Category Archives: Ubuntu

Kisah Warnet yang telah Legal

Cerita yang mengagumkan. Salut, dan terimakasih kepada mas Aldo yang telah membaginya di sebuah milis.
Semoga sukses selalu.


Ini pengalaman ku di warnet Starnet di *******, hari sabtu tgl 02 juni 2007 sekitar pukul 8 malam warnet tersebut adalah warnet yang kutangani systemnya, kebetulan kami sudah mendapatkan surat teguran darikepolisian sekitar 3 kali mungkin kebetulan hari itulah the final date nya,

Malam minggu itu kami kedatangan 3 orang yang bertubuh tegap, saat itu saya tidak sedang di server, saya sedang mencoba CD kubuntu 7.0 yang baru saya burn, istriku kebetulan sedang ngobrol dengan operator warnet yang kebetulan cukup akrab walaupun kenal baru beberapa bulan, memang beberapa bulan ini istriku selalu setia menemani ku ke warnet2 yang aku tangani systemnya, selama hampir 2 bulan ini saya tidak tidur baik siang maupun malam setiap sabtu minggu hanya untuk satu kata “Migrasi sekarang, atau tidak sama sekali” hehehe alhamdulillah, ternyata selesai juga walaupun masih perlu banyak penyempurnaan disana sini, oh OS yang menjadi favorit saya adalah Debian baik itu ubuntu, xandros atau dll.

Kembali ke Razia software, nah tiba-tiba istriku menghampiriku dan berbisik, ” A, mereka ini polisi ” dek… aku langsung deg degan.. zighhh!!! ya sudah aku coba tenangin diri… bagusnya operator itu sudah aku wanti-wanti jauh-jauh hari agar bila ada polisi datang kita harus tenang setenang mungkin… alhamdulillah.. operatorku bernyali besar walaupun dia seorang wanita, dia coba alihkan perhatian pak pulisi ke client karena memang All our client computer is LINUX hehehe terus ada seorang petugas yang coba maksa untuk melihat sistem di server .. nah begitu lihat tampilan dasar Xandross diserver aku sedikit tenang … setelah cukup lama bersitegang petugas-petugas itu mencoba client satu … mereka melihat tampilan xandross zighhh…. Linux Make Better… horeeeee!!! teriakku dalam hati…

petugas nya melengos ke client lain teteupp ajah ketemunya begituan semua ( linux xandros ) hehehe pusing dah mereka… dari ketiga petugas ada yang bicara “bener nigh linux semua..??” kepada operator, ada lagi yang ngomong “.. kok warnet linux rame? khan ngga semua orang bisa pake linux?” katanya *dalam hati, “kalo emang mao rajin operatornya and kita sebagai maintenance nya ramah dan mau mengajarkan kepada operator dasar2 penggunaan linux why must be afraid to migrate..?? “* hihihi bangsa indonesia ini udah melek bahasa inggris,,mas!!!

anak-anak SMK didaerah warnet tersebut pernah aku lihat lagi bawa2 buku how to fedora di PC client, ketika ku
tanya, “dik… belajar linux di kursus atau gimana..?? ngga mas, ada di pelajaran sekolah kok ” sayang aku ngga sempat nanya smk mana di daerah tangerang yang mengajarkan linux,

well alhamdulillah… semoga makin banyak sekolah yang menerapkan linux di Indonesia … agar negara ini terlepas dari penjajahan Micros*** yang mencekoki bangsa ini dengan kemudahan fana… kalo dipikir ya.. cara kerja Mircos*** ini mirip kaya bandar narkoba… waktu kita masih nyoba2 dikasih geratis, dicuekin sekian lama.. begitu udah mulai ketergantungan hueheuheuhuehe langsung dibejeg!!!!

back to petugas… kata operator “coba aja check semua pak” langsung aja pak petugas2 itu berterima kasih karena sudah menggunakan Linux and mereka pamitan … well lega juga, alhamdulillah perjuanganku selama ini tidak sia-sia mungkin inilah cara Allah SWT menunjukan hasil kerja keras yang ikhlas kepada setiap hamba-hambanya

Michael Dell menggunakan Ubuntu

Siapa sangka ternyata Michael Dell, konco erat Microsoft, menggunakan Ubuntu di laptopnya ?

Spec selengkapnya :

Hardware: Dell Precision M90

* Intel Core 2 Duo T7600 Processor
* 4GB DDR2 667Mhz DRAM
* 17″ WXGA+ Widescreen LCD
* 160GB 7200rpm SATA hard drive
* 8X DVD +/- RW optical drive
* NVIDIA Quadro FX 3500 512MB

Software:

* Ubuntu 7.04 Feisty Fawn
* VMWare Workstation 6 Beta
* OpenOffice.org 2.2
* Automatix2
* Firefox 2.0.0.3
* Evolution Groupware 2.10

Mudah-mudahan ini merupakan awal era baru – dimana akhirnya ada vendor global yang berani (dan tidak takut digertak / diancam oleh Microsoft) untuk membundel operating system non Windows. Dampaknya bisa sangat luar biasa bagi corporate buyers. Here’s hoping.

Subversion @ Ubuntu

After the confusion when synchronizing my document repositories using rsync and SMB, finally I’ve had enough. I think this is a good time to give SVN (Subversion) a try.

Pretty simple in Ubuntu, as usual :

sudo aptitude install subversion
sudo aptitude install subversion-tools

Create the repository :

svnadmin create /home/harry/svnrepo
svn mkdir file:///home/harry/svnrepo/docs

Before we can run the server, first we need to edit /home/harry/svnrepo/conf/svnserve.conf and edit as necessary.
(hint: anon-access = read, auth-access = write, password-db = passwd)

And then don’t forget to setup the usernames and passwords in /home/harry/svnrepo/conf/passwd.

Now we can run the SVN server :

svnserve -d -r /home/harry/svnrepo/

Import my documents into the just-created SVN repository :

svn import /home/harry/documents svn://192.168.1.88/docs/ -m "initial import" --username sufehmi

That’s it ! Now you have a fully functioning SVN repository and have it host your documents.

Good reading on the subject :

1. THE Book on Subversion
2. Subversion Cheatsheet
3. Subversion FAQ

That should do for now. Gotta run.

Meeting Aktivis Linux @ Nurul Fikri

Undangan ini disampaikan oleh P’Rusmanto di milis linux-aktivis@linux.or.id, terbuka untuk para aktivis Linux Indonesia. Saat ini sudah ada beberapa kawan dari luar kota yang juga sudah mengkonfirmasi kehadirannya.

Bagi yang tertarik, silahkan bisa mengkontak P’Rus langsung, karena ada keterbatasan tempat (max 40 orang). Atau komentar disini, maka nanti akan saya bantu sampaikan kepada beliau.

============

Pertemuan darat aktivis Linux yang diusulkan Pak Harry ternyata disambut hangat teman-teman aktivis.
Untuk itu saya undang teman-teman aktivis Linux hadir pada:

Sabtu, 3 Februari 2007, pukul 13-17 WIB.

Tempat: Gedung NF Computer, Jl. Margonda Raya 522 Depok (terkenal dengan daerah Kober atau Stasiun UI).

Agenda acara (usulan saya, silakan koreksi atau usul lain):

– Saling berbagi informasi, ide, dan pengalaman dalam penggunaan, pengembangan, dan promosi atau advokasi Linux.

– Menyusun masukan kepada pemerintah dalam rencananya menggunakan Linux untuk semua/sebagian komputernya.

– Lain-lain.

KRITERIA (ini juga masih versi saya, silakan koreksi atau usul lain):

– Aktivis Linux tidak harus menjadi anggota milis ini, tapi siapa saja yang sudah/akan melakukan salah satu atau beberapa hal ini: menggunakan, mengembangkan, menyebarluaskan, mendukung Linux 🙂

– Linux dalam hal ini juga mencakup semua software yang berjalan di atas sistem operasi GNU/Linux. Ini sangat bisa diperdebatkan 🙂

– Saya usul di Depok karena ruang kami bisa menampung 40 orang, dan Jl. Margonda Raya terkenal dengan banyak waroeng-nya, mulai dari waroeng internet, waroeng game, waroeng buku, dan segala jenis waroeng makan (warteg, cafe, restoran, hotel). Beberapa distro Linux seperti De2, WaroengIGOS, BlankOn, dan lain-lain juga dikembangkan dari Depok.

Yang ingin hadir dan belum confirm, mohon dinyatakan via milis ini atau kirim ke email saya jika khawatir mengganggu milis.

Rus

Filesystem SSH di Ubuntu

Seringkali saya perlu meng copy file antar server Unix / Linux, dengan parameter cp tertentu, seperti /u (updated files only). Namun fasilitas ini tidak ada di scp. Atau, perlu mounting remote filesystem, namun secara secure. Apa akal ?

Dengan ssfs / fuse, maka kita bisa melakukan ini dengan mudah.

Copy-paste di Ubuntu perintah-perintah berikut ini :

sudo aptitude install sshfs
sudo modprobe fuse
sudo sh -c “echo ‘fuse’ >> /etc/modules”

sshfs / fuse telah terpasang, dan otomatis akan selalu berjalan.

Untuk mounting, ketik perintah berikut ini :

sshfs user@hostname:/path/to/folder /local/folder

Maka kini kita bisa mengakses folder di server remote tersebut via /local/folder, nice!

Ketika sudah selesai, ketikkan perintah berikut ini :

sudo umount /local/folder

Ingin agar ini selalu dilakukan setiap booting ? Cukup edit file /etc/fstab, dan tambahkan baris seperti ini :

[hostname/IP]:/path/to/folder /local/folder fuse defaults 0 0

Semoga bermanfaat.

Ref: ubuntu-tutorials.com

Ubuntu release party

Alias kopdar komunitas Ubuntu yang pertama kali saya hadiri 🙂
Di luar dugaan : ramai euy !

Pertama kali datang, saya menemukan Andi “belutz” Darmawan. Beliau sedang duduk sendirian menikmati ayam goreng tepung KFC-nya. Basa-basi saya tanya, “sendirian?”, dan dijawab dengan raut muka agak bingung, “enggak, tuh udah banyak” — dan saya menoleh ke belakang saya, dimana sudah ada sekitar 15 orang di meja tersebut. Wow.
(pada akhirnya total ada sekitar 20 orang yang hadir)

Lokasi berkumpul di dekat Pizza Hut di PIM2 (Pondok Indah Mall 2). Sepertinya banyak orang yang bengong melihat sekumpulan wajah-wajah geek berikut dengan laptopnya dan puluhan CD Ubuntu yang disebarkan di meja. Tapi kebanyakan tidak memperhatikan itu dan asyik berbincang-bincang dengan orang-orang yang mungkin selama ini hanya dikenal melalui emailnya.

Di pertemuan ini juga ada banyak kesepakatan program kerja untuk mengadvokasi / mempromosikan open source kepada lebih banyak pihak. Mudah-mudahan bisa kita semua jalankan dengan sebaik-baiknya, amin !

Yayaya basbang, baru posting sekarang. Maafkan saya karena terlalu sibuk akhir-akhir ini 🙂

Mailserver on Ubuntu 6 (Dapper Drake)

Should be pretty easy huh ? Well, not really… there’s one glitch with Exim4 — by default, it delivers email to “mail_spool”, as can be seen from the /var/log/exim4/mainlog here :

=> wanto <wanto@kantor> F=<harry @kantor> P=<harry @kantor> R=local_user T=mail_spool

Incoming email ended up never arrived in my users Maildir.

The solution :

  1. Edit /etc/exim4/update-exim4.conf.conf : gedit /etc/exim4/update-exim4.conf.conf
  2. Add the following line at the end of it : dc_localdelivery=maildir_home
  3. Shutdown Exim4 : pkill exim4
  4. Reconfigure Exim4 : dpkg-reconfigure exim4-config
    (Follow the guide below if you’re confused what to answer on the questions)
  5. That’s it ! Now incoming email will be delivered to your users’ Maildir

I’ve setup this particular server so users can send and fetch email locally.

Email for external destination (Internet) will be relayed through a smarthost. This makes sending huge email very speedy. So they can return to their work quickly and happy (leaving this server working hard trying to send their multi-megabyte emails through a tiny internet pipe *grin* )

With help from Dovecot, they can also send email to each other by [my_name]@office email addresses. This saves me from the headache of setting up a file server AND controlling the access rights.

To set it up this way, follow these steps :
(disclaimer: this is from on top of my head, so please CMIIW)

  1. aptitude install exim4 exim4-config dovecot-pop3d
  2. When configuring Exim4, follow these steps :
  3. Split configuration into small files? NO
  4. General type of mail configuration: (there are 6 choices) : mail sent by smarthost; received via SMTP or fetchmail
  5. System mail name: Whatever, mine is “office
  6. IP-addresses to listen on for incoming SMTP connections: Leave this blank
  7. Other destinations for which mail is accepted: I entered office again here
  8. Machines to relay mail for: Enter your LAN network, mine is 192.168.10.0/24
  9. Machine handling outgoing mail for this host (smarthost): smtp.gmail.com, or whatever works for you
  10. Hide local mail name in outgoing mail? YES
  11. Visible domain name for local users: Set to your company’s internet domain name, example : ToughNut.com
  12. Keep number of DNS-queries minimal (Dial-on-Demand)? Up to you really, I chose NO because my company got a fixed (always-on) internet access
  13. Once everything done, Exim4 and Dovecot will be running. But there’s still one thing left to configure – the smarthost
  14. Setup the Smarthost (relay for external/internet email) :

    # gedit /etc/exim4/passwd.client
    # Then put something like this : smtp.gmail.com:my-email@gmail.com:mypassword

  15. Restart exim4 :

    pkill exim4
    invoke-rc.d exim4 start

Done ! Now your mailserver is functioning.

On your users’ computer, set up as follows :

  • SMTP server : office
  • POP3 server : office
  • POP3 username : Their username in that server
  • POP3 username : Their password in that server

Enjoy.

Ubuntu menjadi makin mudah dengan Automatix

Ubuntu adalah salah satu distro Linux yang paling mudah digunakan. Dengan Automatix, maka menjadi semakin mudah untuk meng optimize dan mendapatkan berbagai software untuk Ubuntu.

Daftar tweak dan software yang disediakan Automatix bisa dilihat disini.

Alternatif lainnya adalah EasyUbuntu, tapi setahu saya Automatix menyediakan lebih banyak software daripada EasyUbuntu.

Automatix kini juga sudah mendukung versi terbaru Ubuntu, yaitu Ubuntu 6.06 (Dapper Drake)

Semoga bermanfaat.

LTSP 4.2 @ Ubuntu 6.06 (Dapper Drake)

Berikut ini adalah catatan dari usaha saya memasang LTSP 4.2u2 di Ubuntu 6.06 (Dapper Drake).


UPDATE : Instalasi LTSP sekarang sudah sangat mudah sekali, terutama di Ubuntu Linux.
Silakan tinggal mengikuti panduan ini : Ubuntu LTSP Quick Install


Tutorial instalasi LTSP @ FC3 (Fedora Core 3) [ bisa dibaca disini ]

PENDAHULUAN

LTSP memungkinkan kita membangun sistim komputer yang canggih & berkinerja sangat bagus, walaupun menggunakan komputer tua yang sangat murah harganya.
Dengan LTSP, kita bisa menggunakan komputer Pentium I sekalipun (harga pasaran sekitar Rp 300.000) sebagai workstationnya, dengan kecepatan setara dengan Pentium IV !
Melihat ini, maka LTSP adalah solusi yang sangat cocok bagi berbagai institusi / perusahaan di Indonesia.

Razia software, walaupun kini semakin jarang diberitakan di media massa, juga masih terus berjalan. Yang terbaru kemarin ini menjadi target adalah beberapa stasiun TV di Indonesia.
Daripada membayar denda / membayar harga lisensi yang sangat mahal, mereka lebih memilih untuk beralih ke solusi open source.
LTSP, karena biayanya yang sangat ekonomis dan kemudahan pemakaian & perawatannya, menjadikannya sebagai salah satu solusi yang pantas untuk dipertimbangkan.

Ubuntu 6.06 memiliki banyak kelebihan dibanding berbagai distro lainnya, seperti :

  • Gratis dan malah diantar ke rumah kita – dengan layanan Ship It
  • Mudah dipasang dan digunakan
  • Ubuntu versi 6.06 LTS dijamin akan up to date terus selama 5 tahun. Berbeda misalnya dengan Fedora/Mandrake, yang bisa obsolete dalam waktu 1 tahun saja.

KEBUTUHAN

  1. Jaringan komputer / network, dengan bandwidth minimal 100 Mbps
  2. Komputer server, dengan spesifikasi minimal sebagai berikut (untuk 5 workstation) :

    Prosesor 800 MHz, memory 512 MB, hard disk 20 GB

  3. Komputer workstation :

    Prosesor 200 MHz,
    memory 32 MB,
    network card tipe PCI, yang ada di daftar yang ada di http://www.rom-o-matic.net,
    card VGA tipe PCI

  4. Akses Internet, atau DVD Ubuntu

RUJUKAN

  1. Instruksi instalasi LTSP 4.2
  2. Panduan instalasi Ubuntu 6 Server
  3. Ubuntu Indonesia & Ubuntu Guide

PANDUAN

Berikut adalah panduan instalasi LTSP 4.2 di Ubuntu 6.

  1. Install paket-paket yang diperlukan LTSP :

    sudo aptitude install nfs-user-server dhcpd tftpd portmap libwww-perl inetd

  2. Download ltsp-utils :

    mkdir /tmp/ltsp/
    cd /tmp/ltsp
    links http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/utils/ltsp-utils-0.25-0.tgz
    tar xzvf ltsp-utils-0.25-0.tgz
    cd ltsp-utils
    sudo ./install.sh
    sudo ./ltspadmin

  3. Kita telah menjalankan software ltspadmin. Pertama-tama, kita perlu download file-file instalasi ltsp 4.2u2.

    Pilih menu “Install / Update LTSP Packages”.

  4. Karena ini adalah instalasi awal, maka ltspadmin akan memunculkan pesan berikut ini:


    This is the first time installing LTSP packages, the
    Installation utility must first be configured.

    press to begin the configuration...

    Tekan Enter.

  5. Kemudian akan muncul layar konfigurasi, cukup tekan Enter terus (kecuali jika ada yang perlu Anda ubah), sampai muncul pilihan “Correct? (y/n/c)” – ketik y, lalu tekan Enter.
     
  6. Akan muncul daftar modul-modul LTSP yang tersedia. Pilih semuanya (dengan menekan spasi).

    Setelah terpilih semuanya, ketik “q”, maka ltspadmin akan mulai men download dan memasang semua modul tersebut.

  7. Berikutnya kita perlu mengkonfigurasikan LTSP.
    Pilih menu ketiga, yaitu “Configure LTSP”
     
  8. Tekan “C” untuk memilih menu “Configure the services manually”.

    Akan muncul menu bernomor 1 s/d 11. Jalankan menu-menu tersebut satu per satu, sampai akhirnya selesai semua. Lalu tekan “Q” untuk kembali ke menu utama, dan “Q” sekali lagi untuk keluar ke prompt.

  9. Untuk selanjutnya, yang perlu dilakukan adalah :

Selamat menikmati.

TIPS-TIPS

  • Jika komputer server terkoneksi ke Internet, sebaiknya dilindungi dengan firewall. Yang bisa saya rekomendasikan adalah Firehol, karena mudah digunakan dan bebas maintenance.
    Contoh konfigurasinya bisa dilihat di posting ini.
  • Jika Anda mengalami masalah, silahkan lihat di posting ini. Beberapa masalah yang sering terjadi dibahas solusinya disitu.

VERSI DOKUMEN

v1.0 – first release
v1.01 – minor correction re: ubuntu version numbering (thanks Andy)

Ubuntu 6.06 LTS Server @ VPC 2004

Just tried installing Ubuntu 6.06 LTS Server (Dapper Drake) on Virtual PC 2004, and the installation screen was messed up. It shown only a portion of the installation screen.
Here’s how to fix it:

1. When booting up from the CD, you’ll see a menu. Press ESC there, where it’ll tell you that you’re about to switch to text-mode. Choose OK

2. You’ll see a prompt like this : boot:

3. To continue, just type this: install debian-installer/framebuffer=false

4. Press Enter, and the screen should show up OK on VirtualPC 2004.

So far so good. Hope it helps.

note: Ubuntu 6.06 LTS Server doesn’t install a GUI desktop (gnome/kde). If you need it, just type : sudo apt-get install ubuntu-desktop
(need internet access and properly set-up /etc/apt/sources.list file)