dari kedua sumber itu,pasti kita menjadi umatan wasathon,umat yang disegani dan umat yang rahmatan lil alamin.

  55. apapun itu yang jelas islam berdasar al qur’an dan al hadist yg shohih…lain itu tidak..bukankah kita sdh pengalaman dg golongan inkar sunnah?inkar qur’an? malah sekarang muncul inkar sunnah wa qur’an karena mangaku islam tdk pake pathokan baku..manut karepe wudele dhewe..ada yang ngaku jibril..nabi…lama-lama ada yang mengaku Tuhan..iya tidak???kalo ingin populer jangan pake jurus kayak artis film..mbok yo sadar..sudah salah masih cungar-cungir tanpa dosa, dasar setan alass..kaloosaya usulkan hukumannya bukan dipenjara…tappii hukumm matii aja kayak musailamah al kadzab dkk…setuju

  56. menghadapi orang2 macam jil, dawam raharjo CS dan gol yang mengaku jibril nabi dkk. tdk usah pake dalil yang thirik2..mrk jelas hanya gunakan logika..hawa nafsu..dzon dll yang semua itu persisi seperti saat setan bin iblis laknatulloh tdk mau tunduk pada nabi adam as..maka mrkpun cucu dan buyutnya setan bin iblis laknatulloh..rugi kita hadapi dg dali2..kesucian dan ketinggian islam dengan dasar qur’an dan hadist yang shohih jangan dicemari dg orang2 badui yang hina dan rendah seperti itu…orang2 najis seperti itu tdk layak hidup dibumi ini..mayat2 hidup kayak bgt harus segera dilenyapkan dari muka bumi ini!!!
    .
    Tolong agar bisa berdiskusi dengan santun, terimakasih.
    – Ed.

  57. Kami anjurkan kepada YANG MULIA Prof. DR. Dawam M. Rahardjo diusianya yang ke-65, setelah beliau memahami hujjah argumentasi nabi Muhammad saw. dengan haq:

    1. Sekularisme: Didukung oleh hujjah Yunus (10) ayat 100.

    2. Liberalisme: Didukung oleh hujjah Al Kahfi (18) ayat 29, Al Baqarah (2) ayat 256.

    3. Pluralisme: Didukung oleh hujjah Al Baqarah (2) ayat 148.

    4. Moderatisme: Didukung oleh hujjah An Nisaa (4) ayat 1, Al Hujurat (49) ayat 13.

    5. Dan isme-isme yang lainnya didalam kitab suci Islam yang
    lengkap dan Majelis Ulama tidak mengetahui bahwa hal-hal itu ada didalam kitab suci, karena pintarnya!

    agar YANG MULIA Prof. DR. Dawam M. Rahardjo menciptakan Agama Allah (agama penyempurnaan agama disisi Allah adalah Ialam kedalam Agama Allah sesuai Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, An Nuur (24) ayat 2, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208) sebagai pelaksanaan An Nashr (110) ayat 1,2,3>

    HIDUP BAPAK DAWAM !

    Wasalam, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  58. MUI tuh majelis ulama,,
    di situ banyak ulama..
    klo anggap mui seseat,ya orang itu yang sesat..
    janga ngomongin orang,perbaikin akhlak sendiri dulu..

  59. kaum muslimin semuanya adalah saudara.tidak perlu mengatakan sesama kaum muslimin yang lain sesat ataupun kafir. yang berhak men-judge manusia kafir ataupun sesat adalah Allah Yang Maha Hak.
    yang kita lakukan adalah berbuat seperti bagaimana Rosulullah bertindak.
    Karena beliaulah nabi akhirul zaman yang jadi pembawa wahyu dan peringatan bagi seluruh umat manusia.

  60. ya ampuuun.. pantes islam ga jaya jaya…
    koq seneng sekali ya men sesatkan orang
    mengecap orang masuk neraka?

    bgmn kalau kita dalam posisi saudara2 kita yang
    mungkin dalam musibah? apa kita ingin orang lain bernyanyi
    gembira melihat kita menderita
    atau mendoakan, empati menolong kita

    Qur’an bukan dilawan dengan hadis Soeganda
    tapi dijelaskan

    contoh… di Qur’an semua bangkai tu haram, tapi Nabi SAW
    lah yang mengizinkan bangkai ikan itu halal

    kalau anda mau menafsirkan qur’an dengan pikiran anda sendiri,
    anda sudah sejajar dengan Nabi SAW, berarti anda nabi baru
    dan masuk kriteria KUR’AJ (KURANG AJAR)

    oh ya, saya salut pada temen2 yang ,mulai beljar ESQ adll
    maaf saya bukan promosi Qry Ginanjar, tapi kita dapat ambil kesimpulan bgmn Islam yang hanya dipahami memakai AKAL yang lemah ini tanpa menyertakan sisi RUHANI kita akhirnya MERUSAK dan TIDAK BERAKHLAK..

    siapa sih Soeganda sehingga menyesatkan MUI? umur berapa dia
    berapa lama belajar ISLAM? jangan2 non ISLAM?

    walaupun saya juga kurang setuju dengan fatwa MUI yang menyesatkan ahmadiyah, tapi ya cukup gitu aja, bukan sibuk mencaci orang2

    janganlah ajaran TUHAN dikupas oleh si PANDIR..

    apa to yang NABI CONTOHKAN?.. berbuat baik… ahlakul karimah.. mari kita bulatkan tekad, kita contoh beliau

    apa ini disebut memberhalakan nabi?

    buat saya lebih baik mengkultuskan NABI SAW daripada orang2 seperti SOEGANDA…. maaf bung….

    maf pembaca, saya agak emosi.. yah namanya juga belajar. saya paling ga suka Nabi saya di singgung… kalau orang macam SOEGANDA ada di depan saya.. tanpa ba bi bu saya sudah lempar pakai meja atau kursi jati saya

    tapi.. ga bagus juga niat itu ya

    oke bung HARRY… mohon di sensor lah…
    kit adi forum ini pengen semakin dekat Tuhan.. untuk apa berdebat diantara kita..

  61. WADUH.. WADUH.. siapa sihh soeganda itu , jangan terprovokasi deh , kok kayanya dia kagum kagum sama si “profesor” dawam , sebentar lagi dia juga nge fans sama si calon ” Doktor ” Ulil bin Jail , yang lagi berguru di negara DAJJAL Laknattullha ….

  62. hehehe saya misnen
    orangmerdeka dan belom tersesat
    Soeganda itu orang setress,
    jangan ditanggepin,
    ntar juga dia ngaku Rosul akhir zaman

    hihihihihi

  63. @steven – oke bung HARRY… mohon di sensor lah…
    .
    Terimakasih, tapi sayangnya setiap hari ada banyak sekali komentar yang kasar yang masuk di blog ini.
    .
    Saya sampai berhenti posting soal agama, karena masih terlalu banyak orang yang cuma bisa emosional kalau sudah membicarakan topik ini.
    .
    Saya coba mengkoreksi mereka ini, namun waktu saya sangat terbatas.
    .
    Mohon maaf dan mudah2an bisa dimaklumi.

  64. sekarang memang kondisi kebeRAGAMan mengacaukan keberAGAMAan kita. entah siapa yang benar dan salah, mereka terus saja saling mengkafirkan. tidak kah kita melihat, diluar orang telah ke bulan, sementara kita masih saja memperdebatkan tentang meliat bulan.
    apalagi dengan kondisi politik macam sekarang ini, berbagai aliran bermunculan bak jamur di musim hujan. belum selesai yang namanya Lia Eden, kini muncul Al_Quraan Suci dan Al-Qiadah yang menyimpang dari ajaran isam. belum lagi tang lama seperti ingkar sunnah, atau pula islam jamaah. padahal mereka mengku kepada tuhan yang satu sebagai tujuan, papi kenapa bisa samapi seperti itu.

  65. gitu aja ko repot,pendahulu kita sudah sepakat bahwa pancasila adalah satu satunya azas negara kita tapi kenapa kehidupan kita tidak pancasilais,memahami agama islam tidak bisa dari pemahaman sepihak,damai damai dan damai

  66. MUI ini mang sebagai cirong bagi umat. tapi kemunculannya yang lahir dari praktek politik memang bisa akan membawa pola kebijakan dan fatwanya demi kepentingan politik. tapi agama lain diluar islam saja sekarang ini berusaha membentuk organisasi yang sejenis untuk kemurnian akidah dari agamanya. jadi MUI ini sudah tepat sebagai kontrol bagi kemurnian suatu agama, islam jangn kemudian justru berbalik dimana agama lain sedang mencoba meniru pola pemurnian akidah dari umat beragama anda.
    walau memang besar peranan yang tidak bisa kita pungkiri dari keberadaan MUI ini, tapi intra personal atau oknum dalam MUI senantiasa tidak bersimpatik sehingga mengklaim kafir orang atau golongan umat yang tidak mengikut pada mazhabnya. sedangkan yang dikafirkan tetap mengaku sebagai muslim dan penganut agama muhamad yang diterimanya dari allah swt melalui perantaraan malaikat jibril.
    tapi memang sudah sangat tepat misalnya fatwa MUI yang dikeluarkan untuk Ahmadiah dan nabi palsu lainnya.
    ahmadiah sendiriterpecah menjadi beberapa sekte di dalam tubuhnya dan oleh dunia islam memang dinyatakan sebagai musruk sehingga penganut dan pengikut mirza gulam ahmad ini tidak boleh melakukan ibadah haji ke tanah suci makkah.
    yang menjadi perhatian untuk lebih jekli melihat adalah bagaimana kriteria ynagaliran yang masih dalam koridor islam dan yang sudah enyimpang dari islam, jangan sampai hanya karena berbeda soal yang sedikit dengan MUI maka kelompok tersebut dianggap kafir padahal mereka punya nas al-quraan dan hadits sebagai landasan hukum sehingga mereka berprilaku demikian.

  67. Tujukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
    Saudaraku seiman seakidah, mari perkuat kaimanan kita agar tidak terjebak permainan kata para pendangkal akidah.
    Asyhaduan laa-ilaaha illaa-Allaah, wa asyhaduanna Muhammadan Rasuulullaah.
    Allahu Akbar!!!
    (gak perlu kita menghujat orang-orang yang telah dilaknat Allah, karena bisa memberi catatan jelek di qolbu kita)

  68. 1. Untuk menjelaskan dan menunjukan jalan damai tentang perselisihan persepsi antara agama-agama sesuai Al Baqarah (2) ayat 111,112,113,120,130,135,145 dan perpecahan didalam agama menjadi 73 firqah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 (sesat), Yudas 1:18,19,20,21.
    2. Memenuhi rencana janji Allah menjadikan umat yang satu sesuai An Nahl (16) ayat 93 (yang tidak setuju disesatkan Allah, dan yang setuju diberikan Allah petunjuk)
    3. Caranya adalah wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan datangnya Allah menurunkan HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53 atau menurunkan ROH KEBENARAN sesuai Yohanes 16:12-15.
    4. Untuk petunjuk pelaksanaannya, maka kami menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 maxssehi.

  69. Utk Soeganda (#79)… oalaaa… maunya jualan toh… makanya komentarnya sengaja miring2… biar bukunya laku keras yah 🙂
    Memang ada pepatah yg kurang lebih sbb: “Klo ingin terkenal, kencingi saja sumur Zam-zam”…
    Hehehe…
    Ketahuan banget klo anda hanya menjual Agama (klo anda memang islam lho…) demi mendapatkan rupiah…. Naudzubillahi min dzalik…. Semoga Alloh memberikan ampunan-Nya kepada saya & memberikan hidayahNya kepada anda agar segera bertaubat……
    Ber-Islam-lah sebagaimana Islamnya Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam & para sahabat beliau.

  70. saya juga tidak setuju kalau aliran aliran ini di bumi hanguskan karena ini merupakan keyakinan

  71. assalaamu alaikum,
    mas herry, nyuwun tolong ni, apa bisa dapetin link ke arsip gatra edisi 26 februari 2005 yang memberitakan Ulil tidak shalat jum’at? saya ke gatra.com tapi harus ‘bayar’ dulu … segen aja mas.
    ato kalo mas ada file/copynya mau dong di japri …
    syukran ya …
    salam

  72. assalamualaikum ww

    ketika dicanangkannya, -Islam, Yes. Partai Islam, No- maka para pengikut aliran ‘bebas’ ini bangga apa lagi mendapat respon yang positif dari para petinggi negeri ini. namun, ketika ‘si tokoh’ ini -memproklamasikan dan berharap adanya lamaran partai atas dirinya untuk menjadi salah satu calon presiden, maka tak ada pula satu pun -partai politik- dan khususnya partai Islam untuk melamarnya.

    tokoh lain, dia pencanang -tidak ada negara Islam-, walau pun di dunia lain, ada ‘negara Islam’. ketika ‘dia’ ditawari menjadi ‘ketua umum’ partai Islam, sayang ditampiknya tawaran ini. lalu, dengan bangganya dia mendirikan partai tidak beraliran Islam, tetapi sayang ‘dua kali’ partai yang dididirikannya ini ikut pemilu, tak pernah -menang- begitu pula ketika ‘dia’ ikut pilpres 2004, juga keok.

    jadi, jangan lecehkan ISLAM. kalau anda tidak mau berlebelkan Islam, ya silahkan. tapi jangan remehkan orang yang mau menggunakan lebel ‘Islam’. sebaliknya, yang menggunakan lebel Islam, jangan lecehkan orang yang tidak menggunakan lebel Islam. karena dalam pelaksanaannya, Anda akan dituntut Tuhan, Allah SW lebih berat lagi di akhirat kelak.

    Islam diturunkan Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang berada di atas dunia ini dan yakin akan kebenaran Islam itu sendiri.

  73. SEMUA ORANG BOLEH MENJADI ORANG BAIK DENGAN KEYAKINANNYA MASING2……..

    SEMUA ORANG BOLEH MENGABDI KEPADA TUHANNYA……….

    GITU AJA KOK REPOT……….

  74. STEVEN, STEVEN, STEVEN, ………………………………
    Kalau demikian benar 100% hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab suci-Nya, sesuai Ali Imran (3) ayat 80, At Taubah (9) ayat 31: Anda sudah arbaban/kultus/menuhankan nabi yang sangat dilarang dan arbaban pemuka agama “ulama” disamping Allah yang sangat dilarang !!!!!!
    Jadi pendirian anda 100% benar dari kacamata anda:
    1. Al Hajj (22) ayat 31: Musrik menyimpang dari jalan yang lurus.
    2. Al Taubah (9) ayat 5: Musrik bunuh dengan hujjah ilmu agama
    3. At Taubah (9) ayat 28: Musrik adalah najis.
    4. At tauabah (9) ayat 36: Musrik perangi dengan hujjah ilmu agama.
    5. At Taubah (9) ayat 113: Musrik jangan dido’akan agar tidak musrik.
    6. An Nisaa (4) ayat 48,116: Nusrik tidak ada ampunya dari Allah untuk tidak musrik.
    HIDUP STEVEN, HIDUP STEVEN, HIDUP STEVEN DENGAN MUSRIKNYA.

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Sioegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  75. Wow,great! This article is really excellent! You must see !

    Blu-ray Burner software is a powerful and best video Blu-ray DVD burner and Blue-ray burner tool.It can help you burn videos to Blu-ray Disc (BD) and also enable you to burn all these videos to Blu-ray disc and create your own Blu-ray movie.

  76. Sioegana Gandakoesoema….anda siapa
    trus guru anda Siapa…..Kok comentnya ga kompeten ngejelimet ga jelas
    kasih coment yang singkat intinya apa…..

  77. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Albaqarah: 30)

  78. jangan terpancing oleh Soegana, dia mah PROVOKATOR, so PINTAR, mau jadi PEMBAHARU, NGACA BUNG….!!!. jdi ahmadiyah itu merasa menjadi umat yang benar2 lurus, karena dijauhi oleh mayoritas islam , karena mereka berkaca pada kaum islam yang lurus pada zaman Nabi Muhammad SAW. yg dijauhi oleh mayoritas kaummnya…, PIKIR BUNG..!!, ANDA ini meyimpang dari ISLAM….!!!, klo dulu Nabi Muhammad itu sudah disebutkan dalam injil, bahwa akkan turun Nabi…., klo Ahmadiyah disebut dimana…??,yg pasti bukan di qur’an, yg jelas2 menyebutkan ga ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW., dah deh jgn diplesetin ayat2 al-qur’an, kan ente punya kitab sendiri…..

  79. To soegana.
    Anda bilang jangan memberhalakan nabi/ulama/pemimpin, nah anda sendiri memberhalakan MGA hingga jadi nabi!!!!
    Anda bilang jangan memberhalakan nabi/ulama/pemimpin, nah anda memberhalakan Dawam Raharjo sebagai pencipta Agama Allah!!!!
    Mulut dan perbuatan bertolak belakang
    Meniru akhlak dan sunah rasul mengkultuskan nabi???
    Kalau kami bilang Muhammad adalah putra allah, baru kami mengkultuskan Nabi Muhammad….
    Islam tegas Asyhadu anlaa illaa haillallah, wa asyhaadu anna muhammadarrosullullaah.
    Nabi muhammad hanya ‘utusan’ Allah yang membawa agama risalah yang sempurna Islam (tanpa embel2).
    Tau kenapa nabi muhammad jadi penutup? karena sampai kapan pun akidah tauhid akan terus dcoba untuk dirusak, setelah berhasil membuat tuhan jadi 3, selanjutnya yuk kita bikin nabi baru.

    Coba renungkan ya mas soegana, insyaf, renungkan arti 2 kalimat syahadat

  80. assalamualaikum..yaa ikhwan…

    kasian betul orang2 pinter, saking pinternya sampai keblinger…
    tobatlah saudara2ku…khususnya bagi antum2 yang sudah yang mencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan…(lebih khusus lagi to \Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi.\
    sekali lagi…taubatlah, sebelumnya ruh meniggalkan jazad antum dan belum sempat bertaubat….
    kembalilah pada alquran dan assunnah dengan pemahaman yang benar sesuai pemahaman salaful ummah(pendahulu umat)…
    siksa Allah begitu dahsyat…,jangan sampai antum menyesal pada hari dimana penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi…

    Semoga Alloh membuka hati dan pikiran antum yang tersesat kembali pada jalan yang haq…

    Ya Alloh…yang Maha Tunggal, Maha Benar, Maha Suci…hari ini telah terjadi penghujatan dan penghinaan pada kitab suciMu ya Alloh…menghina kitab suciMu berarti menghina Engkau ya Allah..dan hari ini juga telah terjadi pendangkalan ajaran RasulMu ya Allah..satu2nya manusia yang langsung Engkau tuntun dan bimbing kehidupannya melalui ayat2Mu…

    Ya Alloh…jika mereka tidak bertaubat….berilah pelajaran dan peringatan pada mereka yang didalam hatinya mempunyai niat busuk, dusta, iri hasad dan dengki untuk mengaburkan, mendustakan ayat2 suciMu dan Sunnah NabiMu…, agar semua orang tahu kedustaan dan kebusukan mereka…
    Ya Alloh…jika mereka bertaubat ikhlas karnaMu…terimalah taubat mereka…mudah2 Engkau sudi membersihkan dosa2 mereka dan sudilah Engkau memberikan bimbingan, petunjuk serta menjaga mereka supaya tidak menjadi orang2 yang Engkau murkai….

    TAUBATLAH SAUDARA2KU SEIMAN (KHUSUSNYA ORANG YANG MENGAKU PEMBAHARU ISLAM DAN ANTEK2NYA) SEBELUM RUH SAMPAI DIKERONGKONGAN, SEBELUM MATAHARI TERBIT DARI BARAT…KARENA PADA SAAT ITU…PINTU TAUBAT TELAH DITUTUP….
    ISLAM TELAH SEMPURNA…TIDAK PERLU DIPERBAHARUI…

    BAAROKALLOOHU FIIK….

    WASSALAMU’ALAIKUM

  81. I am really very happy for providing the nice impression in this blog and this info is very helpful for me that to this is very much satisfied by the info in this blog. I am very much thanks for visiting this website and utilize the great services in this blog.

  82. I am really admired for using the great technology is visible in this blog and the different services in this blog. This is really like it very much for the great technology is visible in this blog

  83. that is used in the shade of light color used for decorative mirror, mirror and used for the XueMang or waterproof plane radiation special mirror. If there is no product category logo, consumers can’t correctly identify the purchase in the use of sunglasses, effect use effect.

  84. “MUI wajib bersih dari unsur aliran sesat dan pendangkal akidah!” Gemuruh tepuk tangan spontan meriuhkan Istana Ballroom Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Kamis siang pekan silam. Kalimat itu adalah penggalan salah satu item draf rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dibacakan dalam sidang pleno.that is right clothing manufacturers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *