Murah itu Mahal

Ketika SD dulu, kami sekeluarga pernah pulang kampung beramai-ramai. Istilahnya, “Pulang Basamo” – pulang bersama. Konvoi banyak mobil, dari Jakarta, Merak, menyeberang Selat Sunda, terus menjelajah selatan Sumatera, sampai akhirnya tiba di desa kecil yang bernama Silungkang.

Sebetulnya ada pilihan naik kapal laut, ataupun kapal terbang. Tapi naik kapal laut betul-betul membuat pusing, mabuk saya. Sedangkan naik kapal terbang ketika itu masih cukup mahal biayanya.
Lagipula jika bisa seru menjelajah naik mobil, kenapa naik pesawat?

Ya, ketika itu jalur Lintas Sumatera belum ada. Banyak jalanan di rute kami yang masih berupa tanah dipadatkan. Kadangkala jembatannya adalah beberapa potong pohon yang dibentangkan diatas sungai, atasnya dibuat rata dengan beberapa buah papan. Ya, perjalanan pulang kampung ketika itu benar-benar adalah sebuah penjelajahan πŸ™‚

Nah, ketika perjalanan sejauh itu, di rute yang tidak terlalu ramah, keamanannya pun tidak terlalu meyakinkan, sambil membawa keluarga dan anak kecil; maka konvoi adalah suatu keharusan.
Sungguh menyenangkan – pulang kampung bersama kawan-kawan dan saudara sepermainan, bersama-sama menjelajah ratusan kilometer bumi yang asing bagi kami.

Anyway, akhirnya kami tiba di desa bernama Silungkang itu. Bagi anak kota seperti saya, kampung adalah suatu tempat yang amat menarik. Semuanya serba luas ! Bisa lari ke segala arah tanpa menabrak tembok πŸ™‚
Dan sungainya – bisa seharian main disitu dan tidak bosan. Nanti ketika sudah agak besar, kadang juga menemani para paman memancing, atau, menjala ! Benar-benar seru.

Ketika malam turun, kami masuk ke rumah gadang milik keluarga besar masing-masing. Rumah kayu berukuran besar ini bisa menampung beberapa keluarga di dalamnya.
Disini, waktu seperti berhenti. Kami bisa melihat berbagai foto dan benda dari zaman Jepang dan Belanda, masih tersimpan baik. Orang zaman dahulu memang begitu, mereka memperhatikan benda-benda miliknya dan dirawat dengan baik. Bahkan ketika benda tersebut sudah tidak digunakan lagi sekalipun.

Seperti sebuah mainan pesawat terbang yang saya temukan di lemari pajangan. Tadinya saya kira hanya pajangan. Bagus, pesawat Spitfire, yang digunakan Inggris di Perang Dunia II. Tapi saya segera menyadari bahwa itu bukan pajangan, melainkan mainan.

Namanya anak kecil ya otomatis langsung tertarik melihat mainan πŸ™‚
Apalagi ternyata mainan ini dulu adalah milik salah satu paman saya ketika masih kecil, kemudian diturunkan lagi ke saudara-saudaranya yang lebih kecil – terus sampai akhirnya habis anak kecil di rumah itu, karena sudah besar, dan membawa anak-anak mereka juga pergi merantau ke berbagai penjuru Indonesia. Dan sejak itu pesawat mainan tersebut disimpan di dalam lemari tersebut.

Saya tercengang ketika menyadari bahwa pesawat mainan tersebut masih bisa dimainkan dan berfungsi dengan baik !
Di sayapnya ada beberapa lubang, yang kita bisa masukkan rudal ke dalamnya. Lalu kita tekan sebuah tombol di belakangnya – wusssshhh, rudal plastik tersebut meluncur kencang dan jauh.

Berapa umur mainan ini ? 30 tahun ?! πŸ˜€
Dan masih bisa dimainkan dengan baik.

Sampai sekarang saya masih takjub jika ingat hal itu. Bukan apa-apa, mainan zaman sekarang kontras total dengan mainan kuno tersebut.
Harganya memang mungkin jauh lebih murah – tapi, baru beberapa kali dimainkan sudah rusak. Minta ampun. Bukan membuat senang, malah merusak kesenangan, karena rusak ketika sedang asyik dimainkan.

Efek sampingnya, anak-anak jadi cenderung tidak peduli dengan barang miliknya. Toh barang cepat rusak juga, buat apa peduli ? Dan kalau sudah rusak ya tinggal beli gantinya. Murah kok.

Padahal sikap konsumtif ini jelas tidak baik, karena berarti (antara lain) kita juga mengajarkan mereka untuk turut mepercepat kerusakan bumi.
Makin banyak barang yang rusak, berarti makin banyak sampah. Padahal plastik dan berbagai bahan pada mainan / barang murahan itu bisa utuh selama ratusan tahun, tidak mudah terurai. Kalaupun terurai, seringkali menjadi zat-zat beracun.

Akhirnya sekarang kami cenderung menghindari membelikan mereka mainan. Kecuali jika jelas bagus, ada manfaatnya, dan bisa tahan lama. Mahal, tidak apa. Kalau perlu biar anak-anak itu yang membelinya sendiri, dengan menabung dulu. Jadi biar mereka tahu nikmatnya mendapatkan sesuatu dengan usaha mereka sendiri.

Foto di atas adalah sebuah Air Conditioner (AC) merk Sanyo, yang mungkin sudah berusia sekitar 15 tahun. Dan AC ini masih dingin πŸ™‚
Cukup mencengangkan, terutama ketika dibandingkan dengan berbagai AC yang baru akhir-akhir ini. Ada yang baru satu tahun sudah rusak – tidak lama setelah masa garansinya habis.

Apa bedanya AC yang baru ini dengan AC Sanyo tersebut?
Bagi orang awam seperti saya, tidak jelas, kecuali satu hal – harganya JAUH lebih murah. Made in China pula. Klop dengan imagenya yang murah meriah. Karena itu kami kemudian membelinya dalam jumlah banyak untuk beberapa kantor kami.

Apa yang kemudian terjadi ? Tidak saja banyak yang rusak, namun juga pemakaian listriknya sangat boros.

Ya, niat ingin menghemat – alhasil malah merugi. Murah itu ternyata Mahal !

Yang di samping ini adalah sebuah kursi belajar. Merk Chitose. Umurnya mungkin sudah 20 tahun.

Nah, bisakah Anda temukan cacat pada kursi tersebut ?
Boro-boro menemukan cacat, mungkin komentar Anda malah “hah 20 tahun, yang bener??” πŸ˜€

Ya, harga kursi ini dulu juga tidak terlalu murah. Tapi, inilah cara kita membeli barang zaman dahulu – cash, kalau perlu menabung dulu. Dan sebagai investasi / aset jangka panjang, digunakan & dirawat dengan baik.
Hasilnya, barang yang mahal tersebut awet selama puluhan tahun. Dan harga awal yang dikira mahal itu, ternyata sebetulnya murah.

Coba kita bandingkan misalnya dengan kursi zaman sekarang yang harganya Rp 150.000. Dengan daya tahan mungkin 2 tahun, sebelum mulai rusak disana sini.
Berarti per tahun seperti kita mengeluarkan biaya sebesar Rp 75.000 untuk kursi tersebut.

Kursi Chitose yang mahal ini mungkin sekarang harganya sekitar Rp 500.000. Dengan masa penggunakan (sampai saat ini) selama 20 tahun, maka seperti kita mengeluarkan biaya per tahunnya hanya Rp 25.000 saja untuk kursi ini.

Ternyata, walaupun harganya lebih mahal, sebetulnya kursi Chitose tersebut lebih murah (paling tidak) 3x lipat daripada yang kursi murahan tersebut. πŸ™‚

Zaman ini memang penuh tipuan. Yang kita kira murah, ternyata sebetulnya mahal. Yang kita kira mahal, ternyata sebetulnya murah.
Jika tidak berhati-hati, maka kita bisa tertipu dan uang kita jutaan rupiah bisa terbuang percuma begitu saja.

Jadi jangan lupa – Murah itu Mahal !

Tulisan terkait : Murah versus Kualitas

631 thoughts on “Murah itu Mahal

  1. Pertamax! Masih musim kah? πŸ˜€
    .
    Setuju mas… duit atawa harga emang gak bohong! πŸ™‚

  2. Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.

  3. Murah itu mahal ..? sambil garuk2 kepala .. Yup saya yakin yg mahal adalah belajar merawat dan menghargai sesuatu yg sudah di beli dengan susah payah .. Barang kualitas bagus pun kalo tidak dirawat , ya ancur ..hehe

  4. kalau harga sih emang menurut saya mencerminkan kualitas…
    bener tuh mas yg nikmat’a punya barang hasil jerih payah nabung sndiri…wuih….pasti ngerawat bener2 tuh barang…haha

  5. Terpenting lagi adalah hati2 dan teliti. Karena nggak sedikit pula barang yang mahal tu pasti awet. Barang sekarang sepertinya lebih rawan rusak daripada pendahulunya.

  6. Setuju banget…
    .
    Murah itu mahal, yaps, kita emang harus mempertimbangkan nilai ekonomis dari benda tersebut…syukur-syukur dari benda tersebut bisa menghasilkan uang (benda produktif)
    .
    Sumbang sharing ya…yonna juga diajarkan bahwa memiliki mobil sendiri ternyata lebih murah daripada naik kendaraan umum. (?)
    .
    Dengan memiliki mobil yg CC-nya tidak terlalu besar (paling besar 1500) dan irit – tepatnya ini definisi first car – yang menghabiskan biaya bensin premium Rp 600 ribu sebulan. Jika ongkos kendaraan umum menghabiskan biaya sebesar Rp 400 ribu sebulan…..
    .
    Tidak sampai situ….
    .
    Oke lah dengan biaya cicilan kredit mobil dan perawatannya bisa menghabiskan total Rp 45 juta setahun. Namun berkat mobil tersebut, mobilisasi kita jadi lebih mudah, menghemat waktu (meski masih terkena resiko macet), aman, nyaman dan membantu kita menghasilkan uang. Dibandingkan dengan naik angkot yang belum tentu nyaman sudah pasti membuat baju jadi kusut karena berdesak-desakan di dalamnya, sudah pasti tidak nyaman, keamanan diragukan, serba repot karena harus menunggu kendaraan umum sesuai trayek tersebut lewat, memakan waktu, tenaga dan pikiran (kesal karena terinjak kakinya, hampir jatuh karena didorong, dll).
    .
    Unseen values yang sebenarnya viewable untuk dihitung dan dicari nilai ekonomisnya. Ternyata memang lebih murah mempunyai mobil (dengan syarat nyetir sendiri), apalagi mobil tersebut bisa “memberikan” kita uang (maksudnya kita jadi semangat cari uang dan semangat nabung). Murah memang mahal. Sama seperti “sederhana itu mahal” (bukan restoran padang sederhana yah :mrgreen: )

  7. adakah kaitan topik tulisan ini “murah itu mahal” dengan dunia open source dan Linux? Sebagaimana kita tahu software open source terutama sekali Linux dan segala isinya sangat murah dibandingkan OS propiatery lainnya. Bahkan gratis, lebih dari itu ongkos kirim CD dan CDnya sendiri gratis (Ubuntu).

    Pertanyaannya? apakah menggunakan software FOSS yang murah itu sebenarnya mahal semisal isi tulisan di atas?

  8. Hebat juga kursinya bisa tahan 20 tahun
    kursi di rumah ane kalo udah 5 taun pasti pada jebol2 πŸ˜€

  9. tidak semua yang murah itu menimbulkan efek lanjutan menjadi mahal … contohnya perangkat lunak opensource … siapa yang mau menyangkal kalau memakai paltform opensource dapat mengakibatkan membengkaknya biaya produksi atau perawatan … justru dengan membeli perangkat lunak proprietary yang mahal maka akan semakin mahal pula ongkos produksi dan perawatannya karena keterikatan dan ketergantungan dalam layanan …

    mengenai benda-benda yang biasa dibeli juga tidak semuanya yang murah itu malah menjadi mahal, asal tahu cara merawatnya maka dapat lebih hemat … memang untuk produk-produk dengan kualitas terbaik memiliki durabilitas yang lebih baik, namun banyak juga yang hanya sekedar tempelan promo dan kepintaran marketingnya saja …
    untuk kasus barang-barang buatan jaman dahulu, dahulu itu yang membelinya masih sedikit jadi semua barang dapat dibuat dengan ketelitian tinggi bahkan kebanyakan home industri … sedangkan produk2 jaman sekarang sudah dibuat massal, sistem manufakturnya juga kebanyakan sudah dilimpahkan ke pihak ketiga sehingga quality control sangat susah diberlakukan disamping permintaan pasar yang sangat mendesak yang mengakibatkan pihak industri lebih memilih tutup mata tutup telinga yang penting banyak laku terjual …

    memilih barang dengan kualitas baik, harga yang cocok, serta dapat merawatnya sebaik mungkin … itu mungkin yang lebih diutamakan ketika membeli suatu produk … juga tidak mudah terbuai dengan iklan dan trik marketing …

  10. ternyata sebuah barang tidak bsa dilihat dari harganya.
    blum tentu barang yang berharga murah kualitas jelek.
    blum tentu juga barang mahal berkualitas bagus.
    tergantung siapa yang buat juga sih πŸ™‚

    tergantung made in mana juga πŸ™‚

  11. Linux yg sangat murah ternyata mahal.



    Memang ada barang2 elektronik tertentu yg di desain untuk rusak setelah garansi bahkan ada yg tidak lama, 1 hari setelah masa habis garansi. Toh, garansi jg sebenarnya kan kita bayar. Usul gmn kl konsumen diberi pilihan untuk tidak garansi dg pengurangan duit premi garansinya



    Bicara tentang awet kursi, 20 tahun belum seberapa. Time framenya 200/300/1000 tahunlah.

  12. Aduh, masalah awet engganya emang tergantung kualitas barang,
    tapi qta pun mempunya andil besar dlm penjagaannya . . .

    Mudah2an barang gw bisa kejaga ampe tua, hehehe . . .
    Ok sob . . .

    .Peace.

  13. hehe…padahal ada pameo yang terlanjur dipercaya bahwa barang mahal sudah pasti bermutu… tapi kalu mahal-tidaknya bisa dimanipulasi, ya repot juga…

  14. memang benar ya. produk2 jaman sekarang emang jauh beda kualitasnya dengan dulu. sekarang, seiring permintaan yang makin meningkat, produsen cenderung mengedepankan kuantitas alih2 kualitas. yang penting bisa bikin sebanyak mungkin, sesingkat mungkin dengan ongkos serendah mungkin. jadi ya begitu, kualitas dikorbankan.

  15. Klo saya kira itu soal permainan harga aja Om dr pedagang.. jadi lebih baik apabila membeli sesuatu jgn di 1 tempat namun survey dulu..nice post bro..

  16. Saya setuja,memang bysanya brg yg mahal itu awet dan brg yg murah bysa nya cpt rusak dan boros..

  17. hehehehhehe….artikel yang cukup menarik…buktinya “banyak dikomentari orang”. ditunggu terus artikelnya broer

  18. Great post, dude. And nice blog as well, wish to know what it says on it, but can only see the beauty of it. All the best to you.

  19. betul banget..jika dibandingkan barang buatan zaman dahulu dan sekarang kualitasnya sangat jauh dan ini berlaku untuk barang apapun, pelengkapan kantor atau rumah tangga. Dari dulu hingga saat ini saya percaya bahwa ‘ada harga ada kualitas’..

    btw, tentang posting di atas, saya tidak hanya menangkap pesan tentang ‘murah itu mahal’ tapi juga serunya perjalanan menuju kampung halaman serta tentang indahnya desa dan disampaikan dengan sangat menarik..sukses ya.. salam kenal.

  20. salam kenal.. wow..blognya bagus banget, saya harus belajar dari anda nih tentang ide bagus sebagai tema artikel dan bagaimana menyampaikannya…

    murah itu mahal…saya sepakat banget, ini pengalaman yang mungkin dialami dan akan diamini oleh banyak orang. Tapi saat membaca artikel di atas, yang paling saya bayangkan adalah serunya perjalanan menuju kampung halaman…duh jadi pengen bikin perjalanan semacam itu..hehe.

  21. Menurut pengalaman saya pribadi barang-barang dulu memang benar-benar mengutamakan kualitas dan produksinya pun sedikit sehingga wajar bila dibanderoldengan harga lumayan mahal. Sedangkan sekarang hanya mengutamakn kuantitas dan murah biar cepet laku

    Betul gak mas?

  22. Ya saya setuju. Memang zaman sekarang dunia industri maunya cari untung tanpa memikirkan dampak lingkungan…dunia terlalu banyak sampah yang tidak bisa didaur ulang…manusia modern adalah manusia yang sangat boros…

  23. betoel sekaleee…
    haarga emank gk bs boonk…
    harga itu emank mencerminkan kualitas..
    walaupun emank ada beberapa yg cheap tp good quality,so hoki-hokian aj dech..

  24. Selain harus pinter memilih, sebelum beli sebaiknya kita banyak nanya ama orang lain atau cari review annya di search engine

  25. yang pasti kita harus teliti sebelum membeli…g jarang juga barang mahal kualitasnya keok….tapi barang murah kualitas mewah itu yang kita pengenin…ya g?

    …buat teman-teman yang ingin membeli link dengan 2000 rupiah saja
    untuk meningkatkan pagerank & alexa kunjungi kami…thanks

  26. “Murah itu Mahal” bener banget tuch ……
    => orang cari barang pasti pengennya yang harganya murah tapi berkualitas, jadi si “MURAH” bener2 “MAHAL” tuch karena laris …. πŸ˜€

  27. wah..jduerr…dalem banget mas..makasih dah ngingetin…mungkin aku orang yang paling sering ketipu..pengen beli yang murah malah jadi murahan…

  28. renungannya dalem banget
    jd inget mainan lama yang hanya sekedar di loakkan padahal sudah menemaniku lama .
    seperti diecastku dulu. sekarang banyak diecast yang kualitasnya tidak menjanjikan

    hargai lah barang kenangan

    nice post

  29. lam kenal mas,..sebenarnya kita beli barang tuh buat jangka waktu berapa lama sih?apabila buat jangka waktu yang lama belilah yang agak mahalan supaya kualitasnya lebih bagus,..daripada beli yang murah justru akan lebih mahal jadinya karena membeli barang yang kualitasnya jelek terus cepet rusak dan harus beli lagi jadi double kan harganya..

  30. kadang normal emang seperti itu .. ada kalanya kita sering merasa ragu dulu dengan namanya yang lebih mahal

    padahal ya itu ga selamanya yang murah itu menguntungkan …

  31. Inspiratif sekali mas…Iya saya juga merasakan anak2 sekarang jadi kurang menghargai dan merawat mainannya sendiri setelah beberapa hari,apalagi bila mulai rusak…Dan itu berbahaya bagi kepribadiannya kelak ketika dewasa.Mksh

  32. kaya’na sangat menarik mas ‘penjelajahannya’.. sayangnya, saya ga pernah ngalamin, kerja jg deket dgn rumah, sodara jg ga ada yg jauh, smua pada ngumpul..

    salam kenal mas.. πŸ˜‰

  33. @yonna – betul banget πŸ™‚
    .
    Memang yang “not obvious” itu yang sering terlewat. Padahal, seringkali itu justru yang paling signifikan, he he.
    .
    Contoh mobilnya itu relevan banget. Mobil itu bukan cuma untuk bergaya, tapi memang dia bisa menghemat biaya kita juga.
    .
    Thanks untuk sharingnya πŸ™‚

  34. @qwert – Bicara tentang awet kursi, 20 tahun belum seberapa.
    .
    Untuk zaman SEKARANG, dimana barang2 lazim sudah rusak setelah hanya 1 – 2 bulan pemakaian, 20 tahun itu sudah serasa seperti 200 tahun πŸ™‚

  35. @Syams Ideris – pertanyaan yang bagus !
    .
    Jawabannya : bisa ya, bisa tidak πŸ™‚
    .
    Pada intinya, IT adalah alat / tools. Jadi kita harus gunakan dengan tepat.
    Jika ada sekrup garis, tentu kita pakai obeng garis juga. Kalau kita pakai obeng kembang, justru tidak akan bisa terbuka.
    .
    Demikian juga dengan IT. Gunakan alat yang tepat untuk kebutuhannya.
    Kalau salah pakai alat, ya salahkan diri sendiri. Jangan malah menyalahkan alatnya πŸ™‚
    .
    Nah, yang sering kejadian saat ini, ada masalah yang bisa dipecahkan oleh alat open source. Tapi kemudian ternyata malah menggunakan alat / software yang proprietary. Ya hasilnya jelas jadi ngawur.
    .
    Kami menemukan di lapangan bahwa SANGAT banyak masyarakat bahkan belum tahu ada Open Source / Linux / dll πŸ™‚
    Kalau belum tahu, lalu bagaimana mereka bisa melakukan pilihan yang tepat kan ?
    .
    Jadi itu yang kami sedang kerjakan saat ini – memberitahu masyarakat, bahwa mereka punya pilihan.
    .
    Ya, saya tidak anti software proprietary. Yang saya anti adalah penipuan (proprietary adalah yang TERBAIK, dst), pemaksaan (forced upgrade, dll), dan berbagai hal lainnya yang tidak baik.
    .
    Mudah-mudahan menjelaskan πŸ™‚

  36. memang perawtan hal yang paling penting, kalo punya mobil merci ga bisa ngerawat, beli bensin sama juga bo ong

  37. murah itu mahal?
    emag sech,..
    1 contoh tmbahan,..
    ketika kita beli makanan murah,..
    ( tntu kualitas kesehatannya sangat rendah)
    maka badan kita akan mudah sakit,..
    so, biaya pnobatan kita akan jauh lebih mahal,..
    it’s nice,..

  38. murah itu mahal.?
    postingan yang menarik..!!!!
    tapi begitulah hidup, segalanya serba maju, gak ada seorangpun yang mau ketinggalan, dan yang dulunya kebutuhan skunder, sekarang sudah jadi primer. Contoh paling simple Handphone..!!! benar??

  39. Wah…kata2 yg sangat menarik nih..
    Murah tapi Mahal ?? (^_^)..he..3x
    Sangat kontras tp menyentuh bgt tuh kata2nya…(^_^)..he..3x

  40. Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.

  41. The High Cost of Low Cost… waktu jaman kuliah, pernah baca majalah dimana ada “old school” electrical engineer yang comment: melihat bagaimana barang2 *elektronik* dibuat saat ini, suatu hari, produsen harus taruh expiry date on barang2 elektronik buatannya…mgkn itu yang terjadi sekarang pak πŸ˜›

  42. Nice share…
    kadang2 barang yang secara kasat mata harganya murah
    klo dipikir2 bakal jadi lebih mahal karena perawatannya
    butuh biaya ekstra
    dibanding barang kualitas bagus
    yang harga beli pertamanya pasti lebih mahal

  43. setuju mas kadang kita lupa diri bila melihat harga murah dan juga merek yang kita lihat di televisi, akan tetapi bila rusak langsung di buang padahal hal tersebut akan mencemari bumi kita ini..

    artikel yang bagus mas

  44. barang-barang dulu memang lebih tahan banting daripada yang sekarrang, soalnya benar-benar mengejar kualitas, klo yang sekarang lebih ke arah komersial dan kuantitas semata..

  45. setuju….. sekarang karna banyak konsumen yang suka barang murah maka produsen pun mengakali dengan cara membuat produk low quality.

  46. @Taufan – “The High Cost of Low Cost” – menarik πŸ™‚
    Setuju sekali dengan statement tersebut.
    .
    Mudah-mudahan dunia bisa kembali menjadi “waras” kembali, amin.
    .
    @edwin – betul sekali ! banjir barang murah tapi rongsokan ini sebetulnya ya karena kita sendiri juga.
    Kita minta, dan kita beli – ya produsen tinggal membuatkan tho?
    .
    Stop barang murahan – jangan beli. Pilih barang yang Mahal (tapi sebetulnya murah) πŸ™‚

  47. yaah…tergantung cara pake-nya juga siih…plus pinter2 seleksi barangnya,…
    btw, bagus artikelnya…hehehe

  48. murah itu mahal.???
    postingan yang menarik..!!
    produk2 sekarang kualitasnya jauh beda dengan dulu. sekarang, seiring permintaan yang makin meningkat, produsen cendrung mementingkan kuantitas bukan kualitas. yang penting bisa bikin sebanyak mungkin, sesingkat mungkin dengan ongkos serendah mungkin. jadi ya begitu, kualitas dikorbankan…

  49. yup….in the long term, expensive (and the quality one) things are more economic than the cheap one

  50. Klo saya sih pilih barang gak tergantung ama murah apa mahalnya, tapi tergantung ama fungsinya. Tapi awet pa nggaknya barang juga tergantung ama pemakaian, klo jaman sekarang anak-anak kurang menghargai barang, dibeliin eeeh malah dibuang-buang, klo nggak di coret-coret, yah mana bisa awet. Klo dulu mainan di cuil dikit aja dah kena omelan nyokap, beruntunglah anak-anak sekarang.

  51. tadinya pengen murah malah jadi mahal. mendingan beli barang yang berkualitas tapi mahal dari pada kelas dua yang murah cepet rusak dan beli lagi, beli lagi..

  52. Yup!
    Kadang orang lebih mentingin harga awalnya, tidak memikirkan gimana setelah dipake dan sebagai-sebagainya.
    πŸ™

  53. banyak tipuan disana-sini, yang ketipu ingin membalas nipu.. dan seterusnya… πŸ™‚ tapi banyak juga yg jujur dan baik.. seimbang ya..

  54. Kalo ingin investasi barang, ya beli aja yang mahal.
    Sedikit lebih mahal gak apa-apa asalkan awet.

  55. beli yg murah tapi jangan murahan,
    jangan beli yang mahal….apalagi kemahalan,
    belilah sesuai budget yg kita punya,
    teliti sebelum membeli.

  56. klo pengalaman saya sih, jaman sekarang. udah jarang banget barang yang berkualitas tinggi dan awet!
    harga mahal lebih cenderung karena pengaruh nilai merk/labelnya.
    jadi yang dibeli mahal itu bukan cuma kualitas barangnya tapi nilai merknya.

  57. wh,bener juga nih…murah versus kualitas..
    emang kayakx agak sulit di temukan d zaman sekarang…
    lebih baik beli yg harga sedang kualitas sedang juga..

  58. Harga murah atau mahal sebenarnya bersifat relatif dan cenderung subyektif. Sebagai contoh, sebuah lukisan yang kita anggap biasa saja dan harganya mahal tetapi ada juga mereka yang bersedia membeli lukisan tersebut. Kita dapat memilih segala kebutuhan kita sesuai budget yang kita miliki. Sama halnya dengan orang tua yang memilih nama yang paling tepat untuk anak mereka.

  59. btw Silungkang itu sumatra mana?
    aq juga dulu tinggal di sumatra waktu umur 1-5 tahun. Dan pulang ke jawa juga menjelajah. alias konvoy naek mobil ! Dari Medan!
    Muantepp…. wlopun sbenernya rasanya dh agak lupa si.. haha
    Tp ya klo skarang dibayangin gila aja. dr medan ,melahap habis pesisir sumatra sampai jawa, dilanjutin ke jogja.
    Sungguh ptualangan panjang bersama family.

    hmm.. . jd kangen,

  60. Makasih atas infonya,bisa dijadikan acuan inspirasi buatku yang ingin memiliki barang murah tapi berkualitas..Tapi kalau barang jadul memang kuat dan tahan lama dari segi kualitas emang bagus tapi dari segi desain sendiri kurang memuaskan dibandingkan barang2 dijaman sekarang yang lebih mementingkan desain dan lebih futuristik..Semuanya pasti ada kekurangan dan juga ada kelebihan masing2..Semuanya Tergantung dari pilihan kita sendiri..

  61. bukan 500 ribu. tapi 2 juta. kan inflasi di indo bikin duit melar 2 kali lipat tiap 5 tahun.

  62. hmm… malah kadang mahal itu murah lho mas..

    kan relatif to..?? πŸ˜‰

    salam kenal…

  63. Pada saat kita membeli sebuah barang, sebenarnya kita membeli kualitas dari barang tersebut. Pembuat barang telah memperkiirakan jangka waktu pemakaian barang tersebut. Semakin lama umur barang itu, maka semakin mahal harga yang ditawarkan. Selama kita dapat menggunakan barang dengan baik, kita dapat mempertahankan umur barang itu selama mungkin.

  64. hehehe saya juga dulu gitu mas, beli selalu nyari barang murah, eh ujung2 nggak bertahan lama, trus beli lagi,,,, rusak lagi. coba waktu pertama beli langsung yg agal mahal dikit dengan kualitas yg bagus, pasti sekali beli aja.

  65. Apalagi dengan banyaknya produk2 dari cina banyak yg kualitasnya sangat dibawah standar, tapi lambat laun sudah mulai berkualitas. memang kita tidak haru tergiur dengan harga murah.

  66. Menurut saya sih tergantung orientasinya. Kalau memang buat jangka pendek kenapa harus beli yang mahal karena merk yang sudah terkenal, kecuali memang akan berinvestasi jangka panjang beli yang mahal pun akan menjadi murah.

  67. Dibandingkan dengan naik angkot yang belum tentu nyaman sudah pasti membuat baju jadi kusut karena berdesak-desakan di dalamnya, sudah pasti tidak nyaman

  68. emang bener sih biasanya kalo barang yang harganya murah biasanya cepet rusaknya dan barang yang lebih mahal bisa awet tapi ada juga yang kebalikannya lho tapi itu sangat jarang sekali..
    Barang mahal kualitas bagus dan barang murah kualitasnya masih dipertanyakan ..
    info yang bagus maz..
    makacih sudah memposting info ini sangat bermanfaat πŸ™‚

  69. Barang sekarang memang harus murah dan cepat rusak. Biar yang buat tetap bisa jualan, mungkin.

  70. kaya’na sangat menarik mas β€˜penjelajahannya’.. sayangnya, saya ga pernah ngalamin, kerja jg deket dgn rumah, sodara jg ga ada yg jauh, smua pada ngumpul..

  71. betul dan saya setuju karna sudah banyak membukikannya juga.
    mulai dari sepatu, sandal, kaos, baju, sepeda, motor, dan alat elektronik lainya.

    harusnya kita membeli kualitas bukan kuantitas, hehe

    oia ngomong-ngomong blog mas harry ini menarik loh,
    pertama saya baca artikelnya, memang rada aneh.
    karna ada cerita petualangan pulang kampungnya.
    tapi setelah cerita mulai mendekat pada judul, saya mulai menikmati dan salute!
    nice!
    cerita ini dibungkus dengan petualangan hebat yang bukan hanya sekedar cerita pulang kampung tapi ada banyak info tenatang perjalanannya, dari kondisi jalan, pertimbangan jalur darat, sampai pentingnya konvoi untuk jalur sumatera.

    wal akhir, Murah Itu Mahal. : )

  72. kayaknya ga semua yang mahal itu berkualitas dan ga semua yang murah itu mahal perawatannya
    tergantung dari jenis barangnya juga

  73. saya saya cari adalah MUrah Kuat dan Berkualitas
    kalau ada yang murah, kenapa harus yang mahal
    tapi kalo produk china, ga ahhhh gawat tuh

  74. Ho ho ho…. AC saya sudah 25 tahun di pake dan dinginnya masih mantep banget… merek ational……

  75. Inspiratif sekali mas…Iya saya juga merasakan anak2 sekarang jadi kurang menghargai dan merawat mainannya sendiri setelah beberapa hari,apalagi bila mulai rusak…Dan itu berbahaya bagi kepribadiannya kelak ketika dewasa.

  76. Ikut komentar pak..!
    Ya mungkin karena memang barang sekarang kualitasnya harus tidak sebagus barang jaman dahulu, kenapa?
    Alasannya:

    karena manusia sekarang jumlahnya sudah sangat banyak, jadi akan mempengaruhi permintaan terhadap barang (akan tinggi – hukum ekonomi), yang juga akan mengakibatkan penggunaan bahan-bahan dasar utama suatu barang harus dibagi-bagi / diperkecil agar tidak cepat habis. dan hal ini mengapa kualitas suatu barang jadi rendah.

    kualitas rendah suatu barang juga akan mengurangi terhadap lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran masyarakat.

    itu menurut saya lho pak… he..he..he..
    makasih.

  77. Ho ho ho…. AC saya sudah 25 tahun di pake dan dinginnya masih mantep banget… merek ational……

  78. waahhh.. bagus banget bang, kok sempet nulis yg kayak gini yaa
    lhaa yg kayak gini nih, refresh banget,

  79. Memang sih membingungkan klo disuruh beli barang Mahal/Murah karena efeknya yang tidak dipastikan tahan lama. Soalnya walaupun beli barang bermerk tapi terkadang tetep aja kaga bgitu awet..kembali ke faktor penggunaannya juga.Yah klo sekarang sih saya beli barang yang semampu isi dompet aje deh…beli yang bermerk / tidak yah tergantung isi dompetnya hehehe..

  80. hmm..murah tak harus mahal. terutama di dunia software open source ya. contoh: mysql (free) vs oracle (puluhan ribu usd). kalo barang fisik i setuju..

  81. setuju saya dng tulisan ini… tapi ada juga lho barang harganya mahal tapi kualitasnya tak jauh beda dng yg murah.. mahal yg tak tahu diri.

  82. Tergantung orangnya pak. Murah bisa tetap Murah kalau orangnya pandai menilai. Dan Mahal akan tetap Mahal kalau orangnya tidak pandai menilai sesuatu. Sebagai seorang pembelajar, kita harus berproses menjadi manusia yang pandai dan bijak dalam menilai. Thanks infonya πŸ™‚

  83. nice.. like.
    klo saya mas mau posting dari kehidupan pribadi kok susah ya mas, rasanya kok kaya gak bakal ada yang baca banget gt,,..

  84. tak bisa dipungkiri barang-barang zaman sekarang memang murah dari segi harga namun yaa… itu cepat rusak dan kualitas banyak yang tidak KW1 alias kualitas no. 1 he…he…

  85. sebuah pelajaran yang sangat inspiratif mas, memang barang-barang sekarang sedikit sekali yang mutunya sebaik barang-barang dulu. saya juga punya mainan sewaktu kecil diruman orang tua. dan sampai terakhir saya melihatnya masih bisa digunakan, walaupun akhirnya hilang dipinjam siapa.

  86. Perhitungan biaya murah dan mahal memang berkaitan dengan berbagai aspek. Barang yang diproduksi dengan harga mahal karena bahan-bahan pembuatnya yang berkualitas dapat bertahan lama. Sementara itu, barang yang dibuat dengan bahan yang kurang terjamin kualitasnya dapat dijual lebih murah namun ada kemungkinan mudah rusak atau tidak tahan lama. Sebagai konsumen, kita perlu memperhatikan hal ini dan mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu.

  87. interesting article, I really liked your article. I will keep visiting to read your article quality. if you’re willing I hope you can visit my blog. I am very excited to read and read your article. from your loyal fans.Tika

  88. Artikel yang menarik, merubah cara berpikir kita dalam membeli suatu barang. Trims. πŸ™‚

  89. barang2 jadul emang awet2 kok
    hp nokia jadul gw aja dah jatoh dari lantai 2 rumah gw sampe ancur casing berantakan cuma lcd-nya doank yg pecah. mesin gapapa, ganti casing sama lcd dah bagus lagi, masi gw pake tuh
    hp keluaran terbaru? coba banting aja πŸ˜€

  90. gw punya tv toshiba jadul masih nyala,, cuman wattnya gede banget… kalo malem misalnya nyalain tuh tv, listrik pasti ngejepret turun,, hahaha..

    tar kapan2 kalo butuh duit tuh tipi gw jual sebagai barang antik ah…

  91. Kita harus menghitung biaya pengeluaran untuk membeli sebuah produk dengan jangka waktu pemakaian produk yang kita beli tersebut. Selain itu kita juga perlu memperhitungkan daya tahan pemakaian produk yang kita beli. Informasi ini sangat bermanfaat agar kita lebih bijaksana dalam memilih produk.

  92. Pengenya dapat barang murah. efek dari murahan bisa berakibat fatal. seperti bli hape lokal yang murah2 habis malah rusak dan kalo servis biayanya cukup mahal πŸ™

  93. jaman sekarang emang udah berubah drastis,
    dulu maen kelereng sekarang anak kecil udah pada jago maen air soft gun..
    harus bijak menyikapinya..

  94. FLV Joiner is a fast and easy-to-use FLV Video Joiner software. This online Flash FLV Joiner can join and convert FLV, SWF and any other videos to almost any other video or audio formats with super high conversion speed and excellent output quality, such as: convert FLV to WMV, convert FLV to MPEG, convert FLV to MP4, convert FLV to AVI, convert FLV to MP3, convert Youtube to iPod and so on.

    More Information: http://www.flipvideoconverter.org/

  95. Thank you for another essential article. Where else could anyone get that kind of information in such a complete way of writing? I have a presentation incoming week, and I am on the lookout for such information

  96. Where else could anyone get that kind of information in such a complete way of writing? I have a presentation incoming week, and I am on the lookout for such information

  97. ane setuju dengan ini:
    Harga murah atau mahal sebenarnya bersifat relatif dan cenderung subyektif. Sebagai contoh, sebuah lukisan yang kita anggap biasa saja dan harganya mahal tetapi ada juga mereka yang bersedia membeli lukisan tersebut. Kita dapat memilih segala kebutuhan kita sesuai budget yang kita miliki. Sama halnya dengan orang tua yang memilih nama yang paling tepat untuk anak mereka. tempat download game gratis

  98. .

    This is the perfect blog for anyone who wants to know about this topic. You know so much its almost hard to argue with you (not that I really would want…HaHa). You definitely put a new spin on a subject thats been written about for years. Great stuff, just great!

  99. Kursi Chitose yang mahal ini mungkin sekarang harganya sekitar Rp 500.000. Dengan masa penggunakan (sampai saat ini) selama 20 tahun, maka seperti kita mengeluarkan biaya per tahunnya hanya Rp 25.000 saja untuk kursi ini.

  100. Pertamax! Masih Kah Musim? Good luck for the dates. It has been some times since we last heard about the next tour. I hope they can run it accordingly now.

  101. o iya, ada juga yang gak suka pakai barang yg sama dengan waktu yang lama, jadi beli yang murah2 aja. yang penting ganti2 barang terus…heheheh

  102. tak bisa dipungkiri barang-barang zaman sekarang memang murah dari segi harga namun yaa… itu cepat rusak dan kualitas banyak yang tidak KW1 alias kualitas no. 1 he…he…

  103. Thank you for another essential article. Where else could anyone get that kind of information in such a complete way of writing?

  104. mmm…ya begitulah jaman sekarang… Yang kita kira murah, ternyata sebetulnya mahal. Yang kita kira mahal, ternyata sebetulnya murah. hehehe

  105. hmmm wahhh its really a good product of blog . Champion Industries is a manufacturer & exporter of wire mesh,welded wire mesh,perforated sheet,chain link fencing,wire netting,expanded metal,vibrating screen,crimped wire mesh .

  106. Thanks for this beautiful article . Bleached cotton, 100 % pure cotton exporters Snowflakes is the brand name of Absorbent Bleached Cotton.

  107. murah murah tapi ada mau nya…
    biasa lah begitu, murah sekarang besok brodol sperpat mahal

  108. wah,keren bro web-nya,salut-salut2!!!
    Thx buat Informasinya ya…
    btw,boleh nanya bro?gmn cara ningkatin PR ya?bagi2 infonya ya bro.thx

  109. kualitas jaman dulu ama sekarang beda bgt..contohnya HPku…yang 3315(hp pertama) yang masih kusimpan sampai sekarang buat kenangan masih bagus walaupun udah beberapa kali jatuh…tapi hp ku yang N97 begitu jatuh langsung hancur..harganya aja yg mahal…jadi menurutku mahal atw murah nggk ada hubnya sama ketahanan barang tersebut..yang penting kualitas dari barangnya…banyak kok barang murah tapi kualitasnya bagus…

  110. Murah itu mahal ..? Yup saya yakin yg mahal adalah belajar merawat dan menghargai sesuatu yg sudah di beli dengan susah payah .. Barang kualitas bagus pun kalo tidak dirawat , ya ancur ..hehe

  111. Orang Indonesia memang sering berpikiran sebaliknya. Menganggap murah = bagus dan mahal = menguras kantong dengan sia-sia. Itu adat yang sulit dirubah. Terima kasih infonya.

  112. Saya setuju dengan pernyataan bahwa murah itu mahal…Saya juga pernah alami pada saat mudik dari Batam to Tanjungpinang, karena mau irit pake motor, eh mana ternyata dijalan ban motor gembes… minta telp pak tukang habis 60rb…. pulang pergi 20rb.. mending naik taxi aja tuh..Kunjungi juga website tas branded, dompet branded

  113. Harga murah atau mahal sebenarnya bersifat relatif dan cenderung subyektif. Sebagai contoh, sebuah lukisan yang kita anggap biasa saja dan harganya mahal tetapi ada juga mereka yang bersedia membeli lukisan tersebut. Kita dapat memilih segala kebutuhan kita sesuai budget yang kita miliki. Sama halnya dengan orang tua yang memilih nama yang paling tepat untuk anak mereka.

  114. Dibandingkan dengan naik angkot yang belum tentu nyaman sudah pasti membuat baju jadi kusut karena berdesak-desakan di dalamnya, sudah pasti tidak nyaman

  115. Memang jika ingin beli barang harus yang berkualitas dan biasanya harganya pun mahal… jangan beli yang murahan tapi gampang rusak yang akhirnya menjadi pemborosan.
    Thanks uts artikelnya..

  116. waduh.. mas harry peritunganya rinci banget!!! perlu belajar banyak dari mas nich.. thanks banget infonya yach..??

  117. Jadi inget pedoman kuno….’rego nggowo rupo”. Kalau mahal…biasanya lebih berkualitas. Tapi yang penting bukan hanya karena ‘gengsi’ lantas kita rela membayar mahal.

  118. bener nih..
    sama seperti premium vs pertamax
    padahal pake pertamax lebih irit dibanding premium.
    dan kondisi mesin juga lebih baik pembakarannya dibanding premium.

  119. setuju sekali klo murah itu mahal karena kita mesti cepat mengganti barang yang baru kita beli, sedangkan barang mahal tapi klo bisa bertahan lama menjadi murah

  120. bener nih..
    sama seperti premium vs pertamax
    padahal pake pertamax lebih irit dibanding premium.
    dan kondisi mesin juga lebih baik pembakarannya dibanding premium.

  121. zaman sekarang memang serba praktis. Semua minta yang instan dan pesaingan semakin edan.
    China merajai pasaran en sobat2 tau ndiri kualitas” barang berdasar reputasi pembuatnya…
    jadi ingat kata orang zaman dulu dalam bahasa jawa
    “Ono Rupo Ono Rego”
    (artinya: ada bentuk {kualitas} ada harga yang pantas juga)

  122. Emang jalau barang yang murah bisa jadi mahal kalau rusak. soalnya basanya untuk perbaikinya juga mahal hampir sama harga beli baru, so beli barang lihat kualitas bukan fitur atau cassingnya duank sob.
    Salam kenal ye o_O

  123. Great ! I just can not stop reading this. It is so cool, so full of information that I just did not know. I am glad to see that people are actually writing about this issue in such a smart way, showing us all different sides to it. You are a great writer. Please keep it up. I can not wait to read what is next

  124. That is some inspirational stuff. Never knew that opinions could be this varied. Thanks for all the enthusiasm to offer such helpful information here

  125. Ini Kunjungan Pertama saya ke Blog ini. Saya Mendapatkan begitu banyak Informasi dari Blog Anda yang sangat bermanfaat ini, terlebih pembahasan bahasanya enak dan mudah dipahami.

    Saya benar-benar sangat berterimakasih atas informasi yang anda berikan. Lain kali saya akan berkunjung lagi dan Saya Bookmark Blog anda untuk mendapatkan artikel terbaru yang akan anda tulis. Keep up the Good Work !

  126. blog ini cukup ramai sekali , penataanya juga cukup bagus ditambah dengan artikel yang bagus pula , sungguh sangat sempurna !!!
    Salam Kenal !!!
    Jangan lupa berkunjung ke blog saya
    Terima kasih

  127. blogs yang sangat berkualitas . memberikan artikel yang sangat baik. penataannya juga tidak kalah canggih.
    Blog yg sangat direkomendasikan !

    salam kenal .
    kunjungi blog saya juga ya.
    Thanks .

  128. Bukannya kalo barang2 zaman dulu emang lebih bagus kualitasnya.. soalnya bahannya ga di irit2 sih ga kaya zaman sekarang. πŸ™‚

  129. Berburu barang dengan harga murah tanpa jaminan, terkadang memang bukan pilihan terbaik untuk kita… tetapi jikalau membeli barang dengan harga murah tetapi dengan jaminan garansi, menurutku itu bisa menjadi salah satu alternativ mas… He.. maklum berburu yang murah di negeri ini sudah menjadi hal yang biasa… πŸ™‚

    Farah Herbal

  130. memang benar jika kita meninvestasikan uang yang cukup banyak utuk suatu barang biasanya jatuhnya kan lebih murah karena biaya operasional jadi lebih sedikit dan biasanya barang mahal itu lebih kuat dan tahan lama.

  131. Murah dan mahal terkadang harus kita pilih dalam keadaan.
    Saat anak2 masih masa pertumbuhan, saya lebih suka memberi baju utk anak2 yang murah2 saja, karena tahun udah ganti. Tapi untuk baju anak2 yang sudah besar, cenderung beli yang bagus ( harga mahal ) karena masa pakainya bisa lama.
    Itu menurutku.
    Salam kenal untuk semuanya ya.

  132. kampung halaman adalah dimana kita di lahir kan dan cintailah kampung halaman

  133. setuju bro… tp yang penting kembali ke fungsinya. murah atau mahal sifatnya relatif.

  134. Wow!! i am very impressed with your lovely post.. i am so glad to left comment on this..this has been a so interesting read, would love to read more here….

  135. Murah dan mahal adalah pilihan. Ketika tidak ada uang, yang murah cukup memenuhi fungsinya kenapa tidak.
    Thanks for share.

  136. uang yang cukup banyak utuk suatu barang biasanya jatuhnya kan lebih murah karena biaya operasional jadi lebih sedikit dan biasanya barang mahal itu lebih kuat dan tahan lama

  137. Wah betul banget tuh gan… Zaman kayak begini mana ada yang murah, ada sih tapi paling KW.. Apa lagi entar zamannya Barack Obama dah gak ada pasti tambah susah lagi.. hehehe πŸ˜€

  138. abis ngebaca artikelnya mas harry.sufehmi, aku jadi ingat kampung halaman deh! πŸ™‚ ! dikampungku, jangankan mainan yg berusia 30 tahun. mainan yang dah berumur setengah abad pun. masih disimpan rapi oleh kakek saya! saya sepakat dengan artikel agan. Murah itu Mahal ( Bahasa yang menarik )

  139. hehehe… iya, memang bener ada harga ada barang.. sering kecewa sama barang yg keliatannya murah tapi g bisa tahan lama

  140. this is an amazing written blog from you and it has awesome data for us i read it thoroughly got enjoyed so i want to thank you on this blog and must keep it up for your fellows πŸ˜‰

  141. setuju mas, yang bikin mahal barang2 murah itu perawatannya.. makanya mending beli mahal dikit tapi awet daripada murah tapi cepet rusak… perinsip ekonomi yg baik.. hehehe

  142. belilah yang mahal, kalo… kebeli!! kalo saya lebih berperinsip belilah sesuai kebutuhan. kalo nabung untuk beli yang mahal.. keburu gak butuh lagi. kebutuhan kita saat ini pasti berbeda dengan 20 tahun nanti.. saat ini kere, tapi 20 tahun nanti…

  143. Memang bila kita ingin melakukan sesuatu tentunya harus dipikirkan dahulu cara yang seefisien mungkin. Saya juga dulu pernah mengalami hal yang sama seperti itu. hehe..

  144. harga murah dan juga merek yang kita lihat di televisi, akan tetapi bila rusak langsung di buang padahal hal tersebut akan mencemari bumi kita ini

  145. Saya setuju sekali murah itu bisa menjebak dan akhirnya jatuhnya mahal. Teman saya bercerita pernah jalan darat ke sumatera sekeluarga , tepaksa makan di tiap pemberhentian. Mending naik pesawat sekali jalan 2 jam sampai. biaya ndak mahal.

    thanks tipsnya.
    salam kenal

  146. As soon as I observed this site I went on reddit to share some of the love with them. β€œLove the little trade which thou hast learned, and be content therewith.” by Marcus Aurelius Antoninus.

  147. iya betul, sebaiknya yang harus diperhatikan adalah kualitas, bukan harganya, terima kasih atas infonya sangat bermanfaat, salam kenal.

  148. for this interesting article. I have book marked this site because
    I really hope you write more articles soon, I plan to share this.
    Sewa Mobil Jakarta

  149. Hi there! I would just like to give a huge thumbs up for the great
    information you have here on this post. I will be visiting your website for
    more groovy info soon.

  150. This is the proper weblog for anyone who needs to find out about this topic. You realize a lot its almost laborious to argue with you (not that I really would need…). You definitely put a brand new spin on a topic that’s been written about for years. Great stuff, just nice!

  151. I am visiting this blog for the first time and i found it very interesting and informative for it viewers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *