Monthly Archives: September 2006

TCCO – Daftar SLJJ dan SLI Murah

Pagi hari ini saya menerima sebuah SMS dari seorang kawan, menanyakan solusi SLJJ dan SLI. Jawaban saya tadi pagi singkat saja, karena via SMS. Tapi kemudian saya terpikir, apakah mungkin ada alternatif-alternatif lainnya ? Setelah saya cari tahu lebih lanjut, ternyata ada.

Terlampir berikut ini adalah berbagai alternatif untuk SLJJ dan SLI yang murah.
Jika Anda ada informasi lainnya, silahkan berkomentar disini.

S L J J (Sambungan Langsung Jarak Jauh)

  1. Fren : Rp 14 / menit

    Kekurangan:
    1. Hanya di Pulau Jawa & Bali
    2. Tarif menit pertama Rp 550 (prabayar) / Rp 400 (pascabayar)

  2. Esia : Rp 50 / menit

    Kekurangan:
    1. Coverage baru mencakup Jakarta/Bandung/Bogor

  3. VoIP Rakyat: Gratis

    Kekurangan:
    1. Hanya kepada sesama pengguna VoIP Rakyat / dari telpon (biasa/HP) ke VoIP Rakyat.
    2. Butuh koneksi Internet

  4. Skype : Gratis

    Kekurangan:
    1. Hanya kepada sesama pengguna Skype, selain itu membayar.
    2. Butuh koneksi Internet
    3. Lebih lambat daripada VoIP Rakyat

S L I (Sambungan Langsung Internasional)

  1. Skype : Gratis

    Kekurangan:
    1. Hanya kepada sesama pengguna Skype, selain itu membayar.
    2. Butuh koneksi Internet

  2. Esia : Rp 1500 / menit

    Kekurangan:
    1. Koneksi ke 53 negara

  3. Gizmo Project : Gratis

    Kekurangan:
    1. Koneksi ke 60 negara, selain itu membayar
    2. Perlu akses Internet

  4. Internetcalls.com : Gratis

    Kekurangan:
    1. Butuh koneksi Internet
    2. Ke 29 negara (selain itu membayar)
    3. Max. 300 menit / minggu
    4. Harus beli credit (top up) terlebih dahulu (namun tidak dikurangi untuk tujuan yang gratis)

Semoga bermanfaat.

Mencegah dibajaknya Domain name para Menteri

Akhirnya yang saya cemaskan mulai nampak – mulai ada yang menyadari akan nilai dari domain name para pejabat.

Untuk menghindari representasi digital para Menteri ini dari diserobot oleh pihak-pihak yang tidak beritikad baik, maka barusan saya sudah mendaftarkan domain name berikut ini ke account saya :

adhyaksadault.com
bachtiarchamsyah.com
bambangsudibyo.com
djokokirmanto.com
ermansuparno.com
fahmiidris.com
freddynumberi.com
hamidawaluddin.com
hassanwirajuda.com
hattarajasa.com
jerowacik.com
kusmayantokadiman.com
maftuhbasyuni.com
meuthiahatta.com
mmaruf.com
mskaban.com
paskahsuzetta.com
purnomoyusgiantoro.com
rachmatwitoelar.com
sitifadilah.com
sofyandjalil.com
srimulyani.com
suryadharmaali.com
syaifullahyusuf.com
taufikeffendy.com
widodoas.com

Perhatikan bahwa itikad saya baik, yaitu mencegah domain name ini dari diserobot oleh para oknum; agar kasus-kasus, seperti disanderanya domain gusdur.com sebesar Rp 1 milyar, tidak terulang lagi.

Bagi para Menteri yang ingin mengklaim domain namenya, saya akan memberikannya GRATIS. Cukup hubungi saya (yang paling mudah adalah dengan berkomentar di posting ini), maka saya akan menyerahkannya tanpa biaya bagi ybs sama sekali.

Warga Bintaro Menuntut Janji PT Jaya Real Property

Pada hari Rabu, 30 Agustus 2006, para warga cluster Permata 2, Bintaro Jaya, melakukan demonstrasi di kantor PT Jaya Real Property Real Property. Dalam jangka waktu 6 bulan, telah terjadi 6 kasus pembobolan rumah warga, dengan interval yang semakin singkat dan kerugian korban yang meningkat drastis.
Seminggu sebelumnya saya baru saja pindah ke kompleks ini, dan cukup terkejut menemukan situasi disana.

Beberapa masalah yang ada :

  1. Jaya menjanjikan bahwa Permata 2 Bintaro adalah kompleks dengan sistim Cluster. Ternyata setelah lama, janji ini tidak juga terwujud. Malah rumah-rumah warga telah banyak yang jadi dibobol perampok.
  2. Di pamflet marketing jelas terlihat hanya ada 1 gerbang masuk ke cluster (single access). Ternyata, belakangan PT Jaya Real Property membuat Permata 2 Extension, dan membobol pagar belakang Permata 2 untuk menjadi jalan masuk ke Permata 2 Extension. Masalahnya, pembobolan tersebut tidak hanya membuka akses ke Permata 2 Extension – namun juga ke sebuah jalan kecil lainnya.
  3. Warga menuntut agar gerbang baru tersebut ditutup kembali, sesuai dengan masterplan awal. Namun PT Jaya Real Property nampak merasa segan untuk melakukannya – mungkin karena dengan demikian mereka akan terpaksa banyak mengeluarkan dana untuk membuat jalan masuk baru bagi Permata 2 Extension.
  4. Penutupan jalan kecil dapat membantu mengisolir dan sekaligus menggabungkan Permata 2 dan Permata 2 Extension menjadi 1 cluster, namun ini ditolak dengan tegas oleh warga — karena akan sangat potensial membuat warga kampung sekitar marah. Dan warga Permata 2 lah yang akan mendapat getah dari situasi ini karena mereka yang paling dekat dengan warga sekitar — bukan PT Jaya Real Property.
  5. Keamanan cluster Permata 2 juga belum bagus — penerangan kurang, orang asing bebas keluar-masuk tanpa hambatan berarti dari security PT Jaya Real Property, pagar sekeliling Permata 2 cukup rendah dan tidak ada kawat berduri, dst.
  6. Selain itu juga ada masalah-masalah lainnya seperti kualitas bangunan; beberapa warga mengeluhkan masalah-masalah pada rumahnya seperti tembok yang retak-retak, kebocoran yang cukup parah, kualitas finishing, dst.
  7. Warga menuntut tindakan yang cepat dari PT Jaya Real Property, setelah tidak ada respons yang serius setelah di protes selama 6 bulan; mengingat Lebaran semakin dekat dan banyak warga yang cemas untuk meninggalkan rumah ketika mudik.
  8. Mendekati Lebaran juga dicemaskan kebutuhan ekonomi yang meningkat akan semakin meningkatkan pula frekuensi perampokan dan kerugian yang ditimbulkan.

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari sini, dan bagus untuk menjadi perhatian para calon pembeli rumah :

  1. Jangan mudah tergiur umbaran janji Marketing. Tetap tenang, dan perhatikan dengan seksama semua detail dari fasilitas yang ditawarkan.
  2. Pastikan bahwa semua fasilitas yang dijanjikan Marketing ada tertulis (hitam diatas putih) di surat perjanjian jual beli rumah – dan jelas KAPAN akan terealisasinya.
  3. Tinjau lokasi sebelum membeli. Catat semua kekurangan yang ada. Minta agar kekurangan tersebut dibetulkan; dan janji tersebut dijadikan lampiran surat jual beli dengan jelas tertulis juga KAPAN realisasinya.
  4. Usahakan membeli rumah yang sudah lama selesai, dan lihat apakah ada cacat-cacatnya. Rumah yang baru jadi biasanya masih belum muncul cacatnya.
  5. Sistim cluster membantu mengurangi resiko kejahatan, namun perlu diperhatikan juga bagaimana sistim keamanan yang telah dijalankan. Apakah orang asing mudah keluar-masuk cluster? Seberapa sering ronda keliling dilakukan? Berapa total jumlah personil keamanan? Berapa personil keamanan yang ada pada suatu saat? Apa saja fasilitas mereka? Apa saja training yang mereka terima untuk meningkatkan/menjaga kualitas mereka? Dst.
  6. Segera setelah pindah ke cluster, silaturahmi dengan warga yang telah ada, dan usahakan untuk meningkatkan kekompakan warga cluster.

Foto-foto :
[ Demonstrasi warga Permata 2 Bintaro ]

Pada kesempatan ini saya menyampaikan rasa salut saya kepada para warga Permata 2, ini adalah warga kompleks paling kompak yang pernah saya temui selama ini. Juga terimakasih kepada para perwakilan dari PT Jaya Property, yang walaupun bukan dari level manajemen (sehingga tidak mempunyai wewenang untuk membuat keputusan), telah bersabar menghadapi para warga yang menuntut hak-haknya. Kecaman ditujukan kepada pihak manajemen PT Jaya Property, yang telah dengan sengaja menghindari menemui warga, dan membuat masalah menjadi semakin berlarut-larut.

Pertemuan dengan Menteri Perumahan, seorang blogger yang antusias

Kemarin siang (6 September 2006) sekitar pukul 13:45 saya tiba di gedung Menpera. Berlokasi di dekat Mabes Polri dan kompleks sekolah Al-Azhar Pusat, kantor tersebut juga bersebelahan dengan kompleks kantor PU (Pekerjaan Umum), sebuah instansi yang terkait erat dengan Kemenpera (Kementrian Negara Perumahan Rakyat). Saya tiba bersama seorang wartawan senior yang membantu dalam soal kualitas artikel yang diposting (karena profesi Menpera sehari-hari memang bukan penulis profesional), dimana saya lebih berkonsentrasi ke soal teknis dan juga memberikan masukan-masukan seputar blog itu sendiri. Sekitar pukul 14:00 kami diterima untuk menemui Bpk. Yusuf Asy’ari, Menteri Perumahan Rakyat di kantornya.

Kesan pertama yang kami dapatkan dari beliau adalah sosok yang ramah dan hangat. Tidak ada tersirat kesan jaga wibawa atau ingin dihormati berlebihan – dimana banyak pejabat pada posisi jauh dibawah beliau justru banyak yang seperti ini. Pembicaraan segera mengalir dengan lancar.

Saya sebagai salah satu rakyat Indonesia mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan beliau untuk membuka diri kepada kita semua melalui blognya. Beliau menjawab bahwa justru beliaulah yang berterimakasih, karena beliau sudah cukup lama mencari-cari cara yang feasible untuk berkomunikasi dengan rakyat. Blog telah memungkinkan ini terjadi – komunikasi langsung antara pejabat dengan rakyat, tanpa ada perantara sama sekali. Suatu terobosan yang sangat luar biasa, apalagi jika kita mengingat bahwa baru beberapa tahun yang lalu interaksi rakyat dengan pejabat biasanya adalah dalam bentuk seperti pertemuan antara presiden dengan kelompok tani, yang telah diatur skenarionya sebelumnya πŸ™‚

Beliau bercerita mengenai berbagai hal yang telah dilakukannya selama ini, termasuk berkunjung langsung ke nyaris semua propinsi di Indonesia. Juga berbagai proyek dan rencana Kemenpera yang cukup mengesankan, walaupun kendala yang dihadapi departemen beliau untuk merealisasikannya juga besar. Saya kemudian mengatakan bahwa kami selama ini hampir tidak tahu sama sekali mengenai semua itu. Beliau tercenung sebentar, dan kemudian berkata itulah salah satu masalah yang mereka hadapi – komunikasi dengan rakyat. Beliau kemudian tersenyum dan menyampaikan harapannya bahwa blog akan dapat banyak membantu dalam hal ini.

Sebuah pertanyaan dilemparkan kepada saya, apakah beda website dengan blog? Saya jelaskan, bahwa blog (singkatan dari weblog) adalah salah satu bentuk website. Kelebihan blog dari website konvensional ada beberapa; seperti kemudahan update, fasilitas interaktif yang mudah digunakan, dan kemudahan pemakaiannya. Belakangan beliau menunjukkan situs Kemenpera yang agak jarang di update, yang bisa dimaklumi karena mendesain CMS (Content Management System) yang bagus memang bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.

Saya kemudian mengajukan usulan untuk memanfaatkan blog sebagai sarana konsultasi berbagai kebijakan Kemenpera dengan rakyat. Dengan memposting sebuah draft kebijakan di blog, maka diharapkan akan dapat banyak masukan langsung dari rakyat, yaitu pihak yang akan merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut. Ini adalah salah satu aspek eGovernment (consultative process) dan kebetulan adalah salah satu hal yang saya garap dalam proyek 5 tahun eGov di Pemda Birmingham. Sejenak beliau terlihat berpikir, dan kemudian dengan antusias menerima ide tersebut.
Beliau juga bertanya apakah blog bisa dijadikan untuk sekali-sekali posting personal beliau ? Yang kami jawab dengan “tentu saja” πŸ™‚ Kalau demikian, tutur beliau, jangan juga terlalu berharap akan bisa sering muncul posting seperti ini, karena kesibukannya yang luar biasa. Tapi sekali-sekali insyaAllah akan ada.
Jadi, mari kita tunggu bersama posting-posting yang merupakan tulisan pribadi beliau, bukan sebagai Menteri atau salah satu pejabat departemen.

Pertemuan dilanjutkan dengan menunjukkan cara membalas komentar di blog dan cara membalas email. Ya, Menpera berencana untuk membalas sendiri berbagai komentar di blognya ! Sempat bingung juga bagaimana cara untuk menunjukkan ini πŸ™‚
Alhamdulillah, beliau ternyata adalah seorang fast-learner. WordPress juga untungnya cukup mudah untuk digunakan, bahkan oleh seorang Menteri sekalipun. Saya hanya perlu menunjukkan satu kali saja cara membalas komentar – lalu belakangan setelah saya kembali ke kantor, ternyata sudah ada satu lagi komentar yang dibalas sendiri oleh beliau. Cukup mengesankan.
Satu orang lagi yang beruntung malah telah dibalas komentarnya langsung melalui email pribadi ybs (silahkan bagi yang beruntung bisa berkomentar disini πŸ™‚ )

Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, apakah SBY telah secara khusus menginstruksikan menteri-menterinya untuk berkomunikasi dengan rakyat ? Jawab beliau, secara khusus tidak ada. Namun, SBY secara jelas telah memerintahkan kami untuk mengutamakan dan memperhatikan rakyat. Maka inilah (blog beliau) salah satu realisasinya.

Agenda pertemuan telah hampir selesai, dan kami bercakap-cakap mengenai beberapa topik ringan. Di antara pembicaraan tercetus oleh kawan saya bahwa ada sebuah rumah susun di Cakung yang kosong. Beliau langsung dengan serius mendengarkan, dengan terus terang tanpa segan mengaku baru mendapatkan informasi ini, dan akan beliau tindak lanjuti. Setelah berpamitan, kami pergi meninggalkan kantor Menpera dengan terkesan. Kami sepakat untuk membantu institusi beliau, dalam segala keterbatasan kami, untuk dapat menghasilkan lebih banyak lagi karya nyata bagi rakyat Indonesia.

Mari kita dukung gerakan menteri nge-blog !

Ada apa Kompas ? bagian kedua

Melanjutkan diskusi di FPK seperti yang dibahas di posting ini, berikut ini dari Sdr. Haniwar Syarif :

Re: Impor Beras
From: Haniwar Syarif

Logika anda dalam mengajukan pertanyaan masuk akal juga..:)

Tapi yang saya tahu begini….

Anton dari dulu termasuk yang merasa nggak perlu impor beras , karena kata data produksi lebih besar dari konsumsi…

Ada teman temannya di kabinet yang berpendapat lain.. dan merasa perlu impor

Setelah beradu argumentasi di kabinet khususnya di jajaran Ekuin…yah disetujuilah impor terbatas 210.000 ton itu, paling nggak karena memang ada data stok bulog menipis. Walau Anton sempat menyalahkan Bulog karena nggak mampu beli beras petani saat panen raya utk stoknya, toh ada fakta bahwa stok bulog menipis, dan ada kebutuhan utk raskin, persiapan kalau ada bencana, atau bahkan kalau harga beras dimainkan oleh tengkulak disuatiu daerah..

Nah , kalau menurut saya sih.., walau pasti mentan bagian dari pemerintah… dia bukan pendorong adanya impor..dan lebih jelas lagi keputusan impor dilakukan kabinet setidaknya jajaran menko ekuin ( lha yang umumkan aja Marie dan Budiono).

Sedang untuk pertanyaan kedua apa pemerintah pengimpor beras.. yaitu betul juga ( maksudnya bukan semata keputusan ANton/mentan). Dan yang ditunjuk pelaksana juga adalah Bulog bukan swasta murni..

Moga moga jawbaan saya logis…smile…lha saya juga bukan siapa siapa ..tapi berusaha jawab lagi… πŸ™‚

Hnaiwar

At 18:19 02/09/2006, you wrote:
>Menteri Pertanian Anton Apriantono berharap pemerintah tidak menambah
>impor beras dari 210.000 ton…..demikian berita di salah satu TV sore
>ini……
>
> Saya bingung Menteri Pertanian itu bagian dari Pemerintah atau
> Pemerintah adalah pengimpor beras….ada yg bisa memberi penjelasan????
>
> Salam
> Kukuh Kumara

Selamat datang di Blogosfer Indonesia, Pak Menteri.

Alhamdulillah, satu lagi Menteri kita telah bergabung menjadi bagian dari komunitas blogger Indonesia.

Bapak Yusuf Asy’ari, Menteri Perumahan Rakyat, telah meluncurkan blognya minggu lalu, sebagaimana dilaporkan oleh Budi Putra dan bloggers lainnya.

Sepertinya komunitas blogger Indonesia memang sedang dirundung duka; dimana sebelumnya Bunda Zidan wafat pada tanggal 31 Agustus 2006, ternyata sebelumnya lagi Ibunda dari Menpera juga telah wafat pada tanggal 28 Agustus 2006.

Namun pada tanggal 30 Agustus beliau telah kembali meneruskan tulisan di blognya, dengan posting yang berjudul Laju pertumbuhan kota bebani kebijakan perumahan.

Quoted:

Daerah kumuh, perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pegawai negeri sipil dan anggota TNI dan Polri adalah beberapa saja dari fokus penting program kantor Menpera. Berbagai upaya memberikan perumahan layak bagi kelompok-kelompok masyarakat ini, yang menjadi amanah bagi pemerintah, masih kerap terhambat karena berbagai kesulitan. Termasuk di dalam kesulitan ini adalah keterbatasan anggaran, baik APBN maupun APBD, masih kurangnya subsidi maupun tingginya biaya tambahan yang disebabkan pengurusan berbagai perijinan.

β€œIni menjadi amanah bagi kita semua, karena kalau untuk orang kaya, biar diserahkan kepada pasar. Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah, kadang-kadang untuk mengumpulkan uang muka saja tidak mampu,” demikian Yusuf .

I like what I’m seeing there πŸ™‚

Sekali lagi, selamat datang Pak Menteri, dan maju terus demi rakyat Indonesia. Bravo !

Telah wafat: Bunda Zidan

Siang ini dengan terkejut saya membaca sebuah email dari milis IMB : Bunda Zidan, blogger Indonesia di Singapura, telah wafat. Beliau meninggalkan 2 orang anak dan suami.

Menengok blognya dan perlahan-lahan membaca berbagai posting yang ada disitu, saya merasa merinding… sadar bahwa pemiliknya kini sudah tidak ada lagi. Bunda Zidan sepertinya adalah blogger yang care dan selalu membawa kegembiraan ke sekitarnya.

Selamat jalan Bunda Zidan, semoga Anda bahagia selalu di tempat Anda yang sekarang.

Runutan kejadian :

  1. 30 Agustus : Pingsan setelah serangan asma yang menyebabkan kesulitan bernafas sampai sekitar 30 menit. Diperkirakan supply oksigen ke otak sempat drop sampai kritis. Kondisi koma.
  2. 31 Agustus : Artikel2 tentang Bunda Zidan.
  3. 31 Agustus : Kondisi semakin buruk
  4. 31 Agustus : Bunda Zidan wafat

Foto : Zidan dan Syifa

Zidan & Syifa